Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

“Sumber Iman.”

Gospel Truth’s Cakes*
Yenny Indra

“Sumber Iman.”

Sebagian besar dari kita mengakui, mengalami hubungan yang naik turun dalam masalah iman. Mungkin kita mencoba meningkatkan iman, membaca buku tentang iman, meyakinkan diri sendiri kalau kita beriman, atau mengakui bahwa kita tidak tahu lagi.

Saya telah mengajar tentang iman selama bertahun-tahun, dan baru sekitar 10 atau 15 tahun terakhir merasa, saya telah tiba di tempat iman, di mana iman saya berada.
Saya tahu iman seharusnya tidak sulit.
Tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Tuhan. Tentunya Tuhan tidak akan membuat menyenangkan-Nya, menyebabkan frustrasi. Di mana saya telah melewatkannya?

“Tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa berpaling kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.”
Ibrani 11:6 (TB).

Banyak lapisan pada ayat ini yang tidak sempat saya bahas saat ini. Tetapi fakta bahwa Tuhan memberi upah bagi mereka yang rajin mencari Dia, nampak menonjol.
Dapatkah kita memahami “mencari Dia” dapat diartikan sebagai persekutuan kita dengan-Nya?
Mengenal-Nya dan mendengarkan-Nya nampaknya merupakan hal yang diinginkan Allah dari anak-anak-Nya.

“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Roma 10:17 (TB).

Ayat ini sekali lagi menghubungkan iman pada persekutuan dengan Bapa. Yesus menunjukkan hal yang sama ketika Dia berkata. . .
”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.”
Yohanes 5:19 (TB).

Tidak ada yang meragukan iman Yesus ketika Dia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, meredakan badai dan memberi makan banyak orang.
Tetapi Dia mengatakan bahwa apa yang dilakukan-Nya
berasal dari apa yang Dia “lihat.” Atau, kita dapat dengan mudah menambahkan, “apa yang Dia dengar dari Bapa.” Imannya merupakan buah dari persekutuan dengan Bapa-Nya. Dia hanya mengungkapkan kehendak Bapa dalam setiap situasi.

Saat menghadapi masalah, satu-satunya yang bisa
menunjukkan bagaimana cara mendoakannya, apa yang harus diucapkan dan apa yang harus dilakukan hanyalah Bapa di surga. Manusia tidak bisa memberi Anda jawaban itu.
Anda harus mendengar dari Tuhan. Yesus tidak melayani dengan formula, melainkan sebagai ekspresi persekutuan-Nya dengan Bapa. Terlalu sering kita “mencoba ini” dan “mencoba itu” untuk melihat apa yang akan berhasil.

Anda tidak bisa belajar iman seperti Anda belajar matematika. Iman merupakan buah dari persekutuan dengan-Nya.

[Repost ; “The Source of Faith”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kesombongan, Akar Segala Pertengkaran. Masa???

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kesombongan, Akar Segala Pertengkaran. Masa???

Ini perkataan Raja Salomo / Sulaiman yang terkenal sebagai manusia paling bijaksana yang pernah hidup di muka bumi.

Hhhmmm… Tentu kita tersinggung bukan jika dikatain sombong?
Setiap orang merasa dirinya rendah hati, termasuk saya.
Benarkah?

Ternyata yang dimaksud sombong bukanlah sekedar merasa lebih baik daripada orang lain. Merasa lebih rendah, lebih buruk, tidak sebaik orang lain pun itu termasuk kesombongan.

Lho?
Definisi kesombongan adalah hidup yang berpusat pada diri sendiri.

Rendah hati adalah hidup yang berpusat pada Allah.

Kecenderungan kita, kalau kita memperlakukan orang lain dengan baik, harapannya tentu orang itu memperlakukan kita dengan cara yang sama.
Ketika orang itu tidak bersikap baik kepada kita, mengapa kita tersinggung?
Karena pusatnya pada diri kita sendiri.
Kita merasa berhak diperlakukan dengan baik. Menuntut, tetapi kerap tanpa disadari.

