Category : Articles

Articles

Sisi Pandang Lain Dari Metaverse

https://mpoin.com/

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sisi Pandang Lain Dari Metaverse.

Papa saya pribadi yang luar biasa menurut saya, untuk ukuran orang di jamannya, lahir di tahun 1926. Beliau suka membaca, belajar dan dalam beberapa area, menguasai karena belajar secara otodidak.
Memainkan piano, biola dan belajar akuntansi secara mandiri. Double Book Keeping, katanya. Beliau suka mencipta lagu. Salah satunya menciptakan lagu untuk kota kami, “Kebumen Beriman.”
Oh ya… Papa selalu bercerita, beliau itu minimal juara ke 3 di sekolahnya. Mantan guru dan kepala sekolah pula.

Adik bungsu saya, Wihono Gustan, yang mewarisi papa, belajar memainkan drum, komputer secara otodidak.
Sementara saya, betul-betul biasa saja.
Gak ada sesuatu yang istimewa.
Menulis dan membaca, kesukaan saya. Tetapi bagi keluarga pebisnis, tentu itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Sulit di bidang itu untuk menghasilkan uang di Indonesia.
Kalau di negara-negara maju, memang bisa.

*****
Andrew Wommack bercerita, ketika Tuhan mengarahkan dia ke Vietnam, meninggalkan bangku kuliah, ibunya protes. Semua orang mengatakan dia tidak mungkin bisa berhasil.

Selama 13 bulan di Vietnam, Andrew tekun belajar firman Tuhan. Dan Andrew bersaksi, masa-masa di Vietnam, di tengah peperangan yang bisa saja merenggut nyawanya, justru saat terbaik dalam hidupnya.
Why?
Di sana Andrew dapat fokus membangun hubungan dengan Tuhan. Dan itulah rahasia kesuksesannya.

Selama 31 tahun, Andrew hanya menggembalakan beberapa gereja kecil. Tuhan membukakan rahasia, jika dia bertekun untuk menanamkan firman Tuhan dalam hatinya, dia akan berhasil.
Terbukti. Di gereja kecil itu, orang mati dibangkitkan, kesembuhan dan berbagai terobosan terjadi. Rumus yang sama bagi setiap bidang kehidupan kita, karena firman itu perkataan Allah sendiri bahkan Pribadi Allah yang adalah roh, hidup dan berkuasa.

Firman Tuhan itu benih. Dan di dalam benih tersimpan mujizat.
Manusia sekarang sangat cerdas dan canggih bukan?
Banyak yang menganggap bergantung pada firman, itu hidup cara kuno, ketinggalan jaman. Gak cocok untuk dunia yang sedang heboh-hebohnya mengejar metaverse.
Benarkah?

Coba renungkan.
Bisakah manusia yang hebat dan canggih menciptakan benih?
Tidak bisa!!!!
Manusia bisa menciptakan benih tiruan dengan komposisi yang sama dengan benih aslinya tetapi ketika ditanam, benih tiruan Tidak Bertumbuh.
Tidak ada kehidupan didalam benih buatan manusia.

Sedangkan benih dari Tuhan, saat ditanam, akan bersemi, bertumbuh, pada akhirnya menghasilkan buah yang memiliki biji alias benih yang mengandung kehidupan pula. Buahnya bermultiplikasi.

Hanya Tuhan yang bisa menciptakan kehidupan. Ingat itu!

*****
Sebetulnya, saya tidak berani ikut-ikutan berbicara tentang Metaverse. Saya tidak betul-betul paham sepenuhnya.
Tapi ada pengalaman yang saya pikir berguna untuk teman-teman.

Beberapa bulan lalu, keponakan & fam main ke rumah. Saya senang ngobrol dengan anak-anak muda. Saya bertanya tentang Metaverse.

“Saya juga gak betul-betul mengerti. Tapi kalau perusahaan besar seperti Adidas, Nike, sudah invest di sana, tentunya mereka punya team yang jago. Ya mestinya kita ikutan saja dalam skala kecil, biar gak ketinggalan mumpung harga masih terjangkau. Seperti Crypto dll. invest juga,” keponakan menjelaskan.

“Ikut Robot Trading?”
“Ikut juga… Tapi gak besar. Selama ini lancar sich.”

