Articles

Rajin ke Gereja, Tapi Tidak Dikenal Yesus? Gubraaaakkk….!

Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra

Rajin ke Gereja, Tapi Tidak Dikenal Yesus? Gubraaaakkk….!

60–70% Orang yang Duduk di Gereja Bukan Orang Kristen?

Lho, kok bisa?

Kalimat ini terdengar keras. Bahkan bisa menyinggung. Tapi justru di situlah letak kejujurannya. Banyak orang mengenal Yesus, tetapi tidak semua dikenal oleh Yesus secara relasional. Alias tidak memiliki hubungan pribadi.

Dan Alkitab sangat jelas: mengenal siapa Yesus itu tidak otomatis membawa seseorang ke surga, jika Yesus tidak mengenal dia secara pribadi. Tidak ada hubungan pribadi.
Di sinilah banyak orang salah paham.
Lahir baru bukan soal pindah agama, rajin ke gereja, atau hidup sebagai “orang baik”.

Lahir baru adalah saat kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, lalu membiarkan Yesus mengenal kita, melalui hubungan pribadi dengan-Nya, masuk ke dalam hidup kita, dan Roh kita dihidupkan. Itulah yang menjamin keselamatan. Ya, lahir baru menjamin Anda masuk surga.

Namun ada kebenaran lain yang sering diabaikan.
Tanpa pembaruan pikiran sesuai firman Tuhan dan tanpa menghidupi firman itu, hidup orang yang sudah lahir baru tetap bisa kacau balau.

Secara status dia selamat, tetapi secara pengalaman hidup, tidak jauh berbeda dengan orang yang tidak mengenal Tuhan.

Masuk surga, iya.
Mengalami surga di bumi? Belum tentu.

Kenapa?
Karena tanpa pembaruan pikiran, kita hanya bisa hidup secara natural. Hidup berdasarkan apa yang bisa dilihat, dirasakan, dihitung, dan dipikirkan oleh pancaindra. Hidup dipimpin oleh jiwa: pikiran, emosi, dan kehendak.

Padahal setelah lahir baru, identitas kita berubah total. Kita bukan lagi manusia jasmani yang sesekali berdoa. Kita adalah manusia roh, yang memiliki jiwa dan tinggal di dalam tubuh. Seharusnya roh kita yang dipenuhi Kristuslah yang memimpin hidup ini.
Hidup kita tetap natural, tapi sumbernya supernatural.

Dengan pembaruan pikiran, kita masih hidup di dunia natural, tetapi menjalani hidup berdasarkan hukum-hukum rohani Kerajaan Allah.

Ibaratnya seperti naik pesawat. Pesawatnya adalah Kristus. Kita bisa terbang tinggi dan melaju cepat bukan karena kita hebat, tapi karena kita berada di dalam pesawat itu. Begitu keluar dari pesawat, ya kita kembali jadi manusia natural yang berjalan di tanah. Banyak orang Kristen lahir baru, tetapi hidupnya tetap di landasan, karena tidak mau tinggal “di dalam Kristus”.

Yesus sendiri membedakan dengan sangat jelas antara pengikut dan murid.
Yesus tidak pernah kesulitan mengumpulkan kerumunan. Ribuan orang datang mengikuti-Nya. Tapi hanya sedikit yang mau mendekat. Murid-muridlah yang mendekat. Dan kepada merekalah rahasia Kerajaan Allah dibukakan.

Rahasia tidak diteriakkan dari kejauhan.
Rahasia dibisikkan dalam keintiman.
Anda tidak akan mendapatkan rahasia dari Yesus sampai Anda belajar mendekat.

Kita tidak punya waktu lagi untuk bermain-main. Dunia ini terlalu gelap untuk orang percaya yang hidup setengah-setengah. Orang-orang perlu melihat Yesus di dalam kita, bukan hanya mendengar nama-Nya dari mulut kita.

Yohanes 20 menceritakan Yesus yang baru bangkit datang kepada murid-murid yang sedang ketakutan dan bersembunyi.

Dia menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus.”

Roh Kudus menghidupkan kembali orang-orang yang lumpuh oleh ketakutan. Kita wajib menerimanya.

Menariknya, Roh Kudus tidak langsung dicurahkan hari itu. Murid-murid diperintahkan

Masih ada jeda 50 hari sampai Pentakosta. Di sinilah kita sering gagal. Kita hidup di budaya instan. Kita tidak sabar dengan proses. Kita tidak paham konsep inkubasi.

Yesus sedang mempersiapkan “rahim” roh mereka. Ada kelahiran dari kubur, yaitu kebangkitan dan kebangunan rohani. Tetapi ada juga kelahiran dari rahim roh, sesuatu yang dikandung, diproses, dan dilahirkan pada waktunya.

Pada hari Pentakosta, suara dari surga memenuhi ruangan. Perhatikan, bukan hanya kuasa, tetapi suara. Karena ketika Roh Kudus tinggal di dalam seseorang, suaranya berubah.

Tubuh kita adalah bait Roh Kudus. Tuhan yang kudus tidak tinggal dalam rumah yang sembarangan. Dan ketika Dia tinggal di dalam kita, cara kita berbicara berubah. Bahasa roh adalah suara surga.

Pertanyaannya sederhana tapi menusuk:
ketika orang mendengar Anda berbicara hari ini, apakah Anda terdengar seperti warga surga?

Maria adalah contoh indahnya. Ketika dia menerima firman Tuhan, firman itu menjadi benih di rahimnya. Firman adalah gelombang suara.
Dan ketika Maria menyapa Elisabet, bayi di rahim Elisabet melonjak. Kenapa?
Karena suara Maria berubah. Ada Yesus di dalamnya.
Dan itu juga seharusnya terjadi pada kita.

Siap? Yuk praktik….

“Christianity is not merely knowing doctrines, but knowing God personally.” – A.W. Tozer.

“Kekristenan bukan sekadar mengenal doktrin, tetapi mengenal Allah secara pribadi.”- A.W. Tozer.

YennyIndra
www.yennyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Percepatan Dari Tuhan. Mau?
Adakah Sesuatu Yang Hilang?”
Bagaimana Kondisi Hati Kita?