Category : Articles

Articles

Di Mana Hikmat Allah & Bagaimana Memperolehnya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Di Mana Hikmat Allah & Bagaimana Memperolehnya?

Sebab itu hikmat Allah berkata: Aku akan mengutus kepada mereka nabi-nabi dan rasul-rasul dan separuh dari antara nabi-nabi dan rasul-rasul itu akan mereka bunuh dan mereka aniaya,
Lukas 11:49 TB

Ungkapan “Sebab itu hikmat Allah berkata” adalah bagian dari narasi Lukas dan bukan kata-kata Yesus. Lukas mengatakan bahwa Yesus adalah hikmat Allah, sebuah kebenaran yang mapan dalam Kitab Suci.

Tidak ada cara untuk mengakses hikmat Allah kecuali melalui Yesus.
Sampai seseorang menerima Kristus, dia kehilangan satu-satunya sumber hikmat sejati. Manusia tidak mampu menerima hikmat Tuhan, tetapi mereka yang menyerahkan diri kepada Tuhan memiliki akses kepada hikmat Tuhan sendiri, melalui Roh Kudus. Kita harus bergantung pada Roh Kudus untuk menerima hikmat Tuhan dalam hidup kita.

Seorang Kristen yang belum menerima Baptisan Roh Kudus dapat memiliki beberapa pengetahuan pewahyuan, tetapi terbatas. *Salah satu bukti terbesar bahwa seseorang telah menerima Baptisan Roh Kudus adalah banyaknya hikmat Allah yang tersedia baginya.*

Kebenaran Injil, dan kuasa Allah yang melepaskan kebenaran ini, hanya dapat diberikan melalui pengurapan Roh Kudus. Kebijaksanaan manusia, betapapun fasihnya itu, tidak dapat menyampaikan kehidupan Tuhan. Banyak pemberitaan Injil hari ini dilakukan dengan hikmat manusia. Ini mengesankan bagi pikiran duniawi, tetapi membuat roh kelaparan akan jamahan Tuhan. Kebutuhan terbesar di antara para pelayan saat ini bukanlah memiliki lebih banyak pendidikan duniawi, tetapi untuk menerima pengetahuan pewahyuan (revelation) dari Roh Kudus. Hanya kata-kata yang diucapkan oleh Roh Tuhan yang dapat mencapai roh manusia.

Pikiran rohani harus diucapkan dengan kata-kata rohani (1 Kor. 2:13).

*****
Hikmat Tuhan Untuk kita!

Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. 1 Korintus 1:30 TB

Bagaimana seseorang menjadi bijak? Tahukah kita, hikmat Allah tinggal di dalam roh kita? Kemampuan menggunakan pengetahuan demi kebaikan adalah bagian dari semangat kelahiran baru kita. Bagaimana kita bisa mengaktifkannya?

Hai anakku, jikalau engkau menerima perkataanku dan menyimpan perintahku di dalam hatimu, sehingga telingamu memperhatikan hikmat, dan engkau mencenderungkan hatimu kepada kepandaian, ya, jikalau engkau berseru kepada pengertian, dan menujukan suaramu kepada kepandaian, jikalau engkau mencarinya seperti mencari perak, dan mengejarnya seperti mengejar harta terpendam, maka engkau akan memperoleh pengertian tentang takut akan Tuhan dan mendapat pengenalan akan Allah.

Karena Tuhanlah yang memberikan hikmat, dari mulut-Nya datang pengetahuan dan kepandaian.
Ia menyediakan pertolongan bagi orang yang jujur, menjadi perisai bagi orang yang tidak bercela lakunya, sambil menjaga jalan keadilan, dan memelihara jalan orang-orang-Nya yang setia. Maka engkau akan mengerti tentang kebenaran, keadilan, dan kejujuran, bahkan setiap jalan yang baik.
Amsal 2:1-9 TB

Perhatikan kata kerjanya: terima, hargai, condongkan, terapkan, serukan, angkat, cari dan cari.
Kata-kata itu menggambarkan hati yang diberikan sepenuhnya, untuk membuka hikmat Tuhan. Hikmat Tuhan tersedia bagi kita. Hikmat ada di dalam roh kita! Jangan biarkan hikmat itu tidak dimanfaatkan.

Berapa banyak kesalahan yang dapat kita hindari jika kita menggunakan hikmat Tuhan?