Ketika saya diskusi dengan Christian, putra saya,
“Gak usah ikut-ikutan yang kita gak tahu. Orang itu banyak yang ikut-ikutan teman, biar kelihatan masa kini. Gak ketinggalan jaman. Takut dianggap kuno.
Chris menjelaskan,
“Aku prefer invest pada sesuatu yang aku tahu, seperti saham. Banyak yang menganggap invest ala Warren Buffett itu kuno, kelamaan… untungnya kecil. Tapi itu yang aku benar-benar tahu. Better invest di saham. Sudah pasti.”

Untung punya anak yang bijak. Saya pun urung ikut-ikutan.

*****

Saat ikut seminar Metaverse Dr. Andik Wijaya, saya lebih terbuka. Inilah infonya:

The Central Saint Giles adalah pusat perkantoran di London.
Untuk persiapan return to office setelah pandemi, Google membeli seluruh CSG dengan harga USD 1 billion/ sekitar IDR 14,3 T; CSG_ dirancang untuk menampung 10.000 karyawan Google UK. [BBC, January 14, 2022]

Ironi, ketika BigTech membeli real office, banyak perusahaan “gurem” panik ingin membeli virtual office di “Metaverse”; Camkanlah:

Tanpa pengetahuan, kerajinan pun tidak baik; orang yang tergesa-gesa akan salah langkah.
Be WiSe!

Wow…. Saat seminar, Dr. Andik membukakan fakta lainnya, Bill Gates membeli lahan besar-besaran untuk menanam kentang di daerah Texas. Real Land, tanah beneran bukan lahan virtual.

Betul juga ya…. Kita hanya bisa melihat sepotong informasi, cara perusahaan raksasa seperti Adidas, Nike, Ralph Lauren berinvestasi dari berita dan sosmed. Itu yang di expose. Tentu ada tujuannya. Tapi cara mereka mengambil untung, lalu keluar dari bisnis itu, kan kita gak tahu strateginya.* Level kita belum sampai ke sana.

Dipikir lagi secara nalar, ditraktir makan di Metaverse tetap lapar bukan? Kita butuh makan di dunia nyata.
Apalagi ibadah di Metaverse….
Benarkah itu yang berkenan di hadapan Tuhan atau sekedar supaya nampak kekinian? Jangan sampai sudah cape-cape beribadah, saat bertemu Tuhan, ditolak-Nya.
Ini masalah kekekalan, selama-lamanya.
Salah pilih bisa celaka dua belas….
Better yang pasti-pasti saja seperti saran Christian.

Saya merenung.
Iblis itu raja penipu. Iblis menipu manusia, membuatnya ingin seperti Allah, dan mendorongnya ‘merasa’ tidak membutuhkan Allah.
Sebetulnya strategi iblis tetap sama, gak pintar-pintar amat, persis yang digunakannya untuk menipu Hawa saat di Taman Eden. Membujuk Hawa makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat, agar bisa menjadi seperti Allah.

Dengan menciptakan Metaverse, manusia ‘meniru’ Allah menciptakan dunia. Tapi soal makan, menanam kentang, berkantor, tetap butuh melakukannya di dunia nyata.

Akhirnya terbukti investasi robot trading bermasalah. Ketika sedang happening, kerap kita blur untuk melihat kebenaran ada di mana. Sama seperti saat ini, manusia terpukau dengan ‘benih tiruan’, padahal benih tiruan tidak bisa tumbuh dan berbuah.

*****
Menaman benih asli memang tidak spektakuler, butuh waktu, tapi hasilnya kekal. Terjamin di dunia hingga ke kekekalan.

Andrew butuh waktu puluhan tahun menggali, menanam benih kebenaran firman Tuhan dalam hidupnya serta merawatnya.
Hasilnya, Sekolah Charis tersebar di seluruh dunia. Menjangkau jutaan jiwa. Hidup orang-orang dimerdekakan, mengalami kesembuhan, kelimpahan dan hidup yang berkualitas.

Kita terpukau dengan kesaksian Andrew, membangun sekolah dengan dana hingga puluhan juta dollar setara triliunan rupiah, tanpa hutang. Kita ingin seperti Andrew.
Pertanyaannya:
Bersediakah kita menanam benih dengan setia seperti Andrew?

Bagaimana dengan saya?
Hobi menulis dan membaca tidak keren. Terlalu biasa.
Tetapi ketika saya dengan setia melatihnya, lalu saya terus menerus belajar menanam benih firman Tuhan serta membagikannya pada teman-teman melalui tulisan, hasilnya luar biasa. Sudah lebih dari 16 tahun saya menulis.
Secara materi, tidak memperoleh apa-apa. Tulisan dibagikan dengan gratis.

