Category : Articles

Articles

Idiopatic Urticaria, Covid & Mujizat Tuhan! Part 2

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Idiopatic Urticaria, Covid & Mujizat Tuhan! Part 2

Kami baru pulang kontrol dari Singapore. Setelah disuntik Omalizumab dan ditambah Cicloporin, saya flu. Pulang ke Indonesia, jadwal padat, makin lelah. Lalu ke Cirebon.

Di sana, P. Indra mulai flu. Saya pikir biasa saja. Tapi keluhannya kepala sakit sekali. Pulang ke BSD, seolah membaik, tapi besok paginya sakitnya tak tertahankan. Langsung ke IGD Eka Hospital.

Ternyata terkena 4 virus: SARS II dan 3 virus flu lainnya. Saya juga. Kami berdua opname. Saya sebetulnya ‘sehat’, tapi virus wajib dibasmi.

Obat-obatan seperti Omalizumab dan Ciclosporin menekan imun tubuh. Akibatnya, ‘tentara’ di tubuh P. Indra tertidur, padahal virusnya Sars II. Makin hari makin sesak.

ICU isolasi penuh, terpaksa di IGD Isolasi. Tidak membaik. Akhirnya dipindahkan ke ICU saat ada tempat kosong.

“P. Indra terkena pneumonia. Rontgen paru-paru tidak seberapa, tapi CT scan menunjukkan putih tebal dan luas. Bagian putih itu tidak bisa menyerap oksigen. Ditemukan juga virus RSV,” kata dr. Pompini, ahli paru.

RSV biasanya menyerang anak-anak. Tapi karena imun P. Indra ditidurkan, virus ini pun jadi bahaya.

Bersyukur dr. Pompi dan dr. Han Ye sangat perhatian. Biasanya visit malam, tapi mereka datang pagi. Anugerah Tuhan! Mereka berdua, terutama dr. Han Ye yang menangani P. Indra saat demam berdarah 3 tahun lalu. Kondisi makin mengkhawatirkan.

Anak-anak persiapan menghubungi Singapore dan asuransi untuk opsi transfer dengan Air Ambulance. Tapi pindah pun berisiko tinggi. P. Indra menggunakan high flow oksigen. Apakah Air Ambulance bisa menyediakan oksigen sebesar di Eka Hospital? Transfer butuh 4-5 jam. Mampukah bertahan?

Meeting dengan dr. Pompi, dr. Han Ye, dan tim 8 orang, sangat membantu. Kondisi cukup kritis.

“Semua peralatan dan obat di sini sama dengan di Singapore. Tapi kadang pasien lebih yakin dengan Spore. Itu juga faktor penting untuk kesembuhan,” jelas dr. Pompi.

Diputuskan agar darah P. Indra dicuci untuk mencegah badai sitokin dan membersihkan inflamasi serta virus.

Kesepakatan keluarga: jika hasil cuci darah buruk, transfer ke Spore. Hasilnya butuh minimal 24 jam.

“Tugas ibu berdoa. Tugas dokter mengobati semaksimal mungkin, tapi hanya Tuhan yang bisa menyembuhkan,” ujar dr. Pompi.

Saya galau dan bertanya kepada Tuhan. Muncul ayat ini.

Roma 8:11 (TB) Dan jika Roh Dia, yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, diam di dalam kamu, maka Ia, yang telah membangkitkan Kristus Yesus dari antara orang mati, akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana itu oleh Roh-Nya, yang diam di dalam kamu.

Roh Kudus mengingatkan video YouTube yang saya tonton tahun lalu. Segera saya lihat lagi.

Sungguh penting apa yang kita depositkan dalam ingatan saat keadaan baik. Roh Kudus mengarahkan melaluinya.

Seorang ibu anaknya kecelakaan di tol. Mobil hancur, anaknya tak ada respons, semua yakin meninggal. Tapi sang ibu terus mendeklarasikan imannya, “Ada kuasa Tuhan di dalam mobil itu. Ada kuasa Tuhan di tempat ini.” Berjam-jam ia memperkatakan itu, dan saat berhasil dievakuasi, anaknya hidup.

Kisah kedua, seorang wanita 21 tahun ditabrak pengemudi mabuk. Anak-anaknya hidup, tapi dia meninggal.