Coba digeser sedikit, pusat hidup kita adalah Allah sesuai kehendak-Nya.
Tidak penting teman ini membalas kebaikanku atau tidak, yang penting teman ini bisa mengenal Tuhan dengan baik.
Bukankah saya berbuat baik karena saya mengasihi Tuhan?
Tuhan yang akan membuat benih-benih yang saya tabur, kelak membuahkan kebaikan, bagi kita atau anak cucu kita.

Mengapa semua ingin tampil di panggung? Biar dilihat semua orang. Terkenal.
Itulah sebabnya kita bangga foto-foto dengan orang top, biar kelihatan top juga.

Dikritik? Ngamuklah.
Padahal kenyataannya memang begitu, sadar pula, ga ada manusia yang sempurna. Klo gak mau memperbaiki, endingnya di mana coba?
Tapi gengsi gak mau turun sedikit pun… Justru mencari alasan, menyalahkan orang lain, membenarkan diri.

Pusatnya di mana? Diri sendiri!

Butuh kerendahan hati agar bisa mengakui, “Saya salah”, TITIK!
Tanpa memberi sejuta alasan.

Promosi datang dari Tuhan. Kalau saya dilupakan, itu karena saya masih butuh diproses, hingga oneday siap menjadi peralatan yang siap dipakai oleh Allah. Ini waktu pembentukan. Sakit tapi hasilnya sepadan.
Taat saja dibentuk sesuai kehendak-Nya.
Dengan cara pandang ini, ketersinggungan luntur…


Ketika kita bersaksi, pusatnya bukan diri kita, melainkan Allah.
Tidak harus kisah sukses yang gebyar – gebyar….
Biarkan orang-orang di sekeliling kita bisa juga melihat kesalahan, kegagalan, pergumulan yang kita alami, lalu ceritakan bagaimana dengan menjadikan Tuhan sebagai pusat kehidupan kita, lalu hidup kita berubah.

It’s all about God, not me.

Kita berani melakukan banyak hal, bukan karena merasa hebat, sempurna, atau lebih baik daripada orang lain..
Tetapi karena ada Allah di dalam roh kita.
Allah yang dahsyat, mengerjakannya melalui kita.
Saya hanyalah pensil di tangan Tuhan.


Salah seorang guru kami, Wendell Par. Beliau pernah ke Indonesia beberapa tahun lalu. Sepuh, sabar, santai…

Opa Wendell, demikian kami menyebutnya.

Wendell itu salah satu founder Sekolah Charis, selain Andrew Wommack.
Lucu sekali saat beliau bercerita, bagaimana dia merasa ditugaskan Tuhan untuk bergabung dengan Andrew untuk membangun Sekolah Charis.
Pelayanan Wendell sebelumnya sukses besar, punya gedung megah, ditinggalkannya karena Tuhan memberinya tugas yang baru.

Ketika meeting dengan Andrew, Wendell berpikir semua sudah siap dan settled, ternyata Andrew masih gak tau apa-apa tentang membangun sekolah.
Wendell tepok jidat….

Wendell bersama Linda, istrinya, yang merintis Sekolah Charis di United Kingdom (UK). Hingga sekarang memiliki beberapa sekolah baru di berbagai tempat, termasuk Scotlandia.
Hhhmmm… Tentunya ini jasa besar Wendell dan istrinya bukan?

Bahkan Andrew kerap meledek Wendell, sudah berpengalaman mengajar 300 tahun….
Wendell tertawa saja…

Sekarang Charis sudah mendunia. Tersebar di 21 negara di luar Amerika.
Bagaimana dengan posisi Wendell?
Ternyata jabatannya sekarang hanya menjadi Charis Ambassador.
Jabatan – jabatan penting diisi oleh pendatang-pendatang baru, bahkan oleh bekas muridnya.

Jadilah beberapa waktu lalu, Wendell harus memberi laporan kepada Barry Bennett saat Barry menjadi Dekan di Charis. Barry orang baru dibanding Wendell tentunya.
Setelah Barry sudah turun jabatan, Wendell harus memberi laporan kepada Carrie Pickett, bekas muridnya yang sekarang menempati posisi penting di Charis.

