Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles

Ps. John Donnelly – A Personal Relationship With God The Foundation Of Life!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Ps. John Donnelly – A Personal Relationship With God The Foundation Of Life!

Sahabat Ps. John Donnelly yang bernama Philip, ayahnya meninggal saat dia berusia 12 tahun.
Perih, luka, kehilangan….
Philip bungsu dari 8 bersaudara, demikian Ps. John Donnelly memulai kisahnya.

Di tengah kedukaan besar itu, menjelang penguburan, sang ibu berbicara kepada masing-masing anak, dari yang sulung hingga si bungsu, dengan mengajukan pertanyaan yang sama,
“Apa yang kamu inginkan dari apa yang dimiliki oleh ayahmu, untuk mengenangnya?”

Ada yang menginginkan topi, arloji dan berbagai barang-barang personal ayahnya, mereka ingin menyimpannya sebagai kenang-kenangan seumur hidup.

Tiba giliran Philip, anak 12 tahun itu berbisik sendu, dengan air mata yang mengalir
“Mama, saya tidak ingin apa yang Papa miliki, saya ingin Papa kembali….”

Sungguh kisah itu sangat menyentuh hati Ps. John Donnelly, yang week-end ini melayani di Charis Bible College Jakarta. Kami mendapatkan wawasan dan cara pandang baru dari Ps. John yang merupakan Pastor untuk para direktur Charis di seluruh dunia.

Begitu banyak anak-anak Tuhan yang bersikap seperti saudara-saudara Philip. Ingin kuasa, mujizat, tanda-tanda heran, berkat dsb. Itu yang dikejar dan diprioritaskan. Berbeda dengan Philip, sahabat Ps. John, dia menginginkan pribadi ayahnya.
Demikian juga dengan kita, seharusnya kita menginginkan Pribadi Yesus itu sendiri, bukan tangan-Nya atau apa yang bisa diberikan-Nya.

Tuhan mengatakan, Semua itu dicari bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu, bahwa kamu memerlukan semuanya itu. Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.
Matius 6:32?-?33 TB

Hubungan dengan Tuhan melalui Yesus, diberdayakan oleh Roh Kudus adalah hal penting dalam kehidupan orang Kristen.

Mengapa murid-murid berada di Charis?
Untuk Mengenal Tuhan. Ketika mengenal-Nya, Kuasa dan Tanda-Tanda Heran akan mengikuti orang percaya. Kelimpahan akan mengikuti orang percaya secara natural.

Kita dipanggil bukan sekedar untuk mengerti,” ujar Ps. John, “Banyak hal di Alkitab yang saya tidak mengerti. Tetapi saya PERCAYA…. Pada waktunya, pengertian-Understanding akan mengikutinya.”

Saat anak-anak, kita mempercayai apa saja yang dikatakan oleh Alkitab, tetapi semakin dewasa, kerap mempertanyakannya. Setelah membaca firman , lalu bertanya, “Koq bisa ya? Bagaimana mungkin?”. Lalu pergi bertanya kepada Pak Pendeta, untuk mendapatkan second opinion.

Semestinya kita kembali, dengan memiliki iman seperti anak kecil yang percaya. Tuhan mengundang setiap anak-anak-Nya untuk naik ke pangkuan-Nya.

Kita bisa memilih bersikap seperti Yohanes, murid Yesus. Rasul Yohanes senantiasa menyebut dirinya, murid yang dikasihi Tuhan. Bahkan saat perjamuan terakhir, dialah satu-satunya murid yang menyandarkan kepalanya di dada Yesus, mendengarkan bunyi detak jantung-Nya, merasakan betapa aman serta tenteram rest in The Lord.

Kapan terakhir kita menyandarkan kepala di dada Tuhan dan mendengarkan detak jantung-Nya?
Tuhan mengundang kita ke dalam pangkuan-Nya, sebagai tanda kasih-Nya. Dia mengasihi, BUKAN karena apa yang kita lakukan, tetapi karena Siapa kita. Kenyataan yang paling dahsyat, Tuhan telah mengasihi kita SEBELUM kita bisa melakukan apa pun… Wow..

Ketika ke 12 murid berada bersama-sama Yesus, mereka pun menjadi serupa Dia. Dengan siapa kita menghabiskan waktu, menjadi serupa dengannya.

Semakin banyak meluangkan waktu untuk belajar firman dan berdoa berbahasa lidah maka kita pun semakin mengenal kehendak-Nya seperti Petrus mengenal Yesus sebagai Mesias, Anak Allah Yang Hidup Matius 16:16 (TB) , karena selalu bersama-sama Yesus.

Karena murid-murid menghabiskan waktu bersama Yesus, mereka menjadi seperti Yesus.
Ketika Petrus memandang kepada Yesus, Sang Terang, bayangan di belakangnya menyembuhkan orang-orang yang sakit. (Kisah 5:15) Kuasa Allah pun menyertai mereka.

