Articles

Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?

Awalnya saya ikut Tuhan dan beribadah Kepada-Nya, dengan harapan hidup diberkati, bisnis lancar dan bahagia tentunya.
Jadi sikap saya tidak jauh bedanya dengan orang-orang yang pergi ke Gunung Kawi, biar bisnis lancar. Hoki datang.
Cuma yang disembah Allah yang hidup.

Dalam perjalanannya saya baru paham. Ternyata sebelum kenal Tuhan, saya hidup berdasarkan hukum-hukum Kerajaan Dunia, yang bergantung kepada apa yang diterima oleh pancaindra serta logika.

Rupanya saat di Taman Eden, awalnya Adam diciptakan dengan cara hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan yang mendownload segala pengetahuan yang dibutuhkan. Apa pun yang diperlukan, Tuhan SUDAH menyediakannya. Adam bercakap-cakap setiap hari sambil berjalan-jalan di hari yang sejuk. Kongkow dengan akrab.

Di Eden tidak butuh rumah sakit, suster, peralatan medis dan dokter, karena tidak ada penyakit. Tidak butuh polisi, pengadilan dll. Tidak ada dosa, kecurangan, penipuan. Yang ada hanya sukacita, damai sejahtera, kesehatan Ilahi dan segala yang baik. Semua sudah tercukupi. Adam & Hawa fokus kepada Allah, pikirannya kudus, maka pakaiannya adalah kemuliaan Allah.

Sampai Adam & Hawa jatuh ke dalam dosa, percaya tipuan si iblis, – ingin seperti Allah dan tidak percaya bahwa mereka sesungguhnya sudah serupa dan segambar dengan Allah-, dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat.
Sejak saat itu roh manusia putus hubungan dengan Roh Allah dan mereka terpaksa hidup mengandalkan pancaindra dan logika yang terbatas.
Mereka sadar akan ketelanjangannya, merasa malu, tertolak, tertuduh alias sadar dirinya berdosa. Dulu mereka sadar Allah.

Mulailah manusia menggali dan berusaha mencari ilmu pengetahuan berdasarkan pengertian mereka yang terbatas, menciptakan berbagai ilmu pengetahuan, untuk meringankan berbagai akibat dosa, – kematian, penyakit, kekurangan, dsb – dalam kehidupan mereka.

Itulah sebabnya ilmu pengetahuan terus berubah. Hasil dari pancaindra dan logika manusia, semua serba terbatas.
Jaman saya kecil, makan telur setiap hari itu wajib, supaya cerdas dan sehat. Sekarang max 3 kali seminggu, karena menyebabkan cholesterol.
Dulu berjemur itu jam 7 pagi, sekarang jam 10 pagi, dengan berbagai alasan yang berbeda.
Bukti kepandaian manusia terbatas. Tapi terlanjur manusia menganggap science dan dokter bak dewa.

Nach setelah menjadikan Tuhan sebagai Allah kita, lahir baru, roh kita nyambung lagi dengan Roh Allah seperti saat Adam di Taman Eden, – ternyata sekarang pindah kerajaan. Dulu hidup menurut Kerajaan Dunia sekarang pindah ke Kerajaan Allah.
Undang-undang dan cara mainnya berbeda.

Kita bisa mendengar suara Tuhan. Allah ingin hidup kita seperti Adam di Taman Eden. Setiap hari dipimpin oleh Allah, bercakap-cakap dengan-Nya dan Allah yang mendownload hikmat, pengertian dan pengertahuan yng kita butuhkan untuk hidup berkemenangan di dunia ini.

Tantangan hidup kita saat ini, bagaimana mengubah pola pikir dunia menjadi pola pikir kerajaan Allah. Terlanjur sejak lahir pikiran kita sudah diprogram dengan nilai-nilai dunia. Selama ini menganggap nilai-nilai dunia itu yang nyata, bisa diterima oleh logika pikiran kita. Sementara nilai-nilai kerajaan Allah, janji Tuhan itu too good to be true, – terlalu baik untuk jadi kenyataan.

Kita hidup di 2 dunia, secara fisik hidup di dunia, tetapi seyogyanya kita hidup dengan prinsip-prinsip Kerajaan Allah. Sumber berkat kita yang sejati adalah Tuhan.
Pikiran kita akan protes,
“Bisnis gak jalan dengan prinsip itu. Memberi suap itu sudah lazim supaya dapat proyek.”

Tuhan menjawab,
“Klo 1 pintu tertutup, Aku bisa membuka pintu yang lain yang lebih berkelimpahan. Pintu lain tertutup? Aku bisa membuka jendela, bahkan membuka atap, supaya Aku bisa mencurahkan berkat-Ku tanpa halangan…. Fokuskan harapanmu kepada-Ku.”
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Bersama Allah, kita hidup melampaui batas-batas natural ke tempat di mana semua hal itu mungkin.

Kerajaan Allah sudah ada di dalam kita. Allah dengan segala kekayaan-Nya, berdiam di dalam roh kita.
Tugas kita sekarang, bercermin pada Firman Tuhan agar tahu kekayaan apa saja yang kita miliki di dalam kita dan bagaimana cara memanifestasikannya di alam natural.

Buku panduannya ada di dalam firman Tuhan. Lengkap dan komplit.

Itulah sebabnya mengapa kita sama-sama anak Allah koq berkatnya berbeda-beda.
Karena kita hanya bisa menikmati kelimpahan Allah sejauh pewahyuan pengetahuan kita akan firman dan pengenalan kita akan Allah.
Aksesnya dibuka sama rata dan sama rasa bagi semua orang.
Tergantung masing-masing kita dalam menggali dan meraihnya.
Tuhan itu Allah yang adil.

Tugas kita di dunia ini menjadi saksi Kerajaan Allah, istilah kerennya, menjadi Terang dan Garam dunia.
Caranya, dengan melihat serta mengalaminya sendiri, barulah kita bisa mendemonstrasikannya. Kita butuh pewahyuan Allah agar dapat mengubah fokus kita pada dunia, diganti berfokus pada Kerajaan Allah.

Masih ingat pergumulan saya yang ditulis dengan judul:
Sudahkah Anda Tahu Arti Menjadi Terang & Garam Dunia? Ini Rahasianya!

Ketika saya sungguh-sungguh berani berdiri teguh di atas janji Firman Tuhan, solusi permasalahan saya sungguh-sungguh spektakuler. Seukuran Allah dan bukan manusia.

”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”, sungguh-sungguh terjadi.
Suami, anak, staf dan konsultan pun sadar, ini Allah.
Hanya Dia yang bisa melakukannya.

Demonstrasi kebaikan Tuhan pun tercipta dan iman kami semua naik satu anak tangga.
Allah sungguh-sungguh bisa diandalkan. Terbukti!

Siap praktik? Yuk….

“There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.

“Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
“Informasi atau Transformasi?”
Medjugorje Penampakan Bunda Maria & Kaki Yesus Yang Mengeluarkan Air Mata.
Sifat Dari Pemberian