Karena Tuhan memberikan hikmat; dari mulut-Nya datang pengetahuan dan pengertian; (Ams. 2:6)

Kebijaksanaan adalah hal yang utama; oleh karena itu dapatkan kebijaksanaan: dan dengan semua yang kamu dapatkan, dapatkan pengertian. (Ams. 4:7)

Tuhan tidak menahan hikmat. Ini untuk pencari hikmat yang serius.

“Jika ada di antara kamu yang kekurangan hikmat, biarlah dia meminta kepada Tuhan, yang memberi kepada semua orang dengan bebas dan tanpa kritik, dan itu akan diberikan kepadanya. 6 Tetapi biarlah dia meminta dengan iman, tanpa ragu-ragu.” (Yakobus 1:5-6)

Yuk… kejar hikmat & hidupi!

The best way to gain wisdom is by applying God’s Word to your life.

Cara terbaik untuk memperoleh hikmat adalah dengan menerapkan Firman Tuhan dalam kehidupan kita.

Sumber: Andrew Wommack & Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Masalah Berat? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masalah Berat? Ini Solusinya!

Bertahun-tahun yang lalu, saya ikut kelas Mother Wise. Setelah memdengarkan prinsip-prinsip pengajarannya, kami dibagi-bagi dalam kelompok kecil.
Sekitar 5-7 orang dalam tiap kelompok. Masing-masing diberi waktu untuk sharing permasalahannya dan yang lain menanggapi.

Seorang teman sebut saja Ani, baik sekali dengan saya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari apartemen tempat saya tinggal.
Ani menolak hadir lagi.

“Yenny, masalahku itu sudah ruwet. Datang Mother Wise, ingin belajar menjadi ibu dan istri yang baik bagaimana caranya? Aku butuh solusi untuk masalahku,” curhat Ani sambil menghela nafas panjang,
“Lha koq di grup disuru dengerin lagi curhat teman-teman yang tidak kalah beratnya. Aku sudah gak sanggup…. Sudah gak ada tempat lagi buat menampung curhat teman-teman.”

Oh… ????. Saat itu saya tidak tahu cara bijak menanggapinya. Pewahyuan saya belum sampai ke sana.

*****

Saat kami belajar “How To Diciple”, guru saya Greg Mohr membagikan kesaksian hidup yang sangat memberkati.

Brian, putra sulung Greg Mohr, adalah anak yang berkemauan keras. Greg kesulitan mengatasinya.
Greg selalu berkomentar, jika saja Dr. James Dobson bertemu dengan Brian, beliau harus menambah setidaknya 3 bab baru dalam bukunya.
Dr. James Dobson adalah pakar dalam bidang pendidikan anak.

Kebanyakan orang, ketika merasa masih ada yang dirasa kurang sempurna dalam hidup dan keluarganya, tidak berani melayani Tuhan. Kuatir dianggap tidak bisa menjadi teladan dan menjadi batu sandungan.
Padahal sesungguhnya, hidup setiap kita masih dalam proses. Kita tumbuh bersama dengan orang-orang yang kita layani.
Justru orang-orang yang dilayani bisa merasakan bahwa kita manusia biasa, yang tidak lepas dari permasalahan, yang kurang lebih serupa dengan yang mereka alami.
Mereka bisa belajar dari pergumulan kita juga.
Apalagi sampai mati pun kita tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Greg selain mengajar di Charis, memuridkan beberapa orang. Dia memberikan dirinya untuk menjadikan mereka para pemimpin yang handal.
Meluangkan waktu, mendidik, menyemangati dan membawa mereka saat Greg melayani. Dengan cara demikian, mereka bisa meneladani dan merasakan transfer spirit Greg dalam memberikan hidupnya bagi pelayanannya.
Diantara mereka yang dimuridkan, ada seorang pemuda bernama Donald.

Donald yang usianya 15 tahun lebih tua dari Brian, tergerak untuk memberikan diri memuridkan Brian.
Donald mendekati Brian, mengajaknya berburu, mengajaknya makan malam, meluangkan waktu untuk menemaninya dan membagikan hidup serta nilai-nilai yang dipegangnya kepada Brian.
Dalam waktu 3 bulan, Allah mengubah Brian menjadi pemuda yang luar biasa.