Petrus & Yohanes ditangkap karenanya.

“Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. (Kisah Para Rasul 4:13?-?14 TB)

Your Relationship with God is more important than your Calling – Hubungan Anda dengan Tuhan, jauh lebih penting daripada Panggilan Anda untuk melayani.

Orang-orang biasa menjadi luar biasa, karena ada Yesus di dalam setiap kita yang percaya.
It’s all about Him, Not us!


Allah Bapa tidak melihat kita di dalam daging (flesh). Yang dilihat-Nya adalah kita yang di dalam Kristus (In Christ), karena kita sudah lahir baru dan beriman kepada Yesus.
Sempurna, Tanpa Dosa dan Dikasihi Allah.
Yeeeeeaaaaayyyy
Inilah jati diri kita di dalam Kristus!
Dosa dan masa lalu sudah dibereskan di Kayu Salib.

Ps. John menggelitik pemahaman yang baru, semestinya seperti Allah Bapa, ketika melihat saudara-saudara dan teman-teman, kita tidak melihat mereka dalam daging tetapi melihat mereka di dalam Yesus.
Nach… jika kita melihat teman yang menyakitkan, mengkhianati, sebagai ‘Yesus’, tentunya kita gak ingin menggosip, marah atau kepahitan kepada Yesus, bukan?
Jika kita marah, sakit hati & kecewa, itu karena kita melihat sesama dalam daging (flesh). Bukan memandangnya sebagai Yesus.

Para gembala dan wakil gembala di doakan secara khusus dan dinubuatkan oleh Ps. John yang terkenal dengan nubuatannya. Begitu membangun, personal serta memberikan arahan pada pelayanan masing -masing.

Dan ketika mendoakan saya, Ps. John menekankan hal-hal umum bagi jemaat,
“Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Kamu sangat baik memotivasi orang lain, tetapi kerap mengkritik diri sendiri. Gunakan Firman Tuhan untuk membangun dirimu sendiri. Tuhan mengasihi kamu, you are His Beloved son or daughter…Tuhan memiliki rencana yang besar bagi masa depanmu.”

Terharu…
Tahu teorinya satu hal, tetapi menghidupinya adalah hal yang berbeda. Kita semua perlu belajar, mengembangkan apa yang Tuhan depositkan dalam hidup kita secara unik, dimanfaatkan untuk kemuliaan-Nya. Be Yourself!

“Banyak orang yang datang minta didoakan oleh saya dan Susan, istri saya”, demikian Ps. John menjelaskan,
Apa saja masalah yang dihadapi, kami membawa kembali kepada Firman, karena Firmanlah solusi bagi permasalahan dunia.”

Bagaimana dengan kita?
Mari kita membangun personal relationship yang intim dengan Tuhan….Dan kembali kepada Firman Tuhan, sebagai jawaban atas segala kebutuhan kita.

Thanks Imam untuk rekamannya sehingga artikel bisa ditulis, meski hanya sebagai ‘teaser’ dari apa yang Ps. John Donnelly sampaikan.
Jangan lupa bagi teman-teman yang akan hadir di acara Hari Minggu, persiapkan diri untuk menerima hal-hal besar yang Tuhan sampaikan melalui Ps. John Donnelly.
See you….

I would like you to be free from concern…. That you may live in a right way in undivided devotion to me. (1 Cor.7:32&35) For my word is living and active (Heb 4:12) and I have the words of eternal life (John 6:68) so do not merely listen to my word, do what it says and you will be blessed. (Jas 1:22&25) Walk with me, talk with me and let me show you the plans and purposes I have for you, and I will make all these be successful. (Psalm 20:4) – Ps. John Donnelly.

Aku ingin kamu bebas dari kekhawatiran…. Agar kamu dapat hidup dengan cara yang benar, dalam pengabdian yang tak terbagi kepada-Ku. (1 Kor.7:32&35) Karena perkataan-Ku hidup dan aktif (Ibr 4:12) dan Aku memiliki perkataan yang hidup yang kekal (Yohanes 6:68) jadi jangan hanya mendengarkan perkataan-Ku, melainkan lakukan apa yang dikatakannya dan kamu akan diberkati. (Yak 1:22&25) Berjalanlah dengan-Ku, berbicaralah denganKu dan izinkan Aku menunjukkan kepadamu rencana dan tujuanKu untukmu, dan Aku akan membuat semuanya berhasil. (Mazmur 20:4) – Ps. John Donnelly.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

The Power of Positive NO – Menegur & Menolak Tetapi Orang Justru Respek. Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

The Power of Positive NO – Menegur & Menolak Tetapi Orang Justru Respek. Mau?

“Yenny, tolong dong post ulang artikelmu tentang Berkata TIDAK! Aku butuh menjelaskannya tapi gak bisa. Biar artikelmu saja yang menjelaskannya,” pinta sahabat saya.

