Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Apakah Sepatu Anda Melekat Ke Bumi?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Sepatu Anda Melekat Ke Bumi?

Bukannya langit yang terlalu tinggi, tetapi sepatu yang melekat ke bumi – Prasetya M. Brata.

Mak Jleb…

Ada seorang teman yang sudah almarhum kerap saya godain. Dari lahir hingga kuliah, lalu menikah, hingga meninggal dunia tidak pernah tinggal di luar Surabaya. Beneran terjadi demikian.
Ada juga teman di Solo yang serupa. Bahkan dengan bangga berujar, tidak ada tempat di dunia yang lebih enak daripada Solo. Bahkan di Amerika pun gak seenak Solo, katanya.

Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup ini, hidup saya penuh warna. Tidak membosankan….
Mengalami tinggal di berbagai kota dengan berbagai serba-serbinya.
Kebumen, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Jakarta.
Setiap kota, baik besar mau pun kecil, punya ciri khas masing-masing dan keunikan yang berbeda.
Hhhm… Tentu saja kulinernya penuh variasi pula… Jadi ingat sohib saya, Imam, yg paalllliiiing hobi makan…

Belum lagi pengalaman dengan P. Indra melanglang buana ke berbagai negara di dunia… Untungnya P. Indra pribadi yang berani. Berulang kali kami mengunjungi negara yang baru pertama kali didatangi, turun airport, sewa mobil dan explore negara tersebut bermodalkan GPS.
Seru… Kesasar, mesti menyesuaikan diri, berpikir bak main puzzle dan yang paling saya sukai, punya pengalaman mengandalkan Tuhan 100%. Lha gak ada yang dikenal di negara itu, jadi beneran hanya bergantung kepada Tuhan.
Kecopetan pernah, hp ketinggalan beberapa kali… Tuhan beneran nyata, bisa kembali padahal di negara itu terkenal copetnya ganas.
Ban meletus pernah juga. Terjebak di padang gurun. Allah nyata dan hadir dengan pertolongan-Nya yang secara pikiran manusia itu mustahil.

Saya kerap berkata, “Pertolongan Tuhan itu caranya beneran gak masuk akal… Sungguh memukau dan pengalaman-pengalaman ini mengajarkan saya untuk tetap berharap meski secara kasat mata gak ada jalan.”

“Bu Yenny, kalau Tuhan masuk akal, nanti banyak yang mengakali Tuhan….,” komentar P. Adam. Wkwkwk…

Hahaha….. Iya betul, P. Adam. Manusia itu paling pintar mengakali. Ada aturan, langsung dicari jalan untuk mengakalinya. Klo bisa dicari celah, yang tidak benar-benar melanggar, tetapi menguntungkannya. Abu-abu, salah gak tapi benar juga gak.
Sampai lumrah ungkapan, ‘Maling lebih pintar dari polisinya.’
Ada saja akal cerdiknya…
Program secanggih apa pun, hacker bisa mengakali. Bahkan Amerika yang negara adidaya saja kecolongan.

Kami yakin, karena berani pindah kota maka jalan untuk maju kian terbuka.
Ketika Tuhan membukakan pintu kesempatan, kami tidak takut melangkah…. Tangkap!

Quotes Bpk. Haji Prasetya M. Brata, beliau baru pulang menunaikan ibadah Haji bulan lalu, bersama Bu Hajah Uti Brata:
Bukannya langit yang terlalu tinggi, tetapi sepatu yang melekat ke bumi.

Bukannya Tuhan tidak memberikan kesempatan atau menjawab doa, namun kerapkali kita yang ‘memaksa’ Tuhan, menjawab doa sesuai keinginan kita.
Cara Allah tidak demikian…. Kita yang mesti mengikuti Dia, menyesuaikan dengan cara-Nya langkah demi langkah.
Ke mana Tuhan menuntun, ya… Kita melangkah.

“Tapi saya gak bisa melihat apa yang ada di depan, Bu Yenny…”

“Idem. Saya juga gak tau apa yang ada di masa depan. Tetapi Allah tahu. Tuhan membimbing kita langkah demi langkah, tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat. Itulah artinya berjalan dalam iman. Kita mungkin tidak tahu akan ke mana? Tetapi yang penting kita tahu, berjalan bersama siapa? Allah!”


