Category : Articles

Articles

Tuhan Ingin Kita Makmur & Sehat. Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Tuhan Ingin Kita Makmur & Sehat. Mau?

If God can get it through you, He will get it to you – Andrew Wommack

Jika Tuhan bisa mempercayai Anda untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang Ia inginkan bagi orang lain, Ia juga akan menggunakan orang lain untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang Ia inginkan bagi Anda.
Demikian P. Jacob post di grup murid Cj1.
Mak Jleb…..

Beberapa waktu lalu, beberapa teman japri menanyakan, mengapa mereka sudah berdoa tetapi belum juga terjawab, terutama untuk terobosan ekonomi.
Sementara teman-teman lain koq serasa tidak pernah berkekurangan, berkat senantiasa mengalir dari segala arah.

Pertanyaan yang tidak mudah untuk menjelaskannya.
Ada 2 selokan (ditch) di kiri dan kanan. Ada golongan yang anti kemakmuran, ekstrim kiri, sehingga menganggap miskin itu tanda kekudusan.
Ada juga yang fokusnya kemakmuran, semua bicara soal duit, harta, aset dll, ekstrim kanan.

Yang betul bagaimana?
Kita Hidup Makmur dan Berkelimpahan itu Kehendak Tuhan, karena Tuhan datang untuk memberi Hidup, dan memberinya di dalam Segala Kelimpahan.

Tetapi yang perlu kita samakan dulu persepsinya, arti Kemakmuran & Kelimpahan yang Tuhan maksudkan.
Makmur itu BUKAN rakus, egois, hanya memikirkan kepentingan diri sendiri. Apalagi menghalalkan segala cara demi keuntungan pribadi, itu bukan God’s Way, cara Tuhan.

BUKAN tentang saya (me)…saya(me)… & saya (me)…
Biar lebih hebat dari tetangga, teman dsb.
Flexing ke sana ke mari, pamer kekayaan….
Bukan itu! Itu Makmur ala Dunia.

Kemakmuran menurut definisi Tuhan, punya Cukup – apa pun yang kita butuhkan, itu Cukup. Dan masih punya Extra, untuk berbagi kepada sesama.
Rumusnya: Makmur/Berkelimpahan = CUKUP + EXTRA.

Cukup itu dilambangkan dengan Roti, yang kita butuhkan untuk makan dan hidup.
Sedangkan extranya, dilambangkan dengan Benih, yang ditaburkan dalam kehidupan orang lain.

Lalu bagaimana cara memperoleh kemakmuran?
If God can get it through you, He will get it to youAndrew Wommack

Jika Tuhan bisa mempercayai Anda untuk melakukan atau memberikan
sesuatu yang Ia inginkan bagi orang lain, ia juga akan
menggunakan orang lain untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang Ia inginkan bagi Anda.
Blessed To Be A Blessing – Diberkati Untuk Menjadi Berkat.

Jika kita menggunakan apa saja yang kita miliki, dengan tujuan untuk memberkati sesama, Tuhan akan mencukupkan apa pun yang kita butuhkan.
Apa saja…. Name it! Sebut saja!

Bahkan hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang & harta.
Tubuh yang sehat, kesembuhan, ini contoh sederhana yang kita peroleh ketika hati dipenuhi damai (Peace) dan sukacita (Joyful) karena meninggikan Allah yang berdiam di dalam roh kita dan mengutamakan Tuhan menjadi yang utama & terutama dalam kehidupan kita.

Tidak berarti hidup steril masalah lho!
Damai sejahtera yang melampaui segala akal, terlepas apa pun situasi yang kita hadapi. Kita berespon dengan cara yang berbeda dari dunia.

Itulah sebabnya Tuhan mengajarkan,
Semua itu dicari bangsa-bangsa yang Tidak Mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
*Carilah dahulu Kerajaan Allah dan Kebenarannya, maka semuanya: apa pun yang kita butuhkan, baik yang berupa materi, aset, kesempatan, pemulihan, kesehatan Ilahi, umur panjang, kehormatan, penghargaan, promosi dsb, termasuk jaminan hidup kekal di surga kelak, Tuhan sediakan lengkap bagi kita.

Perhatikan:
Jika Tuhan bisa mempercayai Anda untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang IA INGINKAN BAGI ORANG LAIN,
Artinya,
Kita menjadi jawaban, solusi, kasih, perhatian orang lain. TERLEBIH DAHULU ….
Tuhan juga akan menggunakan orang lain untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang IA INGINKAN BAGI ANDA
Tuhan pun akan memakai orang lain menjadi jawaban, solusi, atas kebutuhan kita.

Tuhan, Bapa kita tahu koq apa kebutuhan kita…. dan kita sadar, kita Orang-Orang Yang Sudah Diberkati Karena Allah Yang Maha-Kaya & Maha-Kuasa, tinggal di dalam roh orang percaya.
Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah diberkati? Dia memberi, menabur, berbagi…. apa saja yang Tuhan sudah depositkan dalam kehidupan.
Menabur kasih, perhatian, kepandaian, pertolongan, kepedulian, motivasi, firman, kata-kata yang menguatkan, barang, uang, waktu dsb. Semuanya itu Benih, yang akan berbuah sesuai jenisnya.

“Memberi itu bukan uang kan B. Yenny? Klo yang lain saya punya, tapi uang gak punya…”, ujar seorang anak muda.

Kasih itu memberi, termasuk uang. Klo Anda bilang gak punya uang, tetapi bisa beli makanan, sesungguhnya Anda punya uang.
Memberi uang tidak harus jumlah tertentu, berapa pun yang bisa Anda sisihkan dari apa yang Anda miliki.
Manusia melihat yang kasat mata, tetapi Tuhan melihat hati, motivasi di dalam memberikannya. Tidak harus besar, berapa pun itu, diperhitungkan Tuhan sebagai ketaatanmu.

