Monthly Archives: Apr 2025

Articles

Mengapa Harus Berputar-putar di Padang Gurun 40 Tahun?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Mengapa Harus Berputar-putar di Padang Gurun 40 Tahun?

Satu kali saya membaca ulang kisah bangsa Israel di padang gurun dan bertanya-tanya… Kenapa sih harus sampai 40 tahun? Bukankah Tuhan mahakuasa? Bukankah Tanah Perjanjian itu cuma butuh beberapa minggu perjalanan dari Mesir?

Tapi Tuhan ternyata bukan cuma tertarik membawa mereka ke tempat yang benar—Dia ingin membentuk mereka jadi orang yang benar.

Alkitab mencatat, mereka sudah dua tahun menerima hukum Taurat di Gunung Sinai, dan setelah itu Tuhan menyuruh mereka berputar-putar selama 38 tahun lagi. Kenapa?

Karena mereka bersungut-sungut, mengeluh, dan tidak percaya.

Salah satu keluhan mereka bahkan cukup menyakitkan di telinga Tuhan:
“Anak-anak kami pasti akan mati di padang gurun ini!”

Tapi apa jawaban Tuhan?

“Di padang gurun ini bangkai-bangkaimu akan berhantaran… semua tanpa terkecuali yang berumur dua puluh tahun ke atas, karena kamu telah bersungut-sungut kepada-Ku… tetapi anak-anakmu yang telah kamu katakan akan menjadi tawanan—merekalah yang akan Kubawa masuk…”
(Bilangan 14:29-31 TB)

Wow! Yang mereka takutkan justru Tuhan balikkan. Anak-anak mereka tidak mati, malah mereka yang akhirnya masuk dan merebut tanah itu. Sedangkan para pengeluh—yang menolak percaya—mati di padang gurun.

Tuhan tidak pernah kejam. Tapi Dia adil. Dia sabar, memberi kesempatan, tapi tidak bisa membawa orang-orang yang penuh ketakutan, keras hati, dan suka bersungut-sungut masuk ke dalam janji-Nya.

Tapi jangan salah… Di tengah penghakiman dan ketegasan Tuhan, kita tetap melihat kasih dan kelembutan-Nya.

Lihat saja Rahab. Seorang perempuan dari Yerikho, pelacur lagi! Tapi ketika ia mendengar tentang Allah Israel, hatinya berubah. Ia berkata:

“Tuhanmu adalah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.” (Yosua 2:11)

Karena imannya, Rahab dan seluruh keluarganya diselamatkan. Bahkan, Tuhan menunda seluruh arak-arakan penghancuran Yerikho demi perempuan ini! Rahab pun dicatat dalam silsilah Yesus, karena dia menikah dengan salah seorang pengintai yang diselamatkannya.

Bukan masa lalu yang menentukan masa depan kita—imanlah yang memindahkan kita dari kutuk menjadi berkat!

Hal yang sama terjadi pada Lot. Kota tempat tinggalnya, Sodom, penuh dengan kejahatan. Tapi Tuhan menyebut Lot sebagai orang benar (2 Petrus 2:7). Bahkan malaikat diutus khusus untuk menyelamatkan dia dan keluarganya—hanya karena ada satu orang yang percaya.

Bahkan, karena Yakub, Laban pun diberkati berlimpah-limpah. Laban sendiri mengaku:

“Tuhan memberkati aku karena engkau.” (Kejadian 30:27)

Dan karena Yusuf, Potifar mengalami hal yang sama.

“Sejak Potifar memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang.” (Kejadian 39:5)

Apa artinya?

Orang yang menempel, setia, dan taat kepada Tuhan—membawa berkat dan perlindungan bagi sekelilingnya! Bahkan rumah tangga, keluarga, tempat kerja, atau kotanya sekalipun… bisa ikut menikmati aliran berkat ilahi hanya karena ada satu orang benar di dalamnya!

