“Kebaikan Itu Tidak Pernah Kadaluarsa”
Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra
“Kebaikan Itu Tidak Pernah Kadaluarsa”
“Getting that account gave him the chance to start Reich Insurance Brokers and grow it into a successful company.”
Mendapatkan akun itu memberinya kesempatan untuk memulai Reich Insurance Brokers dan mengembangkannya menjadi perusahaan yang sukses.
Wow…… luar biasa!
Kalimat itu bukan sekadar akhir sebuah cerita bisnis, tetapi bukti nyata bahwa kebaikan yang ditabur tidak pernah sia-sia, bahkan lintas generasi.
Ceritanya begini.
Tahun 1943, J.J. Reich hanyalah agen asuransi biasa di Manchester, Inggris. Hidupnya pas-pasan, gaji kecil, dan hampir putus asa. Ia punya teman bernama Hassan Labedini, salah satu pengusaha paling berhasil di kota itu. Hassan menyarankan J.J. agar mendatangi Oliver Johnson di Westminster Bank—orang yang selama ini mengurus polis asuransi perusahaannya.
Dengan penuh harap, J.J. datang, menceritakan kesulitannya, dan meminta Oliver memindahkan polis itu kepadanya. Jawabannya singkat: “Tidak!” Tanpa empati, Oliver bahkan tidak tertarik membantu.
J.J. berdiri dan bersiap keluar. Namun sebelum pergi, ia menyerahkan kartu namanya dan berkata, “Kalau suatu hari Anda berubah pikiran, tolong hubungi saya.”
Baru saja mencapai pintu, Oliver memanggil, “Anak muda, bisa kembali sebentar? Saya lihat nama belakangmu Reich. Apakah kamu keturunan Elozor Reich?”
“Ya, dia kakek buyut saya,” jawab J.J.
Lalu Oliver bercerita: “39 tahun lalu, saat saya baru bekerja di bank ini, saya hampir berhenti karena perlakuan buruk atasan-atasan saya. Tapi setiap pagi, kakek buyutmu datang ke bank ini, membantu imigran baru membuka rekening supaya bisa mengirim uang ke keluarganya. Ia memperlakukan mereka semua dengan penuh hormat. Hanya karena beliau, saya bertahan. Kalau benar dia kakek buyutmu, maka bisnis ini saya serahkan padamu.”
Satu keputusan itu mengubah hidup J.J. Akun besar itu menjadi batu loncatan baginya untuk memulai Reich Insurance Brokers, yang kelak berkembang menjadi perusahaan sukses.
Kita tidak pernah tahu bagaimana sebuah kebaikan kecil hari ini, yang dilakukan dengan tulus, dapat menjadi jawaban doa bagi seseorang bertahun-tahun kemudian. Bahkan cucu cicitnya bisa menikmati hasil dari benih yang kita tabur.
“Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena pada waktunya kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah.”
Sering kali kita lelah karena merasa tidak dihargai. Ada yang bahkan membalas kebaikan dengan ketus. Tapi kisah ini membuktikan satu hal: Tuhan tidak pernah melupakan benih yang kita tabur. – Gusti Allah Mboten Sare.
Elozor Reich tidak mencari pujian. Ia tidak tahu Oliver yang muda itu sedang putus asa. Ia hanya memilih hidup sesuai hati Tuhan: menghormati orang, membantu, memperlakukan sesama dengan kasih. Tidak ada kamera, tidak ada sorak-sorai. Tapi Tuhan melihat.
Hidup ini singkat. Jejak kita akan tetap tinggal, baik atau buruk. Kita bisa memilih untuk meninggalkan jejak kasih. Kita tidak bisa menentukan hasilnya hari ini, tetapi kita bisa menentukan benih yang kita tanam. Dan Tuhanlah yang membuat benih itu bertumbuh.
Saya sering menggunakan ilustrasi, jika kita menanam biji mangga, sudah pasti buahnya mangga. Tidak mungkin durian.
Tidak mungkin tertukar.
Saat menabur benih kebaikan, tidak usah dipikirkan… pasti buahnya baik juga, meski entah kapan berbuahnya. Tinggal tunggu waktu saja.
Siapa tahu, di masa depan, benih yang kita tanam menjadi pintu terbuka yang menyelamatkan keluarga kita, persis seperti Elozor Reich.
Karena itu, teruslah menabur. Bukan untuk mencari balasan dari manusia, melainkan untuk memuliakan Tuhan.
Untuk itulah kita diciptakan Tuhan di dunia ini.
Diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama.
Kebaikan yang kita tabur, sekecil apa pun, tidak akan pernah sia-sia.
“Gusti Allah mboten sare” – Tuhan tidak tidur….
Setuju? Yuk praktik…..
“We can’t always do great things. But we can always maintain small things with a big love.” – Mother Teresa.
“Kita tidak selalu bisa melakukan hal-hal besar. Tetapi kita selalu bisa melakukan hal kecil dengan kasih yang besar.” – Mother Teresa.
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama
