Articles, Christianity

KUASA SALIB

Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa di taman Eden, Adam sibuk bekerja memberi nama binatang-binatang dan segala ciptaan Allah. Bekerja menjadi sesuatu yang menyenangkan. Segala kebutuhan Adam dan Hawa sudah terpenuhi secara berkelimpahan di sana. Tidak ada sakit penyakit dan kesedihan. Hingga saat Hawa tergoda oleh iblis yang menyamar sebagai ular, untuk memakan buah  pohon pengetahuan baik dan jahat lalu Hawa pun menyeret Adam jatuh ke dalam dosa. Adam dan Hawa sama sekali tidak bertobat atau minta ampun kepada Tuhan.

Pernahkah kita merenungkan, sesungguhnya apa yang paling penting yang hilang dengan kejatuhan Adam dan Hawa ke dalam dosa? OTORITAS! Adam dan Hawa kehilangan hak sebagai anak Allah untuk hidup berkelimpahan dan penuh damai sejahtera seperti saat mereka berada di Taman Eden. Iblis telah mencuri sesuatu yang paling penting bagi Adam dan keturunannya, hak menjadi anak Allah terputus.

Sekarang Adam dan Hawa harus bekerja keras untuk menghidupi keluarganya. Sakit penyakit menimpa kehidupan manusia. Dosa mulai terjadi, seperti Kain membunuh Habel. Manusia hidup susah dan kehilangan indahnya hidup penuh damai sejahtera dalam persekutuan dengan Allah.

Karena Allah begitu mencintai manusia maka Allah mengirimkan Yesus, anakNya yang tunggal, untuk mati di atas kayu salib demi menebus dosa kita (Yohanes 3:16). Hubungan manusia diperdamaikan lagi dengan Allah Bapa melalui pengorbanan Yesus di kayu salib. Apa yang dipulihkan Yesus melalui salibNya? OTORITAS kita DIPULIHKAN!

Apa artinya? Berarti bagi kita yang percaya dan menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kita secara pribadi, hak dan otoritas kita sebagai anak Allah dipulihkan. Berarti kita bisa menikmati Little Heaven, saat kita di dunia. Meskipun tidak sempurna seperti di Taman Eden, oleh karena dunia yang sudah jatuh ke dalam dosa, namun sesungguhnya hak-hak kita telah dipulihkan. Tuhan Yesus berkata bahwa Aku datang, supaya kamu mempunyai hidup dan mempunyainya di dalam segala kelimpahan. Berati Tuhan memulihkan posisi kita agar hidup kita berkelimpahan seperti kehidupan Adam dan Hawa di Taman Eden sebelum jatuh ke dalam dosa.

Ibarat warga negara Amerika yang tinggal di Indonesia. Meskipun dia hidup di bumi Indonesia namun dia memiliki hak khusus sesuai hukum di Amerika. Dia mengurus surat-suratnya di kantor yang berbeda dengan warga Negara Indonesia. Jika dia bepergian ke Eropa, misalnya, dia tidak perlu mengurus visa karena dia warga Negara Amerika meskipun saat ini dia tinggal di Indonesia. Paspornya tetap paspor Amerika. Sedangkan warga negara Indonesia harus mengurus visa, yang cukup sulit di dapat untuk pergi ke Eropa. Saat terjadi perang di Indonesia, misalnya, Negara Amerika akan mengirimkan bantuan khusus untuk mengevakuasi dan melindungi keselamatan warganya. Namun perlu kerja sama dari warga Negara Amerika yang berada di Indonesia, misalnya melaporkan alamatnya di Indonesia dan terus menerus membina hubungan dengan pemerintahnya agar pemerintah Amerika tidak kehilangan jejak warganya yang berdomisili di negara lain.

Dengan analogi yang sama, anak-anak Tuhan adalah warga negara surgawi yang masih hidup di dunia. Hukum yang berlaku untuk kita adalah hukum surgawi. Fasilitas surgawi dan kelimpahannya telah diberikan kepada kita. Masalahnya apakah kita bersedia memanfaatkan fasilitas surgawi yang telah kita terima, atau justru kita mengikuti cara hidup duniawi? Kita pun perlu untuk terus berhubungan dengan Yang Empunya Surga, Tuhan Yesus, agar setiap saat kita bisa mengikuti petunjuk dan bimbingannya sehingga kita dapat hidup menikmati fasilitas surgawi yang telah disediakan dan menerima hidup yang berkelimpahan-little heaven di dunia..

Yang bisa dilakukan iblis setelah kebangkitan Yesus adalah menipu kita. Yesus telah mengalahkan maut, senjata terakhir si iblis. Dia, si ular tua memang penipu yang ulung. Jika kita percaya tipuan iblis bahwa hidup di dunia harus sulit. Kita harus bekerja  keras untuk membiayai kehidupan kita. Dunia semakin lama semakin sulit. Persaingan makin ketat jadi uang semakin sulit di dapat. Penyakit baru bermunculan. Penyakit kita tidak bisa disembuhkan. Dan seterusnya…. Dan seterusnya…Semua yang disampaikan iblis ini memang benar tetapi itu untuk orang yang hidup di bawah hukum duniawi. Jika kita percaya tipuan iblis, memilih hidup di bawah hukum dunia maka hidup kita sama dengan hidup orang dunia, meskipun seharusnya kita warga negara surgawi.

