Category : Articles

Articles

“DARI KOMPENSASI MENJADI MULTIPLIKASI.”

*Gospel Truth’s Cakes*
*Yenny Indra*

DARI KOMPENSASI MENJADI MULTIPLIKASI.”

Sebagian besar dari kita terlalu akrab bekerja demi mendapatkan gaji. Kita menginvestasikan 40 jam waktu selama seminggu ke dalam bisnis kita sendiri, atau usaha seseorang untuk mendapatkan kompensasi alias gaji atau keuntungan. 
Apa yang kita lakukan dengan uang itu, benar-benar cerminan dari apa yang kita pikirkan tentang diri kita dan keluarga.  Beberapa mungkin menghambur-hamburkan gaji mereka, yang lain mungkin menimbunnya dan yang lain lagi dengan rajin melakukan apa yang mereka bisa untuk mengurus keluarga atau kebutuhan lainnya.

Kita memahami tanggung jawab bekerja untuk menyediakan kebutuhan.
“Jika seseorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan.” 
(2 Tesalonika 3:10)
“Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu murtad dan lebih buruk dari orang yang tidak beriman.”
1 Timotius 5:8 (TB).

Apakah sumber daya kita terbatas hanya pada kompensasi sederhana dari hasil kerja kita semata? 
Apakah ada dimensi lain dari berkat dan sumber daya yang tersedia? 
Paulus mengungkapkan janji luar biasa yang dapat mengubah kompensasi yang kita terima, menjadi pelipatgandaan. 
“Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kamu dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaranmu;”
2 Korintus 9:10 (TB).

Pertama, kita harus mengakui bahwa uang yang kita peroleh berasal dari Tuhan.
Pekerjaan kita hanyalah saluran, yang melaluinya, Tuhan memenuhi kebutuhan kita. Namun, Tuhan tidak hanya menyediakan roti untuk dimakan, tetapi juga benih untuk ditabur. 
Di sinilah letak rahasia kelimpahan! 

Bagaimana kita ‘melihat’ uang kita (roti untuk dimakan) menentukan potensi kita untuk mengalami pelipatgandaan. 
“Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
2 Korintus 4:18 (TB)

Jika kita dapat membuka mata rohani kita dan ‘melihat’ uang kita lebih dari sekadar roti, tetapi juga sebagai benih, mulailah kita berjalan dalam kelimpahan yang telah disediakan Tuhan. 

Apa yang kita tabur ke dalam hidup orang lain dan ke dalam perkabaran Injil adalah benih. Setiap benih mengandung potensi untuk memperoleh panen.
Tuhanlah yang memberikan peningkatan. 
Inilah cara Tuhan mengangkat kita dari keterbatasan kehidupan alami dan mendorong kita ke dalam pelipatgandaan berkat.

“Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.”
2 Korintus 9:8 (TB).

[Repost : “FROM COMPENSATION TO MULTIPLICATION”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The Power of Positive NO

https://mpoin.com/

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

The Power of Positive NO

Entah mengapa ketika sedang belajar pelajaran “Conflict Resolution”, Tuhan mendorong saya membaca ulang buku-buku karya William Ury dari Harvard University.

3 Seri buku: “Getting To Yes” , yang ditulis bersama Roger Fisher dan Bruce Patton, Getting Past No” danThe Power of Positive No.”
Saya pernah membaca buku-buku ini puluhan tahun lalu dan bukunya ada di Surabaya.

Nach saya punya ‘library’ di Jakarta… 🙂 Segera saya mengontak sahabat saya, P. Abu Lora dan teng…teng…teng… E-booknya pun dikirimkan ke HP saya… Hanya buku yang ke 3, yang tidak berhasil ditemukan. Saya minta dikirim dari Surabaya.

Thanks P. Abu Lora! You are my angel.


Saya dibesarkan di Jawa Tengah dan lama tinggal di Jogja dan Solo.
Jadi bisa dibayangkan, betapa sulitnya bagi saya untuk mengatakan, TIDAK alias NO.
Ewuh pekewuh. Sungkan.

