Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Relationship, Self Motivation

Endorsement Dalam Kehidupan Sehari-Hari.

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Endorsement Dalam Kehidupan Sehari-Hari.

Apa artinya?
Endorsement dalam dunia perbukuan berarti komentar atau testimoni peneguh akan kualitas isi buku dan kepada si penulisnya sekaligus.
Endorsement bisa berasal dari pendapat pakar, komentar penulis buku, pendapat tokoh-tokoh yang relevan, atau komentar dari public figure.
Fungsi utama endorsement adalah untuk mengangkat branding penulis dan karyanya. Endorsement pada umumnya mengandung unsur promosi. (www.kompasiana.com).

Tidak hanya di bidang kepenulisan, tetapi di dunia kita sehari-hari pun kita membutuhkan endorsement dari teman-teman kita.

Saat hendak membeli sesuatu yang kita tidak tahu, misalnya, kita butuh referensi dari teman kita, mana tempat yang paling oke, merk apa yang bagus dan lebih menyenangkan lagi jika bisa diperkenalkan dengan pemiliknya. Gak usah repot, langsung diberi harga bagus karena si pemilik kenal baik dengan teman kita. Dan dijamin gak mungkin diberi barang yang palsu, meski kita baru mengenal si pemilik, karena dia sungkan dengan teman kita.
Ini praktik umum dalam dunia kita sehari-hari.

Kerap kita lupa bahwa it’s a small world.
Waktu bertemu dengan teman baru, bahkan di luar negeri, ternyata teman baru ini mengenal teman atau kerabat kita di Indonesia…
Artinya, Nama baik kita sangatlah Penting.

Tidak heran Raja Salomo mengatakan,
Nama baik lebih berharga dari pada kekayaan besar, dikasihi orang lebih baik dari pada perak dan emas.

Sekian puluh tahun lalu saat masih merintis bisnis, kami ingin buka cabang di sebuah kota di Jateng. Sewa gudang dulu, tentunya.
Ketika sang pemilik gudang tahu bahwa saya anak dari papa saya, dan beliau mengenal papa saya yang pernah jadi kepala sekolah sebelum buka toko, langsung saya dapat priviledge.

“Sudah kita orang sendiri… masuk dulu saja gapapa. Ke notarisnya belakangan saja,” ujarnya sambil menyerahkan kunci gudangnya.
Kami menempati gudangnya sekitar 2 minggu baru ke notaris. Gak usah DP, bayarnya belakangan karena papa saya.

Sebaliknya ada teman baru yang saya kenal di Jakarta.
“Oooo kenal Ani gak? Itu lho pemilik perusahaan bla bla bla….” , demikian teman baru ini bercerita dengan bangga.

Nach waktu saya berjumpa dengan Ani, gantian saya bertanya,
“An, kenal si….. ( nama teman baru ini)?”
“Walah yen….. koq bisa kenal sama dia tho? Hati-hati lho….. (meluncurlah kisah yang kurang elok)”

Nach lho!
Saat mengenal orang baik, kita bisa diangkat, mendapat priviledge, kemudahan karena mengenalnya.
Sebaliknya, ketika mengenal orang yang kurang baik, justru bikin jalan kita jadi gak mudah.
Kerap tanpa sadar kita disamakan dengan teman kita itu.

Karena itu, jadilah orang yang bisa dipercaya, diandalkan, bertanggung jawab. Jadilah orang bisa membawa teman-teman mau pun keluarga kita naik dan bukan turun.
Singkatnya:
Jadilah orang baik, itu kekayaan yang tak ternilai harganya.

*****
Klo sudah terlanjur namanya jelek bagaimana?
Ya perbaiki. Jadilah pribadi yang berbeda, sesuai yang diajarkan Tuhan, sehingga Nama Tuhan Dipermuliakan… kita mengaku orang yang percaya Tuhan, bukan? Berikan buktinya, bukan sekedar status belaka.

Trust must be earned not given. Kepercayaan itu diraih dan dibuktikan dulu. Gak otomatis.

Tanyakan pada diri sendiri:
Nach ketika mengenal kita, orang lain jadi lebih respek kepada Tuhan karena kita, atau justru kebalikannya, jadi gak ingin kenal Tuhan?

“Ci, dari dulu kami diajari supaya kasi space untuk orang lain bersalah…”, ujar B. Nini.
Gubrraaakkkk….
“Praktiknya bagaimana?”, Batin saya.

Sejak kecil saya diajari, gak usah dekat-dekat dengan orang yang bermasalah, gak tahu terima kasih, suka memanfaatkan, curang dsb.
Ringkasnyanya: jauhi orang yang bo ceng li (bocengli itu artinya tidak wajar/tidak pantas/tidak patut. Bisa juga dibilang kurang ajar atau lancang. – https://id.quora.com.)
Why?
Mengurangi ribuan pertempuran yang tidak perlu. Jangan cari perkara dan bikin repot diri sendiri.

Sampai saya sekolah, belajar untuk bergaul dengan siapa saja dan menerima siapa saja, karena Tuhan mengasihi semua orang.
Ternyata seburuk apa pun seseorang, jika dia masih bersedia mendengarkan kebenaran firman Tuhan, orang itu bisa berubah.

Seperti lagu Amazing Grace yang ditulis oleh John Newton, mantan budak yang hidupnya rusak tetapi bertobat menjadi pelayan Tuhan :
Amazing grace how sweet the sound
That saved a wretch like me
I once was lost, but now I’m found
Was blind but now I see….

