Articles

“Belajarlah Dari Perumpamaan Tentang Semut.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Belajarlah Dari Perumpamaan Tentang Semut.”

Bertahun-tahun yang lalu ketika tinggal di Guatemala, kami baru saja pulang dari perjalanan harian kami ke pasar.
Saat memasuki pintu depan rumah, saya melihat sepotong popcorn di lantai. Saya suka popcorn dan ternyata ada sepotong yang jatuh saat makan sebelumnya.

Ketika melihatnya, saya perhatikan bahwa popcorn itu berputar dalam lingkaran. Saya belum pernah melihat popcorn berputar sebelumnya, jadi saya membungkuk untuk melihat lebih dekat. Potongan popcorn itu diangkat oleh lima semut kecil yang berusaha membawanya ke rumah mereka. Namun, setiap semut telah memposisikan dirinya sedemikian rupa untuk mengikuti semut yang ada di depannya. Hasilnya, semut-semut itu berjalan berputar-putar. Lebih lucu lagi adalah fakta, ada semut lain di atas popcorn. Saya berasumsi dia harus menjadi pemimpin yang mendorong semut lain untuk terus bekerja dengan baik.

Semut-semut itu benar-benar tidak tahu bahwa upaya besar, ketertiban, dan kerja sama mereka sia-sia. Selama mereka saling membuntuti satu dengan yang lain, mereka tidak akan kemana-mana. Banyak usaha yang dikeluarkan tetapi tidak ada kemajuan yang dicapai.

Ketika memikirkan hal ini, saya menyadari bahwa banyak pula dari kita yang menjalani hidup dengan cara yang sama.
Kita mengikuti caranya semut juga, di mana di mata orang-orang di sekitar kita nampak sibuk, tetapi sesungguhnya tidak ke mana-mana. Kita tidak dipimpin oleh Roh Tuhan.Malahan menjadi serupa dengan dunia.
Apakah kita berani melepaskan ‘popcorn’ nya?

“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.”
Efesus 2:10 (TB).

Apakah kita berjalan di dalam hal-hal yang telah Tuhan siapkan bagi kita, ataukah hanya berpegangan pada ‘popcorn’ dan menjalani hidup berputar-putar semata?

Mendengarkan Tuhan adalah kunci untuk memiliki iman yang membawa kita bergerak ke dalam tujuan dan karunia ilahi kita. Kita diciptakan untuk mendengarkan Dia!
Jangan abaikan hak istimewa itu.

“Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.”
Yohanes 10:27 (TB).


Beberapa waktu lalu kami dihadapkan pada suatu masalah dan harus mengambil keputusan. Sebagian besar pemilik unit, lebih dr 50%, mengambil keputusan A, dengan harapan masalah segera selesai. Kurang dari 5 orang memilih B. Sisanya belum bisa dihubungi.

Kecenderungannya, ya ikut suara terbanyak. Tetapi saat hendak ikut-ikutan, Roh Kudus mengingatkan tentang 12 pengintai. 10 pengintai yang mayoritas, justru yang menolak Tuhan dan tidak mempercayai Janji-janji-Nya.

Pelajarannya, yang mayoritas belum tentu benar dan baik. Tetapi cari kehendak Tuhan dalam setiap situasi yang kita hadapi.
Dengarkan suara-Nya….

The willingness to obey every word from God is critical to hearing God speak.”? Henry T. Blackaby

“Kesediaan kita untuk menaati setiap firman dari Tuhan, sangat penting dan menentukan sehingga kita dapat mendengarkan Tuhan berbicara.”- Henry T. Blackaby

  • Barry Bennett –

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
The Power of Silence….
DOA yang mendapat JAWABAN
Apa Benih Yang Anda Tabur?