Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Relationship, Self Motivation

Rohani & Natural, Pasangan Tak Terpisahkan…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Rohani & Natural, Pasangan Tak Terpisahkan…

Japri berdatangan. Dari curhat pengalaman memberi hutang yang berakhir dengan berbagai masalah, hingga keluhan dimanfaatkan orang karena suka memberi.

Kerapkali kita terpenjara dengan istilah ‘Anak Tuhan harus murah hati’, sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang selalu membutuhkan pemberian yang tidak ada habis-habisnya. Bahkan bak arisan, seluruh anggota cellgroup digilir.

Dulu saya pun begitu. Klo ada orang datang mengeluh, butuh pertolongan, lalu berpikir bahwa setidaknya mesti kasi duit.
Hhhm… Meski pun kadang-kadang dengan terpaksa. Cape… Gak habis-habis, datang dan pergi.
Sampai Sekolah Charis, saya melihat cara P. Irwan, direktur Charis Indonesia, menyikapinya secara berbeda.

Suatu ketika ada seorang murid yang datang pada P. Irwan, curhat, dia gak bisa lanjut sekolah karena tidak ada dana. P. Irwan mengingatkan, dia sudah belajar bahwa Tuhan itu Allah yang menjawab doa.

Segala kekayaan, kemakmuran, kelimpahan, kesehatan, hikmat sudah tersedia lengkap di dalam rohnya. Tuhan sudah memberinya kekuatan atau potensi untuk memperoleh kekayaan.

Ingat yang diberikan Tuhan itu potensi, bukan uang yang jatuh dari langit. Jadi kita yang harus bekerja.
Kita mengerjakan yang natural, Tuhan mengerjakan yang supernatural. Tuhan melipatgandakan apa yang kita kerjakan. Itu prinsipnya.

Kalau kita bekerja dengan usaha 5, misalnya. Tanpa Tuhan, hasilnya mungkin 6 atau 7 saja.
Tetapi dengan bekerja sama dengan Tuhan, maka Tuhan bisa melipatgandakannya menjadi 30, 60 atau 100 kali lipat.
Jadilah usaha 5 x dilipatgandakan Tuhan 60 = 300.

Tetapi kalau tidak bekerja, usahanya NOL.
60 X 0 = 0… Nol besar.
Bukannya Tuhan tidak memberkati, tapi karena manusia tidak melakukan bagiannya. Tuhan memberkati 60 x lipat, karena usahanya nol, hasilnya tetap nol.

Banyak yang tidak paham bahwa Berkat Tuhan Tidak Otomatis!
Berkat Tuhan berupa potensi. Untuk memanifestasikannya di alam natural, Harus ada Respon Iman. Ada bagian Tuhan dan ada bagian kita. Itu rumusnya.

Lalu P. Irwan mengajaknya berdoa sepakat dan minta Tuhan menolongnya, serta mendorong murid itu, untuk mempraktikkan apa yang sudah dipelajarinya.
Hasilnya?
Tidak sampai sebulan, murid itu datang kembali dengan penuh sukacita. Dia memperoleh terobosan, mampu bayar uang sekolah, punya pekerjaan yang menghasilkan dan mengalami Tuhan secara pribadi.
Yeaaaayyyy….
Itu yang dinamakan mendidik.
Klo memang kekurangan sekali, okelah sekali, dua kali, kita memberinya uang untuk makan. Tetapi setelah itu, ajari dia mengenal Tuhan secara pribadi dan mengalami Tuhan.
Begitu seseorang mengenal Tuhan secara pribadi, maka dia bagaikan menemukan Sumber Mata Air Hidup yang tidak akan pernah kering, terus mengalir di dalam hidupnya dan menyegarkan, tidak hanya untuk dirinya saja tetapi akan mempengaruhi keluarga dan lingkungannya pula.

Justru ketika sedikit-sedikit memberinya uang, kita sedang *Playing God… Seolah menjadikan diri kita tuhannya.* Membuatnya tergantung kepada kita.