Tersinggungkah Wendell?
Sama sekali tidak!
Dia melakukannya dengan penuh sukacita karena dia tahu jati dirinya di dalam Tuhan serta paham tujuan hidupnya. Dia aman dengan dirinya. Wendell respek pada otoritas yang ada. Dan taat.

Wendell bercerita, pada tahun 1973, dia kerap melihat bagaimana kehidupan orang lain dan membandingkan hidupnya.
Namun Tuhan memberinya pewahyuan bahwa setiap orang punya tujuan hidup yang berbeda.
Nach kebahagiaan dan kepuasan sejati tercapai ketika menggenapi tujuan hidup yang sudah ditetapkan Allah bagi setiap kita.

Ada tujuan umum bagi semua orang, yaitu menjadi serupa dengan Allah.
Allah itu kasih. Jika kita mengasihi orang lain, kita menjadi serupa dengan-Nya…. Dst.
Banyak karakter Allah lainnya yang bisa kita temukan di dalam firman-Nya. Seharusnya kita menghidupinya, agar serupa dengan Allah. Saat orang melihat kita, mereka melihat Allah di dalam kita.

Tetapi ada tujuan khusus Allah bagi kita.
Wolfgang Von Goethe, filsuf Jerman, menegaskan peran kita tak tergantikan, unik dan satu-satunya.
Karena itu, jangan meniru orang lain. Kita tidak punya kasih karunia di sana.

Teman saya, Ms. Dacy punya karunia guru dan cinta anak-anak. Mengajar anak-anak sesuatu yang mudah.
P. Dolfi & B. Nini punya karunia gembala. Ada yang curhat subuh bahkan tengah malam, mereka bisa menanggapinya dengan sabar. Ada kasih karunia Tuhan di sana.

Beda klo curhat dengan saya, langsung kasi buku, suru baca. Selesai baca, baru kita diskusi lagi… Wkwkwk

Bagaimana kita dapat menemukan tujuan khusus itu?
Dengan membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Semakin paham kasih-Nya, kehendak-Nya, makin kita dituntun ke arah tujuan-Nya bagi hidup kita. Karena tujuan hidup kita kan selaras dengan karakter-Nya serta tujuan besarnya Tuhan.
Kita menjadi bagian kecil dari rencana Tuhan yang besar, dan harus bekerja sama dengan orang lain.
Tidak bisa one man show.

Tugas kita tidak seumur hidup di tempat yang sama. Mungkin setelah sekian tahun, Tuhan mengarahkan kita untuk tugas lainnya. Yang jelas, pengalaman kita tidak pernah sia-sia. Semua diramu Tuhan, – termasuk kesalahan dan kegagalannya-, diubah sebagai bekal untuk menapaki kehidupan yang lebih dahsyat.
The best is yet to come….
Yang terbaik masih ada di depan sana…

Nach kuncinya, nempel terus sama Tuhan.
Geser hidup kita, sekarang Tuhan menjadi pusatnya.

Mari kita menjadi pribadi yang aman seperti Wendell Par…. Sungguh keteladanan yang luar biasa.
Sikap seorang yang aman dengan dirinya, tahu tujuan hidupnya, dan tidak tergiur oleh gegap gempita dunia….
Siap????

It was pride that changed angels into devils; it is humility that makes men as angels.- Augustine.

Kesombonganlah yang mengubah malaikat menjadi iblis; sedangkan kerendahan hati mengubah manusia seperti malaikat.- Agustine

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Dapatkah Anda melihat yang tak terlihat?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Dapatkah Anda melihat yang tak terlihat?”

Jawaban Tuhan bersifat rohani sebelum menjadi kenyataan. Anda harus menerima yang tidak terlihat, sebelum tercipta menjadi yang terlihat. (Efes. 1:3, 2 Kor. 4:18).

“Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah….. Tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah, dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.
Roma 4:19?-?21 (TB).

Saya telah menemukan dalam hidup saya sendiri bahwa kadang-kadang saya jatuh kembali ke dalam kebiasaan lama, mengevaluasi doa-doa yang saya panjatkan dengan apa yang panca indra saya katakan kepada saya. Seharusnya ini menjadi tanda peringatan bahwa jelas-jelas saya tidak beriman.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.”
Ibrani 11:1 (TB).

