Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Doa Belum Terjawab, Perlukah Doa Diulang Lagi?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Doa Belum Terjawab, Perlukah Doa Diulang Lagi?

Ketika manifestasi jawaban doa belum terjadi, kerap orang-orang minta didoakan dan didoakan lagi untuk hal yang sama.

Sesuatu yang tidak disadari, sesungguhnya jawaban doa di alam roh sudah 75%….. on the way, dalam perjalanan untuk termanifestasi. Tinggal 25 % lagi, termanifestasi.
Tetapi karena orang ini tidak sabar, minta didoakan lagi.
Nach itu seperti di re-start ulang, akibatnya mulai dari NOL lagi. Justru tambah lama…. gak sampai-sampai … bolak balik begitu.

Berdoa itu cukup sekali saja, setelah itu bangun hubungan yang erat dan berkualitas dengan Tuhan.

Mark 4:23-25 AMPC
[23] If any man has ears to hear, let him be listening and let him perceive and comprehend. [24] And He said to them, Be careful what you are hearing. The measure [of thought and study] you give [to the truth you hear] will be the measure [of virtue and knowledge] that comes back to you–and more [besides] will be given to you who hear. [25] For to him who has will more be given; and from him who has nothing, even what he has will be taken away [by force].

Markus 4:23-25 ??AMPC
[23] Jika ada orang yang mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah dia mendengarkan, dan biarlah dia melihat dan memahami. [24] Dan Dia berkata kepada mereka, Berhati-hatilah dengan apa yang kamu dengar. Ukuran [pemikiran dan pembelajaran] yang Anda berikan [terhadap kebenaran yang Anda dengar] akan menjadi ukuran [kebajikan dan pengetahuan] yang kembali kepada Anda – dan lebih banyak lagi [selain itu] akan diberikan kepada Anda yang mendengarkan. [25] Sebab siapa yang mempunyai berkehendak diberi lebih banyak; dan dari dia yang tidak mempunyai apa-apa, bahkan apa yang dimilikinya akan diambil [dengan paksa],

Perhatikan, Ukuran pemikiran dan pembelajaran yang kita berikan terhadap Firman Tuhan, – kebenaran yang kita dengar – akan menjadi ukuran kebajikan dan pengetahuan yang kembali kepada kita. Artinya, termasuk berapa lama jawaban doa itu akan kita terima, seberapa besar ‘berkat’ dan tanggungjawab yang akan kita kelola dst.

Kita perlu mendengar dengan telinga rohani kita.
Waktu, perhatian, usaha kita untuk merenungkan firman Tuhan, mendapatkan hikmat serta pewahyuan-Nya, lalu bertindak menghidupinya, menentukan jawaban-jawaban doa dan mujizat yang kita terima.

Banyak orang berpikir, setelah berdoa maka semuanya menjadi tanggungjawab Tuhan.

NO! NO! NO!….. Ada tanggungjawab dari sisi kita.
Semua sudah Tuhan Yesus berikan dalam Anugerah-Nya 2000 tahun yang lalu. Di Kayu Salib Semua Sudah Dibayar Lunas!
“It Is Finished! Semua Sudah Selesai….”.

Doa yang tidak atau belum terjawab karena Kita Yang Kurang Pengetahuan ( Hosea 4:6)

Jawaban doa itu tidak hanya tergantung Tuhan tetapi tergantung pula, apakah kita mengerjakan bagian kita sehingga mampu menerima jawaban doa itu.

Mengapa doa belum terjawab?
Bisa saja karena kita belum siap untuk mengelola apa yang kita doakan.
Saat menanti, Roh Kudus membimbing, apa yang harus kita tingkatkan agar saat doa terjawab, kita bisa mengelola apa yang Tuhan percayakan.
Sesuatu yang tidak dikelola dengan bijak, kerap bukannya menjadi berkat, justru menjadi beban.
Bahkan bisa menimbulkan masalah baru yang lebih berat lagi.
Persiapan itu masa yang tidak pernah sia-sia.

Preparation Time Is Never Wasted Time

Jawaban doa itu melibatkan orang lain. Dan orang itu belum siap.
Ada seseorang ingin menjual rumahnya. Seperti kebiasaan di Amerika, mereka memasang tulisan For Sale di depan rumahnya.
Segala usaha, iklan sudah ditayangkan, tetapi rumah itu belum juga laku.
Waktu terus berlalu, tanpa terasa sudah 2 tahun sejak mulai dipasarkan. Suatu ketika pemilik rumah ini bertemu dengan Andrew Wommack dan diajari untuk mengubah doanya.
Jika dulu dia berdoa supaya rumahnya segera terjual, sekarang *dia mendoakan agar Tuhan menolong memberkati dan menyelesaikan masalah yang dihadapi calon pembeli rumahnya.*

2 minggu kemudian, sang calon pembeli datang.
Setelah deal harga, si pembeli bercerita, sejak hari pertama sang pemilik rumah memasang tulisan For Sale, sesungguhnya si pembeli sudah tahu, rumah itu akan menjadi rumahnya. Dia suka.
Tetapi dia harus menjual rumah lamanya dulu, baru bisa membeli rumah baru itu. Dan rumah lama itu baru saja terjual.

