Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

MB-Gen, Pondok Hayat & Meraih Cita-cita Di Taiwan

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

MB-Gen, Pondok Hayat & Meraih Cita-cita Di Taiwan.

Seruput Kopi Cantik hari ini, kisah yang ringan-ringan saja ya….

“Bu, tadi ada 3 orang naik mercy ke taman… Mau santai, minum kopi katanya…. Emang Ibu mau jualan kopi?,” tanya Bu Sur pembantu di rumah.

Lho?
Baru ingat ruang kaca di lantai atas sudah diberi sticker Seruput Kopi Cantik yang betul-betul kelihatan cantik…. Rupanya 3 orang ini belum pernah baca artikel Seruput Kopi Cantik, jadi dikira Cafe….

Yang lebih lucu lagi, sejak pandemi tamu-tamu lebih suka ditemui di ruang terbuka. Nach di taman kami ada gazebo, di mana biasa kami menemui tamu.
Akibatnya, di depan pintu rumah ditempel:

Welcome, masuk lewat taman —>
Jadi gak salah 3 orang tamu yang mau ngopi, langsung masuk ke taman….

Apalagi sekarang di tepi ruang kaca ada tanaman Melati Belanda yang sedang berbunga lebat, menambah pesonanya…


Coach Monica Stephanus dan anak-anak MB-Gen kemarin main ke rumah. Semua ada 16 anak. Tentu foto dekat Melati Belanda & Seruput Kopi Cantik juga…
Anak-anak sudah bersiap-siap berangkat ke Taiwan. Monica hendak melepas 3 anaknya dari Pondok Hayat untuk berangkat: Moses, Jack dan Doni.
Hati saya ikut terharu melihat 3 pemuda ganteng, pintar dan cakap yang siap meraih masa depannya.

Pondok Hayat punya tempat khusus di hati saya. Saya juga lupa persisnya, kapan mulai menjadi donatur tetap di sana. Seingat saya awal-awal pindah Surabaya sekitar th 2005. Tidak besar tapi rutin.
Saya juga hanya sekedar tahu Monica, bersama B. Liana, foundernya. Semakin lama di Surabaya, semakin kenal dekat secara pribadi dengan mereka, dan kami klop. Cocok. Sehati.

Pondok Hayat adalah yayasan yang didirikan karena melihat banyaknya aborsi sekitar 24 tahun lalu. Btw, tahun depan mereka ultah yang ke 25 tahun lho!
Lalu mereka berinisiatif menampung para ibu yang hamil diluar nikah, diberi tempat untuk tinggal hingga melahirkan. Setelah lahir, jika sang ibu ingin membawa anaknya, mereka mengijinkan. Tetapi kalau tidak mau, Pondok Hayat yang membesarkannya.

Selama ini saya hanya sekedar jadi donatur, tidak terlibat langsung. Suatu ketika saya kenal dengan MB-Gen dan memberikan info ini kepada Monica dan B. Liana. Jadilah ke 3 anak ini mendapat pelatihan Life-Skills dari MB-Gen dan terbukti perkembangannya bagus sekali. Sekarang mereka siap berangkat mengambil S1 di Taiwan. Bisa kuliah sambil bekerja.

Monica sharing, sebelumnya dia kepikiran bagaimana membiayai kuliah Moses, Jack dan Doni. Sudah mencoba mencari info jalur kuliah dan beasiswa bagi mereka. Tanpa pernah terpikirkan, Tuhan membukakan jalan ke Taiwan melalui MB-Gen…
Coach Kaki, pimpinan MB-Gen mempunyai visi mengentaskan anak-anak dari keluarga kurang mampu. Pas!

Cara Tuhan memang benar-benar di luar akal pemikiran manusia. Tidak pernah terlambat!
Teringat komentar P. Adam,
“Bu Yenny, klo Tuhan masuk akal, nanti diakali manusia….”

