Monthly Archives: Dec 2022

Articles

Sikap Hati Yang Ternyata Penting Sekali….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sikap Hati Yang Ternyata Penting Sekali….

Seorang teman curhat. Masalahnya beneran berat dan ruwet. Masalah, di kantor, masalah penjualan tanah yang tak kunjung terbayar, sudah 3 tahun pula macetnya. Belum lagi masalah ortu yang sakit.
Duh… Saya pun gak tau solusinya.

Hahahaha… Klo masalah sudah sedemikian beratnya, biasa saya tawari untuk sekolah di Charis. Saya percaya janji Tuhan: Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu yang akan membebaskan kamu.

Awalnya, berulang kali menolak dengan berbagai alasan. Telpon lagi, curhat berulang. Demikian berulang hingga beberapa tahun. Sampai akhirnya situasi betul-betul mentog, kata Orang Jawa… Kuldesak, kata Orang Perancis. Jalan Buntu, Bahasa Indonesianya.

Akhirnya teman ini bilang,
“Oke Yenny… Ini jalan terakhir. Saya mau sekolah,” ujarnya.

Sedang dalam proses pendaftaran, mengisi formulir dll, teman saya telpon. Suaranya sedemikian cerianya, menceritakan berbagai terobosan yang tak terduga terjadi. Orang yang sudah bertahun-tahun mangkir gak menyicil hutangnya, tiba-tiba telepon, berjanji segera melunasi. Padahal gak ditagih.
Belum lagi terobosan pada masalah lainnya. Kesembuhan. Promosi tak terduga.
Wow…..

Gantian saya yang bengong. Kan belum belajar apa-apa, koq mujizat demi mujizat sudah terjadi?

Ketika saya menanyakan hal ini kepada P. Irwan, direktur Charis, beliau menjelaskan,
“Karena sikap hati teman B. Yenny sudah berubah dan Tuhan itu melihat hati….”

Amazing!

Ternyata sedemikian pentingnya sikap hati kita. Kebanyakan orang mementingkan ‘apa kata orang’.
Berpura-pura melakukan kebaikan, hal baik tetapi hanya dari sisi luarnya. Supaya dilihat, dipuji dan dihargai orang lain.
Manusia melihat apa yang kasat mata, tetapi Tuhan melihat jauh ke dalam hati kita. Motivasi kita sesungguhnya, alasan mengapa kita melakukan hal itu, jauh lebih penting bagi Tuhan. Kerendahan hati.
Saya pun belajar.

Semakin merenungkan hal ini, semakin sadar, yang terpenting dalam hidup untuk dikejar adalah menjaga kemurnian hati, tulus, mengasihi seperti Allah. Tujuan hidup manusia, menjadi semakin menyerupai Allah. Menjadi Terang dan Garam dunia…
Kalau sikap hati kita sudah di jalur yang benar, apa pun yang dikejar dan diinginkan orang dunia, Tuhan limpahkan dalam kehidupan kita secara natural.

“Iya benar B. Yenny, semakin kita mengikis sifat-sifat lama, semakin kita menyerupai Tuhan, hati semakin dipenuhi damai sejahtera,” B. Jane menjelaskan,
“Saat aku mesti mengampuni suamiku, secara manusia berat sekali. Tetapi ketika aku taat, sekarang aku sudah lupa tuh kesalahan-kesalahan lamanya… Justru ada kasih Allah yang mengalir di hatiku untuk dia. Hidupku juga damai, berkat-berkat-Nya selalu mengejarku.”

Hhhmmm… Ternyata ini kunci hidup yang bahagia. Pokoknya perintah Tuhan itu memang untuk kebaikan kita, bukan untuk keuntungan Tuhan.
Klo gak mampu melakukannya ya… Simple, minta Tuhan yang memampukannya. Bagian kita, cukup nurut saja… Selebihnya, bagian Tuhan.