Saat polisi mengabarkan ibunya, sang ibu berkata, “Oh, itu hanya butuh sedikit kuasa kebangkitan Kristus.” Dia pendoa. Ia terus mendeklarasikan kuasa kebangkitan Kristus.

Wanita itu sudah dimasukkan kantong mayat. Seorang pekerja mendengar suara kresek dari ruang mayat. Dilihatnya pembungkus itu bergerak. Dibuka, ternyata wanita itu hidup! Dibawa ke rumah sakit.
Saat sang ibu datang, putrinya hidup dan sembuh. Iman sejati tidak pernah gagal!

Ketika berusia 50 tahun, wanita ini mendaftar sebagai detektif swasta. Saat pemeriksaan kesehatan, dokter terkejut, “Oh No… tidak mungkin kamu hidup!”

Ternyata wanita ini tidak punya frontal lobe di otaknya. Bagian otak depan yang mengatur berpikir, merencanakan, mengambil keputusan, dan mengendalikan emosi.

“Inilah saya,” katanya riang, “saya hidup normal.”

Kesimpulannya, Tuhan bisa menyembuhkan dengan atau tanpa frontal lobe!
Wow…

Saya pun berbesar hati. Tak peduli seputih apa paru-paru P. Indra, dia akan sembuh total. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan!

Iman bangkit.
“Kuasa kebangkitan Kristus menyembuhkan P. Indra.”
“Ada kuasa Tuhan di ruang ICU.”

Lagu Way Maker & I Speak Jesus terus dilantunkan:

Meski aku tidak melihatnya, Engkau sedang bekerja.
Meski aku tidak merasakannya, Engkau sedang bekerja.
Engkau tak pernah berhenti bekerja.

Nama-Mu berkuasa
Nama-Mu itu kesembuhan
Nama-Mu itu kehidupan
Hancurkan setiap benteng
Bersinarlah di tengah kegelapan
Membakar seperti api…

Cuci darah selesai pukul 21.00. Perlu tes lagi untuk hasilnya. Pukul 02.00 subuh keluar hasil, tapi angka peradangan naik. “Oh.. mesti ke Spore ini.”

Pagi harinya di ICU, dr. Frans & dr. Vannesi menjelaskan hasilnya sangat baik. High flow oksigen dicoba stop, diganti oksigen biasa. Jika responnya oke, 1-2 hari pindah ke kamar biasa.
Keesokan malamnya, pindah kamar biasa.

“Ma, papa itu gak kelihatan dari ICU. Bicaranya banyak. Bahkan dr. Pompi dan dr. Han Ye saat visit heran, sudah bisa bernapas sendiri tanpa oksigen,” cerita Michelle.

Wow… mujizat Tuhan dahsyat!
Saya belum boleh bertemu P. Indra sampai dinyatakan bebas virus.
Kami terpukau dengan cepatnya pemulihan P. Indra.

Yang menjadi Blessings in Disguise, Urticaria P. Indra sembuh total.

“Kemungkinan penyebabnya infeksi virus atau bakteri. Buktinya, begitu diberi antibiotik dan antivirus, langsung hilang,” ujar dr. Pompi, yang menulis buku tentang penyakit langka untuk para dokter.

Uniknya, begitu Urticaria sembuh, berat badan P. Indra kembali normal. Turun 6 kg, bengkak & tremor hilang dalam sekejap.
Amazing!

Iblis merancangkan kejahatan, mengirimkan penyakit. Tapi Tuhan mengubahnya menjadi sarana kesembuhan Urticaria. Umumnya, biduran dikira alergi atau auto-imun. Siapa berpikir itu infeksi virus atau bakteri?

God is good all the time…

Terima kasih untuk tim dokter & perawat Eka Hospital BSD:

dr. Pompini Agustina Sitompul, Sp.P

dr. Han Ye Sutedja, Sp.PD

dr. Yuliana Uganda, Sp.S

dr. Fransiscus J Manibuy, Sp.An.KIC

dr. Vannesi T Silalahi, Sp. An-KIC,MSC

Tuhan memberkati.