Rupanya, begitu si pemilik mendoakan masalah calon pembeli, rumah lama calon pembeli bisa cepat terjual sehingga dia bisa membeli rumahnya.
Nach… *doa yang tepat, mendorong jawaban doa lebih cepat pula!*

Bulan feb lalu saya menulis artikel “Hutang Tidak Dibayar? Bagaimana Dong?”.
Dalam artikel itu saya bercerita tentang Ani.
Ani kembali menceritakan kepahitan, sehubungan dengan beberapa kasus hutang yang dialaminya.
Yang berhutang ada tokoh gereja yang dihormati dan ada pula kerabat, keduanya berjanji hendak melunasi tapi bulan demi bulan, hingga tahun berganti, janji tinggal janji. Padahal Ani butuh uang itu.
Sungguh menyebalkan dan mengecewakan.

Sesuatu yang tidak disadari, Ani berada di Teritori Musuh/ si iblis.
Tuhan TIDAK BISA bekerja saat kita berada di Teritori Musuh, di tengah kepahitan dan kekecewaan.
Jika ingin mendapatkan pertolongan Tuhan, mujizat, kelimpahan, Ani harus kembali ke Teritori Tuhan.
Dalam teritori Tuhan hanya ada kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kebaikan, penguasaan diri dll.

Apakah berarti hutang tidak ditagih?
Tidak juga.
1 Petrus 5:7 (TB) Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.
Dan betul-betul percaya, Tuhan akan memberikan jalan keluar bagi kita.
Jaga pikiran jangan terus menerus terjebak mengulang-ulang kemungkinan buruk kasus ini akan ke mana atau mengingat janji-janji yang tidak ditepati. Itu bikin pahit hati.
Alihkan fokus, Tuhan mampu menolong, bisa dengan menjamah orang itu agar bersedia membayar, atau Tuhan memberkati kita dengan cara lain.

****
Windi, seorang teman di grup WA chat setelah membaca artikel itu.
“Saya fansnya bu Yenny. Tulisan ibu ada kalanya menjawab persoalan saya. Dan artikel tulisan ibu hari ini, menjawab keresahan, persoalan masalah saya. Tuhan itu ajaib ya bu yenny…. Bisa pas gitu bu. Melalui ibu saya dapat jawabannya”

Windi memberi hutang tetapi orang yang berhutang seolah-olah cuek dan tidak berkeinginan untuk membayar hutangnya. Padahal dengan gaya hidupnya, seharusnya bisa bayar.

******
Waktu pun berlalu… tanpa kabar apa pun.
Tiba-tiba hari Sabtu lalu chat Windi masuk lagi.
“Salam Damai dalam Kristus Ibu.. masih ingatkah ibu post tentang hutang? Saya baca postingan ibu. Tercerahkan iman saya.
Dan … ibu… Luar biasanya. Sungguh Tuhan itu mah segalanya
Kemarin tiba-tiba ada WA masuk. Dari teman yang berhutang, Puji Tuhan bu. Tiba-tiba berjanji mau menyicil tiap bulan katanya.
Sungguh pengalaman spiritual yang amazing Bu Yenny.
Luar biasa rasanya bu….. Susah dilukiskan bagaimana perasaan saya Bu Yenny. Terima kasih banyak untuk pelajaran pencerahan dari tulisan Seruput Kopi Cantik ibu. Luar biasa. Tuhan berkati. BERKAH DALEM.”

Wow…. speechless, tetapi hati saya berbunga-bunga…
Saya pun terpukau dengan cara Tuhan bekerja…
Tuhan Yesus sungguh Dahsyat!

Ternyata *begitu Windi mengubah cara dia memandang masalahnya, memilih menyerahkannya kepada Tuhan lalu membiarkan damai sejahtera Allah memenuhi hatinya, – pindah dari teritori musuh ke teritori Tuhan – jawaban doa segera datang.*

Yeeeaaayyy

******
Siapa yang bisa memberi hikmat agar kita tahu di mana kita ‘miss’ – luput? Roh Kudus!
Caranya, bisa tak terpikirkan. Roh Kudus punya sejuta cara agar kita paham.

Itulah sebabnya, jika membiasakan diri berdoa berbahasa lidah, maka kita akan lebih peka. Roh Kudus memberikan pewahyuan-Nya agar kita mengerti apa yang dipikirkan oleh Allah dan bagaimana Firman Tuhan itu terkoneksi untuk menyelesaikan masalah-masalah natural kita.