Perasaan bercampur aduk, melihat 3 pemuda yang nyaris diaborsi, dibunuh, ternyata mereka bertumbuh sangat baik. Bercita-cita tinggi, sopan, penuh semangat bahkan mampu memimpin dengan baik.

Bersama anak-anak MB-Gen lainnya, kami sharing dan makan bersama. Coach Monica memberikan arahan tentang kepemimpinan. P. Indra pun ikutan jatuh cinta pada mereka, memberikan berbagai wejangan.

Sebelum ke Taiwan, selama beberapa waktu, mereka tinggal di apartemen bersama teman-teman MB-Gen lainnya.
Ketahuan, kadang mereka menangis sendiri, sudah kangen ‘rumah’ Pondok Hayat di Surabaya… dan digodain teman-temannya saat makan bersama.

Rupanya saat liburan sekolah, mereka memang biasa menginap di rumah Monica. Daniel & Ariel, putra kandung Monica, sudah menjadi kakak mereka.
Nampak sekali anak-anak ini bertumbuh dengan baik, dikasihi dengan tulus bahkan diperhatikan minat bakatnya serta diakomodasi.


Monica dengan penuh haru bercerita. Saat bertemu dengan Moses, Jack dan Doni di hari yang berbeda, ke 3 anak ini mengenang Alm. Steve, suami Monica, Papa mereka.

Samuel, adik mereka di Pondok Hayat nakal. Jadi Monica memberi tugas Moses untuk mengawasi adiknya.

“Ma, Samuel dan Nathan itu nakal dan ga nurut. Mesti Papa, Ma… Kalau sama Papa, Samuel dan Nathan itu nurut dan ‘nggenah’ (sikapnya baik),” ujar Moses.

“Iya Ma, Papa itu kalau marah ya marah… Tapi setelah itu Papa memberikan arahannya tergantung kesalahannya, sambil dipeluk dan dipangku di kakinya sambil digoyang-goyangkan. Kami semua nurut kalau sama Papa, karena tau, Papa sayang kami,” Doni menimpali,
“Pas kami di rumah Mama, kadang Papa tiba – tiba masuk kamar dan menjatuhkan badannya di tempat tidur, di antara kami semua… Wow.. Senangnya bercanda sama Papa. Tapi kalau malam-malam belum juga tidur, Papa masuk kamar, kami disuruh tidur, lalu lampu dimatikan.”

“Saat pergi dengan Papa, sambil nyetir, kami gantian dipangku Papa, duduk di belakang setir. Tapi kalau kami bertengkar, Papa ga mau mangku…,” Jack juga bercerita.

“Pernah suatu ketika, Papa datang ke Simo Ma… (Pondok Hayat di daerah Simo) Sepi ga ada orang. Papa heran. Ternyata semua sakit. Hanya aku dan Victor yang gak sakit. Papa ga banyak bicara langsung pergi. Tidak lama kemudian, Papa kembali dengan Koko Daniel (putra Monica, seorang dokter), langsung setiap kamar diperiksa dan dibelikan obat, ” Doni bercerita,
“Papa memang begitu Ma, gak banyak omong tapi langsung action.”

“Ada kejadian-kejadian yang aku gak tahu, dan ketika anak-anak mengenang Steve, hatiku trenyuh. Itulah Steve, my husband, yang hatinya lembut. Malamnya, aku kesulitan tidur. Terkenang Steve,” ujar Monica.

Mendengar kisah ini, saya sungguh terpukau. Tidak banyak yang bisa sedemikian tulus dan mengasihi anak-anak seperti mereka.
Saat anak-anak memiliki masalah dan ingin curhat, kadang mereka datang ke rumah Monica. Begitu parkir segera cari Monica,
“Ma, aku mau ngomong….”
Atau kadang langsung menemui Daniel or Ariel, koko (kakak) mereka untuk curhat.

“Wow… Salut Mon, hatimu dan keluarga sungguh luar biasa..”