Marga de Quelyu, seorang motivator mengungkapkan, “Orang yang tidak melangkah maju, dan tetap berada pada tempat yang sama, adalah orang yang sudah mati sebelum mati secara fisik. Belum mati beneran. Orang seperti ini , adalah orang yang menyia-nyiakan seluruh anugerah kehidupan yang secara ajaib dikaruniai oleh Sang Pencipta.”

Setiap kita lahir dengan membawa visi, tujuan dari Tuhan yang harus kita laksanakan. Peran kita tak tergantikan, kata Wolfgang Von Goethe, filsuf Germany yang terkenal.

Namun jika kita enggan dan menolaknya, tentu dengan cara-Nya yang ajaib, Allah mampu memilih orang lain untuk menuntaskan tugas kita, dengan cara yang berbeda.
Ketika Raja Saul tidak taat, Tuhan memilih Raja Daud.

Uniknya, Tuhan tidak membutuhkan kepintaran, kemampuan dan hebatnya kita. Dia hanya menginginkan kesediaan kita.
Lalu ijinkan Allah yang berkarya melalui kita.
Sehingga kita tidak bisa menyombongkan diri, bahwa ini pencapaian kita, melainkan sadar sesadar-sadarnya, ini karya Allah yang dahsyat!

Kerap muncul ketakutan, bagaimana jika kita dibawa ke tempat yang tidak kita sukai?

Yang paling ditakutkan oleh orang-orang Amerika, jika mereka menyerahkan hidup kepada Tuhan adalah dikirim ke Afrika. Negara yang sekian tahun lalu, primitif dan terbelakang.
Demikian Henry T Blackaby bercerita dalam bukunya.

Seorang teman Henry, betul-betul dikirim Tuhan ke Afrika.
Oh….
Beberapa tahun kemudian, teman ini berlibur pulang ke New York City.
Ternyata teman ini merasa tidak kerasan dengan kehidupan New York yang serba terburu-buru, macet dan bising. Stress dan melelahkan.
Justru dia dan keluarga ingin segera kembali ke Afrika. Mereka merindukan waktu dan gaya hidup Afrika yang santai dan tidak terburu-buru.
Ternyata, apa yang dirancang oleh Tuhan adalah yang terbaik, yang paling disukai dan paling pas untuk mereka.

Pelajarannya, jangan pernah takut mentaati Allah. Apa pun pilihan Allah, itu yang terbaik dan yang paling kita sukai meski mungkin saja pada awalnya kita tidak menganggap demikian. Allah lebih mengenal diri kita daripada kita sendiri.
Percayalah!

Siap praktik?

You created your own limit. Learn to break them.

Anda yang membuat batasan Anda sendiri. Belajarlah untuk menghancurkannya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Wow..Ternyata Iman Kita Bisa Menyembuhkan Orang Lain!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Wow..Ternyata Iman Kita Bisa Menyembuhkan Orang Lain!

Banyak penderita sakit yang mendapatkan diri mereka berada di dalam ketidakberdayaan. Orang-orang percaya mencoba memotivasi, supaya iman mereka meningkat dan disembuhkan, di sisi lain, orang-orang yang tidak percaya hanya berharap kepada bantuan medis saja.
Bagaimana jika kita mengubah mindset, memandang kesembuhan sebagai ekspresi kebaikan Tuhan, sedangkan sebagai Tubuh Kristus, kita dapat memberikan anugerah kesembuhan bagi si penderita sakit?

“Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”
Matius 10:8 TB

Kelahiran baru merupakan transaksi spiritual. Karenanya, dibutuhkan iman pribadi.
Sedangkan kesembuhan merupakan transaksi fisik. Kesembuhan bisa diberikan sebagai anugerah kasih melalui iman orang lain, kepada tubuh si penderita sakit.

