Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Uang & Tuhan, Apa Korelasinya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Uang & Tuhan, Apa Korelasinya?

Ada pepatah kuno, yang saya dengar sejak dulu, semakin lama saya hidup di dunia ini, semakin saya meng-amin-kan kebenarannya.

Semua orang nampak seperti Malaikat, sampai kita berhubungan dengannya tentang Uang, baru kita bisa menilai karakter aslinya.

Sungguh benar!
Tidak peduli apa pun jabatannya!
Dari pendeta, rohaniwan, pengerja, full timer, pengusaha, pekerja, pebisnis, ibu rumah tangga dan apa pun profesinya.
Coba saja buktikan, betul ga quotes ini.

Dari mulutnya, tidak sedikit yang meluncur ayat-ayat mau pun teori rohani, filsafat dan kebaikan yang dahsyat dan kerap membuat kita terpesona…. Tunggu dulu, sampai kita berurusan soal uang dengannya, apalagi saat duit besar!

Ada orang yang suka memanfaatkan, nunutan, serakah, nyucukno kata Orang Jawa, mumpung gratis, ambil sebanyak-banyaknya… Nach pas makan buffet, memberikan gambaran kecil…
Saat tour sampai tour leader mengingatkan hal ini… Ambil secukupnya, jangan berlebihan. Malu klo ditanya: “Are you from Indonesia?”

Ada lagi yang klo ngomong soal duit, gayanya enteng… Gampang, tapi giliran waktunya keluar duit beneran, ‘Mingkem’ (tutup mulut) istilah Jawa pembantu saya, alias dompetnya ga dibuka. Omong gedenya gak terbukti.

Trik-trik digunakan, supaya orang lain yang bayar, dia lolos. Memberikan 75% fakta + 25% agak melenceng infonya, ada sedikit ancaman resiko dll untuk menekan orang lain.
Dahsyat!
Mulut yang sama yang mengeluarkan teori rohani, ayat-ayat Alkitab, hari yang lain meluncurkan ‘sedikit’ kebohongan abu-abu.

Apalagi saat menyangkut bisnis… Minta hutang dengan tempo sepanjang-panjangnya. Bayar tidak tepat waktu pula. Berlawanan dengan kemasannya yang serba wah…

Tidak salah jargon bahwa uang itu tidak kenal teman atau pun saudara. Berhati-hati…
Jangan terkesan dengan bungkus kado. Semua bungkus itu cantik mempesona, sampai dibuka, baru ketahuan isinya.
Dieeeennnkkkk!

Memang benar sekali, tidak banyak orang yang jujur di jaman ini. Yang bisa dipercaya kata-katanya, sesuai apa yang diucapkannya.
Meski labelnya ‘Kristen’ dengan jabatan yang keren-keren di gereja masing-masing, tetap langka yang betul-betul punya Integritas! Inilah dunia….., kata orang.

Itulah sebabnya saya sungguh terpesona mendengar kesaksian sahabat saya B. Silvy…
Saat dia menjual tanahnya, mendapat uang dalam jumlah besar, apa yang dilakukannya?
Dia bertanya kepada Tuhan,
“Tuhan uang penjualan tanah ini mau diapakan? Bisa sich di deposito. Tapi ini kan uang Tuhan. Saya mau taat.”

Wow…. Speechless.
Di jaman dunia gonjang ganjing, bahkan yang labelnya keren-keren saja gak terbukti, masih ada anak Tuhan yang sedemikian tulusnya, sungguh-sungguh mentaati Tuhan.
Tuhan pun mengarahkan, hingga menjadi jawaban doa seorang hamba Tuhan yang membutuhkan rumah.

“Vi, gak kepikiran, katanya kita mesti pegang duit supaya tua jangan sampai bergantung sama anak? Kita dihargai anak klo tetap pegang duit, nasihat orangtuaku begitu…,” tanya saya.

“Tapi anehnya, semakin berbagi, aku justru semakin diberkati. Sampai temanku bilang, Ci Silvy ini menyebar harta ke mana-mana, tapi koq justru makin diberkati…”
Saya pun belajar!

Firman Tuhan itu betul-betul YA & AMIN.
Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Siapa banyak memberi berkat, diberi kelimpahan, siapa memberi minum, ia sendiri akan diberi minum.
Amsal 11:24?-?25 TB

“Yang hebat sebetulnya anak-anakku. Klo aku bagi-bagi, berarti warisan mereka berkurang. Tetapi mereka bilang, kami semua sudah mapan. Itu duit mami… Terserah, gunakan saja untuk sesuatu yang mami suka…”

Ibu yang baik, menghasilkan anak-anak yang luar biasa pula.
Amazing!