Romans 8:27 AMPC
[27] And He Who searches the hearts of men knows what is in the mind of the [Holy] Spirit [what His intent is], because the Spirit intercedes and pleads [before God] in behalf of the saints according to and in harmony with God’s will.

Roma 8:27 AMPC
[27] Dan Dia yang menyelidiki hati manusia mengetahui apa yang ada dalam pikiran Roh [Kudus] [apa maksud-Nya], karena Roh berdoa dan memohon [di hadapan Allah] demi kepentingan orang-orang kudus menurut dan selaras dengan kehendak Tuhan.

Siapa yang dimaksud dengan orang-orang kudus?
Kita yang Sudah Lahir Baru.

Siap Praktik?
Hanya pelaku Firman – A Doer- yang mendapatkan apa yang didoakannya.
Ciayou….

Genuine spiritual knowledge lies not in wonderful and mysterious thoughts but in actual spiritual experience through union of the believer’s life with truth. – Watchman Nee.

Pengetahuan rohani yang sejati tidak terletak pada pemikiran-pemikiran yang menakjubkan dan misterius, melainkan pada pengalaman rohani yang nyata melalui penyatuan kehidupan orang beriman dengan kebenaran yang sejati. – Watchman Nee.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Selamat Jalan Laurentia Ayda Susana Gustan…. Kami Merindukanmu

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Selamat Jalan Laurentia Ayda Susana Gustan…. Kami Merindukanmu

Japri berdatangan. Dari teman-teman dalam hingga luar negeri, menanyakan mengapa Seruput Kopi Cantik tidak muncul?
Di hari pertama, dikangeni beberapa orang saja, semakin hari semakin banyak japri yang masuk….
Nyess di hati…. ternyata dicintai banyak orang itu bikin hati lumeeer…
Thanks & luv u all.

Senin subuh kami berangkat menuju Bandung, ingin liburan. Long week-end. Di tengah perjalanan, telpon masuk dari sahabat, Tjung Djing, di Kebumen. Dia bercerita, saat jalan pagi berpapasan dengan adik ipar saya, Laurentia Ayda Susana Gustan, yang biasa disapa Ay Cen atau Ayda. Setelah itu terdengar kabar, ada wanita yang kecelakaan dan dibawa pergi oleh mobil. Sahabat ini mencoba telpon Ayda tapi no response. Dia menelpon saya supaya cek ke rumah, apakah Ayda sudah di rumah. Saat saya telpon ke rumah, ternyata memang belum pulang.

Kecurigaan merebak, jangan-jangan diculik orang. Segera saya minta sahabat ini lapor polisi dan umumkan ke radio. Saya pun telpon adik saya, Wihono, agar cari info ke teman-temannya di Kebumen. Tidak lama kemudian, foto masuk. Ayda sudah meninggal, sekarang ada di rumah sakit…. oh.. . Kaget, sedih, tidak percaya, bercampur baur. ???

Yang lebih membuat terpukul lagi, putri tunggalnya Ivana atau Nana, mendadak jadi yatim piatu. Sendirian. Bagaimana dengan kuliahnya? Siapa yang meneruskan toko untuk membiayai baik Nana mau pun karyawan-karyawan yang sudah bekerja puluhan tahun?
Masalah yang mengharubirukan pikiran, penuh dilemma dan seolah tidak ada jalan keluar yang baik.

Setiap orang ikut berpendapat dan berkomentar namun tidak ada yang benar-benar mau berkorban mendampingi dan mementori Nana di Kebumen. Semua sibuk dan punya pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
“Tuhan, beri kami hikmat-Mu…..”, batinku berbisik lirih.

Berita yang beredar, saat Ayda hendak menyeberang, ada mobil melaju dari tikungan, dan menabraknya. Konon sang pengemudi tengah bermain HP pula. Ayda jatuh ke bagian kiri, kepalanya terkena aspal. Entah berapa lama terkapar, sebelum dibawa ke rumah sakit dan meninggal di sana. Tanpa tanda pengenal, foto beredar. Polisi berusaha mencari identitasnya.

Sejak menikah, Iwan Gustan, adik saya dan Ayda, yang meneruskan usaha papa dan mama.
Ayda yang merawat papa hingga meninggalnya.
Lalu Iwan meninggal 12 tahun lalu. Ayda jadi single mom dengan putri tunggalnya, Nana.
Ayda pula yang merawat mama saya, hingga mama meninggal.
Begitu baik, sabar dan telaten.
Pribadi yang mandiri, supel, baik hati dan kami sekeluarga memiliki hubungan yang sangat baik dengannya.