Wow…. Sungguh pemahaman baru yang diajarkan oleh Barry Bennett yang semula tidak pernah terpikirkan.
Dengan demikian, sebagai Tubuh Kristus, kita tidak hanya menguatkan, tetapi bisa bersepakat dalam iman, agar anugerah kesembuhan dapat diterima dan direalisasikan pada tubuh saudara kita yang sakit.

Ayat pendukungnya mana?
Karena dosa seluruh dunia telah diselesaikan di kayu salib, maka ada pembenaran hidup bagi semua orang (Rm. 5:16-17), dan Allah tidak memperhitungkan dosa kepada kita (2 Kor. 5:19). Karena dosa tidak menghalangi (1 Yohanes 2:2), maka Anugerah Kesembuhan Tersedia Bagi SEMUA ORANG.
Itu merupakan ekspresi kebaikan Tuhan.

Dahsyat!!!

Percaya kepada kebenaran adalah tindakan iman pribadi. Menerima kesembuhan bisa merupakan tindakan iman pribadi, Pemberian Melalui Iman Orang Lain, atau melalui kebaikan Tuhan semata, bukankah Tuhan menurunkan hujan-Nya atas orang benar dan orang tidak benar?

Petrus memiliki iman untuk orang lumpuh dalam Kisah Para Rasul 3.
Sang Perwira itu memiliki iman untuk hambanya.
Ibu non-Yahudi, seorang Kanaan, memiliki iman untuk putrinya yang tersiksa karena ulah setan.
Yairus memiliki iman untuk putrinya.
Dalam setiap kasus ini, iman orang lainlah yang membawa anugerah kesembuhan bagi orang yang sakit dan menderita.

Dengan cara yang sama, iman kita juga bisa menyembuhkan penyakit orang lain.

Yesus berbelas kasihan kepada banyak orang dan menyembuhkan mereka yang sakit (Mat. 14:14).
Bahkan Yesus menyembuhkan tanpa syarat. Tidak pernah mengurus dosanya atau memberikan syarat-syarat tertentu.
“Jangan berbuat dosa lagi…,” demikian pesan-Nya setelah sembuh.

Yesus memiliki belas kasihan pada seorang janda yang membawa putranya yang telah meninggal dalam perjalanan ke kuburan. Baik ibu maupun anak yang meninggal itu, tidak memiliki iman. Kebaikan Allah melalui iman Yesuslah yang membangkitkan dia dari kematian.

Daripada menempatkan orang yang sedang sakit dan menderita di bawah tekanan dan beban, untuk meningkatkan imannya agar kesembuhan mereka tercipta, kita bisa menjadi saluran bejana kasih Tuhan, yang membawa kesembuhan bagi mereka. Tuhan itu baik.

Praktik yuk…..

You can have Impact wherever you Go – Charis

Anda bisa memberikan Dampak ke mana pun Anda pergi – Charis

Sumber: A Gift of Healing – Barry Bennet.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The End Of Yourself

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

The End Of Yourself

23 tahun lalu saya mengenal Siuling di Joga dan cocok. Kami bersahabat. Ternyata kami kuliah di Universitas yang sama, hanya beda jurusan.
Persahabatan panjang, meski dalam keseharian kami jarang berkomunikasi tetapi jika saya ke Jogja atau Siuling ke Surabaya, kami ketemuan.

Sama-sama haus dan lapar untuk mengenal Tuhan, kami mengejar pengenalan dengan cara masing-masing. Siuling belajar di Kingdom Business Community, sementara saya sekolah di Charis.

Saya ke Jogja, seperti biasa kami berjumpa. Berbagi cerita pengalaman masing-masing. Siuling sebagai cancer survivor, melayani di komunitas kanker. Memotivasi, menguatkan dan melayani para penderita kanker. Mendampingi mereka melalui saat-saat berat terutama setelah kemoterapi dan di akhir masa hidup mereka.

Salah satunya, Siuling melayani almarhumah Wiwik. Hingga kakak Wiwik, Yani berujar, Wiwik bisa bertahan hidup sekian lama karena ada Siuling yang setia mendampingi dan menguatkan hingga akhir hidupnya.
Awalnya Wiwik sangat pesimis, berkat pelayanan Siuling, Wiwik bersemangat bahkan bisa melayani para penderita kanker lainnya. Dia merasa hidupnya bermakna, pulang ke surga dengan siap dan tegar.

