Monthly Archives: Mar 2022

Articles

Anda Orang Percaya Tipe Mana?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Anda Orang Percaya Tipe Mana?

P. Irwan dalam devotion 6 Maret 2022, memberikan illustrasi apik yang mudah dimengerti.
Yang ingin nonton langsung, ini linknya:
https://youtu.be/_AdaiDbuauM

Ada 3 orang: A, B dan C, yang dipenjara seumur hidup karena berbagai dosa besar yang diperbuatnya. Lalu ada seorang yang datang (Yesus), membayar semua dosa mereka sehingga sipir penjara datang untuk membebaskan.

Bagaimana reaksi mereka?
A tidak mau keluar dari penjara. Dia merasa nyaman dengan segala keteraturan dalam penjara. Dia merasa lebih baik.
Inilah *gambaran Orang Legalis* yang suka berada di bawah Hukum Taurat. Padahal di Perjanjian Baru, tersedia berkat dan kebebasan serta cara berhubungan dengan Tuhan yang baru. Dia bersiteguh suka dengan peraturan Hukum Taurat.

B berbeda. Segera berlari keluar, bersenang-senang, kembali kepada kehidupan lama. Menganggap enteng keselamatan yang diperoleh. Inilah *Cheap Grace*, Anugerah yang Murahan.
Dia lupa, setiap perbuatan sia-sia yang dilakukan, harus ditanggung buahnya. Tabur tuai.

Berbeda lagi dengan C, dia bersyukur sekali dan bertanya-tanya, siapa yang telah rela berkorban dan membayar dosanya? Pastilah orang itu punya lebih banyak lagi hal-hal dahsyat baginya. Maka dia mendekatkan diri kepada Tuhan, menggali firman-Nya dan mengerjakan keselamatannya dengan takut dan gentar.
Inilah sikap orang yang menerima *Grace yang sejati.*

*****
Saya teringat kisah 10 orang kusta yang minta disembuhkan Yesus di Lukas 17. Yesus memerintahkan mereka untuk memperlihatkan diri pada para imam. Di dalam perjalanan, mereka sembuh.

Yang 1 segera kembali kepada Yesus untuk berterima kasih, sedang yang 9 lagi tidak peduli.
Mereka cukup puas sekedar sembuh dari kusta.
Tetapi yang 1, Orang Samaria, dengan bijak menyadari, Yesus punya jauh lebih banyak. Tidak hanya sembuh dari kusta, tetapi dia menerima segala kelimpahan secara lengkap, baik jasmani mau pun rohani, karena dia mencari Yesus dan menghargai-Nya.

Bagi yang menerima Anugerah Sejati, kita  menerima aliran Air Hidup yang terus menerus menjadi sumber air yang tidak pernah berhenti. Tidak akan pernah kekurangan sesuatu yang baik. Dahsyat kan?

Kita memiliki Otoritas & Kuasa untuk menaklukkan setan dan mengatasi berbagai masalah kehidupan. Memiliki Sang Sumber berkat, kemakmuran, kelimpahan, Kesembuhan, Kepandaian di dalam hati kita.

Caranya?
Dengan menjalani hidup selanjutnya  secara bertanggung jawab sesuai dengan God’s Way, caranya Tuhan. Menikmati hidup kekal tidak hanya nanti saat meninggal tetapi sekarang juga, semasa masih di dunia.
Yaitu dengan cara mengerjakan keselamatan dengan takut dan gentar.

Bertahun-tahun saya tidak memahami artinya, tetapi sekarang saya mengerti. Menjalani hidup kita sebagai bejana, agar yang mengalir melalui kita adalah Kristus itu sendiri. Kita menampilkan Kristus, menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan-Nya.

Berulang kali ada pemicu… Yenny yang lama langsung bereaksi, klo perlu muntahkan emosi. Sekarang saya bawa kepada Tuhan. Meski rasanya masuk akal untuk menegur, saya menahan diri. Tunggu sampai yakin, ini respon yang Tuhan mau.
Beberapa hari berlalu, ada perkembangan baru. Saya bersyukur tidak bereaksi saat itu. Masalah selesai dengan sendirinya, dan hasilnya sangat baik.

