Category : Articles

Articles

Mengapa Firman Ditulis?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mengapa Firman Ditulis?”

Seberapa pentingkah kita menempatkan Firman Tuhan yang tertulis?
Seberapa pentingkah bagi Allah untuk menuliskan Firman-Nya?
Saya mengetik kata ‘tertulis’ dan ‘menulis’ ke dalam fitur pencarian program Alkitab saya, dan kewalahan dengan jumlah referensi yang ‘tertulis’.

Berkali-kali Tuhan memerintahkan agar firman-Nya ditulis untuk generasi mendatang.

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian:
“Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.”
Habakuk 2:2 (TB).

Paulus menyatakan bahwa tulisannya sendiri adalah Firman Tuhan.
“Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.”
1 Korintus 14:37 (TB).

Injil ditulis agar kita percaya kepada Yesus.
Tidak ada petunjuk, bahwa Injil tidak dapat dipercaya atau memiliki tanggal kedaluwarsa.

“Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”
Yohanes 20:30-31 (TB).

Perjanjian Lama (yang dirujuk dan dikutip ratusan kali dalam Perjanjian Baru) ditulis untuk pembelajaran kita agar kita memiliki harapan.

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Roma 15:4 (TB).

Inilah beberapa contoh singkat yang hanya menyentuh permukaan tentang pentingnya mempercayai dan mematuhi apa yang tertulis.
Jika Yesus mendasarkan hidup dan pelayanan-Nya pada apa yang tertulis, saya percaya bahwa kita dapat memiliki keyakinan yang sama bahwa kita tidak berurusan dengan dokumen buatan manusia yang bisa salah, melainkan dengan Firman Allah yang hidup.

“….. tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah?
Matius 22:31 (TB).

[Repost ; “Why was it written?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

??YennyIndra??
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
?? MPOIN PLUS & PIPAKU ??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

? Gospel Truth’s Cakes ?
? Yenny Indra ?

Mengapa Firman Ditulis?”

Seberapa pentingkah kita menempatkan Firman Tuhan yang tertulis?
Seberapa pentingkah bagi Allah untuk menuliskan Firman-Nya?
Saya mengetik kata ‘tertulis’ dan ‘menulis’ ke dalam fitur pencarian program Alkitab saya, dan kewalahan dengan jumlah referensi yang ‘tertulis’.

Berkali-kali Tuhan memerintahkan agar firman-Nya ditulis untuk generasi mendatang.

Lalu TUHAN menjawab aku, demikian:
“Tuliskanlah penglihatan itu dan ukirkanlah itu pada loh-loh, supaya orang sambil lalu dapat membacanya.”
Habakuk 2:2 (TB).

Paulus menyatakan bahwa tulisannya sendiri adalah Firman Tuhan.
“Jika seorang menganggap dirinya nabi atau orang yang mendapat karunia rohani, ia harus sadar, bahwa apa yang kukatakan kepadamu adalah perintah Tuhan.”
1 Korintus 14:37 (TB).

Injil ditulis agar kita percaya kepada Yesus.
Tidak ada petunjuk, bahwa Injil tidak dapat dipercaya atau memiliki tanggal kedaluwarsa.

“Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini,
tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya.”
Yohanes 20:30-31 (TB).

Perjanjian Lama (yang dirujuk dan dikutip ratusan kali dalam Perjanjian Baru) ditulis untuk pembelajaran kita agar kita memiliki harapan.

“Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci.
Roma 15:4 (TB).

Inilah beberapa contoh singkat yang hanya menyentuh permukaan tentang pentingnya mempercayai dan mematuhi apa yang tertulis.
Jika Yesus mendasarkan hidup dan pelayanan-Nya pada apa yang tertulis, saya percaya bahwa kita dapat memiliki keyakinan yang sama bahwa kita tidak berurusan dengan dokumen buatan manusia yang bisa salah, melainkan dengan Firman Allah yang hidup.

“….. tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah?
Matius 22:31 (TB).

[Repost ; “Why was it written?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Seolah Natural, Tetapi Sesungguhnya Supernatural.