Ya kalau soal uang…. Mungkin kita bisa memberi.
Bagaimana jika masalah kesehatan? Menderita penyakit yang menurut dokter tidak tersembuhkan?

Ketika orang itu memperoleh Sumber Mata Air Kehidupan, yaitu Allah sendiri, yang terjawab bukan sekedar masalah ekonomi, tetapi masalah sakit penyakit pun disembuhkan.
Termasuk penyakit yang menurut dokter tak tersembuhkan, bagi Tuhan perkara kecil.
Flu & kanker sama-sama enteng buat Tuhan.
Memperoleh kesehatan Ilahi pula.
Butuh hikmat untuk menyelesaikan berbagai masalah kehidupan, tersedia di dalam Allah pula.
Artinya, dia memiliki segala sesuatu yang dibutuhkan dalam hidup, untuk menjadi pemenang.
Dahsyat bukan?

Mari kita bawa teman-teman kita untuk mengenal Allah secara pribadi. Di dalam Dialah tersedia sukacita, damai sejahtera dan kelimpahan yang kekal.
Apa pun yang dibutuhkannya dalam hidup tercukupi, di mana pun dan kapan pun…. Hikmat, kepandaian, umur panjang, kehormatan, perlindungan menjadi miliknya.
Apa yang bisa lebih baik di dunia ini, melebihi mengenal karib Sang Pemilik Kehidupan? Bukankah itu harta karun, abundance, kelimpahan yang luar biasa?

Ajari pula agar teman-teman kita belajar serta setia mengerjakan yang natural. Bekerja dengan tekun dan konsisten, terus membangun diri agar berkembang, bergaul dengan orang-orang yang baik, cinta Tuhan, menginspirasi serta bersedia menjadi mentor, yang memberikan peta jalan bagi kemajuan kita.

Tidak ada sukses secara kebetulan. Kita harus setia mengerjakan baik yang rohani mau pun yang natural.
Siap? Yuk…

“There is a world of difference between knowing something to be true in your head and experiencing the reality in your life.”? Henry T. Blackaby

“Ada perbedaan besar antara mengetahui sesuatu yang benar di kepala Anda dan mengalami kebenaran itu secara nyata di dalam kehidupan Anda.”- Henry T. Blackaby

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Dengarkan dan Disembuhkan

Gospel Truth’s Cakes*
*Yenny Indra*

Dengarkan dan Disembuhkan

Mengapa seorang wanita muda meninggal karena kerusakan otak setelah berhasil menjalani operasi pengangkatan tumor? Mengapa seorang ayah harus meninggal begitu muda dan meninggalkan istrinya yang menjadi janda dengan tiga anak di usia yang masih 40 tahun? Mengapa anak-anak menderita dan meninggal karena kanker?

Pertanyaan-pertanyaan seperti ini ditanyakan oleh umat Kristiani di seluruh dunia ketika mereka bergumul dengan tragedi kematian orang-orang terkasih jauh sebelum waktunya.
Sedihnya, di banyak gereja, orang-orang percaya ini diperintahkan untuk percaya pada kedaulatan Allah, menerima kenyataan bahwa Dialah yang mengendalikan peristiwa-peristiwa ini.

Mungkinkah ini benar?
Di berbagai gereja yang sama, doktrin penyembuhan tidak diajarkan dan kadang-kadang bahkan dianggap salah. Bahkan ketika orang-orang kudus menderita dan sekarat di gereja mereka, beberapa pemimpin rohani tidak memberikan jawaban dan meremehkan mereka yang percaya bahwa kesembuhan adalah kehendak Tuhan.

Saya pernah diminta oleh seorang pendeta untuk menjelaskan, jika saya percaya pada kesembuhan dan Tuhan ingin menyembuhkan semuanya, mengapa saya tidak pergi ke rumah sakit setempat dan mengosongkannya?
Dia gagal memahami bahwa pertanyaan yang sama dapat ditanyakan mengenai keselamatan.