Sodom dihancurkan bukan karena Tuhan pilih kasih. Tapi karena dosanya sudah sangat berat (Kej. 18:20). Sama halnya dengan bangsa Kanaan. Tuhan sabar menunggu mereka bertobat. Bahkan dalam Kejadian 15:16, Tuhan berkata bahwa hukuman bagi mereka belum datang karena “kesalahan orang Amori belum genap.” Tapi saat kejahatan mereka mencapai puncaknya, Tuhan bertindak. Itu bentuk keadilan.

Dan inilah pelajaran besarnya:

Tuhan tidak sembarangan menghukum. Dia menimbang hati, mengamati keputusan pribadi, dan selalu memberikan kesempatan. Tapi pada akhirnya, Dia tidak akan membawa mereka yang terus mengeluh dan memberontak ke dalam tanah perjanjian kehidupan.

Hanya orang yang percaya, taat, dan mau dibentuk yang bisa masuk dan menikmati janji-Nya.

Jadi hari ini, kita tanya hati kita masing-masing:
Apakah aku seperti generasi lama yang terus bersungut-sungut?

Atau seperti Kaleb, Yosua, Rahab… bahkan Lot—yang hatinya berpaut kepada Tuhan?

Padang gurun bukan akhir cerita. Tapi jangan biarkan kita mati di sana karena sikap hati yang salah. Kalau kita mau bertobat, percaya, dan setia pada Tuhan—Dia sanggup membalikkan kisah kita. Bahkan lebih dari itu: melalui kita, keluarga kita pun bisa ikut diberkati dan dipelihara oleh Tuhan!
Setuju?

“Your attitude determines how far you go with God. A thankful heart is the key to promotion in the kingdom.” – Andrew Wommack.

“Sikap hatimu menentukan seberapa jauh engkau berjalan bersama Tuhan. Hati yang bersyukur adalah kunci untuk promosi dalam Kerajaan Allah”.- Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Kaleb: Teladan Iman yang Menantang Generasi

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kaleb: Teladan Iman yang Menantang Generasi

Kisah Kaleb adalah salah satu yang penuh dengan inspirasi, keberanian, dan iman yang tak tergoyahkan. Ia bukan hanya seorang pejuang yang menaklukkan raksasa, tetapi juga seorang ayah dan paman yang meninggalkan warisan iman yang luar biasa. Kisah hidupnya mengajarkan kita tentang bagaimana berani meminta dan mengklaim janji Tuhan, bahkan di tengah tantangan yang besar. Kaleb menunjukkan kepada kita bahwa iman yang teguh bisa menginspirasi orang lain untuk juga berani berdiri teguh dalam janji-janji Tuhan.

Pada masa ketika sebagian besar bangsa Israel merasa takut dan ragu-ragu untuk memasuki tanah perjanjian, Kaleb berbeda. Ketika para pengintai melihat adanya raksasa, keturunan Enak, yang membuat mereka merasa gentar, Kaleb tidak terpengaruh. Dengan penuh keyakinan, ia berkata, “Aku mau tanah itu! Aku mau tanah yang semua orang takuti. Aku akan menghadapi raksasa itu dengan kuasa Tuhan!” (Yosua 14:12). Kaleb tidak hanya berbicara tentang apa yang Tuhan janjikan, tetapi ia bersedia untuk menanggung tantangan besar demi mengklaimnya.

Dalam perjalanan iman Kaleb, kita melihat warisan yang ia tinggalkan tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya, terutama bagi keponakannya, Otniel. Kaleb mengundang Otniel untuk mengikuti jejaknya.

Dalam usaha menaklukkan kota Debir, Kaleb memberikan janji bahwa siapa pun yang berhasil menaklukkan kota tersebut akan mendapatkan anak perempuannya, Aksa, sebagai istri.

