Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apakah Sakit Itu Kehendak Tuhan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Sakit Itu Kehendak Tuhan?

Meski sudah diajar bahwa kasih Allah tak bersyarat, kerapkali kita hanya menyerapnya di kepala.
Ketika kita berbuat dosa, bersalah, tidak jarang kecenderungan kita merasa tidak layak, takut untuk datang kepada Tuhan.
Apakah Tuhan mau menolongku?
Kerap kita menjauhkan diri dari-Nya.

Persis seperti Adam dan Hawa ketika makan buah pengetahuan baik dan jahat, mereka langsung menyembunyikan diri, melihat dirinya telanjang.
Itu sudah menjadi kecenderungan manusia.

Sungguh menyenangkan mendengar bagaimana Joel Osteen menjelaskan kasih Tuhan yang tak bersyarat.
Joel bercerita, jika Jonathan, putranya, sedang bergelantungan di dahan pohon, sambil berteriak-teriak,
“Dad, tolong saya….”

Joel menjelaskan, tentunya dia tidak akan berkata,
“Tunggu Jonathan, saya cek dulu apakah kamu sudah mengerjakan PR mu?”

“Victoria, apakah Jonathan sudah membersihkan kamarnya?,” tanya Joel pada Victoria, istrinya.

Tentunya tidak demikian. Joel akan segera menolong Jonathan, tidak peduli apakah Jonathan sudah mengerjakan PR atau belum; apakah sudah membersihkan kamarnya atau belum.
Intinya, sebagai ayah, tentunya Joel akan menolong putranya tanpa syarat karena dia mengasihinya.

Apalagi Allah kita, Dia mengasihi kita tanpa syarat.
Allah jauh lebih baik dari Joel Osteen dan kita semua. Kalau ayah dunia saja sebaik itu, apalagi Allah kita yang Maha Pengasih.


Sungguh sangat mengherankan ketika sebagian orang percaya bahwa malapetaka dan penyakit terjadi karena Allah ingin mendidik kita.

Jika ada anak saya yang sakit, saya akan mengusahakan apa saja demi kesembuhannya. Membayar mahal pun rela, asalkan anak saya bisa sembuh seperti sediakala. Bahkan saya rela untuk menggantikannya, asalkan anak saya sehat kembali.
Kalau saya, manusia biasa saja rela berbuat demikian, apa ya mungkin Allah yang Maha Pengasih dan kasih-Nya tak bersyarat sampai mengijinkan anak-anak-Nya sakit?

“Bu Yenny, kan sakit untuk mendidik manusia supaya bertobat dari dosanya…”, protes seorang teman.

“Tuhan mendidik kita dengan mengajar kita melalui firman-firman-Nya. Itu cara yang benar untuk mendidik.
Bukan dengan sakit penyakit. Itu tipuan si musuh.”

Tuhan sudah memberikan rambu-rambu:
*Pencuri datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tuhan datang supaya kita memiliki hidup, dan memilikinya di dalam kelimpahan. *

Prinsipnya sederhana:
Yang baik berasal dari Tuhan,
yang jahat, mencuri, membunuh dan membinasakan dari si musuh.

“Tapi saya dapat pelajaran dari sakit saya, Bu Yenny…”, protes seseorang.

Seperti ketika seorang anak sudah dinasehati, naik motor jangan ngebut. Tapi nekad tetap ngebut. Akhirnya jatuhlah dia dari motor.

Waktu ayahnya mengetahui hal itu, segera menolong dan membawanya ke rumah sakit.
Ayahnya berkata, “Makanya nurut kalau dinasehati orangtua. Jadikan ini pengalaman, supaya di masa depan bijak mengendarai motor dan berhati-hati.”

Apakah sang anak jatuh dari motor karena ayahnya yang ingin memberikan pelajaran kepadanya?
Tentu saja tidak!
Anak itu jatuh karena kelalaiannya: ngebut saat mengendarai motor.
Tetapi sang ayah memanfaatkan kesempatan itu, untuk mendidik dan mengajari anaknya, agar belajar dari pengalamannya, menjadi lebih bijak, hati-hati dan penuh
perhitungan.

Demikian juga dengan Allah kita, penyakit yang bisa membunuh dan membinasakan berasal dari si musuh, tetapi Allah menggunakan kesempatan ini untuk mendidik kita agar mengambil pelajaran dari pengalaman ini, sehingga menjadi pribadi yang lebih bijak.

Allah sudah memberi kita otoritas dan kuasa untuk menghancurkan si musuh.
Ini kesempatan bagi kita untuk mempraktekkannya, menggunakan otoritas untuk mengalahkan musuh.
Tuhan mendidik kita makin bertanggung jawab.

“Apa bedanya sich bu kalau saya menganggap sakit itu kehendak Tuhan, dengan tidak?

Jika kita salah persepsi menganggap sakit itu kehendak Tuhan, maka kita cenderung pasrah… Tidak melawan. Kan ini kehendak Tuhan, masa dilawan?
Padahal sesungguhnya itu tipuan si musuh.

Tetapi jika kita sadar sepenuh hati bahwa sakit ini akibat ulah si musuh, iblis, kita akan melawan dengan penuh semangat, menggunakan segala perlengkapan senjata Allah dan otoritas yang diberikan-Nya untuk menghancurkan musuh.

Persepsi harus benar, agar kita dapat mengambil keputusan serta tindakan yang benar pula.
Perception precedes reality…. Persepsi yang benar mendahului realitas.

Dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan membebaskan kamu, kata Tuhan.

Pegang kebenaran, maka kita akan berjalan di jalan yang membawa kita menuju tujuan yang ditetapkan Tuhan dalam menciptakan kita.

God’s unconditional love is a very difficult concept for people to accept because, in the world, there’s always payment for everything we receive. It’s just how things work here. But God is not like people! — Joyce Meyer

Kasih Tuhan yang tanpa syarat adalah konsep yang sangat sulit diterima manusia karena, di dunia, selalu ada pembayaran untuk semua yang kita terima. Begitulah cara kerja di sini. Tapi Tuhan tidak seperti manusia! — Joyce Meyer.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Karunia yang Berbeda.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Karunia yang Berbeda.”

“Demikianlah kita mempunyai karunia yang berlain-lainan menurut kasih karunia yang dianugerahkan kepada kita:”
Roma 12:6 (TB).

Penting bagi kita dapat mengenali ekspresi anugerah Tuhan yang berlainan, yang dimiliki oleh setiap kita.

“Sebagaimana setiap orang telah menerima anugerah, demikian juga setiap kita melayani satu sama lain, sebagai penatalayan yang baik dari berbagai anugerah Allah.
Jika ada orang yang berbicara, biarlah dia berbicara sebagai orang yang menyampaikan firman Allah;
jika ada orang yang melayani, baiklah ia melakukannya dengan kekuatan yang dianugerahkan Allah.”
1 Petrus 4:10-11 (TB).

Normal bagi mereka yang diberkati di suatu bidang, mengharapkan semangat dan komitmen yang sama di bidang itu dari orang-orang di sekitar mereka.
Seorang Penginjil mengharapkan setiap orang seharusnya menjadi penginjil seperti mereka.
Administrator, mereka yang bersemangat di bidang politik, di bidang pelayanan anak-anak, di bidang misi, dll.
Mereka semua percaya, area anugerah yang mereka miliki, seharusnya normal dimiliki semua orang.

Saya telah memperhatikan dalam kehidupan saya sendiri, betapa meningkatnya frustrasi, ketika saya mencoba berjalan dalam anugerah dan tujuan hidup orang lain. Meski pun saya dapat mendukung dan menyetujui hasrat khusus Anda, saya mungkin tidak selalu dapat berpartisipasi sebanyak yang Anda inginkan. Saya tidak mengharapkan semua orang di sekitar saya menjadi guru Firman pula.

Saat kita bertumbuh dalam menemukan apa karunia dan anugerah yang Tuhan berikan kepada kita, mari tunjukkanlah anugerah kepada mereka yang memiliki panggilan dan hasrat yang berbeda. Semua orang tidak akan seperti Anda, dan mungkin itu hal yang terbaik.

[Repost ; “Differing Gifts”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kembali Ke Laptop….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kembali Ke Laptop….

Kami terbiasa di Jakarta hidup di apartemen. Jadi untuk membersihkannya, cukup panggil go-clean. 1-2 jam beres.
Saat pindah ke Nava Park, tinggal di rumah. Cukup besar. Tentu butuh bantuan selain go-clean.
Saya pun membeli robot Ecovacs Deboot.