“Siap…”


Entah mengapa ketika sedang belajar pelajaran “Conflict Resolution”, Tuhan mendorong saya membaca ulang buku-buku karya William Ury dari Harvard University.

3 Seri buku: “Getting To Yes” , yang ditulis bersama Roger Fisher dan Bruce Patton, “Getting Past No” dan “The Power of Positive No.”
Saya pernah membaca buku-buku ini puluhan tahun lalu dan bukunya ada di Surabaya.

Nach saya punya ‘library’ di Jakarta…. Segera saya mengontak sahabat saya, P. Abu Lora dan teng…teng…teng… E-booknya pun dikirimkan ke HP saya… Hanya buku yang ke 3, yang tidak berhasil ditemukan. Saya minta dikirim dari Surabaya.

Thanks P. Abu Lora! You are my angel.


Saya dibesarkan di Jawa Tengah dan lama tinggal di Jogja dan Solo.
Jadi bisa dibayangkan, betapa sulitnya bagi saya untuk mengatakan, TIDAK alias NO.
Ewuh pekewuh. Sungkan.

Sampai saya membaca serial 3 buku ini, yang membuat saya Pede menolak, jika diperlukan, dan ternyata ada cara menolak yang anggun.
Ada pula cara untuk mengubah kata TIDAK dari lawan, supaya bisa diubah menjadi YA.
Menarik ya?

Demikian juga ketika kita berani ‘menegur, mengingatkan, memberitahu’ sahabat kita, sesungguhnya kita Sedang Menyelamatkan dia dari Bahaya Yang akan Datang kelak. Karena setiap orang punya Blind -Spot, titik buta yang tidak disadarinya. Kejujuran membuktikan kita Sahabat yang Sejati.

Faithful are the wounds of a friend; but the kisses of an enemy are deceitful.Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah.

Kata falsafah Jawa, ini cara “Ngalahke Tanpo Ngasorake” – “Mengalahkan Tanpa Merendahkan”.

Dan tidak berarti kalau kita menolak, atau berani jujur mengingatkan, lalu timbul permusuhan. Kadang justru menimbulkan respect, rasa hormat, bahkan bisa juga menjadi kesempatan untuk naik kelas. Tidak percaya?

Sila simak kisah berikut ini yang dikutip dari buku The Power of Positive NO:

Emily Wilson, pembantu rumah tangga yang telah bekerja sangat lama untuk keluarga ekonom terkenal John Kenneth Galbraith.
Suatu ketika Presiden Lyndon Johnson menelpon, mencari sang profesor.

“Apakah Bapak Galbraith ada?”
“Beliau sedang tidur siang dan telah memberi perintah untuk tidak diganggu.”
“Yah, saya adalah Presiden. Bangunkan dia!”
Saya minta maaf, Bapak Presiden, tetapi saya bekerja untuk Bapak Galbraith, dan BUKAN untuk Anda.”
Dan, Emily pun menutup telepon.

Ketika Galbraith ditelepon kembali setelah terjaga dari tidur siangnya, Johnson memberitahu dia:
“Siapa perempuan itu? Saya ingin dia bekerja untuk saya.”

Wow….
Emily mungkin bertubuh kecil, tetapi dia memahami batas-batas wilayahnya dengan jelas dan mempertahankannya dengan cara yang anggun mengatakan: NO! terhadap usaha pihak lain yang berusaha membuatnya menyerah dan mengakomodasi.

Keren ya?
Kebanyakan kita rela mengkompromikan apa saja demi dekat dengan orang-orang Top dan berpengaruh.
Ditelpon presiden? Langsung heboh! ???

Nilai-nilai dan batas-batas kebenaran yang dipertahankan, pada saatnya akan membuat seseorang naik.
Emas murni akan selalu berkilau, sementara kuningan hanya mengkilap sesaat, lalu luntur.
Promosi datang dari Tuhan.


Photographer Phillipe Halsman terkenal suka memotret orang yang tengah melompat di udara.
Richard Nixon, Robert Oppenheimer, Grace Kelly, Marilyn Monroe dan Duke serta Duchess of Windsor sebagian nama besar yang dipotretnya dengan pose melompat.

Why?
Menurut Hallsman, saat seseorang sedang melompat, dia akan fokus pada lompatannya sehingga semua topengnya hilang. Kepribadian aslinya terpancar. Wow….

Suatu ketika Hallsman meminta pianist Van Cliburn untuk berpose yang sama, melompat. Dan Van Cliburn menolak.
Ketika Hallsman menanyakan alasannya…
Sang pianist menaruh tangan ke dua tangannya ke punggungnya, mengangkat dagunya, dan berkata, “There is no need for explanation. – Tidak perlu ada penjelasan.”

Hallsman begitu terkesan dengan pernyataan ini, segera diambilnya gambar Van Cliburn dengan pose ini, dan tetap menyertakan foto Van Cliburn di dalam Jumping Book-nya yang terkenal.
Judul untuk foto itu: “Van Cliburn Won’t Jump.”