Kita lupa, kita memiliki otoritas. Kita tidak percaya bahwa menjadi anak Allah berarti hidup kita dijamin oleh Tuhan Yesus-kita punya fasilitas surgawi: kelimpahan, kesehatan, kebahagiaan, damai sejahtera yang melebihi segala akal manusia dan lain-lain. Kita tidak percaya ada kehidupan yang sebaik itu. Kita tidak menyadari bahwa hak kita sudah dipulihkan. Kita bisa menikmati Taman Eden kecil  atau little heaven di dunia asalkan kita mempercayai Tuhan dan hidup sesuai rumusan Tuhan. Kita harus hidup sesuai dengan syarat yang ditetapkan sebagai warga negara surgawi untuk menikmati segala berkat Allah. Apa saja syarat untuk hidup sebagai warga Negara surgawi agar mengalami little heaven? Semua tertulis di Alkitab. Diantaranya:

Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Amsal 3:5

Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan. Filipi 4:4

Jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan apa yang benar di mata-Nya, dan memasang telingamu kepada perintah-perintah-Nya dan tetap mengikuti segala ketetapan-Nya, maka Aku tidak akan menimpakan kepadamu penyakit manapun, yang telah Kutimpakan kepada orang Mesir; sebab Aku Tuhanlah yang menyembuhkan engkau. Keluaran 15:26

Dan banyak lagi hal-hal yang diajarkan Tuhan di dalam Alkitab. Semakin kita menggali kebenaran Firman Tuhan dan melakukannya,hidup kita makin bebas karena dengan pengetahuan yang kita miliki membuat iblis tidak bisa lagi menipu kita. Kita makin canggih dalam menggunakan otoritas kita sebagai anak Allah. Kita dapat memanfaatkan fasilitas surgawi dengan lebih banyak lagi. Sebaliknya, jika kita tidak mengenal kebenaran maka kita hidup dengan cara kita sendiri atau cara dunia. Kita tidak tahu cara menggunakan fasilitas yang sudah tersedia.

Hidup mentaati firman Tuhan adalah kunci untuk mengalami little heaven. Ibarat film Indiana Jones yang mencari harta karun, ini adalah jalan atau syarat untuk menemukan harta karunnya. Tuhan memberikan perintah-perintahNya dalam Alkitab sebagai petunjuk agar kita bisa mengalami little heaven. Contohnya, Tuhan ingin agar saat menghadapi masalah tetap bersuka cita. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu. (1Tes 5:16-18).

Banyak diantara kita berpikir bahwa hidup mentaati Tuhan sekedar hidup baik, melayani Tuhan dan rajin beribadah. Sesuatu yang luput dari perhatian kita bahwa ketika kita takut, kuatir berarti kita tidak mentaati Tuhan. Berulang kali Tuhan berkata, “Jangan Takut…” Perasaan takut, kuatir dan segala ketidak-taatan kita pada firmanNya membuat hubungan kita dengan Tuhan terputus. Ibarat handphone, signal kita dengan Tuhan menjadi lemah bahkan terputus. Akibatnya kita tidak lagi dapat mendengar petunjuk Tuhan dan kita terjebak mengikuti hukum dunia lagi.

Jika saat menghadapi masalah keuangan lalu kita mengeluh, bersungut-sungut dan kita percaya ucapan iblis bahwa hidup memang sulit, maka kelimpahan itu tidak dapat kita temukan. Ketika sakit lalu kita percaya bisikan iblis bahwa penyakit ini tidak ada obatnya buktinya tetangga sebelah yang menderita penyakit yang sama, sekarang meninggal. Akibatnya kesembuhan yang dijanjikan Tuhan tidak akan kita dapatkan.

Logika kita akan bekata, memang betul tetangga sebelah meninggal. Yang kita lupakan bahwa tetangga sebelah tidak memanfaatkan otoritas dan haknya sebagai anak Allah. Bagi yang mempraktekannya selalu ada jalan keluar dan mujijat karena tidak ada yang mustahil bagi Allah kita. Selalu ada perbedaan bagi pelaku firman Tuhan dengan orang yang hanya tahu firman Tuhan tetapi tidak melakukannya.

Walau seribu orang rebah di sisimu, dan sepuluh ribu di sebelah kananmu, tetapi itu tidak akan menimpamu. Engkau hanya menontonnya dengan matamu sendiri dan melihat pembalasan terhadap orang-orang fasik. Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kau buat tempat perteduhanmu (Mazmur 91:7-9)

Rhema tentang pemulihan hak dan otoritas kita sebagai anak Allah melalui salib Kristus, sangatlah melegakan. Sungguh menyenangkan untuk terus belajar kebenaran Firman Tuhan dan mempraktekannya sehingga kita bisa mengekplorasi dan terus bertumbuh menikmati little heaven selama kita masih hidup di dunia ini. Hidup hanya sekali. Mengapa kita tidak mengusahakan yang terbaik? Selamat mencoba!

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
SALE
*Dapatkah Anda hidup dari krisis yang satu kepada krisis yang lain? *
“Jangan Bersikap Pasif!”

Leave Your Comment