Pemuda yang selama 6-7 tahun ‘hilang’, sekarang menjadi pemimpin dalam keluarga Greg Mohr, mengajar di Sekolah Bisnis Charis, juga menjadi suami serta ayah yang luar biasa bagi keluarganya.

Wow…. Sungguh menginspirasi!

Salah satu yang membuat saya jatuh cinta pada Sekolah Charis, karena guru-gurunya mengajar bukan sekedar teori tetapi mereka membagikan hidup, pengalaman: baik kegagalan, kesuksesan serta bagaimana proses serta cara mereka mengatasinya.
Relate dengan kehidupan kita sehari-hari.

*****

Dr. Caroline Leaf memberikan saran yang sama dalam bukunya:
Jika punya masalah, bantulah orang lain menyelesaikan masalahnya. Dengan cara yang tak terduga, masalah kita akan menemukan solusinya secara alami.
Kembali terbukti Hukum Tabur Tuai…

Saya terhibur…
Pernah terbersit, buat apa repot-repot menulis Seruput Kopi Cantik?
Butuh effort, konsisten, tenaga dan waktu…
Secara materi tidak ada keuntungan apa-apa, justru banyak dana yang dikeluarkan untuk berbagi.

Tetapi ingat:
Apa pun benih yang kita tabur, tidak akan pernah sia-sia…
Bahkan segelas air putih yang kita berikan, Tuhan perhitungkan…

Terbukti dari Seruput Kopi Cantik saya mengenal teman-teman yang luar biasa, yang tidak mungkin saya kenal tanpa menulis Seruput Kopi Cantik, dan saya justru yang merasa diberkati.
Banyak hal saya belajar dari para pembaca…

Saya membagikan apa yang saya pelajari di sekolah mau pun dari pengalaman kehidupan, dan saya menerima kembali berlimpah-limpah.
Teman, sahabat, perhatian, kasih, kebaikan dan banyak lagi…

Dan yang paling membuat terharu, jika ada teman-teman yang hidupnya menjadi lebih baik karena membaca Seruput Kopi Cantik atau mengenal saya. Itulah tujuan Tuhan menciptakan saya di dunia ini.

Tidak ada kebahagiaan yang melebihi kesadaran bahwa kita benar-benar berada di tengah-tengah kehendak Tuhan, mengerjakan visi-Nya.

Di mana tempat paling makmur dalam kehidupan kita?
Tempat di mana kita sedang menggenapi kehendak Tuhan. Itulah tempat terbaik, yang paling memuaskan kehidupan kita dan bernilai kekal.

Hhhmmmm…. Menyenangkan bukan?
Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama.

Mari kita berlomba-lomba berbuat baik, menjadi berkat bagi sesama. Kebaikanmu tidak pernah sia-sia. Di sanalah kita menjadi Terang Dunia.

“When you focus on being a blessing, God makes sure that you are always blessed in abundance.” — Joel Osteen

“Ketika Anda fokus menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan memastikan, Anda selalu diberkati dalam kelimpahan.” — Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Informasi atau Transformasi?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Informasi atau Transformasi?

Begitu banyak orang yang memiliki lebih banyak pengetahuan tentang Alkitab daripada saya (Barry Bennett). Kadang-kadang saya mengagumi pengetahuan mendalam dari beberapa guru Alkitab. Bagi sebagian orang pengetahuan akan Firman mengubah hidup mereka, tetapi yang lain nampaknya tidak berubah. Apakah pembelajaran kita hanya berfungsi untuk memberi tahu kita, atau apakah itu mengubah kita?
Sekedar informasi atau transformasi?

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
Roma 12:2 TB

Firman menyatakan bahwa pembaruan pikiran yang sejati akan “mengubah” kita. Kata dalam bahasa Yunani ini adalah kata yang sama yang digunakan ketika Yesus “berubah rupa” di hadapan beberapa murid dalam Matius 17. Kata-kata itu penting, dan jika pembaharuan pikiran adalah untuk mengubah/mengubah rupa kita, mengapa begitu banyak orang yang dipenuhi dengan pengetahuan Alkitab, namun tidak ada transformasi?