Bahkan setelah papa, adik dan mama meninggal, Ayda tetap melanjutkan kebiasaannya, minta pendapat saya sebagai kakak suaminya, jika ingin berinvestasi. Sungguh saya merasa dihargai.
Ayda benar-benar patut diberi gelar *”Menantu yang Terbaik”*, dan papa serta mama saya yang beruntung memilikinya.

Dari Kebumen, jenazah disemayamkan ke Jogja, kota asal Ayda. Keluarganya memiliki pemakaman keluarga di sana.
Saat adik saya meninggal juga dikebumikan di sana.
Teringat di waktu itu, banyak teman dan tetangga bergunjing, koq ikut keluarga istri. Tetapi mama berprinsip, ini keluarga mereka jadi terserah keputusan anak dan istrinya.
Sejujurnya, perasaan saya tidak enak juga mendengar pertanyaan semacam ini.

Sekarang saya menyadari, itu betul-betul keputusan yang terbaik. Ayda meninggal di Kebumen, tanpa ada anak maupun saudara di sana.
Kami 3 bersaudara. Saya di Jakarta, adik saya di Bali, saudara-saudara Ayda kebanyakan di Jogja dan sebagian lagi tersebar di berbagai kota di Jawa. Putrinya masih kuliah di Surabaya. Jika dikebumikan di Kebumen, siapa yang mengurus?
Tuhan baik. Semua diaturnya dengan sempurna. Kita hanya bisa memandang sejauh mata, tetapi Tuhan memandang hingga ke masa depan.

*****
Hingga penuh teman-teman yang hadir sejak di Kebumen hingga disemayamkan di Jogja.
Cerita demi cerita, kisah demi kisah menyentuh hati.

“Ay Cen itu sangat ramah dengan siapa pun… bahkan klo ke toko, lewat depan tokoku saja, mau lho menyapa pembantuku yang sedang menyapu di depan. Mana ada orang lain yang seperti itu?” Ujar Kie Ing dan istrinya,
“Ada Romo yang harus cuci darah, beliau tidak bisa tidur terlentang. Ay Cen langsung membelikan kursi lipat yang ada kasurnya dan pesan agar dibuatkan spreinya juga. Dia itu ‘entengan’ (bhs jawa: ringan tangan) membantu siapa pun yang membutuhkan.”

Rumahnya selalu terbuka dipakai untuk kegiatan-kegiatan sosial..
Jika ada yang sakit atau meninggal, dengan cekatan Ayda setidaknya berkunjung memperhatikannya.
Tidak heran banyak sekali yang merasa sedih dan kehilangan.

*******
Pertanyaannya:
Apakah ini kehendak Tuhan?
Tentu Tidak!
Pencuri (setan, iblis) datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku (Tuhan) datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.

Prinsipnya jelas! Yang jahat dari setan, Yang baik dari Tuhan

Ini kelalaian manusia, yang mengakibatkan hilangnya nyawa Ayda.
Gak adil dong, kan Ayda orang baik?
Memang dunia ini tidak adil. Sejak Adam menyerahkan otoritas dan hak dari Tuhan kepada si setan, dunia memang di bawah kekuasaan setan.

Sesungguhnya Tuhan sudah memperingatkan sebelum setiap manusia mengalami sesuatu.

“Jika hewan saja dapat mengikuti insting mereka dan bergerak ke tempat yang lebih tinggi sebelum terjadinya tsunami, tidakkah lebih lagi orang-orang yang dipenuhi Roh Tuhan memperoleh perlindungan dari tsunami keuangan, kesehatan, hubungan dan tsunami-tsunami lain dalam hidup mereka?” cuplikan pelajaran Greg Mohr,
“Banyak orang yang bekerja di Menara Kembar tidak berada di tempat pada tanggal 11 September sebab ada “sesuatu” mencegah mereka menjalankan jadwal normal mereka.”

Fakta yang mengejutkan, ketika terjadi peristiwa 9/11 di WTC, hanya 1/3 orang yang hadir di tempat kerjanya.
2/3 sisanya, dengan berbagai alasan tidak hadir.
Ada yang mobilnya bermasalah, merasa tidak enak badan dan banyak yang bersaksi seolah-olah ada dorongan untuk tidak berangkat ke tempat kerja.

Sedangkan salah satu pesawat yang diterbangkan untuk menabrak menara WTC, hanya terisi 13 orang. Seberapa sering sebuah pesawat diterbangkan hanya sesedikit itu penumpangnya?

Kebetulan?
Sesungguhnya tidak. Itu dorongan Tuhan yang mengingatkan, agar para penumpang dan para korban yang selamat, terhindar dari masalah. Tergantung kita: peka atau tidak? taat atau tidak?