Nach.. Seperti biasa, saya malas baca buku panduannya. Nicho, anak saya yang ke tiga, hanya berpesan:
“kalau mama mau bersihkan rumah, pencet tombol ini ma…”

Happylah… Lumayan ada yang bantuin bersihkan rumah.


Di rumah sekarang ada asisten, karena itu Deboots dibawa Elisa ke apartemennya.

“Ma… selama ini pelnya gak pernah dipakai ya? Duh pantesan ga bisa bersih. Itu lho ada tempat airnya, terus dipasang kain untuk pel, langsung bersih.”

Selama ini saya sudah cukup puas si Deboots bisa menyapu, ternyata bisa mengepel dengan hasil yang jauh lebih bersih.

Saya happy for less, cukup puas dengan ‘bukan yang terbaik’.
Padahal yang terbaik sudah tersedia lengkap, hanya perlu bertindak dan taat pada apa yang diajarkan dalam buku panduannya.

Inilah akibatnya kalau malas belajar!

Guuubbrrraaaaakkkk……


Tuhan bilang, Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan.

Pengetahuan apa?
Pengetahuan tentang cara hidup yang benar sesuai dengan buku panduan Sang Pencipta kita.

Manusia itu cenderung seperti anak remaja, bangga kalau berbeda dengan ortunya. Kadang-kadang jadi asal beda dengan Perintah Tuhan!

Dalam Buku Panduan, jelas-jelas Tuhan mengajarkan, menikah itu Pria & Wanita.
Bukan pria dengan pria atau wanita dengan wanita.
Tetapi di negara-negara maju, yang menganggap dirinya hebat, negara super power, LGBT dilegalkan!
Itulah Hukum Dunia, yang menuruti kebenaran ala dirinya sendiri.
Pie jal?

Demikian juga dengan hal-hal lainnya, kekayaan alam diexplorasi habis-habisan. Terjadi ketidakseimbangan alam, akibatnya gempa, tanah longsong dan aneka bencana alam pun terjadi. Lalu berteriak-teriak pada Tuhan, Why Lord?


“Kembali ke Laptop”, ujar Tukul Arwana.

Saat di Taman Eden, Allah menciptakan Adam dan Hawa pada hari ke enam, ketika Allah sudah menciptakan alam semesta beserta segala isinya, termasuk ternak dan berbagai tanaman.
Artinya, Tuhan sudah menciptakan apa pun yang manusia butuhkan, sebelum manusia itu ada.
Design awalnya memang manusia seharusnya bergantung kepada Allah dalam segala sesuatu.
Manusia bercakap-cakap setiap hari dengan Penciptanya.

Mengapa Adam bekerja?
Adam bekerja tetapi Bukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bekerja karena itu menyenangkan hatinya.

Hingga Adam jatuh ke dalam dosa.
Tatanan berubah. Sekarang manusia harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Korupsi, kecurangan, sakit penyakit dan berbagai mala petaka terjadi.
Dosa membuat kerusakan dan kebingungan, karena kuasa dunia sudah diserahkan Adam kepada si iblis.
Iblis menaburkan tipuan-tipuan yang menyesatkan.

Iblis bisa memberikan kekayaan, tetapi ada harga kesedihan, keluarga terabaikan atau hal-hal berharga lainnya, yang harus dikorbankan.
Iblis bisa memberikan kebahagiaan semu, dengan mengejar harta, popularitas, dan berbagai hal yang nampak glamour, tetapi menyisakan kekosongan di hati manusia.
Itulah cara kerja Hukum Dunia.

Berbeda dengan Allah.
Allah memberikan kekayaan berupa: apa pun yang kita butuhkan, tersedia bahkan lebih daripada yang kita perlukan, sehingga kita dapat senantiasa berbagi dengan orang lain.
Bersama Allah, kita merasa puas ketika bisa membahagiakan orang lain dengan cara menyalurkan kasih-Nya, kebaikan-Nya dan anugerah-Nya.

Nach Tuhan itu baik.
Meski Adam memberontak, Tuhan menyiapkan penyelamatan.
Barangsiapa bersedia menerima Tuhan sebagai Allah dan Juruselamat pribadinya, lahir baru, maka manusia bisa hidup sesuai tatanan semula, seperti saat Adam masih di Taman Eden.

