Articles

Sisi Lain Rahasia Menabur & Menuai….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sisi Lain Rahasia Menabur & Menuai….

Selama ini saya merasa, sudah paham tentang menabur dan menuai. Bahkan berulang kali saya menulis hal ini dalam berbagai artikel, baik Seruput Kopi Cantik mau pun Gospel Truth’s Cakes.
Yang saya kupas selalu menabur uang, kebaikan, perhatian dll.

Tetapi saya baru saja menyadari, ternyata saya justru melewatkan yang terpenting, yaitu menabur Firman Tuhan.
Baik kepada diri sendiri mau pun orang lain.

Firman Tuhan adalah Allah itu sendiri (Yohanes 1:1)
Dan Firman Tuhan adalah fondasi kekristenan yang sejati.
Kerap kita terpesona oleh sensasi perasaan, hadirnya hadirat Tuhan, sehingga justru mengejar sensasi perasaan itu.

Orang kristen dewasa hidup karena percaya pada Firman Tuhan, bukan melihat apa yang kasat mata. Menghargai Firman di dalam Alkitab sebagai Otoritas yang tertinggi, panduan dan satu-satunya undang-undang dalam hidupnya.

Bahkan saat Petrus, Yohanes dan Yakobus melihat transfigurasi yang spektakuler, di mana Yesus bercakap-cakap dengan Musa dan Elia, Petrus kembali kepada Alkitab.

“Kami menyaksikan, bagaimana Ia (Yesus) menerima kehormatan dan kemuliaan dari Allah Bapa, ketika datang kepada-Nya suara dari Yang Mahamulia, yang mengatakan:

“Inilah Anak yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.”
Suara itu kami dengar datang dari sorga, ketika kami bersama-sama dengan Dia di atas gunung yang kudus.
Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh firman yang telah disampaikan oleh para nabi.

Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai fajar menyingsing dan bintang timur terbit bersinar di dalam hatimu.
Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri.
2 Petrus 1:17-20 (TB)

Firman dan Alkitab adalah otoritas yang tertinggi.


Berulangkali saya bercerita dalam berbagai artikel, ketika seseorang mendekat kepada Tuhan, solusi yang tak terpikirkan tercipta, mujizat demi mujizat itu terjadi….
Dan sekarang saya tahu rahasianya, mengapa semua itu bisa terjadi?
Ketika kita menyimpan firman Tuhan ke dalam hati kita, dan memahaminya, itu berarti kita sedang menabur benih Firman Tuhan.
Benih itulah yang suatu ketika bertumbuh dan berbuah, menghasilkan berbagai solusi, mujizat, pertolongan, kemakmuran, kelimpahan, kesehatan Ilahi dalam kehidupan kita.


Kita berdoa habis-habisan minta diberkati, disembuhkan dll. Semua itu sudah tersedia di dalam roh kita, tinggal memanifestasikannya saja.
Caranya?
Kekayaan di dalam roh kita itu berbentuk raw material, bahan mentah. Nach ketika diramu dengan Firman Tuhan, bahan mentah ini menjadi bahan siap pakai, yang siap dimanifestasikan ke dalam alam natural. Baik kekayaan, kesembuhan, kesehatan Ilahi, hikmat dsb.

Firman Tuhan yang ditabur itu benih. Saat menanam benih, dibutuhkan waktu untuk bertumbuh dan berbuah. Pada waktunya, benih-benih itu akan berbuah dengan sendirinya. Benih dan hukum alam tidak pernah menipu.
Percayalah!

Setiap kita ingin diberkati dengan hidup yang berkelimpahan.
Mari kita lihat hidup kita saat ini.
Sudah berkelimpahan belum?
Apakah hidup kita saat ini sesuai dengan harapan kita?
Sadarkah kita bahwa hidup kita saat ini merupakan tuaian dari benih-benih yang kita taburkan dimasa lalu.
Benih pemikiran, perkataan, tindakan dsb.
Jika kita tidak puas dengan hidup kita saat ini, kita masih bisa mengubah masa depan kita.
Caranya?
Dengan mengubah benih yang kita tabur hari ini.
Benih yang kita tabur hari ini, akan menentukan takdir kita di masa depan.

Kesimpulannya:
Kita sendiri yang mencipta, melukis dan menentukan takdir masa depan kita melalui pilihan benih yang kita tabur hari ini. Fokus saja menabur firman dan menyimpannya dalam hati kita maka kelimpahan, kemakmuran, kesehatan Ilahi, berkat otomatis tercipta dalam hidup kita.

Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”
Lukas 6:45 TB

Pemahaman sederhana yang menarik bukan?
Mari kita bangun masa depan yang penuh dengan damai sejahtera dengan menaburkan benih-benih kebenaran Firman Tuhan.

Many miss the blessings of God because they are in tune with something else. You will always be in tune with what feeds you. The Pharisees were in tune with the Law and missed the Giver of Life. What are you in tune with? What feeds you?

Banyak orang kehilangan berkat Tuhan karena mereka terpaku dan fokus dengan hal-hal yang lain, yang bukan Tuhan. Anda menjadi seperti apa yang Anda makan. Orang-orang Farisi terpaku dan fokus dengan Hukum Taurat, akhirnya justru kehilangan Sang Pemberi Kehidupan. Apa yang menjadi fokus Anda? Makanan apa yang Anda makan?

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Tuhan Mengirimkan ‘Malaikat’-Nya Bak MacGyver. Mau Dengar? Ini Kisahnya!
MB-Gen, Pondok Hayat & Meraih Cita-cita Di Taiwan
Apakah Tuhan Juga Hadir Saat Liburan?