Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Sudahkah Anda Menemukan Harta Karun Dalam Diri Anda?

Gospel Truth’s Cakes*
Yenny Indra

Sudahkah Anda Menemukan Harta Karun Dalam Diri Anda?

Ngomongin orang lain saat berkumpul dengan teman-teman itu, umum. Biasanya jadi gossip. Konotasinya negatif.
Tetapi ngomongin orang lain karena kita bangga atas pencapaiannya, itu baru luar biasa. Dengan bebas kami bisa menceritakan perasaan kami dari yang negatif hingga positif, tetapi dalam kategori bukan untuk menjatuhkan orang lain. Itu perasaan jujur yang manusiawi, di mana kami belajar bersama me-manage-nya.
Kemudian digiring menjadi sikap positif, yang endingnya untuk support agar orang lain pun maju.
Nach ini yang langka.

Saya baru menemukannya di Charis sehingga saya pun berani maju. Saya pun perlu berjuang agar bisa public speaking.
It’s oke belum sempurna, teman-teman dengan kasih Kristus menerima koq…
Banyak yang mengalami fase ini, hingga bisa maju.

Saat olga bersama-sama, murid-murid Charis angkatan pertama (CJ1) dengan angkatan ke tiga (CJ3), kami pun ngobrol ngalor ngidul, istilah Orang Jawa, ngobrol ke sana ke mari.

Rheva bercerita dengan penuh kebanggaan pencapaian Rachel saat presentasi di kelas. Baguuus.
Kami semua tahu, Rachel pribadi yang awalnya tidak berani tampil ke depan. Bahkan saat pertama presentasi, tangannya bergetar keras memegang kertas catatannya.
Namun sekarang, Rachel dengan apik bisa membawakan presentasinya, dan semua bangga.

Rheva mengirimkan power point untuk presentasi Rachel dan rekaman video saat latihan. Rheva yang membantu Rachel membuatkan power pointnya.
Bagaimana teman-teman satu grup melatihnya, memberi input Rachel, hingga di mana harus stop, ambil nafas dsb.
Sungguh ini benar-benar kasih Kristus yang dihidupi.
Bukti, bukan janji!

Rachel membawakan topik “Life of Christ”.
“Yang paling utama, adalah menyatakan kehidupan Yesus melalui kita, bukan sekedar belajar tentang Yesus!
Yesus adalah Firman, Mesias dan Anak Allah Yang Mahatinggi. Karena itu, setiap orang yang menerima-Nya akan hidup dan yang melakukan Firman Tuhan, hidupnya akan berubah, menjadi ciptaan baru di dalam Kristus.”

Lalu Rachel mengupas tentang Gideon dalam kitab Hakim-hakim 6, yang menyembunyikan diri terhadap panggilan Tuhan,

“Itu seperti saya… Kalau Gideon, masih terlalu muda. Kalau saya, tidak terlalu muda… . Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani,”
Rachel menjabarkan,
“Saya kan sudah gak terlalu muda, gak mungkin saya menjadi pahlawan yang gagah perkasa… Tuhan sedang membicarakan potensi, yang ada pada Gideon. Tetapi sesungguhnya, Tuhan sedang berbicara kepada Anda dan saya juga.”

Ini apik dan jarang disadari.
Kebanyakan dari kita, saat membaca Alkitab, kisah Gideon, misalnya, kita menganggap itu hanya untuk Gideon dan tentang Gideon.

Tetapi sesungguhnya setiap ayat firman Tuhan itu, ditujukan untuk kita.
Seperti Rachel, dia paham Tuhan memandangnya seperti Tuhan memandang Gideon, sebagai Pahlawan Yang Gagah Perkasa.
Inilah cara Tuhan memandang kita.

Masalahnya, bersediakah setelah memahami hal ini, lalu dengan iman kita bersikap, berpikir, merasa dan mendoakan agar karakter pahlawan gagah perkasa itu benar-benar direalisasikan dalam kehidupan kita.
Sementara secara kasat mata, yang kita lihat adalah ketidakmampuan, kelemahan dan betapa tidak berartinya diri kita… Inilah tantangannya.

Untuk mengalahkan tantangan ini, satu-satunya cara adalah bergantung pada kekuatan dan kemampuan Tuhan, bukan mengandalkan kemampuan diri kita sendiri.
Tuhan hanya minta kita meresponi dan bergantung kepada kekuatan-Nya, maka Tuhan yang akan memampukan, berperang serta memberi kita kemenangan.

Tuhan ingin kita memandang diri kita sendiri, mau pun memandang orang lain, seperti Allah memandang kita. Tuhan melihat setiap kita dengan berbagai potensi yang tak terbatas, sebagai ciptaan baru di dalam Kristus.

Ibarat menggali tambang emas, memang masih banyak lapisan-lapisan kotor yang tidak berguna, namun di dalamnya tersimpan harta karun yang sangat berharga, tersimpan di dalam setiap ciptaan yang baru, setiap orang yang ada di dalam Kristus
Beri kesempatan, kasih dan dukungan, agar setiap orang bisa mengeluarkan dan memanfaatkan potensinya, berkembang sempurna sesuai rancangan Tuhan dalam menciptakannya.
Setiap kita memiliki tugas khusus yang tak tergantikan, sebagai duta besarnya Allah.

Tahukah kita, bahwa hadiah terbesar yang bisa kita berikan pada seseorang adalah menunjukkan kepadanya, ‘harta’ miliknya sendiri?

Guru saya, Barry Bennett bercerita, dulunya dia sangat minder.
Sampai dia memahami identitas dirinya di dalam Kristus. Dikasihi Tuhan tanpa syarat, berharga, hingga Yesus mati di kayu Salib bagi dirinya, semua dosanya baik dulu, sekarang dan yang akan datang sudah dibayar lunas… Sekarang setiap kita dapat menghadap takhta Allah dengan penuh keberanian, kita layak karena Kristus.
Wow…

“Saya tidak lebih baik daripada orang lain, tetapi sama, setara dengan yang lain,” Barry menjelaskan.
Sungguh melegakan…

Pertanyaannya:
Sudahkah kita menemukan harta milik kita sendiri?
Sudahkah kita memandang diri sendiri, seperti Allah memandang kita?
Kalau Rachel bertumbuh, kita juga bisa.
Mari kita laksanakan tugas kita sebagai Duta Allah.
Tuhan Yesus memberkati!

We need to recognize, that we are called and anointed by God – Andrew Wommack.

Kita perlu menyadari, bahwa kita dipanggil dan diurapi oleh Tuhan – Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Let Go, Let God….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Let Go, Let God….

Sebuah quotes muncul di laman Facebook, dan menarik perhatian saya… Tidak familiar pula dengan penulisnya, tapi apik. Bijak.

Sometimes it’s better to just let things be. Let people go. Don’t fight for closure. Don’t ask for explanations. Don’t chase answers and don’t expect people to understand where you are coming from…. Work on yourself and your inner peace and you’ll come to realize that not reacting to every little thing that bother you, is the first ingredient to living a happy and healthy life – Rania Naim.

Terkadang lebih baik biarkan saja. Biarkan orang pergi. Jangan bersikukuh untuk menyelesaikannya. Jangan minta penjelasan. Jangan mengejar jawaban dan jangan berharap orang mengerti Anda…. Bereskan diri sendiri, bangun kedamaian dalam batin Anda, maka Anda pun akan menyadari, tidak bereaksi terhadap setiap hal kecil yang mengganggu, adalah bahan pertama untuk menikmati hidup yang sehat dan bahagia – Rania Naim.

Great!!
Perlu kedewasaan agar dapat menjalaninya.
Tiba-tiba berbagai quotes berseliweran di kepala.

Mengapa hidup tidak bahagia?
Karena manusia kerap lupa, dia bukan Tuhan.
“Don’t Play God!”, nasehat para bijak. Jangan bersikap seolah-olah Anda itu Tuhan.