Tetapi manusia itu mempunyai free-will alias kehendak bebas untuk memilih.
Meski sudah lahir baru, diberi pilihan hidup menurut Hukum Dunia atau hidup menurut Hukum Kerajaan Allah, seperti saat Adam di Taman Eden.

Ke dua hukum ini berkebalikan.
Hukum Dunia, semua untukku… untukku…
Hukum Kerajaan Allah, beri dulu maka kamu akan diberi…

Hidup saya berjalan dari hidup full menurut hukum dunia, saat belum mengenal Allah, lalu mixed, saat mulai mengenal-Nya, hingga makin lama makin bertumbuh, ketika semakin banyak mempelajari serta menghidupi Buku Panduan Tuhan, sekarang berusaha full mengikuti Hukum Kerajaan Allah.

Nach apa bedanya?

Hidup menurut Hukum Kerajaan Allah itu jauh lebih enteng, karena Tuhanlah yang menjadi driver dalam kehidupan saya. Tetapi untuk menyerahkan setir/kendali kehidupan kepada Tuhan, tidak semudah teorinya.

Saya tahu janji-janji-Nya tetapi kadang saya melihat teman yang nampak begitu rohani tetapi koq doanya tidak dijawab?
Bagaimana kalau doaku tidak dijawab juga? Resikonya besar bagi hidup dan masa depanku.

Sampai saya mencapai titik, di mana pengenalan akan Tuhan secara pribadi, makin mendalam. Iman bekerja oleh kasih.
Semakin saya mengenal kasih-Nya, semakin saya percaya.
Iman berbanding lurus dengan pengenalan kita pada Tuhan melalui pemahaman akan Buku Panduan-Nya.

“Apa sich yang engga buat Ci Yenny?”, ungkapan Bink-Bink pada saya.

Ungkapan yang sama dari Tuhan.
Setiap ada keraguan muncul, saya menoleh ke belakang… Look back…
Betapa banyak pertolongan Tuhan dalam kehidupan saya selama ini. Bahkan saat nyaris mati, mobil selip di padang gurun Australia yang ga ada signal handphone, sunyi sepi tanpa ada manusia lewat pun, Tuhan kirim ‘malaikat-Nya’ untuk menolong kami.
Kalau sekarang sampai ragu, itu sudah amat sangat terlambat.
Kebangetan!

Semakin hari semakin melihat, hidup menurut Hukum Kerajaan Allah itu sangat, sangat enteng. Tuhan yang berperang membela kita, Tuhan yang menata segala sesuatu dengan sedemikian baiknya hingga saya hanya bisa terpukau dan berbisik:
God is good, all the time.
All the time, God is good.

*“To return to the Might God is to truly rely on Him.” – Lailah Gifty Akita. *

“Untuk kembali kepada Allah yang Perkasa berarti benar-benar hidup mengandalkan-Nya.” – Lailah Gifty Akita.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sumber Kehidupan yang Berkemenangan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Sumber Kehidupan yang Berkemenangan.”

Mengapa begitu banyak kehidupan bak roller coaster yang hidupnya naik satu hari, lalu turun di hari berikutnya?
Mengapa sebagian orang percaya tampaknya menarik masalah, perselisihan, hubungan yang rusak, kegagalan, bahkan penyakit kronis?
Inikah kehidupan berkelimpahan yang Yesus janjikan kepada mereka yang mengasihi Dia?

“Dan kamu mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya.”
Efesus 4:24 (TB).

Kita memiliki dua sumber di mana kita dapat menarik kehidupan kita.
“Manusia baru” mengacu pada roh manusia yang diciptakan kembali serta sudah lahir baru.
Kita dapat membiarkan manusia roh kita yang merupakan ciptaan baru, untuk mengatasi kebiasaan manusia lama.

“Kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan,”
Efesus 4:22 (TB).

Perilaku “manusia lama” mengacu pada nafsu kedagingan dan pikiran yang tidak diperbaharui.
Banyak orang Kristen tidak pernah belajar hidup dari manusia baru mereka. Mereka terus hidup dengan ingatan masa lalunya.