“Tuhan beri pelayanan ini buat kamu Ling. Aku gak bisa melayani seperti kamu. Tugas kita berbeda,” ujar saya,
“Terus maju dan tegar, fokus dengan tugas yang Tuhan berikan. Jangan sampai pandangan kita teralihkan oleh masalah-masalah kecil di sepanjang jalan… Itu siasat iblis yang mencoba melemahkan kamu. Pandang Tuhan dan lakukan pelayanan dengan bergantung sepenuh hati kepada-Nya. Menentukan batasan alias boundaries dalam hidup memang penting. Dr. Henry Cloud menegaskan, boundaries yang jelas membuat apa yang kita kerjakan terarah, fokus, jelas, dan tentunya, hasil lebih maksimal.”

Dari berbagai cerita dan pengalaman tokoh-tokoh yang kami kagumi, idolakan serta menjadi panutan di masa lalu, ternyata banyak diantaranya yang tidak seperti kami harapkan.
Ada yang menendang rekannya demi jabatan, menyingkirkan rekan yang sama-sama merintis di awal pelayanan dsb. Tidak ada bedanya dengan kongsi di perusahaan. Pecah kongsi.
Kerap orang yang rohani dan pengajarannya sedemikian memukau dan mempersona, ternyata tidak terlalu berbeda dengan orang-orang dunia.
Dalam keadaan terjepit, secara manusia, selama ini sudah memperlakukan, memuja serta melayani sang tokoh dengan sangat-sangat baik, tentu berharap sang tokoh akan menjadi kawan yang setia.
Ternyata tidak!

Kekecewaan demi kekecewaan terjadi, tidak sedikit teman-teman lalu menjauhi Tuhan.
Lho manusianya yang salah, gak setia, koq jadi Tuhan yang dimusuhi?

Masih banyak teman-teman yang belum bisa membedakan antara pelayan Tuhan dengan Tuhan. Orang yang melayani Tuhan itu manusia biasa sama seperti kita yang masih dalam proses belajar. Mereka juga masih mengalami jatuh bangun yang sama. Salah kita sendiri yang menganggap mereka seperti malaikat, memuja bahkan meletakkan harapan kepada mereka

Hahaha… Hingga kini masih banyak teman-teman yang menganggap jabatan Pendeta itu kastanya lebih tinggi daripada jemaat biasa.
Doanya dianggap lebih Jos, sampai dikejar habis-habisan. Klo belum didoakan oleh sang pendeta, belum mantap. Tidak heran, jika sang pendeta diperlakukan secara istimewa, bak pejabat tinggi. Bahkan masih ada yang mati-matian bersaing dengan temannya demi menjadi ‘orang terdekat’ sang pendeta. Dilayani sedemikian rupa, hingga saya kerap bercanda dengan teman-teman Charis, pendeta top itu beda tipis dengan artis top. Dikejar, dikagumi dan diperlakukan nyaris ga ada bedanya.

“Habis manis, sepah dibuang,” itu memang karakter manusia pada umumnya.
Banyak juga yang menyandang jabatan keren, bergengsi dan rohani, ternyata lahir baru pun belum. Mereka hanya berubah status saja. Dulu gak kenal Tuhan sekarang KTP Kristen. Tapi Tuhan hanya dijadikan stempel semata, bukan BOSS atas hidupnya.
Koq tahu?
Dari buah kehidupannya, kita menilai seseorang, BUKAN dari jabatannya yang keren.

Btw… Saya ngerti teorinya, tapi berulang kali terjerumus juga. Kerap terpesona dengan jabatan keren dari gereja top. Akhirnya, kecewa. Sadar… Mestinya sudah ngerti prinsipnya.

Padahal, Tuhan sudah mengingatkan, ”Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!
Mengandalkan orang lain mau pun mengandalkan diri sendiri, sama buruknya di hadapan Tuhan.