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Seolah Natural, Tetapi Sesungguhnya Supernatural.

Setiap orang pernah berdoa, dan bagi orang yang mengaku beriman, doa menjadi bagian kegiatan rutin hidupnya. Apalagi di Indonesia, semua orang memiliki agama.
Dan saya baru belajar sisi lain dari berdoa.
Wow…. Sungguh menarik!

Andrew Wommack berkata, kebanyakan orang datang berdoa kepada Tuhan untuk meminta sesuatu: pertolongan, berkat, solusi atau apa saja.
Meminta Tuhan campur tangan dalam menyelesaikan permasalahan hidupnya, mengikat kuasa setan dsb.

Tetapi bagaimana hubungan Adam & Hawa dengan Tuhan sebelum jatuh dalam dosa?
Mereka memiliki hubungan yang dekat dengan Tuhan, persahabatan atau fellowship.
Seharusnya, seperti itulah relationship kita dengan Tuhan.

“Good morning Lord…. Terimakasih tidur semalam lelap sekali dan siap meniti hari ini bersama-Mu.”

“Tuhan, lucunya binatang ciptaanmu..”
Saya membayangkan seperti kami kerap tertawa melihat ulah ayam-ayam serama dengan Kirey, anjing kami dan kelinci.
P. Indra geli melihat Kirey yang berusaha membantu saat ayam-ayam kecil yang menolak masuk kandang. P. Indra di sisi kiri, lau tanpa disuruh Kirey menghalangi jalannya ayam dari sebelah kanan…

“Yeaaayyyy thank you Tuhan, saya dapat kiriman makanan kesukaanku. Tuhan, Engkau sungguh peduli dan penuh perhatian. Ngertiiiii saja apa yang aku inginkan… I love you full, Tuhan “

“Tuhan… Betapa cantiknya tanaman ini. Lho sudah berbunga lho! Muncul kuncupnya pula…”

“Betapa lucunya Tuhan, burung kutilang mulai memakan pepaya yang matang. Saya petik dulu ya…. Buat saya saja pepayanya…”

“Tuhan saya mau bobo dalam perlindungan-Mu. Good Nite and Luv You….”

Intinya, hubungan dengan Tuhan itu persahabatan, bukan setumpuk kewajiban.
Bukan pula hanya mengharapkan sesuatu dari-Nya, seperti orang berjual-beli.
Saya sudah menyediakan waktu berdoa, maka Tuhan harus membayar dengan jawaban doa.

Ketika hubungan kita dipenuhi dengan pujian, rasa syukur dan kita bisa menikmati hidup dari hari lepas hari bersama-Nya, Tuhan bersukacita. Kualitas hidup kita pun meningkat.
Apa sich yang engga Tuhan kasi, jika Dia disenangkan dan dicintai?

Kita yang manusia saja, kalau anak bisa mengambil hati, apa saja rasanya ingin kita berikan.
Apalagi Tuhan…
Makes Sense?

Masa gak boleh meminta?
Tentu boleh.

“Tuhan, saya gak tau cara mengerjakan ini, tolong beri saya hikmat-Mu”
Lalu saat berusaha mengerjakan terus berdoa dalam roh.
Bingung selanjutnya mau diapain, dalam hati bertanya lagi.
Kita melibatkan Tuhan betul-betul menjadi partner, bukan sekedar menjadikan Dia sebagai mesin penjawab doa.

Ketika berdoa, minta arahan, betul-betul menanti hingga kita tahu persis, ini yang Tuhan mau.
Menanti dengan sikap percaya dan sabar, bukan ‘menolong’ Tuhan menggunakan cara kita namun berharap Tuhan memberkatinya.

Kadang kita tidak tahu persis, benarkah ini yang Tuhan mau.
Sambil melangkah, terus libatkan dengan hati yang sungguh-sungguh ingin mentaati-Nya.
Kadang Tuhan mengingatkan pada firman-Nya, saat lain kita melihat pintu yang terbuka…
Intinya, ketika hubungan pribadi dengan Tuhan dibangun, kita ngerti koq yang mana yang maunya Tuhan.

