Category : Articles

Articles

Apakah Allah Berdaulat? (Bagian 1).”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Allah Berdaulat? (Bagian 1).”

Subjek kedaulatan Allah dapat membingungkan bagi sebagian orang. Masalahnya dimulai dengan definisi kata ‘berdaulat.’ Definisi kamus mencakup kata-kata ; tertinggi, superlatif dalam kualitas, kekuasaan tak terbantahkan, tak terbatas, menikmati otonomi, kebebasan dari kontrol eksternal.
Dengan definisi ini tidak ada implikasi dari makna kedaulatan ‘kontrol aktif atas semua peristiwa.’

Kedaulatan Tuhan berarti Tuhan, bukan manusia, yang bertanggung jawab untuk menciptakan dan memelihara segala sesuatu, dan Tuhan memiliki hak istimewa menetapkan hukum serta batas-batas ciptaan-Nya. Namun, begitu diciptakan dan ditetapkan, Tuhan sendiri terikat pada apa yang telah ditetapkan oleh firman-Nya. Di sinilah banyak yang bingung.

Beberapa orang melihat Tuhan sebagai Pribadi yang berubah-ubah dan tanpa aturan perilaku baku. Mereka melihat Dia bertindak sesuai keinginan, campur tangan ketika hal itu menyenangkan Dia dan mengabaikan situasi di mana Dia tidak tertarik. Garis pemikiran ini secara tidak adil menuduh Tuhan dan menyerang sifat kasih-Nya.

Untuk memahami bagaimana kedaulatan Allah mempengaruhi ciptaan-Nya, kita harus kembali ke awal. Dalam Kitab Kejadian kita melihat Allah menciptakan segala sesuatu dengan Firman-Nya. Dia menetapkan ketertiban serta batas-batas yang jelas. Semua makhluk hidup diberi kemampuan untuk bereproduksi, tetapi hanya sesuai ‘jenisnya’. Pohon pinus akan selalu menghasilkan pohon pinus dan anjing hanya akan menghasilkan anjing. Meski pun Tuhan berdaulat, Dia tidak akan mengubah tatanan yang telah Dia tetapkan. Melakukan hal itu akan mendiskualifikasi Dia sebagai Tuhan, karena Firman-Nya tidak akan berubah.

Ketika Tuhan menciptakan manusia, Dia menciptakannya menurut gambar-Nya sendiri. Manusia diperlengkapi untuk mencapai tujuan Allah dalam penciptaan. Manusia diberi kekuasaan dan otoritas atas bumi dan bertanggung jawab untuk mengatur bumi menurut kodrat Sang Pencipta.

Manusia diciptakan dengan identitas (citra) Tuhan, diberkati dengan otoritas (kekuasaan)-Nya, diberkati dengan kemampuan (berkat)-Nya dan diberikan tugas melakukan pekerjaan (tujuan)-Nya untuk menaklukkan bumi, berbuah dan berkembang biak. (Kejadian 1:26-28)

Mazmur 115:16, menyatakan bahwa Allah memberikan bumi kepada anak-anak manusia. Rencana-Nya, agar manusia memperoleh hidupnya dari Tuhan dan untuk mencapai tujuannya selaras dengan kehendak Tuhan. Namun, manusia berdosa.
Dosa itu secara efektif ‘melepaskan’ manusia dari Tuhan. Manusia kehilangan identitasnya, otoritasnya, berkatnya dan tujuannya. Tuhan sekarang menemukan diri-Nya berada di luar, melihat ke dalam, saat hendak berbicara kepada manusia.
Dia telah memberikan bumi kepada manusia, dan manusia karena dosa telah memberikannya kepada iblis (lihat Lukas 4:5-6). Tuhan masih Tuhan dan pemilik ciptaan-Nya, tetapi ‘penyewa’-Nya telah melanggar perjanjian sewa’.

Agar Tuhan bisa ikut campur tangan dalam peristiwa dunia, sekarang Dia harus membuat perjanjian atau ikat-janji alias covenant dengan manusia.
Tanpa membahas secara rinci di sini, kita dapat menemukan perjanjian-perjanjian di seluruh Alkitab yang memampukan Allah untuk berurusan dengan manusia dan ada kalanya menghakimi dosa. Darah harus ditumpahkan agar tercipta perjanjian, dan sistem pengorbanan pun digunakan. Pengorbanan seperti itu pertama kali ditemukan di Taman Eden ketika Tuhan mendandani Adam dan Hawa dengan kulit binatang. Hewan harus mati dan darah mereka ditumpahkan untuk menutupi aurat Adam dan Hawa.

