Category : Articles

Articles

GRACE & FAITH

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

GRACE & FAITH.

Semua yang Yesus Kristus lakukan bagi kita di kayu Salib, sebanyak yang Dia mungkinkan melalui pengorbanan-Nya, itu hanya dapat diakses oleh kita ketika kita melintasi perbatasan Dari Ketidakpercayaan kepada Kepercayaan.

Saat Kita melakukan perjalanan dari satu negara ke negara lain, saat melintasi perbatasan, kita diberi formulir dan diminta untuk menyatakan hal-hal tertentu.
Dari mana kita datang? Kemana kita akan pergi? Apa yang kita bawa bersama kita? Berapa lama kita berencana untuk tinggal?

Ketika kita datang ke Salib – batas keselamatan – kita juga harus membuat beberapa pernyataan:
– Kita percaya, Firman Tuhan itu benar. Firman Tuhan itu roh dan hidup (Yoh 6:63)
– Kita menyadari, bahwa kita adalah orang berdosa yang membutuhkan seorang Juruselamat, karena “semua orang telah berbuat dosa dan gagal mencapai kemuliaan Allah” (Roma 3:23).
– Kita datang dari sisi lain perbatasan keselamatan, datang dengan apa adanya, mengakui dosa, kehancuran, rasa malu dan rasa sakit.
– Satu-satunya hal yang membuat kita melintasi perbatasan adalah Darah Yesus Kristus yang dicurahkan yang menyucikan kita dari pada segala dosa. (1 Yohanes 1:7 TB)
Kita meninggalkan segalanya dan berjalan melewati Pintu Anugerah Ilahi-Nya.

Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Roma 10:9?-?10 TB

Kita mengakui Roma 10: 9-10, MENERIMA keselamatan dengan IMAN.

Kita pun pergi ke tanah cahaya dan kebebasan dan rumah baru kebahagiaan, keutuhan, dan harapan. Kita memasuki kerajaan tempat kita menjadi ciptaan baru (2 Kor 5:17), tempat penghukuman masa lalu menjadi tidak berdaya.

Kita memasuki dimensi baru, Warga Negara Kerajaan Allah, di mana kita dimungkinkan hidup di bumi seperti di surga!
Namun ada cara hidup dan pola pikir yang berbeda.
Untuk itulah setiap kita terus menerus belajar, menjadikan Firman itu cermin bagi kita serta standar kebenaran, untuk menjadi serupa dengan Kristus.

Anugerah-Nya diberikan Gratis, Free, Cuma-Cuma…dan kita Menerimanya dengan Iman.

Kehendak Tuhan agar SEMUA orang diselamatkan.
Tetapi tidak semuanya selamat. Why?
Yang selamat hanyalah yang MENERIMA atau MERESPON keselamatan dengan IMAN.
GRACE & FAITH.

Apa saja Janji-Janji Allah?
– Covenant – sebagai keturunan Abraham rohani. (Gal 3: 26-29)
– Kesehatan & Kesembuhan Ilahi
– Kemakmuran, memiliki Cukup untuk memenuhi apa pun yang kita butuhkan (digambarkan sebagai Roti), masih memiliki Extra, untuk berbagi dengan sesama (Sebagai Benih).
– Hikmat yang melampaui segala akal manusia.
– Otoritas & Kuasa ( Mat 10:8)
– Bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus pun ada di dalam roh kita.
– Dsb.

Manusia terdiri dari Roh, Jiwa dan Tubuh.
Saat masih di seberang perbatasan, masih menjadi manusia dunia, roh kita mati.
Manusia dunia hanya memiliki tubuh dan jiwa.
Itulah sebabnya, ilmu psikologi hanya sampai ke jiwa.

