Monthly Archives: Dec 2024

Articles

Pelajaran Dari Kehidupan Anthony Robbins & Ayahnya…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Dari Kehidupan Anthony Robbins & Ayahnya…

Putri bungsu saya, Michelle, baru saja join seminar Anthony Robbins di NYC “Unleash The Power Within”. Menarik sekali ceritanya. Dan betul-betul bisa mengubah pola pikir Michelle dengan cara pandang yang baru.

Memancing rasa penasaran saya untuk menggali, mengapa Tonny Robbins bisa sedemikian hebat. Meski sesungguhnya saya sudah membaca buku-bukunya puluhan tahun lalu.

Dan apa yang diceritakan Tonny Robbins tentang masa lalunya, membuat saya terperangah.

Kisah hidup Tony Robbins merupakan bukti nyata transformasi dari kesulitan menuju keberhasilan.
Lahir dalam keluarga miskin, Tony tumbuh dengan empat ayah tiri yang berbeda dan seorang ibu yang bermasalah dengan alkohol serta kekerasan.

Sejak kecil, ia sering menghadapi situasi sulit, seperti kelaparan dan konflik keluarga. Namun, pengalaman ini membentuk tekadnya untuk mencari kehidupan yang lebih baik.

Saat Tony berusia 11 tahun, keluarganya sedang kekurangan makanan pada Hari Thanksgiving, seorang pria asing datang membawa kantong penuh bahan makanan.
Bagi Tony, momen ini memberi harapan bahwa kebaikan masih ada di dunia.
Namun, ayahnya melihat bantuan itu sebagai penghinaan terhadap harga dirinya.
Perbedaan pandangan ini menyoroti dua respons yang sangat kontras terhadap kesulitan: penghargaan versus penolakan.
Pengalaman tidak menyenangkan ini justru mendorong Tony belajar fokus pada rasa syukur dan peluang, bukan rasa malu. Bantuan tak terduga, pertanda Tuhan itu peduli. Harapan bagi masa depan masih ada.

Kejadian itu menjadi pemicu pertengkaran sang ayah dengan sang ibu.
“Kamu laki-laki yang tidak berguna, tidak bisa mencukupi kebutuhan keluargamu…”, demikian kata ibu Tony dalam murkanya.

Di Usia 17 Tahun, Tony, yang saat itu bekerja sebagai tukang bersih-bersih dengan gaji $40 per minggu, memutuskan untuk menghabiskan $35 untuk menghadiri seminar Jim Rohn. *Ia terinspirasi oleh ajaran Rohn tentang tanggung jawab pribadi dan potensi manusia.*
Investasi ini menjadi titik balik dalam hidupnya, memicu minat besar untuk memahami apa yang membuat seseorang berhasil sementara yang lain gagal.

Wow…. sungguh teladan yang sangat baik. Sementara banyak orang merasa sayang membeli buku, belajar dan mengikuti seminar, justru memilih untuk menghabiskan dananya untuk sekedar makan dan bersenang-senang.

Perubahan mindset dan pola pikir ke arah yang baik itu tidak tergantikan. Dan akan membawa kita naik level yang tinggi serta berkualitas. Apalagi saat kita membangun relationship yang dekat dan intim dengan Tuhan, maka tidak ada yang mustahil bagi orang percaya.

Nach … Tony bercerita, menjelang ayahnya meninggal dunia, dia mengungkapkan hidupnya yang penuh penyesalan.
Dia berujar, “I am a bastard, – saya seorang bajingan”. Kata-kata ini mencerminkan rasa gagal dan kekecewaan yang mendalam…. namun sepanjang hidupnya, dia memilih menjadi victim – korban. Makian ibu Tony, membuatnya terluka tetapi dia memilih membiarkan dirinya terpuruk di sana. Tidak berusaha berubah.

Sebaliknya, Tony Robbins memilih jalan yang berlawanan: ia berkomitmen untuk memberi makna pada hidupnya dengan melayani orang lain dan menyebarkan pesan harapan.