Sampai saya membaca serial 3 buku ini, yang membuat saya Pede menolak, jika diperlukan, dan ternyata ada cara menolak yang anggun.
Ada pula cara untuk mengubah kata TIDAK dari lawan, supaya bisa diubah menjadi YA.
Menarik ya?

Kata falsafah Jawa, ini cara
“Ngalahke Tanpo Ngasorake” – “Mengalahkan Tanpa Merendahkan”.

Dan tidak berarti kalau kita menolak, lalu timbul permusuhan.
Kadang justru menimbulkan respect, rasa hormat, bahkan bisa juga menjadi kesempatan untuk naik kelas.
Tidak percaya?

Sila simak kisah berikut ini yang dikutip dari buku The Power of Positive NO:

Emily Wilson, pembantu rumah tangga yang telah bekerja sangat lama untuk keluarga ekonom terkenal John Kenneth Galbraith.
Suatu ketika Presiden Lyndon Johnson menelpon, mencari sang profesor.

“Apakah Bapak Galbraith ada?”
“Beliau sedang tidur siang dan telah memberi perintah untuk tidak diganggu.”
“Yah, saya adalah Presiden. Bangunkan dia!”
“Saya minta maaf, Bapak Presiden, tetapi saya bekerja untuk Bapak Galbraith, dan bukan untuk Anda.”
Dan, Emily pun menutup telepon.

Ketika Galbraith ditelepon kembali setelah terjaga dari tidur siangnya, Johnson memberitahu dia:
“Siapa perempuan itu? Saya ingin dia bekerja untuk saya.”

Wow….
Emily mungkin bertubuh kecil, tetapi dia memahami batas-batas wilayahnya dengan jelas dan mempertahankannya dengan cara yang anggun mengatakan: NO! terhadap usaha pihak lain yang berusaha membuatnya menyerah dan mengakomodasi.

Keren ya?
Kebanyakan kita rela mengkompromikan apa saja demi dekat dengan orang-orang Top dan berpengaruh.
Ditelpon presiden? Langsung heboh!

Nilai-nilai dan batas-batas kebenaran yang dipertahankan, pada saatnya akan membuat seseorang naik.
Emas murni akan selalu berkilau, sementara kuningan hanya mengkilap sesaat, lalu luntur.
Promosi datang dari Tuhan.


Photographer Phillipe Halsman terkenal suka memotret orang yang tengah melompat di udara.
Richard Nixon, Robert Oppenheimer, Grace Kelly, Marilyn Monroe dan Duke serta Duchess of Windsor sebagian nama besar yang dipotretnya dengan pose melompat.

Why?
Menurut Hallsman, saat seseorang sedang melompat, dia akan fokus pada lompatannya sehingga semua topengnya hilang. Kepribadian aslinya terpancar.

Suatu ketika Hallsman meminta pianist Van Cliburn untuk berpose yang sama. Dan Van Cliburn menolak.
Ketika Hallsman menanyakan alasannya…
Sang pianist menaruh tangan ke dua tangannya ke punggungnya, mengangkat dagunya, dan berkata, “There is no need for explanation. – Tidak perlu ada penjelasan.”

Hallsman begitu terkesan dengan pernyataan ini, segera diambilnya gambar Van Cliburn dengan pose ini, dan tetap menyertakan foto Van Cliburn di dalam Jump Book-nya yang terkenal.
Judul untuk foto itu: “Van Cliburn Won’t Jump.”

Meski ditolak, Hallsman menghargai privacy Van Cliburn dan dia terpesona dengan sikap penolakannya yang anggun.


Inilah 2 kisah yang telah mengubah kehidupan saya, hingga tidak ragu-ragu untuk menolak, jika memang diperlukan.

Kebiasaan lama, kalau menolak selalu disertai alasan. Kadang pusing cari alasan biar gak sungkan. Khas Wong Jowo, demi kesopanan.
Sekarang tidak lagi.
Meniru Van Cliburn, “No Explanation.”

“Maaf ya… Saya ga bisa hadir ” Titik!
Tidak perlu dijelaskan, klo memang tidak perlu penjelasan.