Ketika lahir baru, Roh Allah tinggal di dalam roh kita.
Manusia rohani, – warga negara Kerajaan Allah-, yang sudah lahir baru, memiliki roh, jiwa dan tubuh.
Roh kita berisi Roh Allah dan sudah di ‘sealed’ – dimeteraikan, oleh Roh Kudus. ( Efesus 1: 13-14)

Karena Allah adalah Roh dan Dia berurusan dengan kita berdasarkan siapa kita dalam roh (Yohanes 4:24), ini telah mengubah segalanya. Kita sekarang menyembah Tuhan berdasarkan siapa kita dalam roh dan bukan pada siapa kita dalam daging; yaitu, bagaimana kita bertindak atau merasa. Saya sekarang mengerti bagaimana Tuhan kita yang kudus dapat benar-benar mencintai saya, karena dalam roh saya yang dilahirkan kembali, saya benar-benar benar dan kudus (Ef. 4:24). Rohku adalah hasil karya-Nya (Ef. 2:10).


Yang kita lakukan sekarang adalah Renewing Our Mind, memperbaharui pikiran kita diselaraskan dengan firman Tuhan. (Roma 12:2)
Iman kitalah yang memungkinkan janji-janji-Nya termanifestasi dalam kehidupan kita.
Seberapa banyak janji-janji-Nya termanifestasi dalam kehidupan kita, tergantung seberapa baiknya kita memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman Tuhan.
Semakin selaras, semakin mengalir lancar….

Dan sebagai penutup, kunci sukses kehidupan kita adalah:
Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Yosua 1:8 TB

IMAN RENUNGKAN APA YANG ALLAH KATAKAN.
Merenungkan Firman Tuhan adalah gaya hidup.
Lifestyle!

Apa yang Dia katakan, tidak mungkin bagi kita, sampai kita merenungkannya dan mendapatkannya tertanam menjadi pewahyuan di dalam diri kita.

Merenungkan firman- MENGUBAH YANG TIDAK MUNGKIN MENJADI MUNGKIN, selama firman itu menemukan tempatnya di dalam hati kita.
Setuju?
Praktik Yuk…..

If you’d just center your thoughts and affections upon the Lord, you’d be better off accidentally than you’ve ever been on purpose! – Andrew Wommack.

Jika Anda memusatkan pikiran dan kasih Anda kepada Tuhan, Anda akan menjadi lebih baik secara kebetulan, tanpa harus berusaha, daripada sebelumnya! – Andrew Wommack.

Sumber: Andrew Wommack & John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

GOD’S WAY or My Way?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

GOD’S WAY or My Way?

“15 tahun yang lalu saya pernah mendampingi seorang penulis muda yg mengabdikan seluruh hidupnya untuk Tuhan. Apa yang saya serap dari semua diskusi panjang selama berbulan-bulan, saya merasakan totalitas anak muda ini. Bahkan semua keinginannya untuk berkarya di lapangan profesional dia tinggalkan, karena ingin fokus melayani sesama. Karena panggilan itu dirasakannya sejak kecil.

Tapi entah kenapa ya Bu, perjalanan anak ini sangat tidak mulus. Hambatan datang silih berganti, sampai akhirnya dari semula berkiprah di metropolitan, dia kembali ke dusun kecilnya, yang 10-an tahun yang lalu internet pun susah didapat. Bahkan, dia seperti sempat hilang dari peredaran semata karena semua yang dimiliki sudah habis untuk pelayanan, dan pernah soal pulsa untuk berkabar pun sampai tak sanggup beli.

Sampai sekarang saya masih bertanya-tanya, apanya yang salah dengan karya pelayanannya? Sampai seolah dia tidak pernah mendapat pertolongan yang semestinya atas karya pelayanannya. Tapi iman, keyakinan, dan tekadnya tak pernah tergoyahkan.

Melihat hal seperti itu, saya selalu mencoba berpikiran positif. Mungkin masa ujian anak ini belum selesai. 15 tahun belum ada apa-apanya dibanding kisah orang suci yang jauh lebih menderita.

Nah, itu kasus yang sampai saat ini jadi misteri buat saya Bu Yenny. Apanya yang salah? Mungkin Bu Yenny bisa sharing sesuatu. Thanks,” chat P. Edy Zakheus guru menulis saya.


Chat lawas P. Edy Zakheus, membuat saya berpikir kembali karena menemukan quotes apik ini.

Life is the most difficult exam. Many people fail because they try to copy others, not realizing that everyone has a different question paper.