Tony Robbins menjadi penulis buku terlaris, pembicara internasional, dan pelatih kehidupan. Ia telah membantu lebih dari 100 juta orang di 195 negara melalui seminar, buku, dan program pelatihannya.

Prinsip utamanya: “Rahasia kehidupan adalah memberi.” Ia percaya bahwa dengan memberi, seseorang menemukan makna sejati dalam hidup.

Hhhmmm… ternyata pepatah “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya” tidaklah selalu benar.
Tony Robbins buktinya. Bahkan dia mampu menjadi pribadi yang sangat sukses dan mempengaruhi dunia, bertolak belakang dengan ayahnya. Semua tergantung pilihan masing-masing.

********
Michelle bertanya apa bedanya belajar pada motivator seperti Tony Robbins dan belajar melalui firman Tuhan?

Kita membutuhkan keduanya dan saling melengkapi.
Sesungguhnya semua ilmu pengetahuan dan buku bagus yang ditulis, hikmatnya dari Tuhan dan firman-Nya.

Guru saya, Dean Radtke, yang merupakan konsultan bisnis di tingkat dunia, menjabarkan bahwa prinsip-prinsip dari buku bisnis serta program pelatihannya yang terkenal, sumbernya Kitab Amsal yang hikmatnya dari Raja Salomo alias Raja Sulaiman, raja terkaya yang pernah hidup di dunia ini.

Guru yang lain, Billy Epperhart pemilik Wealth Builders dan berbagai bisnis lainnya, bersama Paul Milligan pengusaha sukses yang hobbinya jual beli perusahaan, mereka sebegitu suksesnya karena mampu menerjemahkan prinsip-prinsip yang Tuhan ajarkan ke dalam bisnisnya.

Nach buku-buku pengembangan diri, buku bisnis dan berbagai pengetahuan lainnya, menolong dan memudahkan kita menerapkan prinsip-prinsip firman secara praktis. Sudah dikemas sesuai situasi masa kini, lengkap dengan contoh-contoh kasusnya.

Tetapi semua ini dimulai dari luar, lalu diusahakan masuk ke dalam diri kita. Bergantung pada kekuatan dan kemampuan kita menyerapnya dan seberapa banyak bisa mengubah pola pikir dan cara pandang kita.
Dengan cara demikian, kesabaran, pengendalian diri itu diusahakan oleh kita sendiri. Biasanya tidak bertahan lama. Bisa sich sabar sementara…. dengan menekan emosi melalui pertimbangan rasional. Tetapi kemarahan yang ditekan, suatu ketika bisa meledak.

Ketika kita membangun hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, maka Tuhan melalui firman-Nya yang akan mengubah kita secara natural dari dalam ke luar.
Why?
Karena firman Tuhan itu roh, hidup dan berkuasa mengubah kita semakin hari semakin serupa dengan-Nya.
Effortless Change tercipta. Perubahan tanpa usaha.
Kita menjadi sabar dan mampu mengendalikan diri, bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan karena Tuhan yang mengerjakannya dari dalam.
Kasih, Sukacita, Damai sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, Kesetiaan, Kelemahlembutan, Penguasaan diri adalah Buah Roh karena kita memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan, semua itu muncul sebagai buahnya.

Yang ideal, kita membangun baik dari dalam mau pun dari luar.
Sehingga karakter Allah terbentuk dari dalam, dan ketrampilan menggunakan strategi yang praktis, aktual dan tepat sasaran untuk mengatasi permasalahan di jaman ini, kita pelajari dari luar ke dalam.

Mari kita menjadi pribadi bijak yang terampil baik dari luar mau pun dari dalam.
Setuju?

“Each life is made up of mistakes and learning, waiting and growing, practicing patience and being persistent. At the end of it, we must ask ourselves: Did we live for God’s glory?” – Billy Graham.