Karena dosa, bagaimana Tuhan sekarang campur tangan dalam urusan manusia?
Apakah Tuhan secara aktif mengendalikan hidup kita, atau apakah Dia secara aktif mengizinkan peristiwa untuk ‘menyempurnakan’ kita?
Sekali lagi kita akan kembali ke rancangan awal untuk memperoleh beberapa pencerahan.
Manusia, yang diciptakan menurut gambar Allah, memiliki kehendak bebas.
Manusia harus memilih, – karena Tuhan tidak menginginkan manusia ciptaan-Nya menjadi robot -, agar manusia mencintai-Nya atas kemauan mereka sendiri.
Supaya kehendak bebas itu ada, harus ada juga pilihan untuk ketidaktaatan. Pilihan itu berasal dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat.

Kita melihat, Tuhan tidak ikut campur tangan dan menghentikan Adam dan Hawa dari berbuat dosa, Dia bahkan tidak menghentikan ular untuk membujuk Hawa.
Dia tidak melakukannya karena Dia tidak bisa.
Dia telah memberikan bumi kepada manusia dan menyuruhnya untuk menaklukkan dan menjaganya.
Terserah Adam untuk mengambil alih, dan dia gagal.
Tuhan tidak menghentikan Adam dari kegagalan meski pun Dia tahu konsekuensi mengerikan yang dilepaskan ke dalam ciptaan.

Ketika Kain menjadi cemburu pada saudaranya dan membunuhnya, Tuhan tidak campur tangan.
Ini adalah pembunuhan pertama, tragedi pertama yang tercatat sejak kejatuhan manusia.
Mengapa Tuhan tidak menghentikan pembunuhan ini? Mengapa Dia tidak melindungi Habel yang tidak bersalah dan setia dari kematian yang mengerikan?
Fakta bahwa Tuhan tidak campur tangan mengungkapkan banyak hal. Allah dibatasi oleh Firman-Nya. Dia tidak kalah berdaulat, tetapi kedaulatan-Nya telah menetapkan bahwa bumi adalah milik manusia. Dan karena dosa manusia terputus dari kehidupan Allah. Jadi, Tuhan terikat oleh Firman-Nya untuk tidak campur tangan.

Saat kita mengikuti alasan ini di seluruh Alkitab, kita melihat Allah menetapkan perjanjian dan menasihati manusia untuk memilih hidup dan mematuhi agar diberkati.
Itu adalah kehendak Tuhan, tetapi manusia tidak selalu (jarang) melakukan apa yang Tuhan inginkan. Dan manusia menderita.

Untuk menebus umat manusia dan berhasil dalam tujuan-Nya agar memiliki keluarga yang diciptakan menurut gambar-Nya yang mengasihi Dia atas kehendak bebas mereka sendiri, Tuhan harus menemukan manusia sempurna yang dapat mengalahkan dosa (menjalani kehidupan tanpa dosa), mengalahkan musuh/iblis, dan mengalahkan kematian.
Tidak ada manusia yang mampu. Semua dilahirkan dengan sifat yang terpisah dari Tuhan dan dengan demikian tunduk pada dosa, iblis dan kematian.

Oleh karena itu, Allah menjadi manusia (Yesus) dan dilahirkan tanpa dosa. Dia dicobai dalam segala hal namun tanpa dosa. Dia mengalahkan iblis dalam konfrontasi tatap muka.
Dan Dia mengalahkan maut dengan bangkit kembali.

Kemenangan penebusan ini sekarang membuka jalan bagi semua orang yang percaya untuk sekali lagi membawa gambar-Nya, memiliki otoritas-Nya, menerima berkat-Nya dan mencapai tujuan-Nya.

[Repost : “Is God Sovereign? Part 1”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Ingin Tahu Kisah Dibalik Sup Sirip Ikan Hiu? Ini Dia!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Ingin Tahu Kisah Dibalik Sup Sirip Ikan Hiu? Ini Dia!

Telpon berdering…..
Rosita mau mampir mengantar Sup Sirip Ikan Hiu yang mahal harganya.
Wow…
Thanks Ko Hendry & Rosita!

Pagi-pagi ‘Malaikat’ sudah datang…
Pas… P. Indra merasa maagnya kurang enak. Cocok sekali.
Dan saya mengucap syukur, Tuhan menyediakan yang the best tepat pada waktunya.
Tuhan baik!
Life is good.

“Ros, ini kan kesukaan Ko Henry? Koq malahan dikasi ke kami?”

