Category : Articles

Articles

Manusia Alami & Menghidupi Firman-Nya.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Manusia Alami & Menghidupi Firman-Nya.

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
1 Korintus 2:14 TB

Salah satu benteng terbesar di hati banyak orang Kristen adalah benteng keraguan. Orang Kristen sering memilih dan memilah kebenaran Injil mana yang ingin mereka percayai, dan mana yang mereka tolak. Ketika keraguan dibiarkan menguasai hidup seseorang, maka teologi, argumen, dan pengalaman pribadi manusia menjadi “tuhan” sejati yang mengatur hidup mereka.

Pada saat saya mengajar, saya didekati oleh seseorang, yang memiliki pengalaman pribadi bertentangan dengan Firman yang baru saja diajarkan. Hal semacam ini berulang kali membuat saya lengah. Namun segera saya diingatkan, bahwa pria atau wanita alami tidak memahami hal-hal dari Roh. Meskipun Firman itu jelas, dalam pikiran orang ini, pengalaman merekalah “bukti” bahwa mereka benar, dan Firman itu salah.

Keraguan akan selalu membentuk dirinya agar dapat menyangkal kebenaran atau mengkritik orang yang membagikan kebenaran. Keraguan itu negatif, pesimis, dan kritis. Menerima janji-janji Allah berarti mengakui bahwa kehidupan orang yang ragu-ragu, berada jauh di bawah apa yang mungkin diterimanya. Daripada mengakui kebutuhan untuk mempercayai Tuhan, jauh lebih mudah untuk meninggikan diri di atas Firman.

Banyak yang menganggap “kepercayaan mereka kepada Tuhan” sebagai tiket emas untuk memperoleh keamanan, di saat berkali-kali mereka tidak “percaya kepada Tuhan.” Yang satu menggunakan pendekatan teologi, sementara yang lainnya dengan membangun persekutuan sejati dengan Tuhan, sehingga tidak memiliki tempat bagi keraguan.

Keraguan merupakan masalah besar dalam budaya kita, baik di dunia sekuler maupun agama. Setan adalah “bapak kebohongan”, dan kebohongan memenuhi berita, politik, dan bahkan gereja.

Satu-satunya obat bagi keraguan manusia duniawi adalah dengan benar-benar mengenal Dia. Paulus menyatakan, “Aku tahu KEPADA SIAPA AKU PERCAYA dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
(2 Timotius 1:12 TB)

Dia tidak mengatakan, “Saya tahu apa yang saya percayai.” Sementara apa yang kita percayai penting, itu hanya relevan ketika itu menghilangkan keraguan dan membangun iman dalam pribadi Yesus Kristus.

  • Barry Bennett –

Beberapa waktu lalu, bersama dengan beberapa teman, kami dinner dengan P. Wanto Ngali and fam. Beliau Marketing Manager di Hongkongland, Navapark, BSD.
Karena beliau dulu menjadi Marketing Manager juga di sebuah Developer Besar X di Surabaya, maka kami pun berbincang-bincang soal properti.

“Ada sesuatu yang unik dengan properti X. Orang-orang yang mengeluhkan mahalnya biaya pemeliharaan properti di X, ketika saya tanya: ibu punya properti di X ga? Ternyata ga punya.,” cerita P. Wanto,
“Tetapi orang-orang yang punya properti di sana, mereka biasa saja. Tidak ada yang komplain.”

Kebetulan kami memang tinggal di perumahan X. Sejujurnya memang nyaman tinggal di sana. Segala fasilitas tersedia.

Nach demikian juga dengan keraguan.
Mengapa kita penuh keraguan?
Karena kita tidak memiliki iman yang teguh.
Bagi orang yang beriman, tidak ada sesuatu yang pantas diragukan lagi….

Kita memiliki janji-janji-Nya, Yesus sudah membayar lunas semuanya di Kayu Salib, It Is Finished!
Untuk meraihnya, tinggal Percaya Saja dan Hidupi!

Semakin lama berjalan bersama-Nya, semakin mengalami, betapa Allah selalu bisa diandalkan!
Keraguan pun makin menipis.
Selama hati dipenuhi firman-Nya, dan kita terus menerus membangun hubungan yang dekat dengan-Nya, maka keraguan tidak memiliki tempat dalam kehidupan kita.

Demikian juga dengan orang-orang yang komplain tentang memberi, protes tentang memberi, karena mereka belum memberi.
Bagi orang yang sudah praktek memberi, dan merasakan buahnya, mereka terpukau dengan bukti janji Tuhan:
Apa yang kamu tabur, itu yang kamu tuai.