Jiwa mereka tidak makmur, karena jiwa mereka tidak selaras dengan “manusia baru” di dalam rohnya.
Orang percaya duniawi (1 Korintus 3:1) terus hidup dari jiwa, bukannya dari roh.
Dia berpikir, berbicara, dan bertindak sebagai manusia jiwani, yang membiarkan daging dan pikiran yang tidak diperbaharui, terus menerus mendikte reaksinya terhadap dunia di sekelilingnya.

“Karena Allah, yang kulayani dengan segenap hatiku.. adalah saksiku…. “
Roma 1:9 (TB).

Paulus melayani Tuhan dengan rohnya.
Dia hidup dengan rohnya yang sudah lahir baru.
Paulus melihat dunia melalui mata rohaninya, belajar menaklukkan daging serta menawan pikirannya.
Pauluslah yang menulis tentang buah Roh.
Inilah kehidupan berkelimpahan yang tersedia bagi mereka, yang menghidupi kehidupan mereka dengan roh yang sudah lahir baru, bukan dengan daging serta pikiran mereka yang tidak diperbaharui.

“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, penguasaan diri.”
Galatia 5:22-23 (TB).

Hidup dari roh yang telah lahir baru tidaklah sulit.
Anugerah Tuhan itu cukup.
Putuskan untuk sepakat dengan doa Paulus…
“Bahwa Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,”
Efesus 3:16 (TB).

[Repost ; “The Source of Victorious Living”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

FEAR…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

FEAR…

Sejak kecil saya merasa perasaan takut itu sesuatu yang wajar. Manusiawi. Wajarnya manusia ya…. ini takut, itu takut… Wong sejak kecil memang suka ditakut-takuti…

“Kalau gak cepat bobo, nanti ada setan yang datang lho!,” kata mbak yang mengasuh saya dan adik.

P. Indra berbeda. Prinsipnya, penakut ga bisa sukses. Jadi anak-anak dilatih berani. Kesukaannya, cari jetcoaster yang mengerikan. Tidak hanya anak-anak, P. Indra ikut naik & menikmati. Klo yang tidak terlalu mengerikan, saya berani.

Di Las Vegas, ada hotel & casino Stratosphere, tingginya 1149 feet. Sekitar 350,2 meter. Nach di atas hotel itu ada permainan-permainan semacam jetcoaster.
Duduk di kursi lalu diayun keras, jadi jauuuuuh di bawahnya terlihat kota Las Vegas.
Ada lagi yang duduk di kursi, ditarik ke atas, lalu dari ketinggian di lepas ke bawah.
Banyak sich permainan seperti itu, tapi biasa kan dari atas tanah, jadi gak terlalu tinggi.
Di Stratosphere hotel, permainan dari puncak hotel dengan ketinggian 1149 feet atau 350.2 meter permukaan tanah.
Cukup mengerikan.
Anak-anak mencobanya, mamanya yang lemas melihatnya…

Teman-teman yang main ke apartemen saya saja, kerap tidak berani ke tepi pagar balkon.
Bahkan balkon lantai kaca di rumah kami yang hanya 3 lantai saja, ada teman yang menolak naik.
Ngeri, katanya.
Orang Jawa bilang, ayub-ayuben.
Fobia ketinggian.


Fear atau takut yang seolah normal, ternyata itu merupakan berhala.
Koq bisa?
Ketika kita takut, tanpa disadari, kita sedang meninggikan apa yang kita takutkan melebihi Allah.
Seolah-olah Allah tidak mampu menyelesaikan masalah kita.

Wow….
Sejak memahami pengertian ini, saya mengingatkan diri sendiri bahwa Allahku jaaauuuh lebih besar daripada apa yang saya takutkan.

Don’t tell God that you have a big problem, tell your problem that you have a Big God.

Jangan berkata kepada Tuhan kita punya masalah besar, tapi katakan kepada masalah bahwa kita punya Tuhan yang Besar.


Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Allah yang memelihara kamu.

Tetapi bagaimana caranya?
Ceritakan kepada Tuhan masalah dan kekuatiran kita, seperti seorang anak kepada papanya.
Dengan jujur, apa adanya.

Tetapi jangan stop di sana. Kebanyakan orang, sudah curhat kepada Tuhan, lalu Amin dan kabur.
Kemudian melanjutkan hidup sesuai pemikirannya sendiri. Itulah sebabnya doa tidak terjawab dan hidup kacau balau.

Yang benar bagaimana dong?
Setelah curhat, kita samakan persepsi dengan Tuhan.