Apakah Tuhan menghendaki ada yang binasa? Tidak.
Lalu mengapa pendeta itu tidak pergi ke rumah sakit yang sama dan menyelamatkan semua orang?
Kebanyakan dari kita tahu bahwa orang harus mendengar Kabar Baik dan percaya agar bisa diselamatkan. Kita tidak bisa menyelamatkan orang, tapi kita bisa memberitakan Injil kepada mereka.
Agar selamat, mereka harus menerima Yesus sebagsi Tuhan dan Juruselamat dengan Iman. Harus ada respon di pihak manusia, meski pun Anugerah Keselamatan diberikan gratis kepada semua manusia.

Dengan cara yang sama, kita tidak bisa membuat orang menerima kesembuhan tapi kita pasti bisa membagikan janji Tuhan kepada mereka dan memberi mereka kesempatan untuk percaya.

Dengan kata lain, *agar sembuh, mereka juga wajib menerima kesembuhan dengan iman.*

Lukas 5:15 (TB) Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

MENDENGAR – PERCAYA – DISEMBUHKAN.

Tuhan tidak ikut serta dalam kematian dini seseorang, Dia juga tidak menentukan siapa yang selamat dan siapa yang terhilang.

Roma 1:17 (TB) Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: “Orang benar akan hidup oleh iman.”

Tuhan telah memberi kita Injil kuasa-Nya (Rm. 1:17) yang membawa keselamatan (baik rohani mau pun jasmani) bagi semua orang yang percaya. Pilihan ada di tangan kita.

Kekuasaan dan otoritas atas penyakit telah diinvestasikan dalam gereja.
Mari kita berhenti berkubang dalam ketidakpercayaan dan memberitakan Kebenaran agar manusia dapat diselamatkan dan disembuhkan.

Sumber: Barry Bennett.

*****
??Job? ?22:21? ?AMPC??
Acquaint now yourself with Him [agree with God and show yourself to be conformed to His will] and be at peace; by that [you shall prosper and great] good shall come to you.

Ayub 22:21 AMPC
Sekarang perkenalkan dirimu dengan-Nya [setuju dengan Tuhan dan tunjukkan dirimu selaras dengan kehendak-Nya] dan berdamailah; dengan itu [kamu akan makmur dan besar] kebaikan akan datang kepadamu.

Seorang jemaat protes kepada pendetanya, mengapa jemaat baru yang hanya berkunjung di gereja mereka, disembuhkan, sementara dia yang sudah puluhan tahun berjemaat di sana tidak sembuh?

Dengan penuh kasih, sang pendeta berujar:
“Mengapa Anda tidak setuju saja dengan Tuhan bahwa Anda SUDAH SEMBUH karena menerima karya Salib Kristus: oleh bilur-bilur Yesus, Anda sudah sembuh?”

Banyak orang yang tidak mengalami kesembuhan, karena hatinya tidak damai. Hati yang tidak damai, kerapkali karena tidak agree, tidak setuju, tidak sepakat dengan Tuhan.
Di balik semua itu, sesungguhnya hatinya menyimpan ketidakpercayaan… itulah hatinya galau…
Meski mereka mengaku percaya, kerapkali kepercayaan mereka hanya sampai di kepala, belum tertanam dalam hati.

Firman Tuhan itu Ya & Amin. *Senantiasa bisa diandalkan.
Jika kita tidak menerima buah seperti yang diharapkan, coba check & recheck lagi benih apa yang kita tabur dalam hati?
Berita Kerajaan Allah atau berita dunia?

Apakah kita meninggikan Firman diatas segala hikmat dunia?
Fakta dunia senantiasa berubah. Namun banyak orang yang mengaku percaya Tuhan, yang lebih mempercayai segala yang diterima oleh pancaindranya daripada kebenaran Firman Tuhan yang tidak berubah dahulu, sekarang dan selama-lamanya.

Di satu sisi mereka percaya adanya kesembuhan Ilahi, namun di sisi lainnya, ketidakpercayaan mereka (unbelief) juga sama kuatnya dengan imannya. Habis dah….

Dengan siapa kita bersekutu dan bergaul?
Dengan orang-orang yang percaya kesembuhan Ilahi atau orang yang menolak percaya mujizat kesembuhan?
Mustahil Anda sembuh, jika Anda dikelilingi orang-orang yang tidak percaya.

Semua kesembuhan dimulai dengan mendengarkan Firman Tuhan dan menerimanya.

Pastikan hati kita damai seperti Yesus, meski di sekelilingnya badai menggelora….
Yesus tetap tertidur lelap karena hatinya dipenuhi damai sejahtera yang sempurna.
Di dalam damai dan kebenaran yang sejati, terletak kesehatan dan kesembuhan.

Siap praktik?

Jeremiah 33:6 (KJV) Behold, I will bring it health and cure, and I will cure them, and will reveal unto them the abundance of peace and truth.

Yeremia 33:6 (TB) Sesungguhnya, Aku akan memberikan kesehatan dan kesembuhan bagi mereka, Aku akan menyembuhkan mereka, dan Aku akan menyatakan kepada mereka kedamaian dan kebenaran yang melimpah.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Serba-Serbi Seruput Kopi Cantik & Terjemahannya.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

*Serba-Serbi Seruput Kopi Cantik & Terjemahannya.*

“Bu Yenny, rasanya artikel terjemahan ibu lebih panjang dari artikel asli Barry Bennett…”, tanya seorang teman.

“Betul sekali. Itulah sebabnya saya gak mau repost, karena repost mesti sama persis dengan aslinya. Tetapi saya mencantumkan sumbernya dari Barry Bennett tetapi tidak sama persis.”

Why?
Tidak semua pembaca saya Sekolah di Charis. Barry menulis rutin, untuk pembaca yang rutin membaca tulisannya, seperti saya, contohnya.
Pembaca setia, sudah tahu apa yang dibahas Barry sebelumnya, tentu lebih mudah memahami.
Apalagi banyak murid-murid yang membacanya. Kami sudah memiliki fondasi yang sama. Tulisan Barry sebagai bahan bagi kami untuk memahami berbagai topik, lebih dalam lagi.

Sementara saya menerjemahkan tulisan Barry Bennett dan guru-guru lainnya, karena bagus dan sulit ditemui di luar sana. Saya ingin teman-teman yang tidak sekolah pun bisa mendapat manfaat dan hidupnya diubahkan, menjadi makin berkualitas.

Oleh karena sebagian besar pembaca saya, bukanlah murid Charis, saya perlu menambahkan berbagai informasi, agar pembaca yang baru pertama kali membaca tulisan saya pun, dapat memahami.
Saya mencoba berjalan di ‘sepatu’ mereka. Walk in others shoes….

Kadang saya mixed dengan tulisan guru lain atau dari pengalaman pribadi saya sendiri.
Tujuannya, agar para pembaca dapat menangkap dan memahami prinsipnya, sehingga mereka dapat meneladaninya. Hanya sesuatu yang dimengerti dan dipahami, yang dapat mengubah kehidupan seseorang, agar ke depan hidup mereka bisa berkemenangan dan lebih berkualitas. Naik level…

Saya berharap baik Seruput Kopi Cantik mau pun Gospel Truth’s Cakes, bisa menjadi bacaan ringan, namun mengandung prinsip dan makna yang membawa kehidupan para pembaca menjadi lebih baik.
Apalagi yang saya ceritakan adalah kehidupan sehari-hari saya dan teman-teman yang benar-benar terjadi. Pengalaman nyata. Sesuatu yang sudah dipelajari, dihidupi serta dipraktikkan.

Yang melegakan, banyak pembaca yang mengaku hidupnya berubah menjadi lebih baik, lebih berhikmat dan lebih damai.
Bukan karena hebatnya tulisan saya, tetapi karena apa yang dituliskan adalah prinsip-prinsip kehidupan Tuhan yang kami pelajari di Sekolah Charis.
Alias hukum-hukum kehidupan yang hakiki, buahnya pun nyata.

Kami belajar, hanya dari kelimpahan hubungan pribadi dengan Tuhanlah, yang dapat mengubah, mempengaruhi serta menginspirasi kehidupan para pembaca menjadi lebih baik.
It’s all about God, not us. Semua adalah tentang Tuhan, bukan tentang kita.

*****

Beberapa teman dengan antusias bercerita tentang pengalaman mereka bersama Tuhan yang luar biasa. Sembuh dari sakit mematikan, mendapatkan terobosan ekonomi dsb.
Wow…
Namun saya tidak bisa sekedar menulis cerita tentang mujizat yang dialami, melainkan saya membutuhkan penjelasan rinci, prinsip-prinsip apa yang dipraktikkan yang selaras dengan kebenaran Firman Tuhan, sehingga tidak hanya sekedar mujizatnya yang wow…
namun prinsip itu bisa menjadi peta jalan bagi para pembaca Seruput Kopi Cantik agar dapat meraih mujizat juga.

Meski sederhana dan tentang kisah sehari-hari, tetapi Seruput Kopi Cantik & Gospel Truth’s Cakes, wajib memiliki nilai-nilai serta prinsip yang benar. Hanya kebenaran itulah yang dapat memerdekakan kita.
Harapannya setiap pembaca terinspirasi agar lebih mendekat serta mengandalkan Tuhan selama hidupnya.
Hubungan pribadi dengan Tuhan, itulah yang paling utama.
Ketika hubungan pribadi kita dengan Tuhan melalui doa dan firman-Nya terjalin intim, maka secara natural, seluruh aspek hidup kita akan berada di tempat yang seharusnya.

*****

Ada juga pembaca yang mengusulkan, agar artikelnya pendek saja seperti karya penulis lain.
Jadi mudah dibaca…
Hhmm…. rupanya memang banyak orang yang tidak suka membaca.

The man who does not read good books is no better than the man who can’t – Mark Twain.

Orang yang tidak membaca buku bagus, tidak lebih baik daripada orang yang tidak bisa membaca – Mark Twain.

Nach lho… sama seperti orang buta huruf! Gubrraaakkk….

Sementara, para pembaca setia Seruput Kopi Cantik, banyak yang komplain, ketika saya trial tulisannya pendek.
“Serasa belum makan… gak kenyang… “, ujar mereka.

Saya belajar. Setiap penulis punya pasarnya masing-masing. Semua baik dengan gaya yang berbeda serta beda penggemar pula.
Pada akhirnya, Like Attracts Like – orang menarik orang lain yang sejenis dengan dirinya.
Karena itu, jika ingin naik level, bangun diri kita sendiri menjadi pribadi yang kita inginkan, dengan sendirinya orang yang seperti itulah yang tertarik dengan kita.

Bagaimana pendapat Anda? Setujukah?

“Either write something worth reading or do something worth writing.” – Benjamin Franklin

“Tulislah sesuatu yang layak dibaca atau lakukan sesuatu yang layak ditulis.” – Benyamin Franklin

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*

PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Kemakmuran & Kesejahteraan Sejati

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kemakmuran & Kesejahteraan Sejati

Apa itu kemakmuran?
Bagi orang barat, kemakmuran biasanya berarti kekayaan materi, tetapi banyak orang yang memiliki kekayaan materi berlimpah-limpah, namun sangat miskin dalam kualitas kehidupan mau pun hubungan mereka.
Di gereja banyak yang tersinggung dengan topik kemakmuran karena dianggap sebagai keserakahan yang dirohanikan.

Apakah ada hal lain yang lebih penting dalam hal ini dan pendekatan yang seimbang terhadap kemakmuran sejati?

Uang hanyalah salah satu perpanjangan hati dan cermin hati seseorang.