Sometimes when things are falling apart, they may actually be falling into place.”- J. Lynn

“Terkadang, ketika segala sesuatu terasa berantakan, sebenarnya semuanya sedang tertata pada tempat yang seharusnya.”– J. Lynn

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Idiopatic Urticaria, Covid & Mujizat Tuhan! Part 1

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Idiopatic Urticaria, Covid & Mujizat Tuhan! Part 1

Apa itu Idiopatic Urticaria? Seperti biduran tetapi gatal. Tidak berbahaya, tidak menular tetapi sangat mengganggu kehidupan penderitanya.
Idiopatik adalah istilah medis yang berarti suatu kondisi atau penyakit yang penyebabnya tidak diketahui atau tidak dapat dijelaskan secara pasti. Jadi, jika suatu penyakit disebut idiopatik, itu berarti dokter belum menemukan penyebab spesifiknya.

P. Indra mengalaminya sejak juni 2024 dan hidup pun berubah, terganggu. Datang dan pergi terus menerus.
Mengapa saya menulisnya? Ternyata ketika search di youtube, banyak penderitanya. Mungkin pengalaman ini ini bisa menolong penderita lain seperti yang kami alami. Kesembuhan yang dialami P. Indra benar-benar tidak terduga dan ditemukan secara tidak sengaja pula.

Berbagai Internist, Dermatologist, Immunolog sampai 7 profesor sudah kami datangi, hingga ke Taiwan dan Singapore. Kesimpulannya sama: Idiopatik.
Semua bilang, penyakit ini bisa sembuh dengan sendirinya tetapi entah kapan? Ada yang hanya beberapa bulan tapi ada yang konon sampai 20 tahun…. alamaaak…..

Semua orang berpikir pasti allergi atau autoimun.
Berbagai test dijalani.
IgE (Immunoglobulin E) adalah jenis antibodi yang berperan dalam respons alergi dan sistem kekebalan tubuh terhadap parasit.

IgE P. Indra Rendah, jika kadar IgE rendah, biasanya tidak ada masalah kesehatan serius.
Sebaliknya, jika kadar IgE yang tinggi sering dikaitkan dengan: Alergi (debu, makanan, serbuk sari, dll.), Asma (terutama asma alergi), infeksi parasit seperti cacing. Atau penyakit autoimun atau inflamasi kronis (misalnya dermatitis atopik).

ANA test (Antinuclear Antibody Test) adalah tes darah yang digunakan untuk mendeteksi antibodi yang menyerang inti sel tubuh sendiri.
Hasilnya, Tidak Ada Auto-Imun.

Meski pun dinyatakan tidak ada allergi makanan, kerapkali ‘merasa’ koq urticaria muncul lebih banyak? Lalu menduga-duga, jangan-jangan kemarin makan ini dan itu.
Sungguh kondisi yang meneror dan merepotkan sekali.

Berbagai test, USG, cek allergi yang detil semua negatif tetapi Urticaria tidak kunjung sembuh.
Makin lama disertai bengkak, sedikit tremor dan gatalnya tidak tertahankan.
Apa yang dilakukan P. Indra?
Mandi air yang benar-benar panas, gatal pun sirna.
Kadang bisa mandi hingga 7 kali sehari tergantung urticaria yang muncul.

Thanks untuk P. Anton TX Travel, saat tour Nepal Bhutan, kami diberi special room, agar P. Indra bisa berendam di air yang benar-benar panas.
Sungguh merepotkan, tetapi Tuhan senantiasa baik. Selalu ada kemurahan dan privilege sehingga tetap bisa liburan.

Saat liburan ke Jepang dengan Kosayu 76, Ko Surya permadi cahyono & Ci Aling, memberi P. Indra Bilaxten, sama seperti yang diberikan di Taiwan, cocok sekali. Sembuh sementara.
Thanks ko Surya permadi cahyono & Ci Aling….
Tetapi setelah beberapa waktu, urticaria masih datang & pergi.

Awalnya ada dokter yang memberikan Steroid – ‘Obat Dewa’ yang membuat penyakit apa pun seolah-olah sembuh, tetapi hanya sementara, makin lama butuh dosis makin besar, dan dalam jangka panjang akan merusak organ lain.
Setelah menyadari resiko ini, ke mana pun pergi, kami menolak pemberian steroid.
Ada teman yang menderita urticaria, karena kelamaan konsumsi steroid, sekarang urticaria sembuh tetapi justru tulang belakangnya yang keropos di sana sini.