Ibarat menanam 1 biji mangga, saat musim panen, buahnya tidak hanya 1 tapi makin lama makin banyak. Hebatnya lagi, setiap musim mangga, akan terus menerus berbuah, panen hingga bertahun-tahun kemudian.
Bahkan mangga di kebun kami di Kota Solo, ditanam Papanya P. Indra sekian puluh tahun lalu.
Papa sudah meninggal lebih dari 23 tahun lalu, tetapi pohon mangga yang ditanam papa masih terus berbuah manis dan dinikmati oleh anak cucunya.
Dahsyat bukan?
Menjadi warisan yang terus dikenang.

Mari kita hidupi dan praktekkan firman-Nya.
Jangan sekedar jadi penonton, mari kita jadi pemain dan nikmati kemenangannya.
Siap? Yuk….

There is power in God’s Word to change your life

Ada kuasa dalam Firman Tuhan untuk mengubah hidup Anda

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kisah Mujizat Dari Belanda, Bersama Donpras

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kisah Mujizat Dari Belanda, Bersama Donpras

Bulan lalu saya mendapatkan kepercayaan membawakan Lesson Review untuk adik kelas angkatan ke 4, Charis Jakarta 4, yang biasa disebut CJ4. Nach Donny salah satu adik kelas… Jadilah kami bertukar kontak.
Saya perlu belajar dari Donny, bagaimana membuat youtube channel.

YouTube channel Donny terkenal dengan nama Donpras Media, yang banyak mengupas tentang Anxiety Disorder yang pernah dialaminya dan berhasil sembuh total.
Tak dinyana, ada beberapa teman juga yang mengalami Anxiety Disorder, segera saya beri link Donpras.

Omong punya omong, kisah hidup Donny menarik sekali.
Rupanya Donny lama tinggal di kota Delft, Belanda.

Suatu ketika Donny berdoa sepakat dengan beberapa anak muda, teman-temannya, untuk jiwa-jiwa bisa dimenangkan, karena esok harinya mereka akan mengadakan acara penginjilan di Market Kota Delft.
Tuhan berbicara kepada Donny,
“Besok kamu akan bertemu bule, kamu bawa pulang ke rumahmu.”
Kebetulan teman yang sedang berdoa sepakat dengan Donny, itu bule juga. Rapi, student di Delft University of Technology (TU Delft). Hhhm… Donny berpikir, pasti bule seperti ini yang Tuhan kirim.

Penginjilan dimulai pk. 10.30, banyak bule-bule yang hadir. Donny pun bertanya-tanya,
” Tuhan, apakah orang ini yang dimaksud?”
Sepi…
Sudah orang ke tiga, hampir ke empat, Donny bertanya lagi pada Tuhan, tetap tidak ada jawaban.
Padahal koordinator sudah memberikan arahan agar semua berkumpul di samping gereja Katolik di tengah market.

Ketika sedang berjalan untuk berkumpul, Donny berkata dalam hati,
“Tuhan, saya sudah menjalankan apa yang Tuhan mau lho, tetapi gak ketemu…”

Nach tiba-tiba mata Donny bisa melihat, terpaku pada orang yang jaraknya sekitar 20 meter darinya. Dan langsung Tuhan berkata,
“Ini lho orangnya…”
Segera Donny mendekat, orang itu sedang berbicara dengan dua orang teman Donny, pasangan suami istri di komselnya. Mereka menawarkan sup hangat bagi orang itu. Tapi Tuhan berkata,
“Bawa dia ke rumah.”

Donny teringat perkataan Tuhan kemarin, tetapi bule ini bertolak belakang sekali dengan bayangan dikepalanya. Bule ini homeless alias gelandangan, yang bau badannya tidak enak, kumal, merokok, bau alkohol dan giginya ompong… ?
Ya sudahlah, Donny mengajaknya makan. Sampai teman-temannya heran, apa Donny gak salah?

Donny mengajak ke rumahnya. Marek honorowicz, nama orang itu. Seorang Polandia yang hidupnya kacau balau. Cerai, patah semangat, frustrasi dengan keadaan, lalu pindah ke Belanda tetapi belum dapat pekerjaan, akhirnya tidur di jalanan atau di kolong jembatan. Karena Marek hanya bisa berbahasa Jerman, komunikasi lebih banyak dengan menggunakan bahasa isyarat.

Donny berhikmat. Di rumah dia sengaja meletakkan dompetnya, tetapi uang yang banyak dan kartu-kartu penting sudah diamankan dulu, untuk ngetest si Marek. Karena dia tinggal di rumah itu dengan temannya, Agus, yang sama-sama melayani di bidang majalah.