Anugerah yang luar biasa betapa merdunya suaranya
Itu menyelamatkan orang malang sepertiku
Dulu aku tersesat, tapi sekarang aku ditemukan
Tadinya buta tapi sekarang aku bisa melihat

Dan salah satu bukti kasih, kita bersedia menerima dan mengasihi ketika orang itu sedang dalam proses berubah.
Demikian juga dengan setiap kita, yang sedang dalam proses berubah menjadi serupa dengan-Nya… hanya saja ‘dosa’ kita berbeda, bukan dosa yang dianggap fatal oleh masyarakat umum.

Ada orang-orang yang menurut kita tidak tahu berterima kasih, ternyata karena memang tidak pernah diajari, jadi gak tau. Ada berbagai latar belakang yang membuat mereka demikian.
Sejujurnya, saya masih belajar bagaimana bisa bijak menyikapinya? Masih dalam proses pula.

*****
Pagi ini B. Silvy bercerita sedang liburan bersama karyawannya sebanyak 3 bus, dan 3 kloter… begitu banyak karyawannya.

Nach saat di bus mereka nyanyi-nyanyi, lalu ada yang mengedarkan topinya untuk minta ‘saweran’, uang serelanya untuk yang menyanyi. Tetapi sepi gak ada yang memberi.
Lalu B. Silvy berinisiatif menggantikannya, topi itu diedarkan oleh B. Silvy…. Langsung saja hampir semua orang merogoh koceknya memberi saweran….
Ada yang 100 ribu, 50 ribu sd 2 ribu.
Kesimpulannya, sesungguhnya segala sesuatu tergantung orang yang mengedarkannya.

Siapa diri kita, berbicara lebih keras & berdampak daripada apa yang kita katakan & lakukan.

Dengan cara yang serupa, saat mengajar, sebelum orang menerima atau menolak pengajaran kita, tergantung siapa yang mengajar bukan?
Jika kita respek, hormat dan percaya pada sang guru, dengan hati terbuka, segera kita menerimanya.
Sebaliknya, jika yang mengajar orang yang integritasnya dipertanyakan, kita pun enggan mendengarkan apa yang diajarkannya.

Monica menambahi,
“Saat kita mendengar kesaksian atau pengajaran seseorang, selain menerima kesaksian atau pengajarannya, sesungguhnya kita juga menerima transfer spiritnya: semangat, gairah, integritas, karakternya juga….. sedikit banyak akan beralih kepada kita….”

Menarik sekali kesaksian B. Silvy, beliau seorang dokter juga, bagaimana rumah sakitnya, Rumah Sakit Ibu dan Anak Limijati: bisa berkembang sedemikian besarnya karena ada Tuhan yang dipermuliakan di sana. Suster-suster yang pernah pindah ke tempat lain lalu kembali lagi, merasakan betapa berbedanya… Itu karena Tuhan.

Yang lebih unik lagi Rumah Sakit itu dipimpin oleh Prof. dr. Suganda T. Sp. A. Beliau seorang muslim yang taat, lembut, sabar, kebapakan dan sehati. Tentu bekerjasama dengan dr. Edwin Kurniawan, Sp.OG, putra B. Silvy tercinta, yang sangat ahli membantu pasangan yang ingin memiliki momongan.
Bersama-sama melayani & menampilkan Allah melalui kehidupan, sesama mau pun rumah sakit mereka, dengan kasih.
Hhmm… kita meneladani mereka yuk….

Who you are speaks so loudly I can’t hear what you’re saying. – Ralph Waldo Emerson.

Siapa diri Anda, berbicara begitu keras sehingga saya tidak dapat mendengar apa yang Anda katakan. -Ralph Waldo Emerson.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Sikap Kita Mungkin Menjadi Masalahnya…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sikap Kita Mungkin Menjadi Masalahnya…

Saya telah bertekad untuk berhenti mengeluh. Saya menolak menyerah pada sikap buruk. Saya memilih bersyukur dan berharap pada kebaikan Tuhan. Ketika Bangsa Israel dibebaskan dari Mesir, mereka dengan cepat menjadi bosan dengan campur tangan Tuhan yang menyelamatkan mereka dan memilih mengeluh.

Mazmur 106:21, 24-25 (TB) “Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan hal-hal yang besar di Mesir: Mereka menolak negeri yang indah itu, tidak percaya kepada firman-Nya. Mereka menggerutu di kemahnya dan tidak mendengarkan suara TUHAN.

Inilah pola yang terlalu sering kita lihat dalam tubuh Kristus. Keadaan yang menantang menjadi “tuan”, dan hati dipenuhi dengan kepahitan dan kebencian. Ada yang melupakan Tuhan. “Tanah yang menyenangkan” berisi keselamatan, pengampunan dan ciptaan baru diremehkan. Beberapa orang memilih tidak mempercayai Firman-Nya. Kebanyakan mengeluh dan hanya sedikit yang mendengar suara-Nya.

Ada sikap yang lazim dalam contoh-contoh ini.
Ini adalah sikap “mengapa Tuhan tidak melakukan sesuatu?”, atau, “seandainya saja kita tahu betapa buruknya hal itu”. Dalam kedua kasus tersebut, “orang beriman” telah membiarkan hatinya tersinggung dan secara sadar mau pun tidak sadar, menjauh dari Tuhan. Sikap tidak bersyukur yang dibarengi dengan keluhan menjadi formula semakin sakit hati dan merasa kehilangan.