Suatu pagi Greg merasa hatinya berbeban berat. Maka dia memberitahu anak-anaknya, tidak berangkat ke sekolah. Lalu Greg dan Janice, istrinya, berdoa dalam roh sekitar 45 menit – 1 jam. Hingga hatinya merasa lega.
Segera Greg memanggil anak-anaknya untuk berangkat ke sekolah.
Anak-anak pun protes, mengira bisa membolos sekolah hari itu.
Dalam perjalanan ke sekolah, mereka melalui toll dan ternyata ada kecelakaan beruntun 20 mobil berderet di sana.
Seandainya pagi tadi Greg mengabaikan peringatan Tuhan, maka mobilnya akan berada di antara mobil-mobil yang kecelakaan. Karena jam kejadiannya, bertepatan dengan jam biasanya Greg mengantarkan anak-anak ke sekolah.
Greg Mohr mengajarkan, jangan mengabaikan tanda-tanda yang diberikan Tuhan.
*******

Kenangan akan orang baik, senantiasa mendatangkan berkat. Mari kita hidup meneladani Ayda, hingga saat kembali ke rumah Tuhan, tangannya membawa persembahan yang berkenan kepada-Nya: hidup yang bermakna, yang membuat kehidupan orang-orang yang mengenal-Nya menjadi lebih baik…

Selamat Jalan Laurentia Ayda Susana Gustan…. Kami Mengasihi & Merindukanmu

Some memories are unforgettable, remaining ever vivid and heart-warming. – Joseph B. Wirthlin

Beberapa kenangan tak terlupakan, tetap hidup dan menghangatkan hati. – Joseph B. Wirthlin

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Mengulangi Hidup? Mau???

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengulangi Hidup? Mau???

Pertanyaan yang kerap dilontarkan,
“Jika ada kesempatan mengulangi hidup, apakah kita akan mengulang apa yang kita alami?”
Kelihatan romantis ya…?

Banyak orang yang kerap terjebak berandai-andai, jika ada kesempatan mengulangi Hidup, apa yang akan kita lakukan? Bagian mana kehidupan kita yang akan kita perbaiki?

Hhhmmmm ….menarik!

Tetapi saya tidak mau terjebak ke sana.
Why?
Pertama, saya tahu persis, hidup cuma sekali dan tidak bisa diulang. Wasting time berpikir untuk mengulanginya.
Ketika berpikir ingin mengulanginya, kita sibuk menginventarisasi kesalahan-kesalahan kita, yang menimbulkan penyesalan. Di samping itu, tidak sedikit pula kesalahan orang lain, yang menimbulkan sakit hati atau kesal. Sudah lewat….
Masa lalu itu tinggal impian…

“Forgiveness means letting go of the past,” Gerald Jampolsky, “There is a fine balance between honoring the past and losing yourself in it. For example, you can acknowledge and learn from mistakes you made, and then move on and refocus on the now. It is called forgiving yourself.”

“Memaafkan berarti melepaskan masa lalu,” Gerald Jampolsky, “Ada keseimbangan yang baik antara menghargai masa lalu dan tenggelam di dalamnya. Misalnya, Anda dapat mengakui dan belajar dari kesalahan yang Anda buat, lalu melanjutkan dan fokus kembali pada saat ini. Itu namanya memaafkan diri sendiri.”

********
Ke dua, memang Hidup saya sama sekali gak sempurna… Justru karena berbagai kesalahan, pengalaman yang menurut kita kurang baik itulah, saya sudah belajar menjadi pribadi seperti sekarang ini.
Wisdom, hikmat, Kebijaksanaan dalam hidup, kerap kita peroleh karena pahitnya pengalaman kehidupan.
Tidak sedikit pula, diwarnai pula pengalaman pertolongan-pertolongan Tuhan yang dahsyat. Mujizat, berkat dan berbagai bukti kesetiaan Tuhan yang amat manis dikenang.
Allahku senantiasa bisa diandalkan!

Memang banyak masalah yang menghadang kehidupan. Namun jika kita bersedia meresponinya dengan sikap positif dan terus bergantung kepada Tuhan, maka Tuhan bisa mengubah batu sandungan masalah itu, agar diubah menjadi batu pijakan untuk naik ke tempat tinggi, yang tidak bisa dicapai, tanpa adanya batu pijakan itu.
Itulah dahsyatnya bekerja sama dengan Allah.

******

Yang ke tiga, Tuhan itu bisa mengembalikan waktu-waktu kita yang hilang. Memang tidak persis sama, namun dengan caranya yang ajaib, Tuhan bisa.

“Aku (Tuhan) akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama Tuhan, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya.” Janji Tuhan.

Joel Osteen bercerita, semasa putrinya, Alexandra kecil, dia begitu sibuk mendampingi ayahnya, John Osteen, dalam pelayanan ke luar negeri.
Joel berdoa kepada Tuhan minta pemulihan untuk waktu-waktu yang hilang.
Dan Tuhan mengatur, sehingga Alexandra lebih suka bersama-sama dengan ayahnya daripada menghabiskan waktu dengan teman-temannya. Hubungan mereka sangat dekat… Tuhan sungguh-sungguh menjawab doa!