Tanpa ragu, Otniel maju dan merebut kota itu. Kaleb menepati janjinya, dan Aksa menjadi istri Otniel. Ini bukan hanya tentang kemenangan fisik, tetapi juga tentang bagaimana keberanian dan iman Kaleb menginspirasi generasi berikutnya untuk mengambil langkah berani dalam iman.

Namun, kisah ini tidak berhenti di situ. Aksa, putri Kaleb, menunjukkan bahwa keberanian dalam meminta juga merupakan bagian dari warisan yang ditinggalkan oleh Kaleb.

Setelah mendapatkan tanah dari ayahnya, Aksa dengan berani meminta tambahan: “Berilah aku suatu berkat. Karena engkau telah memberikan kepadaku tanah di tanah Negeb, berilah juga kepadaku sumber-sumber air”.

Dengan iman, Aksa tahu bahwa ia bisa meminta lebih dan mendapatkan lebih, dan Kaleb mengabulkan permintaannya dengan memberikan mata air atas dan mata air bawah, menjadikan tanah itu subur.

Apa yang dapat kita pelajari dari Kaleb dan keluarganya?

Pertama, kita diajarkan untuk berani meminta.
Tuhan suka melihat anak-anak-Nya yang berani meminta dan berani mengklaim apa yang telah Dia janjikan. Kaleb mengajarkan kita bahwa iman bukan hanya tentang menerima janji Tuhan, tetapi juga tentang berani menghadapinya, bahkan ketika ada “raksasa” yang tampaknya menghalangi kita. Kaleb dan keluarganya tidak takut menghadapi rintangan, karena mereka tahu bahwa Tuhan akan berjalan bersama mereka.

Lebih dari itu, Kaleb menunjukkan kepada kita pentingnya meninggalkan warisan iman bagi generasi berikutnya.

Keberanian dan iman yang ia tunjukkan bukan hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk keluarganya, yang kemudian meneruskan perjuangan itu. Otniel, yang terinspirasi oleh pamannya, dan Aksa, yang belajar untuk meminta lebih dari Tuhan, adalah bukti nyata dari warisan iman yang ditinggalkan Kaleb.

Kaleb adalah contoh nyata bahwa iman tidak hanya untuk kita sendiri, tetapi juga untuk orang lain di sekitar kita. Ketika kita hidup dengan iman yang teguh, kita menjadi teladan bagi anak-anak kita, keponakan, dan bahkan orang-orang di sekitar kita. Iman kita bisa menjadi sumber inspirasi yang menggerakkan orang lain untuk mengambil langkah-langkah berani dalam hidup mereka.

Sebagai orang tua, pemimpin, atau siapa pun kita, kita semua dipanggil untuk meninggalkan warisan iman.

Apakah kita sedang menginspirasi orang lain untuk berani meminta, untuk berani mengklaim janji Tuhan?
Apakah kita hidup dengan iman yang bisa menginspirasi generasi berikutnya?
Kaleb, dengan segala keberaniannya, telah menunjukkan kepada kita bagaimana melakukannya.

Tuhan telah memberikan janji-janji-Nya kepada kita, dan seperti Kaleb, kita dipanggil untuk berani mengambilnya. Kita tidak perlu takut dengan raksasa atau tantangan yang ada di depan kita. Dengan iman, kita bisa maju dan meraih tanah perjanjian yang telah Tuhan sediakan. Jadi, mari kita tinggalkan warisan iman yang kuat, seperti yang dilakukan Kaleb, dan inspirasi generasi berikutnya untuk berani meminta dan mengambil apa yang telah Tuhan janjikan.

“The greatest legacy one can pass on to one’s children and grandchildren is not money or other material things accumulated in one’s life, but rather a legacy of character and faith.” – Billy Graham.