Apa yang diberikan bagi orang lain itu Benih yang ditabur.
Kalau tidak menabur benih, secara natural, mustahil bukan untuk panen? Karena itu kita perlu menabur benih!

Saat Benih ditabur, 1 biji mangga misalnya, tidak langsung panen. Perlu waktu untuk tumbuh dan berkembang. Perlu dirawat, disirami, benalu disingkirkan dsb.
Dirawat artinya setelah menabur Benih, kita tetap merawat hati dengan belajar firman dan menghidupinya.
Benalu menggambarkan pikiran negatif, hal-hal yang mengganggu fokus kita kepada Tuhan, harus disingkirkan.
Agar kita benar-benar mencari Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya.
Maka pada watunya, pohon mangga akan berbuah. Tidak hanya 1 biji, tetapi banyak.
Makin pandai berbuah, setiap musim mangga kita akan terus menerus panen. Setiap tahun hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.
Nach itu cara kerja kelimpahan Kerajaan Allah.

Karena itu orang-orang yang sudah terbiasa menghidupi Hukum Kerajaan Allah, memberi apa saja, sudah menjadi Life-Style hidupnya secara alami. Tidak lagi menunggu kapan panen. Karena taburan benihnya ada di mana-mana, Berkat Tuhan justru senantiasa mengejarnya.

”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.”
Semakin kita setia dan bertanggung jawab dalam mengelola apa yang Tuhan percayakan, maka kita akan dipercayakan hal-hal yang lebih besar lagi oleh Tuhan. Maka kelimpahan kita akan makin besar dan makin memberkati sesama dalam lingkup yang lebih luas lagi. Pengaruh dan keteladanan kita pun makin dahsyat. Jadi Terang & Garam dunia. Itulah kehendak Tuhan bagi setiap kita.

Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya, adalah jaminan bagi orang – orang yang konsisten, setia, berkomitmen mentaati kehendak-Nya.


We receive the measure we respond. If we want to receive more, we have to respond more – Nancy Dufresne

Kita menerima ukuran yang kita responi. Jika kita ingin menerima lebih banyak, kita harus lebih banyak menanggapi – Nancy Dufresne

Allah itu tidak memandang muka dan tidak pilih kasih.
Kalau kita bertanya-tanya, mengapa teman kita berkelimpahan, sedangkan kita tidak?
Coba check & recheck, apakah kita juga berkomitmen, disiplin serta konsisten untuk melaksanakan apa yang Tuhan percayakan kepada kita?
Apakah kita hamba yang bisa dipercaya?
Karena apa yang Tuhan depositkan di dalam kehidupan kita: uang, harta, talenta, kemampuan, kesempatan, kesehatan, kepandaian dll semua itu hanyalah titipan-Nya.
Kita hanyalah Pengelola alias Steward.
Jadi pastikan kita memanfaatkannya sesuai dengan Kehendak Pemiliknya yaitu Allah sendiri.

Dan jangan memberi uang atau apa saja, karena terteror, takut tidak diberkati, terpaksa dsb. Itu bukan dari Tuhan.
Yang suka meneror itu si iblis….
Ciri iblis, dia berusaha mencuri, membunuh dan membinasakan.

Berapa yang mau ditabur? Bingung? Berdoa tanya Tuhan. Dengarkan suara lembut dalam hati (roh), itu suara Tuhan.
“Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita”

Siap praktik?
Yuk…. jadi pengelola yang setia & bertanggungjawab.

I have one compelling focus: I forget all of the past as I fasten my heart to the future instead. I run straight for the divine of reaching the heavenly goal. – Jerry Savele.

Saya memiliki satu fokus yang menarik: Saya melupakan semua masa lalu, mengikatkan hati saya ke masa depan. Berlari lurus menuju yang ilahi untuk mencapai tujuan surgawi. -Jerry Savele.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Percaya, atau mengeluh?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Percaya, atau mengeluh?

Dalam Mazmur 105 dan 106, Daud menceritakan kisah Israel yang dibebaskan dari perbudakan Mesir. Daud menceritakan perbuatan Tuhan dan pemberontakan rakyat yang sering terjadi. Dalam Mazmur 106:24-25, kita menemukan kata-kata ini mengenai sikap Israel terhadap Allah dan pemeliharaan serta pembebasan-Nya.

Mazmur 106:24-25 (TB) Mereka menolak negeri yang indah itu, tidak percaya kepada firman-Nya.
Mereka menggerutu di kemahnya dan tidak mendengarkan suara TUHAN.

Di ayat lain dijelaskan bagaimana mereka melupakan Tuhan, memakan korban untuk orang mati, memberontak melawan Roh-Nya, mempelajari cara orang bukan Yahudi, melayani berhala mereka, dan bahkan mengorbankan putra dan putri mereka untuk setan!
Kita dapat melihat perkembangan kejatuhan Israel yang dimulai dengan meremehkan tanah perjanjian dan tidak mempercayai Firman-Nya. Mereka malah memilih untuk mengeluh, dan tidak mendengarkan suara Tuhan.

Inilah pewahyuan yang serius. Paulus menyatakan hal-hal ini ditulis untuk kita!

1 Korintus 10:6 (TB) Semuanya ini telah terjadi sebagai contoh bagi kita untuk memperingatkan kita, yang kepadanya akhir zaman telah tiba. (1 Kor. 10:6-11)

Jika kita meluangkan waktu untuk mengidentifikasi kapan hilangnya berkat Tuhan dimulai, saya yakin kita dapat menyoroti tiga hal:
– Meremehkan kebaikan Tuhan,
– Tidak mempercayai Firman-Nya, dan
– Mengeluh.