Mencoba menandai setiap “i” ( informasi) dan mencoret setiap “t” (transformasi) sehubungan dengan pengetahuan Alkitab bukanlah hal yang buruk, tetapi pertanyaannya:
Apakah kita sedang diubah? Apakah kita lebih mencintai, memberi lebih murah hati, memaafkan lebih banyak, dan dipenuhi dengan sukacita serta kedamaian yang melimpah? Apakah pernikahan kita lebih baik, apakah anak-anak kita lebih diberkati dan masa depan kita dipenuhi dengan visi Ilahi?

Anugerah Allah adalah kuasa yang mengubahkan dan persediaan bagi setiap kebutuhan kita. BUKAN sekedar doktrin untuk dipahami, melainkan menjalani kehidupan yang diubahkan menjadi serupa dengan Kristus.
Kita bisa mengetahui semua rahasia firman, tetapi jika kita tidak memiliki kasih. . . kita bukan siapa-siapa. (lihat 1 Korintus 13:1-3)

Apakah kita berjalan dalam buah Roh? Apakah kita menghabiskan lebih banyak waktu, mencoba memahami sekedar pengetahuan Alkitab dibanding memikirkan bagaimana memberkati agar orang lain?
Apakah kita mengejar informasi untuk membuat terkesan, bangga pada diri sendiri dan membuat orang lain terpesona, Atau benar-benar mengalami transformasi yang membawa berkat bagi kehidupan kita dan kehidupan orang lain?

Injil kasih dan anugerah Allah adalah kuasa yang mengubahkan. Hasil dari perubahan hidup yaitu dengan adanya kedamaian, cinta, kegembiraan, iman, kebaikan, kemurahan hati dan hati yang memaafkan.

Biarkan Firman bekerja di dalam kita. Jawaban atas pertanyaan itu akan datang pada waktunya, tetapi sekarang waktunya untuk menjalani kehidupan yang diubahkan. Itulah yang perlu dilihat oleh dunia di sekitar kita.
Kehidupan yang semakin serupa dengan Kristus.

– Barry Bennett –

*****
Memahami teori di kepala, fasih menjelaskan prinsip-prinsip firman Tuhan, lengkap dengan ayat-ayatnya memang memukau.

Namun Renewing Our Mind, Perubahan Pola Pikir selaras Firmam Tuhan, belum betul-betul terjadi hingga kita melakukannya.
Doer bukan sekedar Hearer.
Pelaku Firman, bukan sekedar Pendengar Firman.
Ujian bisa nilai 100 tetapi perlu dilakukan dan dihidupi, baru menjadi bagian diri kita. Baru benar-benar pikiran kita diperbaharui.

Mengapa hal-hal buruk bisa terjadi pada orang benar?
Karena Wrong Thinking, salah berpikir.

Darimana Wrong Thinking bisa terjadi?
Karena pikiran kita Tidak Selaras dengan Firman Tuhan.

Wrong Thinking – pikiran yang salah, mengakibatkan Wrong Believing – kepercayaan yang salah, endingnya Wrong Confession, salah perkataan.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan JANGANLAH BERSANDAR PADA PENGERTIANMU SENDIRI.
Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan MELURUSKAN JALANMU.
Amsal 3:5?-?6 TB

Kita memperbaharui pikiran, Renewing Our Mind, dengan mempelajari firman Tuhan dan merenungkannya.
Kita memiliki Pikiran Kristus (1 Kor 2:16).
Satu-satunya jalan kita dapat memiliki Pikiran Kristus, dengan Mempelajari Firman-Nya, Percaya dengan Segenap Hati dan Bertindak sesuai Kebenaran Firman-Nya.

WHEN YOU THINK RIGHT, YOU SPEAK RIGHT, YOU FEEL RIGHT, BLESSINGS FLOWS, HEALING FLOWS…*
*KETIKA ANDA BERPIKIR BENAR, ANDA BERBICARA BENAR, ANDA MERASA BENAR, BERKAT PUN MENGALIR, KESEMBUHAN MENGALIR…

Siap praktik? Yuk…

God is not looking for an outward form of holiness, but an inward change of heart – John Bevere.

Tuhan tidak mencari kekudusan lahiriah, tetapi perubahan hati – John Bevere.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles

Hidup Memang Tidak Adil, Tetapi Allah Adil & Bisa Diandalkan!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hidup Memang Tidak Adil, Tetapi Allah Adil & Bisa Diandalkan!

