Articles

NOISE…..

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

NOISE…..

Beberapa hari terakhir, drama tumbler Tuku yang tertinggal di KRL membuat jagat maya ribut besar. Masalahnya sederhana, tapi hebohnya membesar seperti bola salju. Orang berdebat, berspekulasi, emosinya naik—padahal intinya cuma satu barang yang tertinggal. *Ini contoh paling segar tentang bagaimana noise bekerja: hal kecil dibesarkan sampai menutup hal besar yang sebenarnya jauh lebih penting.*

Noise itu membuat kita kesulitan mendengar suara Tuhan. Sama seperti sinyal HP yang putus-putus, pesan yang masuk jadi kabur. Kita salah baca situasi, salah mengerti maksud, akhirnya salah ambil keputusan. Noise bukan sekadar ribut-ribut; dia melelahkan pikiran dan menguras energi. Kita burn out, tapi tidak sadar apa penyebabnya.

Yang lebih ironis, ketika sudah jenuh dan ingin istirahat, apa yang kita lakukan? Buka HP, scroll media sosial. Kita pikir itu “hiburan,” padahal yang masuk justru informasi baru yang belum tentu benar, penuh opini, penuh drama. Yang seharusnya jadi waktu tenang, malah menambah butek di kepala. Noise double…. hahaha….
Aneh tapi nyata!

Kita juga tidak terbiasa duduk diam. Tidak terbiasa berhenti berpikir. Tidak terbiasa menenangkan diri. Padahal Tuhan berbicara lewat ketenangan, bukan keributan. Suara-Nya lembut. Kalau hati penuh suara lain, bagaimana kita bisa menangkap suara-Nya?

Tujuan noise sangat penting untuk dipahami: mendistraksi kita dari isu yang sebenarnya. Noise dibuat semakin keras supaya kita begitu kewalahan sampai akhirnya lupa apa inti persoalannya. Sampai muncul pertanyaan polos, “Eh… sebenarnya kita ribut soal apa sih tadi?” Itu tujuan utamanya: membuat kita kehilangan fokus.

Guuubbrrrraaak…..

Noise bisa mengacaukan semua sektor hidup. Tapi garis besarnya tetap sama: distraksi dari hal yang penting, yang nyata, yang substansial. Noise membuat kita sibuk dengan hal-hal kecil sampai hal-hal besar—yang justru menentukan hidup—tidak lagi kita lihat. Kita terjebak pada yang remeh. Fokus kita tercecer.

Dalam hubungan keluarga saja, ini terasa sekali. Berantem dengan pasangan, mulainya karena hal kecil—ada komentar, ada nada suara, ada salah paham. Tetapi begitu noise ikut bermain, emosi meninggi, perdebatan melebar, dan ujung-ujungnya kita lupa akar masalah yang sebenarnya. “Lho, tadi kenapa kita berantem ya?”

Noise mengalihkan perhatian kita dari inti, sampai kita kehilangan arah.

Tuhan berkata, “Yang hatinya teguh, Kau jagai dengan damai sejahtera.”.
Hati teguh itu hati yang mau berhenti dari noise, mau diam sebentar, mau mendengar. Dalam keheningan itulah Tuhan menjaga kita dengan damai yang tidak bisa diberikan dunia.

Saya semakin sadar: bukan Tuhan yang sulit didengar. Kitalah yang terlalu banyak memberi tempat bagi suara lain. Begitu kita memilih tenang, menutup pintu bagi keributan, suara Tuhan langsung terasa lebih jelas. Bukan karena Dia berteriak lebih keras, tetapi karena kita mengurangi gangguan.

Kasus tumbler itu mungkin hanya drama kecil. Tapi pelajarannya dalam: noise bisa membuat hidup kita ribut tanpa arah. Kita bisa lupa apa yang penting. Lupa apa inti persoalan. Lupa mendengar Tuhan.

Makanya hari ini, mari pilih keheningan. Dunia boleh ribut, tapi hati kita tetap bisa damai. Di situlah suara Tuhan terdengar paling jelas. Dalam tinggal TENANG dan percaya, disitulah terletak kekuatanmu.

Mau? Yuk praktik….

“In the midst of movement and chaos, keep stillness inside of you.” – Deepak Chopra

“Di tengah gerak dan kekacauan, peliharalah keheningan di dalam dirimu.” – Deepak Chopra

YennyIndra
www.yennyyindra.com

TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Apa Benih Yang Anda Tabur?
Berdoa Kepada Diri Sendiri? Hah…. Koq Bisa???
Lho… Apa Hubungan Investasi Dengan Tuhan & Agama?