Hidup adalah ujian yang paling sulit. Banyak orang gagal karena mencoba meniru orang lain, tanpa menyadari bahwa setiap orang memiliki kertas soal yang berbeda.

DIEEENK…..

Saya menyadari itu saya, bertahun-tahun lalu. Sibuk baca buku dan belajar cara sukses, kiat sukses, strategi sukses dan berbagai upaya lainnya, untuk meraih kesuksesan.
Tanpa menyadari, setiap orang punya lembar kertas soal yang berbeda.

Meski saya copy-paste, tidak berarti bisa mendapatkan hasil yang sama. Kita bisa belajar cara seseorang menyelesaikan masalahnya, tetapi perlu disadari, kita hanya bisa menyerap mindset serta strateginya, tetapi tidak berarti kita pasti mendapatkan hal yang sama.

Barang sama, strategi sama, tetapi bisa berhasil untuk orang yang satu, namun dicopy persis, tidak sukses untuk yang mengcopynya.
“Ada faktor Hoki, yang gak bisa dilawan, serta dijelaskan”, kata orang bijak.

Dan ‘Hoki’ itu hanya Tuhan yang bisa mengaturnya.
Menjadi orang yang tepat, pada saat yang tepat, di tempat yang tepat, tahu cara tepat untuk mengeksekusinya pula…
Hanya Tuhanlah Sutradaranya.
Berbagai ‘kebetulan’ terjadi, Pas!

Hidup itu bukan matematika.
Hidup itu sesungguhnya, perjalanan kita bersama Tuhan. Hidup tidak bisa dijalani diluar Allah.
Allah itulah Pusat Kehidupan Seluruh Umat Manusia
, jika saja kita menyadarinya.

Saya bosan menimba ilmu yang mengandalkan kepintaran manusia, bahkan berguru dengan tokoh terkenal pun, endingnya justru salah investasi.
Cape…..

Setelah memahami, Hidup Wajib Dijalani Bersama Allah, mengikuti God’s Way, dan selalu melibatkan Dia dalam setiap prosesnya, hidup jauuuuuh lebih tenang.

Butuh properti?
Lapor Tuhan, berdoa dan menanti…tetapi menanti dengan iman. Iman Itu Bertindak.
Bukan sit back dan relax, santai-santai… nunggu Tuhan kasi propertinya…. Tidak Begitu!
Lalu bagaimana?
Lakukan yang seperti layaknya orang butuh properti, cari, survey…..Kan gak tau Tuhan mau kasih dimana?
Ya betul….
Tuhan itu bekerja Natural tetapi Supernatural. Kita lakukan bagian kita yang Natural, Tuhan akan mengerjakan bagian-Nya secara Supernatural.
Jadi survey saja tempat-tempat yang kita tertarik… dalam setiap prosesnya, lapor Tuhan perkembangannya.

Tuhan memimpin melalui keinginan kita secara alami.
Delight yourself also in the Lord, And He shall give you the desires of your heart.
Bergembiralah di dalam Tuhan, maka Ia akan memberikan kepadamu apa yang diinginkan hatimu.

Beberapa teman-teman Charis bersama-sama mengadakan doa pagi. Di sekolah bersama-sama, hari minggu di TLW Community juga, belum lagi olah raga dan main bersama.
Tanpa disadari, makin lama keinginan bahkan apa yang kami pikirkan serupa.

Beberapa kali saat ngobrol dengan Bu Nini, saya cerita tentang apa yang sedang saya renungkan.
“Lho koq bisa pas sekali, saya dan Dolfi juga baru bahas tentang itu”, kata B. Nini excited.

Beberapa hari lalu, B. Henny chat, artikel yang saya tulis serupa dengan apa yang akan Bu Henny ajarkan di Hari Minggu. Saya sungguh terpukau….
Tidak hanya kami, tetapi teman-teman yang rutin, konsisten berdoa pagi bersama, kesaksian kemenangan serta terobosan mereka, dahsyat sekali. Perlahan tapi pasti, kami makin serupa satu dengan yang lain. Sehati Sepikir….
Yeeeeeaaaaaayyyyy

Dengan cara yang sama, makes sense bukan, jika kita nempel sama Tuhan seperti perangko… , fokus dan konsisten membangun hubungan dengan Tuhan, – Full of Word & Full of Spirit – maka pemikiran serta keinginan kita pun jadi sama, selaras dengan keinginan Tuhan….