Sometimes God takes you on a journey you didn’t know you needed, to bring you everything you ever wanted. Trust the plan. – Terkadang Tuhan membawa kita dalam perjalanan yang tidak kita mengerti, seolah tidak kita butuhkan, untuk memberikan semua yang kita inginkan. Percayalah pada rencana-Nya.

Kerap kita tidak nyaman harus melewati fase-fase pahit yang
tidak kita inginkan. Keinginan saya tentu hidup yang selalu mulus, menyenangkan dan bertemu dengan orang-orang yang manis tentu saja.
Pada kenyataannya, hidup tidak semanis itu.

Tetapi semakin lama saya hidup, semakin sadar…. saat menoleh kembali ke belakang dan merenungkannya, ternyata pengalaman-pengalaman tidak menyenangkan itu, sudah membentuk saya menjadi pribadi yang lebih toleransi, peka dan bisa memahami kesulitan orang lain. Dan yang tak terduga, lebih ulet dan tahan banting.

Jika saja tidak mengalami peristiwa buruk itu, saya tidak akan terlatih, skilfull mengatasi permasalahan kehidupan.
Ternyata pengalaman itu membuat saya menjadi lebih bijak.
*****
Seorang teman mengeluh, menceritakan keburukan suaminya. Semakin diceritakan, semakin terdengar tidak adil. Betapa menderitanya dia… Kisahnya makin mirip sinetron.

Hidup Memang Tidak Adil.
Jika dalam hidup kita mencari keadilan, sampai mati pun kita tidak akan memperolehnya.
Yang bisa kita lakukan:

KITA YANG MENYESUAIKAN DIRI PADA KEHIDUPAN, DAN BUKAN SEBALIKNYA.

Suami yang menyebalkan, itu hasil pilihan kita sendiri bukan?
What You See Is What You Get.
Apa yang kita lihat saat berpacaran, ya itu yang kita terima sekarang.

“Dulu berbeda Bu Yenny”.
Sebetulnya gak berbeda, hanya ibarat kado, kita terpesona bungkusnya, lupa cek betul-betul isinya.
“Teliti Sebelum Membeli”, kata pepatah kuno.

Saat sudah terlanjur, nasi sudah jadi bubur…yang bisa kita lakukan ya… tambahkan telur, teri, ayam, abon dll sehingga buburnya jauh lebih nikmat dan lebih mahal harganya daripada nasi.

Konon wanita berharap bisa mengubah suaminya setelah menikah nanti, sementara pria berharap istrinya tidak berubah setelah menikah.
Dan kenyataannya terbalik dengan harapan mereka*l.

*****
“B. Yenny, gadis idaman saya bla…bla…bla….,” ujar seorang pemuda.

“Wow .. rasanya gadis idamanmu ada di Novelnya HC Andersen or Barbara Cartland. Di dunia nyata, ada gak ya? Kalau pun ada, apakah dia tertarik denganmu?
Karena hukumnya adalah *Like Attracts Like.*
Kamu menarik orang yang seperti kamu, BUKAN menarik orang yang kamu inginkan. Jika kamu ingin menarik orang yang hebat, jadikanlah diri kamu hebat terlebih dahulu.”

*****

Seorang anak protes berat, terluka oleh ucapan ayahnya. Merasa dibedakan. Tidak diapresiasi. Menuntut agar ayahnya berubah.

Anak yang protes papanya merendahkannya, betulkah ucapannya?
Banyak orang yang tidak berani menghadapi kenyataan. Sejujurnya, hanya orang-orang terdekat yang berani menyodorkan fakta. Kejujuran kadang menyakitkan.
Kebanyakan teman dan orang lain itu sungkan. Penuh topeng. Basa basi.

Kalau itu tidak benar, mengapa tidak membuktikannya dengan cara yang elegan?

Putra teman papa saya, diusir oleh papanya. Perbedaan pendapat dan prinsip yang tajam. Anak ini memang pemberontak sejati.
Lalu dia hilang. Kabarnya merantau hingga ke Hongkong.

Saat papanya sudah tua, anak ini kembali. Dia sudah berkeluarga dan sukses. Terjadi di tahun 70-an, alat komunikasi masih sulit di jaman itu.