Meski ditolak, Hallsman menghargai privacy Van Cliburn dan dia terpesona dengan sikap penolakannya yang anggun.


Inilah 2 kisah yang telah mengubah kehidupan saya, hingga tidak ragu-ragu untuk menolak, jika memang diperlukan.

Kebiasaan lama, kalau menolak selalu disertai alasan. Kadang pusing cari alasan biar gak sungkan. Khas Wong Jowo, demi kesopanan.
Sekarang tidak lagi.
Meniru Van Cliburn, “No Explanation.”

“Maaf ya… Saya ga bisa hadir ” Titik!
Tidak perlu dijelaskan, klo memang tidak perlu penjelasan.

Belajar membuat wawasan kita makin luas dan menyadari ternyata begitu banyak pilihan-pilihan yang selama ini tidak kita ketahui, bahwa pilihan itu ada.

Dengan cara demikian, kita bisa ‘bergaul’ dengan berbagai orang-orang hebat, yang akan membawa hidup kita kian berkualitas.
Hidup kita tidak lagi ikut-ikutan apa kata orang tetapi setiap keputusan sudah dipertimbangkan masak-masak, dan dipilih dari berbagai kemungkinan yang ada.
Sudah diperhitungkan untung ruginya
Hidup tidak lagi dikendalikan oleh perasaan tetapi oleh nilai-nilai kebenaran dari Allah.
Hidup yang berhikmat.

Belajar sama-sama yuk….

The other often much prefers a clear answer, even if it is No, than continued indecision and waffling. William Ury.

Pihak lain sering kali lebih menyukai jawaban yang jelas, meski pun jawabannya TIDAK, daripada terus-menerus ragu-ragu dan bertele-tele -William Ury

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

KULDESAK? Ini Solusinya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

KULDESAK? Ini Solusinya!

Seorang sahabat yang tinggal di negeri seberang, curhat tentang keluarganya. Suaminya yang memperlihatkan tanda-tanda tidak sehat, meski belum ada bukti.
Lebih sering berbisnis di luar kota, tetapi tidak jelas apa bisnisnya dan hasil yang diperolehnya.

Jika sahabat saya bertanya lebih detil, sang suami tersinggung. Jadi sahabat ini yang sesungguhnya membiayai kebutuhan rumah tangga mau pun biaya sekolah ke tiga anaknya.
KULDESAK, istilah Perancis, jalan buntu. Itu yang dialami sahabat saya.


Saya bukan konselor, sejujurnya saya juga tidak tahu solusinya.
Saya hanya bisa menceritakan pengalaman hidup saya pribadi, hidup saya berubah karena pengenalan saya pada Tuhan, berubah. Perubahan Pola Pikir sesuai Firman Tuhan.
Tidak berarti hidup saya steril masalah, tetapi cara saya meresponinya yang berubah.

Masalah kerap tidak bisa diselesaikan secara instan. Butuh waktu, proses dan di perjalanannya, muncul kejadian-kejadian yang cukup menimbulkan ketakutan, kemungkinan buruk yang bisa terjadi, dan sebagainya.
Ketika saya masih bayi rohani atau balita rohani, saat menghadapi hal-hal seperti itu, saya justru lebih fokus pada masalahnya.
Semakin dipikir, semakin melebar kemungkinan buruknya. Akibatnya makin stres, ga bisa tidur, melebar lagi jadi makin mudah emosi.
Timbullah gesekan dengan suami, anak, rekan sekerja dst dst… Bukannya selesai, masalah kian menggunung.

Ketika sekolah di Charis, pengenalan akan Tuhan kian mendalam. Saya tahu dan percaya sepenuh hati, Tuhan benar-benar peduli dan Dia tidak akan pernah meninggalkan saya… Bahkan Dia yang akan ‘berperang’ bagi saya.

Pemahaman dan pengenalan yang mendalam akan Tuhan dan kasih-Nya, menimbulkan iman dan ketentraman, meski saya tidak tau solusinya, jalan yang akan ditempuh ke kiri atau ke kanan, satu hal yang saya tahu: endingnya akan baik-baik saja. Saya pasti menang karena Tuhan menopang saya dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.
Kalau Tuhan di pihakku, siapa yang dapat melawan aku?

Hasilnya, hati terasa damai, tenteram dan bergantung pada janji-janji-Nya, bukan fokus pada apa yang terjadi day by day…

“God can change the situation in a split second – Tuhan bisa mengubah situasi dalam sekejap,” ujar Joel Osteen.