“Warisan terbesar yang bisa diberikan seseorang kepada anak dan cucunya bukanlah uang atau harta benda, tetapi warisan karakter dan iman – Billy Graham.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#Inspirasi Kebaikan #MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas #BerbagiDenganSesama

Read More
Articles

Kunci Mujizat: Berdoa Dari Sisi Kemenangan!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kunci Mujizat: Berdoa Dari Sisi Kemenangan!

Pernahkah kita mendoakan kesembuhan, kelepasan, atau terobosan, lalu kita mengucap syukur dan percaya bahwa Tuhan sudah menjawab… tetapi gejalanya masih ada? Rasa sakit belum hilang, utang belum lunas, situasi belum berubah? Apa yang harus kita lakukan?

Dulu saya pun bingung. Sampai saya mengerti prinsip penting ini: yang rohani lebih nyata daripada yang jasmani. Kita bukan hanya tubuh dan jiwa, tetapi roh, jiwa, dan tubuh. Dan mujizat Tuhan dimulai di alam roh, lalu baru termanifestasi di alam fisik.

Andrew Wommack berkata, “Saya bukan menyebut yang tidak nyata seolah-olah nyata. Saya justru menyatakan kebenaran—hanya saja ini kebenaran di alam roh. Dan sesuai Markus 11:23-24, kalau saya tidak bimbang dan tetap percaya, maka kebenaran di alam roh akan termanifestasi di alam fisik.”

Wow! Ini membuka mata saya. Selama ini, saya terlalu fokus pada apa yang bisa saya lihat, rasakan, atau alami. Kalau gejalanya masih ada, saya langsung kecewa. Padahal kebenaran firman Tuhan berkata: “Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.” Itu sudah selesai. Bukan akan disembuhkan, tapi sudah.

Permasalahannya, kita hidup dalam dunia yang mendidik kita untuk percaya pada apa yang terlihat. Itu sebabnya banyak orang Kristen hidup secara karnal—bukan berarti berdosa terus, tapi artinya dikendalikan oleh panca indera. Mereka tidak mengakui bahwa ada dunia rohani yang lebih nyata daripada dunia fisik.

Roma 8:6 berkata, “Karena keinginan daging ialah maut, tetapi keinginan Roh ialah hidup dan damai sejahtera.” Artinya, kalau pikiran kita hanya fokus pada fakta fisik, hasilnya adalah kematian—kebingungan, kekalahan, depresi. Tetapi kalau kita berpikir sesuai kebenaran roh, maka akan muncul hidup dan damai.

Roh kita yang sudah dilahirkan kembali punya sukacita, damai, iman, kesembuhan, kelimpahan—semua yang kita butuhkan sudah ada! Tetapi untuk mengalaminya, kita perlu percaya bahwa yang dikatakan firman Tuhan lebih nyata daripada kenyataan fisik.

Saya mulai melatih diri saya untuk berbicara seperti ini:
“Aku punya sukacita, karena itu buah rohku. Meskipun aku merasa sedih, sukacitaku nyata!”
“Aku sembuh, karena itu janji Tuhan. Meskipun gejalanya belum pergi, aku tidak goyah!”
Dan pelan-pelan, saya melihat perubahannya. Keadaan mulai berbalik arah. Bukan karena saya berusaha keras, tetapi karena saya setuju dengan kebenaran yang sudah Tuhan ciptakan.

Inilah kunci mujizat: setujulah dengan apa yang Tuhan sudah lakukan di alam roh. Percayalah lebih pada firman-Nya daripada perasaanmu. Maka yang rohani akan menarik yang jasmani.

Hidup bukan tentang menunggu mujizat, tetapi menciptakan manifestasinya lewat iman.

Sudah selesai di alam roh—tinggal kita yang harus sepakat dan bertindak seolah-olah itu sudah nyata. Karena memang sudah nyata, di dalam roh kita.

Apa yang Anda lihat belum tentu realita. Tapi firman Tuhan selalu kebenaran.
Dan kebenaran itulah yang membebaskan kita.