Saya telah melihat hal ini berulang kali dengan orang percaya modern, bahkan dalam hidup saya sendiri selama bertahun-tahun. Ketika kita memilih untuk meragukan kebaikan-Nya dan janji-janji-Nya dan meninggikan pengalaman kita (Mengapa Tuhan tidak melakukan sesuatu?), kita sedang membuka pintu kepahitan dan penipuan.

Tidak ada kebaikan selain dari Allah.

Memercayai Firman-Nya membutuhkan iman, dan iman adalah satu-satunya hal yang menyenangkan Allah (Ibr. 11:6).

Ketika kita memilih untuk ragu, sekali lagi kita membiarkan benih kehancuran masuk ke dalam kehidupan kita.

Hhhmmm……Mengeluh mungkin merupakan masalah terbesar bagi kebanyakan orang percaya. Alih-alih menggunakan kuasa kata-kata yang diberikan Tuhan untuk menyembuhkan, memberkati, dan menegakkan kehendak-Nya, terlalu sering kita memilih bahasa iblis untuk mengeluh, menuduh, dan mengkritik. Dan kemudian kita bertanya-tanya mengapa hidup kita tidak diberkati.

Jika kita menginginkan tanah yang dijanjikan Tuhan, -Tanah Perjanjian-, kita harus memutuskan untuk memasukinya dengan iman. Jangan meremehkan kebaikan Tuhan dengan mengeluh.

Barry Bennett-


Setiap kita memiliki Janji-Janji Allah yang luar biasa dan bisa diandalkan.

Pilih untuk mengidentifikasi dengan Cahaya dan bukan dengan kegelapan. Jangan biarkan kegelapan dunia ini menelanmu. Biarlah sukacita Tuhan menjadi kekuatanmu! Kemenangan kita ada di dalam Roh, bukan di dalam kekuatan kita sendiri.

Kita memiliki hati yang gembira dan itu manjur seperti obat. Hidupmu dipuaskan oleh buah mulutmu. Hidup ada dalam kekuatan kata-kata dan kita mengucapkan kata-kata yang memberi kehidupan. Firman-Nya menghasilkan kesehatan dalam tubuh kita! Menghasilkan kelimpahan bagi masa depan kita! (Ams. 17:22 dan Ams. 18:20-21)

Rahasia terdalam dari segala sesuatu adalah Hubungan Pribadi kita yang intim dengan Yesus. ‘Abide’, ‘dwell, melekat dengan Dia. Saat kita Tinggal Di Dalam Dia, mendengarkan suara-Nya dan Firman-Nya Tinggal Di Dalam kita, maka saat menyampaikan Firman-Nya, Kuasa dan Tanda-Tanda Heran akan menyertai kita secara natural.

Karena itu jangan terbalik, mengejar kuasa-Nya…
Ketika kita tinggal di dalam Dia, In Christ, kuasa-Nya menyertai kita secara natural.

Karena itu Yesus memerintahkan:
Matius 10:7-8 (TB) Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat.
Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.

Dengan kuasa yang menyertai kita, dengan mudah Tanah Perjanjian direbut, dikuasai dan kita miliki sesuai perintah-Nya.
Sebab itu apakah yang akan kita katakan tentang semuanya itu? Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Roma 8:31 (TB)

Mau? Yuuk…..

The unfolding of your word gives Light; it gives Understanding to the simple. – Psalm 119:130

Firman-firman-Mu yang disingkapkan memberi terang, itu memberi pengertian kepada orang-orang naif (tak berpengalaman). – Mazmur 119:130 (AYT)

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Visi Yang Jelas & Tingkat Keberhasilan

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Visi Yang Jelas & Tingkat Keberhasilan.

Maintaining a clear-cut, unambiguous, indisputable vision is vital. It is like a trail you can follow – Rick Renner.

Mempertahankan visi yang jelas, tidak ambigu, dan tak terbantahkan, sangatlah penting. Ini seperti jejak yang bisa Anda ikuti – Rick Renner

Quotes ini mendorong saya merenungkan perjalanan kehidupan saya.
am·bi·gu·i·tas menurut kamus artinya 1. sifat atau hal yang bermakna dua; kemungkinan yang mempunyai dua pengertian; 2. ketidaktentuan; ke-tidakjelasan, 3. kemungkinan adanya makna atau penafsiran yang lebih dari satu atas suatu karya sastra.

Bahasa Jawa selalu lebih ringkas: ‘Genahe…. ‘Jelasnya bagaimana? Tidak mendua hati, karena orang yang mendua hati tidak akan tenang hidupnya.

Saya sedang belajar, komitmen itu penting.
Tidak ada keberhasilan tanpa komitmen dan konsistensi.
Setia dalam perkara-perkara kecil, maka Tuhan akan mempercayakan hal-hal yang besar.
Berdiri di atas dua kapal, membuatnya mandeg, stagnan. Gak maju-maju.

Promosi dan peninggian datangnya dari Tuhan.
Gak usah sibuk mempromosikan diri, itu cara dunia or ‘My Way’… caranya Frank Sinatra.
Tetapi tekun dan fokus melakukan yang terbaik – do our best – dengan mata yang tertuju kepada Tuhan, lalu ikuti God’s Way.

“The blessing of the Lord makes one rich, And He adds. no sorrow with it.”
“Berkat Tuhanlah yang membuat seseorang kaya, Dan tidak ada kesedihan yang menyertainya.”


Salah satu cara mempertahankan visi, adalah memilih apa yang kita dengar dan kita lihat.