Di Charis, kami diajar membangun hubungan langsung dengan Tuhan. Tidak berharap kepada manusia. Pewahyuan Tuhan untuk tokoh – tokoh mendunia seperti Andrew Wommack, sama koq dengan pewahyuan untuk kita semua.
Karena Allah tidak memandang muka atau pilih kasih. Asalkan kita juga sungguh-sungguh menyediakan hati dan waktu untuk membangun hubungan yang benar dengan Tuhan melalui doa dan firman-Nya.

“Tapi jangan mundur karenanya Ling…. Justru kita yang mesti berbeda. Yuk beneran menghidupi kebenaran Tuhan agar bisa menjadi duta Allah di dunia ini. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi? Itu yang harus kita pertanggungjawabkan saat berjumpa dengan Tuhan di surga kelak. Ini urusan kita pribadi dengan Tuhan. Bukan pandangan manusia.”

Kami pun sepakat mengikuti Tuhan dengan menjaga motivasi kami jujur, setia, dilandasi kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. Kami tidak mengejar jabatan. Kepemimpinan itu pengaruh, bukan status atau jabatan. Kami wajib menampilkan Allah melalui hidup kita.
Inilah nilai-nilai yang mesti kami kejar dan hidupi.

Jangan pernah memanfaatkan orang lain, apalagi mengambil keuntungan demi kepentingan diri sendiri. Berharap kepada Tuhan saja karena Tuhanlah Sumber Berkat kita yang sejati. Kami memperbaharui lagi komitmen dalam melayani Tuhan.

“Yen, masih sibuk beli Branded Bags?”

“Gak tuh. Aku gak peduli pakai apa, Pede karena ada Allah yang tinggal dalam rohku. Lebih penting itu. Fokusku terakhir ke situ. Aku kan menampilkan Allah. Klo beneran hubunganku dengan Tuhan sesuai jalurnya, seharusnya ada wibawa Allah yang terpancar. Aku termasuk yang percaya, bahwa penyertaan Allah itu kasat mata koq. Temanku, P. Dolfi, setiap butuh parkir, koq ya… Pas ada parkir premium yang kosong. Buahnya kelihatan nyata, orang di sekeliling bisa melihat dan merasakannya.

Klo tiba-tiba aku emosian, aku sadar, pasti hubunganku dengan Tuhan gak beres. Karena yang sabar, mulia, adil, manis, lembut, yang sedap didengar dan penuh pengendalian diri itu, Tuhan. Klo aku jadi wadah yang taat, membiarkan Tuhan sepenuhnya mengalir melalui aku, maka jadilah aku yang manis. Sebaliknya, klo akunya yang dominan, yo balik ke Yenny yang dulu… yang gak sabaran. Kuncinya di situ. It’s all about God, not me.”

“Klo kamu bisa nyaman tanpa embel-embel yang dari luar, artinya kamu sudah selesai dengan dirimu. Tiba pada End of Yourself. Fokus kita pada Tuhan dan menjadi duta Allah di dunia ini.”

Mak Jleb…..

“Wow…. Bener ya itu yang mesti kita hidupi. Aku gak pernah memikirkan soal the end of myself…. Wajib kita kejar kualitasnya. Tidak sibuk dengan asesoris yang diluar tetapi mengejar nilai-nilai yang kekal, yang hakiki, tidak lekang oleh waktu. Bukan sibuk pada diri sendiri, tetapi fokus pada Allah. Aku catat itu Ling.”

Pembicaraan selama 5 jam dengan sahabat yang satu visi, sehati, sama-sama mengejar Tuhan, meski dari jalur yang berbeda, dengan cara yang berbeda, – sungguh membangun. Kami saling menguatkan dan dikuatkan. Bersama-sama meluruskan tujuan, agar tiba di tujuan bersama pula.

Tidak banyak yang seberuntung saya, bisa sekolah, memiliki komunitas yang membangun serta positif, bahkan di berbagai kota pun memiliki teman-teman sevisi dan saling membangun…
Sungguh berkelimpahan hidup saya…
Praise The Lord!

Run your business in harmony with God’slaws. This will keep you on an ethical footing. Seek to please God in everything you do. – David Green.