Sekedar berfokus pada uang tanpa memperhatikan aspek-aspek kemakmuran lainnya merupakan sebuah kesalahan.
Kemakmuran itu bersifat spiritual, mental, emosional, fisik, relasional, dan material. Kemakmuran materi yang saya miliki, merupakan perpanjangan dari kemakmuran saya di setiap aspek kehidupan saya.

Hhhmm…. Orang lain mungkin mempunyai kekayaan materi yang jauh lebih banyak daripada saya, namun kemakmuran saya menjangkau setiap aspek kehidupan saya.
Jika saya berjalan di dalam kemakmuran yang tersimpan di dalam roh, pikiran, tubuh, hubungan mau pun emosi saya, maka sumber daya saya diberkati oleh Tuhan dan dapat dilipatgandakan dalam pekerjaan Tuhan. Jika saya mereduksi kemakmuran hanya sekedar pada persoalan uang semata, padahal jiwa, pikiran, emosi, dll di dalam diri saya tidak sejahtera, maka kelimpahan di dalam keuangan saya, menjadi tidak sebegitu bernilai.

Yesus memberi kita kunci Kerajaan. Kunci-kunci tersebut mencakup janji-janji-Nya, yang melaluinya kita dapat mengambil bagian dalam sifat-Nya dan terhindar dari kerusakan yang ada di dunia. Kerusakan itu mencakup penyakit dan kekurangan.

Sungguh bodoh jika mengabaikan kunci Kerajaan Allah: memberi dan menerima, menabur dan menuai serta janji-janji iman yang akan mewujudkan jiwa sejahtera.

Kebodohan yang sama pula, jika menggunakan ‘pemberian’ sekedar sebagai metode agar menjadi kaya namun tidak mengalami kemakmuran di bidang lain dalam kehidupan kita.

Memberi bukanlah formula agar menjadi kaya dan diberkati. Kemakmuran bukanlah angka di rekening bank. Semakin sejahtera dalam roh, pikiran, emosi, hubungan mau pun tubuh kita, semakin besar kemakmuran itu akan melepaskan anugerah pada sumber daya kita. Apa pun yang kita butuhkan, tersedia tepat pada waktunya. Bahkan hal-hal yang tidak bisa dibeli dengan uang. Kebaikan, keberuntungan, dipertemukan dengan orang-orang baik…. kebetulan-kebetulan baik yang senantiasa mengejar kita.
Wow….
Singkatnya, kebajikan dan kemurahan-Nya belaka yang senantiasa mengikuti kita, di sepanjang umur kehidupan kita, dan kita akan tinggal dalam rumah Tuhan sepanjang masa.

2 Korintus 9:8 (TB) Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.

Sumber: Barry Bennett.

*****
“When a man can’t find a deep sense of meaning, they distract themselves with pleasure.” – Victor Frankl.

“Ketika seorang tidak dapat menemukan makna kehidupan yang mendalam dan berharga, maka mereka mengalihkan perhatiannya dengan kesenangan.” – Victor Frankl.

Mengapa seseorang mengejar uang & harta mati-matian, memuja ‘kekayaan’ habis-habisan?
Karena mereka tidak memiliki tujuan hidup yang mendalam dan benar-benar berharga, – tujuan hidup yang diberikan Allah sejak seseorang masih dalam kandungan ibunya.
Tujuan hidup dari Tuhan yang tak tergantikan.
Akibatnya mereka mengalihkan perhatiannya pada kesenangan. Mengejar kesenangan dunia yang sia-sia.
Dan kesenangan itu membutuhkan biaya besar, perlu uang banyak.

Dengan memiliki banyak aset dan harta, mereka merasa ‘berkuasa’….dipuja dan diperlakukan spesial.
Jargon yang terkenal di dunia, “apa sich yang ga bisa dibeli dengan uang”?
Padahal banyak sekali yang tidak bisa dibeli dengan uang: kesehatan, damai sejahtera, sukacita dsb.

Seperti kata Barry Bennett, Kemakmuran itu bersifat spiritual, mental, emosional, fisik, relasional, dan material.
Hanya bisa dicapai ketika kita memiliki hubungan intim dengan Tuhan dan menjalani hidup sesuai cara-Nya – God’s Way….

Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima…., demikian kata firman Tuhan. Seseorang bahagia ketika dia bisa berbagi, bukannya saat menjadi jagoan atau manusia yang paling atau ‘ter’ dalam segalanya.
Hidup yang berguna bagi sesama, yang menjadikan kehidupan bermakna serta memberi kepuasan sejati.

Mereka tersandung, karena mereka tidak taat kepada firman Allah 1 Petrus 2: 8.
Ingin makmur dan sejahtera?
Taati firman-Nya!

Mau? Yuk….

Life is not primarily a quest for pleasure, as Freud believed, or a quest for power, as Alfred Adler taught, but a quest for meaning – Victor Frankl.

Hidup pada dasarnya bukanlah pencarian kesenangan, seperti yang diyakini Freud, atau pencarian kekuasaan, seperti yang diajarkan Alfred Adler, tetapi pencarian makna – Victor Frankl.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Sukses Ala Dunia VS Ala Kerajaan Allah

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sukses Ala Dunia VS Ala Kerajaan Allah

Terlalu sering kita membungkus keberhargaan diri kita, atau menaruh nilai pada diri kita, berdasarkan pada apa yang kita lakukan. Deretan gelar menjadi ukurannya. Atau seberapa banyak uang dan aset yang dihasilkan, atau seberapa populernya diri kita di sosmed dan masyarakat….
Oleh karena itu, saat mengikuti berbagai seminar, kerap diajarkan tentang Personal Branding.
Bagaimana cara ‘menjual diri’ dengan berbagai strateginya, menjadi salah satu teknik penting yang diajarkan untuk meraih kesuksesan.
Inilah cara sukses menurut dunia.

Agama senantiasa mengajarkan, kita harus melakukan berbagai kewajiban, barulah kita layak datang kepada Allah, melayani dan melakukan berbagai hal untuk-Nya.
Akibatnya, kita merasa tidak pernah cukup baik, tidak cukup layak untuk mendekat kepada-Nya.
Kurang mengasihi, kurang memberi, kurang berdoa….dll.
Yang tersisa adalah berbagai kewajiban, sederet peraturan, bukan lagi hubungan pribadi dengan Allah yang dinamis dan menyenangkan.

Sebaliknya, ketika Sekolah Charis, kami belajar hal yang sangat berbeda. Mike & Carrie Picket mengulasnya dengan sangat sederhana, namun Mak Jleb….mengena di hati dan nemberikan cara pandang yang berbeda.

Kita berharga karena Allah mengasihi kita tanpa syarat. Dan bagian kita hanyalah menerima-Nya dengan iman serta membiarkan Tuhan memimpin kehidupan kita.
Ternyata, dengan melakukan hal ini, berserah kepada-Nya, berjalan bersama-Nya langkah demi langkah, mengikuti tuntunan-Nya, kita justru dapat mengerjakan hal-hal besar yang tidak terpikirkan. Pencapaiannya seukuran Allah dan bukan seukuran kita, karena kita menjadikan diri kita bejana yang mengalirkan Dia.

Inilah yang dikatakan bahwa kita memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.
Mengenal Allah artinya kita mengalami Hidup Kekal, di bumi seperti di surga.
Semakin kita membangun hubungan yang intim dengan Allah, semakin kita sadar bahwa kita ini menjadi kesukaan-Nya.

John Piper mengatakan:
Allah paling dimuliakan ketika kita merasa sangat puas di dalam Dia.

God is most glorified when you are most satisfied in Him.

Bagaimana cara kita dituntun-Nya?
Dengan membaca serta menghidupi firman-Nya. Karena Firman Allah adalah Allah sendiri.
Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
Segala kehendak serta jalan-jalan-Nya, dinyatakan melalui firman-Nya.