Belajar mengamati, trial & error, makin lama makin mengerti kehendak dan hati-Nya Tuhan. Pembelajaran ini terus berlangsung hingga kita pulang ke rumah Tuhan.

Seperti biasa saya mesti post artikel Seruput Kopi Cantik.
Saya sudah memilih artikel yang akan di post. Tapi blog saya, yennyindra.com, bermasalah.
Berulang kali dicoba ga bisa.
Akhirnya menyerah. Cari artikel lama.

Saya kerap memasang artikel lama di status WA. Jadi sudah ada urutannya.
Saya pilih saja artikel yang memang sesuai urutan, akan dipasang di status Whatsapp, saya post untuk WA grup, fb, Ig dan twitter.
Seperti biasa ada teman-teman yang memberikan komentar.

Ternyata blog saya terinfeksi virus malware. Setelah dibersihkan normal lagi.

Sudah lewat beberapa minggu.
Malam ini B. Nathalia bercerita, saudaranya ada yang sakit hipertiroid.
Nach saat itu, pas sekali artikel lama yang saya post, bercerita tentang kesembuhan termasuk kesembuhan saya dari hipertiroid.
Koq ya pas sekali dengan kebutuhan B. Nathalia…

Kami baru sadar, ternyata melalui virus malware yang menyerang blog saya, Tuhan mengarahkan agar saya post artikel lama.
Dan Tuhan sudah tahu persis kebutuhan B. Nathalia info tentang hipertiroid, supaya bisa menenangkan saudaranya, dan Tuhan mengatur giliran artikel lama yang di post pas sekali yang mengulas hipertiroid.

“Wow…..  Aku sukaaa banget. Karena Dia tau I need to hear your story. Indahnya punya Tuhan yang hidup….
Berarti Tuhan mendatangkan kebaikan lewat blog yg kena malware….Hebat cara Tuhan bekerja,” ujar B. Nathalia penuh sukacita dan takjub.

Saat hubungan persahabatan sejati kita bangun dengan Tuhan, segala sesuatu berjalan natural, tetapi sesungguhnya supernatural.
Tuhan mengatur apa pun yang kita butuhkan dengan cara yang ajaib.
Keren ya?

Praktik yuuukk….

I will answer them before they even call to me.     While they are still talking about their needs,     I will go ahead and answer their prayers!

Aku akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilKu.  Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka, Aku akan menjawab doa mereka!

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Anda Orang Percaya Tipe Mana?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Anda Orang Percaya Tipe Mana?

P. Irwan dalam devotion 6 Maret 2022, memberikan illustrasi apik yang mudah dimengerti.
Yang ingin nonton langsung, ini linknya:
https://youtu.be/_AdaiDbuauM

Ada 3 orang: A, B dan C, yang dipenjara seumur hidup karena berbagai dosa besar yang diperbuatnya. Lalu ada seorang yang datang (Yesus), membayar semua dosa mereka sehingga sipir penjara datang untuk membebaskan.

Bagaimana reaksi mereka?
A tidak mau keluar dari penjara. Dia merasa nyaman dengan segala keteraturan dalam penjara. Dia merasa lebih baik.
Inilah *gambaran Orang Legalis* yang suka berada di bawah Hukum Taurat. Padahal di Perjanjian Baru, tersedia berkat dan kebebasan serta cara berhubungan dengan Tuhan yang baru. Dia bersiteguh suka dengan peraturan Hukum Taurat.

B berbeda. Segera berlari keluar, bersenang-senang, kembali kepada kehidupan lama. Menganggap enteng keselamatan yang diperoleh. Inilah *Cheap Grace*, Anugerah yang Murahan.
Dia lupa, setiap perbuatan sia-sia yang dilakukan, harus ditanggung buahnya. Tabur tuai.

Berbeda lagi dengan C, dia bersyukur sekali dan bertanya-tanya, siapa yang telah rela berkorban dan membayar dosanya? Pastilah orang itu punya lebih banyak lagi hal-hal dahsyat baginya. Maka dia mendekatkan diri kepada Tuhan, menggali firman-Nya dan mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar.
Inilah sikap orang yang menerima *Grace yang sejati.*

*****
Saya teringat kisah 10 orang kusta yang minta disembuhkan Yesus di Lukas 17. Yesus memerintahkan mereka untuk memperlihatkan diri pada para imam. Di dalam perjalanan, mereka sembuh.