Ya sudah dijalani dengan penuh kepasarahan kepada Tuhan. Seperti judul pelajaran Joel Osteen: Be comfortable for not knowing. Nyamanlah meski kita tidak paham.
Kadang-kadang memang kita tidak perlu tahu banyak, kalau tahu justru stres, kuatir, galau dan makin kacau.
Tuhan mengerti, otak kita yang sebesar kacang gak bisa handle… Ya sudah, pasrah dan percaya saja. Let Go Let God…
Inilah perbedaan yang saya alami saat makin memahami firman-Nya.

Bukan berarti diam pasif dan relax.
Kerjakan yang terbaik apa yang kita tahu. Do our best.
Bangun hubungan pribadi yang intim dengan-Nya melalui doa dan firman.
Deklarasikan Janji-Janji-Nya.
Imajinasikan jawaban doa.


Kembali ke kisah sahabat saya, kami pun berdoa bersama menyerahkan kekuatiran kami kepada Tuhan, sesuai dengan perintah-Nya.
Tidak lupa saya mendorong sahabat ini untuk sungguh-sungguh mencari Tuhan dan melekat kepada-Nya.

Hubungan dengan Tuhan itu begitu pribadi. Hanya kita sendiri yang merasakan dan paham, sejauh mana kita mengenal-Nya.

Lama tanpa kabar…..
Chat dari sahabat ini masuk.
Dengan penuh sukacita bercerita, dia sekarang mengenal Tuhan dengan lebih dekat.

Seorang teman baru mengajaknya masuk dalam kelompok yang membimbingnya untuk membangun relationship dengan Tuhan.
Di kelompok-kelompok sebelumnya, hanya sang pemimpin yang berbicara dan mengajar. Sahabat ini sudah jenuh mendengar bertumpuk-tumpuk pelajaran-pelajaran hebat. Bosan. Justru tidak tertarik menggali firman.

Kelompok ini berbeda.
Masing-masing membaca firman yang sudah dipilih dan mereka boleh mengutarakan pendapat serta menceritakan pengalaman dalam mempraktekkannya. Boleh juga bertanya. Mereka berdiskusi dengan terbuka, dan ini menarik sekali.
Di hari-hari selanjutnya, mereka mendapatkan jadwal firman yang harus dipelajari. Merekapun tumbuh bersama.

Sahabat saya menjadi antusias.
“Uniknya, karena sekarang memahami firman Tuhan, maka saat masalah datang, saya tidak lagi dipenuhi kekuatiran seperti dulu. Tuhan berbicara melalui firman-Nya, menuntun apa yang harus saya lakukan atau katakan dalam situasi tertentu,” sahabat ini menjelaskan,
“Dan yang lebih tidak terduga lagi, secara natural sikap saya terhadap suami, berubah. Suami pun sekarang berubah. Aksinya berubah, reaksi pun berubah pula. Hukum fisika mana bisa salah?
Dia tidak lagi ke luar kota sesering dulu. Belum menjadi suami seperti yang diidamkan sich… Tetapi setidaknya perbaikan-perbaikannya makin nyata. Sungguh benar, hanya firman Tuhan yang bisa mengubah situasi yang seolah sudah buntu.”

Firman Tuhan itu Allah sendiri. Firman itu roh, hidup dan berkuasa.

Kejadian ini makin meneguhkan pemahaman saya, dalam hidup, saya memang tidak perlu mengetahui segalanya. Cukup taat sesuai arahan-Nya, agar menyerahkan kekuatiran saya kepada-Nya, karena Dia yang memelihara saya.

Beberapa teman yang mengalami masalah dalam rumahtangganya. Selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tetap mandeg, masalah hanya berputar-putar di sana. Curhat yang kurang lebih sama.
Setiap masalah itu unik dan personal… Demikian pula penyelesaiannya.

Yang saya tahu, ketika kita sungguh-sungguh mencari Tuhan dan mengikuti arahan-Nya, disitulah solusi yang mendasar terjadi. Caranya berbeda, satu-satunya, dan kerap melebihi apa yang bisa kita pikirkan atau bayangkan.

Trust in the Lord with all your heart, And lean not on your own understanding; In all your ways acknowledge Him, And He shall direct your paths.

Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.

Siapa yang menyangka, solusi untuk sahabat ini, dari antah berantah tiba-tiba seseorang yang tidak dikenal, mengajak sahabat saya dalam kelompoknya, yang pada akhirnya membuka jalan bagi solusi permasalahannya?
Terpikir saja tidak!
Tetapi Tuhan tahu jalan dan cara terbaik untuk menolong sahabat saya.
Tidak ada persoalan yang terlalu sulit bagi-Nya.
Tuhan adalah Allah yang menjawab doa!

It’s all about God, not us….

Keren bukan?
Yuk makin mendalami dan menghidupi firman-Nya!

There is Power In God’s Word to change your life.

Ada Kuasa Dalam Firman Tuhan untuk mengubah hidup Anda.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Discerning Spirit – Roh Membedakan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Discerning Spirit – Roh Membedakan.

Bu Silvy dengan lugas berujar,
“Kita sudah punya karunia membedakan roh… mudah-mudahan ini meluputkan kita dari niat-niat yang ga bener.”