Selaras dengan hal ini,
Daniel 10:12-13 menceritakan
bahwa sejak hari pertama Daniel berdoa dan merendahkan diri, doanya sudah didengar. Namun jawabannya tertunda 21 hari karena ada perlawanan dari pemimpin kerajaan Persia di dunia roh.
Malaikat akhirnya dibantu oleh Mikhael untuk menerobos dan membawa jawaban kepada Daniel.

Dari pemahaman ini, sekarang saya mengerti, saat berdoa, sesungguhnya doa kita langsung dijawab Tuhan. Tetapi manifestasinya membutuhkan waktu karena berbagai sebab.

Nah… sekarang kita bisa berdoa dari sisi kemenangan, dengan penuh keyakinan, bahwa doa kita sudah terjawab. Tinggal kita mengucap syukur, agar terjadi percepatan manifestasinya.

Menarik bukan?
Praktik yuk….

“Faith reaches into the spiritual realm and brings what is already a reality there into the physical realm.” – Andrew Wommack.

“Iman menjangkau ke alam roh dan membawa apa yang sudah nyata di sana ke dalam alam fisik.” – Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Bagaimana Cara Menemukan Solusi Masalah Yang Jitu?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Bagaimana Cara Menemukan Solusi Masalah Yang Jitu?

Budi curhat. Bisnisnya sudah beberapa tahun terakhir tidak berjalan dengan baik. Dia mengikuti komunitas bisnis, yang niatnya baik, membantu pebisnis yang bermasalah.
Mentornya, seseorang yang bisnisnya pernah bermasalah dan sekarang sudah membaik.

Masalahnya, kebanyakan orang hanya bisa menceritakan perjalanan kesuksesannya saja. Budi terpukau… tetapi dia tidak bisa memberikan “peta jalan” agar Budi bisa sukses juga.
Sarannya di awang-awang dan ‘memaksa’ Budi melakukan sesuai cara dan pengalamannya.
Bagus secara teori, tetapi sulit Budi lakukan dan tidak dengan sesuai kondisi Budi.

“Biasanya orang-orang begini…”
“Si Anu caranya begini…”
“Buku itu mengajarkan….”

Familiar dengan kisah ini?
Tidak semua orang bisa jadi mentor, meski dia pernah melewatinya.

Belum lagi ada orang-orang yang jagoan mengupas ayat-ayat firman Tuhan tentang sukses berbisnis tetapi dia sendiri belum sukses berbisnis. Belum ada buahnya yang manis!

Curhat dengan orang yang tidak tepat, justru makin membuat Budi kacau balau.

Syarat Mentor Bisnis yang kompeten, orang itu berpengalaman nyata, terbukti berhasil membangun bisnis, mampu mengajar dengan jelas, memahami dinamika pasar, serta berintegritas tinggi dan mampu mendorong pertumbuhan personal dan profesional mentee-nya.

*******

Beberapa waktu lalu saya mengalami masalah berbeda, yang tidak dapat saya pecahkan. Ketika saya berdoa, Tuhan memberi hikmat sehingga saya menemukan pengajaran yang bagus sekali.

Siapa yang tahu solusi permasalahan kita? Tuhan!

Sesungguhnya, cara Tuhan menyelesaikan masalah, – meski kelihatannya masalahnya serupa -, tetapi Tuhan TIDAK PERNAH menyelesaikannya dengan menggunakan cara yang sama. Tuhan Maha-kreatif.

Lalu bagaimana?
Jadi, yang terutama,carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepada kita.

Luangkan waktu selain saat teduh pagi, 10-15 menit, matikan HP, masuk ruangan lalu tutup pintu, dan berdoa dalam roh. Lakukan secara konsisten.
Why?
Berdoa dalam Roh adalah kendaraan untuk masuk ke dalam hal-hal rohani.