Orang-orang di sekeliling kita tidak bisa melihat Yesus, tetapi mereka bisa melihat kita. Jadikan hidup kita ‘Alkitab yang terbuka’ sehingga orang-orang melihat bagaimana Kristus berkarya dalam hidup kita dan mereka pun ingin mengenal Yesus. Istilah Barry Bennett, hidup kita menjadi demonstrasi kebaikan-kebaikan Tuhan.
It’s all about God not me!

******

Ada sebuah peristiwa yang terjadi dalam hidup saya, yang membuat saya kecewa saat itu.
“Tuhan, mengapa tidak seperti teman-teman lain yang mulus?”

Sekian bulan berlalu, Roh Kudus tiba-tiba mengingatkan saya dan membukakan pengertian yang selama ini tidak saya pahami.
Seandainya Tuhan mengijinkan peristiwa itu mulus, saya akan mengalami stres, jengkel dan berbagai hal yang menekan.
Karena Tuhan cinta kepada saya, disingkirkan-Nya hal itu.
Sungguh terharu dan terpukau!
Thank you My Lord!

Setahun yang lalu saya terpesona saat mendapatkan pewahyuan Yesaya 65:24 (NLT)

I will answer them before they even call to me. While they are still talking about their needs, I will go ahead and answer their prayers!*
Isaiah 65:24

Aku akan menjawabnya bahkan sebelum mereka memanggilku. Sementara mereka masih membicarakan kebutuhan mereka, Saya menjawab doa mereka!*
Yesaya 65:24

Ternyata yang Tuhan kerjakan jauuuuh melampaui sekedar menjawab doa sebelum saya meminta, tetapi Tuhan meluputkan saya dari bahaya, yang tidak saya sadari.
Tuhan mengasihi saya, melebihi saya dapat mengasihi diri saya sendiri.

Apalagi yang harus dikhawatirkan dalam hidup ini, ketika kita punya Allah yang sedemikian luar biasa?

Mau? Yuk… Kenali Tuhan dengan benar.
Terima Anugerahnya dengan iman dan kerjakan keselamatan kita.
Ciayou

When you fully experience God’s love, you have nothing to fear. God’s love is a shield surrounding you and keeping you safe.

Ketika Anda sepenuhnya mengalami kasih Tuhan, Anda tidak perlu takut lagi.  Kasih Tuhan adalah perisai yang mengelilingi Anda serta menjaga Anda tetap aman.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sadarkah Kita, Titipan Tuhan Harus Dipertanggungjawabkan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sadarkah Kita, Titipan Tuhan Harus Dipertanggungjawabkan?

“Bu Yenny, bukannya kalau kita memberi, seharusnya apa yang diberikan tangan kanan, tangan kiri tidak boleh tahu? Bu Yenny gak sungkan bercerita di Seruput Kopi Cantik, menjadi salah satu donatur Pondok Hayat dan Sekolah Gratis Pelita Permai? Kalau saya, gak berani cerita ke orang lain. Takut dikira sombong atau pamer,” komentar seorang teman.

“Menurut saya, tergantung motivasinya. Saya beberapa kali bercerita, dana sosial saya tidak besar, karena itu saya memastikan disalurkan ke tanah yang subur. Nach saya yakin Pondok Hayat, Sekolah Pelita Permai dan pelayanan lain yang dikelola Monica dan B. Liana itu betul-betul dikelola dengan baik. Terbukti 3 anak Pondok Hayat akan dikirim melanjutkan S1 di Taiwan, bekerja sama dengan MB-Gen. Adalagi anak dari bimbel yang mereka kelola juga dan beberapa anak lainnya.

Bagi saya pribadi, anak-anak Pondok Hayat, contohnya, bisa kuliah ke luar negeri, itu bukti sekali ini yayasan yang bagus dan dikelola dengan sangat baik.
Jangan lupa, sebelum lahir, mereka itu nyaris digugurkan dari kandungan lho… Untung ada Pondok Hayat yang memberi tempat sehingga ibu yang hamil di luar nikah punya tempat berlindung. Anak-anak dibesarkan di sana.