Waktu Marek disuruh mandi, duh… bajunya
Sudah seperti sampah basah semua. Donny memberinya bajunya yang bersih.
“Kamu boleh mandi kapan saja kamu mau,” ujar Donny. Karena tinggal di wilayah mahasiswa, baik listrik mau pun air gratis di rumahnya.

Dibukanya kulkas, ternyata masih ada 3 potong ayam, dimasaklah untuk makan. Saat mereka berdua sedang makan, Donny mendengar Tuhan berkata,
” Di mana kamu ketika Aku haus dan lapar….?”
Trenyuh hatinya, hingga masuk ke kamar mandi untuk mengusap air matanya…
“Tuhan, aku sudah tahu ayat ini sejak lama, tetapi baru kali ini paham artinya memberi…”

Tiba-tiba Agus pulang, segera Donny menjelaskan,
“Ini teman kita yang dapat di penginjilan..”
“Beneran ini Don, lu bawa ke rumah? Tapi gua percaya deh klo emang lu yakin.”
“Gua gak tau juga, tetapi ini yang Tuhan ngomong di hati gua…”

Jadi awalnya dicoba, Marek tinggal di rumahnya 4 hari. Lalu diberi uang 25 Euro. Dia bilang, biaya tinggal di penampungan 5 Euro/hari. Dengan uang segini, dia hanya bisa tinggal 5 hari.
“Oke, klo kamu ga bisa tinggal di mana-mana, kamu tunggu saya di sini.”

Betul juga, 5 hari kemudian Marek sudah menunggu di depan rumahnya. Agus juga mulai bisa melihat si Marek ini baik. Demikian berlangsung beberapa kali, akhirnya Donny bilang, rasanya Marek mesti tinggal di sini. Tuhan beri keyakinan itu. Agus percaya saja pada Donny.
“Tenanglah, gua akan gunakan hikmat.” Agus setuju.

Donny bekerjasama dengan temannya menjual sepeda bekas. Suatu ketika Marek diberinya sepeda bekas. Duh… Girang bukan main. “Tahu ga dulu saya ke mana-mana jalan kaki, sepeda ini bagaikan diberi mobil buatku”, cerita si Malek yang makin fasih berbahasa Belanda..

Marek lucu, dia tau persis kapan jadwal homeless dapat makan gratis. Jadi kadang dia pulang ke rumah dengan membawa roti, telur dsb. untuk dimakan bersama.

Marek mulai bertanya, apakah Donny ke gereja. Donny menjelaskan saat betemu Marek, dia sedang memberitakan kasih Tuhan Yesus.
“Kamu malaikatku,” Marek menimpali.
“Kamu juga malaikat saya…,” jawab Donny.
“Maksudnya?”
“Kamu orang baik. Ketika aku menemukan orang baik, aku menemukan malaikat.”
Marek diam meski gak paham.
Waktu bergulir Marek semakin fasih berbahasa Belanda. Agus dan Donny lebih mudah berkomunikasi dengan Marek sekarang.
Selang waktu 6 bulan Marek tinggal bersama Agus dan Donny. Marek juga rajin beribadah di gereja dan ikut komunitas cell group Donny. Marek merasa bagian dari kami. Walau asal Polandia tetapi merasa bagian dari keluarga besar cell group dan kehadirannya sudah mulai di terima oleh jemaat Gereja Tuhan di Delft.

Suatu sore Agus share ke Donny tentang rencana pernikahan nya .
“ Don, Aku rencana mau menikah dan tinggal di rumah ini. Tapi sepertinya rumah ini harus di tata di cat dan di benahi “
“ Oh.. Serius Gus kamu mau nikah ? Wah… senang dengarnya . Aku pasti bantu Gus, walau tidak professional tapi yang penting niat kan “
Kami tertawa bersama…
“ Gus, nanti aku dan Marek Pindah , tenang aja , TUHAN pasti menyediakan tempat tinggalnya….. kita sekarang fokus ke rumah ini… di kerjakan yang mana dulu ya Gus?”
Ketika kami sedang mencari ide.
Tiba tiba Marek masuk ke ruang tamu.
Dan menanyakan apa yang sedang kami percakapkan.
Donny menjawab
“Marek, Agus mau nikah tetapi rumah ini musti di tata kan”
Marek tertawa lebar… Agus dan Donny kebingungan
“Kok kamu tertawa Marek?, Apa yang lucu? .. ini serius Agus mau menikah dan kita butuh…”
Donny belum selesai dengan kalimatnya Marek memotong … ”Aku tahu Donny. Dan Akulah orang yang tepat !.”
Agus dan Donny saling berpandangan keheranan.
Marek dengan penuh percaya diri berkata “ Di polandia aku biasa mengerjakan sendiri renovasi rumah, mengecat rumah, memasang laminat, membuat dapur dan lain lainnya. Aku akan membuat rumah ini akan nampak seperti baru !”
Agus dan Donny tertawa sambil menimpali Marek yang masih tersenyum lebar Agus, ingin meyakinkan diri sendiri, keseriusan ucapan marek barusan.
“ Hah … benar ini ? Apa kamu bercanda Marek?!”
Marek meyakinkan Agus, “Benar Agus!”
Ha ha ha … kami semua tertawa, Agus menepok jidatnya “Don cara TUHAN Ajaib ya “
Marek mengernyitkan dahi karena Agus mengucapkan kalimat di atas dengan Bahasa Indonesia
Marek sedikit protes berkata,
“Aku tidak mengerti, gunakan Bahasa Belanda dong !”
Kami semua tertawa terbahak bahak.
Rencana TUHAN Ajaib, Marek mengerjakan semua keperluan rumah mengecat, memasang gordijn, memasang laminat dan lain lain sampai benar benar rumah siap untuk tinggal pasangan Agus dan Rina.

