Apa yang Anda inginkan untuk hidup Anda di tahun ini? Kesehatan?, Kebahagiaan?, Kemakmuran? Pernikahan yang lebih baik?, Anak-anak yang diberkati?, Pekerjaan yang lebih baik?
Apa yang bersedia Anda lakukan untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan?
Berapa banyak waktu yang Anda luangkan untuk berinvestasi, mengubah apa yang perlu diubah serta mengadopsi sikap dan kebiasaan baru untuk mencapai tujuan-tujuan Anda?
Apakah Anda bersedia sungguh-sungguh mencari jalan Tuhan agar menemukan kunci-kunci untuk menerima dari-Nya?
Apakah Anda bersedia mencari hikmat dari orang-orang percaya yang telah dewasa untuk membantu dalam perjalanan Anda?
”Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu. Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.” Matius 7:7?-?8 (TB).
Jika Anda tidak menemukan dan menerima jawaban, mungkin Anda tidak terlalu serius dengan visi bagi masa depan Anda sendiri. Mungkin visi itu sekedar mimpi di siang bolong.
Apa yang ingin Anda lakukan atau ubah agar dapat menjamin kesuksesan dalam hidup Anda tahun ini? Di mana Anda akan berada tahun depan jika Anda tidak mengubah apa pun?
Begitu banyak yang menginginkan kehidupan yang lebih berkelimpahan tetapi tidak melakukan apa pun untuk mencapainya. Janji-janji Allah dan kunci-kunci kehidupan Kerajaan tidak dipelajari dan dikejar. Namun, Yesus berkata, “carilah, maka kamu AKAN mendapat; mintalah, maka AKAN diberikan kepadamu; Apakah Anda mempercayai-Nya?”
Terlepas dari iklim sosial dan politik, kekuatan rohani, kebenaran dan pemahaman tersedia bagi pencari kebenaran sejati. Anda tidak seharusnya puas dengan yang biasa-biasa saja. Hidup Anda bisa jauh lebih berkelimpahan tahun ini jika Anda menginginkannya. Tetapi Anda harus meminta, mencari, dan mengetuk. Perubahan positif tidak akan jatuh begitu saja di pangkuan Anda.
Putuskan apa yang penting bagi Anda. Apakah Anda benar-benar menginginkan kesembuhan? Apa yang akan Anda lakukan untuk mengejar dan memahaminya? Apa yang Anda tabur untuk masa depan? Siapa yang dapat Anda berkati? Apakah Anda beriman untuk hidup Anda, atau justru menyerah?
Sekarang saatnya untuk melakukan perubahan.
“Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” Efesus 3:20 (TB).
[Repost ; “Questions you should consider”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Hormat tidak dapat dituntut atau diminta, melainkan harus diraih. Has To Be Earned,” demikianlah Andrew Wommack mengajarkan.
Semua orang ingin dihormati orang lain tetapi tidak mudah mendapatkan penghormatan yang sejati. Ada orang-orang yang dihormati karena jabatannya, tetapi begitu jabatannya hilang, raib pulalah rasa hormat itu.
Ada yang berusaha dihormati dengan cara menampilkan diri, melebihi kenyataan sesungguhnya. Memberikan kesan dia termasuk kalangan dengan level ekonomi tertentu, melalui baju, handbag, mobil dan bergaul dengan orang-orang kaya tsb. Tetapi kalau sesungguhnya belum sampai level itu, hidup akan sangat membebani hidupnya. Hidup dibalik topeng dan penuh kepura-puraan. Suatu ketika, akan terbongkar pula. Kehormatan yang diperoleh hanyalah kehormatan palsu.
Dihormati karena apa yang dimiliki seseorang secara materi, itu bukan perasaan hormat yang sejati. Orang-orang berlaku hormat karena mengharapkan mendapat keuntungan darinya.
Rasa hormat yang sejati umumnya diberikan kepada orang yang memberikan keteladanan yang baik dan melayankan kasih Allah melalui tutur kata, nilai-nilai hidup serta perbuatan mereka. Singkatnya, orang yang berbuat baik, penuh kasih, dan tanpa pamrih.