Apakah hanya hubungan? Tidak!
Tuhan bisa mengembalikan proyek kita yang hilang. Berkat-berkat yang lenyap karena berbagai hal.
Pertemanan yang hilang, kesehatan yang hilang dan apa saja yang bisa kita pikirkan.

“Minta… And whatever things you ask in prayer, believing, you will receive. Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.”

Asal kita percaya….
Percaya berarti kita melihat jawaban doa di dalam pikiran dan Roh kita.
Believing is Seeing

Daripada sibuk berandai-andai bagaimana memperbaiki masa lalu, mengapa kita tidak menyibukkan diri membangun, mencipta serta memperbaikinya untuk masa depan?

Tuhan itu mitra kerja kita untuk menggenapi rancangan-Nya bagi kehidupan kita. Tugas yang tak tergantikan. Kita hanya bisa merealisasikan ketika kita mengerjakan bersama-Nya.
Mimpi Tuhan jauh lebih dahsyat daripada mimpi kita. Semakin kita mengijinkan Tuhan berkarya melalui kehidupan kita, semakin unbelievable – tidak terpikirkan, apa yang bisa dicapai.
Promosi datang dari Tuhan.

Biarkan pengalaman masa lalu, yang baik mau pun yang buruk, menjadi fondasi, pijakan kita dalam menciptakan masa depan yang penuh harapan…

Jalan orang benar itu seperti cahaya fajar, yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.

Setuju?

It is always important to know when something has reached its end. Closing circles, shutting doors, finishing chapters, it doesn’t matter what we call it; what matters is to leave in the past those moments in life that are over. – Paulo Coelho.

Selalu penting untuk mengetahui kapan sesuatu telah mencapai akhirnya. Menutup lingkaran, menutup pintu, menyelesaikan bab, tidak peduli kita menyebutnya apa; yang penting adalah meninggalkan momen-momen hidup yang telah berakhir di masa lalu. – Paulo Coelho.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tiga Level Kehidupan.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tiga Level Kehidupan.

Tali Tiga Lembar Tidak Mudah Diputuskan! (Pkh. 4:12)

Ketika kita menghadapi tantangan hidup, kita memiliki sumber daya yang tersedia. Anugerah Tuhan telah memberikan kepada kita segala sesuatu yang berkaitan dengan kehidupan dan kesalehan. Kemenangan kita sering kali bergantung pada cara kita menggunakan sumber daya yang kita miliki. Kita adalah makhluk spiritual yang memiliki jiwa dan tubuh. Kita diperlengkapi untuk menghadapi tantangan-tantangan kita pada ketiga tingkat kehidupan. Ketika kita berusaha meraih kemenangan hanya dengan menggunakan kekuatan kita sendiri, atau kita hanya mengandalkan emosi dan pengetahuan kita yang terbatas, kita membatasi peluang kita untuk sukses.

Banyak tantangan hidup mempunyai akar spiritual dan solusi spiritual diperlukan. Stres, depresi, kesedihan kronis, kepahitan, perselisihan dan ketakutan adalah gejala-gejala dari semangat yang kekurangan gizi. Ketika kita menyerang gejala-gejala tersebut secara alami dengan obat-obatan, konseling dan terapi, kita tidak benar-benar menangani kebutuhan sebenarnya. Jika kita menerapkan prinsip-prinsip rohani bersama dengan hikmat ilahi dan buah roh, kita yakin akan kemenangannya.

Namun, jika kita berpikir bahwa setiap masalah bersifat rohani dan mengabaikan beberapa hal alamiah yang mungkin menjadi penyebab masalah kita, mungkin saja kita kehilangan jawaban yang jelas.

Namun ketika roh, jiwa dan tubuh kita bekerja secara harmonis menuju tujuan yang sama, maka hal itu akan menjadi kekuatan yang tidak ada duanya!

Contohnya:
Ada penyakit yang diakibatkan karena kita salah memperlakukan tubuh kita.
Terlalu lelah, contohnya. Tubuh sudah didesign agar ada waktu istirahat yang cukup. Masalah kelelahan, tidak bisa hanya diselesaikan dengan doa. Doa membuat hati damai sehingga tidur pun nyenyak.
Tetapi tidur itu Harus dilakukan untuk mengobati kelelahan.