Ketika saya mengenali beberapa masalah ini dalam hidup saya, menyadarkan diri sendiri bahwa sayalah satu-satunya yang dapat mengubah keadaan. Saya yang harus bertanggungjawab. Saya tidak bisa bergantung kepada orang lain atau keadaan. Sayalah yang harus memilih takhta kasih karunia (Ibr. 4:16). Saya harus memilih mempercayai Firman-Nya dan percaya pada kasih-Nya. Saya harus “melihat” diri saya bebas dari emosi negatif serta dipenuhi oleh Roh Kudus.

Saya mulai memilih kegembiraan, damai sejahtera, kesabaran, kasih, dan iman. Saya memutuskan bahwa saya akan memiliki sikap yang baik, apa pun yang terjadi.

Kegembiraan merupakan sebuah pilihan.
Perdamaian sebuah pilihan juga.
Percaya pada kebaikan Tuhan adalah sebuah pilihan!
Saya bisa menjalani hidup dalam kepahitan dan menjadi korban situasi, atau memilih bersyukur, memuji Tuhan, dan berjalan dalam kasih karunia-Nya.
Pilihan ada di tangan kita sendiri!

Butuh beberapa waktu untuk bertumbuh, tapi hidup saya jauh berbeda sekarang. Saya tidak lagi mengalami hari-hari buruk.
Bagaimana bisa?
Tuhan tinggal di dalamku!
Semua janji-Nya adalah “ya dan amin”!
Anda juga bisa menentukan pilihannya.
Satu-satunya hal yang mungkin menghentikan Anda adalah sikap Anda.

Sumber: Barry Bennett.

*******
“For years I was saved and thought I knew God, but I was wearing a mask that hid the mess I was inside….” Dustin said.

Selama bertahun-tahun saya diselamatkan dan mengira saya mengenal Tuhan, namun saya mengenakan topeng yang menyembunyikan kekacauan yang ada di dalam diri saya….” Kata Dustin di FB Charis Bible College.
“Ketika saya dibaptis dengan Roh Kudus, saya terpesona. Sekarang saya memiliki jalur komunikasi langsung dengan Tuhan! Saya merasakan dorongan yang kuat dalam hati saya untuk mulai membaca Alkitab. Saya menikmatinya….

Melalui hubungan dengan Roh Kudus dan berbahasa roh, Firman muncul begitu saja menjadi ‘hidup’ dan saya mulai melihat Kasih Tuhan pada saya, tepat di depan mata saya, dengan cara yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Saya menjadi pria yang berbeda hari ini. Kuasa Roh Kudus nyata – saya telah diubah dari dalam ke luar, dan sekarang saya menjalani hidup saya seperti itu!”

Terbukti dengan memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan dan Roh Kudus, hidup kita berubah, keinginan, kesukaan kita pun berubah. Dulunya baca Firman karena kewajiban atau karena ‘takut tidak diberkati’, sekarang rindu untuk mengenal-Nya, rindu untuk mentaati-Nya dan rindu menjadi makin serupa dengan-Nya.
Inilah bukti seseorang benar-benar berjumpa dengan Tuhan secara pribadi, mengalami encounter…

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita juga memiliki kerinduan yang serupa?

An encounter with God marks you. And makes you hungry for more of Him – Jenn Johnson.

Perjumpaan Anda dengan Tuhan menunjukkan perubahan yang kasat mata. Dan membuat Anda semakin haus akan Dia – Jenn Johnson.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Bila Tidak Ada Visi……

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bila Tidak Ada Visi……

“Suamiku bilang, kita ini menghabiskan waktu menunggu kematian…. ,” ujar Ani.
Oh….
Padahal Ani dan Budi, suaminya, pasangan yang sukses menurut ukuran dunia. Mereka memutuskan untuk pensiun dan hidup dari menyewakan aset-asetnya yang tersebar di berbagai kota di Pulau Jawa. Rukonya di Jakarta saja ratusan jumlahnya. Lebih dari cukup untuk hidup mewah. Tidak heran pasangan ini kerap mentraktir teman-temannya liburan atau sekedar makan.

“Bosan… sepi klo ga ada teman,” ujar Ani, “Anak-anak sudah punya keluarga dan kesibukan masing-masing. Bersama mereka juga gak mudah… makanannya saja gak cocok. Cucuku suka keju dan makanan bule. Suamiku gak doyan.”

Where there is no vision, the people perish: but he that keepeth the law, happy is he. – Bila tidak ada visi, binasalah rakyat, tetapi siapa menaati hukum (Tuhan), berbahagialah dia, demikian ungkapan terkenal Raja Salomo.

Ketika hidup ini tidak memiliki tujuan, hidup jadi membosankan. Meski punya tujuan, jika fokusnya hanya memikirkan diri sendiri, tidak bahagia juga.

Raja Salomo berujar memikirkan diri sendiri, keluarga dan kelompoknya saja, bagaikan si lintah.
Si lintah mempunyai dua anak perempuan: “Untukku!” dan “Untukku!” Ada tiga hal yang tak akan kenyang, ada empat hal yang tak pernah berkata: “Cukup!”
Semakin memikirkan diri sendiri, bak minum air laut, makin haus dan makin haus lagi.

Kebahagiaan diperoleh ketika kita memberi diri kepada orang lain. Terlebih berkat memberi daripada menerima.
Itulah sebabnya Tuhan mengajar kita, Diberkati Untuk Memberkati Orang Lain. Itulah Kunci Kepuasan Hidup.