Tetapi ketika saya mendengar teman-teman diberkati, hidupnya diubahkan, itu sungguh luar biasa. Membahagiakan!
Saya tengah menggenapi tujuan Tuhan menciptakan saya, menjadi berkat bagi orang lain.
Saya punya banyak teman di berbagai penjuru dunia, karena Seruput Kopi Cantik. Amazing!

Bisnis saya diberkati. Tidak secara langsung tetapi banyak teman-teman yang membeli dan mempromosikan Brand produk kami: MPOIN & PIPAKU.

Hargai apa pun yang Tuhan berikan, meski sederhana & tidak spektakuler, manfaatkan bersama Tuhan. Maka hal-hal yang tidak terpikirkan akan terjadi.
Bersama Tuhan, kita akan melakukan perkara-perkara yang besar bagi kemuliaan-Nya!
It’s all about God, not me!

Rather than love, than money, than fame, give me truth.- Henry David Thoreau

Lebih dari cinta, lebih dari uang, lebih dari ketenaran, beri aku kebenaran-Mu – Henry David Thoreau

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kemakmuran Yang Dimudahkan. Mau?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kemakmuran Yang Dimudahkan. Mau?

Saya baru belajar dari buku “Kemakmuran Yang Dimudahkan”, karya Ashley Terradez.
Setiap kita yang sudah lahir baru, kemakmuran sudah ada di dalam paket keselamatan kita. Semua itu anugerah, bukan karena usaha kita. Dan diterima sebagai warisan karena kita beriman kepada Yesus. Segala yang kita lakukan sekarang, adalah buah dari kemakmuran itu.

Asley Terradez mengupas dari kisah ini, sebagai cara untuk menerima penyediaan Allah secara supernatural.

Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ”Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan Tuhan. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.”

Jawab Elisa kepadanya: ”Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Berkatalah perempuan itu: ”Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.”

Lalu berkatalah Elisa: ”Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: ”Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,” tetapi jawabnya kepada ibunya: ”Tidak ada lagi bejana.” Lalu berhentilah minyak itu mengalir.

Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ”Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”
2 Raja-raja 4:1?-?7 TB

  • Janda tadi punya masalah dan bertanya kepada Elisa untuk memperoleh solusi. Di jaman sekarang, kita perlu bertanya kepada Tuhan dan mencari jawaban melalui firman dan doa.
  • Elisa bertanya, apa yang dia miliki.
    Bejana dan sebuli kecil minyak.
    Menarik sekali, Penyediaan yang kita butuhkan, sesungguhnya ada di rumah kita.
    Allah telah menyediakan bagi kita, hanya saja kita belum berada pada posisi bisa melihatnya.

Dan Tuhan senantiasa menggunakan apa yang ada di tangan kita. Kerap kita menganggap remeh apa yang kita miliki, justru menginginkan milik orang lain.
Sekecil dan sesederhana apa pun yang kita miliki, ketika dikerjakan bersama Tuhan, memberikan hasil yang spektakuler.
Mujizat selalu dimulai dengan cara yang natural, tetapi bersama Tuhan, hasilnya menjadi supernatural.

  • Elisa meminta sang janda untuk menutup pintu. Why?
    Menjaga hatinya terhadap pengaruh-pengaruh dari luar yang menimbulkan ketidakpercayaan.
    Mujizat terjadi sesuai iman kita. Ketidakpercayaan menghapus iman. Jaga hati dengan segala kewaspadaan.
  • Janda ini tidak lari dari instruksi Elisa. Dia taat, menuruti setiap detil perintahnya, tanpa mempertanyakan.
    Kunci sukses untuk meraih kemakmuran Tuhan, dengan bertindak mentaati firman-Nya, meski kadang tidak masuk akal.
  • Sang janda bekerja, mencari pinjaman buli-buli dan menuang minyak.
    Allah hanya dapat memberkati orang yang bekerja.
    Seberapa besar hasilnya, itu tidak penting. Pekerjaan adalah sarana untuk mengalirkan mujizat Allah. Kita mengerjakan yang natural, lalu Allah memberkatinya secara supernatural.
  • Ketika semua bejana sudah terisi penuh, minyak langsung berhenti mengalir. Perhatikan bagaimana iman sang janda, yang digambarkan dengan banyaknya bejana yang dikumpulkannya, menentukan ukuran tuaiannya.
    Minyak berhenti ketika tidak ada tempat lagi untuk menampungnya.