“Kan kita sohib, apa pun kita berbagi…”

Hhhmmmm… So sweat…

Ros bercerita, mereka diberi hadiah Sirip Ikan Hiu yang mahal harganya, dari temannya. Sebut saja P. Amin.

Kisah pun bergulir…
Rupanya berpuluh-puluh tahun lalu, P. Hendry dan Ros membantu P. Amin dan keluarganya yang kebanjiran.

Mereka sempat tinggal di rumah dan apartemennya yang kosong.
Free of charge bahkan listrik dan air pun P. Hendry dan Ros yang bayar.
Gratis…tis…tis…tis…

Rupanya benih kebaikan ini tetap dikenang oleh P. Amin dan keluaganya. Padahal P. Hendry dan Ros sudah melupakannya.

“Jangan pernah lupa budi baik Ai dan Suk Suk (Om & Tante) Hendry & Ros, mereka sudah memberi tumpangan kepada kita hingga berbulan-bulan. Saudara sendiri pun belum tentu mau membantu. Sampai listrik air juga mereka yang bayar,” pesan P. Amin pada anak-anaknya.

Sekarang hidup P. Amin sudah sangat sukses. Demikian pula dengan anak-anaknya. Semua sudah mandiri serta berhasil.
P. Amin ingat kesukaan P. Hendry: Sirip Ikan.
Maka dikirimnyalah sebagai tanda terima kasih.

Dan saya ikut kebagian menikmati nikmatnya Sup Sirip Ikan…
Memang benar, dengan siapa kita bergaul, menentukan seberapa besar Hoki kita.
P. Hendri & Ros yang menabur benih, saya ikutan menikmati panennya….

Kembali terbukti benarnya ungkapan lama,
“Lemparkanlah rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu.”

P. Hendry & Ros sudah lupa mereka pernah menabur benih, tetapi Tuhan tidak pernah berhutang. Tuaian pun datang di saat yang tak terduga.

Saya belajar, Ros bercerita, P. Hendry selalu memberi yang terbaik untuk orang lain terlebih dahulu. Untuk dirinya sendiri, justru yang nomor dua.
Sungguh sikap yang mengagumkan.

Bahkan Ros bercerita, suatu ketika mobil baru mereka baru datang. Ada teman yang sakit menumpang di mobil mereka, hingga muntah dan mengotorinya tetapi P. Hendry tidak kecewa…
Yang penting bisa menolong orang lain, bahkan biaya rumah sakit pun ditalangi dulu tanpa pikir panjang.

Padahal yang banyak terjadi, orang sebelum bertindak, selalu selalu berpikir,
“Apa untungnya buat saya?”

Hukum kehidupan itu, Tabur-Tuai.
Kalau kita tidak menabur benih, darimana kita bisa panen?

Rahasia besarnya, kita menanam 1 biji mangga, perlu waktu dari biji hingga menjadi pohon mangga.
Tetapi saat pohon mangga siap dipanen, kita tidak hanya memanen 1 buah mangga melainkan puluhan bahkan ratusan.
Hebatnya, setiap musim mangga, kita bisa panen lagi… Terus dan terus…

Papa mertua saya menanam mangga di kebun kami di Solo. Pohon mangga itu terus berbuah setiap tahun bahkan setelah papa meninggalkan kami 23 tahun yang lalu. Inilah warisan yang abadi.

Dengan cara yang sama, benih kebaikan yang kita tabur, akan terus berbuah mungkin saja hingga kita sudah meninggal puluhan tahun.
Anak cucu kita bisa terus menerus menikmatinya.
Who knows?

Tuhan berjanji tuaian kita, 30, 60 hingga 100 kali lipat.
Dan saya percaya!

Sungguh bersyukur saya ditempatkan Tuhan di tempat yang baik. Dikelilingi oleh teman-teman baik yang bisa menjadi panutan, tulus dan hidupnya mengutamakan Tuhan.
Ini sebuah kemewahan yang luar biasa.

Kami tidak sibuk jaga image, bersaing untuk hal-hal yang tidak perlu, – pamer kekayaan, merasa lebih hebat dari yang lain, dsb. – tetapi setiap kali bertemu, bisa sharing Betapa baiknya Tuhan itu…
Semakin sadar, manusia hanyalah sejentik debu. Jika kita diberi kesempatan hidup di dunia, pastikan lakukan hal-hal yang memuliakan Tuhan. Karena hanya itu yang kita bawa sebagai bekal saat berjumpa dengan Tuhan nantinya.

Hidup terasa jauuuh lebih enteng.

Bagaimana dengan Anda?

Life is an echo. What you send out comes back. What you sow, you reap. What you give, you get. What you see in others, exists in you.” — Zig Ziglar

Hidup adalah gema. Apa yang Anda kirimkan akan kembali. Apa yang Anda tabur, Anda tuai. Apa yang Anda berikan, Anda dapatkan. Apa yang Anda lihat pada orang lain, ada di dalam diri Anda.” — Zig Ziglar

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Investasi Property Ala: World’s Way VS God’s Way. Pilih Mana?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Investasi Property Ala: World’s Way VS God’s Way. Pilih Mana?

Novi dan saya ke “Kampung Duren Joglo”, milik Bu Masline Nababan, yang baru saja dibuka.
Fresh from the oven, discount gede makan durian sampai puas.
Yeaaaayyyyy….

Darimana saya mengenal Bu Masline?
Karena kami sama-sama berinvestasi apartemen di Johor Baru, yang kami beli terlalu mahal, jaaauuuuuuuh di atas harga pasaran.

Lha koq bisa? Bukannya kami ini sudah sering investasi properti?
Nach itu dia. Dijanjikan diajari investasi yang menguntungkan oleh motivator terkenal, yang kaya pula, jadilah puluhan orang ramai-ramai beli paket seminar setahun plus investasi bersama-sama.

Kami tersenyum masam mengingat ‘kebodohan’ kami sendiri.
Dan kalau ditelusuri ulang, penyebab utamanya ya karena ‘Serakah alias Ingin Cepat Kaya.’

Berpikir sang motivator kaya raya, maka kami juga bakalan ‘Cuan (untung) gede’ … Karena dapat ilmu rahasia. Yang ada buntung, maju kena, mundur kena …

Jangan bersusah payah untuk menjadi kaya, tinggalkan niatmu ini. Kalau engkau mengamat-amatinya, lenyaplah ia, karena tiba-tiba ia bersayap, lalu terbang ke angkasa seperti rajawali,” kata Raja Salomo.

Bayangkan, setelah sadar, ngapain juga berinvestasi di Johor Baru? Kami gak ada bisnis mau pun kepentingan lainnya di sana.
Bu Masline dan saya cuma bisa tepok jidat sama-sama.


Penyebab terjerumus lainnya, ya… karena percaya pada orang yang salah. Hanya orang yang dikagumi, yang dekat dan dipercaya yang bisa membuat kita ‘terpeleset’.

Saya pun pernah salah investasi karena ‘saudara, teman baik, sohib’ yang menawarkan. Harapannya karena orang dekat, maka diaturkan yang the best. Main percaya saja.
Ternyata dapat kemahalan… lupa gak nawar, terburu-buru dengan persepsi: butuh segera dipakai. Modal percaya…Alamak

“Mana ada tanah harga dibawah 1 juta di Jakarta?”

Memang betul. Masalahnya lokasi tanah di Tangerang. Hingga kini di pelosok Tangerang banyak yang masih dibawah harga itu.

Bagi orang daerah, Jabodetabek semua dianggap Jakarta. Setelah stay baru paham, Tangerang itu BUKAN Jakarta. Salah persepsi.

“UmatKu binasa karena kurang pengetahuan” sungguh terbukti.
Pelajaran hidup dari pengalaman, memang jauh lebih mahal daripada sekolah. Makanya saya memilih sekolah saja sekarang…

Untungnya yang namanya tanah tetap naik, meski butuh waktu lama. Dan gak busuk.

Makanya orang-orang tua kuno kerap berkata, “uang itu gak kenal teman mau pun saudara.

Tetapi meski langka, tetap ada teman dan saudara yang betul-betul tulus. Satu diantara sejuta.


Ada penyebab lain lagi?
Ada!
Terburu-buru, merasa ini investasi bagus, takut keduluan orang lain.

Nach inilah daftar kesalahan ketika bergantung pada kekuatan sendiri, saat mengikuti ‘My Way’ or ‘World’s Way’.


Sudah 4 tahun kami Sekolah di Charis.
Yang paling sulit mengubah mindset bahwa
Yang Rohani Lebih Nyata Daripada Yang Jasmani.

We do not need to pursue blessings. We pursue God and blessings pursue us. We are not to chase after finances. We pursue God. We get to know Him. When we draw close to His heart and obey His commandments, blessings will pursue us.- Bob Yandian.

Kita tidak perlu mengejar berkat. Kita mengejar Tuhan dan berkat mengejar kita. Kami tidak mengejar keuangan. Kita mengejar Tuhan. Kita mengenal Dia. Ketika kita mendekat kepada hati-Nya dan menaati perintah-Nya, berkat akan mengejar kita.- Bob Yandian.

Berkat bukan sekedar uang, tetapi kesehatan, damai sejahtera, dan apa pun yang didambakan orang, Tuhan sediakan. Kata P. Irwan Siregar, direktur Sekolah Charis, uang itu hanya level terendah dari berkat.

“Apa ya mungkin, dengan berusaha mengenal Tuhan sungguh-sungguh dan menaatinya, lalu berkat yang akan mengejar saya? Masuk akalkah?,” Demikian otak saya yang sebesar kacang, protes.

Tapi kepalang basah, klo gak mencoba sekarang, kapan lagi? Meski awalnya ragu.
Mulailah praktek, apa pun yang akan saya lakukan, lebih dahulu dibawa kepada Tuhan, minta tuntunan-Nya.
Termasuk mencari properti. Kami mau yang ada bangunan dengan segala fasilitasnya sesuai kebutuhan & budget kami.

Tugas saya browsing, mengumpulkan data. Setelah itu menunggu P. Indra punya waktu untuk survey. Dan kadang agak lama.

Saat P. Indra siap, saya telp sang agent untuk survey. Ternyata baru saja semalam di DP orang.
Guubraaaakkkk….
Sungguh menyebalkan! Seharian saya ngomel, gara-gara survey ditunda-tunda sich!

Beberapa minggu kemudian, kami akan survey lagi. Ada 2 lokasi yang akan dilihat. Di tengah jalan, agent telpon.
“Bu, yang ibu mau lihat, ternyata baru di DP orang semalam. Jadi hanya satu yang bisa disurvey.”

Dieeeenk….
Saya gak berani ngomel, hanya memberitahu P. Indra yang sedang mengendarai mobil di sebelah saya.

Apa yang mau Tuhan ajarkan pada saya?, dalam hati bertanya-tanya.
Ini bukan masalah dengan P. Indra tetapi Tuhan sedang mengajar saya sesuatu.
Properti yang satunya memang kami ga begitu minat jadi benar-benar ga cocok.

Memahami kehendak Tuhan itu gak mudah. Pilihannya banyak dan areanya luas. Yang mana yang Tuhan ingin berikan untuk saya?

Browsing lagi. P. Indra gak mau jauh dari BSD. Bahkan Curug pun kejauhan. Pilihan yang sesuai budget dan keinginan kami ga ada lagi. Ada yang bagus, peruntukannya ga sesuai.

Mulailah saya buka-buka penawaran lama yang sudah ada di HP saya.
Ini ada tanah koq lumayan juga. Sebetulnya, tanah itu pilihan ke dua. Di jalan raya, dekat pintu tol yang sedang dibangun dan konon pemiliknya mau jual cepat.

Janjianlah dengan sang agent.
Pagi sebelum berangkat, saya kontak.
“Bu, baru saja saya kasi kabar P. Indra. Pemilik hold dulu. Sudah deal dan calon pembeli, dan mau kasi DP hari ini. Kecuali batal, baru dibuka lagi. Murah betul itu bu, deal harganya.. Termasuk pagar pula.”

Mak Jleb….
Speechless!!!!
Tanpa kata, saya masuk ke kamar.
Berdoa,
“Tuhan, saya percaya kalau tanah ini memang bagian saya, Tuhan akan buka jalan. Tetapi kalau bukan, Tuhan pasti sudah sediakan yang lebih baik dan sesuai budget saya.”

Teringat akan pelajaran dari Greg Mohr.
Jangan terburu-buru ambil keputusan. Lebih baik terlambat daripada terlalu cepat.
Kalau diambil orang bagaimana?
Tuhan selalu punya stok yang lebih baik untuk kita.
Dia Allah! Apa sich yang sulit bagi-Nya?

Greg Mohr menekankan lebih penting menaati Tuhan,- untuk kasus saya, bagaimana saya menaati otoritas yaitu suami-. Tuhan akan menghargai ketaatan saya.

Menaati Tuhan betul-betul tidak mudah!
Ya Tuhan, saya rela menundukkan diri.
Saya paham betul, Tuhan sedang berperkara dengan saya, untuk memproses karakter saya! Bukan dengan P. Indra.

Sekitar pk. 13.00 chat dari agent masuk.
“Bisa di survey sekarang bu.”

Begitu lihat, P. Indra langsung cocok.
Satu jam kemudian sang pemilik tanah datang ke rumah menjelaskan beberapa hal. Keesokan harinya, kami bertemu di notaris bayar DP.
Seminggu kemudian AJB.
Ternyata notarisnya, bu Veronica Indrawati, saudara teman kuliah. Suaminya juga sekolah di Jogja, jadilah nyambung dengan teman-teman lama. Bonus lagi … Ngobrol kisah jaman di Jogja. Lucunya …

Saya paham sekarang. Ternyata ini cara Tuhan memilihkan tanah yang pas untuk kami, dengan harga dan lokasi yang oke termasuk dibuatkan pagar keliling dsb. Kami gak usah repot-repot negosiasi karena itulah dealingnya dengan calon pembeli yang batal. Terima matang. Transaksi tercepat kami hingga hari ini.

Komentar Novi?
“Cece sich ngomel sama Ko Indra, jadi mesti ngalami di DP orang 2 kali lagi.. baru dikasi sama Tuhan.”
Benarkah? 🙂

God’s Way jauh lebih mudah, lancar, menguntungkan tetapi dibutuhkan penundukan diri untuk taat pada tuntunan-Nya.

Yeaaaayyyyy….
Saya punya pengalaman nyata dengan Tuhan.
Thank you Lord!
I love You full, meniru Mbah Surip

Do not rush, for God’s secret is patience. Everything that is meant to be, will come at the designated time.” — Leon Brown.

Jangan terburu-buru, karena kesabaran adalah rahasia untuk mencari kehendak Tuhan. Segala sesuatu yang ditakdirkan untuk kita, akan datang tepat pada waktu yang ditentukan.” — Leon Brown.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Memahami Kehendak Allah.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Memahami Kehendak Allah.”

Bagi kebanyakan kita, memahami kehendak Tuhan sangatlah penting. Kehendak-Nya adalah cerminan dari tujuan-Nya bagi keberadaan kita. Saat kita mempelajari Kitab Suci, kita dapat menemukan bahwa ada kehendak ilahi yang umum untuk semua umat manusia (yaitu kehidupan yang berkelimpahan), dan kita juga menemukan panggilan dan karunia yang lebih spesifik serta arahan yang tepat dalam beberapa kasus. Apakah ada ‘aturan praktis’ secara umum untuk mengetahui kehendak Tuhan ketika kita tidak memiliki arahan khusus?

“Tetapi engkau hai manusia Allah, jauhilah semuanya itu, kejarlah keadilan, ibadah, kesetiaan, kasih, kesabaran dan kelemahlembutan.”
1 Timotius 6:11 (TB).

Tahukah kita bahwa kita dapat dipimpin oleh kebenaran, kesalehan, iman, kasih, kesabaran, dan kelemahlembutan? Kebenaran berbicara tentang identitas baru kita di dalam Kristus, yang bebas dari rasa bersalah dan penghukuman. Ikutilah hal-hal yang berbicara tentang kebenaran dan hindari hal-hal yang memicu perasaan bersalah.

Kesalehan merupakan penunjuk arah lainnya. Tetaplah dengan aktivitas-aktivitas serta mengejar apa yang murni. Menabur dalam Roh di setiap kegiatan sehari-hari kita maka kedagingan (keinginan duniawi) akan menjadi merana kelaparan.

Ikuti dorongan hal-hal yang mengilhami iman kita.
Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 (TB), dan jika iman kita dihidupkan untuk melakukan beberapa usaha, mungkin dikarenakan kita telah mendengar Tuhan meskipun mungkin saja kita tidak tahu kapan itu terjadi. Rancangan dalam masa penantian.

Biarkan kasih menuntunmu. Allah adalah kasih dan kasih-Nya merupakan kekuatan dibalik penebusan. Biarkan kasih-Nya di dalam kita menjadi kekuatan penebusan bagi orang lain. Saat kita mengasihi orang lain, lebih banyak cahaya akan menyinari hidup kita sendiri dan jalan kita akan makin jelas.

Beristirahatlah dalam kesabaran-Nya. Kesabaran adalah senjata ampuh menghindari keputusan-keputusan bodoh. Tetap setia pada Firman dan ketahuilah bahwa dengan iman dan kesabaran kita mewarisi janji-janji Allah. (Ibrani 6:12).

Pilihlah kelembutan. Biarkan kedamaian kita mengalahkan ketakutan orang lain. Kita dapat memilih bersikap baik, lembut dan rendah hati terlepas dari apa pun situasinya.