Yang 1 segera kembali kepada Yesus untuk berterima kasih, sedang yang 9 lagi tidak peduli.
Mereka cukup puas sekedar sembuh dari kusta.
Tetapi yang 1, Orang Samaria, dengan bijak menyadari, Yesus punya jauh lebih banyak. Tidak hanya sembuh dari kusta, tetapi dia menerima segala kelimpahan secara lengkap, baik jasmani mau pun rohani, karena dia mencari Yesus dan menghargai-Nya.

Bagi yang menerima Anugerah Sejati, kita  menerima aliran Air Hidup yang terus menerus menjadi sumber air yang tidak pernah berhenti. Tidak akan pernah kekurangan sesuatu yang baik. Dahsyat kan?

Kita memiliki Otoritas & Kuasa untuk menaklukkan setan dan mengatasi berbagai masalah kehidupan. Memiliki Sang Sumber berkat, kemakmuran, kelimpahan, Kesembuhan, Kepandaian di dalam hati kita.

Caranya?
Dengan menjalani hidup selanjutnya  secara bertanggung jawab sesuai dengan God’s Way, caranya Tuhan. Menikmati hidup kekal tidak hanya nanti saat meninggal tetapi sekarang juga, semasa masih di dunia.
Yaitu dengan cara mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.

Bertahun-tahun saya tidak memahami artinya, tetapi sekarang saya mengerti. Menjalani hidup kita sebagai bejana, agar yang mengalir melalui kita adalah Kristus itu sendiri. Kita menampilkan Kristus, menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan-Nya.

Berulang kali ada pemicu… Yenny yang lama langsung bereaksi, klo perlu muntahkan emosi. Sekarang saya bawa kepada Tuhan. Meski rasanya masuk akal untuk menegur, saya menahan diri. Tunggu sampai yakin, ini respon yang Tuhan mau.
Beberapa hari berlalu, ada perkembangan baru. Saya bersyukur tidak bereaksi saat itu. Masalah selesai dengan sendirinya, dan hasilnya sangat baik.

Orang-orang di sekeliling kita tidak bisa melihat Yesus, tetapi mereka bisa melihat kita. Jadikan hidup kita ‘Alkitab yang terbuka’ sehingga orang-orang melihat bagaimana Kristus berkarya dalam hidup kita dan mereka pun ingin mengenal Yesus. Istilah Barry Bennett, hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan.
It’s all about God not me!

******

Ada sebuah peristiwa yang terjadi dalam hidup saya, yang membuat saya kecewa saat itu.
“Tuhan, mengapa tidak seperti teman-teman lain yang mulus?”

Sekian bulan berlalu, Roh Kudus tiba-tiba mengingatkan saya dan membukakan pengertian yang selama ini tidak saya pahami.
Seandainya Tuhan mengijinkan peristiwa itu mulus, saya akan mengalami stres, jengkel dan berbagai hal yang menekan.
Karena Tuhan cinta kepada saya, disingkirkan-Nya hal itu.
Sungguh terharu dan terpukau!
Thank you My Lord!

Setahun yang lalu saya terpesona saat mendapatkan pewahyuan Yesaya 65:24 (NLT)

I will answer them before they even call to me. While they are still talking about their needs, I will go ahead and answer their prayers!*
Isaiah 65:24

Aku akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilku. Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka, Saya menjawab doa mereka!*
Yesaya 65:24

Ternyata yang Tuhan kerjakan jauuuuh melampaui sekedar menjawab doa sebelum saya meminta, tetapi Tuhan meluputkan saya dari bahaya, yang tidak saya sadari.
Tuhan mengasihi saya, melebihi saya dapat mengasihi diri saya sendiri.

Apalagi yang harus dikhawatirkan dalam hidup ini, ketika kita punya Allah yang sedemikian luar biasa?