Minum kopi tentu saja normal, umum. Jika minum kopi puluhan gelas setiap hari, itu menjadi tidak normal dan akan mengganggu kerja tubuh. Dalam jangka panjangnya, akan merusak tubuh, menimbulkan penyakit yang tidak diinginkan.
Berdoa sepakat minta kesembuhan Tuhan, menjadi langkah pertama. Tuhan Allah yang menjawab doa. Kesembuhan terjadi.
Namun jangan lupa, konsumsi kopinya juga wajib dikurangi.
Jika penyebab sakitnya terus dipelihara, wajar sekali akan jatuh sakit kembali.
Yang rohani dilakukan, tetapi juga diiringi oleh yang jasmani.
Sesuatu yang berlebihan, akan merusak.

Mengapa minum kopi berlebihan?
Mungkin karena tuntutan pekerjaan yang berlebihan, berusaha menyelesaikan kewajiban yang kapasitasnya diluar kemampuannya.
Jiwa terdiri dari pikiran, emosi, kehendak dan imajinasi.
Bisa dipikirkan cara bijak dalam menyelesaikan permasalahan ini. Hikmat Tuhan yang diperoleh dari firman-Nya, akan memimpin pikiran kita agar kita bisa mendelegasikan atau mengerjakan tanggungjawab kita dengan cara yang lebih kreatif sehingga tetap punya waktu istirahat, namun pekerjaan juga beres.
Inilah gambaran bagaimana roh. Jiwa, tubuh bekerja di dalam kehidupan kita.

Penyembuhan seringkali memerlukan pendekatan tiga kali lipat. Ada perubahan alami dalam gaya hidup dan pola makan yang mungkin diperlukan. Ada penyesuaian mental dan emosional yang dapat mempercepat pemulihan kita. Namun realitas spiritual dalam hidup kita adalah titik awal yang sebenarnya untuk memulai kesehatan dan penyembuhan. Tuhan mengirimkan Firman-Nya untuk menyembuhkan kita (Mzm. 107:20) dan firman-Nya adalah Roh dan hidup (Yoh. 6:63).

Pastikan kita berjalan selaras sepenuhnya dengan Tuhan di setiap tingkatan; roh, jiwa dan tubuh. Itulah kunci hidup berkelimpahan.Pikiran harus diperbarui terhadap Firman Tuhan. Emosi kita harus mengalir dari roh kita yang sudah lahir baru, bukan dari panca indera kita.
Selain itu, kita pun harus merawat tubuh dengan makanan yang baik, bergizi dan olahraga. Kesehatan dan kesejahteraan sejati memang dimulai dari dalam, namun juga harus dikelola dari luar.

1 Timotius 4:8 (TB) Latihan badani terbatas gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk hidup yang akan datang.

Latihan badani memang tidak sepenting ibadah dan pengenalan akan Allah yang berguna untuk kehidupan di dunia mau pun di kekekalan kelak. Namun latihan badani pun perlu dilakukan, demi menjaga tubuh kita tetap sehat. Tubuh yang sehat akan menopang dan mendukung dalam mengerjakan serta menggenapi rencana-Nya.
Semua wajib seimbang.

Aku berdoa kepada Tuhan agar seluruh jiwa dan ragamu terpelihara tak bercacat cela menjelang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus. (1 Tes. 5:23)

Hhhmmm…. kita hidup seimbang yuk…

God does not expect us to imitate Jesus Christ. He expects us to allow the life of Jesus to be manifested in our moral flesh. – Oswald Chamber.

Allah tidak mengharapkan kita untuk meniru Yesus Kristus. Dia mengharapkan kita membiarkan kehidupan Yesus diwujudkan dalam kehidupan natural kita. – Kamar Oswald.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ingin Dihargai? Ini Rahasianya Hidup Utuh- Whole Life!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ingin Dihargai? Ini Rahasianya Hidup Utuh- Whole Life!

*Seorang teman mengeluh, istrinya kalau di luar rumah seperti seorang malaikat! Baik sekali…. Tapi jangan tanya kalau dengan keluarga sendiri apalagi dengan suaminya, seperti iblis, katanya.

Di masyarakat istrinya terkenal sebagai seorang wanita yang sangat keibuan, penuh perhatian dan peduli terhadap orang lain bahkan rela berkorban habis-habisan untuk kegiatan sosial dan demi menolong orang lain. Setiap kali berbicara sering diselingi kutipan ayat Firman Tuhan. Karena itu setiap teman ini mengeluh, tidak ada seorang pun yang percaya.
Apa yang terjadi?
Sepertinya istri teman ini punya dua kepribadian yang berbeda. Benarkah demikian?

Ternyata istri teman saya normal-normal saja. Psikolog terkenal David J. Lieberman, Ph.D. mengungkapkan, pada dasarnya setiap orang terikat dengan citra yang diberikan kepada dirinya. Jika seseorang memandangnya dengan penuh kekaguman, umumnya orang itu terdorong untuk mempertahankan citra yang dimilikinya mengenai dirinya.
Karena citra istri teman saya sebagai ibu yang penuh kasih dan suka menolong maka diapun berusaha memenuhi citra ini seberapa pun besar harga yang harus dibayar karena itu dia bak seorang malaikat.