Sesungguhnya setiap saat Tuhan memimpin dan mengarahkan kita. Tetapi meski melihat dan mendengar, tetapi belum tentu kita mampu melihat seperti yang Tuhan kehendaki, atau mendengar sesuai yang diharapkan.

Why?
Di sekeliling kita begitu berisik, noise, sehingga suara Tuhan tidak jelas. Seperti terima telpon yang suaranya terputus-putus atau timbul tenggelam. Tanpa disadari, bisa salah pengertian, seolah mengerti ternyata itu asumsi kita sendiri yang salah. Akibatnya salah langkah.

Memilih dan memilah apa yang kita lihat dan kita dengarkan, itu cara bijak untuk memastikan keberhasilan kita di masa depan.

Pernah ga kita memperhatikan, ada saatnya kita bertemu orang-orang tertentu, lalu kita menjadi bersemangat, termotivasi, ingin mencapai hal-hal besar dalam kehidupan.
Mimpi yang sudah nyaris mati, menjadi berkobar-kobar lagi.
Ide-ide baru bermunculan….
Yang tidak pernah terpikirkan, tiba-tiba wawasan menjadi terbuka.
Betul juga ya…. makes sense dan reachable!

Atau bertemu kelompok orang-orang bijaksana, yang kata quotes, 1 jam bercakap-cakap dengan kelompok ini, melebihi manfaat membaca beberapa buku.
Kita tidak perlu menjalani peperangan, terjalnya perbukitan yang pernah mereka alami, dengan menimba hikmat dari mereka, kita langsung mendapat clue…. prinsip-prinsip kehidupan yang bermakna.
Bijaksana dalam menyikapi dan meresponi kehidupan.

Ada lagi orang-orang yang tidak hanya berbagi teori dan pengalaman, tetapi memacu kita untuk menjadi pelaku langsung. Mereka bersedia memberikan bimbingan, mementori dan sungguh-sungguh ingin kita maju.
Wow….
Beneran membawa kita upgrade diri….malas pun terpaksa dilawan karena tipe ini ingin melihat hasil, bukan basa-basi.

Tetapi ada pula kelompok yang tidak memberikan nilai tambah, hanya sekedar happy-happy….
Tertawa, bersukacita itu penting.. bikin awet muda.
Asal jangan yang setiap kali berjumpa, pulang rasanya capeee…. burn-out, jenuh, kehabisan energi.
Curhatnya bak sinetron, tetapi tidak ingin berubah.
Hanya mau buang sampah.
Artinya, pembicaraannya mengarah ke yang negatif dan tidak membangun.

Dulu saya merasa terbeban, koq tidak punya kasih, jika tidak meladeni kelompok ini. Lalu saya sadar, ini distraction- mengalihkan perhatian saya dari visi Tuhan.
Jika saya sudah mencoba membantu tapi tidak berhasil, tidak efektif – saya memilih menyingkir.
Tidak semua teman bagian saya – saya bukan malaikat. Ada orang-orang yang lebih kompeten dan pas untuk membantu teman ini.

Secara umum, semua kelompok itu ada di sekeliling kehidupan kita. Tergantung kita sendiri yang memilih, mau fokus ke mana dan meluangkan waktu lebih kepada kelompok yang mana?

Pilihan dan keputusan kita, menentukan:
– Apakah arahan Tuhan jelas terdengar?
– Apakah teman-teman kita mendorong & membawa kita bersemangat menggenapi rancangan Tuhan dalam kehidupan kita?
– Apakah mereka sesama ‘besi’ sehingga bergaul dengan mereka membuat kita menjadi besi yang tajam?
– Ending kita di mana?

As simple as that! Sesederhana itu. Tuhan Allah yang adil.


Seseorang membutuhkan kesembuhan dari penyakitnya, sedang yang lain, membutuhkan terobosan ekonomi.
Baik kesembuhan Ilahi mau pun kelimpahan sudah ada di dalam roh orang percaya.

Saat mereka bergaul dengan teman-teman yang percaya Kesembuhan Ilahi dan Kemakmuran Ilahi, keduanya mudah untuk dimanifestasikan.
Karena orang-orang yang percaya kesembuhan dan kemakmuran Ilahi adalah orang-orang yang memperbaharui pikirannya selaras dengan Firman Allah. Renewing Our Mind.
Lalu mereka juga paham untuk memanifestasikannya, butuh untuk mengerjakan apa yang terbaik yang bisa mereka lakukan.
Iman itu Bertindak!
Mereka mengerjakan yang natural, Tuhan mengerjakan bagian-Nya yang supernatural, dengan melipatgandakannya dan mengirimkan solusi yang tak terpikirkan.

Setiap langkah mereka mengerjakannya bersama Tuhan. Langkah demi langkah, merupakan suatu mujizat.
Mereka menyendengkan telinganya kepada Tuhan dan Memilih Menyingkir dari lingkungan yang tidak membangun. Mengasihi saudara-saudara yang membuat burn-out, hobi buang sampah dari jauh saja.
Love from a distance.

Akhirnya, karena menghidupi firman-Nya, mereka hidup berkelimpahan. Artinya, punya cukup untuk seluruh kebutuhannya, masih pula punya extra untuk berbagi kepada sesama.
Kelimpahan/Kemakmuran Ilahi = Cukup + Extra.
Kemakmuran Ilahi selalu berbicara bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, bukan supaya bisa lebih keren & hebat dari tetangga.
Blessed To Be A Blessing – Diberkati Untuk Menjadi Berkat.

Sebaliknya, ketika mereka bergaul dengan orang – orang yang Tidak Percaya dengan kesembuhan & kemakmuran Ilahi, tentu sulit untuk memanifestasikannya.
Visinya untuk sembuh & makmur menjadi tidak jelas.
Ambigu….. tidak jelas, punya banyak makna.