Orang tidak peduli seberapa hebatnya kita, orang juga tidak peduli seberapa kayanya kita, orang juga tidak peduli seberapa pintarnya kita, yang mereka pedulikan hanya satu: apakah keberadaan kita memberikan manfaat bagi mereka – dr. Gamal Albinsaid.
Saya baru nonton acara youtube Grace Tahir dan Denny Sumargo. Grace, yang anak Konglomerat, justru mengenakan jam tangan Casio seharga 600 ribu, baju sejutaan…. 🙂
Orang yang betul-betul kaya, tidak perlu membuktikan kekayaannya dengan mengenakan barang-barang branded. Yang belum kaya, justru yang membutuhkannya.
Demikian pula kesaksian Warren Buffett, orang terkaya nomor 3 di dunia:
Buffett adalah orang yang sangat bersahaja; mengendarai mobil tanpa sopir apalagi pengawal pribadi, tidak pernah memakai pesawat jet pribadi meskipun dia pemegang saham terbesar sebuah perusahaan jet terbesar di dunia, memakai baju jahitan penjahit kelas dua, tetap menyimpan uang receh di dompetnya, hidup tanpa handphone maupun laptop.
Buffett tetap tinggal di rumah dengan 3 kamar di Omaha yang dibelinya sejak 50 tahun yang lalu. Kesukaannya adalah main brigde dan menonton televisi dengan makan popcorn buatannya sendiri.
Kalau Buffett berjalan di tengah kerumunan banyak orang di jalanan maka tidak ada yang menyangka bahwa dialah salah satu orang terkaya di dunia saat ini.
Buffett berkata, ”Saya hanya ingin melakukan hal yang memang perlu. Dalam kehidupan pribadi saya juga, saya tidak peduli apa yang dilakukan oleh orang-orang kaya lain. Saya tidak ingin boat 405 foot hanya karena orang lain memiliki boat 400 foot.”
Karakter Tuhan dan Integritaslah yang menjadi dasar untuk meraih rasa hormat. Tanpa ke dua hal ini, sulit kita dapat mempengaruhi orang lain, apalagi menjadi duta Allah yang efektif.
Orang lain butuh melihat ketulusan, kasih dan gaya hidup kita. Selaraskah apa yang kita katakan dengan yang kita hidupi? Mereka butuh bukti, bukan janji.
Hormat yang sejati, justru diperoleh karena karakter luhur seseorang dan dia banyak membangun kehidupan orang lain. Membuat hidup orang lain menjadi lebih baik, karena mengenalnya. Itulah kepuasan hidup sejati.
Tuhan mengajar bahwa apa pun yang kita miliki, sesungguhnya bukanlah ‘milik’ kita pribadi. Kita hanyalah pengelola dari milik-Nya.
Uang bukan milik kita, milik-Nya. Kita hanyalah pengelola. Gunakan untuk kebaikan orang lain. Hukum kehidupan: Tabur dan Tuai.
Hidup pun bukan milik kita. Itu hanya titipan, dan Tuhan menghendaki hidup kita dimanfaatkan untuk membantu orang lain pula. Diberkati untuk menjadi berkat bagi orang lain. Hormat sejati diraih karenanya.
Buktinya? Saat seseorang meninggal, tidak ada yang sibuk mengenang berapa banyak hartanya. Tetapi yang dikenang, apa yang sudah dilakukan orang yang meninggal semasa hidupnya, yang membuat hidup orang yang ditinggalkan menjadi lebih baik. Singkatnya, apa investasinya sehingga membuat hidup orang lain lebih baik dan apa legacynya, warisannya bagi generasi mendatang. Itu yang dihargai.
Salomo mengajarkan, bahwa orang-orang yang mengasihi Tuhan akan diberi umur panjang di tangan kanannya dan di tangan kirinya kekayaan dan kehormatan.
Ketika kita setia mengikuti Tuhan, menghidupi firman-Nya, maka karakter Tuhan kian nyata di dalam kehidupan kita. Kita pun mengasihi orang lain dengan tulus, ingin membantu mereka, memikirkan yang terbaik bagi mereka. Apa pun yang kita tabur, itu yang kita tuai.. Kasih, hormat, berkat, kepedulian dari orang lain akan mengejar hidup kita.
“Life is an echo. What you send out comes back. …” – Zig Ziglar
“Hidup itu bagaikan gema, apa yang kita kirimkan, akan kembali kepada kita…” – Zig Ziglar
Ketika kita menjadi duta Allah yang bertanggung jawab, Tuhan mengaruniakan kepada setiap kita, panggung di mana kita bisa mempengaruhi dan memenangkan orang lain agar mereka bisa mengenal Tuhan dengan benar dan hidup mereka meningkat menjadi lebih baik, berkualitas dan bermakna.
Mari kita raih kehormatan dengan cara menggenapi tujuan Tuhan dalam menciptakan kita, menjadi Terang & Garam bagi dunia. Terang, membuat kegelapan sirna. Garam, memberi rasa dan membuat masakan jadi sedap. Siap????
“True honor is an outflow from a heart that fears God.” ? John Bevere.
“Rasa hormat yang sejati mengalir keluar dari hati yang takut akan Tuhan.” – John Bevere
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Apakah pemahaman yang Anda percayai tentang Tuhan dan Injil mendorong tumbuhnya iman, atau justru menimbulkan kepasifan? Kita dapat menilai pesan yang kita dengar memang berasal dari Tuhan, atau bukan, melalui respon yang muncul dari hati kita. Pesan atau ajaran yang meninabobokan Anda sampai pada titik fatalisme alias pasrah tanpa daya dalam segala hal, bukanlah Injil. Jika Anda tergoda kurang memercayai janji-janji Allah dan lebih menerima status quo, itu bukanlah Injil.
Apakah Anda tertantang untuk bertumbuh kuat dalam iman? Jangan dengarkan suara ular yang terus berkata, “Sudahkah Tuhan berfirman. . .?”
Saat berjalan bersama Tuhan, kita harus bergerak dari iman kepada iman, bukan dari iman kepada sikap pasif dan ketidakpercayaan.
“. . . kebenaran Allah dinyatakan dari iman kepada iman; seperti ada tertulis, “Orang benar akan hidup oleh iman.” Roma 1:17 (TB).
“…….. berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.” Kolose 2:7 (TB).
Ketika beberapa orang menggoda untuk menyerahkan warisan Anda di dalam Kristus, nilailah kata-kata mereka, melalui dorongan iman dari mereka di dalam diri Anda, atau justru membuat pasrah dalam keputusasaan (fatalisme).
“Iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus.” Roma 10:17 (TB).
Kepasrahan (que sera-sera/yang terjadi-terjadilah) adalah buah dari ketidakpercayaan.
[Repost ; “Faith or Fatalism?”. – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Tolong kasih tahu Ibu Yenny, thank you banget buat artikel-artikel yg menguatkan dan memotivasi pembaca,” ujar seorang sahabat menyampaikan komentar temannya di US, “Aku sangat diberkati oleh artikel-artikel dia. Kecuali satu, she likes Michelle Obama. Hahaha, mungkin karena aku bias ke Barak dan Michelle Obama.”
“Apa yang salah dengan Michelle Obama?”
“Dia kan mendukung aborsi”
Masa saya fans Michelle Obama? Tepok jidat sambil mengingat-ingat… Oh…. Paham saya sekarang. Oneday saya baca quotes Michelle Obama dan kata-katanya bagus, jadi saya LIKES entah di FB or Instagram. Lupa. Saya gak mengikuti pandangan-pandangan Barak dan Michelle Obama.
Pada kesempatan lain, saya di japri teman dari Jerman.
“Yenny, kamu beneran suka dengan policy Donald Trump?
“Oh… Aku gak ngikutin politik segitunya, apalagi di US. Aku cuma likes quotes Donald Trump saat itu.”
Saya suka quotes, itu masalahnya!
Dengan maraknya, investasi bodong akhir-akhir ini, ternyata Christian, putra saya melihat juga siapa yang LIKES saat peresmian produk investasi yang digagas oleh salah satu temannya. Para pemimpin likes ga?
“Memang harus hati-hati…. Baik untuk kita maupun orang2 yg look-up ke kita,” komentar Ps. Bob.