Semakin banyak firman yang tersimpan di dalam hati, semakin fokus kita kepada Allah dan firman-Nya, lalu mempraktikkannya dalam kehidupan kita, maka secara otomatis, semakin hari, kita akan semakin menyerupai Allah.
Perkataan kita yang meluncur dari mulut adalah firman-Nya, yang kita pikirkan juga selaras dengan kehendak-Nya, dengan sendirinya, tanpa perlu bersusah payah segala aspek kehidupan kita diberkati. Dan semua berada di tempat yang seharusnya. Everything fall into place.

Kesukaan kita sama dengan kesukaan-Nya, cara kita memandang dunia dan orang lain, cara kita berespon, cara kita bertindak menjadi selaras dengan cara-Nya.
Maka makes sense sekali,
As He is so are we in this world – sama seperti Allah, kita ada di dunia ini.

Orang-orang di sekeliling kita, merasakan kasih, hikmat/wisdom Allah, mengalir melalui kita. Kita berbeda dengan orang kebanyakan. Demonstrasi kebaikan Allah terpancar melalui hidup kita, maka kita menjadi Terang Dunia.

“Gak mungkin bisa seperti itu, kecuali karena Tuhan menyertainya… Betapa dahsyatnya Allah kita!”
Nama Tuhan dipermuliakan.
Orang-orang melihat Allah melalui kita, dan mereka ingin mengenal Allah lebih dalam lagi karena kita.

Dengan membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, tanpa melakukan dan mengatakan apa pun, hidup kita sudah berdampak. Jika perlu saja, gunakan kata-kata.
Oleh karena itu, Fransiskus Asisi berkata, Gunakan segala cara untuk mengabarkan Kabar Baik, jika perlu, gunakan kata-kata.

Kita bagaikan magnet. Hal-hal baik, berkat, wisdom- hikmat yang membuat kita lebih bijak daripada orang lain, berada di tempat yang tepat, pada saat yang tepat, menjadi orang yang tepat, – akan tertarik menempel kepada kita secara alami.
Allah ada di dalam roh kita. Otomatis semua yang baik, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang manis dan sedap didengar, itulah yang kita pikirkan dan tertarik kepada kita.
Like attracts Like.
Segala sesuatu tertarik pada hal-hal yang serupa dengan dirinya.

Hhhmmmm…. kehidupan di bumi seperti di surga menjadi makes sense bukan?
Dan itu bukan karena hebatnya kita, melainkan karena kita mengijinkan Allah berkarya dengan leluasa dalam kehidupan kita.

Allah itu sopan dan tidak pernah memaksa. Seberapa besar kita memberikan diri kita kepada-Nya, sebesar itu pulalah Dia akan beroperasi dalam kehidupan kita.
Ada orang yang memberikan dirinya hanya 10% kepada Allah, maka Allah pun beroperasi dalam kehidupan kita hanya 10%..
Semakin besar kita menyerahkan diri kepada-Nya, semakin leluasa Allah beroperasi dalam kehidupan kita, sehingga kehidupan kita pun semakin menakjubkan.

Barangsiapa yang mengikatkan diri dengan Dia, menjadi satu roh di dalam Dia.
Saat kita memasuki ruangan, ‘terang’ pun datang ke dalam ruangan itu. Orang-orang merasakan kehadiran Allah melalui kita. Ada kehidupan dan perubahan yang mengalir melalui kita karena kita ini dutanya Allah….
It’s all about God, not us..
Semua tentang Allah dan bukan kita….
Wow…. menarik bukan?
Mau? Mari kita menjadi bejana-Nya yang efektif….

The voice of God is clear and comprehenible to the ears of a Humble Heart.

Suara Tuhan jelas dan dapat dimengerti oleh Telinga dari orang yang Rendah Hati.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

Read More
1 97 98 99 100 101 404