Ingin makmur, tetapi ketika diberi pekerjaan, tidak dikerjakan dengan sungguh-sungguh.
Ingin sembuh, tapi bangga sekali membicarakan sakitnya.


Saya mengevaluasi ulang nilai-nilai yang saya pegang serta kebiasaan-kebiasaan yang saya lakukan. Selaraskah dengan tujuan yang ingin saya capai dibandingkan dengan visi/tujuan Tuhan dalam menciptakan kita.
Konon seperti orang menyetir mobil, setir harus digoyang-goyang ke kiri dan ke kanan, diarahkan agar tetap lurus.

Kadang butuh koreksi dari teman dekat juga, mengingat saya pun punya blind-spot, titik buta yang tidak disadari.
Ketika melakukan sesuatu selama satu periode, ternyata tidak memperoleh hasil yang diharapkan maka check & re-check, mungkin ada hal-hal salah yang perlu diperbaiki.
Termasuk dalam berhubungan dengan Tuhan, koq hasilnya tidak sesuai harapan, bisa jadi ada hal-hal yang kita salah memahaminya.
Firman Tuhan itu Ya dan Amin.
Klo kita memperoleh hasil sesuai janji Tuhan, kesalahan BUKAN di pihak Tuhan, melainkan di pihak kita.

Siap praktik?
Mari memilih dengan bijak.

I judge each opportunity by asking myself, “How does this fit into the vision God has given for my life? Does it fit into the role God has assined for my life?” – Rick Renner

Saya menilai setiap kesempatan dengan bertanya pada diri sendiri, “Bagaimana hal ini sesuai dengan visi yang telah Tuhan berikan untuk hidup saya? Apakah itu sesuai dengan peran yang telah ditetapkan Tuhan untuk hidup saya?” -Rick Renner

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ps. John Donnelly – The Day The Death Stood Still.(Hari Dimana Kematian Berhenti)

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ps. John Donnelly – The Day The Death Stood Still.
(Hari Dimana Kematian Berhenti)

Hari Minggu, Ps. John mengupas Luk 7: 11-17.

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Dan ketika Tuhan (LORD) melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: ”Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: ”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: ”Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan ”Allah telah melawat umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. Lukas 7:11?-?17 TB

Ada 3 kelompok dalam kisah ini:
– Kelompok 1: Yesus dan murid-murid-Nya. Ini kelompok yang dekat dengan Yesus dan sudah berkomitmen sungguh-sungguh.
– Kelompok 2: yang mengikuti Yesus & murid-murid-Nya. Kelompok ini mungkin sudah mengambil komitmen, tetapi masih belum sepenuh hati, karenanya tidak terlalu dekat dengan Yesus.
– Kelompok 3: yang mengikuti janda, yang hendak menguburkan anaknya. Mereka berjalan menuju kematian.

Pertanyaannya:
Termasuk kelompok manakah kita? Coba direnungkan dan diimajinasikan.
Benarkah kita termasuk kelompok 1, yang sungguh-sungguh berkomitmen dan dekat dengan Yesus?
Jika belum, mungkin ini waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Why?
Karena dalam hidup hanya ada 2 pilihan, mendekat kepada Yesus dan berjalan kepada Kehidupan.
Jika tidak ikut Yesus, maka berarti tengah berjalan menuju Kematian,
seperti kelompok janda yang menguburkan anaknya.

Nain dalam bahasa aslinya berarti beautiful – cantik, indah, delightful- menyenangkan.
Tuhan Yesus senantiasa membawa kita ke tempat yang indah, menyenangan dan memberi kehidupan yang berkelimpahan (Yoh 10:10)

Ps. John mengajarkan, jangan membaca Alkitab seperti membaca buku biasa. Alkitab itu Kitab Kehidupan, Sang Allah sendiri.
Imajinasikan diri kita hidup di dalamnya dan renungkan.
Mungkin ada saatnya kita juga merasa seperti si janda, yang kehilangan harapan.

Ps. John bercerita, saya pernah mengalami seperti yang dialami oleh janda ini, dan Tuhan berkata, “Jangan menangis”
“Apa maksud-Mu Yesus? Tidakkah Engkau tahu, suamiku mati, tidak ada lagi yang mengayomi dan memberiku nafkah. Sekarang ditambah lagi, putra tunggalku mati….”
Demikian Ps. John menjabarkan bagaimana caranya kita menempatkan diri dalam kisah Alkitab, saat membacanya dan bercakap-cakap tentang hal itu dengan Yesus.
“Apakah hanya saya yang melakukannya? Tetapi sejujurnya, kerapkali saya memang tidak mengerti. Demikian juga saya mendorong murid-murid saya, Tuhan memanggil saya BUKAN supaya saya Mengerti. Tetapi saya dipanggil menjadi Orang Percaya – BELIEVER. Ketika kita Percaya – BELIEVE maka Pengertian – UNDERSTANDING, akan mengikutinya. Tetap PERCAYA FIRMAN TUHAN, terlepas apa pun situasi yang dihadapi, terlepas apa saja yang kita dengar, tetap PERCAYA FIRMAN TUHAN DI ATAS SEGALANYA & FIRMAN JAWABAN PERMASALAHAN KITA”

Ada kalanya kita seperti anak muda yang mati.
Atau seperti murid-murid Yesus, bisa juga seperti kelompok orang yang mengikuti Yesus dan murid-muridnya.
Bisa juga kita di posisi Yesus, yang harus membangkitkan anak muda yang mati.
Membaca Alkitab dengan cara demikian, menjadi hubungan yang hidup dengan Yesus dan Roh Kudus.

