Kehidupan Orang Kristen Sejati…
Seruput Kopi Firman Tuhan
Yenny Indra
Kehidupan Orang Kristen Sejati…
Kehidupan orang Kristen sejati bukan sekadar menghadiri ibadah, membaca Alkitab, atau menyebut diri “percaya.” Orang Kristen sejati hidup karena Kristus tinggal di dalamnya. Ia bukan hanya meniru Yesus, tetapi menjadi bejana tempat Yesus sendiri mengalir. Seperti pena di tangan Sang Penulis, hidupnya menulis kisah tentang Allah — bukan lewat kata-kata indah, tapi lewat kehidupan yang nyata.
Kita sering berpikir kehidupan Kristen adalah perjuangan untuk menjadi lebih baik, lebih suci, lebih kuat. Tapi kebenarannya, bukan kita yang berusaha — Kristuslah yang hidup di dalam kita. Rasul Paulus menulis, “Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” (Galatia 2:20). Itulah inti kehidupan orang percaya: membiarkan Yesus menyalurkan hidup-Nya melalui kita.
Ketika kita lahir baru, roh kita dipenuhi dengan Allah sendiri. Anugerah terbesar bukan kesembuhan, bukan berkat jasmani, tetapi Allah yang tinggal di dalam roh kita. Di dalam Kristus, kita sudah memiliki “segala sesuatu yang berguna untuk hidup dan kesalehan” (2 Petrus 1:3). Itu artinya, Tuhan sudah menyiapkan segala yang kita perlukan untuk hidup berkemenangan, berbuah, dan memuliakan-Nya. Kita hanya perlu belajar hidup dari realitas itu — bukan dari kekuatan sendiri.
Kehidupan orang Kristen sejati bukanlah perjuangan untuk “mendapatkan” dari Tuhan, melainkan belajar menarik keluar apa yang sudah Ia berikan di dalam Kristus.
Kita bukan pengemis yang berdoa supaya Tuhan menoleh. Kita adalah anak-anak yang sudah memiliki warisan rohani, dan Tuhan ingin kita menikmatinya melalui iman.
Masalahnya, banyak orang masih berusaha keras menghidupi kekristenan dengan kekuatannya sendiri. Padahal kasih karunia berarti: kemampuan Allah menggantikan kelemahan kita. Ketika kita berhenti berjuang dan mulai percaya, kasih karunia itu bekerja. Paulus berkata, “Jangan menyia-nyiakan kasih karunia Allah.” Artinya, jangan kembali mengandalkan diri saat kekuatan Allah sudah tersedia.
Orang Kristen sejati hidup dengan kesadaran bahwa Kristus di dalam kita adalah sumber segala sesuatu. Kita tidak bekerja untuk memperoleh berkat, kita bekerja karena sudah diberkati. Kita tidak berdoa supaya Tuhan mencintai kita, kita berdoa karena kita sudah dicintai. Semua dimulai dari posisi in Christ — di dalam Dia.
Tuhan tidak memberi kita rencana lalu berkata, “Sekarang jalankan sendiri.” Tidak. Ia berkata, “Aku memenuhi engkau dengan Diri-Ku sendiri, supaya Aku bisa mengerjakannya melalui engkau.” Hidup dalam Kristus berarti membiarkan Dia menjadi hidup kita. Ia yang berpikir melalui kita, berbicara melalui kita, mengasihi orang lain melalui tangan kita.
Dan yang indah, Tuhan tidak hanya bekerja melalui kita — Ia juga memberi upah atas apa yang sebenarnya Ia lakukan lewat kita! Begitu luar biasa kasih karunia itu.
Hidup orang Kristen sejati penuh damai, sebab kita tidak lagi berjuang sendirian. Kita hanya perlu menjadi saluran tempat kasih dan kuasa Allah mengalir. Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”
Kelegaan itu bukan berarti kita berhenti beraktivitas, tapi artinya setiap aktivitas kini diisi oleh kekuatan Kristus. Ketika beban terasa ringan, itu karena Dia yang memikul bagian beratnya.
Kita tidak perlu lagi berdoa dengan takut-takut atau berharap Tuhan mendengar.
Ibrani 4:16 berkata, “Marilah kita dengan penuh keberanian datang ke takhta kasih karunia.”
Perhatikan, Tuhan tidak pernah berkata kapan kita harus pergi. Artinya, kita bisa tinggal di hadirat-Nya sepanjang hari. Hidup kita bisa menjadi doa yang terus berlangsung — bukan karena kita berlutut tanpa henti, tapi karena hati kita terhubung dengan Dia dalam setiap hal kecil yang kita lakukan.
Kehidupan orang Kristen sejati bukanlah kehidupan terpisah antara “spiritual” dan “sehari-hari.” Tuhan ingin kita membawa-Nya ke dapur, ke kantor, ke pasar, ke setiap percakapan. Hidup bersama Dia tidak dibatasi oleh waktu doa pagi; itu adalah kesadaran konstan bahwa Kristus menyertai dan bekerja melalui kita.
Saat hati kita menyadari hadirat-Nya, kehidupan menjadi ringan. Kita tidak lagi sibuk mengejar apa yang sudah dimiliki, tapi mulai menikmati Dia — Sang Pemberi hidup itu sendiri. Sebab hadiah terbesar bukanlah apa yang Tuhan berikan, melainkan Tuhan sendiri.
“The Christian life is not difficult — it’s impossible without Christ.”
— Hudson Taylor
“Hidup Kristen itu bukan sulit — tapi mustahil tanpa Kristus.”
— Hudson Taylor
YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
#seruputkopifirmanTuhan
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