Saya sempat ngobrol dengan Ps. Bob ketika awal munculnya robot trading, curiga… Rasanya ini ponzi scheme. Ternyata dengan LIKES artinya support, menyetujui…
Selama ini, saya kerap klo lihat foto teman-teman, asal Likes saja. Apalagi teman yang di Surabaya dan luar kota yang jarang bertemu. Kangen. Klik …. Begitu saja. Gak mikir….
Sekarang saya belajar lebih hati-hati & bijak. Jangan sampai ada yang terpeleset karena saya… Kadang orang yang melihat LIKES, gak japri juga. Mereka mengambil kesimpulan sesuai pemahaman mereka sendiri.
Tidak hanya LIKES tapi mereferensikan sesuatu, kalau itu berhubungan dengan investasi itu sungguh berbahaya.
Sekitar 6 tahun yang lalu, saya pernah ikut seminar di sebuah komunitas bisnis. Sungguh terpukau, pembicaranya anak muda seumuran Christian, punya bisnis sendiri bahkan tidak hanya 1. Dahsyatnya lagi, anak muda ini sudah mengelola duit ratusan milyar. Umur 26 tahun lho…. Muncul di berbagai media pula.
Kami, puluhan pengusaha-pengusaha angkatan yang lebih tua, terpesona dengan prestasinya.
“Memang jaman sudah berubah. Yang muda-muda sungguh dahsyat! Jaman online, jaman internet, cari duit gampang…. Gak seperti kita-kita, mesti peras keringat, menabung sedikit demi sedikit. Makanya hemat. Gak sembarangan beli barang mewah,” komentar beberapa teman. Yang lain mengangguk-anggukan kepala meng-aminkan. Sambil merasa sedikit menyesal, koq gak lahir di jaman ini.
Segera saya bercerita ke anak-anak. Ketika pemuda ini mengadakan seminar di Surabaya, saya daftarkan supaya mereka ikutan. Tapi semua gak hadir, konon bersamaan acara mereka. Kecewa luar biasa…. Duh, diajarin maju koq susah. Gemes….
Nach beberapa hari lalu, koq nama yang sedang dibicarakan Chris dan William, sahabatnya, terasa familiar di telinga saya. Ternyata pemuda sukses yang 6 tahun lalu saya ikuti seminarnya, kabur bawa duit orang ratusan milyar.
Saat lihat instagramnya… Betul-betul luar biasa fotonya dengan berbagai mobil mewah, liburannya dll. Ternyata strategi Flexing memang ampuh.
“Untung aku gak hadir seminarnya. Klo gak, duitku bisa ikutan raib Ma….,” komentar Christian. Gubrraaaaakkk…. Mak Jleeeb…..
Sekarang ada google. Ketika ada tawaran seminar yang menarik, saya google dulu, siapa orang ini. Bagaimana track recordnya. Lebih cerdik…. Wkwkwk….
Bagaimana kalau namanya tidak ada di google? “Dosa klo nama kita gak keluar di google,” jargon di kalangan penyuka seminar. Lebih berbahaya lagi…. dari Antah Berantah.
Kecenderungan kita, sesuatu yang baik, berguna, ingin dibagikan. Apalagi untuk anak sendiri. Ternyata terjadi hal-hal yang tak terduga, bertahun-tahun kemudian.
Kembali ucapan syukur terucap…. Tuhan itu baik. Dia menjagai kami supaya tidak salah langkah. Akhirnya, saya kembali pada kesimpulan dasar, dalam segala sesuatu libatkan Tuhan. Nempel sama Tuhan, kayak perangko! Manusia hanya mampu melihat sejauh mata memandang tetapi Tuhan mampu melihat jauh ke depan.
Jaga motivasi hati, agar benar di hadapan Tuhan. Tanamkan prinsip-prinsip dasar dari Tuhan, dalam hati dan hidupi.
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya. Jangan cari diluar Tuhan. Benar sekali ungkapan Raja Salomo:
Life’s blessings drench the honest and faithful person, but punishment rains down upon the greedy and dishonest. Berkat dalam kehidupan, melingkupi orang yang jujur ??dan setia, tetapi hukuman menghujani mereka yang serakah dan tidak jujur.
Bangun hubungan pribadi dengan Tuhan, dengarkan suara-Nya secara LANGSUNG. Jangan mengikuti apa kata orang, hanya karena jabatannya, penampilannya, gelarnya dsb. Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi masa depan kita.