Ungkapan Bu Silvy menyentuh hati saya.
Yess betul sekali, Roh Kudus yang ada di dalam kita senantiasa membimbing melalui inward witness , kesaksian roh, apakah ada damai yang memimpin atau tidak. Karena kami sama-sama konsisten memenuhi hidup dengan Firman Tuhan yang menjadi pedoman kebenarannya.

Itulah dahsyatnya ketika kita dikelilingi oleh teman-teman yang bersama-sama bertumbuh sebagai tubuh Kristus. Satu dengan yang lain bisa saling mengingatkan, membangun dan tumbuh bersama di dalam Tuhan.

Clarity – kejelasan nampak nyata dalam kehidupan kita, setelah berkomitmen mengutamakan Tuhan sungguh-sungguh. Berdoa bersama Berbahasa Lidah setiap pagi, dilanjutkan dengan perjamuan kudus, menggiring kami pada hubungan yang intim dengan Tuhan. Senantiasa diingatkan, apa pun yang dibutuhkan sudah dibayar lunas Yesus di Kayu Salib.
Kita sekarang tinggal menerimanya, karena semua sudah selesai. Posisi kita sekarang sebagai orang yang sudah lahir baru, duduk bersama Yesus, di sebelah kanan Allah Bapa dalam posisi Menang.

Wow……

”Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10:16)

Inilah tantangannya!
Tidak sedikit yang kelihatannya domba, ternyata serigala berbulu domba. Yang berniat mencelakakan kita.
Perintah-Nya, agar kita cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati.

Tidak bisa hanya tulus saja, habislah kita ‘dimakan’, ‘dianiaya’ oleh si serigala.
Mesti cerdik seperti ular, tetapi di sisi lain tetap tulus seperti merpati.
Caranya?
Melatih diri menggunakan karunia membedakan roh. Tuhan sudah memperlengkapi agar kita skillful – terampil menggunakan senjata-senjata-Nya.

Ternyata semakin kita melekat pada Sang Pokok Anggur, ranting-ranting yang tidak berguna, benalu yang mengganggu pertumbuhan kita, dibersihkan-Nya.
Semakin bersih kita dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Allah, semakin peka kita mendengarkan suara dan arahan-Nya.

Dulunya saya kerap menelan informasi yang diberikan teman yang ‘kelihatan’ baik, bulat-bulat. Tanpa curiga.
Tidak heran kerap ‘dimanfaatkan’ serigala berbulu domba.

Sebetulnya sekarang gak ada kecurigaan juga… biasa saja.
Tetapi koq entah darimana, seolah dibukakan, mata saya dicelikkan, ini lho sesungguhnya motivasi orang itu… tujuannya bla..bla..bla..
Gubraaaakkkkk…….

Awalnya saya merasa tidak nyaman. Koq saya jadi curigaan?
Setelah mendengar ungkapan Bu Silvy, baru sadar, ternyata semakin dekat kita dengan Tuhan, semakin penuh firman-Nya di dalam, kita diberi karunia membedakan roh.
Jadi jelas mana yang hitam dan mana yang putih.
Melindungi kita daripada malapetaka.
Puji Tuhan…. terimakasih!

Roma 12:2 (TB) Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Janganlah menjadi serupa dengan dunia ini (zaman ini), [dibentuk dan disesuaikan dengan kebiasaan luarnya yang dangkal], tetapi berubahlah (diubah) oleh [seluruh] pembaharuan pikiran Anda [oleh cita-citanya yang baru dan sikapnya yang baru] ,Sehingga kamu dapat membuktikan [kepada dirimu sendiri] apa kehendak Tuhan yang baik, yang dapat diterima dan yang sempurna, bahkan hal yang baik, yang dapat diterima serta sempurna [dalam pandangan-Nya untukmu].
Roma 12:2 AMPC

Ayat ini dengan jelas mengaruniakan kepada kita kemampuan untuk membedakan: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna. (TB)

Sehingga kamu dapat membuktikan [kepada dirimu sendiri] apa kehendak Tuhan yang baik, yang dapat diterima dan yang sempurna, bahkan hal yang baik, yang dapat diterima serta sempurna [dalam pandangan-Nya untukmu], diperjelas lagi dalam versi terjemahan Amplified Classic Bible.

Hidup orang-orang benar itu terang, jelas dan terarah.


Seorang teman komplain, mengapa terobosan ekonominya tidak juga terjadi? Padahal sudah berdoa dan baca firman juga.

Prinsipnya, Firman Tuhan itu Ya & Amin. Selalu Bisa Diandalkan. Jika kita tidak mendapatkan jawaban doa, kesalahan BUKAN di pihak Tuhan, tetapi di pihak kita. Check & re-check.

