Berani Berdiri di Atas Kebenaran.
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
Berani Berdiri di Atas Kebenaran.
Franca Viola, seorang gadis muda dari Sisilia, Italia, bukanlah tokoh terkenal ketika dunia mulai memperhatikannya. Ia hanya seorang remaja berusia 17 tahun yang menghadapi tekanan luar biasa karena berani menolak sesuatu yang tidak adil. Pada tahun 1965, ia diculik dan diperkosa oleh seorang mafia lokal bernama Filippo Melodia—laki-laki yang sebelumnya telah melamarnya, dan ditolak.
Pada masa itu, hukum Italia membiarkan kejahatan ini ditutup dengan satu cara: jika pelaku bersedia menikahi korban, maka semua dianggap selesai. Istilahnya matrimonio riparatore, atau “perkawinan perbaikan.” Ini bukan soal cinta, bukan soal keadilan. Ini tentang menjaga apa yang disebut “kehormatan perempuan,” yang seolah nilainya lebih rendah daripada nama baik keluarga di mata masyarakat.
Tapi Franca berkata: tidak!
The only thing necessary for the triumph of evil is for good men to do nothing.” – Edmund Burke.
“Satu-satunya hal yang dibutuhkan agar kejahatan menang adalah ketika orang-orang baik memilih untuk diam.” – Edmund Burke.
Penolakan itu bukan hal kecil. Itu artinya dia menantang mafia, keluarga, budaya, bahkan hukum negaranya sendiri. Dia dan keluarganya hidup dalam ketakutan, tapi mereka tetap berdiri. Mereka tahu kebenaran tidak bisa dibeli kompromi. Dan akhirnya, Filippo dihukum penjara, dan pada tahun 1981 hukum matrimonio riparatore dihapuskan dari Italia.
Franca tidak hanya membela dirinya. Keberaniannya menjadi mercusuar bagi banyak perempuan setelahnya. Ia membuka jalan.
Tapi yang paling penting, dia mengajarkan kita satu pelajaran penting: lebih baik menderita karena kebenaran, daripada tenang dalam kepalsuan.
Kita hidup di dunia yang menekan kita untuk ikut arus. Budaya, lingkungan, dan suara mayoritas kadang lebih lantang daripada suara hati nurani. Kita sering tahu mana yang benar, tapi takut melakukannya karena risiko yang menanti.
Tapi ingat, satu tindakan berdiri di atas kebenaran bisa mengguncang sistem yang rusak.
Satu keputusan kecil, satu “tidak” yang jelas, bisa membuat terang menembus kegelapan.
Satu langkah melawan ketidakadilan, bisa memutar arah sejarah.
Tuhan tidak pernah memanggil kita untuk jadi populer. Dia memanggil kita untuk jadi setia.
Dan kesetiaan kepada kebenaran sering kali menuntut keberanian.
Kita tidak diciptakan untuk hidup sebagai korban, mengikuti arus yang merusak, menyetujui hal yang keliru hanya karena semua orang melakukannya.
Firman Tuhan berkata, seperti orang berpikir dalam hatinya, demikianlah ia.
Jika kita percaya kebenaran, maka kita juga harus mengucapkannya dan melakukannya.
Keberanian itu tidak datang dari kekuatan sendiri, tetapi dari kesadaran bahwa kita tidak sendiri. Tuhan menyertai orang yang berdiri di pihak-Nya.
Hidup kita hari ini adalah hasil dari banyak keputusan kecil.
Dan dunia kita berubah bukan karena teriakan massa, tapi karena keberanian satu orang yang berdiri saat yang lain diam.
Franca Viola mungkin tidak pernah berniat menjadi simbol nasional. Tapi ketika dia menolak menyerahkan hidupnya pada kebohongan budaya, dia sedang memuliakan kebenaran yang lebih tinggi—dan akhirnya memuliakan Tuhan yang adalah sumber segala kebenaran itu.
Dalam hidup kita pun, mungkin tidak akan ada kamera, tidak akan ada pemberitaan besar. Tapi setiap kali kita memilih berkata jujur ketika dusta lebih aman, memilih kasih ketika benci lebih mudah, memilih pengampunan ketika dendam lebih masuk akal—di situlah kita sedang berdiri di atas batu yang teguh.
Dunia tidak butuh lebih banyak orang pintar. Dunia butuh lebih banyak orang berani—yang berani memilih benar, meski sendiri. Yang berdiri teguh, karena tahu bahwa di balik setiap keputusan benar, ada Tuhan yang mendukungnya.
Seruput Kopi Cantik hari ini, mari kita renungkan:
Kita tidak dipanggil untuk jadi bagian dari mayoritas, tapi jadi terang di tengah gelap.
Dan keberanian untuk hidup benar… selalu menyisakan jejak yang kekal.
“We must always take sides. Neutrality helps the oppressor, never the victim.” – Elie Wiesel.
“Kita harus selalu mengambil sikap. Bersikap netral membantu penindas, bukan korban.” – Elie Wiesel.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