“Dalam hidup segala sesuatu ada waktunya,” kata Raja Salomo, manusia paling bijak yang pernah hidup di muka bumi karena kebijakannya anugerah dari Tuhan,
“Ada waktu menabur, ada waktu menuai. Ada waktu tertawa, ada waktu menangis…”

Ketika sudah waktunya pergi, ya biarkan…
Kadang ketika menahan sesuatu yang seharusnya dilepaskan, justru menimbulkan kerusakan melampaui apa yang bisa kita bayangkan.
Lepaskan, sesuatu yang memang harus dilepaskan…
Tidak usah memaksa, apalagi saat berhubungan dengan manusia lainnya…
Mereka punya Free Will, kehendak bebas.
Hormati.
Berjalankah dua orang bersama-sama jika mereka tidak sepakat?

Merasa bersalah?
Tidak perlu!
Asalkan sudah melakukan yang terbaik yang kita tahu dan bisa, selebihnya, serahkan Tuhan.
Dia yang mencipta semua manusia.
Dia tahu apa yang terbaik.
Dia Allah yang menjawab doa.

Pasti apa yang kita lakukan tidak sempurna, tetapi saat kita menyerahkan ke dalam tangan Tuhan, Dia akan mengubahnya menjadi kebaikan bagi kita semua. Bukankah kita mengasihi Dia, terpanggil sesuai dengan rencana-Nya dan sudah mendoakannya?
Percayalah!

Apa yang kita pikir, itu masalahnya, belum tentu masalah yang sesungguhnya.
Setiap masalah punya seribu wajah. Mungkin kita hanya melihat dari satu sisi. Mengira itu salah orang lain pula.

We are taught you must blame your father, mother, your sisters, your brothers, the school, the teachers – but never blame yourself. It’s never your fault. But it’s always your fault, because if you wanted to change you’re the one who has got to change. Katharine Hepburn.

Kita diajari menyalahkan ayah, ibu, saudara perempuan, saudara laki-laki, sekolah, guru Anda – tetapi jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Ini bukan salahmu. – Padahal pada kenyataannya, itu salah kita, karena jika ingin berubah, kitalah yang harus berubah. – Katharine Hepburn

Dieeenk….
Ambil tanggung jawab!

“Haters don’t hate us, they hate themselves. Because we are a reflection of what they wish to be.” – “Pembenci tidak membenci kita, mereka membenci diri mereka sendiri. Karena kita adalah cerminan dari apa yang mereka inginkan.” – Paul Coelho

Who knows?
Masalah punya seribu wajah.
Lalu yang mana?
Mungkin kita salah mengartikannya.
Kita bukan Allah.
Biarkan Allah yang menuntun kita menyelesaikannya.
Menurut cara dan waktu-Nya yang sempurna.
Jangan mendahului Allah. Itu yang terpenting.


Hal lain yang kerap membuat manusia menderita, karena dia berpikir, bisa mengatur hidupnya, masa depannya dsb.
Semakin lama saya hidup, semakin menyadari bahwa prinsip hidup adalah:

Ketika hidup memberimu jeruk, buatlah limun. – Zig Ziglar

Quotes yang bijaksana sekali.
Kadang, pagi hari bangun, ada berita yang tidak terduga.
Apa yang bisa kita lakukan?
Buatlah yang terbaik dari apa yang ada.
Dan nikmatilah!
Itu saja yang bisa dilakukan oleh manusia.

Jangankan mengatur, apa yang terjadi satu jam kemudian dalam hidup kita saja, kita gak tau.
Semakin berusaha mengatur segala sesuatu, memaksa hidup berjalan sesuai keinginan kita, semakin stress jadinya.

Ingat segala sesuatu yang kita miliki di dunia ini, semua adalah titipan Tuhan semata. Milik-Nya.
Buktinya?
Saat meninggal dunia, semua kita tinggalkan.
Karenanya, hati jangan terikat di sana.
Lepaskan….
Serahkan kepada Tuhan.
Manusia sejak awal penciptaan, di Taman Eden, memang di design untuk hidup bersama dan bergantung kepada Tuhan.
Bahkan sedemikian dekatnya hubungan Adam dengan Allah, hingga Adam pun mengenali bunyi langkah Allah.