Mama dulu selalu menasehati: Jangan Hutang Budi sama orang, jadi orang yang tahu terima kasih.
Kalau ditraktir orang, lihat yang nraktir makan apa? Jangan memilih makanan yang lebih mahal daripada yang dipilih oleh si penraktir. Sebaiknya biar si penraktir yang memilihkan makanan dan minuman kita.
Gara-gara pegang nasehat ini, beneran gak enak saat ditraktir di resto yang punya berbagai menu yang saya inginkan. Better bayar sendiri, saya bisa pesan macam-macam…

Seberapa bisa, saya membalas kebaikan orang yang sudah menabur kebaikan. Jangan Hutang Budi.
Ini juga yang saya ajarkan ke anak-anak. Biar pun cewe, pacaran, bayar gantian.
Jangan terima persembahan dari pelayanan. Kita melayani Tuhan sebagai ungkapan syukur. Tuhan sudah sangat baik pada kita.

Kalau penghasilanmu 10, usahakan hidup dengan biaya 5. Klo bisa dibawah 5, lebih baik. Klo gak mampu, gak usah beli.
“Penak-penako nyekel duit dewe, daripada nyadong- lebih enak pegang uang sendiri, daripada harus meminta pada orang lain.”

Orang hidup harus punya tabungan. Klo kamu gak pegang duit, gak dihargai orang.
Usahakan saat meninggal bisa kasi warisan ke anak cucu. Jangan membebani mereka, jangan tinggalkan hutang.
Dan itu yang terjadi. Papa Mama meninggalkan aset yang berharga bagi kami semua. Dan tidak pernah merepotkan.

“Dengan saudara jangan terlalu perhitungan. Beda sedikit, gapapa berikan ke saudaramu. Toh mereka saudara sendiri.”
Mama membuktikannya. Saat kakek nenek meninggal ada sekotak perhiasan peninggalan mereka. Mama mengumpulkan adik-adik kandungnya dalam kamar tertutup, – pasangan & anak tidak boleh ikut -, mereka berunding membagi perhiasan itu dan Mama Tidak Mengambil bagiannya.
Ini teladan yang luar biasa dan saya pun mencontohnya. Perhiasan peninggalan mama dibagikan untuk ke dua adik.

Meski saat saya kecil, mama belum Kristen, tetapi nilai-nilai yang dipegangnya bagus sekali.
Keteladanan berbicara lebih keras daripada sejuta kotbah.


Paham sekali sekarang, mengapa Tuhan meminta kita jangan memuja mamon alias duit…

”Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar. Jadi, jikalau kamu tidak setia dalam hal Mamon yang tidak jujur, siapakah yang akan mempercayakan kepadamu harta yang sesungguhnya? Dan jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?
Lukas 16:10?-?12 TB

Sejak awal menjadi Kristen, saya suka memberi. Bahkan apa saja yang saya punya, saya pinjamkan untuk pelayanan. Villa saya di Tawangmangu sejak baru hingga kini, lebih banyak dipinjam untuk pelayanan daripada dipakai sendiri.
Rumah kecil di Bali, yang dibeli karena Elisa & Chris sekolah di Australia, sekitar tahun 2000, sudah berjasa menjadi tempat bermalam banyak pendeta dari dalam dan luar negeri, teman-teman yang liburan, bahkan temannya pendeta yang dari awal menginap sampai pulang pun, kami gak pernah bertemu. Saat itu di Bali hotel mahal dan tidak sebanyak sekarang.

Tetapi ternyata selama bertahun-tahun, saya belum menyerahkan otoritas keuangan saya kepada Tuhan. Saya merasa ini duit saya, nach sebagian punya Tuhan. Tetapi kendali keuangan ya ada di tangan saya.

Sampai pada suatu ketika, saya berkomitmen menyerahkan keuangan saya kepada Tuhan.
Apa yang terjadi?
Yang sungguh tak terduga: Iman saya bulat.

Sebelumnya, saat menghadapi masalah, kerap galau. Pokoknya saya tahu, iman saya gak bulat, gak utuh.
Sekarang bulat. Yakin Tuhan ada di pihak saya.
Apa pun yang terjadi, endingnya masa depan penuh damai sejahtera.

Mungkin juga dipadu, setelah sekolah fokus pada firman dan rutin berdoa dalam roh, sehingga suara Tuhan makin mudah terdengar. Memberikan arahan dan damai sejahtera yang melampaui segala akal.
Meski pun gak tau solusi masalah di depan, tetapi yakin saja Tuhan yang akan berperang bagi saya, membereskannya.

Tuhan tahu, trik-trik yang sedang dilancarkan orang lain, meski pun saya gak ngerti. Saya gak usah pusing mereka-reka. Orang yang tricky, berperang melawan Tuhan saya…
Tuhan menjagai supaya saya tidak terkecoh, dan rancangan jahat mereka digagalkannya. Langkah demi langkah dituntunnya, dan berbagai mujizat yang tak terpikirkan pun terjadi.