Marek seperti dapat angin segar pewahyuan, beberapa hari sebelum pernikahan, Marek berkata
“ Donny ik ben rijk … artinya Aku kaya “
Lalu Donny cepat merespon dan berkata
“ Ya Marek kita kaya dalam YESUS”
Marek memegang tangan Donny berkata
“ Itu pasti, tapi maksudku aku akan menjadi orang kaya, ada duit dan punya perusahaan”
Singkat cerita Marek memulai usaha sebagai pekerja borongan untuk Merenovasi Rumah. Dari mengecat, memasang laminat, dan semua keperluan rumah.
AJAIB YESUSKU .

Mata Donny berkaca kaca, teringat pertemuan pertamanya dengan Marek, seorang tunawisma yang sedang berada di ujung tanduk, dekil dan bau sampah sekarang marek mau beli mobil.
“Apa lagi ini TUHAN?“ Gumam Donny dalam hatinya.

Diam diam Marek merencanakan suatu kejutan untuk Donny.
Sudah terjadi kesepakatan dengan penjual mobil, Marek berulah kembali.
“Don,” Marek menyerukan nama Donny sambil melempar kunci mobil. “Ini berkat TUHAN untuk kamu. Ini Mobil buat kamu” ? Donny setengah berteriak, “ Bercanda… gila lu Marek “
Marek tertawa lebar,
“Aku serius Donny, Kamu malaikat aku …”
Donny terdiam, air matanya tidak bisa terbendung lagi.

Terkadang kita tidak perlu harus mengerti semua dikatakan TUHAN, tetapi taati saja. Karena TUHAN tahu yang lebih Indah, ketika kita mentaati apa yang di katakan-NYA.
Kejutan surgawi itu di mulai dari langkah sederhana yaitu Lakukan saja apa yang TUHAN katakan. Ujungnya pasti ada kejutan lainnya yang membahagiakan. Bak di peluk Yesus dan dielu-elukan sejuta malaikat surgawi rasanya.

Marek Honorowicz darimu aku belajar artinya memberi di saat aku sebenarnya tidak punya banyak untuk di berikan.
Marek Honorowicz darisenyummu aku melihat YESUS yang hidup
Marek Honorowicz, Ketika sedang susah, aku selalu ingat pertemuan kita, seolah aku di charge sejuta watt harapan sehingga aku bisa berkata hanya langit pembatasnya, The Sky Is The Limit. Nothing is impossible IN JESUS CHRIST.

When we pray God hears more than we ask and gives more than we can imagine.

Saat kita berdoa, Tuhan mendengar lebih dari yang kita minta dan memberi lebih dari yang bisa kita bayangkan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Cantik & Pengetahuan… Apa Hubungannya?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Cantik & Pengetahuan… Apa Hubungannya?

Raja terkaya di dunia dan orang paling bijaksana di muka bumi: King Solomon/ Raja Salomo/Raja Sulaiman berkata,

As a jewel of gold in a swine’s snout, so is a fair woman which is without discretion.

Ternyata dalam terjemahan Bahasa Inggris, ada berbagai pengungkapan yang sedikit berbeda, tetapi membuat kita memahami lebih dalam maknanya.:

Seperti anting-anting emas di jungur babi, demikianlah perempuan cantik yang tidak susila.

Wanita cantik yang tidak bijaksana seperti cincin emas di moncong babi.