Ingin bahagia? Damai? Sukacita?
Kembali kepada rancangan awal Allah.
Hiduplah sehari demi sehari.
Do your best…
Asal kita melakukan yang terbaik setiap hari, maka akumulasi kehidupan kita, menjadi terbaik pula.
Tidak perlu stress mengharapkan yang nun jauh di sana….
Nikmati hidup, syukuri apa yang kita miliki… Yang ada di depan mata.
Jalani hidup langkah demi langkah, bersama-Nya…
Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.

Tidak usah berpikir yang muluk-muluk…
Semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.

Fokuskan pikiran dan hati kepada – Nya…
Tuhan sudah menyediakan bagi kita masa depan yang penuh harapan.
Masa depan yang jaaauuuuhhh lebih baik daripada yang bisa kita pikirkan mau pun bayangkan:
”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”

Kesimpulannya, tugas kita hanyalah mengasihi Allah dan mentaati-Nya.
Berbicara, berpikir serta merasa seperti yang dikehendaki Allah dalam firman-Nya!

Inilah perenungan saya pagi ini, nasehat untuk diri saya sendiri.
Semoga bermanfaat untuk teman-teman juga.
Selamat pagi… Have a blessed day…

“Commitment to the will of God – the purpose for which we are designed – offers freedom to become the person we are meant to be.” – Charles E. Hummel

“Komitmen pada kehendak Tuhan – menggenapi rancangan hidup saat Tuhan menciptakan kita – menawarkan kebebasan untuk menjadi orang yang kita inginkan.” – Charles E. Hummel

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Pertanyaan yang harus Anda pertimbangkan.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Pertanyaan yang harus Anda pertimbangkan.”

Apa yang Anda inginkan untuk hidup Anda di tahun ini? Kesehatan?, Kebahagiaan?, Kemakmuran? Pernikahan yang lebih baik?, Anak-anak yang diberkati?, Pekerjaan yang lebih baik?

Apa yang bersedia Anda lakukan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan?

Berapa banyak waktu yang Anda luangkan untuk berinvestasi, mengubah apa yang perlu diubah serta mengadopsi sikap dan kebiasaan baru untuk mencapai tujuan-tujuan Anda?

Apakah Anda bersedia sungguh-sungguh mencari jalan Tuhan agar menemukan kunci-kunci untuk menerima dari-Nya?

Apakah Anda bersedia mencari hikmat dari orang-orang percaya yang telah dewasa untuk membantu dalam perjalanan Anda?

”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”
Matius 7:7?-?8 (TB).

Jika Anda tidak menemukan dan menerima jawaban, mungkin Anda tidak terlalu serius dengan visi bagi masa depan Anda sendiri. Mungkin visi itu sekedar mimpi di siang bolong.

Apa yang ingin Anda lakukan atau ubah agar dapat menjamin kesuksesan dalam hidup Anda tahun ini?
Di mana Anda akan berada tahun depan jika Anda tidak mengubah apa pun?

Begitu banyak yang menginginkan kehidupan yang lebih berkelimpahan tetapi tidak melakukan apa pun untuk mencapainya. Janji-janji Allah dan kunci-kunci kehidupan Kerajaan tidak dipelajari dan dikejar. Namun, Yesus berkata, “carilah, maka kamu AKAN mendapat; mintalah, maka AKAN diberikan kepadamu; Apakah Anda mempercayai-Nya?”

Terlepas dari iklim sosial dan politik, kekuatan rohani, kebenaran dan pemahaman tersedia bagi pencari kebenaran sejati.
Anda tidak seharusnya puas dengan yang biasa-biasa saja.
Hidup Anda bisa jauh lebih berkelimpahan tahun ini jika Anda menginginkannya. Tetapi Anda harus meminta, mencari, dan mengetuk. Perubahan positif tidak akan jatuh begitu saja di pangkuan Anda.

Putuskan apa yang penting bagi Anda. Apakah Anda benar-benar menginginkan kesembuhan?
Apa yang akan Anda lakukan untuk mengejar dan memahaminya? Apa yang Anda tabur untuk masa depan?
Siapa yang dapat Anda berkati?
Apakah Anda beriman untuk hidup Anda, atau justru menyerah?

Sekarang saatnya untuk melakukan perubahan.

“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.”
Efesus 3:20 (TB).