Kita benar-benar tidak memerlukan tiga mimpi dan visi hanya untuk memahami kehendak Tuhan. Asalkan kita tetap selaras dengan kebenaran, kesalehan, iman, kasih, kesabaran dan kelembutan, kita akan berada pada pusat kehendak-Nya dan menjadi berkat bagi banyak orang.

[Repost : “Knowing God’s Will”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Conflict Resolution – Cara Menangani Berbagai Konflik Dengan Cara Yang Anggun.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Conflict ResolutionCara Menangani Berbagai Konflik Dengan Cara Yang Anggun.

Judul pelajaran pertama di Level 3 Sekolah Charis. Lulus Level 2 itu sudah selesai.
Tetapi ada Level 3, level lanjutan dimana kami belajar menerapkan hal-hal rohani yang sudah dipelajari, bagaimana penerapan praktisnya ke dalam dunia nyata, dunia sekuler, menjadi terang dan garam bagi dunia.
Kami belajar kepemimpinan, Leadership.

Bukankah setiap kita adalah pemimpin?
“Saya hanya ibu rumah tangga..”
Itu pun pemimpin, setidaknya memimpin anak-anak dan keluarga. Pemimpin adalah orang yang memiliki pengikut.

Dan pelajaran pertamanya adalah Conflict Resolution.

Resolusi bisa diartikan sebagai ketetapan diri untuk berubah. Resolusi adalah keinginan untuk melanjutkan praktik yang baik, mengubah sifat atau perilaku yang tidak diinginkan, untuk mencapai tujuan pribadi, dan memperbaiki kehidupan mereka.

Nach Conflict resolution simplenya, bagaimana menangani konflik agar kehidupan dapat menjadi lebih baik dan berkualitas.

Banyak orang yang salah kaprah, menganggap jika fondasi kita dalam berhubungan dengan orang lain adalah kasih, maka pintu maaf selalu terbuka dan tidak ada konsekuensi.

Mengampuni, memaafkan itu wajib tetapi konsekuensi juga Harus!

Carrie Pickett, guru kami, mengajarkan berbagai prinsip disertai contoh-contoh kasus yang nyata. Menarik sekali.

Ketika seseorang tidak bisa memahami visi organisasi, bertindak semaunya, apa yang harus dilakukan?

Evaluasi awalnya:
Apakah dia sudah ditraining?
Mengerti tujuan dan visinya?
Sudah paham apa yang diharapkan darinya?
Dst.

Kalau Ya, ajak bicara dengan kasih.
Dimulai dengan kata-kata positif, tunjukkan potensi dan kelebihannya, lalu ingatkan akan visi serta tujuan peraturan itu dibuat, tunjukkan kesalahannya dengan cara tidak menghakimi, jelaskan apa yang diharapkan, beritahu konsekuensinya jika masih diteruskan.

Jika ini sudah dilakukan dan tetap dilanggar, maka terapkan konsekuensinya dengan tegas!

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum sepakat?

Ini prinsip penting. Kalau tidak sepakat, lebih baik jalan sendiri-sendiri, untuk menghindari ribuan pertempuran yang tidak perlu.
Energi tidak dihabiskan untuk mengurusi hal-hal yang tidak perlu sehingga menghambat kemajuan organisasi atau perusahaan.

Kasih dan Disiplin harus seimbang!


Menarik sekali, Carrie Pickett memberi contoh, ketika hendak menegur seseorang, tidak serta-merta.
Diajaknya orang itu makan dulu beberapa kali, hingga terbangun relationship…Tanpa menyinggung hal yang hendak dikoreksi.

Setelah persahabatan terjalin, barulah teguran disampaikan dengan halus, dijelaskan apa yang kita harapkan, apa akibatnya jika hal itu dibiarkan…

“Biarkan mereka melihat hati kita terlebih dahulu, lalu tanyakan apakah kita diijinkan menyebutkan sesuatu yang mungkin tidak nyaman mereka dengar…,” Saran Carrie Pickett sebelum menegur.

Ini kerap dilakukan saat Carrie membimbing anak-anak muda.
Wow…

Ibaratnya kita tidak bisa menarik uang di bank, kalau sebelumnya kita tidak pernah menabung.

Nach banyak orang yang kita kenal, yang tiba-tiba muncul saat butuh sumbangan.
Proposal nongol…
Padahal selama ini, menyapa juga tidak.
Ini banyak terjadi di dalam pelayanan.

Bagaimana mungkin seseorang bisa mengharapkan orang lain support pelayanannya, jika dalam keadaan biasa dia tidak pernah menabur sesuatu?
Hukum kehidupan itu, Tabur & Tuai.