“Seperti cincin emas di hidung babi, adalah wanita cantik yang tidak punya akal.

Seperti cincin emas di moncong babi adalah wajah cantik dengan kepala kosong.

Ternyata definisi kecantikan adalah wanita yang bijaksana, berakal ( mengerti stategi, cerdik), kepalanya berisi (pengetahuan) dan bersusila (beretika, bermoral baik).

Jika tidak demikian, kecantikannya serupa dengan anting emas yang mahal namun bertengger di hidung babi yang kotor.

“Menurutku, percuma saja menaruh anting-anting emas di hidung babi…”, ujar Duane Sheriff guru saya terbahak-bahak. Babi tetaplah babi… Meskipun dimandikan akan kembali ke kubangan.

Intinya, percuma mendadani yang diluar, karena siapa jati diri manusia itu, ditentukan oleh yang ada di dalam.
Yang rohani menentukan yang jasmani. Yang spriritual membentuk yang natural.

DIIIEEENKKKK….

Teringat P. Ken Sudarto, pendiri Matari grup yang terkenal saat ditanya oleh wartawan sebuah majalah nasional yang terkenal, kriteria wanita cantik itu seperti apa?

“Ada wanita yang secara fisik cantik sekali, nyaris sempurna, tetapi setelah 5 menit bercakap-cakap dengannya, kita tidak tahu mau ngomong apalagi?,” ujar P. Ken.

Kesimpulan dari pendapat Raja Salomo dan P. Ken Sudarto, kecantikan bukan hanya sekedar fisik, bukan pula apa yang dikenakan di sisi luar seseorang, namun lebih pada kecantikan di dalam kepribadiannya: bijaksana, berakal ( mengerti stategi, cerdik), kepalanya berisi (pengetahuan) dan bersusila (beretika, bermoral baik), tentunya yang selaras dengan kebenaran sejati, Firman Tuhan.

Wanita adalah penolong para pria alias suami. Artinya penasehat. Nach negara kuat jika penasehatnya bijak dan bisa diandalkan.

Inilah target yang mesti dikejar karena kualitas ini akan tetap bersinar, tidak peduli berapa usia seseorang, bahkan akan membuat seseorang tetap dikenang meski sudah tidak ada di dunia ini. Jaminan di bumi dan surga. Keren…

Kualitas ini pula yang mencerminkan karakter Allah, jika dilandasi dengan kasih Allah serta kebenaran firman Tuhan sebagai fondasi hidupnya.
Berkat, damai sejahtera, kelimpahan, kemakmuran, keberuntungan, kesehatan Ilahi, kehormatan, umur panjang akan mengikutinya secara alami.
Diluar Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa.


Saya merenung, pengetahuan seperti apa yang mesti diserap? Dunia saat ini menawarkan begitu banyak hal-hal yang nampak glamor, memukau tetapi bukan kebenaran yang sejati.
Hal-hal yang sekian puluh tahun tabu dibicarakan, dilihat atau dilakukan, sekarang justru dipamerkan bahkan dijadikan modal untuk exist di dunia hiburan, misalnya.
Saat berbicara tentang pernikahan pun perlu diberi embel-embel, artinya pria dengan wanita. Bukan sesama jenis yang sudah dilegalkan di negara-negara maju.

Karena itu saya memilih berhati-hati sekali dengan buku yang saya baca, film yang saya tonton dan teman-teman dekat dengannya saya bergaul dekat. Semua itu menentukan ending hidup saya berada di mana….

Lalu saya menemukan rahasia besar ini:
These are the proverbs of Solomon, David’s son, king of Israel. Their purpose is to teach people wisdom and discipline, to help them understand the insights of the wise.
Their purpose is to teach people to live disciplined and successful lives, to help them do what is right, just, and fair.

Inilah amsal Salomo, anak Daud, raja Israel. Tujuan amsal untuk mengajarkan kebijaksanaan dan disiplin bagi orang-orang, membantu mereka memahami wawasan orang bijak. Mengajar mereka menjalani kehidupan yang disiplin dan sukses, sehingga mengarahkan mereka melakukan apa yang benar, tepat dan adil.

Wow… Inilah pengetahuan yang dimaksud, agar seseorang menjadi cantik dan bijak yang sejati. Dari pengetahuan inilah, kita dapat mengambil keputusan yang bijaksana, berdasarkan kebenaran yang sejati: Perkataan Tuhan, yang tidak lekang oleh waktu. Tetap sama, baik dulu, sekarang dan selamanya.

