Articles

Apa Arti Natal Bagi Kita?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa Arti Natal Bagi Kita?

Di mana-mana terdengar lagu-lagu natal berkumandang, pohon-pohon dan hiasan natal nampak di sana sini. Hhhm…. Cantiknya.

Tetapi ada yang menggelitik dalam hati. Nampaknya Santa Klaus lebih populer daripada Yesus yang sedang diperingati kelahirannya.
Justru gambar dan patung serta hiasan Santa Klaus yang marak….

Sadarkah kita bahwa ini adalah stategi si musuh untuk mengalihkan perhatian kita?
Kado-kado, pesta dan perayaan lebih menjadi fokus banyak orang daripada fokus pada Yesus, Sang Juru Selamat!

Tanpa kelahiran Yesus ke dunia, maka tidak ada karya penebusan-Nya di Kayu Salib serta Kebangkitan-Nya, yang memungkinkan kita menerima hidup yang kekal.

Apakah Hidup Kekal itu?
Banyak orang yang menganggap hidup kekal adalah hidup selama-lamanya di surga.
Separuh betul.

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Yohanes 17:3 TB

Dengan mengenal Allah dan Yesus yang diutus-Nya, kita memiliki Hidup Kekal.
Hidup selama-lamanya di surga sudah merupakan jaminan, tetapi hidup kita di bumi juga seperti di surga.
Mau ga?
Saya mau….

Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita, pada saat itu kita lahir baru. Menjadi ciptaan yang baru.

Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 TB

Bagaimana cara menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi kita?
Jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
Roma 10:9?-?10 TB

Apa yang terjadi ketika kita lahir baru?
Hubungan kita dengan Allah dipulihkan, seperti hubungan Adam dengan Allah Sebelum jatuh ke dalam dosa, di Taman Eden.
Segala kebutuhan manusia sudah disediakan Allah, hidupnya berfokus kepada Allah, berjalan-jalan sambil bercakap-cakap dengan Allah di hari yang sejuk. Itulah kehidupan yang dirancangkan oleh Allah bagi manusia sejak awalnya.
Dirancang untuk menjalani hidup bersama Allah, langkah demi langkah, hari lepas hari.

Sadarkah kita, bahwa ketika lahir baru kita menjadi seperti Yesus?
Karena sama seperti Dia (Yesus), kita juga ada di dalam dunia ini. 1 Yohanes 4:17 TB

Yesus menyembuhkan orang sakit. Kita juga.
Yesus melipatgandakan 5 roti dan 2 ikan, cukup untuk memberi makan 5000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak, masih sisa pula 12 keranjang. Kita juga bisa.
Yesus membangkitkan orang mati. Kita juga bisa.
Firman Tuhan lho yang bilang….
Bahkan lebih dahsyat lagi:

Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu. Sebab Aku pergi kepada Bapa; Yohanes 14:12 TB

Wow…. Speechless….

Bagaimana caranya? Koq hidup saya masih jauh dari itu semua?
Hidupi firman-Nya, ijinkan Allah memakai kita sebagai wadah-Nya, terus selaraskan diri dengan-Nya…
Berpikir, berkata, merasa dan bertindak sesuai dengan kehendak-Nya.
Tundukkan kedagingan kita kepada-Nya. Itu target hidup kita. Tujuan hidup kita menjadi setupa dengan Kristus. Menjadi Alkitab yang terbuka… Demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan.

Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: ”Yesus Kristus adalah Tuhan,” bagi kemuliaan Allah, Bapa! Filipi 2:9?-?11 TB

Apa yang dilakukan Yesus sehingga bisa sedemikian selaras dengan Bapa?

° Yesus tidak terpukau dengan kekaguman dan kebutuhan banyak orang. Dia berdoa. Itu fokus utamanya: hubungan-Nya dengan Bapa. Dia sadar, itulah kekuatan-Nya.

Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Lukas 6:12 TB

Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa.
Lukas 5:16 TB

° Yesus hanya mengatakan apa yang dikatakan oleh Bapa (firman).

Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.”
Yohanes 12:49?-?50 TB

Mari kita meneladani Yesus….
Penuhi hidup kita dengan firman-Nya dan hidupi. Fokus kepada Allah, biarkan Dia yang memimpin hidup kita.
Yuk….

“Will God ever ask you to do something you are not able to do? The answer is yes–all the time! It must be that way, for God’s glory and kingdom. If we function according to our ability alone, we get the glory; if we function according to the power of the Spirit within us, God gets the glory. He wants to reveal Himself to a watching world.”? Henry Blackaby.

Akankah Tuhan meminta kita melakukan sesuatu yang tidak dapat kita lakukan? Jawabannya adalah ya–dan selalu! Harus demikian, demi kemuliaan dan kerajaan Allah. Jika kita berkarya sesuai dengan kemampuan kita sendiri, kita yang mendapatkan kemuliaan; jika kita berkarya menurut kuasa Roh Kudus di dalam diri kita, Tuhan yang mendapat kemuliaan. – Kita sadar, itu Allah, bukan kita.- Dia ingin mendemonstrasikan diri-Nya kepada dunia.”- Henry Blackaby.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
Covid & Strategi Iblis Untuk Menghancurkan.
SLEEPING with The ENEMY!
Apa Hubungan Orang Percaya dengan Pemerintahan Sipil?”