Kerennya pula, dia membuktikan kemampuannya dengan memberikan hadiah papanya sebuah mobil Mercedes terbaru saat itu.
Rekonsiliasi terjadi dengan sangat manisnya. Sang anak mau pun papanya, mengakui sebagian dia yang salah dan sebagian pihak lain yang salah.
Ini pembuktian yang elegan!

*****
Teman lain dengan penuh emosi bercerita, seharusnya dia yang dipromosi. Tetapi karena ada teman yang menelikung dari belakang, menyebarkan gosip tidak benar, promosinya dibatalkan.

Kita orang-orang beriman bukan?
Percaya sepenuh hati ga bahwa Gusti Allah Mboten Sare- Allah Tidak Tidur.

Paul Milligan bekerja di sebuah perusahaan besar. Ada rekan kerjanya yang berulangkali mencuri idenya dan menyampaikannya kepada atasannya, seolah-olah itu idenya.

Paul tahu, tetapi dia diam saja. Paul percaya promosi datang dari Tuhan.
Waktu pun berlalu… Cukup lama. Hingga suatu ketika sang atasan menemukan fakta yang sebenarnya. Paul Milligan pun diberi kedudukan yang tinggi.
Terbukti Janji-Nya Ya & Amin.

*****
Saya merenung.
Seandainya Paul Milligan tidak dikhianati, maka kita gak bisa belajar God’s Way yang dipilih Paul. Kita tidak punya teladan.

Pengkhianatan bukan dari Tuhan tetapi karena orang itu taat kepada si iblis. Tetapi malapetaka yang dirancang iblis, diubah Tuhan menjadi batu pijakan agar Paul Milligan dipromosi naik ke tempat tinggi yang tidak bisa dicapai tanpa adanya batu itu.

Seandainya tidak pernah sakit Hipertiroid, saya tidak bisa membuktikan bahwa kesembuhan itu benar-benar ada dan terbukti. Janji Allah Ya dan Amin, selalu bisa diandalkan.

Penyakit itu ulah si iblis, berusaha mencuri kesehatan saya. Tuhan yang menyembuhkan.
Karena pengalaman sakit yang tidak menyenangkan ini, saya bisa memotivasi teman-teman yang sakit. Percayalah kesembuhan pasti tercipta, Tuhan bisa dipercaya, bagian kita adalah beriman, percaya dan berdiri teguh diatas janji firman-Nya. Manifestasi tunggu waktu Tuhan. Pasti!

Hidup memang tidak adil tetapi Allah kita adil. Orang benar bisa jatuh tetapi tidak tergeletak. Seribu orang rebah di sisi kita dan sepuluh ribu di kanan kita, tetapi itu tidak menimpa kita.
Why?
Karena ke mana pun kita pergi & melangkah, anugerah dan perlindungan Allah mengejar kita. Memang anak panah musuh mendesing, berseliweran di kanan kiri, bising…tetapi lihatlah… kita tetap selamat, survive, tetap naik bukan turun.
Kemalangan orang benar itu banyak, tetapi Tuhan meluputkan kita dari semuanya. Wow…
Karena Tuhan menopang kita dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan!
Setuju?
Bagaimana pendapat Anda?

Our greatest freedom is the freedom to choose our attitude – Victor Frankl.

Kebebasan terbesar yang kita miliki adalah kebebasan untuk memilih sikap. – Victor Frankl.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Hati yang Terluka – Offended Heart.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

*Hati yang Terluka – Offended Heart.*

Ada musuh yang tidak kasat mata, menyerang Tubuh Kristus dan melakukan banyak kerusakan pada gereja. Penyebarannya sangat halus dan luas, sehingga terkadang sulit untuk menemukan sumber dari musuh ini. Gereja terpecah, persahabatan hilang, keluarga terpisah dan doktrin yang sehat diabaikan. Musuh itu adalah hati yang tersinggung.
Pelanggaran dan kepahitan mendatangkan malapetaka dalam kekristenan dan kebanyakan tidak tahu bagaimana mengenalinya.
Semua seolah wajar, manusiawi dan umumnya orang memang breaksi seperti itu…

Kemudian kebanyakan orang yang tersinggung, lalu mengkhianati satu sama lain, endingnya, membenci satu sama lain.
Banyak nabi palsu muncul, dan menipu banyak orang.
Darimana asalnya nabi palsu?
Menurut Greg Mohr, pengajaran yang fondasinya sakit hati- offended heart.
Ketika offended, iblis twist apa yang kita tangkap, karena iblis punya pijakan, kita tidak lagi bisa berpikir jernih.
Ibarat menggunakan kacamata merah, semua yang dilihat nampak merah semuanya. Itulah asalnya pengajaran sesat.