Teringat nasehat Peter Drucker, Bapak Management Modern,
banyak orang yang seumur hidupnya mengejar sesuatu mati-matian, ibarat naik tangga kesuksesan namun setelah tiba di puncak, baru menyadari, ternyata tangga itu bersandar pada sisi tembok yang salah.
Dia tidak menemukan apa yang didambakannya.

Kecewa…. Hampa….

“Hai anakku, janganlah engkau melupakan ajaranku, dan biarlah hatimu memelihara perintahku, karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu.
Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu, maka engkau akan mendapat kasih dan penghargaan dalam pandangan Allah serta manusia.
Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak, takutlah akan Tuhan dan jauhilah kejahatan; itulah yang akan menyembuhkan tubuhmu dan menyegarkan tulang-tulangmu. Muliakanlah Tuhan dengan hartamu dan dengan hasil pertama dari segala penghasilanmu, maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya,” demikian nasehat Raja Salomo.

Wow….
Ternyata inilah rahasia agar tidak sekedar cantik tetapi memiliki kehidupan sejati yang didambakan manusia di bumi: umur panjang ada di tangan kanannya, di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan. Jalannya adalah jalan penuh bahagia. Jalannya, sejahtera semata-mata.

Mau? Belajar sama-sama yuk….

“When we put God first, all other things fall into their proper place or drop out of our lives. Our love of the Lord will govern the claims for our affection, the demands on our time, the interests we pursue, and the order of our priorities.” – Ezra Taft Benson

“Ketika kita mengutamakan Tuhan, semua hal baik akan berada di tempatnya yang seharusnya, sementara yang tidak selaras akan keluar dari kehidupan kita. Kasih kita kepada Tuhan akan mengatur perjalanan kasih, seberapa banyak waktu yang kita luangkan, minat apa yang kita kejar, akan mengikuti urutan prioritas kita.” – Ezra Taft Benson

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Anda termometer atau termostat?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Termometer VS Termostat.

Apa sich sesungguhnya menjadi orang Kristen?
Mengubah pola pikir manusia lama, termometer, menjadi pola pikir Kerajaan Allah, termostat.

Termometer, hanyalah mencerminkan situasi di sekeliling kita. Lingkungan kena pandemi, semua orang bermasalah, kita pun seperti mereka. Segala keadaan diresponi dari apa yang ditangkap oleh pancaindra dalam mengevaluasi keadaan dan menggunakan sumber daya yang kita miliki, kemudian memutuskan suasana hati serta tindakan yang akan dilakukan berdasarkan informasi tersebut.
Hidup jadi sama galaunya, sama kacaunya dengan orang-orang dunia.
Tidak lebih dan tidak kurang!

Padahal ketika menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, secara instan kita menjadi Ciptaan Baru. Yang lama sudah berlalu dan yang baru sudah datang.
Di mana manusia barunya?

Lahir baru terjadi secara instan, namun menghidupi kelahiran baru itu butuh proses. Sederhananya, proses meninggalkan karakter budak di Mesir menjadi karakter anak-anak Tuhan di Tanah Perjanjian, yang berlimpah-limpah susu dan madunya. Selama pola pikir budak masih melekat di kepala, meski kelimpahan tersedia, namun kita tidak bisa meraihnya.

“Ciptaan baru” melihat penyediaan, kekuatan, sukacita serta penyediaan Tuhan yang tak terlihat dan tak terbatas. Dengan memahami janji-janji-Nya, kita menerimanya dengan iman sehingga manifestasinya tercipta secara natural.

Ciptaan Baru adalah termostat.
Termostat banyak digunakan pada AC. Meski temperatur di luar 32° Celcius, dengan termostat kita bisa menyetel suhu ruangan menjadi 20° C.
Termostat MENGENDALIKAN suhu ruangan, sementara termometer hanyalah MENCERMINKAN suhu ruangan.

Sama seperti termometer hanya dapat mencerminkan suhu ruangan tetapi tidak melakukan apa pun untuk mengubahnya, seorang Kristen duniawi menghabiskan waktunya untuk mengeluh, mengomel, menyalahkan keadaan serta menyalahkan Tuhan. Mereka tidak menyelaraskan diri dengan Hukum-hukum Kerajaan Allah untuk menciptakan perubahan.

Sebaliknya, orang Kristen termostat akan menetapkan tujuan, dan dengan anugerah Tuhan memberdayakan imannya untuk mempengaruhi keadaan dengan cara yang positif.

Berikut adalah beberapa ayat termostat:

“Yesus menjawab mereka: ”Percayalah kepada Allah! Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”
Markus 11:22?-?23 TB

Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.
2 Korintus 4:13 TB

Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 6:33 TB

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,
Efesus 3:20 TB

Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.
2 Petrus 1:4 TB

Daripada membiarkan diri kita dibentuk oleh lingkungan sekitar pada hari ini, buatlah pilihan untuk mempengaruhi keadaan, menjadikannya kebaikan bagi kita sendiri mau pun sesama.
Jadilah termostat!
Kita dilahirkan ke dunia untuk menjadi Pemenang!