Belajar membuat wawasan kita makin luas dan menyadari ternyata begitu banyak pilihan-pilihan yang selama ini tidak kita ketahui, bahwa pilihan itu ada.

Dengan cara demikian, kita bisa ‘bergaul’ dengan berbagai orang-orang hebat, yang akan membawa hidup kita kian berkualitas.
Hidup kita tidak lagi ikut-ikutan apa kata orang tetapi setiap keputusan sudah dipertimbangkan masak-masak, dan dipilih dari berbagai kemungkinan yang ada.
Sudah diperhitungkan untung ruginya
Hidup tidak lagi dikendalikan oleh perasaan tetapi oleh nilai-nilai kebenaran dari Allah.
Hidup yang berhikmat.

Belajar sama-sama yuk….

The other often much prefers a clear answer, even if it is No, than continued indecision and waffling. William Ury.

Pihak lain sering kali lebih menyukai jawaban yang jelas, meski pun jawabannya TIDAK, daripada terus-menerus ragu-ragu dan bertele-tele -William Ury

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tuhan lebih baik daripada yang Anda pikirkan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tuhan lebih baik daripada yang Anda pikirkan.”

“Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia?”
Roma 8:32 (TB).

Bagaimana jika sebagian besar hidup kita merupakan cerminan dari cara kita melihat Tuhan?
Jika kita melihat Tuhan yang pemarah, suka mengutuk, pelit, tidak mau melepaskan berkat-Nya, atau selalu ingin menguji, maka hidup kita seperti budak tuan yang temperamental.
Kita tidak pernah tahu apakah kita sudah cukup baik.

Bagaimana jika Tuhan lebih baik dari yang kita pikirkan?
Bagaimana jika reputasi-Nya dirusak oleh orang-orang yang tidak benar-benar mengenal-Nya?
Mari kita lihat beberapa ayat yang melukiskan gambaran yang berbeda.

“Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
Yohanes 4:10 (TB).

  • Karunia Air Hidup.

“Jawab Petrus kepada mereka: “Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.”
Kisah Para Rasul 2:38 (TB) .

  • Karunia Roh Kudus.

“Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Matius 10:8 (TB).

  • Karunia Penyembuhan dan Pembebasan.

“Mereka yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus.”
Roma 5:17 (TB).

  • Karunia Kasih Karunia dan Kebenaran.

“Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,”
Efesus 2:8 (TB.)

  • Karunia Keselamatan oleh Iman.

“Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.”
Yakobus 1:17 (TB).

  • Setiap Pemberian yang Baik.

“Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu.”
Lukas 12:32 (TB.)

  • Karunia Kerajaan.

“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”
Yohanes 14:27 (TB).

  • Karunia Damai Sejahtera-Nya.

“Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa kepada-Ku. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku.”
Yohanes 16:23 (TB).

  • Apapun yang kita minta dalam Nama-Nya.

“Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh oleh pengenalan kita akan Dia, yang telah memanggil kita oleh kuasa-Nya yang mulia dan ajaib.
Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi.”
2 Petrus 1:3-4 (TB).

  • Karunia janji-janji-Nya dan segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan.

Apakah kita percaya kepada kebaikan-Nya?
Iman dimulai ketika kebaikan Tuhan yang luar biasa direngkuh. Semua yang kita butuhkan sudah diberikan. Dia sebaik itu!

[Repost : “God is kinder than you think”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengenang Bagus:Tabur Benih Dulu Dong….Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengenang Bagus:Tabur Benih Dulu Dong….Ini Rahasianya!

Chat Martini masuk.
Bagus meninggal dunia mendadak subuh kemarin.
Sungguh mengagetkan.

Martini pun mengirimkan artikel Seruput Kopi Cantik yang menceritakan pelajaran dari keteladanan kehidupan Bagus.

Teringat ucapan terimakasih bagus yang begitu senang, kisahnya saya tulis dan mendapat banyak respon positif dari para pembaca.

Sengaja saya Post Ulang untuk mengenang dan menghargai Bagus.

Terimakasih Tuhan atas limpahan rahmat-Mu, demikian tertulis dalam status terakhirnya.

Kenangan kepada orang benar mendatangkan berkat…..