“Ya mereka anak-anak Tuhan yang dititipkan pada kami dan jadi anak-anak kami. Kasih karunia Tuhan, Yenny.. Aku bersyukur kami bisa punya hati untuk anak-anak. Pasti ini pun karena Tuhan,” Monica menjelaskan,
“Tidak hanya anakku, Jannette menantuku berinisiatif memberi les anak-anak Pondok Hayat, padahal aku gak pernah minta. Sungguh aku pun terpukau…pada pengaturan-Nya yang sempurna. Ternyata kami hanya jadi penonton apa yang Tuhan lakukan….”


Tidak lupa kami main bersama di Botanical Garden. Nampak sekali, sikap Moses, Jack dan Doni yang begitu dekat serta penuh kasih kepada Monica.

“Ma, ayoo tak temani naik sepeda…,” ujar Doni.

Jepret… Jepret… Berfoto dan bergaya di sana sini.
Baik saat masih di kebun rumah, hingga di Botanical Garden.
Kami pun menyelipkan pesan dan wejangan di sana sini. Layaknya orangtua yang akan melepas anaknya pergi merantau ke negeri orang.
Menyenangkan sekali….

“Nanti saat lulus, main lagi ya… Foto bersama di sini,” kata saya.
“Iya Coach…. Nanti semua memakai toga,” sahut Amelia sambil tertawa lebar.

Sungguh bangga memandang para calon pemimpin masa depan…

“Tuhan, lindungi dan bimbing mereka senantiasa…”, doa kami.

Sebagai penutup, pesan saya kepada para pembaca, jika ada kenalan yang ingin aborsi, ingat Pondok Hayat di Surabaya dan Kupang, NTT.
Selamatkan masa depan anak-anak yang tidak berdosa!
Merekalah calon pemimpin dan tokoh-tokoh besar yang akan dipakai Tuhan dengan dahsyat.

Children are a gift from the lord; they are a reward from him. Children born to a young man are like arrows in a warrior’s hands.
How joyful is the man whose quiver is full of them!  He will not be put to shame when he confronts his accusers at the city gates. – King Solomon

Lihatlah, anak-anak adalah warisan dari Allah; buah kandungan adalah suatu upah.
Bagaikan anak-anak panah di tangan seorang pahlawan yang gagah berani, demikianlah anak-anak muda.
Berbahagialah orang yang telah memenuhi tabung panahnya dengan semua itu, mereka tidak akan dipermalukan, tetapi mereka akan menundukkan musuhnya di pintu gerbang. – Raja Salomo

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Ini Benih Atau Benalu? Kita Yang Menentukan lho!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Ini Benih Atau Benalu? Kita Yang Menentukan lho!

Tuhan berbicara amat banyak kepada saya tentang benih. Bahkan saya melihat proses menabur dan menuai di setiap sudut dan tingkat kehidupan kita.
Semuanya berpotensi menjadi benih.
Setiap pikiran, perkataan dan tindakan adalah benih yang akan berkembang biak sesuai dengan jenisnya. Segala sesuatu yang kita tuai dalam hidup, termasuk semua berkat Tuhan, mengandung benih-benih yang akan menjadi tuaian di masa depan. Setiap panen, membawa benih bagi masa depan.

Bahkan tiba pada pemahaman, ketika membayar tagihan pun, saya sedang menaburnya sebagai benih.
Wow…. Perubahan cara pandang yang menakjubkan bukan?

Daripada mengeluhkan banyaknya tagihan, saya memilih bersyukur atas penyediaan Tuhan sehingga mampu melunasi berbagai tagihan, dan menabur benih (pembayaran) untuk memenuhi kebutuhan keluarga saya.
Sikap ini mengubah tagihan dari benalu menjadi benih!
Sifat benalu mengkonsumsi nutrisi yang seharusnya disediakan untuk menumbuhkan tanaman yang berbuah.
Sikap negatif, kata-kata, keluhan dan pikiran yang dipenuhi ketakutan, memiliki sifat yang sama dengan benalu yang merugikan.