Iman adalah bukti dari segala yang tidak kelihatan.
Bukti itu tidak didasarkan pada apa yang kita lihat atau rasakan dengan indra alami kita. Ketika seseorang minta didoakan tubuhnya, biasanya tidak ada kegembiraan sampai muncul suatu perasaan. Itulah iman yang dihubungkan dengan akal pikiran. Orang-orang di Israel pada zaman Yesus, berjalan mengikuti perasaan yang dikaitkan dengan iman.
Yesus mendemonstrasikan Kerajaan, tetapi orang-orang hanya tergerak dengan apa yang mereka lihat atau rasakan semata. Mukjizat-mukjizat seperti itu masih terjadi sampai sekarang, terutama sebagai saksi dari pesan Injil. Namun, orang percaya bukan lagi makhluk yang berhubungan dengan panca indra. Kita adalah ciptaan baru dengan kemampuan untuk melihat hal yang tidak kelihatan serta menerimanya.

Ada dua contoh iman di dalam Perjanjian Baru, yang dapat kita temukan dalam Injil.
Yang pertama adalah kisah sang Perwira. Dia mengerti kuasa otoritas dan mengatakan kepada Yesus supaya mengucapkan sepatah kata saja, maka hambanya akan disembuhkan.
Yesus kagum dengan imannya. Perwira itu percaya tanpa melihat dan hambanya disembuhkan. (Mat. 8:5-13).

Contoh kedua adalah wanita Kanaan yang datang kepada Yesus atas nama putrinya yang tersiksa oleh kuasa jahat. Imannya melampaui statusnya sebagai wanita non-Yahudi (yang tidak layak dalam budaya itu), dan Yesus memuji imannya yang “besar” (kata Yunani). Dia kembali ke rumah, menemukan putrinya sembuh. (Mat. 15:21-28).

Rahasia iman bagi orang percaya adalah melihat yang tidak kelihatan dan bersukacita atas jawabannya. Beberapa orang mencoba bersukacita sebelum mereka benar-benar melihat jawabannya di dalam Roh, dan yang lain menolak untuk bersukacita sampai mereka melihat jawabannya secara alami. Tetapi jika kita mau menghabiskan waktu di hadirat Tuhan dan membawa roh kita ke tempat di mana kita bisa “melihat” dan “mendengar” apa yang telah Tuhan lakukan, iman yang benar akan diaktifkan. Seperti Abraham, kita akan “diyakinkan sepenuhnya.”

Kita tahu, jawabannya datang dari yang tidak terlihat, kepada yang terlihat dan iman adalah sarana untuk mewujudkannya.

[Repost ; “Can you see the invisible?”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Why Charis?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Why Charis?

Sabtu tanggal 4 Juni, Graduation Charis angkatan ke 2 (CJ2), lulus setelah menyelesaikan level 2 dan promotion angkatan ke 4 ( CJ4), berhasil menuntaskan level 1… Yeaaayyyy…..
Sukacita dan binar-binar kebanggaan dipadu dengan kelegaan terpancar di sana sini. Dan foto-foto tentu saja, sambil menunjukkan angka dengan jari masing-masing, kami dari angkatan ke berapa… Wkwkwk…. 🙂

Teman-teman dari angkatan lain, termasuk saya yang angkatan pertama tidak hanya ikut bergembira, namun terpukau dengan berbagai kesaksian dan ulasan firman yang disampaikan oleh teman-teman yang tengah menikmati kelulusan.
Bapak Chris Manusama mewakili CJ2 dan Ibu Yohana Gultom mewakili CJ4 memberikan speech.


Selama ini saya merenungkan, apa sich yang membuat hidup murid-murid Charis menjadi berbeda?
Bukankah banyak tempat di luar sana yang mengajarkan firman dan hal-hal yang baik pula?

Why Charis?
CLING……
Sekarang saya tahu jawabannya!

Banyak sekali orang yang mengaku percaya kepada Tuhan dan beribadah Kepada-Nya.
Ada yang rutin, ada pula yang masih kadang-kadang saja -On & Off – berdoa dan beribadah.
Saat ada masalah, berdoa sungguh-sungguh. Tetapi begitu masalah selesai, lupa berdoa & beribadah.

Lalu muncul pertanyaan, masuk akal kalau yang ibadah serta doanya masih on & off, hidupnya tidak berubah.
Mengapa yang berdoa dan beribadah dengan tekun pun, hidupnya tidak berubah?
Sama ruwetnya, sama galaunya dengan orang yang tidak mengenal Tuhan…

Nach ini dia rahasianya:

Convert VS Bertobat.
Convert artinya orang yang semula atheis, gak kenal Tuhan, sekarang berubah menjadi kenal Tuhan. Tetapi yang berubah hanya statusnya saja.
Dulu gak beribadah, sekarang beribadah.
Tetapi kehidupannya, cara pikirnya dsb. tetap seperti dulu.
Ibaratnya, hanya sekedar ganti baju atau ganti status saja.

Tanpa pembaharuan pikiran yang diselaraskan dengan firman Tuhan, hidup manusia tidak akan berubah.

Berbeda dengan orang yang sungguh-sungguh bertobat, dia berbalik arah dan pola pikirnya berubah dari pola pikir dunia, menjadi pola pikirnya Allah. Hidupnya sekarang berpusat pada Allah.
Caranya?
Dengan belajar dan menghidupi firman-Nya.
Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan, akibatnya tidak mengenal Allah.

Nach di Charis kami diajar secara konsisten untuk belajar firman Tuhan. Para guru membimbing kami agar kami bisa secara mandiri menggali kebenaran Firman Tuhan.
Sehingga tidak lagi bergantung kepada manusia.

Bahkan jika minta didoakan sesuatu, ditanya terlebih dahulu,
“Tuhan bicara apa denganmu?”
Karena guru-guru atau manusia lain hanya bisa meneguhkan apa yang telah disampaikan Tuhan kepada kita sebelumnya.
Tuhan akan mengarahkan langsung kepada kita, untuk masalah kita. Tidak mungkin arahan untuk kita disampaikan melalui si A, si B atau si C.

“Bu Yenny, saya gak bisa mendengar suara Tuhan….”

Tidak mungkin! Tuhan sudah menegaskan domba-domba-Ku (murid-murid) mendengarkan suara-Ku.
Kalau kita tidak bisa mendengar suara-Nya, berarti ada yang salah.
Benarkah kita murid Tuhan?
Atau kita terlalu fokus dengan suara-suara lainnya, dunia di sekitar kita terlalu bising, sehingga saat Tuhan berbicara, tidak terdengar.


Apa yang kita fokuskan membesar.
Suasana Charis, mendorong kami untuk fokus pada firman Tuhan. Bahkan saat kami ngobrol, olahraga dll yang dibicarakan itu firman, pengalaman teman-teman ketika menghidupi firman serta mendiskusikannya.
Dengan lingkungan yang demikian, membawa kami fokus pada Tuhan dan firman-Nya.
Ini sangat membantu kami bertumbuh serupa dengan Allah.

Tuhan itu Tidak Pernah Ingkar Janji.
Ketika Tuhan dan Firman-Nya diutamakan, berbagai masalah kehidupan menemukan solusinya secara natural.
Baik masalah ekonomi, hubungan/Relatioship, sakit penyakit, rumah tangga dsb.

Setiap ada teman-teman yang curhat, biasanya masalah kelas berat, saya tawarkan kirim buku, lalu minta dia membacanya.
Atau kirim link video…
Tidak sedikit setelah mendapat pencerahan lalu bertanya tentang sekolah dan akhirnya join Charis.

Kesaksian demi kesaksian diceritakan… Masalah-masalah yang seperti ‘benang bundet’, istilah Orang Jawa, – artinya seperti benang ruwet yang sudah tidak mungkin dilepaskan simpul-simpulnya- pada akhirnya mendapatkan solusinya.
Cara Tuhan itu unik dan supernatural. Yang gak terpikirkan bisa terjadi…
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

It’s all about God, not me…
Ini semua tentang Allah, bukan saya.


Kacamata Dunia VS Kacamata Allah.
Menurut saya, ini yang paling membuat hidup murid-murid Charis berubah menjadi lebih baik, kami digiring hidup dengan mengenakan Kacamata Allah.

Maksudnya?

Di luar sana, orang beriman rata-rata beribadah dan berdoa pada waktu tertentu, lalu diluar jam itu, hidup menurut caranya sendiri.
Nach di Charis, kami diajar, dibimbing dan melihat teladan guru-guru di mana hidup mereka 24/7, artinya 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, hidupnya betul-betul dipusatkan pada Allah. Di mobil, lift, di mana saja…. semaksimal mungkin sambil berdoa dalam roh dan merenungkan firman Tuhan.

Hasilnya, ide-ide tak terduga muncul, dipertemukan dengan orang-orang baik, pintu-pintu kesempatan dibukakan, yang menurut dokter mustahil sembuh, terbukti sembuh.
Mendengar suara Tuhan menjadi sesuatu yang alami.
Istilah saya, ngertiiii saja apa maunya Tuhan.
Hidup jadi enteeeeeng….

Ketika kami para murid-murid makin intensif mempraktikkannya, ternyata hidup kami benar-benar berubah. Masalah hidup tetap ada, tetapi cara kami menyikapi berbeda. Respon kami berubah.

Semakin taat kepada perintah-perintah-Nya, semakin mengalir mengikuti kehendak Allah, semua aspek dalam hidup, satu persatu berada pada tempat seharusnya. Sedemikian alami… begitu melegakan.

Dalam bisnis, selalu ada persaingan, saling sikut dll, itu sudah biasa. Menjengkelkan bukan?
Dulu hati dipenuhi kemarahan atau keinginan membalas.
Sekarang tidak lagi.

Ibaratnya begini, taman saya di lantai 1. Ketika saya melihat taman dari lantai 1, kelihatan pohon-pohon yang tinggi menutupi pandangan. Belum lagi ayam-ayam serama berlarian ke sana ke mari. Berisik sekali…
Inilah gambaran jika menggunakan kacamata dunia, melihat dari bawah. Semua mengandalkan kemampuan diri sendiri, dan cara dunia yang tricky.

Tetapi begitu naik ke lantai 2, apa yang dilihat berbeda.
Saya bisa melihat dari perspektif yang berbeda. Melihat dari atas.
Jalan-jalan di kejauhan, terlihat jelas. Pandangan tidak terhalang. Pohon-pohon nampak kecil. Ayam-ayam nyaris tidak kelihatan.
Nach inilah gambaran jika kita mengenakan kacamata Allah. Melihat dari perspektif Allah.
“Buat apa stress? Aku yang membereskan,” kata Allah, “tugasmu menempel kepada-Ku dan taat.”

Ada kompetitor? Tidak perlu khawatir. Sumber berkat kita dari Tuhan. Si musuh tidak akan bisa mengambil berkat yang disediakan Tuhan bagi anak-anak-Nya.
Biarkan Tuhan yang berperang bagi kita.
Serahkanlah kekuatiranmu kepada-Nya dan ikuti arahan-Nya, apa yang harus kita lakukan.
Dia Allah, Sang Boss kita….

Demikian juga dengan masalah-masalah lainnya,
Sakit? Allah yang menciptakan kita, pasti bisa membetulkan organ kita yang rusak.
Perkatakan firman kehidupan Allah dan percayalah kepada-Nya. Itu benih yang ditabur, dan buah selalu selaras dengan benihnya.
Ikuti tuntunan Tuhan langkah demi langkah dan setiap langkah merupakan suatu mukjizat.


Dikasihi Allah & Identitas kita di dalam Tuhan
Kami belajar, kasih Allah yang tak bersyarat dan identitas kita di dalam Tuhan. Segala dosa, kesalahan, kegagalan baik masa lalu, sekarang, mau pun di masa depan sudah diampuni Allah.

You’ve gone into my future to prepare the way,
and in kindness you follow behind me
to spare me from the harm of my past.
With your hand of love upon my life,

you impart a blessing to me.

Engkau (Tuhan) telah pergi ke masa depanku untuk mempersiapkan jalan,
dan kebaikan-Mu mengikuti di belakangku untuk menyelamatkan aku dari bahaya masa laluku.
Dengan tangan kasih-Mu atas hidupku,
Engkau memberkatiku.

Tidak lagi fokus pada dosa, sebaliknya fokus kepada Allah dan kasih-Nya. Ini sungguh amat melegakan.
Tuhan sudah menjanjikan masa depan yang penuh harapan.
Tuhan tidak akan pernah membiarkan mau pun meninggalkan kita. Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya.

Sebelum Sekolah Charis, kerap berusaha ‘membantu’ Tuhan, agar menjawab doa, sekarang saya betul-betul bertobat. Kapok!
Lebih baik sabar menunggu waktu Tuhan karena waktu Tuhan yang terbaik.

Teringat jika kepompong yang belum waktunya lahir menjadi kupu-kupu tetapi ‘dibantu’ alias ‘dipaksa’ alias ‘dipercepat’ supaya lahir, justru membuat kupu-kupu menjadi cacat.

Allah hidup dalam alam supernatural, jadi jika kita benar-benar mengikuti-Nya, kita juga akan hidup dalam alam supernatural.
Jika hidup kita tidak supernatural, berarti kita hanya dangkal mengenal-Nya. Tuhan menghendaki kita berjalan bersama-Nya dalam alam supernatural yang tak terbatas.
Charis mendidik, membimbing serta menolong murid-murid untuk merealisasikannya.

Congratulations untuk teman-teman CJ2 & CJ4…. Lanjut level 3 dan 2 tentunya.
Mari kita terus maju bersama-sama, menggenapi tujuan Tuhan dalam hidup kita.
Jiayou!

You were designed by God to reign & win in life

Anda dirancang oleh Tuhan untuk memerintah & menang dalam hidup

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Jagalah Iman Anda Tetap Segar.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Jagalah Iman Anda Tetap Segar.”

Iman merupakan penyeimbang yang hebat di antara sesama manusia. Pendidikan, uang, dan pengaruh, mungkin memisahkan kita di dunia ini, tetapi iman memperlakukan kita semua sama rata. Segala sesuatu di dalam Kerajaan Allah dapat diakses dengan iman, dan iman tersedia bagi semua orang, hanya dengan cara mendengarkan Firman Tuhan.

”Jadilah kepadamu menurut imanmu.”
Matius 9:29 (TB).

Keterbatasan yang diberikan kepada kita, baik oleh dunia, masyarakat, mau pun oleh kelemahan kita sendiri, sirna di hadapan iman yang dari Tuhan!

“Siapa pun yang berkata kepada gunung ini,
Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”
Markus 11:23 (TB).

Saya termasuk kategori ‘siapa pun’ dan Anda juga masuk kategori ‘siapa pun!’

Tuhan tidak membeda-bedakan orang tetapi Dia tentu saja membeda-bedakan iman. Faktanya, SEMUA orang yang percaya tanpa memandang ras, jenis kelamin, status sosial atau kondisi mereka, dapat menerima karunia kebenaran.

“Kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan.”
Roma 3:22 TB

Tetaplah segar di dalam iman Anda.
Lepaskan segala batasan!
Satu kata dari Tuhan dapat mengubah hidup Anda selamanya.
Jangan terikat oleh pikiran, keraguan, dan ketakutan Anda sendiri. Biarkan Tuhan berbicara dalam hatimu.
“Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.”
Roma 10:17 (TB).

Apa yang mungkin Anda ketahui tentang Tuhan, janji-janji-Nya dan subyek tentang iman, bukanlah iman yang sesungguhnya!
Iman bukan masalah mental.
Iman sesuatu yang rohani.
Iman itu dari hati, bukan dari kepala.
Yesus berjalan dengan iman yang sempurna tetapi Ia melakukannya dengan mendengar dan melihat apa yang dilakukan oleh Bapa.

”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak.
Yohanes 5:19 (TB).

Itulah kunci iman yang fresh, segar.
Jika Anda dapat “melihat” dan “mendengar”, dari Bapa, Anda percaya. Dan ”Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”
Markus 9:23 (TB).

[Repost ; “Keep Your Faith Fresh”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 177 178 179 180 181 404