Articles

Ps. John Donnelly – The Day The Death Stood Still.(Hari Dimana Kematian Berhenti)

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ps. John Donnelly – The Day The Death Stood Still.
(Hari Dimana Kematian Berhenti)

Hari Minggu, Ps. John mengupas Luk 7: 11-17.

Kemudian Yesus pergi ke suatu kota yang bernama Nain. Murid-murid-Nya pergi bersama-sama dengan Dia, dan juga orang banyak menyertai-Nya berbondong-bondong.
Setelah Ia dekat pintu gerbang kota, ada orang mati diusung ke luar, anak laki-laki, anak tunggal ibunya yang sudah janda, dan banyak orang dari kota itu menyertai janda itu.
Dan ketika Tuhan (LORD) melihat janda itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: ”Jangan menangis!” Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang para pengusung berhenti, Ia berkata: ”Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”
Maka bangunlah orang itu dan duduk dan mulai berkata-kata, dan Yesus menyerahkannya kepada ibunya. Semua orang itu ketakutan dan mereka memuliakan Allah, sambil berkata: ”Seorang nabi besar telah muncul di tengah-tengah kita,” dan ”Allah telah melawat umat-Nya.” Maka tersiarlah kabar tentang Yesus di seluruh Yudea dan di seluruh daerah sekitarnya. Lukas 7:11?-?17 TB

Ada 3 kelompok dalam kisah ini:
– Kelompok 1: Yesus dan murid-murid-Nya. Ini kelompok yang dekat dengan Yesus dan sudah berkomitmen sungguh-sungguh.
– Kelompok 2: yang mengikuti Yesus & murid-murid-Nya. Kelompok ini mungkin sudah mengambil komitmen, tetapi masih belum sepenuh hati, karenanya tidak terlalu dekat dengan Yesus.
– Kelompok 3: yang mengikuti janda, yang hendak menguburkan anaknya. Mereka berjalan menuju kematian.

Pertanyaannya:
Termasuk kelompok manakah kita? Coba direnungkan dan diimajinasikan.
Benarkah kita termasuk kelompok 1, yang sungguh-sungguh berkomitmen dan dekat dengan Yesus?
Jika belum, mungkin ini waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya.
Why?
Karena dalam hidup hanya ada 2 pilihan, mendekat kepada Yesus dan berjalan kepada Kehidupan.
Jika tidak ikut Yesus, maka berarti tengah berjalan menuju Kematian,
seperti kelompok janda yang menguburkan anaknya.

Nain dalam bahasa aslinya berarti beautiful – cantik, indah, delightful- menyenangkan.
Tuhan Yesus senantiasa membawa kita ke tempat yang indah, menyenangan dan memberi kehidupan yang berkelimpahan (Yoh 10:10)

Ps. John mengajarkan, jangan membaca Alkitab seperti membaca buku biasa. Alkitab itu Kitab Kehidupan, Sang Allah sendiri.
Imajinasikan diri kita hidup di dalamnya dan renungkan.
Mungkin ada saatnya kita juga merasa seperti si janda, yang kehilangan harapan.

Ps. John bercerita, saya pernah mengalami seperti yang dialami oleh janda ini, dan Tuhan berkata, “Jangan menangis”
“Apa maksud-Mu Yesus? Tidakkah Engkau tahu, suamiku mati, tidak ada lagi yang mengayomi dan memberiku nafkah. Sekarang ditambah lagi, putra tunggalku mati….”
Demikian Ps. John menjabarkan bagaimana caranya kita menempatkan diri dalam kisah Alkitab, saat membacanya dan bercakap-cakap tentang hal itu dengan Yesus.
“Apakah hanya saya yang melakukannya? Tetapi sejujurnya, kerapkali saya memang tidak mengerti. Demikian juga saya mendorong murid-murid saya, Tuhan memanggil saya BUKAN supaya saya Mengerti. Tetapi saya dipanggil menjadi Orang Percaya – BELIEVER. Ketika kita Percaya – BELIEVE maka Pengertian – UNDERSTANDING, akan mengikutinya. Tetap PERCAYA FIRMAN TUHAN, terlepas apa pun situasi yang dihadapi, terlepas apa saja yang kita dengar, tetap PERCAYA FIRMAN TUHAN DI ATAS SEGALANYA & FIRMAN JAWABAN PERMASALAHAN KITA”

Ada kalanya kita seperti anak muda yang mati.
Atau seperti murid-murid Yesus, bisa juga seperti kelompok orang yang mengikuti Yesus dan murid-muridnya.
Bisa juga kita di posisi Yesus, yang harus membangkitkan anak muda yang mati.
Membaca Alkitab dengan cara demikian, menjadi hubungan yang hidup dengan Yesus dan Roh Kudus.

Kita tidak pernah kehilangan harapan.
Why?
Ezra 10:2 (TB) Maka berbicaralah Sekhanya bin Yehiel, dari bani Elam, katanya kepada Ezra: “Kami telah melakukan perbuatan tidak setia terhadap Allah kita, oleh karena kami telah memperisteri perempuan asing dari antara penduduk negeri. Namun demikian sekarang juga masih ada HARAPAN bagi Israel.” dst.

Sekhanya memberi harapan kepada Ezra ketika sedang menangisi, menyesali perbuatan Israel dalam debu.
Terlepas dari keadaan yang demikian terpuruk, sekarang juga masih ada HARAPAN bagi Israel. Menurut John, Sekhanya bak Lone Ranger, cowboy Texas yang muncul membela kebenaran lalu menghilang.

Sekhanya arti namanya dalam Bahasa Ibrani, Yahweh Has Taken Up Residence, Allah Telah Mengambil Tempat Tinggal -Allah menetap, berdiam di dalam kita.
Wow….

Dimana Yesus tinggal sekarang ini?
Di dalam Anda dan saya, orang-orang yang sudah lahir baru, yang memiliki perjanjian Covenant. Artinya, Harapan tinggal di dalam kita, senantiasa ada di dalam kita.
Yeaaaayyyy…..
Berbeda dengan si janda yang tidak punya harapan.

Di ayat 13, Lukas sang penulis Injil ini adalah seorang dokter, spesial menyebut Yesus sebagai LORD, TUHAN. Biasanya dia hanya menyebut Yesus saja. Sebagai dokter, Lukas sudah terbiasa melihat kematian, menandatangani surat kematian.

Lukas 7:13 (TB) Dan ketika Tuhan melihat janda itu, Tergeraklah Hati-Nya oleh Belas Kasihan, lalu Ia berkata kepadanya: “Jangan menangis!”

Di ayat 13, Lukas sang penulis Injil ini adalah seorang dokter, spesial menyebut Yesus sebagai LORD, TUHAN. Biasanya dia hanya menyebut Yesus saja.

Lukas 7:14 (TB) Sambil menghampiri usungan itu Ia menyentuhnya, dan sedang Para Pengusung Berhenti, Ia berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Awalnya kematian dengan bangga mengiringi jenazah anak muda ini ke luar kota.
“Oh aku membawa satu korban lagi di peti mati ini”, kata setan menepuk dadanya. Sementara si janda harapannya sirna, mati mengiringi jasad anaknya.

Tetapi kematian itu berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan.
Segala sesuatu Tidak Akan Berakhir, sampai Yesus mengatakan ‘it’s over’ – Ini Sudah Berakhir.

Yesus pun berjalan menuju peti mati itu, dan para pengusung berhenti berjalan. Terdiam di tempatnya.
Yesus berkata pada dirinya sendiri, Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?” 1 Korintus 15:55 TB

Yesus berkata: “Hai anak muda, Aku berkata kepadamu, bangkitlah!”

Meski anak muda sudah mati mungkin beberapa hari, tetapi ketika Sang Kehidupan datang, anak itu hidup kembali.

Lukas melihat Yesus mengalahkan maut, bahkan Dialah Allah atas kematian, membangkitkan anak muda itu dari kematian.

Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Yohanes 11:25 TB

Janda ini tidak hanya mendapatkan anaknya kembali, tetapi sekarang dia mendapatkan kehidupannya kembali karena dia berjumpa dengan Yesus, Sang Kehidupan itu sendiri.


Saat di Phonm Penh, Kamboja, dalam sebuah kebaktian, tiba-tiba Worship Leader yang memimpin pujian 30 menit yang lalu, meninggal dunia mendadak. Saat itu Ps. John sedang menyampaikan kata-kata nubuatan. Pendeta di gereja itu seorang dokter. Jadi setelah memeriksanya, segera dinyatakan sudah meninggal.
Suasana begitu bising dan sibuk sekali.
Ps. John & B. Susan, istrinya berusaha menyeruak di kerumunan, meminta ijin untuk mendoakannya. Tetapi sang pendeta meyakinkan, “Sudah terlambat, gadis itu sudah meninggal, tidak ada denyut nadi lagi, sekitar 5 menit yang lalu.”

“Tidak pernah ada kata terlambat, apakah kami diijinkan untuk mendoakannya?” ujar Ps John maka dia & Susan menumpangkan tangan atas WL yang berusia 21 tahun, berbicara dengan suara pelan, menggunakan Otoritas Nama Yesus yang kita semua miliki, sesuai Lukas 10:19.

Lukas 10:19 (TB) dikatakan Yesus kepada murid-muridnya,

Aku telah memberikan kuasa kepada kamu untuk menginjak ular dan kalajengking dan kuasa untuk menahan kekuatan musuh, sehingga tidak ada yang akan membahayakan kamu.

Tidak perlu berteriak kepada setan karena setan itu tidak tuli.
“Dalam Nama Yesus, roh kematian, tinggalkan wanita ini.”

Secara instan, dalam sekejap, gadis itu membuka matanya dan dalam waktu 2 menit bangkit berdiri.
Sepuluh tahun kemudian, Ps. John & Susan kembali berjumpa dengan gadis itu, dia sudah memiliki 2 anak dan seorang suami yang tampan serta masih memimpin pujian & penyembahan.
Tidak ada kata terlambat, IT’S NOT OVER UNTIL GOD SAYS IT’S OVER.


Ps. John bertanya kepada salah satu jemaat, Franky murid Charis,
“Berapa banyak orang mati yang pernah kamu bangkitkan?”
“Tidak pernah”
“Karena kamu tidak pernah mendoakan orang mati agar bangkit, maka kamu tidak pernah membangkitkan orang mati.”

Mulai sekarang, mari katakan kehidupan pada hal-hal yang sudah mati dalam kehidupan kita: mimpi, harapan, semangat masa depan, rencana, dsb.
Yesus tinggal di dalam kita. Sang Kehidupan, Sang Harapan tinggal di dalam kita. Kitalah Terang Kristus di dalam dunia!
Kitab yang terbuka, sehingga setiap orang yang melihat kita, melihat Kristus!


Setiap pastor, pendeta atau siapa pun yang mengajarkan sesuatu, wajib disertai Firman yang mendasarinya. Jika mereka hanya memberikan pendapat pribadi, jangan dengarkan tetapi jika itu Firman Tuhan, pegang dan dengarkan baik-baik karena Firman Tuhanlah Jawaban bagi Masalah Kehidupan.

“P. Irwan & B. Angel, mereka direktur Charis, mereka adalah bapa di dalam iman. Saya tahu, jika Anda memiliki masalah dalam kehidupanmu mereka akan merangkulmu. Mereka akan memberikan dorongan dan jaminan, tetapi saya yakin, mereka akan membawa Anda kembali kepada Firman Tuhan. Karena tidak satu masalah pun di muka bumi, yang tidak ada jawabannya di dalam Firman Tuhan. Amin?,” ujar Ps. John.

Banyak diantara kita bahagia memperoleh hidup. Tetapi Yesus datang tidak hanya memberikan hidup, tetapi Hidup yang Berkelimpahan.

Yohanes 10:10 (TB)
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku Datang, Supaya Mereka Mempunyai Hidup, Dan Mempunyainya Dalam Segala Kelimpahan.

Tuhan tidak hanya ingin memenuhi kebutuhan kita tetapi Anugerah terbesar dari semuanya adalah Salvation – Penebusan Yesus, yaitu Mengenal Allah dan Yesus yang diutus-Nya.

Sudahkah kita memilikinya?

From this day on my joy will be your strength (Nehemiah 8:10) for I have crowned you with everlasting joy (Isaiah 35:10). You are already filled with an inexpressible joy (1 Peter 1:8) now let it rise to the surface!
Walk with me, talk with me and let me show you the plans and purposes I have for you, and I will make all these be successful. (Psalm 20:4) – John Donnelly.

Mulai hari ini sukacitaku akan menjadi kekuatanmu (Nehemia 8:10) karena aku telah memahkotaimu dengan sukacita abadi (Yesaya 35:10). Anda sudah dipenuhi dengan sukacita yang tak terlukiskan (1 Petrus 1:8) sekarang biarlah itu muncul ke permukaan!
Berjalanlah dengan-Ku, berbicaralah dengan-Ku dan izinkan Aku menunjukkan kepadamu rencana dan tujuan yang Ku-miliki untukmu, dan Aku akan membuatnya berhasil. (Mazmur 20:4) – John Donnelly

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Andrew Wommack Ministry & Charis Bible College.
“Hati Nurani: Rencana B Allah untuk Manusia.”
“Jangan Melihat Ke Belakang!”