Itulah sebabnya Bob Bufford menegaskan, tidak ada pensiun dalam kehidupan orang yang percaya kepada Tuhan. Saat anak-anak sudah mandiri, itulah saatnya kita memasuki sesi ke dua kehidupan, di mana fokus kita adalah menjalani hidup untuk membangun warisan abadi bagi generasi mendatang. Membangun hidup yang berdampak dan meninggalkan jejak yang mempermuliakan Nama Tuhan, menjadi teladan serta tetap dikenang saat kita sudah tidak ada di dunia ini lagi.

Visi membangun sesuatu yang kekal inilah yang membuat hidup kita senantiasa bersemangat, bergairah dan bersukacita melihat buah-buah pelayanan kita yang mengubah hidup banyak orang menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan.
Tidak peduli apa agamanya, karena di surga kelak tidak akan ada label atau kotak-kotak lagi, yang terpenting: apakah kita memiliki hubungan pribadi dengan Allah dan mengenal-Nya dengan intim?

Saat tidak memiliki Visi Allah, mudah sekali terjadi perpecahan.
Lupa bahwa setiap kita diciptakan Tuhan unik, limited edition, satu-satunya, spesial, dan membawa misi Tuhan yang tak tergantikan.
Satu-satunya cara meraih hidup yang penuh, utuh, bermakna adalah dengan memenuhi tujuan tersebut.

Saat bersama teman-teman yang memiliki visi yang sama, kita dapat saling bahu membahu merealisasikan visi tsb.
Kita semua satu tubuh, anggota tubuh yang berbeda: ada mata, telinga, tangan, kaki dll, fungsinya juga berbeda tetapi saling membutuhkan, agar tubuh itu dapat berfungsi maksimal.

Mengapa kerap terjadi perpecahan?
Karena tidak ada Visi.

Saat tidak ada Visi, kecenderungan manusia, suka membandingkan diri satu sama lainnya. Timbullah pertengkaran, iri hati, saling bersaing dsb.
Siapa yang lebih hebat, lebih penting, protes mengapa suaraku tidak didengar?

Sebaliknya, ketika semua bekerjasama merealisasikan Visi, masing-masing mengejar sesuatu yang lebih besar dari dirinya: sesuatu yang kekal & untuk kemuliaan-Nya….
Masing-masing akan saling mengalah, bersama-sama belajar menghidupi firman-Nya serta bersedia berubah serta bertumbuh, demi tercapainya Visi.
Allahlah yang menjadi tujuan serta teladan.

Terbukti prinsip ini:
Bila tidak ada visi, binasalah rakyat, tetapi siapa menaati hukum (Tuhan), berbahagialah dia.

Ingin Berbahagia?
Taati Hukum Tuhan.

*******
Andrew Womnack dengan lugas berkata, “Pertengkaran terjadi karena kesombongan”
Guuubbbrraaaak…..

Ga ada ya… orang yang mau dikatain sombong.
“Saya gak sombong. Saya justru merasa rendah diri.”, bantah seseorang.

Definisi sombong menurut Andrew berbeda dengan sombong pada umumnya, yang suka pamer, merasa lebih hebat daripada orang lain.
Tetapi orang yang sombong intinya adalah orang yang berpusat pada diri sendiri.
Istilah lainnya: Egois. Dan keegoisan sebenarnya adalah akar dari semua kesedihan. Orang berduka atau tidak bahagia karena berbagai alasan. Namun, jika mereka menganalisisnya, mereka akan menemukan bahwa hal itu selalu merupakan akibat tidak memperoleh apa yang diinginkannya. Jadi, jawaban untuk mengatasi kesedihan dapat ditemukan dengan menangani diri kita sendiri.

Misalnya, masalah keuangan sering kali muncul ketika kita berusaha hidup melebihi kemampuan kita, berupaya memenuhi hasrat egois. Keegoisan kitalah yang mengubah keinginan menjadi kebutuhan dan kemudian kebutuhan itu menjadi krisis pribadi.

Gengsi, Harga Diri terluka, manusiawi sekali…. umum…
Keangkuhan hanya menimbulkan pertengkaran, tetapi mereka yang mendengarkan nasihat mempunyai hikmat.

Masalahnya setelah menjadi orang yang percaya Tuhan, seharusnya karakter Allah yang muncul dari pribadi kita.
Ini bukan terjadi secara otomatis, melainkan dengan memperbaharui pikiran kita sesuai dengan firman-Nya karena Firman itulah Allah.
Sejujurnya, saya pun jatuh bangun terus menerus belajar agar semakin serupa dengan Dia. Tidak mudah.
Ketika pulang ke rumah Tuhan, semua kita tinggalkan. Hanya karakter inilah yang bisa kita persembahkan kepada Tuhan. Apakah orang-orang di sekeliling kita bisa melihat Tuhan melalui kita?

Tuhan menciptakan kita untuk menjalani hidup dengan fokus kepada-Nya. Tujuan-Nya sejak awal adalah agar kita “sadar akan Tuhan”, bukan “sadar akan diri sendiri”.
Dengan cara fokus kepada Tuhan, meninggikan Dia senantiasa, maka karakter-Nya menjadi karakter kita.

Ketika menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan kita, hidup itu jadi memuaskan, penuh arti, bermakna akibatnya gak sibuk ngurusin hal-hal yang sepele dan gak penting… gak lagi gampang tersinggung oleh hal yang remeh-remeh.
“Gapapa saya mengalah, yang penting tujuan Tuhan tercapai dan nama Tuhan dipermuliakan.
Kan ada misi Tuhan yang besar yang harus direalisasikan. Betul ga? Makes sense bukan?
Siap praktik?

“Where there is No Vision, There is no Hope” ~ George Washington Carver.