Ternyata teman ini kerap mendengar kesaksian para pendeta yang tiba-tiba bertemu orang yang memberinya uang. Jadilah teman saya berpikir, dengan cara itulah Tuhan akan menolongnya. Berdoa, deklarasi firman & menunggu.
DDDIIEEENNKKKK…..

Sahabat saya, Siuling berbeda. Dia berbisnis baju.
Siuling dengan lugas sharing, dia kan bukan pendeta jadi gak mungkinlah ada orang yang mau kasi duit tiba-tiba. Jadi Tuhan membukakan berkat melalui bisnisnya.

Nach mengapa pendeta bisa?
Kan memang pekerjaannya menyampaikan Firman Tuhan. Dia diberkati melalui apa yang dia kerjakan.
Demikian juga Siuling diberkati melalui apa yang dikerjakannya.

Iman itu Bertindak & Bekerja, mengerjakan apa yang Tuhan perintahkan.
Apa perintah Tuhan?
Berdoalah dan baca firman sungguh-sungguh. Bertanyalah kepada Tuhan, apa yang harus dilakukan agar terobosan ekonomi terjadi. Firman yang dihidupkan itulah perkataan Tuhan spesial untuk kita. Jalan untuk meraih terobosan ekonomi dan kelimpahan. Sedangkan Suara & Kehendak Tuhan yang umum, tertulis di Alkitab. Iman timbul karena kita mendengar dari Tuhan.

Setelah itu bangun hubungan terus menerus dengan Roh Kudus, Roh Penolong yang membimbing, mengarahkan kita langkah demi langkah, agar dapat meraih hidup berkelimpahan.
Bukan hanya mendengar sekali, lalu jalan sendiri.
Kita sudah diberi kepekaan untuk memahami kehendak Allah dan jalan-jalan-Nya.

Teman ini ketika diberi pekerjaan, tidak dikerjakannya dengan setia. Belum menunjukkan hasilnya, yang dipikiri hanya uang.
Pikirannya terikat menanti, selalu akan ada orang yang akan datang menolongnya, beri uang, barang dsb.

Tetap hidup sich dari krisis yang satu kepada krisis yang lainnya. Selalu ada yang datang menolongnya, sekedar untuk hidup. Tetapi jauh dari kehidupan yang diberkati, di mana dia memiliki cukup untuk dirinya & punya extra untuk berbagi dengan sesama.

Hidup itu pilihan!
Tidak bisa hanya sekedar berdoa, baca firman & deklarasi, tetapi ada karakter lain yang melengkapi agar kelimpahan tercipta. Salah satunya, setia dalam perkara kecil, rajin, bekerja keras, jujur, tulus, dapat diandalkan dsb. Kebenaran Firman Tuhan tidak bisa diambil hanya yang menyenangkan saja, tapi keseluruhannya mesti dihidupi.
Iman itu selain berdoa, baca firman & deklarasi, juga Bekerja & Bertindak sesuai perkataan Tuhan.

Makes sense?
Yuk …Praktik….

We receive the measure we respond. If we want to receive more, we have to respond more – Nancy Dufresne.

Kita menerima sesuai ukuran yang kita responi. Jika ingin menerima lebih banyak, kita harus lebih banyak meresponi juga – Nancy Dufresne

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Small Things Matters

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Small Things Matters!

Saya mengenal sahabat baru ini di sebuah persekutuan doa. Ternyata istrinya membuat sus durian yang lezat. Dalam beberapa kesempatan, saya sengaja memesan sus durian buatannya karena saya suka menikmati sesuatu yang lezat bersama teman-teman. Serasa lebih lezat ketika dinikmati bersama teman-teman yang saya kasihi. Alasan lain, daripada saya memesan kue buatan orang yang tidak kenal, lebih baik memberkati teman sendiri.

Sesuatu yang menarik, saya biasa order, langsung tanya harus transfer berapa plus ongkir. Sahabat saya check biaya gojek. Ternyata ongkir 18 ribu karena jarak cukup dekat dari rumahnya. Saya segera mentransfer uangnya.

Pada hari H, ada WA. Ternyata karena membayar dengan Go-Pay ada discount sehingga ongkir hanya 13 ribu. Dia mengirim screenshot buktinya. Ah… cuma beda 5 ribu. Saya bilang gak usah dipikirin.

Lama berselang setelah kejadian itu, saya memesan sus durian lagi. Sahabat saya tidak lupa dengan kelebihan uang 5 ribu itu, meski saya lupa, dipotongkannya dalam jumlah uang yang harus saya transfer.

Saya sungguh bangga memiliki sahabat yang berintegritas yang tinggi. Berkali-kali saya mengalami, teman yang katanya cinta Tuhan, tetapi ketika dipercaya untuk arrange sesuatu, mengambil keuntungan pribadi.
Saya belajar membedakan jika sedang berbisnis, tentu saja saya mengambil untung, tetapi kalau saya dimintai tolong, apalagi dengan teman, saya anti mengambil komisi. Lebih baik terbuka, ini ada charge tambahan atau tidak. Pantang saat dipercaya orang lain lalu mengambil komisi secara diam-diam. Jangan sampai jumlah uang yang tidak seberapa lalu merusak nama baik dan mengecewakan.
Tindakan kita berbicara lebih keras daripada seribu kotbah, demikian kata orang bijak.