Apa pun yang Tuhan mau, ikuti…
Kalau dulu sibuk dengan rencana dan keinginanku, sekarang serahkan kepada-Nya… Tundukkan diri di bawah tangan Tuhan yang kuat. Biarkan Dia benar-benar menjadi Allah kita, dan Dia yang mengatur kapan waktunya untuk melaksanakan dan memperolehnya.
Waktu, proses dan cara adalah milik Tuhan.
Ini cara hidup berjalan bergandengan tangan dengan Tuhan dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.


Salah satu perintah Tuhan lainnya adalah bersyukur.
Tidak setiap hari kita bisa mengalami hari-hari yang manis. Kadangkala pagi-pagi sudah ada kabar tidak enak.
Saya mengambil keputusan untuk benar-benar bersyukur, apa pun situasinya.
Biasa berdoa makan sekedar doa rutin. Lalu mulai melatih diri, mengucap syukur sambil menikmati makanan.

“Terimakasih Tuhan, saya sehat. Seluruh keluarga sehat. Bisa menikmati makanan dengan nikmat. Apa yang dibutuhkan sudah tersedia… Itu karena anugerah-Mu… Bersyukur punya Bapa yang peduli, mengasihi dan selalu memberikan yang terbaik. Tuhan yang tidak pernah membiarkan dan meninggalkan kami. Memberikan segala sesuatu melebihi apa yang bisa kami pikirkan dan doakan.”

Semakin fokus pada hal-hal baik dalam kehidupan ini, ternyata semakin banyak hal-hal yang bisa kita syukuri… Semakin sadar, sebelum kita butuh sesuatu, sesungguhnya Tuhan sudah menyediakan jawabannya. Lega sekali!

Meski ada masalah, lalu teringat pula, dulu masalah yang lebih parah saja Tuhan tolong, maka masalah yang dihadapi sekarang, pasti Tuhan tolong juga.

Ketika sikap hati kita senantiasa memuliakan Tuhan, berbagai ‘kebetulan’ pun terjadi. Dan semakin banyak lagi ucapan syukur yang meluncur dari dalam hati, dan semakin jatuh cinta kepada-Nya.

“Tuhan, Engkau baik… Sungguh amat baik…”
Speechless….
Seolah Tuhan memeluk…. Damai, tenteram…
Memiliki Tuhan, artinya memiliki segalanya…

Setuju?

Our minds lay the tracks on which our lives will travel what is your future looking like? Check your thought life and you will know – Barry Bennett.

Pikiran kita meletakkan jejak, mengarahkan ke mana hidup kita akan berjalan nantinya, seperti apakah masa depan kita? Periksa kehidupan pikiran kita, maka kita akan mengetahuinya – Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Arti Natal Bagi Kita?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Arti Natal Bagi Kita?

Di mana-mana terdengar lagu-lagu natal berkumandang, pohon-pohon dan hiasan natal nampak di sana sini. Hhhm…. Cantiknya.

Tetapi ada yang menggelitik dalam hati. Nampaknya Santa Klaus lebih populer daripada Yesus yang sedang diperingati kelahirannya.
Justru gambar dan patung serta hiasan Santa Klaus yang marak….

Sadarkah kita bahwa ini adalah stategi si musuh untuk mengalihkan perhatian kita?
Kado-kado, pesta dan perayaan lebih menjadi fokus banyak orang daripada fokus pada Yesus, Sang Juru Selamat!

Tanpa kelahiran Yesus ke dunia, maka tidak ada karya penebusan-Nya di Kayu Salib serta Kebangkitan-Nya, yang memungkinkan kita menerima hidup yang kekal.

Apakah Hidup Kekal itu?
Banyak orang yang menganggap hidup kekal adalah hidup selama-lamanya di surga.
Separuh betul.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:3 TB

Dengan mengenal Allah dan Yesus yang diutus-Nya, kita memiliki Hidup Kekal.
Hidup selama-lamanya di surga sudah merupakan jaminan, tetapi hidup kita di bumi juga seperti di surga.
Mau ga?
Saya mau….

Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, pada saat itu kita lahir baru. Menjadi ciptaan yang baru.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 TB

Bagaimana cara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita?
Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Roma 10:9?-?10 TB

Apa yang terjadi ketika kita lahir baru?
Hubungan kita dengan Allah dipulihkan, seperti hubungan Adam dengan Allah Sebelum jatuh ke dalam dosa, di Taman Eden.
Segala kebutuhan manusia sudah disediakan Allah, hidupnya berfokus kepada Allah, berjalan-jalan sambil bercakap-cakap dengan Allah di hari yang sejuk. Itulah kehidupan yang dirancangkan oleh Allah bagi manusia sejak awalnya.
Dirancang untuk menjalani hidup bersama Allah, langkah demi langkah, hari lepas hari.

Sadarkah kita, bahwa ketika lahir baru kita menjadi seperti Yesus?
Karena sama seperti Dia (Yesus), kita juga ada di dalam dunia ini. 1 Yohanes 4:17 TB

Yesus menyembuhkan orang sakit. Kita juga.
Yesus melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan, cukup untuk memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak, masih sisa pula 12 keranjang. Kita juga bisa.
Yesus membangkitkan orang mati. Kita juga bisa.
Firman Tuhan lho yang bilang….
Bahkan lebih dahsyat lagi:

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; Yohanes 14:12 TB

Wow…. Speechless….

Bagaimana caranya? Koq hidup saya masih jauh dari itu semua?
Hidupi firman-Nya, ijinkan Allah memakai kita sebagai wadah-Nya, terus selaraskan diri dengan-Nya…
Berpikir, berkata, merasa dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.
Tundukkan kedagingan kita kepada-Nya. Itu target hidup kita. Tujuan hidup kita menjadi setupa dengan Kristus. Menjadi Alkitab yang terbuka… Demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! Filipi 2:9?-?11 TB

Apa yang dilakukan Yesus sehingga bisa sedemikian selaras dengan Bapa?

° Yesus tidak terpukau dengan kekaguman dan kebutuhan banyak orang. Dia berdoa. Itu fokus utamanya: hubungan-Nya dengan Bapa. Dia sadar, itulah kekuatan-Nya.

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Lukas 6:12 TB

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Lukas 5:16 TB

° Yesus hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh Bapa (firman).

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”
Yohanes 12:49?-?50 TB

Mari kita meneladani Yesus….
Penuhi hidup kita dengan firman-Nya dan hidupi. Fokus kepada Allah, biarkan Dia yang memimpin hidup kita.
Yuk….

“Will God ever ask you to do something you are not able to do? The answer is yes–all the time! It must be that way, for God’s glory and kingdom. If we function according to our ability alone, we get the glory; if we function according to the power of the Spirit within us, God gets the glory. He wants to reveal Himself to a watching world.”? Henry Blackaby.

Akankah Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan? Jawabannya adalah ya–dan selalu! Harus demikian, demi kemuliaan dan kerajaan Allah. Jika kita berkarya sesuai dengan kemampuan kita sendiri, kita yang mendapatkan kemuliaan; jika kita berkarya menurut kuasa Roh Kudus di dalam diri kita, Tuhan yang mendapat kemuliaan. – Kita sadar, itu Allah, bukan kita.- Dia ingin mendemonstrasikan diri-Nya kepada dunia.”- Henry Blackaby.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ini Dia, Rahasia Menyelesaikan Masalah Dengan Efektif

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ini Dia, Rahasia Menyelesaikan Masalah Dengan Efektif

Siapa orang yang paling tepat, untuk kita ajak membicarakan masalah yang kita hadapi?
Sahabat?
Pasangan?
Konselor?
Pemuka agama?
Bukan!
Psikolog? Mesti bayar ini!
Bukan juga.
Lalu siapa dong?
Orang yang dengannya kita sedang bermasalah.