Mau? Yuk… Kenali Tuhan dengan benar.
Terima Anugerahnya dengan iman dan kerjakan keselamatan kita.
Ciayou

When you fully experience God’s love, you have nothing to fear. God’s love is a shield surrounding you and keeping you safe.

Ketika Anda sepenuhnya mengalami kasih Tuhan, Anda tidak perlu takut lagi.  Kasih Tuhan adalah perisai yang mengelilingi Anda serta menjaga Anda tetap aman.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sadarkah Kita, Titipan Tuhan Harus Dipertanggungjawabkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sadarkah Kita, Titipan Tuhan Harus Dipertanggungjawabkan?

“Bu Yenny, bukannya kalau kita memberi, seharusnya apa yang diberikan tangan kanan, tangan kiri tidak boleh tahu? Bu Yenny gak sungkan bercerita di Seruput Kopi Cantik, menjadi salah satu donatur Pondok Hayat dan Sekolah Gratis Pelita Permai? Kalau saya, gak berani cerita ke orang lain. Takut dikira sombong atau pamer,” komentar seorang teman.

“Menurut saya, tergantung motivasinya. Saya beberapa kali bercerita, dana sosial saya tidak besar, karena itu saya memastikan disalurkan ke tanah yang subur. Nach saya yakin Pondok Hayat, Sekolah Pelita Permai dan pelayanan lain yang dikelola Monica dan B. Liana itu betul-betul dikelola dengan baik. Terbukti 3 anak Pondok Hayat akan dikirim melanjutkan S1 di Taiwan, bekerja sama dengan MB-Gen. Adalagi anak dari bimbel yang mereka kelola juga dan beberapa anak lainnya.

Bagi saya pribadi, anak-anak Pondok Hayat, contohnya, bisa kuliah ke luar negeri, itu bukti sekali ini yayasan yang bagus dan dikelola dengan sangat baik.
Jangan lupa, sebelum lahir, mereka itu nyaris digugurkan dari kandungan lho… Untung ada Pondok Hayat yang memberi tempat sehingga ibu yang hamil di luar nikah punya tempat berlindung. Anak-anak dibesarkan di sana.

Saya sangat terharu, anak-anak bisa bertumbuh, baik dalam pendidikan formal, karakter dan cinta Tuhan.
Potensi mereka luar biasa.
Monica menganggap anak-anak sebagai anaknya sendiri.
‘My kids’, demikian Monica menyebut mereka.

Yayasan seperti mereka itu butuh support dana, volunteer, fasilitas dsb.
Saya betul-betul tersentuh ketika Tuhan mendorong saya mencantumkan nomor HP B. Liana, terbukti benar-benar Tuhan yang membangunkan saya di tengah malam…
Saya tahu, saya di jalur yang benar.

Sekolah Pelita Permai, dengan ratusan anak dan orang tua yang mereka layani, belum ada gedung sendiri. B. Liana sudah kebingungan, bagaimana saat sekolah tatap muka dimulai. Ini menyangkut kebutuhan ratusan anak bahkan dengan kepentingan ortunya bertambah banyak lagi.
Kebutuhan dalam jumlah milyaran rupiah. Perlu gotongroyong dengan banyak orang.

Joice Meyer berkata,
Setiap kita diberi Tuhan Tujuan Hidup dan Talenta. Itu TITIPAN TUHAN. Talenta, kemampuan, di mana kita dilahirkan, dibesarkan, tinggal dll itu semua bukan kebetulan. Segala sesuatu dipersiapkan Tuhan dengan detil, agar kita mampu menggenapi rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Jangan lupa, saat bertemu Tuhan nanti, kita dimintai pertanggungan jawab atas titipan Tuhan ini.”

Tuhan sudah menitipkan saya talenta menulis. Dengan berjalannya waktu, Tuhan sudah memberi saya sarana hingga Seruput Kopi Cantik dibaca banyak orang. Itu bukan untuk ketenaran saya pribadi. Tetapi Tuhan ingin agar melalui Seruput Kopi Cantik, saya bisa menyalurkan kebaikan yang harus diterima oleh orang-orang yang membutuhkan. Itu hak mereka, yang penyalurannya melewati saya.