The church was not merely a thermometer that recorded the ideas and principles of popular opinion; it was a thermostat that transformed the mores of society. – Martin Luther King Jr.

Gereja bukan hanya sebuah termometer yang mencatat ide-ide dan prinsip-prinsip pendapat umum; Gereja adalah termostat yang mengubah adat istiadat masyarakat. – Martin Luther King Jr.

Sumber: Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Fakta Yang Kita Alami Berlawanan Dengan Doa Yang Dipanjatkan? Ini Jawabannya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Fakta Yang Kita Alami Berlawanan Dengan Doa Yang Dipanjatkan? Ini Jawabannya!

Ada masalah yang membebani, dan sudah bertahun-tahun belum juga saya terima jawaban dari Tuhan. Kadang melelahkan. Pikiran berputar-putar kian kemari, tergoda mengira-ira bagaimana cara Tuhan menjawab doa.

Dalam keadaan jenuh dan lelah, saya bertanya kepada Tuhan dan minta agar diberikan imajinasi yang selaras dengan jawaban doa yang saya panjatkan.
Segala sesuatu yang terjadi di alam natural, dimulai dari apa yang kita lihat secara spiritual.
Lalu 2x Tuhan mengirimkan pengajaran tentang Yusuf.
Saya tau, tau, dan tau… Ini jawaban Tuhan bagi saya.
Sekarang saya bisa mengimajinasikan jawaban doa dengan mata rohani.

Yusuf mendapat mimpi akan menjadi pemimpin besar tetapi apa yang dialami sangat sangat jauh dari mimpinya.
Dijual oleh saudara-saudaranya menjadi budak.
Konon klo budak dijual, dia dipamerkan dalam keadaan telanjang agar calon pembeli bisa melihat, budak yang akan dibeli ada cacatnya atau tidak.
Bisakah kita membayangkan perasaan Yusuf?
Perlakuan yang sangat menghancurkan harga dirinya sebagai manusia, namun hebatnya, Yusuf bisa terus memegang janji-Nya di tengah situasi yang sedemikian mustahil, merendahkannya, dan dia tidak berontak.

DIEEEENK…..
Bagaimana dengan saya?
Bisakah saya terus berdiri teguh di atas Janji-Nya bahwa masa depan saya adalah masa depan yang penuh harapan?
Bahwa Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya?
Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita?

Tidak berhenti sampai disitu, Yusuf bertahun-tahun bekerja di rumah Potifar, pejabat Mesir yang membelinya sebagai budak.
Dan Yusuf bekerja dengan sangat baiknya, hingga Potifar tidak perlu mengurus apa pun. Semua beres berkat Yusuf..

“Potifar juga sangat diberkati karena Yusuf,” demikian P. Chris Manusama mengajarkan.

Kalimat P. Chris ini sangat menginspirasi dan menjadi pegangan hidup saya.
Banyak hal yang saya tidak bisa. Banyak pula masalah dan persoalan yang saya tidak tahu solusinya.
Tetapi…. Jika karena Yusuf, Potifar diberkati, apalagi jika ada seorang istri, ibu, pebisnis, jemaat dll… yang cinta Tuhan, tentunya suami, keluarga, anak-anak, bisnis, lingkungan pun akan diberkati karena orang itu.

Nach ini saya bisa dan saya mau bayar harganya. Yang keren-keren mungkin saya gak bisa tapi mendekatkan diri kepada Tuhan, saya suka, mau dan bisa.

Apalagi yang dilakukan Yusuf?
Mengerjakan yang terbaik, apa pun yang ada di tangannya. Ini saya juga bisa. Maka saya berusaha semaksimal mungkin mengerjakan apa yang saya bisa, sebaik mungkin, semaksimal mungkin. Yang ga bisa, serahkan Tuhan.

Meski pun Yusuf sudah ‘do his best’, bukannya dapat promosi tetapi justru difitnah istri Potifar.
Karena mempertahankan kekudusan dan menghormati Allah, Yusuf justru dilemparkan ke dalam penjara.
Betapa tidak adilnya…. Huh….
Serasa makin jauh dari visi menjadi pemimpin besar.

Itu pula yang selama ini membayangi pikiran saya….
Gak ada peluang kalau dipikir dengan otak saya yang hanya sebesar kacang, ‘your peanut brain’, istilah guru-guru Charis.
Itulah yang membuat iman saya bak yoyo… Naik turun, naik turun….

Tetapi Tuhan bisa membuat Raja Mesir bermimpi dan membuatnya galau. Para ahli tidak ada yang mampu mengartikan mimpi sang raja.
Akhirnya, si juru minuman ingat, saat di penjara bertemu dengan Yusuf yang mampu mengartikan mimpinya dan mimpi juru roti dengan tepat.

Dipanggillah Yusuf menghadap raja.
Yang luar biasa, Yusuf mandi dan mempersiapkan diri dengan sangat baik saat bertemu dengan raja.
Yusuf senantiasa memegang teguh visi Tuhan bahwa kelak dia akan menjadi pemimpin besar, dan ketika kesempatan-kesempatan baik muncul, Yusuf senantiasa bersiaga.

Darimana kita tahu?
Ketika Yusuf mengartikan mimpi raja, baik sang raja mau pun para pejabat lainnya, tidak melihat Yusuf membawa diri sebagai seorang narapidana tetapi mereka melihat pembawaan dan wibawa seorang pemimpin.
Itulah sebabnya, tanpa ragu sang raja menobatkan Yusuf menjadi orang ke dua terpenting di Mesir.

Kalau sikap Yusuf mengasihani diri sendiri, menyalahkan keadaan, biasa menunda pekerjaan, maka kebiasaan dan karakter pecundang pasti nampak melalui bahasa tubuh Yusuf. Makes sense?
Tetapi Yusuf tidak. Kebiasaannya melakukan yang terbaik, menjadi yang terbaik, senantiasa membangun hubungan yang intim dengan Allah dan terbiasa mengatur serta melayani orang lain, terpancar melalui penampilannya… Pede!
Wibawa Allah menyertainya.

Kata Firaun kepada Yusuf:
Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat; hanya takhta inilah kelebihanku dari padamu.”

Selanjutnya Firaun berkata kepada Yusuf:
”Dengan ini aku melantik engkau menjadi kuasa atas seluruh tanah Mesir.”
Sesudah itu Firaun menanggalkan cincin meterainya dari jarinya dan mengenakannya pada jari Yusuf; dipakaikannyalah kepada Yusuf pakaian dari pada kain halus dan digantungkannya kalung emas pada lehernya.

Apa yang mustahil bagi Allah?
Yusuf berangkat menemui raja, statusnya narapidana, tetapi pulang sebagai pejabat tinggi paling berkuasa di Mesir nomor 2 setelah raja.

Mengapa Yusuf harus 13 tahun mengalami kehidupan yang tidak nyaman?
Melalui pengalaman-pengalaman hidupnya, karakter dan hikmat Yusuf dibentuk hingga makin tajam, bijak dan arif.
Terbukti ketika ayahnya meninggal dan saudara-saudaranya takut Yusuf membalas kejahatan mereka, dengan lembut Yusuf menenangkan hati mereka:

”Janganlah takut, sebab aku inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Jadi janganlah takut, aku akan menanggung makanmu dan makan anak-anakmu juga.”

Karakter bijak Yusuf tidak terjadi otomatis tetapi dibentuk oleh pengenalan akan Allah yang intim serta dibentuk oleh berbagai pengalaman hidupnya. Bagaimana Yusuf tetap percaya, beriman meski keadaan bertolak belakang?
Dan tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!

Merenungkan hal ini sungguh membuat saya bersemangat.
Kunci sukses Yusuf, terus memegang Visi Tuhan, meski keadaan yang dihadapi seolah bertolak belakang.
Tetap menjaga mata rohani melihat penggenapan visi tsb.
Lakukan yang terbaik apa saja yang hadir di setiap musim kehidupan kita, serta nikmatilah.
Menikmati dengan penuh sukacita, apa pun yang kita alami adalah bukti kita mempercayai Allah.

Allah tahu apa yang kita perlukan untuk mengelola berkat dan tanggung jawab besar di masa depan.
Diperlukan karakter, sikap dan kebijaksanaan besar agar dapat mengerjakan proyek-Nya yang besar sehingga dunia bisa melihat : ini seukuran Tuhan, bukan seukuran kita.

Bukankah kita menjalani setiap langkah kehidupan ini bersama-Nya?
Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat!
Tuhan tidak pernah salah arah.
Percayalah!

If you fill your life with the Word and travel the path of obedience, your miracle will occur.” – Bob Yandian.

Jika Anda mengisi hidup Anda dengan Firman dan menempuh jalan ketaatan, mujizat Anda akan tercipta.” – Bob Yandian.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 152 153 154 155 156 314