Dia yang tahu persis masalahnya. Hanya dengan dia kita perlu membereskannya. Kita hanya perlu memengaruhi cara pandang serta pola pikirnya, agar masalah yang kita hadapi bisa segera diselesaikan.

Sederhana, jelas dan tepat sasaran.


Ada saran langka dari Andrew Wommack, dalam pelajaran How To Get Along With People- Bagaimana Cara Membangun Hubungan Dengan Orang Lain:

Apakah Ini Salahku?”
adalah pertanyaan yang harus ditanyakan pertama kali ketika berselisih dengan orang lain.

Astaga …
Biasanya ketika bermasalah dengan orang lain, paling umum adalah menyalahkan orang lain.
Bahkan kecenderungannya, seluruh dunia bisa salah, kecuali aku…
Akulah pusat dunia

Ternyata cara menyelesaikan masalah yang terbaik, pertama-tama adalah menyingkirkan dulu balok di mata kita.
Kalau itu memang salahku, harus diri kita dulu yang memperbaiki diri dan meminta maaf.
Hhmm… Gak populer rasanya…

Tapi jika kita bersedia taat, hubungan kita dengan sesama menjadi baik dan bonusnya, hubungan dengan Tuhan pun kian dekat.

Seberapa taat, murni dan tulusnya hati kita, ternyata berbanding lurus dengan kepekaan kita dalam mendengar suara-Nya, memahami kehendak-Nya serta menerima berkat-Nya.

Berkat terbesar bukanlah soal uang dan hal-hal materi. Tetapi damai sejahtera yang melampaui segala akal. Semakin kita melekat dengan Tuhan, yang belum kita ucapkan saja sudah Tuhan sediakan. Berkat mengejar orang yang hidup benar.
Dahsyat bukan?


Satu hal penting lagi yang saya pelajari dari pelajaran ini, ketika terjadi masalah dengan seseorang, bicarakan dulu dengan orang yang bermasalah, sebelum membicarakan tentang orang itu dengan orang lain.
Sebaiknya justru gak usah menceritakan masalah kita pada orang yang tidak berkepentingan. Supaya tidak jadi gossip.
Wow….
Yang sering terjadi, jika bermasalah dengan Ani, misalnya, kita membicarakan tentang Ani dengan Ratna.
Padahal membicarakan dengan Ratna tentang Ani, tentu tidak akan menyelesaikan masalah.

Yang dicurhati, memberi saran sesuai data yang disampaikan. Padahal yang disampaikan bisa jadi gak utuh ceritanya. Makin runyam jadinya.

To the point membicarakan dengan Ani, memberikan kesempatan kepada Ani untuk menjelaskan apa yang dimaksud olehnya. Mungkin saja kita yang salah mengerti. Selain itu kita bisa memahami cara pandang dari sisi Ani.
Dan Ani juga bisa membela dirinya.
Membuat masalah lebih jelas, tentunya memudahkan kita untuk mengambil solusi yang tepat. Dan berdamai tentunya.

Tetapi pastikan, jangan berbicara saat hati masih dipenuhi kemarahan dan emosi. Tunggu hati tenang dan bawa permasalahan kepada Tuhan. Doakan dulu, tunggu waktu tepat untuk membicarakannya.

Saat merasa perlu minta saran dari sahabat terpercaya, yang dewasa rohani tentunya, – saya prefer menunjukkan chat pembicaraan dengan orang yang bermasalah. Klo bisa disertai bukti dan apa pun yang berupa fakta, tujuannya sahabat ini bisa membantu saya melihat permasalahan dari sisi pandang yang berbeda. Dengan harapan, bisa menemukan solusi apik yang tidak terpikirkan sebelumnya.