Mungkin saja tidak terjadi sesuatu tetapi kita tengah memposisikan diri untuk peka, mendengar suara-Nya. Ada aliran-aliran Air Hidup mengalir, pewahyuan demi pewahyuan mengalir. Muncul dorongan yang kita tahu, tahu dan tahu, itu suara Tuhan.

Kehidupan orang percaya yang efektif dimulai dengan mendengar suara Tuhan. Kita tidak bisa hanya menjalani kehidupan rohani dengan pemikiran logis atau perasaan. Kita harus membangun hidup berdasarkan apa yang Tuhan katakan secara pribadi kepada kita.

Tuhan ingin bicara kepada kita—memberi petunjuk, arahan, dan kekuatan. Tapi kita harus datang dan mendengar.

Artinya, kalau kita terlalu sibuk untuk datang kepada Tuhan, maka kita kehilangan kesempatan untuk mendengar suara-Nya—padahal di sanalah perlindungan, keberhasilan dan kemenangan kita!

Hikmat Allah adalah Kekayaan Kita.
*Akar dari banyak kegagalan bukan dosa, tapi karena kita tidak mendengar Tuhan.

“Jika di antara kamu ada yang kekurangan hikmat, hendaklah ia memintanya kepada Allah.”

Dan ketika Tuhan berbicara, ada urapan dalam perkataan-Nya yang menghancurkan setiap kuk.

Apakah kita membutuhkan mentor?
Kemungkinan Ya.
Tetapi BUKAN kita yang mencari-cari siapa yang cocok menjadi mentor kita, melainkan Tuhan.

Kita bisa dipertemukan dengan orang-orang tertentu, yang sesuai menjadi mentor, yang tahu persis bagaimana membawa kita pada solusi permasalahan kita.

Mungkin juga kita tidak hanya butuh 1 mentor. Tetapi di aspek A, kita dipertemukan melalui – Providentia Dei alias Penyelenggaraan Ilahi- dengan orang yang expert di bidang A.
Sementara di aspek B, kita dipertemukan dengan orang yang ahli di bidang B.

Tuhan yang “Mengorkestrasi” artinya mengatur, menyusun, dan mengkoordinasikan berbagai elemen atau komponen secara harmonis untuk mencapai tujuan-Nya dalam menolong kita.

Kadang ada perusahaan besar yang menawarkan pertolongan, yang terpikir pun tidak.
Jalan-jalan satu persatu mulai nampak.
Pintu-pintu yang selama ini seolah tertutup, dibukakan.
Kelihatannya natural tetapi supernatural!

Siap praktik? Yuk…..

If God takes care of wildflowers, how much more will He care for you—His precious one! Trust that He will provide, take pride in you, and give you His very best. Immerse yourself in His reality, His initiatives, and His provision. Don’t be afraid of missing out—everything you need will be taken care of.

Jika bunga liar saja dijaga Allah, apalagi kamu—yang begitu berharga bagi-Nya! Percayalah, Ia akan memelihara, membanggakan, dan memberi yang terbaik bagimu. Hiduplah tenggelam dalam realitas, prakarsa, dan penyediaan-Nya. Tak perlu takut tertinggal—semua kebutuhanmu pasti tercukupi.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT*
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Read More
Articles

Berikanlah Kepadaku Pegunungan Itu!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Berikanlah Kepadaku Pegunungan Itu!

Dulu, ketika Kaleb masih muda, ia ditugaskan sebagai salah satu dari dua belas pengintai yang mengintai Tanah Perjanjian. Bersama Yosua dan sepuluh orang lainnya, mereka menelusuri negeri yang dijanjikan Tuhan kepada umat Israel—negeri yang subur, penuh hasil, dan berlimpah susu dan madu.