Yang menarik, semakin longgar hubungan itu semakin keras teman itu berusaha, sebab dia tidak harus mempertahankan usahanya untuk waktu yang terlalu lama. Tetapi berbeda dengan keluarga dan orang-orang yang tinggal setiap hari dengannya, sangatlah tidak mudah menjaga citra seperti itu di rumah sendiri.

Kebanyakan kita tidak terbiasa untuk berterima kasih saat pasangan atau anak-anak menolong kita sebaliknya terhadap orang lain, pertolongan kecil saja kita berterima kasih habis-habisan.
Itulah sebabnya ada orang yang rela jungkir balik untuk menolong orang yang nyaris tidak dikenalnya, tetapi mengangkat satu jaripun dia tidak mau kalau itu menyangkut keluarganya.

Gubbbrrraaakkkk….

Ini gambaran umum dunia.
Di mana semua dinilai dari penampilan luar.
Mobil, handbag, rumah, gampangnya, packagingnya yang dilihat.
Sekian puluh tahun lalu, saya menganggap ini memang wajarnya kehidupan di dunia.

Setelah makin dewasa rohani dan makin berhikmat, tentunya…, terlebih setelah Sekolah Charis, nilai-nilai kehidupan pun berubah total.
Tidak lagi sibuk mendandani yang di luar, tetapi yang di dalam.
*Kebanggaan bukan lagi karena packaging tetapi karena pengenalan akan Allah.*

Wisdom, hikmat, kebijaksanaan ada di dalam Firman Tuhan, karena Firman adalah Allah sendiri.
Uniknya, saat kita sibuk memberi ‘makan’ diri kita dengan firman-Nya, karakter kita berubah.
Cara kita memandang dan meresponi dunia pun berubah.

Dahsyatnya, karena Allah itu Kasih, ketika kita full firman, maka kasih Allah, hikmat Allah pun mengalir secara natural, mengalir di dalam apa pun yang kita lakukan.
Baik cara meresponi permasalahan, bagaimana membangun hubungan – menjadi lebih peduli pada orang lain, empati, bijak dalam menolong sesama dll -, dalam keuangan, dan berbagai aspek lain kehidupan.

Singkatnya, kita jadi lebih baik, lebih pintar, lebih wise daripada diri kita sesungguhnya, karena kasih dan hikmat Allah mengalir melalui kita.
Dorongan-dorongan kecil yang nampak biasa saja, ketika ditaati, ternyata menjadi jawaban bagi kebutuhan orang lain.
Tanpa disengaja, kita kerap menjadi jawaban doa dan solusi permasalahan teman-teman …
Wow….

Dengan demikian, tanpa harus bersusah payah, bahkan tanpa usaha pun kita sudah dikasihi, diperhatikan dan dihargai oleh teman-teman kita.
Ketika yang ditabur kasih dan integritas yang tulus, teman-teman pun melimpahi kita dengan hal yang sama…

*Effortless attention, perhatian yang diperoleh tanpa usaha*. Gak usah bersikap seperti istri teman saya, yang dengan susah payah berusaha diperhatikan.
Kasih Tuhan bagi kita sudah lebih dari cukup. Perhatian dari orang-orang sekitar, sekedar compliment- tambahan, ada boleh dan menyenangkan, tetapi gak ada juga tidak merasa kekurangan.
God is enough for me!

Bermitra dengan Tuhan, benar-benar membuat kita menjadi pribadi baru yang semakin hari semakin menyerupai Allah sehingga menjadi demonstrasi kasih dan kebaikan-kebaikan-Nya.
Menarik bukan?
Dan buahnya tidak hanya saat hidup di dunia, melainkan dibawa pula sebagai persembahan kepada Allah di kekekalan…

Yeaaayyyy….. praktik yuk…

When you know, you are loved and seen by God, you live different life. You no longer need attention or affection from others to feel satisfied. Even if you receive praise for your work or if you are noticed in a crowd, because you know you are loved and seen by God, your soul was complete before you ever got to those things. – Morgan Harper Nichols.

Ketika Anda tahu, Anda dikasihi dan diperhatikan oleh Tuhan, Anda menjalani kehidupan yang berbeda. Anda tidak lagi membutuhkan perhatian atau kasih sayang dari orang lain supaya merasa puas. Sekalipun Anda menerima pujian atas pekerjaan Anda atau jika Anda diperhatikan di tengah orang banyak, karena Anda tahu bahwa Anda dikasihi dan dipandang oleh Tuhan, jiwa Anda sudah lengkap, puas, utuh sebelum Anda mencapai hal-hal tersebut. -Morgan Harper Nichols

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 77 78 79 80 81 404