Kalau tidak menceritakannya, ibarat saya menyembunyikan pelita di bawah tempat tidur. Padahal tujuan Tuhan menciptakan pelita, untuk menerangi ruangan.
Jika hak orang-orang yang membutuhkan, tidak tersampaikan,
Bagaimana saya mempertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan?


Saya bercerita bukan untuk menyombongkan diri, tetapi memberikan informasi, jika ada yang punya dana sosial, gak tau mau disalurkan ke mana, ini lho ada yayasan bagus dan hasilnya terbukti. Sedang butuh dana beli gedung.
Saya tidak mungkin mendorong orang lain menyalurkan dana ke sana, kalau saya sendiri tidak ambil bagian, berdonasi.
Makes sense?

Ada teman-teman yang saya tidak mengenalnya, mengirimkan dana untuk pembelian gedung. Puji Tuhan!
Beberapa menelpon atau japri saya sebelum mengirimkan donasinya.
Sekolah Pelita Permai harus mencicil 75 juta/ bulan untuk melunasi sisa pinjaman pembelian gedung sebesar +- 2 Milyar.

Ada seorang sahabat lama yang spesial menelpon saya, bertanya tentang Sekolah Pelita Permai. Saya bercerita sudah lebih dari 10 tahun menjadi donatur tetap. Menurut istilah Andrew Wommack, menjadi partner. Tidak banyak tetapi rutin. Karena saya mendengar, yayasan seperti itu, saat hari raya tertentu, banyak sekali sumbangan. Tetapi hari-hari biasa, sepi. Saya memberi tidak banyak, tetapi bisa diharapkan. Tepat tanggal sekian pasti ada dana sekian masuk. Jadi mempermudah yayasan mengelolanya.

Apa yang terjadi?
Sahabat saya mengirimkan 2 macam donasi. Untuk pembelian gedung dan untuk operasional.
Wow…. Puji Tuhan!

Teman-teman tidak mengenal Monica dan B. Liana. Sehingga mereka ingin mendapatkan info dari saya tentang mereka..
Kredibilitas saya menentukan, sejauh mana mereka bisa mempercayai apa yang saya katakan. Yang pada akhirnya akan menentukan, seberapa besar bisa membantu Sekolah Pelita Permai dan memenuhi kebutuhan murid-murid.

Nama baik itu juga titipan Tuhan yang harus dipelihara. Jika kita bisa menjaga nama baik, maka Tuhan ikut dipuji.
Ketika dipercaya, nama kita bisa menjadi jaminan sehingga orang lain tertarik ikut memberikan donasi.

Sebaliknya, jika mengaku cinta Tuhan, hutang gak bayar, suka memanfaatkan orang lain dsb, tentu akan dicemooh.
Orang lain tidak tertarik pada Tuhan kita. Apalagi kirim donasi.
Ini pun harus kita pertanggungjawabkan saat bertemu Tuhan kelak. Koq gak jadi duta Allah yang baik?

Nach Lho… Memikirkan hal ini, saya pun tepok jidat.
Mesti lebih hati-hati… Yenny…
Ingat ini bukan tentang YennyIndra , tetapi membawa reputasi Tuhan.
Jangan main-main!

Itulah sebabnya Andrew Wommack menekankan, Jaga Intergritas. Karena KEPERCAYAAN itu harus DIRAIH (EARN).
Sekali kepercayaan hancur, sulit sekali untuk memperolehnya kembali.

It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently – Warren Buffett. (Orang terkaya nomor 3 di dunia.)

Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya perlu lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkannya, Anda akan melakukan banyak hal dengan cara yang berbeda – Warren Buffett.


Tahukah kita bahwa apa yang kita lakukan itu menular?
Jangan pernah ragu berbagi kisah kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan. Kita tidak pernah tahu, seberapa besar dampaknya pada orang lain.

Pernah dengar Pay It Forward?
Kisah seorang guru IPS yang memberikan tugas kepada siswa SMP-nya untuk memikirkan sebuah ide yang mengubah dunia menjadi lebih baik, kemudian mewujudkannya. Ketika itu seorang siswa, Trevor namanya, membuat rencana untuk “membayar kepada orang berikutnya, Pay It Forward.”