Namun ada satu “masalah besar”—orang Enak.
Kaum raksasa ini tinggal di kota-kota besar dan berkubu. Sosok mereka begitu menakutkan hingga sepuluh pengintai berkata, “Kita seperti belalang di hadapan mereka.”
Akibatnya, bangsa Israel diliputi ketakutan dan menolak masuk ke negeri itu, meski Tuhan sudah berjanji akan menyertainya.
Tuhan murka.
Akibatnya: seluruh generasi itu dihukum berkeliling di padang gurun selama 40 tahun, sampai mereka semua mati, kecuali dua orang—Yosua dan Kaleb.

Mengapa hanya mereka berdua yang selamat?
Karena mereka percaya janji Tuhan, meski semua orang ketakutan.

Dan Kaleb menyimpan janji itu selama 45 tahun!

Ketika akhirnya umat Israel masuk Tanah Perjanjian, Kaleb datang kepada Yosua dan berkata:

“Pada waktu itu Musa bersumpah: Sesungguhnya tanah yang diinjak oleh kakimu itu akan menjadi milik pusakamu… Oleh sebab itu, berikanlah kepadaku pegunungan, yang dijanjikan TUHAN pada waktu itu… sebab di sana ada orang Enak dengan kota-kota yang besar dan berkubu.”
(Yosua 14:9,12)

Perhatikan baik-baik:
Kaleb tidak menghindari tempat yang sulit,
justru ia meminta tanah yang paling menakutkan—tanah orang Enak, yang ditakuti semua orang!

Yang lain gentar, Kaleb bergairah menaklukkannya.
Di usia 85 tahun, ia berkata, “Berikan kepadaku pegunungan itu!”
Ia tidak meminta tanah datar untuk pensiun. Tidak cari tempat tenang di pinggir danau untuk bersantai ria.
Ia minta tanah penuh raksasa!

“Tanah itu dulu menakuti orang, tapi aku percaya janji Tuhan—dan aku siap berperang untuknya hari ini!”

Wow….
Itu baru iman!
Iman yang tidak meluntur karena usia.
Iman yang tidak luntur oleh penundaan.
Iman yang semakin matang, semakin menyala.

Kaleb bahkan berkata:
“Mungkin TUHAN menyertai aku, sehingga aku menghalau mereka, seperti yang difirmankan TUHAN.”
(Yosua 14:12b)

Dia tahu: bukan kekuatannya yang jadi andalan, tapi penyertaan Tuhan.
Dan Tuhan setia!

Yosua memberkati Kaleb dan memberi Hebron sebagai milik pusaka.

Alkitab menutup kisah ini dengan satu kalimat penting:
“…karena ia mengikuti TUHAN, Allah Israel, dengan sepenuh hati.” (Yosua 14:14)

Itulah rahasianya!
Kaleb tidak terkenal karena otot, strategi, atau umur panjang.
Dia dikenang karena cara hidupnya yang setia kepada Tuhan—dengan sepenuh hati.

Saya rindu dikenal seperti itu.
Bukan karena prestasi dunia, tapi karena ketekunan dan iman yang bertahan sampai akhir.
Bagaimana dengan Anda?

Mungkin ada janji Tuhan yang sudah lama kita nantikan.
Mungkin kita merasa sudah terlalu tua, terlalu lelah, terlalu banyak tantangan.
Tapi ingat Kaleb: Yang lain takut pada raksasa, dia justru berkata, “Aku mau tanah itu!”

Hari ini, jangan minta hidup nyaman. Jangan cari jalan mudah.
Mintalah pegunungan itu!
Karena di sanalah janji Tuhan menanti orang yang percaya.
Tinggalkan jejak yang dapat dibanggakan saat bertemu Tuhan.

Selama kita masih hidup, belum terlambat!
Karena Tuhan kita, yang memberi janji, juga setia menggenapinya!
Dan orang yang mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati tidak akan pernah dikecewakan.

Siap?

“You are never too old to set another goal or to dream a new dream.” – C.S.

“Engkau tidak pernah terlalu tua untuk menetapkan tujuan baru atau bermimpi memiliki mimpi yang baru.” – C.S. Lewis.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3