Membayar tagihan listrik atau tagihan lain yang jumlahnya jauh lebih besar, dapat diresponi dengan keyakinan atau justru ketakutan. Jika kita memandangnya sebagai kesempatan menabur persediaan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, itu menjadi tindakan syukur dan iman.
Sebaliknya jika membayar tagihan dengan sikap negatif, tidak suka dan terbeban, sikap ini melepaskan kekuatan yang berlawanan. Mengeluh dan terbeban adalah ilalang yang menghabiskan energi dan mematikan potensi hidup kita.

Kita dapat menjalani kehidupan sehari-hari sebagai penabur yang mengatasi masalah, atau sebagai korban yang mengasihani diri sendiri. Dalam kedua contoh di atas, kita menabur, tetapi ketika kita memandang membayar tagihan sebagai menabur benih, artinya kita menabur dalam Roh.

“… barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu.
Galatia 6:8 TB

Demikian pula saat berbagi atau memberi, kadang kita merasa sedang kehilangan sesuatu. Seharusnya kita bersikap sebagai orang yang sedang menabur benih, sedang berinvestasi, suatu saat pasti menuai.

Tetapi JANGAN memberi dengan mengharapkan tuaian. Itu sikap yang salah.
Tabur benih, itu bagian kita dan jangan dipikiri lagi.

Tuaian itu sesuatu yang alami. Pada waktunya pasti akan datang dengan sendirinya dan kita akan terpukau oleh banyaknya tuaian yang kita terima, jika kita dengan tekun dan setia menabur benih di mana-mana.

Don’t judge each day by the harvest you reap but by the seeds that you plant.Robert Louis Stevenson

Jangan menilai setiap hari dengan panen yang Anda tuai tetapi dari benih yang Anda tanam. – Robert Louis Stevenson

Memberi dan Menerima adalah Gaya Hidup orang percaya.

Setuju?

Within every seeds is a spark of life. – Greg Fritz

Di dalam setiap benih ada percikan kemilau kehidupan.-Greg Fritz

Sumber: Is it a Seed, or is it a Weed? – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Hidup Seperti Yoyo? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Hidup Seperti Yoyo? Ini Solusinya!

Sejak kecil saya mendengar orang-orang di sekitar saya berkata, Hidup itu seperti roda berputar. Artinya, kadang di atas dan kadang di bawah.
Atau gambaran yang serupa, Hidup seperti Yoyo.

Wuih…. Betapa gak enaknya!
Saat sedang di puncak, sudah dihantui ketakutan, sebentar akan turun nich….
Sampai saya belajar rahasianya, menemukan penyebab naik turunnya.

Tuhan menciptakan manusia untuk bermultiplikasi dan berkuasa di bumi.
Artinya, kita akan terus naik dan bukan turun.
Tuhan menetapkan kita menjadi kepala, pemimpin, penguasa, mempengaruhi, dan bukan ekor.

Apa yang kita alami sekarang, itu merupakan buah atau panen atau tuaian dari benih-benih yang sudah kita tabur di masa yang lalu.
Jika menabur kecurangan di masa lalu, sekarang menuai bencana.
Jika sepuluh tahun lalu menanam biji mangga, tentu sekarang setiap musim mangga akan panen banyak mangga.
Dulu menanam 1 biji mangga, sekarang setiap panen bisa menuai ratusan mangga.
Bukti terjadi multiplikasi!

Ternyata apa pun yang ada di dalam hidup kita itu merupakan benih. Gak nyangka ya?

Pikiran itu benih.
Tidak ada sesuatu yang kita katakan atau lakukan, jika sebelumnya tidak pernah kita pikirkan terlebih dahulu.
Tidak ada orang yang selingkuh, membunuh atau mencuri secara tiba-tiba.
“Aku gak sengaja, tiba-tiba tergoda.. terjadilah perselingkuhan.”
Bohong itu!
Awalnya pasti SUDAH pernah timbul keinginan selingkuh dalam pikiran, lalu pikiran itu dibuahi, maka tindakan selingkuh pun terjadi.