Mengutip istilah Steven Covey, menemukan alternatif ketiga, yang sama-sama menang untuk ke dua belah pihak.


Biasakan untuk menyelesaikan langsung, jangan melalui email atau chat di sosmed.
Banyak orang akan menuliskan kata-kata yang kejam, memuntahkan segala kemarahannya, bahkan pikiran ‘curiganya’ yang belum tentu benar, secara tertulis, yang tidak akan dikatakannya saat berhadapan muka, face to face.
Dengan demikian akan menghindarkan dari luka dan sakit hati yang tidak perlu.

Disadari atau tidak, 75% komunikasi itu non verbal.
Artinya, 75% dari apa yang dimaksud seseorang, tidak disampaikan melalui kata-kata. Kita harus membaca bahasa tubuh seseorang dan mencoba mengerti apa yang sesungguhnya dimaksud, dibalik kata-kata yang terucap. Mencari akar permasalahan yang sesungguhnya.

Dari pengalaman, sebelum lulus dalam ‘ujian’ masalah tertentu, maka masalah serupa akan terus muncul dengan kasus berbeda & orang berbeda. Better segera diselesaikan, lulus & naik kelas.

Belajar tentang cara membangun relationship, akan menambah ketrampilan hidup. Tanpa disadari, membuat hidup kita lebih mudah dan bahagia.
Bagaimana pendapat Anda?

I will answer them before they even call to me.     While they are still talking about their needs,     I will go ahead and answer their prayers!

Aku (Tuhan) akan menjawab mereka bahkan sebelum mereka memanggil-Ku. Sementara mereka masih membicarakan tentang kebutuhan mereka, Aku akan melanjutkannya dengan mengabulkan doa mereka!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Belajarlah Dari Perumpamaan Tentang Semut.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Belajarlah Dari Perumpamaan Tentang Semut.”

Bertahun-tahun yang lalu ketika tinggal di Guatemala, kami baru saja pulang dari perjalanan harian kami ke pasar.
Saat memasuki pintu depan rumah, saya melihat sepotong popcorn di lantai. Saya suka popcorn dan ternyata ada sepotong yang jatuh saat makan sebelumnya.

Ketika melihatnya, saya perhatikan bahwa popcorn itu berputar dalam lingkaran. Saya belum pernah melihat popcorn berputar sebelumnya, jadi saya membungkuk untuk melihat lebih dekat. Potongan popcorn itu diangkat oleh lima semut kecil yang berusaha membawanya ke rumah mereka. Namun, setiap semut telah memposisikan dirinya sedemikian rupa untuk mengikuti semut yang ada di depannya. Hasilnya, semut-semut itu berjalan berputar-putar. Lebih lucu lagi adalah fakta, ada semut lain di atas popcorn. Saya berasumsi dia harus menjadi pemimpin yang mendorong semut lain untuk terus bekerja dengan baik.

Semut-semut itu benar-benar tidak tahu bahwa upaya besar, ketertiban, dan kerja sama mereka sia-sia. Selama mereka saling membuntuti satu dengan yang lain, mereka tidak akan kemana-mana. Banyak usaha yang dikeluarkan tetapi tidak ada kemajuan yang dicapai.

Ketika memikirkan hal ini, saya menyadari bahwa banyak pula dari kita yang menjalani hidup dengan cara yang sama.
Kita mengikuti caranya semut juga, di mana di mata orang-orang di sekitar kita nampak sibuk, tetapi sesungguhnya tidak ke mana-mana. Kita tidak dipimpin oleh Roh Tuhan.Malahan menjadi serupa dengan dunia.
Apakah kita berani melepaskan ‘popcorn’ nya?

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Efesus 2:10 (TB).

Apakah kita berjalan di dalam hal-hal yang telah Tuhan siapkan bagi kita, ataukah hanya berpegangan pada ‘popcorn’ dan menjalani hidup berputar-putar semata?