Saya sangat terharu, anak-anak bisa bertumbuh, baik dalam pendidikan formal, karakter dan cinta Tuhan.
Potensi mereka luar biasa.
Monica menganggap anak-anak sebagai anaknya sendiri.
‘My kids’, demikian Monica menyebut mereka.

Yayasan seperti mereka itu butuh support dana, volunteer, fasilitas dsb.
Saya betul-betul tersentuh ketika Tuhan mendorong saya mencantumkan nomor HP B. Liana, terbukti benar-benar Tuhan yang membangunkan saya di tengah malam…
Saya tahu, saya di jalur yang benar.

Sekolah Pelita Permai, dengan ratusan anak dan orang tua yang mereka layani, belum ada gedung sendiri. B. Liana sudah kebingungan, bagaimana saat sekolah tatap muka dimulai. Ini menyangkut kebutuhan ratusan anak bahkan dengan kepentingan ortunya bertambah banyak lagi.
Kebutuhan dalam jumlah milyaran rupiah. Perlu gotongroyong dengan banyak orang.

Joice Meyer berkata,
Setiap kita diberi Tuhan Tujuan Hidup dan Talenta. Itu TITIPAN TUHAN. Talenta, kemampuan, di mana kita dilahirkan, dibesarkan, tinggal dll itu semua bukan kebetulan. Segala sesuatu dipersiapkan Tuhan dengan detil, agar kita mampu menggenapi rancangan Tuhan dalam kehidupan kita. Jangan lupa, saat bertemu Tuhan nanti, kita dimintai pertanggungan jawab atas titipan Tuhan ini.”

Tuhan sudah menitipkan saya talenta menulis. Dengan berjalannya waktu, Tuhan sudah memberi saya sarana hingga Seruput Kopi Cantik dibaca banyak orang. Itu bukan untuk ketenaran saya pribadi. Tetapi Tuhan ingin agar melalui Seruput Kopi Cantik, saya bisa menyalurkan kebaikan yang harus diterima oleh orang-orang yang membutuhkan. Itu hak mereka, yang penyalurannya melewati saya.

Kalau tidak menceritakannya, ibarat saya menyembunyikan pelita di bawah tempat tidur. Padahal tujuan Tuhan menciptakan pelita, untuk menerangi ruangan.
Jika hak orang-orang yang membutuhkan, tidak tersampaikan,
Bagaimana saya mempertanggungjawabkan kelak di hadapan Tuhan?


Saya bercerita bukan untuk menyombongkan diri, tetapi memberikan informasi, jika ada yang punya dana sosial, gak tau mau disalurkan ke mana, ini lho ada yayasan bagus dan hasilnya terbukti. Sedang butuh dana beli gedung.
Saya tidak mungkin mendorong orang lain menyalurkan dana ke sana, kalau saya sendiri tidak ambil bagian, berdonasi.
Makes sense?

Ada teman-teman yang saya tidak mengenalnya, mengirimkan dana untuk pembelian gedung. Puji Tuhan!
Beberapa menelpon atau japri saya sebelum mengirimkan donasinya.
Sekolah Pelita Permai harus mencicil 75 juta/ bulan untuk melunasi sisa pinjaman pembelian gedung sebesar +- 2 Milyar.

Ada seorang sahabat lama yang spesial menelpon saya, bertanya tentang Sekolah Pelita Permai. Saya bercerita sudah lebih dari 10 tahun menjadi donatur tetap. Menurut istilah Andrew Wommack, menjadi partner. Tidak banyak tetapi rutin. Karena saya mendengar, yayasan seperti itu, saat hari raya tertentu, banyak sekali sumbangan. Tetapi hari-hari biasa, sepi. Saya memberi tidak banyak, tetapi bisa diharapkan. Tepat tanggal sekian pasti ada dana sekian masuk. Jadi mempermudah yayasan mengelolanya.

Apa yang terjadi?
Sahabat saya mengirimkan 2 macam donasi. Untuk pembelian gedung dan untuk operasional.
Wow…. Puji Tuhan!