Jalankan urusan Anda selaras dengan Hukum Tuhan. Ini membuat Anda tetap berdiri di atas pijakan yang etis. Berusahalah menyenangkan hati Tuhan dalam segala hal yang Anda lakukan. – David Green.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kita Yang Menentukan Jawaban Doa Kita Sendiri! Percaya Ga?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kita Yang Menentukan Jawaban Doa Kita Sendiri! Percaya Ga?

Bukankah masalah kerap datang tanpa permisi?
Saya pun mengalaminya.
Sejujurnya, kami merasa terteror dengan proses penyelesaian masalah ini.
Ini jenis masalah yang berulang, namanya juga bisnis…

Kemudian saya menyadari, ternyata pengaruh masalah ini terhadap saya pribadi, sekarang berbeda.
Dulu saya galau abis, kepikiran terus selama berhari-hari, stress sudah pasti.
Bahkan kerap terbangun di malam hari dengan keringat dingin.
Sekarang, tidak lagi.

Sejak awal, Tuhan begitu jelas berbicara di pikiran saya,
“Malapetaka tidak akan menimpamu dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu…”
Percaya bahwa Tuhan menyertai dalam menyelesaikan permasalahan ini, saya tidak memikirkannya lagi. Sudah ada yang in-charge, ngapain mesti repot.

Pelajaran demi pelajaran yang Tuhan ajarkan setiap hari, membawa saya untuk melihat Tuhan di balik setiap peristiwa apa saja yang terjadi dalam hidup ini.
Bukankah saya menjalani hidup bersama-Nya?
Bukankah Allah menggandeng tanganku?
Dan saat melewati jalanan yang terjal dan berbahaya, justru Allah yang menggendongku?
Apa yang mesti dikhawatirkan?
Hati pun lega!

Hari demi hari berlalu…
Proses pun berjalan…
Entah bagaimana saya mendapatkan pengertian baru, memang iblis berusaha menjegal, memasang berbagai rintangan di sepanjang jalan, tetapi Allah mengubahnya, menjadi kebaikan, agar dalam proses penyelesaian ini saya hendaknya dengan berani menunjukkan iman saya….
Agar ketika masalah ini selesai, semua staf dan orang-orang di sekeliling saya tahu, bahwa penyelesaian ini menurut ukuran Allah.
Mujizat terjadi karena Allah yang menyelesaikan masalah ini.

Perkataan iman dideklarasikan.
Prinsip-prinsip Allah diterapkan.
Menjaga mulut terhadap kata-kata sia-sia yang berlawanan dengan doa yang dipanjatkan.
Bukankah kerap doa kita tidak terjawab, karena berdoa minta A tapi kata-kata yang diucapkan justru B, yang berlawanan dengan A?

Artinya, dibutuhkan kedisiplinan rohani, agar dapat merealisasikan kemenangan bersama Allah.
Ada bagian kita, respon iman kita, agar tercipta.

Wow….
Tiba-tiba sukacita menyelimuti hati…
Saya paham sekarang….
Kalau saya bertindak sesuai arahan-Nya, prinsip-prinsip firman-Nya, Tuhan dimuliakan.

Tanpa melewati gunting yang tajam, mustahil lembaran kain bisa menjadi gaun yang indah.

Tokoh kunci yang berusaha mencari-cari kesalahan kami, secara mendadak disingkirkan.
Amazing….
Tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Cara Tuhan selalu di luar nalar.

Detik-detik penyelesaian tiba.
Iblis berusaha menyodorkan fakta-fakta, kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa terjadi,
Untuk meneror….

Kalau Tuhan sudah memulai, Tuhan akan menyelesaikannya dengan luar biasa baiknya.
Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya.

Teringat ketika Pohon Ara dikutuk, kelihatannya pohon itu biasa-biasa saja…
Namun sesungguhnya, akarnya mati seketika.
Baru keesokan harinya, secara kasat mata Pohon Ara itu mati.
Perkataan kita punya kuasa.
Karena Roh Allah berdiam di dalam roh kita.
Gunakan Otoritas atau Kuasa yang sudah Allah berikan.