Bejana ini menggambarkan rumah perbendaharaan, yang bisa diartikan sebagai tabungan atau investasi. Allah memberkati rumah perbendaharaan orang percaya. (Ulangan 28:8).

  • Orang yang mengasihi Tuhan, selalu memberi.
    Allah tidak membutuhkan uang kita.
    Jadi mengapa kita harus memberi? Karena Dia menginginkan hati kita (Mat 6:19-21), bukan dinilai dari besar kecilnya pemberian itu.
    Di mana hartamu berada, disitu hatimu berada.

Pemberian berasal dari luapan rasa syukur alami, yang pada akhirnya menghasilkan pemberian yang alami pula.
Memberi adalah jalur menuju kemakmuran Allah, penggunaan uang yang tertinggi.
Ketika menabur, kita mengijinkan Allah bekerja dalam keuangan kita.

Memberi ke mana?
Ke tempat-tempat di mana Injil diberitakan dan pastikan menghasilkan jiwa-jiwa yang dimenangkan serta dimuridkan bagi kemuliaan Allah. Ketika satu orang dijamah kasih Allah, kita menjamah hati Allah.

  • “Tuhan kita adalah Tuhan yang menyediakan kelimpahan supernatural, Alah yang suka memultiplikasi, tetapi bukan Allah yang boros, ujar Ashley.

Pesan Elisa pada si janda, bayarlah hutangmu.
Ashley menegaskan ada 2 jenis hutang yang utama: hutang konsumen dan hutang investasi/bisnis.

Hutang konsumen, adalah hutang yang dikonsumsi, seperti hutang kartu kredit, untuk membeli barang-barang yang turun nilainya.
Hutang bisnis, adalah hutang untuk berinvestasi pada sesuatu (aset) yang akan naik nilainya.

Bukan banyaknya uang yang menentukan kemakmuran seseorang, tetapi bagaimana dia mengelolanya. Tidak sedikit yang penghasilannya besar, tetapi pengeluarannya lebih besar lagi.

Ashley mendorong agar menabung dulu, baru beli cash. Beli barang untuk kesenangan, dengan uang milik sendiri, bukan dengan uang yang belum dimiliki (hutang kartu kredit).
Banyak yang tergiur dengan cicilan murah tapi pembayarannya jangka panjang. Pada akhirnya, yang harus dibayarkan jauh lebih mahal.
Bunga yang seharusnya dibayarkan jika membeli secara kredit, oleh Ashley diinvestasikan untuk masa depan. Bijak sekali!

Kepengurusan adalah iman yang aktif. Itu adalah sebagian dari siapa Allah, dan kemudian, sebagian dari siapa kita di dalam Kristus. Allah membuat segala sesuatu dengan tujuan dan keteraturan. INI ADALAH INJIL YANG TIDAK BOROS, TIDAK KEKURANGAN!”, tegas Ashley Terradez.

  • Tidak ada apa pun yang bisa kita lakukan untuk membuat Allah memberkati kita. Tuhan SUDAH membuat kita makmur, karena karya Salib Kristus.
    Allah telah memposisikan kita makmur dan berhasil.
    Pada akhirnya, segala sesuatu yang kita ‘lakukan’ (pekerjaan kita, kepengurusan kita, pemberian kita) adalah buah dari kemakmuran itu. Jadi lakukanlah dengan God’s Way.

Jangan keluar dari posisi makmur. Kecenderungan kita, karena tidak sabar, lalu ‘menolong’ Tuhan dengan My Way atau World’s Way.
Kemakmuran dan keberhasilan kita karena kita terus bergantung kepada Allah.

Setuju? Belajar yuk….

Jesus is The Way, The Truth and The Life.

Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bijak Memberi Makna, Menghindari Ribuan Pertempuran Yang Tidak Perlu.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bijak Memberi Makna, Menghindari Ribuan Pertempuran.

“Chat gak dibalas tapi online? Positive Thinking saja, siapa tahu HP-nya nyala tapi orangnya mati!”

Tertulis di wall Fb seorang teman. Rupanya dia kesal, chat di sosmed tapi tidak dibalas. Padahal orang itu bisa online.

Diiieeennnkkk!!!
Padahal itu saya banget. Pie Jal?
Saya punya seratus grup lebih, kadang chat tertumpuk.

Teman kuliah saya, Lanniawati Matita, suatu ketika chat tanya tentang Iceland. Dan tertumpuk chatnya. Kami jarang japri. Lanni diam saja.
Suatu ketika saya perlu japri lanni, baru sadar, ada chat japri dari lanni. Dan sudah setahun yang lalu. Alamaaak!
Cepat-cepat saya telpon lanni, minta maaf, untung tidak marah.