Kira-kira begini skenarionya;
Trevor akan berbuat baik kepada tiga orang.
Kebaikannya bersyarat. Setiap orang yang telah ditolong Trevor, harus berjanji untuk menolong tiga orang lainnya. Dan begitu seterusnya.
Tanpa diduga, Trevor menggerakkan gelombang kebaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kebaikan ini terus berkembang menjadi fenomena nasional yang dahsyat. Hingga kisahnya difilmkan. Tidak disangka bukan?

Berbuat baik yuk…
Karena semua titipan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan kelak.

“A life lived for others is the only life worth living.” – Albert Einstein.

Kehidupan yang dijalani untuk orang lain adalah satu-satunya kehidupan yang layak dijalani.” -Albert Einstein.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tuhan yang Mengendalikan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Tuhan yang Mengendalikan?”

Inilah tanggapan khas dari kebanyakan orang Kristen terhadap berbagai peristiwa yang tampaknya tragis atau tidak dapat dipahami di dunia. Pendapat Ini bermaksud menyampaikan, berbagai peristiwa yang terjadi di dunia, seperti tragedi, penyakit dan kematian mungkin misterius bagi kita, namun kita mendapat penghiburan karena segalanya terjadi di bawah kendali Tuhan.

Inilah kesalahpahaman mendasar yang mengarah pada fatalisme, kepasifan, dan pandangan yang salah tentang Tuhan. Saya ingin menegaskan, bahwa segalanya di bawah kendali Tuhan, itu akan terjadi ketika nanti kita sudah berada di surga/langit baru, bumi baru, karena setiap orang dan segala sesuatunya akan diserahkan sepenuhnya kepada-Nya.
Di bumi ini, bagaimanapun, kita akan melihat korupsi, kematian, tragedi dan kegelapan. Tuhan tidak mengendalikan hal-hal ini.

Mengapa kita dengan entengnya menuduh Tuhan memegang kendali, padahal Dia saja tidak pernah mengendalikan kita yang mengaku dipenuhi Roh-Nya?
Apakah Tuhan memaksa kita mematuhi hukum, membayar pajak, mendorong kita mentaati batas kecepatan mengemudi serta menyangkal daging?
Meski demikian, kita percaya bahwa Tuhan memegang kendali terhadap “segala sesuatu yang lain”?

Allah memberikan bumi kepada manusia (Kej. 1:26-28, Mzm 115:16, Mzm 8:4-6).
Kebenaran ini adalah dasar untuk memahami sifat alami Allah, sifat alami manusia dan tujuan penebusan.
Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diciptakan untuk berkuasa atas ciptaan Allah.
Dosa memisahkan manusia dari kehidupan dan tujuan Allah. Manusia menyerahkan bumi pada kekuasaan iblis (2 Kor. 4:4, 1 Yoh. 5:19).

Pernyataan bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, sama dengan menempatkan tanggung jawab penuh atas terjadinya penyakit, kematian, tragedi, perang, bencana alam, pelecehan anak dan setiap kejahatan lainnya ke dalam pangkuan-Nya. Itu sama dengan menuduh Tuhan sebagai pembunuh di balik penderitaan manusia.

Ketika kita mendapatkan pewahyuan bahwa Tuhan memberikan kekuasaan kepada manusia, kita bisa mulai bekerja sama dengan tujuan-Nya di bumi.
Kita dipanggil untuk memerintah dalam hidup! (Rom. 5:17)
Kita dipanggil untuk meredakan badai, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan memperluas Kerajaan-Nya (Yoh. 14:12).
Kita tidak dipanggil hanya duduk dan menanggapi dengan klise setiap penderitaan yang terjadi di sekitar kita atau dalam hidup kita sendiri.
Kini saatnya untuk menerima pengetahuan yang benar tentang Tuhan, melawan iblis, dosa serta hal yang merusak, dan memerintah dalam hidup! (Yakobus 4:7).

[Repost ; “God is in control?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 189 190 191 192 193 314