“Jika Tidak Ada Visi, Tidak Ada Harapan” ~ George Washington Carver.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Visi, Cara & Hikmat Tuhanlah Yang Membuat Berhasil…

 

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Visi, Cara & Hikmat Tuhanlah Yang Membuat Berhasil…

“Ci Yenny, ternyata perjalanan seluruh anggota BBL yang ke Surabaya bukanlah untuk kopdar,” kata P. Dolfi cukup mengagetkan,
“Tetapi untuk melayani di Pelita Permai dan Pondok Hayat. Itu panggilan Tuhan – Visi Tuhan. Padahal banyak diantara mereka yang belum pernah melayani seperti ini. Tetapi mereka langsung bisa menyatu, dengan penuh kasih menyalurkan kasih…. Ini betul-betul Tuhan…”

Merinding rasanya… bahkan setelah semua pulang pun masih banyak yang terpukau karenanya.
“Selanjutnya aku perlu merenung. Setelah banyak melihat dan nerasakan pengalaman di Surabaya, What Next…?,” curhat B. Silvy.

“Speechless B. Yenny, saya betul-betul baru sadar, keciiil sekali apa yang saya lakukan selama ini. Langsung saya share dengan teman-teman komunitas bidan di Jakarta, apa yang bisa kami lakukan sekarang untuk menjawab panggilan Tuhan?,” komentar B. Upie pagi ini.

Semua tanpa sengaja, tetapi ketika Tuhan yang beracara, semua jadi dan hasilnya Supernatural, sekelas Tuhan.
It’s all about God, NOT us – Ini semua tentang Tuhan, bukan kita banget.

*****
Komunitas Doa Pagi BERDOA BERBAHASA LIDAH (BBL) diprakarsai oleh kami dari Alumni Sekolah Charis Jakarta angkatan 1 ( terkenal dengan CJ1).

BBL terbuka untuk berbagai gereja, denominasi apa pun, kita bersatu dalam doa sebagai tubuh Kristus. Bersama-sama berdoa kepada Tuhan dan menghidupi Firman-Nya. Karena hanya kebenaran itulah yang bisa memerdekakan kita. Saling membangun, tumbuh bersama dan menjadi Terang Dunia.

Pada mulanya P. Dolfi & B. Nini mendapat panggilan sebagai gembala. Dibentuklah The Living Word Community (TLW) karena kami ingin beribadah, tumbuh bersama dan memiliki komunitas yang 100% sejalur dengan pelajaran-pelajaran di Charis. Persiapan saat kami lulus level 3, gak bisa sekolah lagi.
Visinya:
Gereja yang mengubah hidup melalui Firman Tuhan, bergerak dalam kuasa Roh Kudus dan memuridkan.

MISI
1. Memberitakan Injil Kasih Karunia melalui Iman.
2. Pemuridan.
3. Mendemonstrasikan kuasa ilahi untuk menjangkau jiwa.

Setelah ibadah minggu, free lunch bersama karena dilanjut dengan kelas Dicipleship Evangelism (DE).
Semua full Alkitab dan fondasinya only dari Alkitab sama seperti Sekolah Pemuridan di Charis.

Komunitas ini seperti keluarga, sekitar 100 orang yang betul-betul mengejar Tuhan dan mau dimuridkan.
TIDAK mengejar kuantitas, bahkan tidak ingin terlalu banyak, tetapi betul-betul hidup oleh firman.
Sejalur dengan Sekolah Charis, kami justru ingin memperlengkapi apa yang dibutuhkan oleh gereja-gereja yang ingin memuridkan sesuai dengan Amanat Agung.

Saat mengobrol, yang dibicarakan juga tentang firman dan bagaimana cara menghidupinya, kami saling berbagi serta mendorong satu sama lain agar bertumbuh di dalam pengenalan akan Allah.

Kami sangat menyadari betapa powerfulnya doa berbahasa lidah, atau kerap disebut juga doa berbahasa roh.
Sehingga kami mengadakan doa pagi BBL. Dan sungguh luar biasa, ketika kami berdoa bersama sambil mendeklarasikan Firman Tuhan, jawaban doa datang bertubi-tubi. Setiap hari kesaksian demi kesaksian terjadi.
Terutama tentang kesembuhan. Jika dulu kerap diceritakan P. Ashang yang stroke 5 tahun, sakit lambung, nokturia, sekarang sudah bisa berjalan dan bekerja normal, atau P. Hatta yang leukimia, kanker usus dan bipolar, sembuh sempurna, sekarang pengaruhnya hingga ke Jepang, Manado, Sulawesi dll. Kesembuhan penyakitnya makin bervariasi.
Justru doa pagi BBL ini pesertanya banyak dari berbagai kota, berbagai gereja serta denominasi. Baik dari Surabaya, Solo, Semarang, Bandung, Manado, Sulawesi, Ambon, Papua dsb.

Teman-teman dan saya, kerap mengajak teman-teman dekat yang sedang sakit.
Rasanya ingin memberitahu, “Ini lho terbukti teman-teman sembuh.”
Ketika mengasihi sahabat-sahabat, kita ingin mereka sembuh dan mengalami yang terbaik bukan?
Masa temannya teman yang baru kenal saja sembuh, koq teman dekat kita sendiri gak sembuh?

Tetapi ada teman-teman yang takut join, sungkan dengan gerejanya tempat dia beribadah saat ini, seolah-olah koq seperti mau pindah gereja.