Profesor Taiwan, menjelaskan jika obat tidak sembuh dengan Bilaxten, dengan IgE rendah, sebaiknya diberi suntikan Xolair Omalizumab.

Saya menemukan video youtube Prof. Marcus Maurer yang dikenal atas kontribusinya yang signifikan dalam penelitian mengenai sel mast, urtikaria, dan kondisi terkait lainnya. Beliau menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institut Alergologi di Charité – Universitätsmedizin Berlin dan memiliki lebih dari 850 publikasi ilmiah sepanjang kariernya. (EAACI, marcus-maurer.com).

Beliau menjelaskan dengan detil pengobatan Idiopatic Urticaria secara sederhana yang mudah dimengerti orang awam. Beliau juga menyarankan penggunaan suntikan Xolair Omalizumab. Jika masih kurang efektif ada tambahan obat lainnya, sungguh sangat menolong.

Harapan timbul… setidaknya, bisa cari Prof. Marcus Maurer. Ternyata beliau meninggal dunia pada 31 Juli 2024, saat mendaki Monte Giove di dekat rumah liburannya di Danau Maggiore, Italia.
Pupus harapan….

Berita baiknya Profesor yang menangani P. Indra di Singapore, beliau sangat terbuka diajak diskusi tentang pendapat Prof. Marcus Maurer.
Beliau juga memberikan Bilaxten. Setiap email melaporkan perkembangan, juga cepat direspon.

Mulailah P. Indra disuntik Xolair Omalizumab.Tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Urticaria tetap muncul, datang & pergi. Kadang menghilang beberapa hari, seolah menjelang sembuh. Lalu muncul lagi….
Perasaan kami seperti di PHP …. diberi harapan palsu.
Oh…..

Profesor Spore menawarkan ditambah obat Cicloporin, tetapi harus dipastikan dulu, ginjal baik. Karena obat ini berpengaruh pada ginjal. Hasil test P. Indra, ginjal normal.
Mulailah obat ini dikonsumsi.
Setelah dikonsumsi sekitar 14 hari, P. Indra terkena Flu yang ternyata membawanya kena Covid Sars 2…..
Tetapi semua itu menjadi Blessings in Disguise – berkat tersembunyi….
Bagaimana kelanjutannya? Tunggu di part 2.

“The enemy sends affliction, but God turns it into promotion.” – Joseph Prince

“Musuh (iblis) mengirim penderitaan, tetapi Tuhan mengubahnya menjadi promosi” – Joseph Prince

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Damai dalam Iman, Mau?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Damai dalam Iman, Mau?

Aku (Barry Bennett) telah mengalami berbagai ekspresi iman dalam perjalananku bersama Tuhan. Aku mulai memahami bahwa iman memiliki banyak sisi dan tidak selalu terlihat atau terdengar sama dalam setiap situasi. Kadang-kadang iman itu lantang, kadang-kadang diam. Kadang terlihat oleh mata jasmani, kadang tidak tampak sama sekali. Tidak baik jika kita mencoba membatasi iman dalam satu bentuk yang selalu tampak sama.

Di kitab Yesaya, ada sebuah frasa singkat yang muncul di tengah teguran Tuhan terhadap bangsa Israel atas pemberontakan mereka. Frasa ini mengandung pewahyuan yang sangat dalam:

“Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH, Yang Mahakudus, Allah Israel: Dengan bertobat dan tinggal diam kamu akan diselamatkan, dalam tinggal tenang dan percaya terletak kekuatanmu …” (Yesaya 30:15)

Aku belajar bahwa sering kali, iman yang paling kuat tidak membutuhkan perayaan besar – atau bahkan tidak membutuhkan perayaan sama sekali. Ketika kita “tahu” sesuatu dengan pasti, kekuatan itu ada dalam damai sejahtera. Kita tidak akan panik atau cemas. Kita memiliki damai yang melampaui segala akal. Ketenangan dan kepercayaan diri adalah sumber kekuatan kita.

Tentu saja, ada ekspresi iman lainnya—terkadang melibatkan pertempuran, deklarasi, dan tindakan yang menyertainya. Namun, kepercayaan diri yang tenang ini juga adalah iman. Angin bertiup kencang, ombak menghantam perahu, tetapi Yesus tetap tidur dengan tenang. Dari tempat damai, Dia berbicara kepada badai dan mengusirnya.

Ketika aku (Barry Bennett) diberitahu untuk “bersiap menghadapi kemungkinan terburuk” lebih dari empat setengah tahun yang lalu, damai sejahtera-Nya langsung mengambil alih. Damai itu menopangku dalam pertempuran yang berlangsung selama setahun penuh. Aku, Barry, “tahu” bahwa aku tidak akan mati.

“Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh Tuhan kita, Yesus Kristus.” (Roma 5:1)

Kuasa damai sejahtera seharusnya menjadi gaya hidup kita sehari-hari. Ketika tidak ada damai, itu berarti tidak ada pewahyuan tentang kebenaran kita di hadapan Tuhan, tidak ada kepastian kemenangan, dan tidak ada kepercayaan diri di hadapan Tuhan maupun manusia.

Kita bisa memilih menjadi seperti pohon yang ditanam di tepi aliran air (Mazmur 1:3), atau menjadi semak kering yang diterbangkan ketakutan.

Namun, bagaimana kita bisa hidup dalam damai sejahtera setiap saat? Bagaimana kita bisa menemukan ketenangan di tengah badai kehidupan yang tak terduga?

1. Mengenal Tuhan Lebih Dalam

Damai sejati datang ketika kita mengenal Tuhan lebih dalam. Bukan sekadar mengenal secara intelektual, tetapi mengalami-Nya dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita perlu percaya bahwa Dia adalah Bapa yang baik dan selalu menyertai kita.

Yesus berkata:
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu, damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu; dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27)

2. Berjalan dalam Iman, Bukan dalam Rasa Takut

Ketakutan sering kali menjadi musuh utama damai sejahtera. Ketika kita takut akan masa depan, takut gagal, atau takut kehilangan sesuatu, hati kita akan menjadi gelisah. Tetapi iman mengajarkan kita untuk mempercayakan segalanya kepada Tuhan.

Oswald Chambers berkata:
“Faith does not mean we understand everything that happens, but that we trust God in everything.”

“Iman tidak berarti kita mengerti segala sesuatu yang terjadi, tetapi bahwa kita percaya kepada Tuhan dalam segala sesuatu.”

Kita tidak selalu harus mengerti rencana Tuhan, tetapi kita bisa percaya bahwa rencana-Nya selalu baik.

3. Hidup dalam Rasa Syukur

Syukur adalah kunci untuk menjaga damai sejahtera dalam hati kita. Ketika kita bersyukur atas apa yang kita miliki, kita tidak akan mudah terombang-ambing oleh keadaan di sekitar kita.

“Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah!” (Kolose 3:15)

Ketika kita memilih untuk hidup dalam damai, kita tidak hanya mengalami ketenangan batin, tetapi juga menjadi berkat bagi orang lain. Kita menjadi terang di tengah dunia yang penuh kekacauan.

Jadi, di tengah kehidupan yang penuh tantangan ini, apakah kita akan memilih hidup dalam ketakutan atau dalam damai sejahtera? Pilihan ada di tangan kita.

“I believe in Christ like I believe in the sun has risen: not only because I see it, but because by it I see everything else” – C.S. Lewis

“Aku percaya kepada Kristus seperti aku percaya bahwa matahari telah terbit: bukan hanya karena aku melihatnya, tetapi karena dengannya aku melihat segala sesuatu.” – C.S. Lewis

Sumber Barry Bennett

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Strategi Singa yang Perlu Kita Ketahui

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Strategi Singa yang Perlu Kita Ketahui

Di Afrika, singa dikenal sebagai raja hutan. Mereka adalah predator tangguh yang berburu hewan-hewan lemah sebagai makanannya. Namun, tahukah kita bahwa singa memiliki strategi khusus untuk menangkap mangsanya?

Singa tidak berburu sembarangan. Mereka biasanya berburu pada malam hari saat suasana gelap. Salah satu strategi yang menarik adalah bagaimana singa tua dan singa muda bekerja sama dalam perburuan.