Biasakan saat kita tidak butuh apa-apa, tetap menabur hal-hal baik dalam kehidupan orang lain. Tulus saja lakukan sesuai dorongan Tuhan.
Selain rutin membagikan Seruput Kopi Cantik, saya suka beri buku gratis.
Bahkan sebagian saya hadiahkan pada orang-orang yang saya belum pernah bertemu muka.

Bagi saya, itu cara saya menggelar karpet merah kehidupan. Saya tidak tahu kapan butuh sesuatu. Tetapi saya percaya, kalau rajin menabur berbagai benih-benih baik, pasti saat saya atau anak-anak memerlukan sesuatu, ada buah-buah yang bisa dipetik di sepanjang jalan kehidupan.
Jika yang saya tabur itu baik, ke mana pun saya pergi, akan dipertemukan dengan orang-orang yang baik.

Andrew Wommack bercerita, beliau mengajar di radio dan televisi dengan gratis. Andrew terkenal dengan bahan-bahan gratis yang boleh di download oleh siapa saja.
Free of charge.
Tidak hanya itu, CD, buku dan bahan-bahan lain juga dibagikan dalam berbagai kesempatan.

Bahkan Andrew juga tidak takut mendorong murid-muridnya support juga pelayanan dan pembangunan gedung milik tamu-tamu undangannya, meski Andrew sendiri sedang membangun gedung yang membutuhkan biaya jutaan dollar.
Masih butuh dana.
Dia tidak khawatir kekurangan.

Inilah rahasia kelimpahan yang diungkapkan Andrew, – mindset kelimpahan, bahwa Allah selalu memiliki lebih untuk semua orang, tidak perlu bersaing secara tidak sehat.
Dengan cara ini, Andrew menabur benih di mana-mana.

Saat Andrew sharing, apa yang Tuhan katakan sebagai langkah penggenapan Visi selanjutnya dari Tuhan, donatur dari berbagai belahan dunia support. Mereka tahu kredibilitasnya. Orang-orang ingin terlibat dalam pencapaian Visi besar dari Tuhan.

Andrew menegaskan, dia bisa ‘menarik’ support banyak orang, karena sebelumnya dia sudah ‘menabung’ terlebih dahulu. Sudah menyebar benih. Sekarang tinggal panennya.


Ada staff Carrie yang terlibat perselingkuhan hingga hamil. Tetapi mereka bersedia bertobat dan berubah.
Carrie tetap mengasihi dan membimbing mereka, tetapi mereka harus dicopot dari jabatannya.
Karena ini akan mempengaruhi banyak orang.

Namun tidak disingkirkan serta didiamkan, dianggap tidak ada.
Tetap dilibatkan dalam organisasi, diberi tugas, tetapi yang tidak berhubungan dengan banyak orang.

Trust must be earn.
Kepercayaan (kembali) itu harus dibuktikan terlebih dahulu.

It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently.” – Warren Buffett

“Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan lima menit untuk merusaknya. Jika Anda memikirkannya, Anda akan melakukan hal yang berbeda.” – Warren Buffett.”

Kepercayaan itu mahaaalll harganya, sekali hilang…. Nyaris mustahil untuk mendapatkannya secara utuh kembali.


“Kalau sudah mengampuni, kita lupain ga?”, tanya Surya dalam group discussion.

Paulo Coelho Quote:
“Forgive but do not forget, or you will be hurt again. Forgiving changes the perspectives. Forgetting loses the lesson.”

“Maafkan tapi jangan melupakannya, atau Anda akan terluka lagi. Memaafkan mengubah perspektif. Melupakan kehilangan pelajarannya.” – Paulo Coelho.

Sekolah dan belajar memang penting.
Segala sesuatu ada ilmunya.
Kalau mau belajar, kita tidak perlu jatuh untuk mengalaminya. Cukup belajar dari pengalaman orang lain atau belajar dari sejarah.
Itulah sebabnya ada pelajaran sejarah di sekolah.

Jujur saja, sudah belajar pun kadang masih lupa.
Terpeleset pula….
Guuubraaaaaakkkk ….Alamak!

Sekolah dan belajar yuk….

Anyone can become angry—that is easy, but to be angry with the right person at the right time, and for the right purpose and in the right way—that is not easy. – Aristotle.

Siapa pun bisa menjadi marah—itu mudah, tetapi marah kepada orang yang tepat pada waktu yang tepat, dan untuk tujuan yang benar dan dengan cara yang benar—itu tidak mudah. – Aristoteles.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 212 213 214 215 216 314