Bagaimana Tuhan melihat masalah ini?
Ah… ini masalah kecil bagi Allah.
Dia Mahakuasa, Allah bisa menuntun kita menemukan jalan keluarnya.

Pikiran kita terbatas, tetapi Allah Sang Pemilik Alam Semesta, bisa membelah Laut Merah saat Musa terjebak antara tentara Firaun dan Laut Merah.
Dan Tuhan pun membelah Laut Merah sehingga Musa dan bangsanya bisa menyeberang di tanah yang kering.

Allah kita masih tetap sama bukan?
Berarti ada jalan keluar melebihi yang bisa kita pikirkan.

Ketika membandingkan masalah yang dihadapi dengan kebesaran Tuhan, maka masalah terlihat kecil dan kita membesarkan Tuhan.

Langkah selanjutnya, baca firman-Nya.
Firman ini bahasanya Allah. Dia menuntun dan berbicara kepada kita melalui firman-Nya.
Klo gak paham firman, saat Tuhan berbicara gak paham dong…

Renungkan firman-Nya dan pegang janji-janji-Nya, terutama yang sesuai dengan situasi yang kita alami.
Berdoa dalam roh jangan lupa.
Semakin banyak mengisi pikiran dengan kebenaran Firman-Nya, semakin dalam kita mengenal-Nya.
Pikiran serta perasaan kita kian selaras dengan-Nya.


Kadang ada teman yang berbaik hati memberikan nasihat tetapi sesuatu yang membuat saya takut dan galau.
Dulu hal-hal semacam ini, merampas damai sejahtera dalam hati saya.

Yang saya amati, semakin fokus dengan Tuhan, muncul suara kecil dalam hati yang berbisik:

Apa janji Tuhan bagi masa depanmu?
Masa depan yang penuh harapan.
Berita ini memberi harapan gak?
Tidak, Tuhan.
Tapi ada orang-orang yang percaya Tuhan mengalami hal buruk, seperti yang diceritakan teman saya.
Hening….
Kemudian saya merenung.

Jangan sampai apa yang kita tidak tahu, menghapus apa yang kita tahu, kata Andrew Wommack.

Apa yang saya tahu?
Janji Allah Ya & Amin. Allah itu setia. Dia tidak pernah membiarkan atau meninggalkan saya.
Allah mengawasi firman-Nya, untuk merealisasikannya. Yang harus saya lakukan adalah beriman dan percaya.

Memang ada kemungkinan apa yang saya takutkan bisa terjadi.
Tetapi PERCAYA KEPADA TUHAN artinya saya tahu dengan pasti Tuhan bisa diandalkan dan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh percaya kepada-Nya. Dia setia.
Bukankah saya sudah mengalami pertolongan-Nya selama ini?
Tuhan tidak pernah mengecewakan.
Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga.

Jika kamu menuruti ketetapan-ketetapan dan peraturan-Ku, kamu akan menemukan kehidupan melaluinya. Akulah Tuhanmu.

Seolah Tuhan menantang, ayooo buktikan!


“Jangan pernah mengambil keputusan atau bereaksi saat takut, galau dll. Pastikan keputusan dibuat dengan hati yang dipenuhi damai sejahtera,” suara kecil dalam hati mengingatkan.

“SIAP, TUHAN.”

Mau pilih mana?
Saya MEMILIH percaya kepada Tuhan meski tidak tahu apa yang akan terjadi.

Saya tidak tahu bagaimana caranya pohon pepaya di kebun saya bisa berbuah tetapi ternyata buahnya lebat.
Tugas saya menabur benih dan merawatnya, selebihnya bagiannya Tuhan.

Dengan cara yang sama, tugas saya berdoa, menabur firman dan melangkah sesuai arahan-Nya, hasilnya adalah tugasnya Tuhan.

Hhhmmm… Kerjasama yang baik bukan?
Praktik yuk….

“Fear not, for I am with you; be not dismayed, for I am your God; I will strengthen you, I will help you, I will uphold you with my righteous right hand.”

“Jangan takut, sebab Aku menyertaimu; jangan cemas, karena Aku ini Allahmu; Aku akan menguatkanmu, aku akan menolongmu, aku akan menopangmu dengan tangan kananku yang membawa kemenangan.”

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
1 195 196 197 198 199 404