Kerapkali, kita gagal karena kita mendapatkan perkataan Allah, – janji Allah secara personal…
Tetapi dalam perjalanan menanti realisasinya,
Kita tidak teguh berdiri di atas janji firman-Nya.
Bukan salah Tuhan jika doa tidak terjawab,
Salah kita yang yang menyerah sebelum sampai finish.

Mari pegang Janji-Nya.
Dunia boleh berakhir, tetapi Firman Tuhan tetap untuk selama-lamanya.
Firman Tuhan Ya & Amin.
Percayalah!

Faith is the bridge between the spiritual realm and the phisical one. Nothing you desire will manifest, if you aren’t believing! – AWM.

Iman adalah jembatan antara alam spiritual dan alam fisik. Tidak ada yang Anda inginkan yang bisa terwujud, jika Anda tidak percaya! – AWM.*

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Warisan Apa Yang Kita Tinggalkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Warisan Apa Yang Kita Tinggalkan?

Ramai beredar unggahan,
*Kesalahan bapak bukan merupakan tanggung jawab anaknya. Stop bully anaknya. Saya bersama Anda Trisha Eungelica!!

Miris membacanya. Tentunya berat sekali beban Trisha menanggung bully dan pandangan sinis masyarakat di sekitarnya karena perbuatan ayahnya yang ramai diperbincangkan orang.
Kuliah di Fakultas Kedokteran Trisakti, meski ayahnya kaya raya, ternyata Trisha mau menjadi guru les matematika.

Fakta sesungguhnya saya tidak tahu. Saya hanya membaca di sosmed. Belakangan berita simpang siur banyak beredar.

Pepatah Jawa yang terkenal adalah “Anak polah, bapak kepradah”
Artinya, anak bertingkah, bapak atau orang tua yang bertanggung jawab. Berdasarkan peribahasa tersebut, dapat disimpulkan bahwa begitu besarnya tanggung jawab orang tua kepada anaknya, oleh sebab itu sebagai anak tentu harus berbakti kepada orang tua.
Nach yang terjadi sekarang, justru kebalikannya. Bapak yang bikin ulah, anak ikut menanggung akibatnya.
Apa ya pepatahnya?

Saya Google keluarlah : Bapak molah, anak kepradah.


“Ma, kasi barang ke temenku ya? Yang pegang Toko “XYZ” itu sekarang temenku koq… “, ujar anak saya.

“Dulu mamanya klo bayar seenaknya jadi kita gak masuk lagi ke tokonya.”

“Ya, aku ngerti. Temenku cerita… Beratnya dia meneruskan toko mamanya. Mamanya gak ngerti bisnis. Setelah papanya meninggal, mulai dipegang mamanya, nyaris ga ada yang mau kasi barang. Tapi temenku janji Ma… Dia mau bayar tepat waktu. Coba dikasi barang gak usah banyak-banyak. Kita lihat pembayarannya. Klo kita gak bantu, temenku gak bisa muter…
Bantulah.”

“Ok. Kita lihat ya…”

Anak ini baik. Mengelola tokonya dengan baik. Bayar mundur-mundur sedikit tapi masih dalam batas wajar.
Akhirnya, tokonya bisa berjalan lancar lagi.


Teman saya dan seluruh keluarganya kaget bukan main. Sekitar 6 bulan setelah papanya meninggal, ada seorang perempuan yang mengaku istri papanya, menuntut warisan.

Gubraaaaakkkkk….
Gegerlah seluruh keluarga. Karena selama ini, setahu mereka, papanya tidak pernah menikah lagi. Mamanya sudah meninggal terlebih dahulu jauh sebelum papanya meninggal.

Perempuan itu menunjukkan bukti nikah siri.
Kebenarannya, abu-abu. Bisa ya, tetapi bisa juga tidak.
Yang jelas, gara-gara kasus ini, teman saya dan keluarganya, mengeluarkan banyak uang untuk berperkara di pengadilan.
Sudah menjadi rahasia umum, ada pengacara yang 2 muka. Jadilah mereka harus ganti pengacara baru lagi. Intinya, keluar duit lagi.
Tidak hanya duit, teror, pikiran dan energi yang terkuras tidak sedikit.