Saya baru pulang dari Semarang. Ada dua teman mantu, jadi kami teman-teman alumni SMA Sedes Sapientiae, rame-rame njagong manten.
Reuni selalu menyenangkan. Dari mengunjungi Kota Lama hingga napak tilas ke sekolah. Tidak lupa berfoto-ria dan tertawa terbahak-bahak mengenang masa-masa sekolah. Termasuk foto di depan kelas masing-masing. Kelas saya A-3, kata teman-teman. Padahal sejujurnya, sudah lupa …. Ssst… Jangan buka rahasia …!

Yang lucu, mantan anak-anak asrama paling cinta foto duduk di tangga. Puluhan tahun lalu foto di sana, sambil menanti pukul 18.00 waktunya makan malam. Sekarang foto lagi di tempat yang sama. Wuih…. Rasanya keren banget!

Padahal jadi anak asrama dulu, makanannya sayur kangkung terus. Sampai ngetop istilah, mabuk kangkung. Kalau makan sup, duh .. susahnya cari isinya …. kuahnya saja yang banyak. ..
Herannya, sehat-sehat saja tuh!

“Ayoo anak-anak asrama… Foto!”

Seperti kelompok eksklusif saja anak-anak asrama ini.
Sampai teman-teman yang bukan anak asrama tidak mau kalah.

“Ayooo foto yang Non -Asrama,” ujar Linda tidak mau kalah.
Hahaha….

Selama di Semarang, Martini menyewa mobil. Drivernya bernama Bagus, yang ternyata suami dari keponakan Martini.
Dia bercerita, dulunya Bagus gonta ganti bisnis dan pekerjaan. Ga ada yang jadi.

Bagus orangnya baik. Jadi dia berinisiatif untuk mengantar para suster jika ingin bepergian.
Karena pelayanan Bagus itu baik dan memuaskan, mulailah suster-suster itu bercerita.
Word of mouth terjadi.
Satu persatu orang yang perlu diantar dengan mobil, mengontak Bagus. Apalagi kalau pergi ke tempat-tempat ziarah umat Katolik, Bagus hafal karena seringnya mengantar para suster. Ini nilai plus tersendiri yang membuat customernya suka dengan Bagus.

Dengan berjalannya waktu, tidak hanya warga Semarang yang mengenal Bagus, tetapi teman-teman Martini dari berbagai kota, menggunakan jasa Bagus. Lalu saudara-saudara para temannya. Bagus pun bekerjasama dengan teman-temannya, agar dapat melayani tamu-tamunya yang makin banyak.

Pelajarannya:
Banyak orang ketika gagal, ya sudah ga mau mengerjakan sesuatu kalau ga ada imbalannya.
Apa untungnya buatku? Itu yang ada dalam pikiran mereka.

Bagus berbeda!
Bagus mulai dengan melayani para suster, dengan tulus, tanpa mengharapkan balas jasa.
Bagus menabur benih kebaikan.

Apakah benih langsung berbuah?
Tidak!
Butuh waktu cukup panjang hingga akhirnya orang-orang mengenal Bagus.
Selama itu, Bagus memberikan service yang baik hingga customernya puas dengan pelayanannya.

Barulah tiba masa panen. Tak disangka, menyewakan mobil justru sekarang menjadi pintu berkat bagi Bagus dan kawan-kawannya.

Tuhan tidak pernah berhutang. Hukum Kerajaan Surga selalu sama: Hukum Tabur Tuai.
Bahkan segelas air putih yang kita berikan dengan tulus saja, Tuhan perhitungkan.

Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu”, ujar sang bijak.

Pastikan kita menabur, maka tidak usah khawatir, masa panen pasti tiba.
Selama menunggu masa panen, jaga sikap dan perkataan yang sesuai dengan apa yang kita doakan dan imani.

Kalau ingin diberkati, kata-kata kita harus sesuai…
Menunjukkan kita penuh harapan menanti panen yang besar, berlimpah-ruah.
Imajinasi kita juga melihat panen yang berlimpah…

Dan ingat, berlimpah artinya cukup untuk kita plus extra untuk dibagikan kepada orang lain. Diberkati untuk menjadi berkat.