Tuhan memimpin itu bak traffic light
Jika di traffic light, lampu hijau, apa yang kita lakukan?
Jalan Terus!
Jika traffic light, lampu merah, apa yang kita lakukan?
STOP!
Selama hati kita damai – PEACE- artinya, Jalan Terus. Itu Lampu Hijau.
Sebaliknya, klo roh kita memberi warning, damai sejahtera / peace hilang, berarti Lampu Merah. Stop.
Tunggu aba-aba dari Tuhan. Bertanya pada Tuhan, apa yang harus kita lakukan?

“Masa bisa begitu, Bu Yenny?”
“Ya iyalah…. kita anak, gak ngerti ya tanya Bapa kita. Kamu gak percaya, karena selama ini gak pernah tanya bukan? Coba praktik. Kita akan punya pengalaman baru dengan Tuhan.”

Suatu ketika saya bertanya sesuatu kepada P. Irwan, Direktur Charis.
“Bu Yenny mesti tanya sama Tuhan. Paling gak tanya, jadi saat Tuhan menjawab, Bu Yenny tahu. Klo kita gak pernah tanya, Tuhan berbicara memberitahu pun, ibu gak tanggap. Karena gak expect jawabannya….”

Ternyata betul, dengan sering bertanya, saya makin sering dapat jawaban.
Hhhmm….. Inilah gunanya sekolah. Ada yang membimbing sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan.


Kembali ke pertanyaan P. Edy, banyak orang yang saat mendengar Tuhan berbicara, langsung dia mengerjakan apa yang dia dengar dengan caranya sendiri. Tanpa bertanya lagi.
Seharusnya ketika kita mendengar dari Tuhan, itu pertanda Kita Harus Bersiap-Siap.

Andrew Wommack selalu menegaskan,
ketika dikerjakan dengan cara kita sendiri – I Did It My Way- artinya kita yang harus memikirkan dan memberinya ‘makan’.
Tidak Cukup Hanya Tahu KEHENDAK Tuhan, tetapi Kita Harus Tahu RENCANA Tuhan, CARA Tuhan Mengerjakannya dan KAPAN Harus Dilaksanakan.

Yang Tuhan mau, visi-Nya dikerjakan sesuai cara Tuhan -God’s Way- Tuhan yang memikirkan, Tuhan yang memberi ‘makan’. Kita mengikuti-Nya langkah demi langkah. Kunci utamanya: relationship with God. Sehingga ketika berhasil, kita sadar: itu Tuhan, bukan saya!
Kalau kita betul-betul mengikuti Dia, Tuhan berjanji, bebannya ringan koq…
No Stres But Rest.

P. Irwan menegaskan, ketika kita mendapat panggilan Tuhan, yang paling utama, belajarlah untuk melayani, serta setia mengerjakan hal-hal kecil. Bahkan mengerjakan hal yang tidak kita mengerti, bisa jadi hal yang tidak kita setujui, tetapi itu dikehendaki oleh atasan kita, (atau Tuhan), maka lakukanlah!
Why?
Dengan cara demikian kita belajar menundukkan diri, taat dan rendah hati.
Kalau ingin menjadi yang terbesar, kita harus bersedia melayani. Itu rumus Kerajaan Allah.
Saat setia mengerjakan hal-hal kecil yang tidak dilihat orang lain, disitulah karakter dan kerendahan hati kita dibentuk.

Visi besar tidak akan tercapai, tanpa karakter, penundukkan diri dan kerendahan hati yang sudah dibentuk terlebih dahulu. Masa persiapan tidak pernah sia-sia.
Panggilan Tuhan itu bertahap, tidak sekaligus!
Mari kita laksanakan bersama-Nya……

For My thoughts are not your thoughts, Nor are your ways My ways,” says the Lord. For as the heavens are higher than the earth, So are My ways higher than your ways, And My thoughts than your thoughts.

Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN. Seperti tingginya langit dari bumi, demikianlah tingginya jalan-Ku dari jalanmu dan rancangan-Ku dari rancanganmu.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kasih dan Iman Fondasinya.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kasih dan Iman Fondasinya.

Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup!
Mazmur 27:13 TB

Fondasi terbesar bagi iman Anda adalah pewahyuan Anda tentang kebaikan Allah. Banyak orang putus asa dalam tantangan mereka karena tantangan itu menjadi lebih besar daripada kebaikan Tuhan di dalam hati mereka. Semakin saya merenungkan kebaikan Tuhan, semakin saya menemukan diri saya yakin akan masa depan saya, kesehatan saya, dan persediaan saya.

Tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia.
Kisah Para Rasul 10:38 TB

Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: ”Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: ”Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab: ”Ya Tuhan, kami percaya.” Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: ”Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Matius 9:27?-?29 TB

Bagaimana “iman” kedua orang buta ini?
Mereka hanya mengenali siapa Yesus itu (Anak Daud) dan memohon belas kasihan-Nya.
Yesus hanya bertanya apakah mereka percaya apakah Dia dapat menyembuhkan mereka? Itu saja!

Tanpa syarat apa pun.

Mereka tidak menanggapi dengan daftar semua yang telah mereka lakukan untuk memperoleh kesembuhan. “Kami telah berpuasa dan berdoa, kami telah memberikan persepuluhan, kami telah mengakui Firman 500 kali, kami tidak pernah melewatkan sinagoga”, dll.

Permohonan belas kasihan mereka adalah pengungkapan dari kebaikan-Nya. Keyakinan mereka bahwa Dia dapat menyembuhkan mereka adalah iman mereka!
Itu dia! Menurut keyakinan mereka akan kebaikan-Nya, mereka disembuhkan.

Saya telah menghabiskan dan terus menghabiskan banyak waktu untuk belajar dan merenungkan kebaikan Tuhan. Itu telah menjadi fondasi hidup saya.
– Kebaikannya menyembuhkan saya dari kanker.
– Kebaikannya memberkati hidup dan pelayanan saya.
– Kebaikannya telah membebaskan hati saya dari perselisihan dan perdebatan doktrin.
– Kebaikannya telah membebaskan saya dan memberi saya sukacita dan kedamaian.

Pelajari dan renungkanlah kebaikan Tuhan. Itu akan menjadi landasan iman Anda.

Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah Tuhan sepanjang masa.Mazmur 23:6 TB

Sumber: Barry Bennett


Agama telah mengubah hubungan dengan Tuhan menjadi sesuatu yang sulit dan penuh aturan. Solah Tuhan begitu sulit untuk dijangkau….

Padahal sesungguhnya, hubungan dengan Tuhan hanya butuh PERCAYA SAJA dan PEWAHYUAN AKAN KASIH ALLAH.
Tuhan rindu anak-anak-Nya datang kepada-Nya…. meletakkan kepalanya di dada Yesus, seperti Rasul Yohanes. Dengan percaya, rest dan aman!

Semakin menyadari betapa Allah Mengasihi Kita, sehingga Dia Mengaruniakan Anak-Nya yang Tunggal agar Mati bagi kita ( Yohanes 3:16), maka semakin mudah kita mempercayai Dia.

Di Kayu Salib, Yesus rela menderita karena Yesus memandang hasil pengorbanannya, kita semua memperoleh kembali kehidupan. ( Ibr 12:2 )

Cara hidup seperti apa yang Tuhan kehendaki bagi kita?
Therefore I say unto you, Take no thought for your life, (Mat 6:25) – Oleh karena itu Aku berkata kepadamu, Jangan pikirkan hidupmu…

Lalu apa yang harus kita lakukan?
Casting the whole of your care [all your anxieties, all your worries, all your concerns, once and for all] on Him, for He cares for you affectionately and cares about you watchfully. 1 Peter 5:7 AMPC
Serahkan seluruh perhatianmu [semua kecemasan, semua kekhawatiran, semua kegalauanmu, sekali dan untuk selamanya] pada-Nya, karena Dia memperhatikanmu dengan penuh kasih sayang dan memperhatikanmu dengan sepenuh perhatian. 1 Petrus 5:7 AMPC

Otak kita yang hanya sebesar kacang – your peanut brain, kata Greg Mohr -, tidak dapat mengerti dan memahami banyak hal. Tuhan menghendaki kita menyerahkan saja kekuatiran, ketidakmengertian kita kepada-Nya. Biarkan Tuhan yang memelihara dan membereskannya.