“Lan, kalau gak saya jawab, telpon… Ingatkan saya. Please.. “

Demikian juga Adinda. Chat japri Agustus 2021, baru saya baca Januari 2022. Duh… Sungkan abis.

“Adinda, kalau japri tidak saya baca, tolong telpon ya…. Pasti chatnya tertindih chat lainnya.”

“Iya… Gapapa Bu Yenny…”

Bisa beneran disangka saya sudah mati nanti, tapi HP masih menyala. Padahal beneran gak sengaja…

Hhhmmmm….
Saya membayangkan, bagaimana tuh P. Wiliam Wiguna yang mengaku punya lebih dari 350 grup Whatsapp.
Maklum beliau kan Ketua Aspirasi dan aktif di berbagai organisasi.
Di kalangan teman-teman motivator dan penggemar seminar, grup WA pasti banyak. Mereka bilang, kalau Hp lemot gara-gara kebanyakan grup, artinya harus ganti HP yang lebih canggih. Bukannya left group.


Sedang heboh kasus Will Smith menampar Chris Rock yang menyinggung Jada, istri Will Smith, seperti “GI Jane.”

Mengapa Smith sedemikian tersinggung?
Karena Smith memberi makna, mengartikan kalimat Chris sebagai penghinaan.
Sebaliknya, kalau Smith mengartikan kalimat Chris sebagai kesempatan untuk mengangkat karier Jada, tentu reaksinya berbeda.

Segala sesuatu tidak memiliki Makna, sampai kita yang memberi Makna. Ini prinsip dasar pelajaran Inti Makna guru saya, P. Prasetya M. Brata.

“Pingin bertanya Om.. masih terkait dengan Will Smith. Di pidato kemenangannya, terlontar statement.. ‘cinta memang bisa membuat kalian melakukan hal-hal gila’ apa iya ini tentang cinta ya Om? Apa yang membuat orang berucap atau berperilaku yang kurang ekologis secara spontan? Apa betul dorongan dari cinta akan membuatnya lebih mudah terjadi?”, tanya seorang teman pada P. Pras.

“Dalam pemahaman keilmuan yang kupelajari, itu lebih condong ke excuse (alasan), bukan reason (penyebab)… reason-nya soal proses pemaknaan yang menyebabkan dorongan emosi dan ia ‘tanpa sadar’ melakukan tindakan berdasarkan pemaknaan dan emosi itu. Buktinya ketika ‘sadar’, ia minta maaf.”

Sama juga teman yang sedikit kurang suka chatnya tidak dijawab, karena memberi makna temannya ‘sengaja’ tidak membalas. Padahal pada kasus saya, beneran keselip.
Maafken!


Bagi yang tidak mengenal dekat P. Indra, bisa salah persepsi.
P. Indra kalau sedang berjalan dengan keluarga, dia suka jalan duluan ke depan.
Nach nanti dia balik, dengan info, di depan sebelah kiri ada bla bla bla… dan di sebelah kanan ada ABC.. Mau yang mana? “

Saat menunggu, daripada nganggur, P. Indra suka membawa mobilnya putar-putar melihat situasi. Pokoknya bak intel yang sedang melihat gambar besarnya, demi keamanan. Saya kerap diomeli, kurang tanggap terhadap situasi sekitar.

Itulah sebabnya saat di Spanyol, dompet saya dicuri, P. Indra langsung tahu. Oleh ibu Spanyol di depan saya, sudah dioper ke pria muda di belakangnya. Si pencuri dikejarnya, dompet saya kembali dengan utuh.

Bahkan setiap ada jalan baru dibuka di daerah yang kami cukup familiar, P. Indra ingin tahu, ke mana ujung jalan ini?
” Ooo ternyata sampai ke sana, yang ada tol sedang dibangun. Daerah ini ke depannya akan berkembang. Bagus ini”

Sampai seorang teman berkomentar di balik punggung P. Indra,
“Koq bisa… Jalan dengan anak istri, terus jalan sendirian ke depan…”
Teman ini tipe suami yang setia mengikuti anak istri berbelanja.
Mana yang benar?
Gak ada yang benar dan yang salah. Semua ada plus minusnya. Masalahnya style dan karakter mereka berbeda.