Percayalah, meski pun doa pagi BBL dibawah naungan TLW, tetapi TLW tidak ingin ambil jemaat orang lain.
Mengapa harus dibawah TLW?
Supaya ada yang bertanggung jawab dan pengajarannya terarah. Dengan cara ini, sudah terbukti buahnya.

Without goals, and plans to reach them, you are like a ship that has set sail with no destination. – Henry Wadsworth Longfellow

Tanpa tujuan dan rencana untuk mencapainya, Anda seperti kapal yang berlayar tanpa tujuan. -Henry Wadsworth Longfellow

Bahkan para leader TLW diundang, dimintai support serta membantu beberapa gereja yang kurang berkembang, bisa menjadi sehat kembali.
Ada sebuah gereja, yang gembalanya ingin menyerahkan jemaatnya ke TLW, tetapi P. Dolfi dan leaders memilih untuk membantu dan memberi mereka bahan-bahan pengajaran yang dibutuhkan. Kadang membantu mengajar di sana.
Setiap gereja itu punya budaya masing-masing. Menggabungkannya, jika bukan dari Tuhan, bisa menimbulkan ribuan pertempuran di masa depan.

TLW itu betul-betul dari Tuhan dan untuk menggenapi Visi Tuhan, memuridkan dan membawa Kabar Baik.
Beberapa teman yang tahu sejak awal perintisan TLW, mereka bisa melihat bahwa ini semua Tuhan karena jika dengan kekuatan manusia, itu mustahil.

Yuk teman-teman terutama yang sedang sakit dan berbeban berat, mari kita bersama-sama berdoa berbahasa lidah dan mendekat kepada Tuhan….
Dialah Sang Sumber Hikmat dan full supply mencukupi kebutuhan kita. Lakukan dengan cara Tuhan, God’s Way, maka kita akan berada tepat di tengah-tengah kehendak Tuhan.

Di mana letak kelimpahan hidup kita?
Di tengah-tengah Kehendak Tuhan!

****
Kembali pada Kopdar BBL Surabaya, banyak orang yang berkunjung ke Pelita Permai & Pondok Hayat.
Tetapi kebanyakan merasa bahwa mereka hanya menghadiri suatu event, terpesona dan tersentuh sesaat, lalu lenyap begitu saja.

Tetapi ketika teman-teman BBL berkunjung, mereka tidak sekedar tersentuh, melainkan hidup mereka berubah, Itu Tuhan!
Bukan hanya pengunjung yang berubah, melainkan pasien, guru, murid pun berubah.
Hanya Tuhan yang bisa melakukannya!!!

B. Monica bercerita, berulangkali B. Silvy berkomentar,
“Speechless. Dari tindakan kecil biasa yang dilakukan ibu-ibu rumah tangga biasa, bisa berdampak sedemikian besar menjadi Pelita Permai dan Pondok Hayat, itu benar-benar Tuhan!”

Visi yang nampak ‘kecil’ dan sederhana, ketika setia dikerjakan, maka Tuhan akan mempercayakan yang lebih besar lagi, lagi dan lagi…
Tuhan memberi hikmat bagaimana cara mengelola dan mengerjakannya….
Wow amazing!

Ternyata menurut B. Upie dan B. Monica, kulkas besar yang berisi ASI itu tidak hanya 1 tetapi ada 5, di setiap ruang bayi ada plus 1 di depan sebelum dipilah-pilah. Ada tempat bersalin yang sangat sangat bagus untuk ukuran di daerah. Bersih, rapi, teratur di Pondok Hayat. Karena Hikmat Tuhan!
Berbagai mujizat Tuhan terjadi, contohnya Nicholas yang dulunya buta saat masih bayi, disembuhkan setelah mengikuti KKR Peter Jungren di mana B. Monica yang menjadi penterjemahnya.

Teringat Raja Daud bernyanyi;
Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku.
Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.
Mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satu pun dari padanya.
Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besar jumlahnya!

P. Dolfi mengutip ayat ini, ternyata ayat ini visi Tuhan untuk Pondok Hayat, demikian B. Monica menjelaskan.
Wow….. kebetulan?
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan ada di sana!

******
Anak-anak Pelita Permai, sejak kecil sudah diajari kebenaran Firman Tuhan. Mereka hafal dan mempresentasikan dengan sangat apik.
Awalnya, B. Liana bercerita, kerap barang-barang hilang dicuri namun sejalan dengan waktu, mereka mengalami transformasi menjadi anak-anak yang cinta Tuhan.

Pondok Hayat dan Pelita Permai menjadi sarana yang membawa solusi kehidupan, sakit penyakit, pertengkaran keluarga dll.
Menjadi Terang di tengah kegelapan ‘dunia’ mereka.
Bahkan mereka memberi pelatihan dan memberdayakan para ortu murid juga.
Luar biasa ya?

Remember, when God is executing His plan in our lives, He also designs and arranges events which continue to unfold until His purpose is revealed.” – T. B. Joshua.

“Ingatlah, ketika Tuhan melaksanakan rencana-Nya dalam hidup kita, Dia juga merancang dan mengatur peristiwa-peristiwa yang terus terjadi hingga tujuan-Nya terungkap.” – TB Joshua

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Apakah Kita Melihat Seperti Tuhan Melihat Mereka?

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Kita Melihat Seperti Tuhan Melihat Mereka?

Berawal dari B. Silvy yang akan mengunjungi Siau Siang di Surabaya, lalu saya memutuskan pulang ke Surabaya juga, ada urusan. Kebetulan P. Dolfi ada urusan pekerjaan butuh ke Gresik, dipas-paskan jadilah acara Kopdar doa pagi BBL di Surabaya. Yang hadir bahkan dari Palu, Jakarta, Bandung dll.

Mengetahui rencana kami ke Surabaya, B. Monica & B. Liana segera mengundang kami mengunjungi Sekolah Gratis Pelita Permai dan Yayasan Pondok Hayat, yang menampung ibu-ibu hamil diluar nikah agar tidak menggugurkan kandungannya.

Seperti yang saya ceritakan di artikel sebelumnya, saya gak jadi ikut karena buru-buru harus kembali ke Jakarta, karena cucu tercinta: Cayla T Christian lahir.

Namun saya tetap menuliskan kisah kunjungan teman-teman BBL karena trenyuh dengan pengalaman yang diceritakan teman-teman.

Asal mula Sekolah Pelita Permai unik sekali. Awalnya B.Liana mengundang anak miskin yang ditemui saat dia jalan pagi dengan anak-anaknya. Dimasakkan nasi goreng, telor dan sosis, tetapi ga dimakan ternyata mau dibawa pulang untuk adiknya. Terharu.
“Makan saja, nanti untuk adikmu saya bungkuskan,” ujar B. Liana dalam Bahasa Jawa. Anak itu tidak bisa berbahasa Indonesia dan tidak sekolah.

Sejak itu dilanjut bagi-bagi makanan ke anak-anak, lalu merembet ke ortu jadi mereka kumpul-kumpul di sebelah sampah di daerah kumuh sampai mengumpulkan 600 org.

Anak yang ditemui tsb buta huruf jadi mulai diajari baca tulis, kemudian ortu mereka dirayu untuk melepas anak yang kecil sekolah gratis karena anak-anak itu mengemis di perempatan jalan.
Menjawab kebutuhan itulah, B. Liana dan B. Monica mendirikan Sekolah Gratis Pelita Permai.
Sejak ada Sekolah Pelita Permai, maka tidak ada lagi pengemis anak-anak di Surabaya Barat karena direkrut untuk sekolah di sana.

Teman-teman mengunjungi sekolah ini, yang sekarang sudah memiliki gedung sekolah milik sendiri. Tuhan baik. Sekolahnya bagus dan anak-anak tampil menunjukkan kemampuannya dengan presentasi yang memukau.

P. Dolfi mengamati, memang seperti umumnya di dunia ini, anak-anak ini tanpa sadar kerap dikotak-kotakan. Ini kaum marjinal, anak pemulung, anak buruh dll.
Seorang anak menangis keras-keras ketika dibully teman-temannya karena ayahnya seorang pemulung.

P. Dolfi mengajak semua orang melihat anak-anak ini dan sesama kita, seperti Tuhan melihatnya. Karena cara Tuhan memandang berbeda dengan kita.

“Kalian ini calon-calon pemimpin masa depan. Ada calon gubernur, konglomerat, insinyur, bahkan pemimpin yang akan mengubah dunia….” kata P. Dolfi,
“Selalu imajinasikan apa cita-citamu dan lihatlah diri kalian di sana: menjadi presiden, gubernur, konglomerat dan pemimpin dunia…”

Wow…. mereka pun begitu bersemangat. Tidak hanya cara mereka memandang teman-temannya berbeda, demikian pula guru-gurunya… sekarang mereka bersemangat mengajar calon pemimpin masa depan…

Inilah nilai-nilai yang kami pelajari di Sekolah Charis, memandang dan menghargai setiap orang seperti Tuhan mengasihi mereka semua…
Kasih mengalahkan segalanya.
Dan ketika kebenaran diberitakan dan diterima, orang jahat & tersesat pun bisa berubah karena kebenaran itu yang memerdekakannya.
Yeaaaayyy…..

*****
Lalu teman-teman berkunjung ke Pondok Hayat.
Dimotori oleh 3 ibu rumah tangga: B. Monica, B. Liana & B. Lanny, yang terbeban agar tidak terjadi aborsi, pengguguran kandungan. Sehingga mereka mendirikan Pondok Hayat, tempat bernaung ibu-ibu hamil itu hingga melahirkan. Mereka dirawat dan dilayani dengan penuh kasih. Setelah melahirkan, jika sang ibu ingin memelihara bayinya, dipersilahkan. Tetapi jika tidak mau, akan dirawat di Pondok Hayat.

Doni, Moses dan Jack adalah contoh 3 anak Pondok Hayat yang beberapa waktu lalu berangkat kuliah di Taiwan, yang pernah saya tulis di Seruput Kopi Cantik. Di Pondok Hayat mereka dibesarkan sebagai keluarga. “My kids,” demikian B. Monica menyebut mereka bak anak kandungnya sendiri.

Yang bikin trenyuh kebanyakan mereka, bukan hamil karena kemauan sendiri tetapi karena diperkosa, ada pula kasus incest dan seks bebas. Diantaranya, ada yang diberi minuman lalu diperkosa beramai-ramai. Sehingga tidak tahu siapa ayah anaknya. Tragis.
Pasien termuda berusia 12 tahun dan 14 tahun.

Di Pondok Hayat mereka dirawat, dilayani dan dikasihi dengan baik. Tetapi trauma yang mereka alami sangat mendalam. Mereka kerap sulit tidur. Merasa tidak punya harapan dan masa depan.