Teman-teman tidak mengenal Monica dan B. Liana. Sehingga mereka ingin mendapatkan info dari saya tentang mereka..
Kredibilitas saya menentukan, sejauh mana mereka bisa mempercayai apa yang saya katakan. Yang pada akhirnya akan menentukan, seberapa besar bisa membantu Sekolah Pelita Permai dan memenuhi kebutuhan murid-murid.

Nama baik itu juga titipan Tuhan yang harus dipelihara. Jika kita bisa menjaga nama baik, maka Tuhan ikut dipuji.
Ketika dipercaya, nama kita bisa menjadi jaminan sehingga orang lain tertarik ikut memberikan donasi.

Sebaliknya, jika mengaku cinta Tuhan, hutang gak bayar, suka memanfaatkan orang lain dsb, tentu akan dicemooh.
Orang lain tidak tertarik pada Tuhan kita. Apalagi kirim donasi.
Ini pun harus kita pertanggungjawabkan saat bertemu Tuhan kelak. Koq gak jadi duta Allah yang baik?

Nach Lho… Memikirkan hal ini, saya pun tepok jidat.
Mesti lebih hati-hati… Yenny…
Ingat ini bukan tentang YennyIndra , tetapi membawa reputasi Tuhan.
Jangan main-main!

Itulah sebabnya Andrew Wommack menekankan, Jaga Intergritas. Karena KEPERCAYAAN itu harus DIRAIH (EARN).
Sekali kepercayaan hancur, sulit sekali untuk memperolehnya kembali.

It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it. If you think about that, you’ll do things differently – Warren Buffett. (Orang terkaya nomor 3 di dunia.)

Dibutuhkan 20 tahun untuk membangun reputasi dan hanya perlu lima menit untuk menghancurkannya. Jika Anda memikirkannya, Anda akan melakukan banyak hal dengan cara yang berbeda – Warren Buffett.


Tahukah kita bahwa apa yang kita lakukan itu menular?
Jangan pernah ragu berbagi kisah kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan. Kita tidak pernah tahu, seberapa besar dampaknya pada orang lain.

Pernah dengar Pay It Forward?
Kisah seorang guru IPS yang memberikan tugas kepada siswa SMP-nya untuk memikirkan sebuah ide yang mengubah dunia menjadi lebih baik, kemudian mewujudkannya. Ketika itu seorang siswa, Trevor namanya, membuat rencana untuk “membayar kepada orang berikutnya, Pay It Forward.”

Kira-kira begini skenarionya;
Trevor akan berbuat baik kepada tiga orang.
Kebaikannya bersyarat. Setiap orang yang telah ditolong Trevor, harus berjanji untuk menolong tiga orang lainnya. Dan begitu seterusnya.
Tanpa diduga, Trevor menggerakkan gelombang kebaikan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kebaikan ini terus berkembang menjadi fenomena nasional yang dahsyat. Hingga kisahnya difilmkan. Tidak disangka bukan?

Berbuat baik yuk…
Karena semua titipan Tuhan yang harus dipertanggungjawabkan kelak.

“A life lived for others is the only life worth living.” – Albert Einstein.

Kehidupan yang dijalani untuk orang lain adalah satu-satunya kehidupan yang layak dijalani.” -Albert Einstein.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tuhan yang Mengendalikan?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Tuhan yang Mengendalikan?”

Inilah tanggapan khas dari kebanyakan orang Kristen terhadap berbagai peristiwa yang tampaknya tragis atau tidak dapat dipahami di dunia. Pendapat Ini bermaksud menyampaikan, berbagai peristiwa yang terjadi di dunia, seperti tragedi, penyakit dan kematian mungkin misterius bagi kita, namun kita mendapat penghiburan karena segalanya terjadi di bawah kendali Tuhan.

Inilah kesalahpahaman mendasar yang mengarah pada fatalisme, kepasifan, dan pandangan yang salah tentang Tuhan. Saya ingin menegaskan, bahwa segalanya di bawah kendali Tuhan, itu akan terjadi ketika nanti kita sudah berada di surga/langit baru, bumi baru, karena setiap orang dan segala sesuatunya akan diserahkan sepenuhnya kepada-Nya.
Di bumi ini, bagaimanapun, kita akan melihat korupsi, kematian, tragedi dan kegelapan. Tuhan tidak mengendalikan hal-hal ini.