Perkataan itu Benih.
Perkataan itu buah dari pikiran. Tetapi ketika diucapkan, perkataan itu akan menjadi benih yang mencipta sesuai apa yang dikatakannya. Berbuah sesuai jenisnya.

Allah mencipta melalui perkataan.
“Jadilah Terang…,” kata Allah. Maka terang itu pun jadi.

Dengan cara yang sama, kita mencipta melalui perkataan kita.
Ketika kita mengucapkan kata-kata pengharapan, motivasi dan hal-hal yang baik pada seseorang, orang itu pun bersemangat, mengimani terjadi sesuai dengan perkataan dan nubuatan kita.

Perbuatan kita itu benih.
Perbuatan buruk yang dilakukan, pasti akan menghasilkan keburukan di masa depan.
Sebaliknya, perbuatan baik yang kita lakukan, seperti menolong, memberi makan maka itu menjadi benih yang ditabur, yang akan kita tuai kelak.

Kerapkali ketika memberi, menolong atau traktir orang makan,
lalu berpikir, oh saya sedang kehilangan sesuatu, atau uang saya berkurang.
Coba kita ganti sudut pandangnya, oh saya sedang menanam benih lho untuk masa depan…. Jadi bukannya merasa kehilangan sesuatu, justru merasa sedang berinvestasi.

Nach yang jarang kita sadari, bahwa berita, perkataan, gosip yang kita dengar itu juga benih.
Film, TV dan berbagai acara yang kita tonton itu pun benih.
Benih-benih ini jenis yang membawa kegalauan, perasaan tidak nyaman, marah, jengkel dsb. yang ditabur pada Jiwa kita.
Tidak heran kalau hidup pun menjadi seperti yoyo atau roda yang berputar.

Seharusnya bagaimana?
Tuhan merancang manusia hidup berdasarkan perkataan atau firman-Nya yang Tidak Berubah. Firman Allah itu Kebenaran yang Sejati.

Perkataan para ahli, scientist senantiasa berubah dari waktu ke waktu. Ramalan cuaca juga selalu berubah. Tetapi perkataan Allah Tidak Pernah Berubah!

Jika kita mendasari hidup kita dengan Kebenaran Firman Tuhan serta menghidupinya, hidup akan tetap stabil.

Pandemi banyak perusahaan bangkrut ga? Banyak!
Banyak yang meninggal ga? Banyak juga!
Tetapi di antara yang bangkrut dan meninggal, ada ga yang tetap survive, atau justru panen? Ada!

Artinya, dalam setiap situasi selalu ada perkecualian, ada hukum anomali.
Jika dalam keadaan baik, semua oke, aman, tenteram lalu kita sibuk menabur Kebenaran Firman Tuhan, maka pada saat-saat sulit, terjepit, buahnya akan kelihatan berbeda. Tuhan bisa membukakan jalan sehingga kita mengalami perkecualian.
Orang yang hidupnya betul-betul melekat kepada Tuhan, akan diselamatkan. Tuhan memberi kita kuasa untuk mengalahkan musuh kita, si iblis. Kita paham cara menggunakan perlengkapan senjata Allah. Kita pun selamat.
Apa yang membedakannya?
Buahnya!

Hukum Tabur Tuai itu Hukum Alam, Hukum Kehidupan.
Dari tampak luar, baik pohon gandum dan pohon lalang nampak sama, tetapi saat panen akan kelihatan mana yang ada buahnya dan mana yang tidak.

“Bagaimana kalau terlanjur amburadul, Bu Yenny?”