Mendengarkan Tuhan adalah kunci untuk memiliki iman yang membawa kita bergerak ke dalam tujuan dan karunia ilahi kita. Kita diciptakan untuk mendengarkan Dia!
Jangan abaikan hak istimewa itu.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
Yohanes 10:27 (TB).


Beberapa waktu lalu kami dihadapkan pada suatu masalah dan harus mengambil keputusan. Sebagian besar pemilik unit, lebih dr 50%, mengambil keputusan A, dengan harapan masalah segera selesai. Kurang dari 5 orang memilih B. Sisanya belum bisa dihubungi.

Kecenderungannya, ya ikut suara terbanyak. Tetapi saat hendak ikut-ikutan, Roh Kudus mengingatkan tentang 12 pengintai. 10 pengintai yang mayoritas, justru yang menolak Tuhan dan tidak mempercayai Janji-janji-Nya.

Pelajarannya, yang mayoritas belum tentu benar dan baik. Tetapi cari kehendak Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi.
Dengarkan suara-Nya….

The willingness to obey every word from God is critical to hearing God speak.”? Henry T. Blackaby

“Kesediaan kita untuk menaati setiap firman dari Tuhan, sangat penting dan menentukan sehingga kita dapat mendengarkan Tuhan berbicara.”- Henry T. Blackaby

  • Barry Bennett –

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

JUST A PEN IN GOD’S HAND

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

JUST A PEN IN GOD’S HAND

P. Puji, pendeta dari Batu, Malang, menelpon, setelah saya post tulisannya.

“Bu Yenny, dulu saya siaran radio, semua orang mengecilkan hati saya. Percuma saja, siapa yang mau dengar?,” beliau memulai kisahnya,
“Sampai 3 bulan tidak ada tanggapan sedikit pun. Sempat mau berhenti. Lalu ada seorang pegawai apotik yang memberikan komentar positif. Itu yang mendorong saya terus melanjutkan hingga kini… Tidak disangka, dampaknya besar sekali. Penggemar hingga ke pelosok-pelosok desa. Ada yang mau bercerai, mau bunuh diri, putus asa, semua batal karena mendengarkan pengajaran saya dari radio.”

Wow… Luar biasa.
Tidak sedikit juga yang merendahkan dan mengkritiknya, tulisannya cethek, tidak mendalam dsb.
Saya tertawa….

“P. Puji, saya justru tertarik tulisan P. Puji karena kisah nyata, sederhana dan ditulis dengan bahasa yang kuno. Makanya saya percaya yang dilayani P. Puji benar-benar orang-orang desa. Kalau bahasanya tinggi… Mana bisa orang di pelosok desa paham? Saya pun bisa-bisa gak mengerti maksudnya.
Orang yang hebat itu justru bisa menjabarkan sesuatu yang sulit, ruwet dengan cara sederhana sehingga orang awam pun bisa memahami.

Teringat Kwik Kian Gie, yang menggambarkan arti devaluasi dengan ilustrasi nasi goreng.
Orang awam pun jadi mengerti.

Tetapi saya bisa melihat ada Tuhan Yesus yang hidup di setiap tulisan P. Puji. Kupasan Firman P. Puji juga bagus. Mudah dimengerti. Yang lebih penting lagi, apakah tulisan kita bisa mendorong orang lain untuk menghidupi dan mempraktikkannya.

Istilah kerennya, apakah yang kita sampaikan berhenti hanya sampai di kepala sebagai pengetahuan belaka, atau sampai ke hati, hingga menjamah hati orang itu untuk berubah.”

“O begitu ya bu? Saya jadi lega…”

“Sebetulnya saya juga mengalami hal yang serupa. Setelah warta jemaat di MDC berubah jadi 3 bulanan, saya kehilangan sarana. Menulis pasti ingin dibaca orang lain dan bermanfaat.
Ada seorang tokoh di bidang menulis yang mengingatkan saya,

“Siapa sich Bu Yenny yang mau baca renungan? Sudah terlalu banyak renungan di mana-mana. Paling orang sungkan diberi emoji tapi gak dibaca.”