Ada perlindungan supernatural ketika kita hidup dekat dengan Tuhan. Kita lebih peka dan tuntunan-Nya makin nyata. Kita hidup bersama Tuhan, langkah demi langkah, dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.
“Intinya, dalam setiap langkah kita harus ada pelita Firman Tuhan yang meneranginya, tanpa itu, maka tersandung dan terperosoklah kita ke dalam lubang. Bukan salah apa yang menjadi batu sandungan atau yang menjadi lubangnya, tetapi salahlah kita kalau kita melangkah tanpa ada terang yang menyinari di depan kita, ” wejangan Andreas Hartanto, “Memang betul, …. setiap pagi aku berdoa kepada Tuhan agar Tuhan berjalan bersama sebagai seorang Sahabat, maka apa pun yang akan dilakukan di hari itu, libatkan Dia juga sebagai rekan sekerja dan sebagai sahabat. Menjadikan Tuhan sebagai Sahabat bukan sekedar “status doang”, tetapi benar-benar ada komunikasi dalam keseharian kita dengan Sahabat Yang Sejati tadi. Inilah yang akan menjadikan kita semakin lama semakin kuat, karena ada Allah yang bersama kita.”
Yuk kita teladani….
Knowing The Word gives you direction. Once you know God in your own way, you open the door for Him to do amazing things in your life! – Andrew Wommack Ministries
Mengenal Firman memberi Anda arahan. Begitu Anda mengenal Tuhan dengan cara Anda sendiri, Anda membuka pintu bagi-Nya untuk melakukan hal-hal menakjubkan dalam hidup Anda! – Andrew Wommack Ministries
YennyIndra TANGKI AIR & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Rahasia Agar Allah Mengubah Serangan Iblis Menjadi Keuntungan Bagi kita.
Masalah hidup datang bertubi-tubi? Itu ulah si iblis, bukan Tuhan.
Ada teman-teman yang masih salah paham, mengira masalah dari Tuhan. Lebih parah lagi, mengira masalah diijinkan Tuhan untuk membuat dia lebih rohani: lebih sabar, lebih setia dsb. Itu tipuan iblis supaya kita tidak melawannya. Kelihatannya rohani TAPI 100 % SALAH TOTAL!
Prinsip Dasar Utama: Yang BAIK dari TUHAN, Yang JAHAT dari IBLIS.
Iblis merancangkan malapetaka, masalah dan hal-hal buruk bertubi-tubi, tujuannya supaya kita menjauh dari Tuhan dan fokus pada masalahnya. Lalu jebakan iblis, agar kita buru-buru mencari solusi instan… Nach iblis bisa memakai ‘seseorang’ untuk makin membuat kita terjerumus. Why? Karena seringkali seseorang itu justru orang yang mengaku pengikut Tuhan, kristiani tetapi sesungguhnya perbuatannya, buahnya, jauuuuhhh dari buah kekristenan. Menipu, mengkhianati, menilap duit kita, tidak tahu terimakasih dll.
Akibatnya banyak yang kecewa pada ‘seseorang’ itu, lalu menyalahkan Tuhan serta meninggalkan-Nya. Ada yang takut meninggalkan Tuhan tetapi hatinya jadi pahit.
Siapa orang yang bisa menyakiti dan mengkhianati kita? Orang yang dekat, yang dikagumi atau orang yang kita percayai. Yang topengnya bak malaikat.
Karena itu, Jangan berharap kepada manusia!
Lalu bagaimana solusinya? Saya baru belajar agar mengundang Yesus masuk ke dalam masalah kita. Lho biasanya bagaimana? Saya sekedar berdoa meminta saran dari Tuhan, lalu menyelesaikannya sendiri. Kerap saya tidak 100 % melaksanakan saran-Nya tetapi di mixed dengan pendapat saya sendiri.