Pelajarannya, hati-hati bertindak dan bergaul. Jangan melakukan hal-hal yang menyerempet dosa, resikonya terlalu mahal. Jangan sampai ketika kita meninggal, bukannya mewariskan hal-hal yang baik dan berguna, justru bikin repot anak cucu yang masih hidup.

Nach repot juga, saat seseorang sudah sepuh, kadang nalarnya sudah tidak seperti dulu. Dalam keadaan sakit, asal ada yang perhatian, disuruh apa saja, dia nurut.
Seorang kerabat kaya, sepuh, hidup sendirian… Lalu ada kemenakan yang seolah perhatian. Ketahuan di belakang hari, sambil bertandang, perhiasan kerabat sepuh ini diambil.
Hendaknya keluarga juga waspada.

“Tahukah kita bahwa seseorang tidak mati ketika namanya masih dibicarakan?”, ujar Terry Pratchett.

Nach masalahnya, yang dibicarakan tentang apa?
Jika yang tetap dikenang, bagaimana kita membuat kehidupan orang-orang yang mengenal kita menjadi lebih baik, tentunya itu akan mempermudah atau meluruskan kehidupan keturunan kita. Mereka bersyukur, punya nenek moyang seperti kita.

Tetapi jika yang diceritakan justru bagaimana kehidupan kita membuat hidup mereka jadi terhambat, mesti buang uang karena apa yang kita lakukan, tentunya tidak menjadi berkat bukan?
Pilih mana?


Ketika awal akan membuka cabang di sebuah kota, kami butuh menyewa gudang.
Nego harga, sambil ngobrol sana sini.
Ternyata sang pemilik kenal dengan papa saya.
Papanya teman papa saya.
Akhirnya harga deal dan kami boleh menempati gudangnya terlebih dahulu, meski pun kami belum ke notaris.
Jadilah kami sudah pindahan dan menempati selama 2 minggu, baru ke notaris dan bayar lunas. Tanpa DP pula.

Di saat lainnya, kami beli truk second hand. Sama juga, dari pembicaraan rupanya si pemilik kenal papa saya, yang dulunya seorang kepala sekolah.

Setelah membeli truk tsb. Si pemilik lama bilang,
“Sudah gak usah dibalik nama. Daripada buang-buang uang. Nanti kalau perpanjangan, saya pinjami KTP.”

Jaman dulu masih bisa. Kalau sekarang sudah gak bisa pinjam nama begitu.
Pelajarannya, nama baik papa, membuat jalan kami jauh lebih mudah dan hemat.

“Usahakan saat meninggal bisa kasi warisan ke anak cucu. Jangan membebani mereka, jangan tinggalkan hutang,” pesan mama.
Dan itu yang terjadi. Papa Mama meninggalkan aset dan terutama nama baik yang berharga bagi kami semua. Dan tidak pernah merepotkan.
Kami bangga menjadi anak, menantu serta cucu mereka.


Apa gunanya belajar sejarah?
Agar kita bisa belajar dari pengalaman orang lain, tidak perlu mengalami jatuh bangun seperti mereka.
Ada contoh positif dan negatif.

Raja Salomo mengingatkan, tidak ada yang baru dibawah matahari. Sesungguhnya segala sesuatu itu berulang, tergantung kita sendiri, bersediakah belajar?
Belajar dari pengalaman sendiri, jauh lebih mahal dan menyakitkan.
Ada beberapa pengalaman saya juga, yang kurang peka, meski sesungguhnya sudah diperingatkan, tidak percaya. Akibatnya sungguh berat…. Kapok!
Pilihan ada di tangan kita sendiri!

Carve your name on hearts, not tombstones. A legacy is etched into the minds of others and the stories they share about you. — Shannon Adler

Ukir namamu di hati, bukan di batu nisan. Sebuah warisan terukir di benak orang lain dan cerita yang mereka bagikan tentang Anda. — Shannon Adler

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 165 166 167 168 169 404