Mengapa kita dengan entengnya menuduh Tuhan memegang kendali, padahal Dia saja tidak pernah mengendalikan kita yang mengaku dipenuhi Roh-Nya?
Apakah Tuhan memaksa kita mematuhi hukum, membayar pajak, mendorong kita mentaati batas kecepatan mengemudi serta menyangkal daging?
Meski demikian, kita percaya bahwa Tuhan memegang kendali terhadap “segala sesuatu yang lain”?

Allah memberikan bumi kepada manusia (Kej. 1:26-28, Mzm 115:16, Mzm 8:4-6).
Kebenaran ini adalah dasar untuk memahami sifat alami Allah, sifat alami manusia dan tujuan penebusan.
Manusia diciptakan menurut gambar Allah dan diciptakan untuk berkuasa atas ciptaan Allah.
Dosa memisahkan manusia dari kehidupan dan tujuan Allah. Manusia menyerahkan bumi pada kekuasaan iblis (2 Kor. 4:4, 1 Yoh. 5:19).

Pernyataan bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, sama dengan menempatkan tanggung jawab penuh atas terjadinya penyakit, kematian, tragedi, perang, bencana alam, pelecehan anak dan setiap kejahatan lainnya ke dalam pangkuan-Nya. Itu sama dengan menuduh Tuhan sebagai pembunuh di balik penderitaan manusia.

Ketika kita mendapatkan pewahyuan bahwa Tuhan memberikan kekuasaan kepada manusia, kita bisa mulai bekerja sama dengan tujuan-Nya di bumi.
Kita dipanggil untuk memerintah dalam hidup! (Rom. 5:17)
Kita dipanggil untuk meredakan badai, menyembuhkan orang sakit, mengusir setan, dan memperluas Kerajaan-Nya (Yoh. 14:12).
Kita tidak dipanggil hanya duduk dan menanggapi dengan klise setiap penderitaan yang terjadi di sekitar kita atau dalam hidup kita sendiri.
Kini saatnya untuk menerima pengetahuan yang benar tentang Tuhan, melawan iblis, dosa serta hal yang merusak, dan memerintah dalam hidup! (Yakobus 4:7).

[Repost ; “God is in control?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC

MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Gak Berani Bermimpi? Jangan Takut. Mimpilah!


Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Gak Berani Bermimpi? Jangan Takut. Mimpilah!

Hanna, sahabat yang setia antar jemput saya ke sekolah. Hanna memiliki mobil dan dijadikan taxi online. Dalam perjalanan, kami selalu sharing materi pelajaran di Charis dan betapa dahsyatnya Tuhan dalam kehidupan kami.
Hanna sudah lulus Charis level satu.

“Hanna, ada MB-Gen yang memberi beasiswa bagi anak-anak yang mau belajar ke Taiwan. Di sana mereka bisa 3 bulan sekolah dan 3 bulan kerja. Ortu gak perlu kirim uang lagi. Penghasilannya cukup untuk hidup dan bayar uang sekolah. Bahkan tahun pertama, anak-anak diharuskan menabung, supaya tahun berikutnya bisa membiayai mamanya datang ke Taiwan. Melihat kegiatan mereka di sana,” ujar saya memberikan informasi kepada Hanna.

Wow… Hanna excited dan bersemangat sekali. Dia ingin mengirimkan Stevan anaknya yang ke dua, belajar di SMK di Taiwan. Kebetulan Stevan tertarik pada jurusan food & beverage. Dan membayangkan bisa mengirim Stevi, putri sulungnya ambil S2  setelah lulus kuliah.
Sayangnya Stevan tidak tertarik.

“Kita bawa dalam doa saja Hanna. Kalau ini yang terbaik untuk Stevan, Tuhan bisa mengubah hati Stevan,” hibur saya.

Hanna seorang ibu yang baik. Meski putranya tidak tertarik, dia tetap ikut berbagai zoom acara MB-Gen, sehingga dia mendapat informasi yang mumpuni.

Sekitar sebulan kemudian, Hanna dengan ceria memberi kabar,
“Stevan sekarang tertarik ikut MB-Gen. Dia rajin ikut zoom. Sayangnya, Stevan sudah terlambat jadi bisanya ikut rombongan yang berangkat tahun 2023. Rombongan yang berangkat 2022 sudah tutup.”