Ubah benihnya sekarang. Tabur benih-benih yang baik sesuai firman-Nya maka masa depan kita akan cemerlang penuh damai sejahtera. Allah tidak pilih kasih.
Hukum Tabur – Tuai itu Hukum Alam yang berlaku untuk semua orang. Tuhan menghargai pertobatan serta kerendahan hati kita, dan Dia Allah yang tidak membangkit-bangkit atau mengungkit-ungkit kesalahan kita. Justru Allah akan menyertai dan membimbing kita dalam membenahinya, jika kita mengizinkan.

Manusia melihat yang kasat mata, yang spektakuler, yang memukau ; Tuhan melihat hati dan motivasi seseorang dalam melakukan sesuatu.
Sulit membedakannya dengan panca indera tetapi buah tidak pernah menipu.
Tidak pernah biji mangga berbuah durian.

Penyertaan Tuhan itu kasat mata. Demonstrasi kebaikan Tuhan itu kelihatan oleh mata. Kuasa Tuhan itu nyata. Dunia sekeliling kita bisa merasakannya.

Kesimpulan: Hidup yang stabil adalah hidup yang dibangun di atas Kebenaran Firman Allah dan dihidupi dengan sepenuh hati!

Setuju?

God’sWord is Eternal and True for every Generation – Bob Yandian.

Firman Tuhan itu Kekal dan Kebenaran untuk setiap Generasi – Bob Yandian.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Bagaimana Saya Tahu Jika Itu Kehendak Tuhan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Bagaimana Saya Tahu Jika Itu Kehendak Tuhan?”

Firman Tuhan dengan jelas memberitahukan, bahwa Tuhan akan mengarahkan langkah kita (Mazmur 37:23), namun banyak orang Kristen bergumul dalam membuat keputusan.

Haruskah saya pergi ke sini atau ke sana?
Haruskah saya pindah atau tetap tinggal?
Dan terus menerus berlanjut!

Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.
Kolose 3:15 (TB).

Dalam ayat di atas, kata ‘memerintah’ berarti ‘menjadi wasit’;
“untuk memutuskan, menentukan; untuk mengarahkan, mengontrol, memerintah.”

Seperti halnya dalam setiap pertandingan olahraga, memiliki perselisihan yang harus diselesaikan oleh ofisial, damai sejahtera Tuhan adalah wasit yang menyelesaikan semua perselisihan tentang apa kehendak Tuhan bagi hidup kita.
Kita harus belajar mendengarkan dan mengindahkan damai sejahtera Tuhan di dalam hati kita.

Damai sejahtera Tuhan adalah sesuatu yang dimiliki oleh setiap orang percaya yang telah lahir baru. Itu merupakan buah Roh. Damai sejahtera menjadi wasit, namun kita tidak selalu memperhatikannya. Berapa kali kita bertindak bertentangan dengan damai sejahtera dalam hati kita dan setelah itu, kita mengalami bencana?
Kerap kita berkata, ‘Saya tidak merasa nyaman tentang hal itu.’
Itulah damai sejahtera Tuhan, tetapi tetap saja kita memilih bermain dengan aturan kita sendiri.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk memfasilitasi damai sejahtera Tuhan yang menjadi wasit di dalam hati kita.

Pertama, pertimbangkan SEMUA opsi.
Banyak keputusan salah telah dibuat, karena tidak semua opsi dipertimbangkan. Jangan biarkan ketakutan mengesampingkan kemungkinan-kemingkinan yang Tuhan perbuat!

Selanjutnya, gunakan imajinasi untuk menjelajahi apa yang akan terjadi dengan setiap pilihan itu.
Mestinya kita dapat melihat damai sejahtera yang lebih besar sewaktu mempertimbangkan pilihan yang Tuhan ingin kita ambil. Tidak berarti juga, akan ada kedamaian total dengan salah satu pilihan.
Di dalam roh kita, akan ada kedamaian total atas pilihan yang benar, tetapi kita tidak selalu sepenuhnya berada di dalam Roh, dan bukan hal yang aneh jika ada kekacauan. Sama seperti wasit yang harus menelpon, bersikaplah berani untuk mengikuti arahan yang paling memberikan damai sejahtera dalam hati kita.