Setuju?

You can’t sow an apple seed and expect to get an avocado tree. The consequences of your life are sown in what you do and how you behave. – Tom Shadyac

Kita tidak dapat menabur benih apel dan berharap mendapatkan pohon alpukat. Konsekuensi hidup ditaburkan dalam apa yang kita lakukan dan bagaimana kita berperilaku- Tom Shadyac

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Hubungan Orang Percaya dengan Pemerintahan Sipil?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Apa Hubungan Orang Percaya dengan Pemerintahan Sipil?”

Biarlah setiap jiwa tunduk pada kekuatan yang lebih tinggi. Karena tidak ada kekuatan selain dari Allah: kekuatan yang ada ditetapkan oleh Allah. . . Karena penguasa bukanlah pembawa ketakutan bagi perbuatan baik, tetapi bagi kejahatan.

Maka apakah kita tidak takut pada kuasanya? lakukan apa yang baik, dan kita akan mendapat pujian yang sama: Karena pemerintah adalah pelayan Allah bagi kita untuk mendatangkan kebaikan. Tetapi jika kita melakukan apa yang jahat, takutlah; karena pemerintah tidak membawa pedang dengan sia-sia: karena dia adalah pelayan Allah, seorang pembalas untuk mengeksekusi murka atas orang yang melakukan kejahatan. (Roma 13:1-7)

Roma 13:1-7 menjelaskan hubungan orang percaya dengan Pemerintahan Sipil. Pemerintah Sipil telah diberi wewenang oleh Tuhan untuk memuji orang yang berbuat baik dan menghukum orang yang berbuat jahat.
Menjadi pelayan Tuhan bagi orang-orang demi kebaikan. Pemerintah juga diberdayakan untuk mengenakan pajak, membela dan menghukum.

Penting untuk dipahami bahwa konsep pemerintahan yang telah ditetapkan oleh Tuhan, bukan setiap jenis pemerintahan atau setiap penguasa. Pemerintah memiliki tujuan yang ditetapkan Tuhan tetapi tidak setiap pemerintahan dan setiap pemimpin berasal dari Tuhan. Allah tidak membangkitkan pemerintahan yang tidak saleh. Kehendak Tuhan adalah agar pemerintah menjadi alat untuk kebaikan dan bukan kejahatan.

Kita menemukan pewahyuan serupa dalam 1 Petrus 2.

“Tunduklah, karena Allah, kepada semua lembaga manusia, baik kepada raja sebagai pemegang kekuasaan yang tertinggi,
maupun kepada wali-wali yang diutusnya untuk menghukum orang-orang yang berbuat jahat dan menghormati orang-orang yang berbuat baik.”
1 Petrus 2:13-14 (TB).

Sekali lagi, peran pemerintah yang ditetapkan Tuhan adalah untuk menghukum kejahatan dan memuji mereka yang melakukannya dengan baik.

Jelas, tidak semua pemerintah sipil memenuhi panggilan ini sebagai pelayan Tuhan. Sejauh kita dapat menjalani ‘kehidupan yang tenang dan damai dalam segala kesalehan dan kejujuran,’ (1 Timotius 2:1-3) kita tidak boleh ‘melawan kuasa’ (Roma 13:2) dan kita harus melakukannya yang baik (Roma 13:3). Itu termasuk mematuhi hukum negara. Ketika hukum-hukum itu memaksakan perilaku yang tidak saleh pada warga negaranya, maka keputusan harus dibuat sejauh mana hukum tersebut dapat dipatuhi.

Jika kita sebagai orang percaya dapat membela dan melindungi aspek kesalehan dari pemerintah kita, kita harus melakukannya. Jika kita dapat mengusir keputusan pemerintah yang tidak saleh, kita harus melakukannya. Tetapi pemerintah kita tidak akan pernah menjadi sumber utama identitas, kebebasan, dan takdir kita.
Sumber-sumber itu hanya ditemukan di dalam Yesus saja.

[Repost : “What is the believer’s relationship to civil government?”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 213 214 215 216 217 314