Jika tidak praktek, saya tidak akan pernah tahu hubungan mamon alias duit, dengan iman. Saya membuktikan setelah menyerahkan keuangan, justru Tuhan memberikan hadiah keuangan dengan nilai yang memukau…
Coba klo praktek dari dulu, saya bisa terhindar dari ribuan pertempuran yang tidak perlu. Bodohnya, ga mau taat.

Saya pun sadar, itulah sebabnya Tuhan mengatakan bahwa Uang itu Yang Terkecil di Kerajaan Allah. Klo kita tidak bisa menyerahkan yang terkecil, mustahil kita bisa naik level ke tingkatan yang lebih besar. Mustahil bisa beriman untuk hal-hal yang lebih besar. Termasuk kesembuhan.
Praktik yuk…

Since my money is God’s money, every spending decision I make is a spiritual decision. – John Hagee.

Karena uang saya adalah uang Tuhan, maka setiap keputusan berapa uang yang akan dikeluarkan, merupakan keputusan rohani. – John Hagee.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Berjalan Dalam Supernatural Allah. Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berjalan Dalam Supernatural Allah. Mau?

“Aku punya teman di Solo, Sianny namanya. Sebetulnya gak terlalu dekat juga. Setahun biasa kontak 2 x. Selamat Natal dan Selamat Ulang Tahun. Itu saja,” demikian Bu Silvy mengawali kisahnya.
“Rumah baru Sianny, itu yang aku dengar dalam batinku saat sedang gosok gigi, pada suatu pagi. Kalau memang ini suara-Mu, Tuhan… aku minta 3 peneguhan.”

Bu Silvy ini sahabat lama di Sekolah Charis. Kami beda angkatan tapi kami dekat. Sudah lama saya mendengar kisah ini, sepotong-sepotong karena masih dalam proses.
Nach begitu ada kesempatan, segera saya menagih janjinya untuk bercerita secara utuh.
Dan menarik sekali!

Dimulai dari suara Tuhan yang didengar di dalam rohnya, Bu Silvy ingin memastikan bahwa ini benar-benar suara Tuhan. Beliau minta 3 peneguhan. Takut salah karena Sianny single, gak menikah. Tuhan itu Allah yang menjawab doa. Tidak usah menunggu lama, 3 tanda digenapi.

Malam itu juga B. Silvy dapat 2 peneguhan.
Yang pertama, ketika nonton video pengajaran P. Benny Solihin, beliau berkata,
“Kalau Anda mendengar suara Tuhan, jangan ditunda-tunda. Melangkah saja, meski kita tidak tahu. Tuhan akan membukakan satu clue, yang harus dijalani. Tapi maju, jangan diam. Demikian seterusnya.”

Yang kedua, ada video di grup keluarganya.
Kisah tentang seorang bapak tua berpenampilan lusuh, yang butuh 6 selimut untuk anak istrinya, karena sudah dekat musim dingin. Tetapi dia hanya punya uang 100 Riyal. Lalu dia mondar mandir di toko yang menjual selimut, bingung… Gak cukup uangnya.
Sang pemilik toko mengamati, lalu bertanya, “Cari apa pak?”
“Saya perlu 6 selimut, tetapi uang saya hanya 100 Riyal.”
“Oh, kebetulan.. Ini sedang ada promo beli 5 free 1, 100 Riyal”

Setelah membayar, pria tua itu berlalu. Teman pemilik toko yang sedari tadi memperhatikan dengan heran, langsung bertanya,
“Gak salah? Kemarin saya beli 1 selimut yang persis sama, seharga 450 Riyal, koq bapak ini 6 selimut hanya 100 Riyal?”
“Kemarin saya berbisnis dengan kamu, harganya memang 450 Riyal, tidak lebih dan tidak kurang. Tetapi hari ini saya berbisnis dengan Tuhan. Dengan cara demikian, saya menjaga harga diri sang Bapak tua. ” jawab sang pemilik toko.

Jleb… bisnis dengan Tuhan, B. Silvy sadar, kalimat ini peneguhan ke dua. Segera ditulis di agenda dan saat akan diletakkan di rak, ada suara kecil berkata,
“Nanti dulu ada yang ketiga…”

Lalu B. Silvy dengerin pelajaran P. Benny Solihin yang lain lagi.
Beliau dulunya miskin sekali, tetapi bisa menikah, punya 2 anak dan dapat beasiswa ke Amerika. Dalam keadaan yang serba terbatas, di sana beliau bekerja sebagai petugas cleaning service, termasuk cuci toilet untuk mendapatkan tambahan uang saku. P. Benny gak punya kenang-kenangan foto saat di Amerika, selain 3 foto yang diberikan oleh temannya yang punya tustel dan rol film pada jaman itu. Diantaranya foto saat membersihkan toilet.