Kita tidak pernah kehilangan harapan.
Why?
Ezra 10:2 (TB) Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: “Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada HARAPAN bagi Israel.” dst.

Sekhanya memberi harapan kepada Ezra ketika sedang menangisi, menyesali perbuatan Israel dalam debu.
Terlepas dari keadaan yang demikian terpuruk, sekarang juga masih ada HARAPAN bagi Israel. Menurut John, Sekhanya bak Lone Ranger, cowboy Texas yang muncul membela kebenaran lalu menghilang.

Sekhanya arti namanya dalam Bahasa Ibrani, Yahweh Has Taken Up Residence, Allah Telah Mengambil Tempat Tinggal -Allah menetap, berdiam di dalam kita.
Wow….

Dimana Yesus tinggal sekarang ini?
Di dalam Anda dan saya, orang-orang yang sudah lahir baru, yang memiliki perjanjian Covenant. Artinya, Harapan tinggal di dalam kita, senantiasa ada di dalam kita.
Yeaaaayyyy…..
Berbeda dengan si janda yang tidak punya harapan.

Di ayat 13, Lukas sang penulis Injil ini adalah seorang dokter, spesial menyebut Yesus sebagai LORD, TUHAN. Biasanya dia hanya menyebut Yesus saja. Sebagai dokter, Lukas sudah terbiasa melihat kematian, menandatangani surat kematian.

Lukas 7:13 (TB) Dan ketika Tuhan melihat janda itu, Tergeraklah Hati-Nya oleh Belas Kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Di ayat 13, Lukas sang penulis Injil ini adalah seorang dokter, spesial menyebut Yesus sebagai LORD, TUHAN. Biasanya dia hanya menyebut Yesus saja.

Lukas 7:14 (TB) Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang Para Pengusung Berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Awalnya kematian dengan bangga mengiringi jenazah anak muda ini ke luar kota.
“Oh aku membawa satu korban lagi di peti mati ini”, kata setan menepuk dadanya. Sementara si janda harapannya sirna, mati mengiringi jasad anaknya.

Tetapi kematian itu berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan.
Segala sesuatu Tidak Akan Berakhir, sampai Yesus mengatakan ‘it’s over’ – Ini Sudah Berakhir.

Yesus pun berjalan menuju peti mati itu, dan para pengusung berhenti berjalan. Terdiam di tempatnya.
Yesus berkata pada dirinya sendiri, Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” 1 Korintus 15:55 TB

Yesus berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Meski anak muda sudah mati mungkin beberapa hari, tetapi ketika Sang Kehidupan datang, anak itu hidup kembali.

Lukas melihat Yesus mengalahkan maut, bahkan Dialah Allah atas kematian, membangkitkan anak muda itu dari kematian.

Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Yohanes 11:25 TB

Janda ini tidak hanya mendapatkan anaknya kembali, tetapi sekarang dia mendapatkan kehidupannya kembali karena dia berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan itu sendiri.


Saat di Phonm Penh, Kamboja, dalam sebuah kebaktian, tiba-tiba Worship Leader yang memimpin pujian 30 menit yang lalu, meninggal dunia mendadak. Saat itu Ps. John sedang menyampaikan kata-kata nubuatan. Pendeta di gereja itu seorang dokter. Jadi setelah memeriksanya, segera dinyatakan sudah meninggal.
Suasana begitu bising dan sibuk sekali.
Ps. John & B. Susan, istrinya berusaha menyeruak di kerumunan, meminta ijin untuk mendoakannya. Tetapi sang pendeta meyakinkan, “Sudah terlambat, gadis itu sudah meninggal, tidak ada denyut nadi lagi, sekitar 5 menit yang lalu.”

“Tidak pernah ada kata terlambat, apakah kami diijinkan untuk mendoakannya?” ujar Ps John maka dia & Susan menumpangkan tangan atas WL yang berusia 21 tahun, berbicara dengan suara pelan, menggunakan Otoritas Nama Yesus yang kita semua miliki, sesuai Lukas 10:19.

Lukas 10:19 (TB) dikatakan Yesus kepada murid-muridnya,

Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Tidak perlu berteriak kepada setan karena setan itu tidak tuli.
“Dalam Nama Yesus, roh kematian, tinggalkan wanita ini.”

Secara instan, dalam sekejap, gadis itu membuka matanya dan dalam waktu 2 menit bangkit berdiri.
Sepuluh tahun kemudian, Ps. John & Susan kembali berjumpa dengan gadis itu, dia sudah memiliki 2 anak dan seorang suami yang tampan serta masih memimpin pujian & penyembahan.
Tidak ada kata terlambat, IT’S NOT OVER UNTIL GOD SAYS IT’S OVER.


Ps. John bertanya kepada salah satu jemaat, Franky murid Charis,
“Berapa banyak orang mati yang pernah kamu bangkitkan?”
“Tidak pernah”
“Karena kamu tidak pernah mendoakan orang mati agar bangkit, maka kamu tidak pernah membangkitkan orang mati.”

Mulai sekarang, mari katakan kehidupan pada hal-hal yang sudah mati dalam kehidupan kita: mimpi, harapan, semangat masa depan, rencana, dsb.
Yesus tinggal di dalam kita. Sang Kehidupan, Sang Harapan tinggal di dalam kita. Kitalah Terang Kristus di dalam dunia!
Kitab yang terbuka, sehingga setiap orang yang melihat kita, melihat Kristus!


Setiap pastor, pendeta atau siapa pun yang mengajarkan sesuatu, wajib disertai Firman yang mendasarinya. Jika mereka hanya memberikan pendapat pribadi, jangan dengarkan tetapi jika itu Firman Tuhan, pegang dan dengarkan baik-baik karena Firman Tuhanlah Jawaban bagi Masalah Kehidupan.