Pelajaran barunya, Tuhan diundang untuk memimpin dalam penyelesaian masalahnya. Tuhanlah Jenderal Perangnya. Saya yang mengikuti perintah-Nya langkah demi langkah. Mungkin dalam menyelesaikan masalah yang dibutuhkan tidak hanya saya, tetapi peran orang lain juga. Nach saat Allah Yang Mahakuasa yang memimpin, Dia bisa menggerakkan orang yang dibutuhkan muncul dengan sendirinya lalu terlibat menjadi solusi masalah kita. Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Bahkan Tuhan dapat mengubah rancangan jahat iblis, diubah-Nya menjadi batu pijakan untuk kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat kita capai, tanpa adanya batu itu. Tuhan mengubah serangan jahat iblis dijadikan sarana bagi kebaikan kita.
Andrew Wommack menggambarkan melawan iblis itu ibarat main catur. Iblis terus menerus menyerang untuk menghancurkan kita, merebut kerajaan kita. Tetapi ketika kita bersama Sang Master, mengambil berbagai langkah untuk menghindar bahkan mengalahkan musuh. Justru kita yang akhirnya merebut kerajaan lawan.
Apa syarat untuk bekerjasama dengan Sang Master? • Tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu! Yakobus 4:7 (TB) • Kasihi Allah • Berdoa syafaat dalam roh. Maka terjadilah: Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Roma 8:28 (TB)
Selanjutnya, ke depannya, dalam segala sesuatu, libatkan Tuhan, bangun diri melekat kepada Tuhan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan, bergabung dengan berbagai tawaran apa pun dari investasi, bisnis dan sebagainya.
Dr. Andik Wijaya mengingatkan, ke depan akan lebih banyak lagi skema ponzi yang dibungkus dengan kemasan yang berbeda. Waspada dengan berbagai investasi yang menjanjikan keuntungan berlebihan.
Christian, putra saya, menjelaskan berbagai kemasan skema ponzi dari swisscash, Gold Quest, robot trading, hingga tiket pesawat, bahkan saat berdiskusi dengan teman-teman, ada pula yang berupa ziarah yang sangat murah. Apa saja yang menjanjikan sesuatu yang sangat murah, tidak wajar, waspadai.
“Ingat saja, di dunia ini tidak ada yang gratis, Ma… Kecuali Keselamatan…,” ujar Chris memberi saya prinsipnya dengan mimik lucu… Keselamatan pun tidak gratis, karena ada Tuhan Yesus yang sudah membayarnya di Kayu Salib.
Hhmmm…. Saya catat baik-baik. Saran Chris lainnya, investasi di produk yang tercatat di OJK.
“Jangan terpesona dengan teman yang menawarkan. Bisa jadi teman kita tertipu juga, justru kita yang bisa mengingatkan. Kerap kita tergoda karena yang mengajak pendeta, leader, teman gereja… Pendeta & leader gereja kan jagonya bahas Alkitab, tapi investasi & bisnis, belum tentu itu keahliannya. Ibarat dokter jantung yang bahas soal sakit gigi…”
Saya tepok jidat. Makes sense… Cengli. Klo soal sakit gigi jangan cari dokter jantung, umumnya kita paham. Tetapi logika ini kerap dilupakan ketika mau berinvestasi. Tapi bisa juga pendeta/leader/ temannya pebisnis juga. Kaya raya pula. Trus bagaimana?
Konon rumusnya, “orang tidak mau dengar saran orang, yang mobilnya lebih jelek daripada mobilnya.” Itulah sebabnya, marak Flexing, – memamerkan kekayaan berlebihan -, selalu ditampilkan foto dengan mobil-mobil super-mewah, tujuannya ya untuk menarik orang, strategi marketing.
Solusinya? Kembali ke Alkitab! Lihat motivasi hati kita. Tetapi mereka yang INGIN KAYA terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka. 1 Timotius 6:9?-?10 TB
Kemarin kami jalan-jalan ke Bogor, sepakat dengan teman-teman TLW, untuk saling menjaga dan mengingatkan satu dengan yang lain. Komunitas dan teman-teman yang berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan, sangatlah penting karena berbagai tawaran dunia sungguh sangat menggiurkan, memukau…. Sepakat untuk berjalan menghidupi firman Tuhan. Selalu lebih baik, mencegah daripada mengobati.
Mau? Praktik yuk…
The Bible is a flashlight for life. It illuminates the path God has for you. – Rick Warren.
Alkitab adalah lampu yang menerangi jalan kehidupan. Alkitab menerangi jalan yang Tuhan rancangkan bagi kita. – Rick Warren
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN