Articles

Kemakmuran Yang Dimudahkan. Mau?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kemakmuran Yang Dimudahkan. Mau?

Saya baru belajar dari buku “Kemakmuran Yang Dimudahkan”, karya Ashley Terradez.
Setiap kita yang sudah lahir baru, kemakmuran sudah ada di dalam paket keselamatan kita. Semua itu anugerah, bukan karena usaha kita. Dan diterima sebagai warisan karena kita beriman kepada Yesus. Segala yang kita lakukan sekarang, adalah buah dari kemakmuran itu.

Asley Terradez mengupas dari kisah ini, sebagai cara untuk menerima penyediaan Allah secara supernatural.

Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ”Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu takut akan Tuhan. Tetapi sekarang, penagih hutang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku menjadi budaknya.”

Jawab Elisa kepadanya: ”Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.” Berkatalah perempuan itu: ”Hambamu ini tidak punya sesuatu apa pun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.”

Lalu berkatalah Elisa: ”Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. Kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah minyak itu ke dalam segala bejana. Mana yang penuh, angkatlah!” Pergilah perempuan itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. Ketika bejana-bejana itu sudah penuh, berkatalah perempuan itu kepada anaknya: ”Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,” tetapi jawabnya kepada ibunya: ”Tidak ada lagi bejana.” Lalu berhentilah minyak itu mengalir.

Kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ”Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.”
2 Raja-raja 4:1?-?7 TB

  • Janda tadi punya masalah dan bertanya kepada Elisa untuk memperoleh solusi. Di jaman sekarang, kita perlu bertanya kepada Tuhan dan mencari jawaban melalui firman dan doa.
  • Elisa bertanya, apa yang dia miliki.
    Bejana dan sebuli kecil minyak.
    Menarik sekali, Penyediaan yang kita butuhkan, sesungguhnya ada di rumah kita.
    Allah telah menyediakan bagi kita, hanya saja kita belum berada pada posisi bisa melihatnya.

Dan Tuhan senantiasa menggunakan apa yang ada di tangan kita. Kerap kita menganggap remeh apa yang kita miliki, justru menginginkan milik orang lain.
Sekecil dan sesederhana apa pun yang kita miliki, ketika dikerjakan bersama Tuhan, memberikan hasil yang spektakuler.
Mujizat selalu dimulai dengan cara yang natural, tetapi bersama Tuhan, hasilnya menjadi supernatural.

  • Elisa meminta sang janda untuk menutup pintu. Why?
    Menjaga hatinya terhadap pengaruh-pengaruh dari luar yang menimbulkan ketidakpercayaan.
    Mujizat terjadi sesuai iman kita. Ketidakpercayaan menghapus iman. Jaga hati dengan segala kewaspadaan.
  • Janda ini tidak lari dari instruksi Elisa. Dia taat, menuruti setiap detil perintahnya, tanpa mempertanyakan.
    Kunci sukses untuk meraih kemakmuran Tuhan, dengan bertindak mentaati firman-Nya, meski kadang tidak masuk akal.
  • Sang janda bekerja, mencari pinjaman buli-buli dan menuang minyak.
    Allah hanya dapat memberkati orang yang bekerja.
    Seberapa besar hasilnya, itu tidak penting. Pekerjaan adalah sarana untuk mengalirkan mujizat Allah. Kita mengerjakan yang natural, lalu Allah memberkatinya secara supernatural.
  • Ketika semua bejana sudah terisi penuh, minyak langsung berhenti mengalir. Perhatikan bagaimana iman sang janda, yang digambarkan dengan banyaknya bejana yang dikumpulkannya, menentukan ukuran tuaiannya.
    Minyak berhenti ketika tidak ada tempat lagi untuk menampungnya.

Bejana ini menggambarkan rumah perbendaharaan, yang bisa diartikan sebagai tabungan atau investasi. Allah memberkati rumah perbendaharaan orang percaya. (Ulangan 28:8).

  • Orang yang mengasihi Tuhan, selalu memberi.
    Allah tidak membutuhkan uang kita.
    Jadi mengapa kita harus memberi? Karena Dia menginginkan hati kita (Mat 6:19-21), bukan dinilai dari besar kecilnya pemberian itu.
    Di mana hartamu berada, disitu hatimu berada.

Pemberian berasal dari luapan rasa syukur alami, yang pada akhirnya menghasilkan pemberian yang alami pula.
Memberi adalah jalur menuju kemakmuran Allah, penggunaan uang yang tertinggi.
Ketika menabur, kita mengijinkan Allah bekerja dalam keuangan kita.

Memberi ke mana?
Ke tempat-tempat di mana Injil diberitakan dan pastikan menghasilkan jiwa-jiwa yang dimenangkan serta dimuridkan bagi kemuliaan Allah. Ketika satu orang dijamah kasih Allah, kita menjamah hati Allah.

  • “Tuhan kita adalah Tuhan yang menyediakan kelimpahan supernatural, Alah yang suka memultiplikasi, tetapi bukan Allah yang boros, ujar Ashley.

Pesan Elisa pada si janda, bayarlah hutangmu.
Ashley menegaskan ada 2 jenis hutang yang utama: hutang konsumen dan hutang investasi/bisnis.

Hutang konsumen, adalah hutang yang dikonsumsi, seperti hutang kartu kredit, untuk membeli barang-barang yang turun nilainya.
Hutang bisnis, adalah hutang untuk berinvestasi pada sesuatu (aset) yang akan naik nilainya.

Bukan banyaknya uang yang menentukan kemakmuran seseorang, tetapi bagaimana dia mengelolanya. Tidak sedikit yang penghasilannya besar, tetapi pengeluarannya lebih besar lagi.

Ashley mendorong agar menabung dulu, baru beli cash. Beli barang untuk kesenangan, dengan uang milik sendiri, bukan dengan uang yang belum dimiliki (hutang kartu kredit).
Banyak yang tergiur dengan cicilan murah tapi pembayarannya jangka panjang. Pada akhirnya, yang harus dibayarkan jauh lebih mahal.
Bunga yang seharusnya dibayarkan jika membeli secara kredit, oleh Ashley diinvestasikan untuk masa depan. Bijak sekali!

Kepengurusan adalah iman yang aktif. Itu adalah sebagian dari siapa Allah, dan kemudian, sebagian dari siapa kita di dalam Kristus. Allah membuat segala sesuatu dengan tujuan dan keteraturan. INI ADALAH INJIL YANG TIDAK BOROS, TIDAK KEKURANGAN!”, tegas Ashley Terradez.

  • Tidak ada apa pun yang bisa kita lakukan untuk membuat Allah memberkati kita. Tuhan SUDAH membuat kita makmur, karena karya Salib Kristus.
    Allah telah memposisikan kita makmur dan berhasil.
    Pada akhirnya, segala sesuatu yang kita ‘lakukan’ (pekerjaan kita, kepengurusan kita, pemberian kita) adalah buah dari kemakmuran itu. Jadi lakukanlah dengan God’s Way.

Jangan keluar dari posisi makmur. Kecenderungan kita, karena tidak sabar, lalu ‘menolong’ Tuhan dengan My Way atau World’s Way.
Kemakmuran dan keberhasilan kita karena kita terus bergantung kepada Allah.

Setuju? Belajar yuk….

Jesus is The Way, The Truth and The Life.

Yesus adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
The Best Is Yet To Come.
Sukses ala God’s Way? Ini Rahasianya!
“Kesembuhan Ilahi.”