Articles

The Miracle Mindset

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

The Miracle Mindset

Suatu ketika saat bertemu dengan sekelompok teman-teman , saya minta Ani menceritakan kesaksian yang dialaminya. Uniknya, Ani menceritakan kisahnya dari awal sekali, runut, satu persatu. Dan detil, menurutnya agar murid bisa memahami betul-betul sehingga saat soal diubah, murid tetap mengerti cara menyelesaikannya.

Kemudian saya baru paham, itu karena Ani seorang guru. Dia berpendapat, jika dijelaskan dari dasar, maka ke belakang murid mudah memahami. Asal paham dasar fondasinya, mereka tidak akan kesulitan untuk memahami soal-soal sulit di kemudian hari.

Berbeda dengan saya yang penulis. Dulu saya ikut grup para penulis, yang menulis artikel untuk sebuah portal. Pemilihan judul pun diusahakan sedemikian rupa, kadang kontroversial, agar menarik orang untuk membacanya.
Konon orang akan melihat judul sekilas, dalam beberapa detik, lalu memutuskan untuk membaca atau melewatkannya.

Pernah judulnya tentang Selingkuh. Padahal isi artikelnya justru melarang selingkuh, ternyata hanya membaca judulnya saja, saya dihujat habis di sebuah grup, hingga saya left. Padahal mereka sama sekali belum baca isinya. Sampai pemimpin grup itu minta maaf secara pribadi. Pengalaman yang kombinasi, antara lucu & tragis.

Karena saya penulis, jika bercerita, yang menarik saya sampaikan duluan. ‘Teaser’, untuk icip-icip biar menarik. Baru setelah itu, dijelaskan kronologisnya. Seberapa bisa, mesti ada klimaksnya…. kisah jadi menarik.
Hahaha….. ala penulis…. wkwkwk….


Belajar dari pengalaman di atas, saya mengagumi betapa dahsyatnya Allah kita, yang menciptakan setiap manusia dengan keunikan masing-masing. Padahal ada milyaran manusia di muka bumi.

Belum lagi teman-teman yang meski profesinya sama-sama guru atau sama-sama penulis, karena pengalamannya yang berbeda, dalam meresponi kehidupan pun berbeda lagi…
Wow….
Makin banyak lagi tuh variasinya…..

Hebatnya, setiap kita saling membutuhkan satu sama lain, saling melengkapi karena kita semua Satu Tubuh Kristus.
Dan dengan bekerjasama, kami bisa efektif melayani serta tumbuh bersama-sama, menjadi berkat bagi dunia di sekeliling kita.
Saya mengagumi Ani dengan keunikan dan profesi gurunya, Ani pun mengagumi saya karena cara saya berbeda dengan dirinya.
Dunia jadi makin indah dengan keberagaman ini.

Kata Barry Bennett, “Pikirkan kehidupan yang kita jalani sebagai panen. Panen selalu mengungkapkan sifat benih. Sikap, harapan, perkataan, pikiran, dan tindakan kita, merupakan benih yang menciptakan panen. Jika kita tidak senang dengan panennya, ubah benih yang kita tabur.


Tahukah kita, mujizat seharusnya menjadi bagian normal dari kehidupan orang percaya? Itu bukan keinginan Tuhan atau “kecelakaan” ilahi. Begitu kita memahami bagaimana keajaiban terjadi, kita dapat bergerak ke dimensi yang lebih besar dari kehidupan berkelimpahan bagi diri kita sendiri dan orang lain.

Jadi bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu, apakah Dia melakukannya dengan melakukan hukum, atau dengan mendengar iman? (Gal. 3:5)

Dalam ayat singkat ini kunci keajaiban terungkap. Tuhan mengerjakan mujizat di tengah-tengah kita sesuai dengan “pendengaran iman” kita.
Dengan kata lain, satu-satunya persyaratan untuk menerima mujizat adalah kita mendengar Tuhan dengan iman. Tampaknya cukup mudah. Kita diciptakan untuk mendengar Tuhan.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
Yohanes 10:27 TB

Manusia diciptakan dengan kemampuan “supernatural”. Itulah kemampuan untuk memikirkan pikiran Tuhan, mengucapkan firman Tuhan, dan melakukan pekerjaan Tuhan. Itlah kekuasaan atas ciptaan Tuhan. Yang semuanya mengalir karena mendengarkan Dia, saat bersekutu dengan-Nya. Apa yang sekarang kita sebut supernatural sebenarnya dimaksudkan untuk menjadi alami (normal).

Dosa dalam kemanusiaan mengubah semua itu. Tetapi Yesus datang untuk mengembalikan manusia ke tujuannya semula. Berjalan di alam supernatural, seharusnya sesuatu yang “alamiah” bagi orang percaya.
Caranya?
Kita harus mendengarkan Tuhan dan bertindak sesuai dengan apa yang kita dengar.

Mujizat hanyalah kasih Tuhan yang menyentuh kebutuhan manusia. Mereka bisa terlihat jelas dan spektakuler, atau bisa diam dan tidak terlihat oleh orang lain.
Supernatural tidak selalu spektakuler.
Tetapi ketika kita mendengar Tuhan menyatakan Firman-Nya dan bertindak berdasarkan apa yang Dia tunjukkan kepada kita, keajaiban, yang supernatural akan mengikuti.

Kita harus percaya bahwa keajaiban memang disediakan bagi kita. Jangan percaya bahwa keajaiban hanya untuk segelintir orang yang berbakat.
Kita bisa mulai memiliki pola pikir keajaiban hari ini. Luangkan waktu bersama-Nya untuk mengucap syukur atas semua yang kita miliki.
Bayangkan tantangan dalam kehidupan kita dan lihatlah itu diselesaikan, dipulihkan, dan disembuhkan.
Mulailah mengucapkan kata-kata kehidupan dan berkat atas kehidupan, keluarga, pekerjaan, dan masa depan kita. Mulailah dari tempat kitasekarang, untuk memulai tetapi mulailah menganggap hidup kita sebagai kehidupan yang penuh keajaiban.

Mengharapkan yang tak terduga.
Berharap untuk diberkati.
Berharap sembuh.
Harapkan kebaikan.
Harapkan hubungan dipulihkan.
Tuhan berbicara hal-hal ini setiap menit setiap hari.
Kita hanya harus memilih untuk mendengarkan Dia.

Don’t waste any more time – it’s time for you to get started making the most of divine equipment inside you that’s just waiting to be released! – Rick Renner.

Jangan buang waktu lagi – inilah saatnya bagi Anda untuk mulai memanfaatkan perlengkapan ilahi di dalam diri Anda yang menunggu untuk dilepaskan! -Rick Renner.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Walking In The Spirit!
SAMPAH
FAITH OR FEELINGS?