Setiap kehidupan terdiri dari kesalahan dan belajar, menunggu dan bertumbuh, berlatih kesabaran dan menjadi gigih. Pada akhirnya, kita harus bertanya pada diri sendiri: Apakah kita hidup untuk kemuliaan Allah? Billy Graham.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#MotivasiKebaikan
#PribadiBerkualitas
#BerkatBagiSesama

Read More
Articles

Bermasalah? Cari Tuhan, BUKAN Manusia!

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bermasalah? Cari Tuhan, BUKAN Manusia!

“Bu, bagaimana saya ini, sedang mengalami lelah “rohani”……,” ujar Bu Hetty Rasong,
“Bu Yenny, ingatkah? Waktu saya terlilit hutang Kartu Kredit 2 tahun lalu, awal saya join BBL. Tuhan sudah membebaskan saya berkat doa-doa di BBL (doa pagi Berdoa Berbahasa Lidah).

Lalu Tuhan memberikan pekerjaan menjadi pembantu. Ternyata profesi pembantu tidak “seseram” yang saya pikirkan. Hanya menemami seorang akong yang masih mandiri. Membacakan Alkitab, dan menjelaskan seperti “khotbah” kecil. Selama 6 bln saya menemai Akong, hingga Akong meninggal.

Tidak punya pekerjaan lagi, tetapi lumayanlah tidak punya hutang.

Tidak punya tempat tinggal (nebeng – nebeng di rumah jemaat gereja yang sudah spt anak saya sendiri), hingga suatu hari kehilangan motor. Pinjam motor dan motornya hilang dicuri. Selesai masalah motor.

Lalu adik saya (laki2), panggil saya untuk membantu jualan nasi goreng di rumahnya, di Bekasi. Daripada gak punya tempat tinggal, ya lumayanlah ikut adik.
Rumahnya kecil, sulit untuk ikut BBL.
Warung nasi goreng juga sepi.

Inilah Bu Yeny yang membuat sy lelah rohani.
Mau berdoa ; gak tahu mau ngomong apalagi ke Tuhan. Mau merenungkan Firman meditasi juga hampa……Apa yg mesti saya sepakati dg Tuhan….
1. Usia sdh 56 th
2. Tdk punya pekerjaan/ penghasilan.
3. Tidak punya tempat tinggal.
4. Ikut adik, tambah melas
5. Mau pelayanan / ke gereja dekat rumah gak berani Bu, karena gak punya uang utk kolekte.
(Di gereja kami, TLW, tidak ada kantong kolekte yang diedarkan. Disediakan amplop dan nomor rekening bagi yang ingin memberi persembahan).
6.Sebenarnya yg masih semangat adalah memberitakan Injil kpd orang2 yang belum kenal Yesus. Inipun perlu uang untuk jalan”

Wow….

Secara umum pikiran kita pasti, ah… Bu Hetty butuh uang. Bisa saja kirim sedikit uang, tetapi tidak.

“Bu, minggu kita ketemu ya… biar dibikinkan flyer untuk mencari pekerjaan … bisa jadi perawat orang tua. Sudah dapat tempat tinggal, makan dan biasa wifi juga,” demikian saya berpesan pada Bu Hetty.

Koq ga kasi transport ke gereja?
Iman tanpa perbuatan itu sia-sia, klo Bu Hetty memang beriman, dia akan berusaha dengan segala cara agar bisa ke gereja.

******
Ternyata Bu Hetty chat bro Denny.
Bu Hetty mengeluh,
“Hidupku sangat mengerikan saat ini. Tidak bisa deklarasi Firman Tuhan, tidak bisa merenungkan firman-Nya…. pokoknya mau mengingat Tuhan saja …. rasanya seperti “menakutkan” …..
Sungguh mengerikan hidup saya satu bulan terakhir ini. Selama menjadi orang percaya, belum pernah hati saya sedingin ini.”

Sejak B. Hetty di rumah adiknya, karena rumah kecil, dia tidak ingin mengganggu keluarga ini. Bu Hetty tidak berdoa BBL lagi… menjauh dari komunitas yang sungguh-sungguh mengejar Tuhan. Itulah sebabnya hatinya dingin.