P. Benny bercerita, setiap sedang merasa Tuhan jauh, berbeban berat, beliau melihat foto-foto itu. Dan sadar, Tuhan senantiasa menyertai, hingga kini beliau menjadi tokoh yang terkenal di Indonesia. Tuhan itu setia.
B. Silvy paham, ini peneguhan ke tiga. Allah itu setia, percayalah.


Keesokan harinya, B. Silvy telpon Sianny. Diceritakanlah apa yang terjadi. Sianny bilang, dia ingin rumah baru, tetapi rumah lamanya mesti laku dulu, baru ada dana.
B. Silvy mengajak berdoa dan mendorong Sianny untuk segera mencari rumah yang diinginkannya.

Beberapa hari cari-cari rumah, belum ada yang cocok.
“Sian, ada ga rumah atau daerah yang kamu betul-betul inginkan?”
“Ada. Kita pernah lihat sama-sama 4 tahun lalu.”
“Klo kamu beneran ingin, coba cari tahu di sana…”

Ternyata ada yang cocok, langsung harus DP 5 juta. Dana ada.
Hari itu tanggal 5, bulan 5, bayar 5 juta, deal jam 5 sore, dibayar pk. 20.05, kemudian Sianny baru sadar usianya 55 th.
Wow… 7 angka 5. Tujuh itu angka sempurna Tuhan!
Ini semua Tuhan, perkenanan Tuhan, jalan Tuhan.
Harus dilunasi dalam waktu 3 bulan, B. Silvy yang menutup dananya. Lalu mulailah rumah itu dibangun.

Sianny punya 2 sahabat akrab: Sinta dan Pdt. Lina. Mereka ingin berkenalan dengan malaikat penolong Sianny. Jadilah mereka berempat jadi sahabat akrab. ‘The Gang of Four’
Bersama-sama dari peletakan batu pertama, hingga rumah selesai. Minimalis, asri, cantik sekali. Sianny pun mendedikasikan rumah itu jadi rumah singgah bagi teman-teman B. Silvy yang perlu tempat tinggal saat berkunjung ke Kota Solo. Semua untuk kemuliaan-Nya!
Jadilah sekarang B. Silvy punya pelayanan ke Solo yang unik. Bawa orang yang berbeda, namun selalu ada campur tangan Allah di sana…. Merinding dengernya. Allah begitu nyata dan personal. Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.


Sianny kepikiran, bagaimana bisa mengembalikan uang B. Silvy. Dengan lembut B. Silvy menghibur,
“Jangan takut. Klo ini benar dari Tuhan, dari pembangunan rumah baru hingga rumah lama terjual, itu satu paket.”

Banner salah satu agent property pun, dipasang di rumah lama Sianny. Mereka sepakat berdoa, yang menawar sampai jadi, 1 orang saja. Mengingat Sianny tidak berpengalaman jual rumah, berurusan dengan notaris dsb. Takut salah & tertipu.
Tetangga beda 2 rumah, menanyakan harganya.
“3M,” jawab Sianny.
“Kemahalan… Pasaran cuma 2M, klo oke besok ke notaris” tawarnya. Berhari-hari saling pendekatan akhirnya deal 2.25M.

Dahsyatnya, doa terjawab. Hanya 1 penawar hingga jadi. Uang pembelian rumah dikembalikan ke B.Silvy. Plus The Gang of Four ditraktir liburan ke Jatim Park oleh Sianny.
Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.


B. Silvy mengajak temannya suami istri ke Solo. Di rest area, tidak biasanya B. Silvy mampir ke factory outlet. Matanya terpaku pada blouse berwarna pink muda lembut, brokat, bergambar Bunga Sakura.
Lalu diajaknya si istri melihatnya.
“Rasanya baju ini cocok sekali untuk Iva (putri bungsunya)”.
“Ci, tahu gak hari ini Iva ulang tahun….”
Padahal B. Silvy ga tahu…. Tuhan sungguh penuh perhatian. Baju berbunga sakura dihadiahkan untuk kado ultah Iva.
Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.


Entah ide darimana B. Silvy ingat Sari, teman yang suka bikin konsumsi di persekutuan doanya. Lalu ditelponnya, diajaknya ke Solo. Karena Sari memang orang Solo.

“Mau…”, ternyata Sari ingin larung abu kakaknya yang meninggal saat pandemi, jadi dia ga sempat lihat. Nanti ada temannya yang mau mengantar ke Delingan, tempat kremasinya.

Dalam perjalanan ke Tawangmangu, B. Silvy melihat tulisan Delingan. Padahal selama ini berkali-kali ke Tawangmangu gak pernah melihatnya.
“Sar, ini lho Delingan… Beneran ini tempatnya? Ambil sekarang saja.”
“Saya gak enak Ci, bawa abu di mobil Cici…”
“Gapapa… Saya gak percaya yang begituan.”

Ditelponlah petugas di Delingan. Ternyata untuk mengambil, persyaratannya banyak. Surat kematian dari RT, RW dan berbagai syarat lainnya. Sari gak punya semuanya, kan Sari dari Bandung, sedang kakak yang meninggal di Solo.
Sementara pembicaraan berlangsung, Pdt. Lina duduk di depan mendengarkannya.
Lalu Pdt. Lina minta bicara dengan petugas, begitu tahu Sari itu didampingi Pdt. Lina, langsung abu bisa diserahkan.

Koq ya kebetulan sekali ada 2 orang, pria dan wanita, yang naik motor ke tempat pelarungan, jadi abu bisa dilarung hari itu juga. Nach ada Pdt. Lina pula, bisa didoakan sebelum dilarung.
Semua lengkap dan tepat Tuhan sediakan pada waktunya.

Dalam perjalanan pulang Sari berkata, “Ci tahu gak, pendeta favorit cici saya yang meninggal adalah Bu Lina.”
Wow…. Speechless.
Allah sungguh luar biasa, dahsyat namun personal.
Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.

“Ingat gak Andrew Wommack bilang, klo hidup kita gak supernatural, berarti ada yang salah, karena Allah kita supernatural,” kata B. Silvy.
Setuju!!!!
Bagaimana dengan Anda?

You need a fresh encounter with God every single day” – Rick McFarland.

“Anda membutuhkan perjumpaan baru dengan Tuhan setiap hari” – Rick McFarland

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Hidup Anda Dibentuk oleh Ketakutan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Hidup Anda Dibentuk oleh Ketakutan?

Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Ibrani 2:15 TB

Seberapa banyak hidup kita telah dibentuk oleh rasa takut? Takut pada kematian, penyakit, tragedi, penolakan, dan kegagalan adalah kekuatan besar yang dapat mendominasi pikiran kita dan mencuri pula impian kita. Ketakutan lainnya seperti takut berbicara di depan umum, takut tertular penyakit, takut pada ketinggian, takut terbang, takut tidur dalam kegelapan atau takut tidak memiliki cukup uang, semua itu dapat terus membentuk hidup kita. Banyak diantara kita yang mungkin bahkan tidak menyadari, betapa kita telah membiarkan rasa takut membentuk dan membatasi kehidupan kita.

Ketakutan merupakan reaksi awal Adam dan Hawa terhadap rasa bersalah yang mereka rasakan, setelah berbuat dosa. Ketakutan adalah kekuatan dominan dari jiwa manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Ketakutan merupakan produk yang paling efektif dijual oleh dunia. Berita berhasil mengeksploitasi rasa takut. Industri hiburan memperbesar ketakutan manusia dengan menyajikannya melalui berbagai film dan pertunjukannya. Banyak keputusan kita dalam hidup, kemungkinan besar mempertimbangkan ketakutan yang telah ditaburkan ke dalam diri kita, bahkan jika kita adalah orang Kristen. Siksaan ketakutan adalah diktator yang mengerikan!

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
1 Yohanes 4:18 TB

Ketika kita meluangkan waktu untuk merenungkan kekuatan ketakutan, kita mulai memahami, mengapa kita sering kehilangan yang terbaik dari Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah mungkin hidup bebas dari rasa takut? Dapatkah kita benar-benar mengalami kehidupan yang berkelimpahan, dipenuhi sukacita dan kedamaian di dunia yang jatuh dalam dosa? Saya percaya bahwa jawabannya adalah YA. Kasih-Nya telah tercurah di hati kita dan berpotensi untuk membebaskan kita dari rasa takut yang ada di dalam. Dia tidak memberi kita roh ketakutan tetapi roh yang memberikan kekuatan, kasih, dan pikiran yang sehat.

Mendapatkan pewahyuan sejati akan kasih Tuhan merupakan satu-satunya hal yang dapat melonggarkan cengkeraman rasa takut dalam kehidupan kita. Perlu sekali merenungkan kasih-Nya siang dan malam hingga pikiran dan hati kita diperbarui dan diubahkan menjadi identitas sejati kita di dalam Kristus. Kasih-Nya akan membebaskan Anda. Semakin Anda mengenal kasih-Nya, semakin Anda mengenali semua ketakutan yang telah mengikat Anda selama ini, dan Anda akan mendapatkan kebebasan sekali dan untuk selamanya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Mazmur 34:5 TB

“Have You Been Shaped by Fear?” – Barry Bennett.


Kita dibesarkan oleh dunia yang menganggap rasa takut itu sesuatu yang wajar.
Sejak kecil kita terbiasa ditakut-takuti supaya menurut, cepat menghabiskan makanan saat disuapi, atau biar cepat tidur.
Strategi iblis, bisanya ya memutarbalikkan fakta – 50% kebenaran + 50% yang diselewengkan akibatnya jauh berbeda – dan menyebarkan ketakutan.

Kalau sudah takut, kita tidak bisa berpikir jernih dan sulit mendengar arahan-Nya, akibatnya salah ambil keputusan.
Senang si musuh…. Bikin tambahan berita yang menakutkan, berpotensi membawa celaka, hingga kesalahan makin melebar ke mana-mana.
Di sisi lain, kita justru dianggap aneh, gak waras ketika punya masalah dan tetap tenang, tanpa galau.

Setelah mengenal Tuhan jadi berbeda.
Prinsip-prinsipnya jadi jelas.
Takut artinya menganggap apa yang kita takutkan lebih hebat dari Tuhan.
Sehingga apa pun yang terjadi, segera membawa masalah kepada Tuhan lalu minta bimbingan-Nya untuk menyelesaikan. Menolak Takut. Anti galau.
Tidak tahu endingnya seperti apa, tetapi terus berpegang pada janji-janji-Nya bahwa masa depanku adalah masa depan yang penuh damai sejahtera.

Gak kepikiran?
Iya sich… Tapi sekarang sudah diberi rahasianya.
Klo kepikiran, ganti dengan memikirkan janji-Nya, perkatakan keras-keras, dengan demikian kita menciptakan kemenangan.
Jika Tuhan ada di pihak kita, siapa dapat melawan kita?

Ternyata takut itu juga suatu pilihan. Situasi dan kondisi boleh sama, yang satu merasa takut, tetapi yang lain bisa tidak takut. Jika beribadah kepada Tuhan merupakan pilihan utama kita, maka saat takut dan kuatir itu muncul, kita tahu ke mana kita harus percaya.

Beri asupan pikiran dan hati kita dengan Firman Tuhan setiap hari, kita memang tidak akan menjadi manusia super, tetapi kita dibentuk menjadi manusia yang siap menghadapi segala sesuatu. Sebab kita tahu bahwa bukan kita yg kuat, tetapi Allah yang kuatlah yang selalu menyertai kita.

Seperti kata Barry Bennett, renungkan Kasih Allah hingga menjadi bagian kepribadian kita. Reaksi otomatis tercipta sesuai kehendak-Nya. Maka kita bisa menikmati damai sejahtera yang sempurna yang dikehendaki Allah.

Siap praktik? Yuk….

Fear not, for I am with you;
    be not dismayed, for I am your God;
I will strengthen you, I will help you,
    I will uphold you with my righteous right hand.

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?

Awalnya saya ikut Tuhan dan beribadah Kepada-Nya, dengan harapan hidup diberkati, bisnis lancar dan bahagia tentunya.
Jadi sikap saya tidak jauh bedanya dengan orang-orang yang pergi ke Gunung Kawi, biar bisnis lancar. Hoki datang.
Cuma yang disembah Allah yang hidup.

Dalam perjalanannya saya baru paham. Ternyata sebelum kenal Tuhan, saya hidup berdasarkan hukum-hukum Kerajaan Dunia, yang bergantung kepada apa yang diterima oleh pancaindra serta logika.

Rupanya saat di Taman Eden, awalnya Adam diciptakan dengan cara hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan yang mendownload segala pengetahuan yang dibutuhkan. Apa pun yang diperlukan, Tuhan SUDAH menyediakannya. Adam bercakap-cakap setiap hari sambil berjalan-jalan di hari yang sejuk. Kongkow dengan akrab.

Di Eden tidak butuh rumah sakit, suster, peralatan medis dan dokter, karena tidak ada penyakit. Tidak butuh polisi, pengadilan dll. Tidak ada dosa, kecurangan, penipuan. Yang ada hanya sukacita, damai sejahtera, kesehatan Ilahi dan segala yang baik. Semua sudah tercukupi. Adam & Hawa fokus kepada Allah, pikirannya kudus, maka pakaiannya adalah kemuliaan Allah.

Sampai Adam & Hawa jatuh ke dalam dosa, percaya tipuan si iblis, – ingin seperti Allah dan tidak percaya bahwa mereka sesungguhnya sudah serupa dan segambar dengan Allah-, dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat.
Sejak saat itu roh manusia putus hubungan dengan Roh Allah dan mereka terpaksa hidup mengandalkan pancaindra dan logika yang terbatas.
Mereka sadar akan ketelanjangannya, merasa malu, tertolak, tertuduh alias sadar dirinya berdosa. Dulu mereka sadar Allah.

Mulailah manusia menggali dan berusaha mencari ilmu pengetahuan berdasarkan pengertian mereka yang terbatas, menciptakan berbagai ilmu pengetahuan, untuk meringankan berbagai akibat dosa, – kematian, penyakit, kekurangan, dsb – dalam kehidupan mereka.

Itulah sebabnya ilmu pengetahuan terus berubah. Hasil dari pancaindra dan logika manusia, semua serba terbatas.
Jaman saya kecil, makan telur setiap hari itu wajib, supaya cerdas dan sehat. Sekarang max 3 kali seminggu, karena menyebabkan cholesterol.
Dulu berjemur itu jam 7 pagi, sekarang jam 10 pagi, dengan berbagai alasan yang berbeda.
Bukti kepandaian manusia terbatas. Tapi terlanjur manusia menganggap science dan dokter bak dewa.

Nach setelah menjadikan Tuhan sebagai Allah kita, lahir baru, roh kita nyambung lagi dengan Roh Allah seperti saat Adam di Taman Eden, – ternyata sekarang pindah kerajaan. Dulu hidup menurut Kerajaan Dunia sekarang pindah ke Kerajaan Allah.
Undang-undang dan cara mainnya berbeda.

Kita bisa mendengar suara Tuhan. Allah ingin hidup kita seperti Adam di Taman Eden. Setiap hari dipimpin oleh Allah, bercakap-cakap dengan-Nya dan Allah yang mendownload hikmat, pengertian dan pengertahuan yng kita butuhkan untuk hidup berkemenangan di dunia ini.

Tantangan hidup kita saat ini, bagaimana mengubah pola pikir dunia menjadi pola pikir kerajaan Allah. Terlanjur sejak lahir pikiran kita sudah diprogram dengan nilai-nilai dunia. Selama ini menganggap nilai-nilai dunia itu yang nyata, bisa diterima oleh logika pikiran kita. Sementara nilai-nilai kerajaan Allah, janji Tuhan itu too good to be true, – terlalu baik untuk jadi kenyataan.

Kita hidup di 2 dunia, secara fisik hidup di dunia, tetapi seyogyanya kita hidup dengan prinsip-prinsip Kerajaan Allah. Sumber berkat kita yang sejati adalah Tuhan.
Pikiran kita akan protes,
“Bisnis gak jalan dengan prinsip itu. Memberi suap itu sudah lazim supaya dapat proyek.”

Tuhan menjawab,
“Klo 1 pintu tertutup, Aku bisa membuka pintu yang lain yang lebih berkelimpahan. Pintu lain tertutup? Aku bisa membuka jendela, bahkan membuka atap, supaya Aku bisa mencurahkan berkat-Ku tanpa halangan…. Fokuskan harapanmu kepada-Ku.”
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Bersama Allah, kita hidup melampaui batas-batas natural ke tempat di mana semua hal itu mungkin.

Kerajaan Allah sudah ada di dalam kita. Allah dengan segala kekayaan-Nya, berdiam di dalam roh kita.
Tugas kita sekarang, bercermin pada Firman Tuhan agar tahu kekayaan apa saja yang kita miliki di dalam kita dan bagaimana cara memanifestasikannya di alam natural.

Buku panduannya ada di dalam firman Tuhan. Lengkap dan komplit.

Itulah sebabnya mengapa kita sama-sama anak Allah koq berkatnya berbeda-beda.
Karena kita hanya bisa menikmati kelimpahan Allah sejauh pewahyuan pengetahuan kita akan firman dan pengenalan kita akan Allah.
Aksesnya dibuka sama rata dan sama rasa bagi semua orang.
Tergantung masing-masing kita dalam menggali dan meraihnya.
Tuhan itu Allah yang adil.

Tugas kita di dunia ini menjadi saksi Kerajaan Allah, istilah kerennya, menjadi Terang dan Garam dunia.
Caranya, dengan melihat serta mengalaminya sendiri, barulah kita bisa mendemonstrasikannya. Kita butuh pewahyuan Allah agar dapat mengubah fokus kita pada dunia, diganti berfokus pada Kerajaan Allah.

Masih ingat pergumulan saya yang ditulis dengan judul:
Sudahkah Anda Tahu Arti Menjadi Terang & Garam Dunia? Ini Rahasianya!

Ketika saya sungguh-sungguh berani berdiri teguh di atas janji Firman Tuhan, solusi permasalahan saya sungguh-sungguh spektakuler. Seukuran Allah dan bukan manusia.

”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”, sungguh-sungguh terjadi.
Suami, anak, staf dan konsultan pun sadar, ini Allah.
Hanya Dia yang bisa melakukannya.

Demonstrasi kebaikan Tuhan pun tercipta dan iman kami semua naik satu anak tangga.
Allah sungguh-sungguh bisa diandalkan. Terbukti!