Kemudi yang ada di kapal, tidak bisa pergi ke segala arah sampai kapal itu bergerak. Kapal tidak harus menggunakan tenaga penuh agar kemudi dapat berfungsi, tetapi kapal harus bergerak.

Demikian juga, kita harus bertindak sebelum damai sejahtera Tuhan memberi kita arahan yang sempurna. Bahkan seandainya kita membuat kesalahan, namun kita telah membuat keputusan dengan iman, dengan cara mencoba mengikuti damai sejahtera Tuhan di dalam hati kita.

Tuhan bisa memberkati keputusan yang salah, yang dibuat dalam iman dari hati yang murni, jauh lebih baik daripada orang yang bimbang, jika ia memutuskan, ia dihukum, karena ia tidak melakukannya berdasarkan iman. Dan segala sesuatu yang tidak berdasarkan iman, adalah dosa.
Roma 14:23 TB

Ingat, Roma 8:28 (TB). Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Saat kita sudah melakukan segala sesuatu dengan bergantung kepada Tuhan, meski salah, Tuhan akan menolong mengubahnya menjadi kebaikan bagi kita.

Ketiga, meminta pertimbangan dari orang yang dewasa rohani yang berjalan bersama Tuhan
Jika kita benar-benar tidak yakin apakah ini kehendak Tuhan atau bukan, carilah nasihat dari orang-orang yang dewasa rohani, yang berjalan bersama Tuhan dan hidup dalam roh, bukan dalam kedagingan. Kita tidak dirancang untuk membuat semua keputusan sendiri. Tanyakan kepada seseorang yang lebih berpengalaman dari kita, minta pendapatnya, menurutnya seperti apa kehendak Tuhan dalam situasi ini. Mintalah mereka mendoakan hal ini. Seorang mentor rohani akan dapat mengkonfirmasi apa yang Tuhan bicarakan kepada kita.

Don’t worry about anything; instead, pray about everything. Tell God what you need, and thank him for all he has done. Then you will experience God’s peace, which exceeds anything we can understand. His peace will guard your hearts and minds as you live in Christ Jesus. – Philippians 4:6-7.

Janganlah khawatir mengenai apa pun. Dalam segala hal, berdoalah dan ajukanlah permintaanmu kepada Allah. Apa yang kalian perlukan, beritahukanlah itu selalu kepada Allah dengan mengucap terima kasih. Maka damai sejahtera dari Allah yang tidak mungkin dapat dimengerti manusia, akan menjaga hati dan pikiranmu yang sudah bersatu dengan Kristus Yesus. – Filipi 4:6-7 (BIMK)

Sumber:
“How Will I Know If It’s God’s Will?”, – Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sisi Lain Rahasia Menabur & Menuai….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sisi Lain Rahasia Menabur & Menuai….

Selama ini saya merasa, sudah paham tentang menabur dan menuai. Bahkan berulang kali saya menulis hal ini dalam berbagai artikel, baik Seruput Kopi Cantik mau pun Gospel Truth’s Cakes.
Yang saya kupas selalu menabur uang, kebaikan, perhatian dll.

Tetapi saya baru saja menyadari, ternyata saya justru melewatkan yang terpenting, yaitu menabur Firman Tuhan.
Baik kepada diri sendiri mau pun orang lain.

Firman Tuhan adalah Allah itu sendiri (Yohanes 1:1)
Dan Firman Tuhan adalah fondasi kekristenan yang sejati.
Kerap kita terpesona oleh sensasi perasaan, hadirnya hadirat Tuhan, sehingga justru mengejar sensasi perasaan itu.

Orang kristen dewasa hidup karena percaya pada Firman Tuhan, bukan melihat apa yang kasat mata. Menghargai Firman di dalam Alkitab sebagai Otoritas yang tertinggi, panduan dan satu-satunya undang-undang dalam hidupnya.

Bahkan saat Petrus, Yohanes dan Yakobus melihat transfigurasi yang spektakuler, di mana Yesus bercakap-cakap dengan Musa dan Elia, Petrus kembali kepada Alkitab.

“Kami menyaksikan, bagaimana Ia (Yesus) menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan:

“Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi.

Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.
2 Petrus 1:17-20 (TB)

Firman dan Alkitab adalah otoritas yang tertinggi.


Berulangkali saya bercerita dalam berbagai artikel, ketika seseorang mendekat kepada Tuhan, solusi yang tak terpikirkan tercipta, mujizat demi mujizat itu terjadi….
Dan sekarang saya tahu rahasianya, mengapa semua itu bisa terjadi?
Ketika kita menyimpan firman Tuhan ke dalam hati kita, dan memahaminya, itu berarti kita sedang menabur benih Firman Tuhan.
Benih itulah yang suatu ketika bertumbuh dan berbuah, menghasilkan berbagai solusi, mujizat, pertolongan, kemakmuran, kelimpahan, kesehatan Ilahi dalam kehidupan kita.


Kita berdoa habis-habisan minta diberkati, disembuhkan dll. Semua itu sudah tersedia di dalam roh kita, tinggal memanifestasikannya saja.
Caranya?
Kekayaan di dalam roh kita itu berbentuk raw material, bahan mentah. Nach ketika diramu dengan Firman Tuhan, bahan mentah ini menjadi bahan siap pakai, yang siap dimanifestasikan ke dalam alam natural. Baik kekayaan, kesembuhan, kesehatan Ilahi, hikmat dsb.

Firman Tuhan yang ditabur itu benih. Saat menanam benih, dibutuhkan waktu untuk bertumbuh dan berbuah. Pada waktunya, benih-benih itu akan berbuah dengan sendirinya. Benih dan hukum alam tidak pernah menipu.
Percayalah!

Setiap kita ingin diberkati dengan hidup yang berkelimpahan.
Mari kita lihat hidup kita saat ini.
Sudah berkelimpahan belum?
Apakah hidup kita saat ini sesuai dengan harapan kita?
Sadarkah kita bahwa hidup kita saat ini merupakan tuaian dari benih-benih yang kita taburkan dimasa lalu.
Benih pemikiran, perkataan, tindakan dsb.
Jika kita tidak puas dengan hidup kita saat ini, kita masih bisa mengubah masa depan kita.
Caranya?
Dengan mengubah benih yang kita tabur hari ini.
Benih yang kita tabur hari ini, akan menentukan takdir kita di masa depan.

Kesimpulannya:
Kita sendiri yang mencipta, melukis dan menentukan takdir masa depan kita melalui pilihan benih yang kita tabur hari ini. Fokus saja menabur firman dan menyimpannya dalam hati kita maka kelimpahan, kemakmuran, kesehatan Ilahi, berkat otomatis tercipta dalam hidup kita.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”
Lukas 6:45 TB

Pemahaman sederhana yang menarik bukan?
Mari kita bangun masa depan yang penuh dengan damai sejahtera dengan menaburkan benih-benih kebenaran Firman Tuhan.

Many miss the blessings of God because they are in tune with something else. You will always be in tune with what feeds you. The Pharisees were in tune with the Law and missed the Giver of Life. What are you in tune with? What feeds you?

Banyak orang kehilangan berkat Tuhan karena mereka terpaku dan fokus dengan hal-hal yang lain, yang bukan Tuhan. Anda menjadi seperti apa yang Anda makan. Orang-orang Farisi terpaku dan fokus dengan Hukum Taurat, akhirnya justru kehilangan Sang Pemberi Kehidupan. Apa yang menjadi fokus Anda? Makanan apa yang Anda makan?

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 163 164 165 166 167 404