Singa jantan tua yang sudah tidak mampu berlari cepat akan mengaum dengan suara yang sangat keras dan mengerikan. Aumannya ini membuat mangsanya, seperti rusa atau zebra, lari ketakutan ke arah berlawanan. Namun, di sisi lain, singa-singa muda yang lebih kuat sudah siap menunggu. Ketika mangsa lari dari singa tua, justru mereka masuk ke dalam jebakan singa muda yang siap menerkam dengan cepat.

Hasilnya? Sang mangsa pun tertangkap dengan mudah, dan singa-singa itu menikmati santapan malamnya.

Ketakutan Itu Seperti Auman Singa Tua

Strategi ini mengajarkan kita sesuatu tentang ketakutan. Dalam hidup, kita sering menghadapi situasi yang tampak menakutkan. Masalah besar, tantangan, kegagalan, atau hal-hal yang belum kita ketahui sering kali terdengar seperti auman singa tua—mengerikan, membuat panik, dan membuat kita ingin lari sejauh mungkin.

Namun, inilah jebakannya! Saat kita lari dari ketakutan, justru kita bisa jatuh ke dalam situasi yang lebih buruk—seperti mangsa yang masuk ke perangkap singa muda.

Lalu, bagaimana seharusnya kita bersikap?

Hadapilah ketakutan itu! Jangan lari!

Dari pengalaman, 80% dari apa yang kita takutkan sebenarnya tidak akan terjadi. Ketakutan sering kali hanyalah bayangan yang diperbesar oleh pikiran kita sendiri. Justru saat kita menghindarinya, risiko yang lebih besar menanti.

Jika kita percaya bahwa Tuhan selalu menyertai kita, mengapa kita harus takut? Jika Tuhan di pihak kita, siapa yang bisa melawan?

Jangan Biarkan Ketakutan Menghentikan Anugerah Tuhan

Saya belajar bahwa pemeliharaan Tuhan melalui anugerah-Nya selalu mengalir dalam kehidupan kita. Tuhan tidak pernah meninggalkan atau membiarkan kita sendirian.

Yang menarik, ada satu rahasia penting: Jika kita takut, aliran anugerah Tuhan berhenti!

Ketakutan justru membuka celah bagi iblis untuk masuk dan mengacaukan hidup kita. Inilah sebabnya saya memilih untuk menolak takut! Apa pun yang terjadi, saya tidak akan membiarkan ketakutan mengendalikan hidup saya.

Bagaimana Caranya Mengalahkan Ketakutan?

Sederhana! Fokuskan pikiran pada janji-janji Tuhan tentang kemenangan dan pertolongan-Nya. Ucapkan dengan keras agar telinga kita mendengar, sehingga iman kita semakin kuat.

Mengapa ini penting?

Karena siapa yang paling kita percayai? Diri kita sendiri!

Kita cenderung percaya pada apa yang kita katakan dan dengar berulang kali. Jadi, jika kita terus berbicara tentang kemenangan, keberanian, dan pertolongan Tuhan, maka pikiran kita akan dipenuhi dengan iman, bukan ketakutan.

Jadi, yuk praktikkan!

Jangan biarkan ketakutan menguasai hidup kita. Hadapi seperti menghadapi singa tua—jangan lari, tetapi maju dan percayalah bahwa Tuhan sudah menyediakan kemenangan bagi kita.

“Fear and faith cannot co-habitate in your mind.” – Jesse Duplantis

Ketakutan dan iman tidak bisa tinggal bersama dalam pikiran Anda. – Jesse Duplantis

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Rahasia Kemenangan Rajawali

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rahasia Kemenangan Rajawali

Secara umum, elang dan rajawali sering dianggap sama dalam bahasa Indonesia karena keduanya merujuk pada burung pemangsa dari keluarga Accipitridae.

Rajawali umumnya lebih besar daripada elang biasa, dengan sayap yang lebih lebar dan kemampuan terbang lebih tinggi.

Elang cenderung lebih kecil dan lincah dalam berburu mangsa di daratan maupun hutan.

Semua rajawali adalah elang, tetapi tidak semua elang adalah rajawali. Rajawali lebih sering digunakan untuk menyebut spesies elang besar yang kuat dan berwibawa.