Tapi karena saya suka menulis, ya gak peduli… meski sedih juga mendengarnya.
Yang tidak disangka, dengan konsisten menulis, saya mendapatkan banyak teman dari dalam dan luar negeri…
Dan yang lebih penting lagi, saya tahu bahwa saya sedang menggenapi rancangan Tuhan dalam menciptakan saya, melalui tulisan sederhana ini.
Saya hanya bisa menceritakan apa yang saya alami sehari-hari….

Siapa sangka dari tulisan yang sederhana bisa dibaca teman2 hingga ke berbagai belahan dunia. The power of social media.

Bahkan tidak sedikit grup yang isinya spesial berbagai renungan. Saat awal menulis, tidak terpikir ada grup seperti ini. Dan banyak peminatnya.
Kadang kita kerap membatasi dengan pikiran kita sendiri.

Memang menulis itu tidak ada hasilnya secara materi. Sekedar hobi, tetapi saya menghargainya sebagai tugas agung Tuhan bagi saya.
Talenta jangan disia-siakan, apalagi sampai dibawa mati. Mubazir.

Yang paling membahagiakan, melalui tulisan Seruput Kopi Cantik, sahabat yang ‘hilang’ bisa dipertemukan. Teman-teman yang kebingungan terjerat kredit macet, bisa dipertemukan dengan P. FX yang berkenan mendampingi dan menolong mereka. Puluhan orang yang japri minta kontak P. FX. Belum lagi teman-teman yang minta diperkenalkan dengan P. Jimmy Leo dari Rest Area km 72A. Sekolah Gratis Pelita Permai dan Pondok Hayat, dipertemukan dengan donatur-donatur yang tidak mengenal mereka sebelumnya. Teman-teman tertarik Sekolah di Charis, dan banyak lagi…
Siapa sangka?

Pelajarannya, apa pun yang Tuhan percayakan di tangan kita, meski sederhana, gunakan dengan setia…
Apa pun yang dikerjakan bersama Tuhan, akan menghasilkan sesuatu yang dahsyat!
Bukan karena hebatnya kita, tetapi karena setia menjadi wadah-Nya, maka Tuhan bisa mengalir melalui kita dan karya-Nya senantiasa mengagumkan.
Tuhan tidak butuh orang yang hebat.
Tuhan mau orang-orang biasa yang bersedia menundukkan diri kepada-Nya..
5 batu kali di tangan Daud, ditambah Tuhan, mampu membunuh raksasa Goliat.

Selain itu yang terpenting: hidupi, praktikkan dan bagikan. Sebuah karya jadi hidup dan bermakna ketika yang mengerjakannya betul-betul menghidupinya. Karya dari dalam hati.

Konon masakan yang dimasak dengan kasih, berbeda dengan masakan yang dimasak disertai omelan. Demikian juga dengan tulisan, istilah saya, ada nyawa penulis didalamnya. Michaelangelo patung karyanya terasa hidup dan mendunia. Lakukan segala sesuatu seperti untuk Tuhan, demikian rahasianya.

Yuk kita pakai talenta apa saja yang dipercayakan Tuhan bagi kita, sebagai ucapan syukur dan sarana untuk memuliakan nama-Nya….

Make Your Goals, God’s Goals. What if we prioritize His purpose for us above our personal dreams? We have no doubt that we will see miracles and destiny come to life when we choose to live a life like this!

Jadikan Tujuan kita, menjadi Tujuan Tuhan. Bagaimana jika kita memprioritaskan tujuan-Nya, di atas impian pribadi kita? Tidak diragukan lagi, kita akan melihat mujizat dan rancangan Tuhan menjadi nyata ketika kita memilih menjalani kehidupan seperti ini!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 4 6