“B. Hetty kesayangan Tuhan… abaikan pikiran yang mengintimidasi, Mat 6: 33.” bro Denny menasehati.

Di gereja, Bu Hetty didoakan bro Denny dan 3 orang kawannya. Mereka bergandengan tangan.
Doanya tentu bukan doa yang meminta-minta, tetapi doa yang penuh kuasa dan otoritas, yang memerintahkan hal-hal yang tidak diinginkan menyingkir, sebaliknya hal-hal yang diinginkan, diperintahkan untuk datang.

Yang tak terduga….beberapa hari berlalu…

“Papa Pavo (bro Denny, maksudnya), saya mendapat pekerjaan. Kuasa doa sepakat kita kemarin.”

Dan tidak tanggung-tanggung, jawaban doanya demikian dahsyat.
“Kerjanya di Sulawesi Selatan , Kab Luwuk Timur. Ada teman yang dapat tender dari Pak Prabowo, makan siang gratis. 1 Kec. 3000 kotak per hari. Saya mengawasi beberapa titik di sana. Masih bisa ikut BBL Bu. Dan akan cari murid di sana.”, demikian Bu Hetty melapor ke saya,
“Masih diizinkan pula untuk ikut Misi ke Badui dan India Utara di bln Feb 2025”

Wow….. jawaban Tuhan sungguh melampaui akal pikiran kita.
Pikiran saya mencarikan B. Hetty pekerjaan merawat orang-orang tua, tetapi Tuhan memberikan pekerjaan yang jauh lebih baik plus tetap bisa menjalankan visi ke India.

Saya belajar dari pengalaman ini, sesungguhnya setelah kita lahir baru, hubungan kita dengan Tuhan, dipulihkan seperti hubungan Adam dengan Tuhan di Taman Eden.
Apa pun kebutuhan kita, Tuhan yang mencukupinya.
Bagian kita hanyalah, Percaya Saja – Only Believe.

Tuhan sudah berkata, Serahkan segala kekuatiranmu kepada Tuhan, karena Ia yang memelihara kamu.

Klo kita kuatir, Andrew Wommack bilang, kita sombong karena tidak percaya, Tuhan mampu membereskannya.

Nach yang banyak terjadi, ketika ada kebutuhan, langsung pikirannya, siapa yang bisa dimintai pertolongan, bantuan, sumbangan, proposal dll?

Itu artinya Mengandalkan Pikiran dan Kekuatannya sendiri.
Meski pun berdoa, tapi harapannya kepada manusia dan BUKAN kepada Tuhan.

Jika Bu Hetty berharap kepada manusia, endingnya paling jadi perawat manula dan pekerjaan-pekerjaan yang umum terpikirkan oleh kita. Tentunya gak bisa cuti pelayanan ke India utara dsb.

Tetapi ketika berharap kepada Tuhan, bisa nyambung ke Proyek Presiden, Misi ke Badui dan India Utara.

Saya pun belajar….
Kepada siapa kita berharap?

God is able to do far more than we ask or imagine, according to His power at work within us.” – Ephesians 3:20

“Allah mampu melakukan jauh lebih banyak dari yang kita minta atau pikirkan, sesuai dengan kuasa-Nya yang bekerja dalam kita.” – Efesus 3:20

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’s truth
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Attitude is Everything.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Attitude is Everything.

Tidak ada yang bisa menghentikan seseorang dengan sikap mental yang tepat untuk mencapai tujuannya bahkan jika dia menemukan dirinya di padang gurun, dia bisa mengubahnya menjadi surga;

Sebaliknya, tidak ada di bumi yang dapat membantu seseorang dengan sikap mental yang salah, bahkan jika kita memberinya seluruh dunia, dia akan tetap kehilangannya!

Buktinya?
Tuhan menjanjikan Tanah Perjanjian, tanah yang berlimpah susu dan madunya. Bahkan sedemikian suburnya, konon hingga setandan anggur harus dipikul oleh dua orang.
Wow….