“P. Irwan & B. Angel, mereka direktur Charis, mereka adalah bapa di dalam iman. Saya tahu, jika Anda memiliki masalah dalam kehidupanmu mereka akan merangkulmu. Mereka akan memberikan dorongan dan jaminan, tetapi saya yakin, mereka akan membawa Anda kembali kepada Firman Tuhan. Karena tidak satu masalah pun di muka bumi, yang tidak ada jawabannya di dalam Firman Tuhan. Amin?,” ujar Ps. John.

Banyak diantara kita bahagia memperoleh hidup. Tetapi Yesus datang tidak hanya memberikan hidup, tetapi Hidup yang Berkelimpahan.

Yohanes 10:10 (TB)
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku Datang, Supaya Mereka Mempunyai Hidup, Dan Mempunyainya Dalam Segala Kelimpahan.

Tuhan tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan kita tetapi Anugerah terbesar dari semuanya adalah Salvation – Penebusan Yesus, yaitu Mengenal Allah dan Yesus yang diutus-Nya.

Sudahkah kita memilikinya?

From this day on my joy will be your strength (Nehemiah 8:10) for I have crowned you with everlasting joy (Isaiah 35:10). You are already filled with an inexpressible joy (1 Peter 1:8) now let it rise to the surface!
Walk with me, talk with me and let me show you the plans and purposes I have for you, and I will make all these be successful. (Psalm 20:4) – John Donnelly.

Mulai hari ini sukacitaku akan menjadi kekuatanmu (Nehemia 8:10) karena aku telah memahkotaimu dengan sukacita abadi (Yesaya 35:10). Anda sudah dipenuhi dengan sukacita yang tak terlukiskan (1 Petrus 1:8) sekarang biarlah itu muncul ke permukaan!
Berjalanlah dengan-Ku, berbicaralah dengan-Ku dan izinkan Aku menunjukkan kepadamu rencana dan tujuan yang Ku-miliki untukmu, dan Aku akan membuatnya berhasil. (Mazmur 20:4) – John Donnelly

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ps. John Donnelly – A Personal Relationship With God The Foundation Of Life!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ps. John Donnelly – A Personal Relationship With God The Foundation Of Life!

Sahabat Ps. John Donnelly yang bernama Philip, ayahnya meninggal saat dia berusia 12 tahun.
Perih, luka, kehilangan….
Philip bungsu dari 8 bersaudara, demikian Ps. John Donnelly memulai kisahnya.

Di tengah kedukaan besar itu, menjelang penguburan, sang ibu berbicara kepada masing-masing anak, dari yang sulung hingga si bungsu, dengan mengajukan pertanyaan yang sama,
“Apa yang kamu inginkan dari apa yang dimiliki oleh ayahmu, untuk mengenangnya?”

Ada yang menginginkan topi, arloji dan berbagai barang-barang personal ayahnya, mereka ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan seumur hidup.

Tiba giliran Philip, anak 12 tahun itu berbisik sendu, dengan air mata yang mengalir
“Mama, saya tidak ingin apa yang Papa miliki, saya ingin Papa kembali….”

Sungguh kisah itu sangat menyentuh hati Ps. John Donnelly, yang week-end ini melayani di Charis Bible College Jakarta. Kami mendapatkan wawasan dan cara pandang baru dari Ps. John yang merupakan Pastor untuk para direktur Charis di seluruh dunia.

Begitu banyak anak-anak Tuhan yang bersikap seperti saudara-saudara Philip. Ingin kuasa, mujizat, tanda-tanda heran, berkat dsb. Itu yang dikejar dan diprioritaskan. Berbeda dengan Philip, sahabat Ps. John, dia menginginkan pribadi ayahnya.
Demikian juga dengan kita, seharusnya kita menginginkan Pribadi Yesus itu sendiri, bukan tangan-Nya atau apa yang bisa diberikan-Nya.

Tuhan mengatakan, Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 6:32?-?33 TB

Hubungan dengan Tuhan melalui Yesus, diberdayakan oleh Roh Kudus adalah hal penting dalam kehidupan orang Kristen.

Mengapa murid-murid berada di Charis?
Untuk Mengenal Tuhan. Ketika mengenal-Nya, Kuasa dan Tanda-Tanda Heran akan mengikuti orang percaya. Kelimpahan akan mengikuti orang percaya secara natural.

Kita dipanggil bukan sekedar untuk mengerti,” ujar Ps. John, “Banyak hal di Alkitab yang saya tidak mengerti. Tetapi saya PERCAYA…. Pada waktunya, pengertian-Understanding akan mengikutinya.”

Saat anak-anak, kita mempercayai apa saja yang dikatakan oleh Alkitab, tetapi semakin dewasa, kerap mempertanyakannya. Setelah membaca firman , lalu bertanya, “Koq bisa ya? Bagaimana mungkin?”. Lalu pergi bertanya kepada Pak Pendeta, untuk mendapatkan second opinion.

Semestinya kita kembali, dengan memiliki iman seperti anak kecil yang percaya. Tuhan mengundang setiap anak-anak-Nya untuk naik ke pangkuan-Nya.

Kita bisa memilih bersikap seperti Yohanes, murid Yesus. Rasul Yohanes senantiasa menyebut dirinya, murid yang dikasihi Tuhan. Bahkan saat perjamuan terakhir, dialah satu-satunya murid yang menyandarkan kepalanya di dada Yesus, mendengarkan bunyi detak jantung-Nya, merasakan betapa aman serta tenteram rest in The Lord.

Kapan terakhir kita menyandarkan kepala di dada Tuhan dan mendengarkan detak jantung-Nya?
Tuhan mengundang kita ke dalam pangkuan-Nya, sebagai tanda kasih-Nya. Dia mengasihi, BUKAN karena apa yang kita lakukan, tetapi karena Siapa kita. Kenyataan yang paling dahsyat, Tuhan telah mengasihi kita SEBELUM kita bisa melakukan apa pun… Wow..

Ketika ke 12 murid berada bersama-sama Yesus, mereka pun menjadi serupa Dia. Dengan siapa kita menghabiskan waktu, menjadi serupa dengannya.

Semakin banyak meluangkan waktu untuk belajar firman dan berdoa berbahasa lidah maka kita pun semakin mengenal kehendak-Nya seperti Petrus mengenal Yesus sebagai Mesias, Anak Allah Yang Hidup Matius 16:16 (TB) , karena selalu bersama-sama Yesus.

Karena murid-murid menghabiskan waktu bersama Yesus, mereka menjadi seperti Yesus.
Ketika Petrus memandang kepada Yesus, Sang Terang, bayangan di belakangnya menyembuhkan orang-orang yang sakit. (Kisah 5:15) Kuasa Allah pun menyertai mereka.

Petrus & Yohanes ditangkap karenanya.

“Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. (Kisah Para Rasul 4:13?-?14 TB)

Your Relationship with God is more important than your Calling – Hubungan Anda dengan Tuhan, jauh lebih penting daripada Panggilan Anda untuk melayani.

Orang-orang biasa menjadi luar biasa, karena ada Yesus di dalam setiap kita yang percaya.
It’s all about Him, Not us!


Allah Bapa tidak melihat kita di dalam daging (flesh). Yang dilihat-Nya adalah kita yang di dalam Kristus (In Christ), karena kita sudah lahir baru dan beriman kepada Yesus.
Sempurna, Tanpa Dosa dan Dikasihi Allah.
Yeeeeeaaaaayyyy
Inilah jati diri kita di dalam Kristus!
Dosa dan masa lalu sudah dibereskan di Kayu Salib.

Ps. John menggelitik pemahaman yang baru, semestinya seperti Allah Bapa, ketika melihat saudara-saudara dan teman-teman, kita tidak melihat mereka dalam daging tetapi melihat mereka di dalam Yesus.
Nach… jika kita melihat teman yang menyakitkan, mengkhianati, sebagai ‘Yesus’, tentunya kita gak ingin menggosip, marah atau kepahitan kepada Yesus, bukan?
Jika kita marah, sakit hati & kecewa, itu karena kita melihat sesama dalam daging (flesh). Bukan memandangnya sebagai Yesus.

Para gembala dan wakil gembala di doakan secara khusus dan dinubuatkan oleh Ps. John yang terkenal dengan nubuatannya. Begitu membangun, personal serta memberikan arahan pada pelayanan masing -masing.

Dan ketika mendoakan saya, Ps. John menekankan hal-hal umum bagi jemaat,
“Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Kamu sangat baik memotivasi orang lain, tetapi kerap mengkritik diri sendiri. Gunakan Firman Tuhan untuk membangun dirimu sendiri. Tuhan mengasihi kamu, you are His Beloved son or daughter…Tuhan memiliki rencana yang besar bagi masa depanmu.”

Terharu…
Tahu teorinya satu hal, tetapi menghidupinya adalah hal yang berbeda. Kita semua perlu belajar, mengembangkan apa yang Tuhan depositkan dalam hidup kita secara unik, dimanfaatkan untuk kemuliaan-Nya. Be Yourself!

“Banyak orang yang datang minta didoakan oleh saya dan Susan, istri saya”, demikian Ps. John menjelaskan,
Apa saja masalah yang dihadapi, kami membawa kembali kepada Firman, karena Firmanlah solusi bagi permasalahan dunia.”

Bagaimana dengan kita?
Mari kita membangun personal relationship yang intim dengan Tuhan….Dan kembali kepada Firman Tuhan, sebagai jawaban atas segala kebutuhan kita.

Thanks Imam untuk rekamannya sehingga artikel bisa ditulis, meski hanya sebagai ‘teaser’ dari apa yang Ps. John Donnelly sampaikan.
Jangan lupa bagi teman-teman yang akan hadir di acara Hari Minggu, persiapkan diri untuk menerima hal-hal besar yang Tuhan sampaikan melalui Ps. John Donnelly.
See you….

I would like you to be free from concern…. That you may live in a right way in undivided devotion to me. (1 Cor.7:32&35) For my word is living and active (Heb 4:12) and I have the words of eternal life (John 6:68) so do not merely listen to my word, do what it says and you will be blessed. (Jas 1:22&25) Walk with me, talk with me and let me show you the plans and purposes I have for you, and I will make all these be successful. (Psalm 20:4) – Ps. John Donnelly.

Aku ingin kamu bebas dari kekhawatiran…. Agar kamu dapat hidup dengan cara yang benar, dalam pengabdian yang tak terbagi kepada-Ku. (1 Kor.7:32&35) Karena perkataan-Ku hidup dan aktif (Ibr 4:12) dan Aku memiliki perkataan yang hidup yang kekal (Yohanes 6:68) jadi jangan hanya mendengarkan perkataan-Ku, melainkan lakukan apa yang dikatakannya dan kamu akan diberkati. (Yak 1:22&25) Berjalanlah dengan-Ku, berbicaralah denganKu dan izinkan Aku menunjukkan kepadamu rencana dan tujuanKu untukmu, dan Aku akan membuat semuanya berhasil. (Mazmur 20:4) – Ps. John Donnelly.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 116 117 118 119 120 314