[Repost ; “Questions you should consider”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kehormatan Itu Harus Diraih

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kehormatan Itu Harus Diraih.

“Hormat tidak dapat dituntut atau diminta, melainkan harus diraih. Has To Be Earned,” demikianlah Andrew Wommack mengajarkan.

Semua orang ingin dihormati orang lain tetapi tidak mudah mendapatkan penghormatan yang sejati.
Ada orang-orang yang dihormati karena jabatannya, tetapi begitu jabatannya hilang, raib pulalah rasa hormat itu.

Ada yang berusaha dihormati dengan cara menampilkan diri, melebihi kenyataan sesungguhnya.
Memberikan kesan dia termasuk kalangan dengan level ekonomi tertentu, melalui baju, handbag, mobil dan bergaul dengan orang-orang kaya tsb.
Tetapi kalau sesungguhnya belum sampai level itu, hidup akan sangat membebani hidupnya. Hidup dibalik topeng dan penuh kepura-puraan. Suatu ketika, akan terbongkar pula.
Kehormatan yang diperoleh hanyalah kehormatan palsu.

Dihormati karena apa yang dimiliki seseorang secara materi, itu bukan perasaan hormat yang sejati. Orang-orang berlaku hormat karena mengharapkan mendapat keuntungan darinya.

Rasa hormat yang sejati umumnya diberikan kepada orang yang memberikan keteladanan yang baik dan melayankan kasih Allah melalui tutur kata, nilai-nilai hidup serta perbuatan mereka. Singkatnya, orang yang berbuat baik, penuh kasih, dan tanpa pamrih.

Orang tidak peduli seberapa hebatnya kita, orang juga tidak peduli seberapa kayanya kita, orang juga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan hanya satu: apakah keberadaan kita memberikan manfaat bagi mereka – dr. Gamal Albinsaid.


Saya baru nonton acara youtube Grace Tahir dan Denny Sumargo.
Grace, yang anak Konglomerat, justru mengenakan jam tangan Casio seharga 600 ribu, baju sejutaan…. 🙂

Orang yang betul-betul kaya, tidak perlu membuktikan kekayaannya dengan mengenakan barang-barang branded.
Yang belum kaya, justru yang membutuhkannya.


Demikian pula kesaksian Warren Buffett, orang terkaya nomor 3 di dunia:

Buffett adalah orang yang sangat bersahaja; mengendarai mobil tanpa sopir apalagi pengawal pribadi, tidak pernah memakai pesawat jet pribadi meskipun dia pemegang saham terbesar sebuah perusahaan jet terbesar di dunia, memakai baju jahitan penjahit kelas dua, tetap menyimpan uang receh di dompetnya, hidup tanpa handphone maupun laptop.

Buffett tetap tinggal di rumah dengan 3 kamar di Omaha yang dibelinya sejak 50 tahun yang lalu.
Kesukaannya adalah main brigde dan menonton televisi dengan makan popcorn buatannya sendiri.

Kalau Buffett berjalan di tengah kerumunan banyak orang di jalanan maka tidak ada yang menyangka bahwa dialah salah satu orang terkaya di dunia saat ini.

Buffett berkata,
”Saya hanya ingin melakukan hal yang memang perlu. Dalam kehidupan pribadi saya juga, saya tidak peduli apa yang dilakukan oleh orang-orang kaya lain. Saya tidak ingin boat 405 foot hanya karena orang lain memiliki boat 400 foot.”


Karakter Tuhan dan Integritaslah yang menjadi dasar untuk meraih rasa hormat.
Tanpa ke dua hal ini, sulit kita dapat mempengaruhi orang lain, apalagi menjadi duta Allah yang efektif.

Orang lain butuh melihat ketulusan, kasih dan gaya hidup kita. Selaraskah apa yang kita katakan dengan yang kita hidupi?
Mereka butuh bukti, bukan janji.

Hormat yang sejati, justru diperoleh karena karakter luhur seseorang dan dia banyak membangun kehidupan orang lain. Membuat hidup orang lain menjadi lebih baik, karena mengenalnya. Itulah kepuasan hidup sejati.

Tuhan mengajar bahwa apa pun yang kita miliki, sesungguhnya bukanlah ‘milik’ kita pribadi. Kita hanyalah pengelola dari milik-Nya.

Uang bukan milik kita, milik-Nya. Kita hanyalah pengelola. Gunakan untuk kebaikan orang lain.
Hukum kehidupan: Tabur dan Tuai.

Hidup pun bukan milik kita. Itu hanya titipan, dan Tuhan menghendaki hidup kita dimanfaatkan untuk membantu orang lain pula. Diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. Hormat sejati diraih karenanya.

Buktinya?
Saat seseorang meninggal, tidak ada yang sibuk mengenang berapa banyak hartanya. Tetapi yang dikenang, apa yang sudah dilakukan orang yang meninggal semasa hidupnya, yang membuat hidup orang yang ditinggalkan menjadi lebih baik.
Singkatnya, apa investasinya sehingga membuat hidup orang lain lebih baik dan apa legacynya, warisannya bagi generasi mendatang.
Itu yang dihargai.


Salomo mengajarkan, bahwa orang-orang yang mengasihi Tuhan akan diberi umur panjang di tangan kanannya dan di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.

Ketika kita setia mengikuti Tuhan, menghidupi firman-Nya, maka karakter Tuhan kian nyata di dalam kehidupan kita.
Kita pun mengasihi orang lain dengan tulus, ingin membantu mereka, memikirkan yang terbaik bagi mereka.
Apa pun yang kita tabur, itu yang kita tuai..
Kasih, hormat, berkat, kepedulian dari orang lain akan mengejar hidup kita.

“Life is an echo. What you send out comes back. …” – Zig Ziglar

“Hidup itu bagaikan gema, apa yang kita kirimkan, akan kembali kepada kita…” – Zig Ziglar

Ketika kita menjadi duta Allah yang bertanggung jawab, Tuhan mengaruniakan kepada setiap kita, panggung di mana kita bisa mempengaruhi dan memenangkan orang lain agar mereka bisa mengenal Tuhan dengan benar dan hidup mereka meningkat menjadi lebih baik, berkualitas dan bermakna.

Mari kita raih kehormatan dengan cara menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan kita, menjadi Terang & Garam bagi dunia.
Terang, membuat kegelapan sirna.
Garam, memberi rasa dan membuat masakan jadi sedap.
Siap????

“True honor is an outflow from a heart that fears God.”
? John Bevere.

“Rasa hormat yang sejati mengalir keluar dari hati yang takut akan Tuhan.” – John Bevere

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Iman atau Fatalisme?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Iman atau Fatalisme?”

Apakah pemahaman yang Anda percayai tentang Tuhan dan Injil mendorong tumbuhnya iman, atau justru menimbulkan kepasifan?
Kita dapat menilai pesan yang kita dengar memang berasal dari Tuhan, atau bukan, melalui respon yang muncul dari hati kita. Pesan atau ajaran yang meninabobokan Anda sampai pada titik fatalisme alias pasrah tanpa daya dalam segala hal, bukanlah Injil. Jika Anda tergoda kurang memercayai janji-janji Allah dan lebih menerima status quo, itu bukanlah Injil.

Apakah Anda tertantang untuk bertumbuh kuat dalam iman? Jangan dengarkan suara ular yang terus berkata, “Sudahkah Tuhan berfirman. . .?”

Saat berjalan bersama Tuhan, kita harus bergerak dari iman kepada iman, bukan dari iman kepada sikap pasif dan ketidakpercayaan.

“. . . kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman; seperti ada tertulis, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17 (TB).

“…….. berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.”
Kolose 2:7 (TB).

Ketika beberapa orang menggoda untuk menyerahkan warisan Anda di dalam Kristus, nilailah kata-kata mereka, melalui dorongan iman dari mereka di dalam diri Anda, atau justru membuat pasrah dalam keputusasaan (fatalisme).

“Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Roma 10:17 (TB).

Kepasrahan (que sera-sera/yang terjadi-terjadilah) adalah buah dari ketidakpercayaan.

[Repost ; “Faith or Fatalism?”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 181 182 183 184 185 404