Semakin ke belakang, semakin dekat hubungan dengan Tuhan, semakin jelas saya melihat hal-hal kecil yang tersembunyi. Alarm-Nya nyaring terdengar!
Ada teman-teman yang bahasanya manis legit, seolah betapa penting saya bagi dirinya, tetapi ketika makin ke belakang, saya tahu kata-katanya hanya basa-basi. Tentu ada ‘maksud’ dibalik ungkapannya.
Saya hanyalah salah satu yang ‘diopeni, ‘di-maintain’ untuk kepentingan pribadinya.

Sakit hati? NO!
Saya mengambil keputusan jauh-jauh hari sebelumnya, Tidak Akan Sakit Hati, Pahit Hati, Tersinggung, Offended atau apa pun istilahnya. Melainkan menjaga hati tulus, bersih dan jujur di hadapan Tuhan & manusia, karena dari hatilah terpancar kehidupan. Dan orang yang murni hatinya yang dapat melihat Allah. Sepadan hasilnya!

Penting untuk mengambil keputusan sebelum terjadi, begitu ada serangan, prinsip sudah tegak berdiri. Ini pembelajaran yang saya peroleh.

Prinsip yang diajarkan untuk dihidupi:
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong.
Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain.
Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran.
Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Mudah? Tidak tapi terus belajar!
Cerdik seperti ular tetapi tulus seperti merpati.
Jangan mau dibodohi, dimanfaatkan dan ditipu, tetapi tetap mengasihi dengan tulus, baik, murah hati, tidak merugikan or mengambil keuntungan dari orang lain. Jika memberi nasehat, tempatkan diri di sepatu orang itu.

Itu targetnya. Menyeimbangkannya butuh hikmat Tuhan.
Jika mengaku beriman, percaya Tuhan, seyogyanya orang lain melihat karakter Allah yang terpancar melalui kita, bukan?


Ada teman-teman yang ketika mengungkapkan fakta: ABC, hanya menekankan pada C saja.
Ketika kita menekankan C secara berlebihan, diberi Bold, stabilo, maka tanpa sadar menggiring orang lain melihat secara tidak seimbang. Akhirnya, pendengar bisa mengambil kesimpulan pribadi yang salah. Tersesat akibat penyajian fakta yang tidak balance.

“Lho aku gak pernah ngomong seperti itu …. Orang itu yang mengambil kesimpulan sendiri.”

Pastikan kita menjadi pembawa berita kebenaran yang seimbang. Jangan membiarkan orang lain terperosok ke dalam selokan karena info kita yang ‘kurang’ akurat.

Contoh lainnya, “Mana ada B. Yenny tanah di Jakarta yang harganya 1 jutaan?”
Betul kalimat itu, exactly, tapi menyesatkan!
Masalahnya, tanah yang ditawarkan itu BUKAN di Jakarta tapi di Tangerang Pelosok. Bagi orang dari daerah, biasa menganggap Jabodetabek = Jakarta.
Tapi setelah tinggal di sini sadar, Tangerang itu BUKAN Jakarta.

Alangkah baiknya, jika kita bertanya kepada diri sendiri:
– Apa motivasi saya mengungkapkan fakta secara tidak seimbang? Berbasa-basi dengan manis legit? Memberi info yang hanya setengah benar?
– Bisakah orang lain tersesat karenanya?
– Siapa yang diuntungkan jika ‘ketersesatan’ itu terjadi?
– Kita betul-betul mau melayani orang lain, atau demi kepentingan kita sendiri, karena butuh penonton yang bertepuk tangan? Butuh massa, yang mendukung kredibilitas agar bisa meraih peluang lain yang menguntungkan secara pribadi?

Motivasi itu beda tipis pada awalnya, tetapi endingnya akan beda jauh.
Banyak orang yang sudah bosan dengan institusi yang menamakan diri pelayanan, memakai nama Tuhan, tetapi ujung-ujungnya untuk kepentingan pribadi.

Peluang bagi kita, yang sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, menunjukkan bahwa kita tulus, tanpa ada motif tersembunyi, sepenuh hati mengasihi….

Mau? YUK…. Jadilah yang langka!

The proof of spiritual maturity is not how pure you are but awareness of your impurity. That very awareness opens the door to grace. – Phillips Brooks.

Bukti kedewasaan spiritual bukanlah seberapa murninya Anda, melainkan Kesadaran akan Ketidakmurnian Anda. Kesadaran itu sendiri membuka pintu Anugerah. – Phillips Brooks.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 119 120 121 122 123 404