Dan karena kedurhakaan akan bertambah banyak, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. Tetapi dia yang bertahan sampai akhir, orang yang sama akan diselamatkan. (Mat 24:11-13)

Berdasarkan perkataan Yesus di atas, kita dapat menarik beberapa kesimpulan tentang cara mengenali hati yang tersinggung:

1. Pengkhianatan (Kebohongan, kritik, gosip, dll.)
2. Kebencian (Keengganan untuk mengampuni dan mendoakan mereka yang menganiaya kita.)
3. Nabi palsu/penipu (Ajaran palsu adalah gejala hati yang tersinggung)
4. Bertambahnya kedurhakaan daripada bertambahnya kekudusan.
5. Padamnya kasih Allah bagi sesama.

Hati yang tersinggung seringkali bukanlah hati yang cerdas. Perasaan dibiarkan menang atas Kebenaran. Doktrin diciptakan untuk menenangkan area di mana terjadi pelanggaran. Emosi lebih diutamakan daripada Firman. Beginilah cara kerja terciptanya penipuan.

Orang yang tersinggung, merasa dikhianati oleh seseorang dalam pelayanan atau mengalami pengalaman yang tidak baik di gereja. Mereka sering tidak mau mengampuni baik teman, gereja atau pendeta itu. Kemudian mencari orang lain yang merasakan hal yang sama. Ayat diambil di luar konteks untuk menegaskan posisi mereka. Perasaan mulai menguasai. Emosi dimanjakan. Hasilnya, kejahatan dan perpecahan tercipta.
Barry Bennett dengan tulus percaya bahwa Kebenaran adalah hal pertama yang harus diderita sebagai akibat dari hati yang tersinggung. Pesan kasih karunia pun telah disalahgunakan dan digunakan untuk menyamarkan kepahitan.

Melihat dengan rajin agar tidak ada orang yang gagal dari kasih karunia Allah; jangan sampai ada akar kepahitan yang menyusahkan Anda, dan dengan demikian banyak orang menjadi najis; (Ibr 12:15)

Karena di mana ada iri hati dan perselisihan, di situ ada kekacauan (Yakobus 3:16)

Kebingungan adalah gejala hati yang tersinggung. Sahabat, pastikan hatimu benar dengan Tuhan, benar juga dengan sesama. Pastikan Anda tidak menyembunyikan pelanggaran. Jangan biarkan Kebenaran menderita sehingga emosi kita dimanjakan. Jadilah orang yang bisa diajar! Hati yang tersinggung jarang bisa diajar.

Karena waktunya akan tiba manakala mereka tidak dapat lagi menerima ajaran yang sehat; tetapi menurut nafsu mereka sendiri mereka akan mengumpulkan guru-guru untuk diri mereka sendiri, memiliki telinga yang gatal; Dan mereka akan memalingkan telinga mereka dari kebenaran, dan akan membukanya kepada dongeng. (2 Tim. 4:2)

******
Siapa orang yang bisa menyakiti kita?
Orang-orang yang kita kasihi, hormati, hargai & percayai.
Orang-orang yang kita look up to, orang yang untuknya kita rela berkorban, justru merekalah yang menyakiti kita.

“Koq ada ya orang yang tidak tahu terimakasih seperti itu?”
Tepok Jidat!

Beberapa waktu lalu, saya terluka koq ada orang kristen yang sebegitu teganya? Padahal korbannya bukan saya, tetapi selama ini saya mengagumi beliau dengan visinya yang begitu mulia, ternyata dibaliknya, amat sangat berbeda.