Musa mengirimkan 12 pengintai untuk melihat apa yang tersedia di Tanah Perjanjian yang dijanjikan Tuhan.

Apa yang terjadi?
10 pengintai mengakui tanah itu luar biasa baiknya.
Tetapi mereka mengeluh,
menceritakan kepadanya: “Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kausuruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.

Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana.

Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.”

Mereka tahu betul, tanah ini sudah dijanjikan Tuhan akan diberikan kepada mereka. Jika saja mereka merenungkan, Tuhan itu tidak pernah gagal. Jika Dia berjanji, pasti sanggup menepati.
Tetapi mereka MEMILIH Tidak Sepakat dengan Tuhan!

Sebaliknya, Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: “Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”

Hanya Yosua dan Kaleb yang MEMILIH Sepakat dengan Tuhan dan Mengandalkan-Nya!

Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”
Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: “Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.
Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Bahkan 10 pengintai itu MEMILIH melihat diri mereka seperti belalang.
Ini pilihan mereka sendiri. Sikap mental mereka.
Tidak heran, akhirnya mereka semua, para angkatan tua, semua mati di padang gurun kecuali Yosua dan Kaleb.

Sesungguhnya, mereka sendiri yang menentukan nasib dan masa depan mereka sendiri.

Sangat berbeda dengan Kaleb,
dia mengingatkan Yosua di Gilgal tentang janji Tuhan kepada Musa. Saat berusia 40 tahun, ia diutus mengintai Kanaan dan tetap setia kepada Tuhan meskipun yang lain membuat Israel tawar hati. Musa berjanji tanah yang diinjak Kaleb akan menjadi miliknya karena ketaatannya.

“Jadi sekarang, aku telah berumur delapan puluh lima tahun aku hari ini;
pada waktu ini aku masih sama kuat seperti pada waktu aku disuruh Musa; seperti kekuatanku pada waktu itu demikianlah kekuatanku sekarang untuk berperang dan untuk keluar masuk.”

Wow….

Kini, pada usia 85, Kaleb tetap sekuat dahulu, saat berusia 40 tahun…. siap merebut tanah pegunungan yang dijanjikan Tuhan meskipun dihuni orang Enak dengan kota berkubu. Ia yakin Tuhan menyertainya untuk menghalau mereka sesuai firman-Nya.* Iman, kesetiaan, dan keberanian Kaleb tak tergoyahkan dalam janji Tuhan.

Dan Kaleb mendapatkan warisannya dengan berperang mengalahkan penduduk Hebron. Warisan harus didapat dengan usaha.

Mental dan sikap yang menentukan posisi kita.
Tuhan sudah berjanji,
“Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman TUHAN, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu.”

Seberapa tinggi kita naik, seberapa besar tanggung jawab yang hendak kita kelola, tergantung kesepakatan kita dengan Tuhan dan seberapa baik kita mampu mengelolanya.

Agar menjadi sukses, kita harus berani menerima tantangan yang datang menyertainya, dengan cara kita.
Saat dalam perjalanan mengalahkan tantangan itulah, kita mengalami Tuhan, belajar mengandalkan-Nya, berdoa, mendapatkan pewahyuan-pewahyuan melalui firman yang kita renungkan. Mengalahkan kecemasan dan membuktikan, ternyata Tuhan sedemikan dekatnya dengan kita. Di sanalah kualitas hubungan kita dengan Tuhan makin dalam, mengenal Tuhan dengan lebih baik dan makin menjadi serupa dengan-Nya.

Menarik bukan?

“God created you with a great purpose, but only you can choose whether to walk in His will or not.” – DL Moody.

“Tuhan menciptakan Anda dengan tujuan besar, tetapi hanya Anda yang bisa memilih untuk berjalan dalam kehendak-Nya atau tidak.” – DL Moody.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
THE REPUBLIC OF SVARGA
SWEET O’ TREAT
AESTICA INDONESIA – AESTICA ID
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#seruputkopicantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2