Yg pondok hayat jg bisa ditambah, adanya pelayanan masyarakat shg yg dulunya sekitar banyak org yg hidup serampangan, mabuk, mengalami transformasi.
Tuhan nyatakan utk menstranformasi maka hrs melakukan edukasi

“Kalian jangan merasa tertuduh dan membenci diri sendiri. Tuhan mengasihi kalian semua. Tuhan mengasihi dan menerima kalian. Jangan terpuruk, tetapi bangkit. Bangun masa depan yang dahsyat bersama Tuhan,” P. Dolfi menguatkan iman mereka, “Kejadian kalian itu dahsyat dan ajaib. Tuhan sudah menenun kalian sejak di dalam kandungan ibumu… Dan rancangan Tuhan bagi masa depanmu adalah rancangan damai sejahtera dan penuh harapan.
Tuhan akan memakai anak-anak di Pondok Hayat menjadi orang-orang besar yang mengubah dunia dan menjadi pemimpin masa depan.”

“Apa cita-citamu”, tanya P. Dolfi pada gadis 14 tahun yang masih SMP.
“Saya ingin sekolah, Om.”
“Ya, nanti kamu sekolah SMA bahkan kuliah… capai cita-citamu. Tuhan sudah menyiapkan masa depan yang hebat asalkan kamu mau melakukan bagianmu. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”

Teman-teman pun segera melayani pasien di Pondok Hayat. Mendengarkan curhat mereka, mendoakan, memeluk dan menangis bersama. Terharu.
Kasih Tuhan mengalir melalui teman-teman kepada para pasien. Mereka merasa dikasihi dan diterima.
That’s Why Tuhan memakai setiap kita, karena Tuhan ingin kita menjadi bejana yang mengalirkan kasih-Nya.

Diantara teman-teman yang hadir, ada Bu Upie dari Jakarta, yang langsung bersemangat ingin ikut ke Surabaya karena beliau seorang bidan. Hatinya memang terbeban untuk anak-anak yang terbuang.
Bu Upie terpukau menyaksikan apa yang terjadi di Pondok Hayat.

“P. Dolfi, saya sampai speechless lho… ternyata di Pondok Hayat ada kulkas besar untuk menyimpan ASI (Air Susu Ibu) lengkap dengan tanggal dan jamnya. Rupanya orang-orang tidak hanya menyumbang uang dan makanan tetapi juga ASI. Betul sekali nubuatan P. Dolfi, mereka akan jadi anak-anak yang luar biasa karena tiap hari minumnya ASI…,” B. Upie melaporkan dengan ceria.
Wow….
Tuhan sungguh dahsyat!

Dengan adanya Pondok Hayat dan pelayanan masyarakatnya, dulu di sekitarnya banyak orang yang hidup serampangan, mabuk, sekarang mengalami transformasi.
Tuhan memberi visi, bahwa untuk menstranformasi maka harus melakukan edukasi.

*****
Tidak peduli apa penyebab seseorang hamil, begitu sel telur bertemu sperma di rahim seorang wanita, Tuhan sudah menetapkan tujuan bagi hidupnya. Malapetaka terjadi karena dunia sudah jatuh dalam dosa.
Tetapi anak itu lahir bukan kecelakaan. Setiap anak spesial di mata Tuhan, memiliki tujuan khusus yang tak tergantikan dan Tuhan mengasihi serta menerimanya tanpa syarat.

Ketika seseorang menyerahkan hidupnya, berbalik kepada Tuhan maka segala sesuatu yang nampak ‘buruk’, akan diubah menjadi kemuliaan bagi nama Tuhan.

Azie Taylor Morton, Menteri Keuangan Amerika Serikat pada zaman Presiden Jimmy Carter.
Dia lahir hasil dari perkosaan seorang pria terhadap ibunya yang bisu, tuli dan miskin sehingga dia tidak mengenal ayahnya.
Hidupnya sangat miskin hingga dalam umur yang masih sangat muda, Azie terpaksa bekerja untuk mencari nafkah untuk dia dan ibunya karena saat itu ibunya sakit stroke.
Dia bekerja sebagai buruh kasar di perkebunan kapas.
Azie benci keadaan saat itu.
Kecewa kepada TUHAN saat itu karena DIA tidak adil atas hidupnya. Di saat kebanyakan anak-anak menikmati hidup layak, dia harus bergumul dalam penderitaan. Diejek dengan julukan ‘anak haram’, dikucilkan dan Azie tidak melihat harapan bagi masa depannya.

Suatu hari, Azie bertemu dengan seorang pendeta.
Beliau berkata, “Azie..tahukah kamu bahwa hidup ini adalah anugerah, Nak? TUHAN memberikan kamu kebebasan memilih. Mau tetap mengeluh seperti ini atau bangkit dari kemiskinan, pilihan itu ada di tanganmu, Nak. Perlu kamu ketahui rencana TUHAN atasmu bukan rencana kecelakaan melainkan hari depan yang penuh harapan.
Selama bisa memilih, pilihlah yang terbaik.”

Singkat cerita, Azie mulai bekerja dengan giat untuk membiayai sekolah dan kehidupan ibunya.
Berkat doa sang ibu serta kerja keras yang ulet, akhirnya TUHAN memberkati Azie dengan melimpah, meraih kesuksesan. Azie menjabat sebagai Menteri Keuangan.
Tidak hanya itu, Azie satu-satunya wanita Afro-Amerika yang tandatangannya tertera dalam lembar mata uang US dollar.
Dahsyat bukan?
Janji Tuhan Ya dan Amin!

Siap belajar? Yuk….

We receive the measure we respond. If we want to receive more, we have to respond more – Nancy Dufresne

Kita menerima ukuran selaras dengan respon kita. Jika ingin menerima lebih banyak lagi, kita yang harus lebih banyak menanggapinya – Nancy Dufresne

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
1 98 99 100 101 102 404