Siap praktik? Yuk….

“There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.

“Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang Anda percayai?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Anda percayai?

Kita semua mempercayai banyak hal. Keyakinan kita berasal dari keluarga, budaya, sistem pendidikan kita, hiburan, berita, agama, dan banyak lagi. Apa yang kita percayai, menentukan jalan hidup kita. Bahkan orang Kristen yang telah lahir baru dan dipenuhi dengan Roh Allah, namun bergumul dengan kepercayaan yang membentuk mereka sebelum mereka mengenal Tuhan.

Dalam masyarakat saat ini, kebenaran dimaknai dengan menjadi apa pun sesuai keinginan beberapa orang. Mereka memutuskan bahwa kebenaran semuanya “relatif”, – hanya tinggal sedikit kebenaran yang solid yang tersisa -, muncullah “kebenaran baru” yang tidak benar.

Tanpa adanya kebenaran yang spesifik dan tidak berubah-ubah, – akibatnya masyarakat mengalami kekacauan, kerusakan moral, dan bagi banyak orang – menyebabkan keputusasaan. Hal ini pula yang menjelaskan penyebab terjadinya lonjakan tingkat depresi, kekerasan, dan bunuh diri, yang kita lihat hari-hari ini.

Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan.
Yesaya 5:20 TB

Konsekuensi karena menolak kebenaran Tuhan dan menerima kebohongan budaya saat ini, bisa sangat parah.
Ketika 2 + 2 dapat menyamai apa pun yang Anda inginkan, tidak ada lagi fondasi untuk kesuksesan, kedamaian, dan kemakmuran.

Setiap kepercayaan membutuhkan landasan, dimana diatas ya otoritas didirikan.
Mengapa Anda percaya apa yang Anda yakini?
Apakah otoritas yang menjunjung tinggi kepercayaan itu?
Apakah ini sekedar pendapat Anda? Pendapat orang lain? Apakah ada yang namanya kebenaran mutlak yang mendasarinya?

Sungguh baik untuk membangun hatimu sendiri di dalam Kebenaran. Inilah satu-satunya sumber iman dan kedamaian. Pertimbangkan hal berikut dan tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda sedang membangun hidup Anda di atas Kebenaran.

Dasar firman-Mu adalah kebenaran.
Mazmur 119:160 TB

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
Amsal 30:5 TB

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
Yohanes 17:17 TB

Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Mazmur 12:7 TB

Sebab Kristus adalah ”ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ”Amin” untuk memuliakan Allah.
2 Korintus 1:20 TB

….. tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda?
Matius 22:31 TB

Apakah Anda mempercayai Firman-Nya? Apakah itu dasar dari semua keyakinan Anda? Firman Tuhan adalah otoritas terakhir untuk memastikan apa yang benar. Kehidupan yang berkelimpahan hanya dapat terjadi dalam lingkungan yang dipenuhi oleh kebenaran Tuhan.


Apa pun yang kita butuhkan dalam hidup ini telah tersedia lengkap dan sempurna di dalam roh kita. Itulah anugerah.
Roh Allah dengan segala kekayaan-Nya berada di dalam roh orang yang sudah lahir baru.
Tetapi kekayaan itu tidak termanifestasi secara otomatis.

Tugas kita setelah lahir baru adalah bercermin dalam firman Tuhan untuk menemukan jati diri kita sesuai firman Tuhan dan menemukan harta karun yang telah tersimpan di dalam roh kita. Lalu kita memanifestasikannya sesuai dengan panduan di dalam firman-Nya!

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. Dan kamu akan menerima kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu.

Kelimpahan yang bisa kita terima berbanding lurus dengan pengetahuan kita akan kebenaran Firman Tuhan, serta pengenalan kita akan Allah.

Hal lain yang kerap dilupakan orang, bahwa penghalang kita tidak bisa menerima manifestasi kelimpahan Tuhan, karena kita berada pada lingkungan yang salah.

Lho koq bisa?
Di Nasaret, karena mereka tidak percaya, tidak banyak mukjizat diadakan Yesus di situ.
Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Mat 13:54-58)

Artinya, ketika kita bergaul dengan lingkungan yang salah, bisa saja menyebabkan kita gagal memperoleh terobosan keuangan, kesembuhan dan berbagai keuntungan lainnya.

Mari kita uji kembali dasar kepercayaan kita, apakah kita sudah mempercayai kebenaran yang sesungguhnya?
Sudahkah kita mengenal Tuhan dengan benar?
Apakah kita berada di lingkungan yang benar?

Jika semua jawabannya YA, tinggal tunggu waktu kelimpahan tercipta dalam hidup kita.

God’s Words are an Unbreakable Contract.

Firman Tuhan adalah Kontrak yang Tidak Dapat Dibatalkan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 168 169 170 171 172 404