“Gapapa Hanna, kita bawa dalam doa saja. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Dan lagi Tuhan pasti mengatur yang terbaik bagi Stevan.”

“Iya… Saya terus berdoa, fokus pada firman Tuhan dan deklarasi janji-janji-Nya.”

Beberapa minggu kemudian, kebetulan saya ada meeting dengan Coach Kaki, CEO & Founder MB-Gen. Di tengah perbincangan, kami menyinggung tentang Stevan. Coach Kaki tertarik untuk interview Stevan.

Yang belum kenal Coach Kaki, ini linknya:
https://yennyindra.com/2021/06/coach-kaki-mb-gen/

Dengan antusias Hanna bercerita,
“Coach Kaki sudah interview Stevan, Ci Yenny… Asalkan Stevan disiplin mengikuti program MB-Gen, Stevan dipertimbangkan bisa diberangkatkan ikut rombongan tahun 2022.”

Yeaaayyyy…..

Beberapa bulan kemudian, berita baik pun tiba lagi.
Stevan terpilih menjadi salah seorang murid yang bisa berangkat ke Taiwan tahun 2022.
Dengan wajah ceria, Stevan secara khusus menemui dan mengucapkan rasa terimakasihnya kepada saya.

Saya sungguh terharu.
Apa sich yang saya lakukan?
Hanya memberikan informasi dan ternyata ini menjadi sarana bagi Stevan bisa bertemu Coach Kaki dan sekolah ke Taiwan.
Tuhan…. Saya merasa terhormat.
Air mata pun siap menetes….
Dahsyatnya Tuhanku…

Tiba saatnya Stevan harus mengumpulkan paspor. Hanna segera mencari travel agent untuk membuat paspor Stevan.
Semua berjalan lancar, hingga saat pengambilan foto paspor.
Petugas imigrasi, menginterview Stevan.
Ketika sang petugas tahu papa dan mama Stevan sudah bercerai, maka dia berkata,
“Seharusnya papanya yang datang. Kecuali mamanya membawa surat cerai.”

Hanna chat saya. Segera saya telpon balik.
“Saya gak urus surat cerai karena saya ga ada pikiran untuk menikah lagi. Gak pentinglah, pikir saya.”

“Hanna saya juga gak tahu solusinya. Tetapi Tuhan tahu. Kita berdoa sepakat saja, minta pertolongan Tuhan. Kita sehati percaya dan deklarasi, Tuhan yang sudah memulai, maka Tuhan yang akan menyelesaikan dengan sempurna. Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepadanya. Jangan lupa terus berdoa dalam roh.”

Hanna segera berangkat ke kantor Pengadilan Negeri. Menunggu cukup lama, bersamaan dengan jam makan siang. Saat petugas datang, ternyata prosesnya lama. Dari mulai mengajukan permohonan hingga dapat surat cerai memakan waktu setidaknya sebulan lebih.
Oh…
Tidak bisa… Terlambat. Tinggal beberapa hari lagi pengumpulan paspor ditutup.

Tiba-tiba muncul di kepala Hanna hikmat Tuhan. Kan papa Stevan punya surat cerainya, mengapa tidak pinjam saja? Jauh lebih cepat.
Hanna minta tolong Stevi untuk ambil surat cerai papanya.

Setelah menerima surat cerainya, Hanna galau lagi.
“Ci, di surat cerai ternyata di ujung kanan atas tertulis:
“Untuk Suami.” Bagaimana ya?”

“Kita berdoa sepakat saja supaya Tuhan butakan mata petugas, sehingga tidak melihat tulisan” Untuk Suami.” Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.”

Keesokan harinya, Hari Senin, Stevan foto paspor tanpa masalah. Petugas betul-betul tidak melihat tulisan itu. Tuhan baik.
Duh, leganya hati Hanna.

Saat bertemu Hanna lagi, ada cerita baru lagi.
“Saya mesti bayar extra 300 ribu rupiah. Ternyata paspor Stevan E-paspor.”

“Saya kalau bikin paspor, selalu minta E-paspor. Enak gak usah ngantri. Di airport besar, seperti Soekarno-Hatta, bisa scan langsung keluar,” saya menjelaskan,
“Kalau punya E-paspor, mengurus Visa Jepang 1x berlaku 3 tahun. Bisa ke Jepang anytime. ‘Kekeliruan’ ini nubuatan untuk Stevan nanti bisa ke Jepang dan negara-negara lain Tuhan sudah mempersiapkan masa depan yang dahsyat untuk Stevan.”

Kami semua makin excited. Siap meraih masa depan yang penuh harapan bagi Stevan dan Hanna sekeluarga.
Dana untuk keberangkatan pun sudah disediakan adik Hanna. Tuhan menjamah adik Hanna dan memperlengkapi apa pun yang dibutuhkan Stevan.

Minggu lalu, Hanna mendatangi saya,
“Coach kaki sudah memastikan Stevan berangkat Juli 2022, Ci Yenny. Saya mimpi pun tidak, bisa menyekolahkan anak ke luar negeri…,” ucap Hanna dengan penuh syukur.

Kami semua bersukacita sekaligus terpesona….
Hanna tidak pernah bermimpi bisa menyekolahkan Stevan ke luar negeri, tetapi mimpi Tuhan bagi Hanna lebih besar.
Tidak hanya mimpi, tetapi Tuhan menyediakan apa pun yang dibutuhkan, melebihi harapan Hanna.

God is good all the time.
All the time, God is good.

Allah kita adalah Allah yang adil. Tidak pilih-pilih atau memandang muka.
Tidak hanya Hanna yang diberi kesempatan dan mujizatnya, tetapi setiap kita.
Pertanyaannya:
Bersediakah kita meresponi Dia dan terus bergantung kepada- Nya seperti Hanna?

The lovers of God who chase after righteousness, will find all their dreams come true: an abundant life drenched with favor.

Siapa mengejar kebenaran dan kasih akan memperoleh kehidupan, kebenaran dan kehormatan.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Apakah Anda Siap Untuk Berjuang?”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Anda Siap Untuk Berjuang?”

“Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal.”
1 Timotius 6:12 (TB).

Jika semua yang kita inginkan dalam hidup terjadi secara instan, tidak perlu lagi ada iman.
Anugerah membuat semua berkat Tuhan tersedia, tetapi dengan iman kita bisa menerimanya.
Kadang-kadang keadaan atau serangan musuh dapat menghalangi apa yang telah dijanjikan. Jika hal itu terjadi pada Paulus, hal yang sama bisa terjadi pula pada diri kita.

“Sebab kami telah berniat untuk datang kepada kamu — aku, Paulus, malahan lebih dari sekali —, tetapi Iblis telah mencegah kami.”
1 Tesalonika 2:18 (TB).

Pada akhir hidup Paulus, dia menyatakan :
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.
2 Timotius 4:7 (TB).

Iman kita yang teguh, merupakan buah dari hubungan kita yang kuat dengan Tuhan. Di luar Dia, kita tidak dapat berbuat apa-apa. Bersama-Nya kita dapat melakukan segala perkara.
Jika kita menyerah, itu karena kita memilihnya, bukan karena keadaan yang terlalu berat atau musuh terlalu kuat. Keadaan bersifat sementara, lalu musuh pun dikalahkan!
Kita bisa tetap beriman.

Apa pun yang mungkin kita hadapi, justru merupakan kesempatan untuk memberikan kesaksian atas kemenangan yang kita raih.
Angkatlah perisai iman.
Bangkitkan karunia yang ada dalam diri kita.
Deklarasikan kemenangan.
Bersukacitalah di dalam Tuhan!
Dia Yang Besar tinggal didalam kita!

“Dengan jalan itu Ia telah menganugerahkan kepada kita janji-janji yang berharga dan yang sangat besar, supaya olehnya kamu boleh mengambil bagian dalam kodrat ilahi, dan luput dari hawa nafsu duniawi yang membinasakan dunia.”
2 Petrus 1:4 (TB).

[Repost ; “Are you up for a fight?”, – Barry Bennett, Penerjemah Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 2 3 4 5