Saat manusia diciptakan di Taman Eden, memang tidak di design untuk menghadapi hal-hal yang negatif. Di Taman Eden semua sempurna, Tuhan yang memelihara manusia. Sampai Adam & Hawa jatuh dalam dosa, dan hal-hal negatif sekarang meneror kita. Tetapi Tuhan sudah mengajarkan, agar kita menyerahkan hal-hal negatif yang kita hadapi, kepada-Nya. Tuhan yang akan memelihara kita.

“Kita dipanggil bukan sekedar untuk mengerti, tetapi untuk PERCAYA,” ujar Ps. John Donnelly, “Banyak hal di Alkitab yang saya tidak mengerti. Tetapi saya PERCAYA…. Pada waktunya, Pengertian-Understanding akan mengikutinya.”

Hidup akan jauh lebih simple, ketika kita mentaati saja Firman-Nya.
Tuhan sudah berjanji, Dia tidak akan membiarkan atau meninggalkan kita. (Yos 1:5)

Tuhan ingin kita hidup dengan Sound Mind – Pikiran Yang Tenang.

For God has not given us a spirit of fear, but of power and of love and of a sound mind. Karena Tuhan tidak memberi kita roh ketakutan, tetapi kekuatan dan cinta dan pikiran yang sehat. II Timothy 1:7 NKJV
Mari kita taat saja kepada-Nya!
Setuju?

Faith will not work unless we believe that God loves us. Faith is The Bridge between The Spiritual World and The Phisical World.

Iman tidak akan bekerja kecuali kita percaya bahwa Allah mengasihi kita. Iman adalah Jembatan antara Dunia Roh dan Dunia Fisik.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

A Better Way To Pray…..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

A Better Way To Pray…..

Saya memiliki masalah dan tidak tahu jalan keluarnya. Buntu. Tidak jelas darimana  harus memulai mengurainya.

“Tuhan, saya tidak tahu bagaimana harus berdoa. Tolong ajari saya,” kataku dalam doa.

Lalu saya buka youtube. 3 menit lagi acara Greg Mohr dan judulnya :
How And What To Pray…. Sungguh Allah senantiasa menjawab doa!

Greg Mohr mengajarkan, pertama-tama Tinggikan Tuhan, jangan lihat masalahmu.

Saya pun mengingat, Tuhan itu Allah yang membuat langkah 4 orang bagaikan langkah kaki ribuan tentara. Yess…!
Tuhan yang membuat laut bergelora, diperintahkan-Nya menjadi teduh.
Tuhan pula yang menyertai Daud mengalahkan Goliat.
Masalahku tentu sangat kecil bagi Tuhan.
Jangan kuatir!
Hati pun penuh semangat… Bergairah.
Ada solusi di dalam Tuhan, meski saya belum tahu caranya.

Lihat Tuhan Berada Di Pihakku.
Seringkali kita berdoa hanya sibuk  menceritakan dan mengeluh kepada Tuhan, betapa besarnya masalah dan ketakutan-ketakutan yang dialami.
Tentu saja, habis berdoa, justru tambah loyo karena yang ditaburkan adalah benih kekalahan.

Seharusnya, bukannya kita menceritakan besarnya permasalahan kita kepada Tuhan, sebaliknya kita harus menceritakan kepada masalah yang kita hadapi, kebesaran Allah kita!

Greg Mohr mengingatkan bahwa kita berperang dari sisi penuh kemenangan.
Why?
Karena jika Tuhan berada di pihakku, siapa yang dapat melawan aku?
Dan saya meng-amin-kannya.
Kita pasti menang!

Berdoa sesuai firman-Nya.
Saya tidak tahu solusinya dan tidak tahu pula apa yang akan diminta.
Tetapi saya paham janji-janji-Nya. Maka lebih baik berdoa sesuai firman-Nya.