Inilah penyebab terjadinya gesekan, pertengkaran bahkan hingga bercerai. Karena kebanyakan orang menilai orang lain menurut persepsinya, kacamatanya sendiri, sepatunya, atau makna yang diberikannya.

Dan tidak sedikit yang menuntut orang lain berubah!
Dia ingin orang lain yang menyesuaikan diri dengan nilai-nilai yang dianutnya, persepsinya, caranya dst.

Sampai mati pun, kita Tidak Akan Pernah bisa mengubah orang lain. Kita hanya bisa Mengubah Diri Kita Sendiri. Ketika kita berubah, orang lain serta dunia di sekeliling kita pun berubah.
Ini prinsip kehidupan.

Belajarlah memahami orang lain dan tidak cepat menghakimi. Mencoba berjalan di sepatu orang lain.
Bijak Dalam Memberi Makna, kata P. Pras.
Itu akan menghindarkan kita dari ribuan pertempuran yang tidak perlu.

Ada tips mudah untuk menghindari kesalahpahaman, yaitu bertanya.
Sebelum mengambil kesimpulan menurut persepsi kita sendiri, bertanyalah mengapa dia bertindak demikian?
Kerap saya terpukau mendengarnya, ternyata banyak hal yang luput dari pandangan saya. “Huh untung saya tanya…”

Itulah sebabnya, ketika terjadi kesalahpahaman, saya lebih suka membicarakan langsung dengan orangnya. Saya bisa menyampaikan permasalahan dari persepsi saya dan memberinya kesempatan menjelaskan dari persepsinya. Mencoba memahaminya.
Lebih clear.

Kalau memang kita yang salah, ya akui dan minta maaf. Gak usah excuse, cari alasan untuk membenarkan diri, apalagi menyalahkan orang lain. Justru bikin masalah makin melebar dan sulit diselesaikan.

Dan gak bisa kita menuntut orang lain harus minta maaf.
Biasanya, tapi tidak 100% demikian, ketika dengan rendah hati kita bersedia mengakui kesalahan kita, maka pihak lawan pun ikut mengakui kesalahannya dan minta maaf juga.
Entah dengan ungkapan yang verbal, mau pun tidak.
Yang penting kesalahpahaman selesai.
Setelah itu, mau terus berhubungan or tidak, terserah masing-masing pihak.

Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum sepakat? Daripada harus membebani karena perbedaan nilai-nilai yang ekstrem.

Ada orang tertentu yang memang lebih bijak untuk ‘loving from a distance’ – dikasihi dari kejauhan, kata Joel Osteen.

Bagaimana pendapat Anda?

The reality of life is that your perceptions – right or wrong – influence everything else you do. When you get a proper perspective of your perceptions, you may be surprised how many other things fall into place.” Roger Birkman.

“Kenyataan dalam hidup tergantung persepsi Anda – baik itu benar atau salah – akan memengaruhi semua hal lain yang Anda lakukan. Ketika Anda memilih perspektif yang tepat, Anda mungkin terkejut betapa banyaknya hal lain yang kemudian terjadi, dan berada di tempat yang seharusnya” Roger Birkman.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Cara Hidup Yang Dikehendaki Tuhan…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Cara Hidup Yang Dikehendaki Tuhan…

Kerap kita memahami bahwa dosa Adam dan Hawa karena memakan buah pohon pengetahuan baik dan jahat.
Separuh betul.
Lho?

Itu buah tindakan yang dilakukan oleh Adam dan Hawa, tetapi akar dari tindakan itu sesungguhnya, Adam dan Hawa meragukan kebaikan Allah.
Dengan kalimat yang lebih tegas:
Adam dan Hawa Tidak Mempercayai Allah.

Itulah sebabnya ketika setan memberi umpan, godaan, jika makan buah pohon pengetahuan baik dan jahat mereka bisa seperti Allah, mereka pun memakannya.
Adam & Hawa Tidak Percaya mereka SUDAH diciptakan serupa dan segambar dengan Allah!

Di Taman Eden ada ratusan bahkan ribuan pohon buah yang lainnya, tetapi fokus mereka justru kepada yang dilarang.
Di sana mereka hidup dengan aman, apa pun yang dibutuhkan, sudah tersedia. Tidak ada sakit penyakit, semua makhluk hidup bersama dengan rukun, semuanya sempurna.
Mereka bekerja, tetapi bukan karena terpaksa seperti setelah dunia jatuh ke dalam dosa, melainkan sebagai kesukaan.
Hidup mereka tenang, tenteram dan bahagia karena mereka memiliki relationship (hubungan) yang harmonis serta fokus hanya kepada Allah.
Inilah rumus kebahagiaan dan kepuasan hidup yang sejati.

Hingga Adam dan Hawa jatuh ke dalam dosa, tatanan hidup manusia berubah. Dosa membuat roh manusia terpisah dengan Roh Allah. Ketakutan masuk. Adam & Hawa bersembunyi menyadari ketelanjangannya.
Dulunya mereka juga telanjang tetapi kemuliaan Allah melingkupi mereka dan fokus mereka hanya kepada Allah, sehingga ketelanjangannya tidak menjadi masalah.

Iri hati, kebencian, tidak puas, sakit penyakit, dll masuk ke dalam kehidupan manusia, akibat dosa. Binatang berubah secara genetik sehingga ada yang menjadi buas, saling memakan, ada virus, bakteri dsb.
Hidup harus dijalani manusia dengan susah payah.

Kejadian 3:17-19 (TB) Lalu firman-Nya kepada manusia itu: “Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu:
semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu.”

Sadarkah kita, akar yang sama, kita tidak mempercayai Allah, itulah akar segala permasalahan yang menimpa kita?

Kita tidak percaya Tuhan mampu memelihara kita dengan cara-Nya. Karena itu kita sibuk berupaya menurut cara dunia, caranya Adam, padahal kita anak-anak Tuhan, yang punya Perjanjian Baru, seharusnya kita bisa hidup menurut Cara Tuhan, yang jauh lebih mudah.

Itulah sebabnya, kita harus bertobat.
Artinya, berbalik arah, dari hidup menurut cara dunia, berbalik hidup menurut caranya Tuhan.


Musa memberikan Hukum Taurat bagi manusia di Perjanjian Lama. Berbagai aturan, persembahan dan ‘pekerjaan’ yang harus dilakukan agar berkenan kepada Allah.
Dan manusia selalu gagal mentaati semuanya.

Lalu Yesus datang ke dunia, mati di Kayu Salib menanggung dosa seluruh isi dunia, menggantikan kita.
Covenant yang baru tercipta saat kita lahir baru. Roh Penolong, Roh Kudus menyertai kita.

Sekarang tugas kita hanya satu saja, Hidup menurut God’sWay:
Percaya kepada-Nya dan Rest (beristiharat), beriman kepada Karya Salib Kristus yang Sudah Selesai.

Bukan lagi mengandalkan diri sendiri atau mengikuti cara dunia.

Apa pun yang kita butuhkan, ada di sana.
Dengan kata lain, Anugerah tersedia di sana.
Anugerah itu diperoleh karena percaya bukan usaha kita.
Ketika kita Rest, hikmat datang, Anugerah mengalir.

Sebaliknya, saat ketakutan datang, artinya kita mengandalkan diri sendiri, Anugerah Berhenti Mengalir.
Ketakutan muncul disebabkan kita tidak mempercayai Tuhan.

Come unto me, all ye that labour and are heavy laden, and I will give you REST.
Mat 11:28 (KJV)

Datanglah kepada-Ku, kamu semua yang letih, lesu, bekerja dan berbeban berat, dan Aku akan membiarkanmu beristirahat.

Tuhan ingin kita beristirahat, Rest, beriman dan percaya, karena Anugerah Karya Salib Kristus sudah mencukupi segala kebutuhan kita.

Tahukah kita ketika hidup menurut God’s Way maka Tidak Ada Kegagalan, Tidak Ada Kekurangan dan Tidak Ada Penyakit di sana? Tuhan Yesus sudah membayar lunas semuanya!

Jika kegagalan dan kekurangan terjadi, check dan recheck, Anda hidup menurut My Way atau God’s Way?
Begitu ketakutan menguasai hati seseorang, iblis akan segera menekan tombol ketakutan, menyerang bagian yang ditakuti. Yang ditakuti, justru itu yang terjadi.


Tuhan sudah menegaskan ratusan kali, “Jangan Takut…”*
Umumnya manusia takut tentang ekonomi, kesehatan dan anak-anak.

Apa kata Tuhan?
Janganlah khawatir dan berkata, ‘Apa yang akan kita makan’, atau ‘apa yang akan kita minum’, atau ‘apa yang akan kita pakai’?
Hal-hal itu selalu dikejar oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah. Padahal Bapamu yang di surga tahu bahwa kalian memerlukan semuanya itu.
Jadi, Usahakanlah dahulu Supaya Allah Memerintah atas Hidupmu dan Lakukanlah Kehendak-Nya. Maka semua yang lain akan diberikan Allah juga kepadamu.
Matius 6:31-33 (BIMK)

Kehendak yang mana?
Kehendak Allah yang tertulis dalam Firman-Nya, yang penerapannya diberikan sesuai hikmat yang diberikan-Nya karena kita menjalani hidup langkah demi langkah bersama-Nya.

Sambil menanti manifestasinya, kita perkatakan janji-janji Tuhan.
BUKAN supaya Tuhan bergerak, tetapi untuk mengingatkan diri kita sendiri akan janji-Nya, agar kita teguh berdiri di dalam iman.
Suara dunia terlalu bising, perhatian kita kerap teralihkan karenanya. Deklarasi adalah tips praktis agar kita fokus pada janji-Nya.

Bagaimana dengan kesehatan dan anak-anak?
Bawa anak-anak, bisnis, kesehatan serta setiap aspek hidup kita ke altar Tuhan, serahkan kepada-Nya, lalu tinggalkan di sana. Biarkan Tuhan yang membereskannya dan kita Rest In The Lord!
Tuhan mampu membereskannya jauh lebih baik daripada kita.

Hidup tenang, tenteram dan bahagia karena memiliki relationship (hubungan) yang harmonis, fokus serta bergantung hanya kepada Allah, adalah rumus kebahagiaan dan kepuasan hidup yang sejati sejak Allah menciptakan manusia di Taman Eden. Itulah yang harus kita hidupi, inilah yang disebut hidup menurut God’s Way.

Setuju?

Contentment gives peace and joy in our minds and hearts, which is the reward of living God’s way. – Charles L Allen.

Kepuasan yang memberikan kedamaian dan sukacita dalam pikiran serta hati kita, merupakan buah dari menjalani hidup sesuai jalan Tuhan – Charles L Allen.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Pertimbangkan Perumpamaan Tentang Semut.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Pertimbangkan Perumpamaan Tentang Semut.”

Bertahun-tahun yang lalu ketika tinggal di Guatemala, kami baru saja pulang dari perjalanan harian kami ke pasar. 
Saat memasuki pintu depan rumah, saya melihat sepotong popcorn di lantai. Saya suka popcorn dan ternyata ada sepotong yang jatuh saat makan sebelumnya.

Ketika melihatnya, saya perhatikan bahwa popcorn itu berputar dalam lingkaran. Saya belum pernah melihat popcorn berputar sebelumnya, jadi saya membungkuk untuk melihat lebih dekat.  Potongan popcorn itu diangkat oleh lima semut kecil yang berusaha membawanya ke rumah mereka. Namun, setiap semut telah memposisikan dirinya sedemikian rupa untuk mengikuti semut yang ada di depannya. Hasilnya, semut-semut itu berjalan berputar-putar. Lebih lucu lagi adalah fakta, ada semut lain di atas popcorn. Saya berasumsi dia harus menjadi pemimpin yang mendorong semut lain untuk terus bekerja dengan baik.

Semut-semut itu benar-benar tidak tahu bahwa upaya besar, ketertiban, dan kerja sama mereka sia-sia. Selama mereka saling membuntuti satu dengan yang lain, mereka tidak akan kemana-mana. Banyak usaha yang dikeluarkan tetapi tidak ada kemajuan yang dicapai.

Ketika memikirkan hal ini, saya menyadari bahwa banyak pula dari kita yang menjalani hidup dengan cara yang sama. 
Kita mengikuti caranya semut juga, di mana  di mata orang-orang di sekitar kita nampak sibuk, tetapi sesungguhnya tidak ke mana-mana. Kita tidak dipimpin oleh Roh Tuhan.Malahan menjadi serupa dengan dunia. 
Apakah kita berani melepaskan ‘popcorn’ nya?

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Efesus 2:10 (TB).

Apakah kita berjalan di dalam hal-hal yang telah Tuhan siapkan bagi kita, ataukah hanya berpegangan pada ‘popcorn’ dan menjalani hidup berputar-putar semata?

Mendengarkan Tuhan adalah kunci untuk memiliki iman yang membawa kita bergerak ke dalam tujuan dan karunia ilahi kita.  Kita diciptakan untuk mendengarkan Dia! 
Jangan abaikan hak istimewa itu.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
Yohanes 10:27 (TB).

[Repost ; “Consider the Ant (a parable)”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 186 187 188 189 190 314