Uniknya, karena perenungan pribadi, saya bisa menceritakan nilai-nilai apa yang mama ajarkan pada saya. Sesuatu yang biasa menurut saya….
Ternyata banyak memberkati pembaca dan yang membuat saya terperangah, beberapa teman berkomentar,
“Bersyukur sekali Bu Yenny punya mama yang mengajari nilai-nilai budi pekerti yang baik. Saya gak pernah diajar hal-hal seperti itu.”
Gantian saya yang melongo…

Greg Mohr salah satu guru favorit saya, beliau begitu jujur & terbuka.
Greg menceritakan dalam pelajaran “Developing Healthy Relationship,” betapa Greg & Janice jiwanya terluka ketika terusir dari gereja yang mereka dirikan, karena dikhianati.
Rohnya tentu sempurna, sudah dimeteraikan oleh Roh Kudus. Namun jiwanya terluka … Meski secara formal mereka taat, sudah mengampuni, tetapi hati mereka seolah sekarat & mati, sampai mereka dilayani oleh Andrew Wommack, Gary & Jerry Garcia. Mereka mengalami pemulihan.

Kejujuran Greg Mohr, membuat saya merasa waras.
Ketika dikhianati dan disakiti oleh orang-orang yang saya kasihi & peduli, saya terluka.
Tetapi saya makin merasa bersalah ketika melihat teman-teman seperti malaikat…
Meski disakiti, seolah-olah mereka tidak tersentuh. Tetap tersenyum… ‘kungfunya’ beda level, meminjam istilah P. Irsan. Wkwkwk….
Saya mesti belajar & meneladaninya.

Kejujuran Greg Mohr membuat saya merasa normal dan saya bisa meneladani Greg agar pulih.
Kadang-kadang proses natural pemulihan yang disaksikan, justru bisa menjadi Peta Jalan bagi yang mendengarnya.
Tuhan baik & unik. Setiap pelajaran koq ya pas menjadi jawaban yang dibutuhkan murid-murid.

Namun semua itu butuh proses, latihan.
Kita belum memperbaharui pikiran kita, – Renewing Our Mind- sampai kita melakukannya: Doer not Hearer!
Sekedar tahu di kepala, tetapi belum dipraktekkan, belum memperbaharui pikiran.
Saya pun belajar & praktek.

Butuh proses perenungan diri bersama Tuhan, kadang butuh teman bicara juga untuk menelaah apa yang terjadi serta melihat dari sisi pandang yang berbeda, apa yang menyebabkan saya terluka?
Dalam proses ini, teman yang tulus dan sungguh-sungguh mengejar Tuhan, itu penting. Dia akan mengarahlan kita kembali kepada kebenaran Tuhan. Itulah gunanya kita menjadi Tubuh Kristus. Manusia diciptakan untuk tumbuh bersama. Bukan Lone Ranger… atau Superman!

Pelajaran apa yang bisa saya petik?
Ke depan saya harus bagaimana?
Keledai saja tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya… masa kita mengulangi kebodohan lagi?
Ketika kesimpulan sudah diambil, hati lega. Saya menyerahkan pemulihannya kepada Tuhan.

Greg mengingatkan, orang-orang yang melukai kita, sesungguhnya juga gak berniat menyakiti, mengkhianati dsb. Hanya saja ada orang-orang yang hanya fokus pada kepentingannya sendiri, atau tidak pernah belajar menempatkan diri di sepatu orang lain, atau tidak pernah diajar untuk berterima kasih dan menghargai orang lain, jadi reaksinya begitu.

Selama kita memandang dan berharap kepada manusia, maka kita akan kecewa. Sejak dulu sudah tau sich prinsip ini, tetapi untuk mempraktikkannya butuh hikmat dan pewahyuan yang lebih dalam dari waktu ke waktu.

Greg Mohr mengingatkan, setiap hubungan ada levelnya. Jangan membuka diri kepada semua orang. Tidak semua orang bisa handle kepercayaan kita. Be wise!
Ada teman yang cukup ditemui di teras rumah, ada yang boleh masuk ruang tamu & ada yang boleh masuk ke ruang keluarga.
Pelajarannya, jika kita dipercaya, apalagi boleh masuk ke ruang keluarga, bahkan diundang menginap, hargailah!
Jangan sia-siakan kepercayaan orang & priviledge ini….

Sama-sama belajar yuk….

You’ll find that God won’t call you to do a big job all by yourself. He will call others at the same time to assist you – Rick Renner.

Anda akan menemukan bahwa Tuhan tidak akan memanggil Anda untuk melakukan pekerjaan besar sendirian. Dia akan memanggil orang lain pada saat yang sama untuk membantu Anda – Rick Renner

– Barry Bennett & Greg Mohr.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 111 112 113 114 115 314