“Tuhan, Engkau berjanji: Engkau hendak mengajar dan menunjukkan kepadaku jalan yang harus kutempuh; Tuhan hendak memberi nasihat, mata Tuhan tertuju kepadaku. Maka tuntun saya untuk menyelesaikan masalah ini, langkah demi langkah.
Dan Engkau juga berjanji, malaikat Tuhan berkemah di sekeliling orang yang takut akan Allah lalu meluputkan mereka. Aku percaya Tuhan sendiri yang akan menolong serta menyelamatkan kami.”

Selesai berdoa, iman pun timbul. Harapan menjadi penuh dan utuh.
Bukankah segala sesuatu terjadi sesuai iman kita?
Maka saya pasti mendapatkan solusinya.

Andrew Wommack menulis buku apik “A Better Way To Pray” – “Berdoa Dengan Cara Lebih Baik”.

“Prinsip-prinsip ini mungkin bukan satu-satunya cara untuk berdoa, tapi jika Anda tidak memperoleh hasil yang Anda inginkan, pertimbangkanlah untuk mengubah cara Anda, mungkin ada Cara yang Lebih Baik untuk Berdoa,” demikian Andrew Wommack menulis.

Terbukti, dengan memperbaiki cara kita berdoa, cara kita membangun relationship dengan Tuhan dan mengubah Pola Pikir tentang Tuhan, hidup pun berubah.

Bagaimana dengan Anda? Mau? Yuk…..

Whatever you are stressed over, talk to God about it. He loves you.

Apa pun yang membuat Anda stres, bicarakan dengan Tuhan tentang hal itu. Dia mengasihimu.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The Miracle Mindset

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

The Miracle Mindset

Suatu ketika saat bertemu dengan sekelompok teman-teman , saya minta Ani menceritakan kesaksian yang dialaminya. Uniknya, Ani menceritakan kisahnya dari awal sekali, runut, satu persatu. Dan detil, menurutnya agar murid bisa memahami betul-betul sehingga saat soal diubah, murid tetap mengerti cara menyelesaikannya.

Kemudian saya baru paham, itu karena Ani seorang guru. Dia berpendapat, jika dijelaskan dari dasar, maka ke belakang murid mudah memahami. Asal paham dasar fondasinya, mereka tidak akan kesulitan untuk memahami soal-soal sulit di kemudian hari.

Berbeda dengan saya yang penulis. Dulu saya ikut grup para penulis, yang menulis artikel untuk sebuah portal. Pemilihan judul pun diusahakan sedemikian rupa, kadang kontroversial, agar menarik orang untuk membacanya.
Konon orang akan melihat judul sekilas, dalam beberapa detik, lalu memutuskan untuk membaca atau melewatkannya.

Pernah judulnya tentang Selingkuh. Padahal isi artikelnya justru melarang selingkuh, ternyata hanya membaca judulnya saja, saya dihujat habis di sebuah grup, hingga saya left. Padahal mereka sama sekali belum baca isinya. Sampai pemimpin grup itu minta maaf secara pribadi. Pengalaman yang kombinasi, antara lucu & tragis.

Karena saya penulis, jika bercerita, yang menarik saya sampaikan duluan. ‘Teaser’, untuk icip-icip biar menarik. Baru setelah itu, dijelaskan kronologisnya. Seberapa bisa, mesti ada klimaksnya…. kisah jadi menarik.
Hahaha….. ala penulis…. wkwkwk….


Belajar dari pengalaman di atas, saya mengagumi betapa dahsyatnya Allah kita, yang menciptakan setiap manusia dengan keunikan masing-masing. Padahal ada milyaran manusia di muka bumi.

Belum lagi teman-teman yang meski profesinya sama-sama guru atau sama-sama penulis, karena pengalamannya yang berbeda, dalam meresponi kehidupan pun berbeda lagi…
Wow….
Makin banyak lagi tuh variasinya…..

Hebatnya, setiap kita saling membutuhkan satu sama lain, saling melengkapi karena kita semua Satu Tubuh Kristus.
Dan dengan bekerjasama, kami bisa efektif melayani serta tumbuh bersama-sama, menjadi berkat bagi dunia di sekeliling kita.
Saya mengagumi Ani dengan keunikan dan profesi gurunya, Ani pun mengagumi saya karena cara saya berbeda dengan dirinya.
Dunia jadi makin indah dengan keberagaman ini.

Kata Barry Bennett, “Pikirkan kehidupan yang kita jalani sebagai panen. Panen selalu mengungkapkan sifat benih. Sikap, harapan, perkataan, pikiran, dan tindakan kita, merupakan benih yang menciptakan panen. Jika kita tidak senang dengan panennya, ubah benih yang kita tabur.


Tahukah kita, mujizat seharusnya menjadi bagian normal dari kehidupan orang percaya? Itu bukan keinginan Tuhan atau “kecelakaan” ilahi. Begitu kita memahami bagaimana keajaiban terjadi, kita dapat bergerak ke dimensi yang lebih besar dari kehidupan berkelimpahan bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, apakah Dia melakukannya dengan melakukan hukum, atau dengan mendengar iman? (Gal. 3:5)

Dalam ayat singkat ini kunci keajaiban terungkap. Tuhan mengerjakan mujizat di tengah-tengah kita sesuai dengan “pendengaran iman” kita.
Dengan kata lain, satu-satunya persyaratan untuk menerima mujizat adalah kita mendengar Tuhan dengan iman. Tampaknya cukup mudah. Kita diciptakan untuk mendengar Tuhan.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
Yohanes 10:27 TB

Manusia diciptakan dengan kemampuan “supernatural”. Itulah kemampuan untuk memikirkan pikiran Tuhan, mengucapkan firman Tuhan, dan melakukan pekerjaan Tuhan. Itlah kekuasaan atas ciptaan Tuhan. Yang semuanya mengalir karena mendengarkan Dia, saat bersekutu dengan-Nya. Apa yang sekarang kita sebut supernatural sebenarnya dimaksudkan untuk menjadi alami (normal).

Dosa dalam kemanusiaan mengubah semua itu. Tetapi Yesus datang untuk mengembalikan manusia ke tujuannya semula. Berjalan di alam supernatural, seharusnya sesuatu yang “alamiah” bagi orang percaya.
Caranya?
Kita harus mendengarkan Tuhan dan bertindak sesuai dengan apa yang kita dengar.

Mujizat hanyalah kasih Tuhan yang menyentuh kebutuhan manusia. Mereka bisa terlihat jelas dan spektakuler, atau bisa diam dan tidak terlihat oleh orang lain.
Supernatural tidak selalu spektakuler.
Tetapi ketika kita mendengar Tuhan menyatakan Firman-Nya dan bertindak berdasarkan apa yang Dia tunjukkan kepada kita, keajaiban, yang supernatural akan mengikuti.

Kita harus percaya bahwa keajaiban memang disediakan bagi kita. Jangan percaya bahwa keajaiban hanya untuk segelintir orang yang berbakat.
Kita bisa mulai memiliki pola pikir keajaiban hari ini. Luangkan waktu bersama-Nya untuk mengucap syukur atas semua yang kita miliki.
Bayangkan tantangan dalam kehidupan kita dan lihatlah itu diselesaikan, dipulihkan, dan disembuhkan.
Mulailah mengucapkan kata-kata kehidupan dan berkat atas kehidupan, keluarga, pekerjaan, dan masa depan kita. Mulailah dari tempat kitasekarang, untuk memulai tetapi mulailah menganggap hidup kita sebagai kehidupan yang penuh keajaiban.

Mengharapkan yang tak terduga.
Berharap untuk diberkati.
Berharap sembuh.
Harapkan kebaikan.
Harapkan hubungan dipulihkan.
Tuhan berbicara hal-hal ini setiap menit setiap hari.
Kita hanya harus memilih untuk mendengarkan Dia.

Don’t waste any more time – it’s time for you to get started making the most of divine equipment inside you that’s just waiting to be released! – Rick Renner.

Jangan buang waktu lagi – inilah saatnya bagi Anda untuk mulai memanfaatkan perlengkapan ilahi di dalam diri Anda yang menunggu untuk dilepaskan! -Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 115 116 117 118 119 314