Satu-satunya burung yang berani menyerang seekor elang adalah burung gagak. Ia duduk di punggung elang dan mematuk lehernya. Namun, elang tidak membalas dan tidak melawan. Ia tidak membuang waktu dan energinya untuk burung gagak. Elang hanya membuka sayapnya dan mulai terbang setinggi mungkin. Semakin tinggi ia terbang, semakin sulit bagi burung gagak untuk bernapas… hingga akhirnya, burung gagak jatuh karena kekurangan oksigen.
Demikian tulisan sobat saya P. Jacob.

Menarik y….
Betapa sering kita tergoda untuk menanggapi ‘gagak-gagak’ yang mengganggu kehidupan kita. Tujuan gagak agar perhatian kita teralihkan dari rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Gagak tahu, Tuhan akan memakai kita dengan dahsyat… nach gagak ga suka.

Raja Salomo berujar, rubah-rubah kecil yang merusak kebun anggur. Hal-hal sepele yang membuat kita tersandung dan gagal.

Jika kita sadar hal ini, abaikan gagak-gagak ini seperti elang yang memilih terbang tinggi. Gak mau buang waktu dan energi menanggapinya.

Orang-orang yang berpikir dan berjiwa besar, akan memilih siapa lawannya dengan cerdik.
“Pilihlah peperanganmu,” ujar orang bijak.
Cari yang sepadan dan membawanya naik.
That’s why sukses itu bukan kebetulan.

Elang & Rajawali memiliki penglihatan yang luar biasa tajam, yang bisa melihat mangsa dari kejauhan. Dalam kehidupan rohani, kita perlu memiliki visi yang jelas, memahami tujuan hidup yang Tuhan tetapkan, dan tidak mudah teralihkan oleh hal-hal yang tidak penting.

Terus befokus pada visi Tuhan, kita tengah menciptakan karya besar bersama Tuhan, menciptakan kehidupan yang menjadi berkat bagi banyak orang karena kita ini dutanya Tuhan bagi dunia.
Dunia di sekeliling kita menjadi lebih baik karena kehadiran kita.

Elang dan Rajawali tidak bergantung pada kekuatannya sendiri, melainkan pada angin yang membawanya terbang tinggi. Begitu juga kita, ketika mengandalkan Tuhan, kita akan memperoleh kekuatan baru untuk menghadapi tantangan hidup tanpa mudah lelah atau putus asa.

Orang-orang muda menjadi lelah dan lesu dan teruna-teruna jatuh tersandung,
tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.

Rajawali tidak lari dari badai, tetapi justru menggunakannya untuk terbang lebih tinggi. Saat badai datang, ia membentangkan sayapnya dan membiarkan angin membawa dirinya naik.
Ini mengajarkan kita untuk tidak takut menghadapi tantangan, melainkan memanfaatkannya untuk bertumbuh lebih dekat kepada Tuhan.

Tantangan itu sebetulnya promosi, blessings in disguise.
Setelah mengalahkan tantangan, kita naik kelas. Tentunya ada berkat, promosi serta tanggungjawab yang lebih besar di sana.

Rajawali dikenal sebagai burung yang memperbaharui diri. Ketika sudah tua, ia mencabut bulu-bulunya yang lama agar bisa tumbuh bulu baru. Ini menggambarkan perlunya kita mengalami pembaruan dalam iman, meninggalkan kebiasaan lama, dan terus bertumbuh dalam Tuhan.

la memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu diperbaharui seperti pada burung rajawali.

Rajawali tidak bergaul dengan ayam yang hanya bisa terbang rendah dan sibuk mencari makan di tanah. Ini mengingatkan kita untuk tidak terjebak dalam kebiasaan dunia yang negatif, melainkan terus naik dalam standar hidup yang lebih tinggi, hidup dalam hikmat dan kebenaran Tuhan.

Berpikirlah seperti rajawali,
Beranilah seperti rajawali,
Bijaklah seperti rajawali….
Siap praktik? Yuk…

Ordinary people focus on the problems, but true leaders are like eagles-they see the opportunity in the storm.” – Myles Monroe.

Orang biasa fokus pada masalah, tetapi pemimpin sejati seperti rajawali-mereka melihat peluang di tengah badai.” – Myles Monroe.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID

PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan
#MotivasiKebaikan

Read More
1 2 3 272