Monthly Archives: Jan 2019

Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Kelemahan VS Kekuatan.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kelemahan VS Kekuatan.

Setiap kita memiliki karunia dari Tuhan. Ada yang memiliki hanya 1-2 tetapi ada yang memiliki 9-10 karunia sekaligus.
Kadang kita terjebak ingin memiliki karunia sebanyak orang lain. Maka berusaha mengubah kelemahan menjadi kekuatan.
Kelihatannya masuk akal bukan?

Namun Andy Stanley mengatakan, banyak para pemimpin gagal karena berusaha mengubah kelemahannya menjadi kekuatan.
Seharusnya kita fokus pada kekuatan kita yang paling berkembang, bukan pada kelemahan.

Tidak masalah kita hanya punya 1 karunia, asalkan karunia ini berkembang optimal, ini lebih bagus daripada punya beberapa karunia yang tidak maksimal.
Kita ingin hidup mengerjakan berbagai hal dalam kehidupan tapi tidak menyelesaikan apa pun. Sibuk tapi tidak ada yang pencapaian apa-apa yang sungguh-sungguh berguna.

Mengembangkan karunia dengan rajin, bukan pada banyaknya jam kerja, tetapi dengan bekerja cerdas. Fokuskan energi pada apa yang bisa dikontribusikan bagi organisasi atau perusahaan kita. Delegasikan apa yang kita kurang, pada orang lain. Sementara kita mengembangkan pada bagian kekuatan kita.

“Apa yang membuat seseorang malas? Karena dia mencoba menjadi Tuan Serba Bisa, akibatnya tidak ahli dalam bidang apa pun juga,” ujar Greg Mohr.

Kelemahan kita, itu menjadi berkat bagi orang lain. Karena tidak bisa membetulkan mobil yang rusak, maka kita harus mencari ahlinya. Dan itu menjadi berkat bagi sang montir.

Sekarang saya paham. Lebih baik fokus dan akhli dalam sebuah karunia/ talenta dan menjadi ahli di bidang tersebut.

Tetapi berbeda dengan Karakter, kekurangan dalam karakter kita, Wajib ditingkatkan. 

Kita harus menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu hingga makin menyerupai Allah. Cermin Karakter Allah seyogyanya terpancar melalui hidup anak-anak-Nya.

Success is achieved by developing our strengths, not by eliminating our weaknesses.” – Marilyn vos Savant

Sukses dicapai dengan mengembangkan kekuatan, bukan dengan menghilangkan kelemahan- Marilyn vos Savant

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Relationship, Seruput Kopi Cantik

Dari Siapakah ‘Berkat’ Ini?

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berkat dari Iblis atau Tuhan?

Sekian puluh tahun lalu, ada seorang terkenal yang bercerita, dia menginginkan sebidang tanah yang strategis. Lalu setiap pagi sambil berolah raga dikelilinginya tanah itu, sambil klaim bahwa dalam Nama ‘Tuhan’, tanah itu jadi miliknya.
Ternyata betul, meski awalnya sang pemilik tidak bersedia menjualnya, akhirnya dijual kepadanya.

Kelihatannya ini berkat Tuhan bukan?
Bertahun-tahun saya mempercayai hal itu, sampai saya belajar pengajaran yang benar.

Hukum Tuhan itu pasti dan konsisten.
Tuhan berkata :
Jangan mengingini rumah sesamamu; Jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apapun yang dipunyai sesamamu.

Dalam hal ini, sang tokoh mengingini milik sesamanya bukan?
Nach sang tokoh mendapatkan tanah itu tentunya bukan dari Tuhan, tetapi dari Iblis.
Bukankah Iblis suka menipu dan berpura-pura menjadi malaikat terang.

Hati-hati dengan segala ketamakan!
Tuhan mengajarkan agar hati kita senantiasa dipenuhi dengan Rasa Cukup.
Ingin kaya dan diberkati tidak salah, tetapi dengan motivasi ingin menjadi berkat bagi orang lain.
Dan penting juga, cara memperolehnya sesuai dengan kebenaran, keadilan dan Nama Tuhan dipermuliakan.

Diberkati untuk menjadi Berkat, itu prinsipnya.
Bukannya untuk memuaskan nafsu kedagingan kita. Apalagi menginginkan sesuatu, misal mobil baru, karena tetangga punya mobil baru.
Make sense?

The devil doesn’t come to you with his red face and horns, he cmes to disguised as everything you’ve ever wanted.

Iblis tidak datang kepada Anda dengan wajah merah dan tanduknya, ia ingin menyamar sebagai semua yang Anda inginkan.

YennyIndra

TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS

PRODUK PEDULI

KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Kenangan Masa Lalu, So What?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Kenangan Masa Remaja, So What?

Saat berlibur ke UK, kami mengunjungi desa Vezeley di mana gereja The Madeleine of Vezeley dibangun, dan merupakan bagian ziarah penting dalam perjalanan ziarah menuju Santiago Dengan Compostela di Spanyol.

Nach dalam perjalanan, kami mampir di toko kue. Ternyata ada Kue Jahe (Ginger Cake). Segera saya beli dan sebelum dimakan, saya foto dan upload.

Mengapa Kue Jahe ini istimewa?
Karena mengingatkan tokoh-tokoh idola remaja saat itu, buku Lima Sekawan karya Enid Blyton, dari Inggris.

Begitu saya post fotonya, komentar datang bertubi-tubi…
Semua langsung ingat kesukaan Lima Sekawan: Julian, Dick, Anne, George dan anjingnya, Timmy ; adalah Kue Jahe dan Sirup Limun. 🙂 🙂 🙂

Kenangan akan kisah-kisah masa remaja selalu menggelitik dan mengundang tawa.

Sebagian lagi generasi saya, suka akan cerita silat. Dari Kho Ping Ho sampai kisah Trilogi “The Legend of the Condor Heroes”,
Karya Jin Yong.

Ketika saya bercerita tentang Snow Hotel di Finland, Linda Yap langsung berkomentar,

“Seperti ranjang es Bibi Lung dan Yoko”, ujarnya menyebut nama tokoh The Legend of the Condor Heroes.

Kami pun tertawa dan senang mengingat kisah-kisah menarik yang dulu menjadi bacaan kesukaan masa remaja.

Maukah saya membacanya lagi sekarang?
Tentu tidak!
Mengapa?
Jaman sudah berubah. Waktu kami sangat berharga. Apalagi di jaman Disruption, Shifting … Semua orang berlomba-lomba memahami apa yang sedang terjadi, menyesuaikan diri agar tidak terlindas jaman.

Membaca Lima Sekawan dan Cerita Silat?
Wah… Ibarat kembali ke jaman dinosaurus dulu, yang sekarang sudah punah.

Banyak buku-buku baru yang harus dibaca dan dipelajari. Bahkan tidak hanya dengan membaca tetapi dengan belajar melalui audio books, ikut seminar, menimba ilmu dari orang-orang yang lebih sukses dsb.

Ingatan akan Lima Sekawan & Cerita Silat, cukup untuk selingan agar kita tersenyum sejenak.
Setelah itu kembali ke jaman ini, di mana perkembangan teknologi amat sangat maju. Dan kita harus segera memperlengkapi diri agar survive bahkan bisa menaklukkan keadaan.
Jangan menoleh ke belakang seperti istri Lot, agar tidak menjadi tiang garam.
Tuhan tidak suka jika hati kita melekat pada masa lalu.

I have a past but I don’t live there anymore.
Saya punya masa lalu tetapi saya tidak hidup di sana lagi.
Setuju?

Learn from yesterday, live for today, and hope for tommorrow- Albert Einstein

Belajar dari hari kemarin, hiduplah untuk hari ini, dan berharaplah untuk hari esok- Albert Einstein

YennyIndra

TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN
www.mpoin.com

Read More
Self Motivation, Seruput Kopi Cantik

Apa Yang Dilakukan Saat Berkekurangan?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Yang Dilakukan Saat Berkekurangan?

“Hidup itu makin sulit. Perekonomian menurun”.

“Uang makin lama makin ga ada harganya. Cepat sekali habis. Semua serba mahal,” kata yang lain.

Familiar sekali ya?
Di mana-mana orang mengeluh.
Umum, banyak yang melakukannya termasuk anak-anak Tuhan.

Yang dilupakan, semua mujizat terjadi dimulai dengan mengucap syukur dan percaya bahwa Allah mampu melipatgandakan yang sedikit, cukup untuk semua orang dan justru ada sisanya. Selalu ada extra.
5 roti dan 2 ikan tentu tidak cukup untuk memberi makan 5000 orang.
Ketika mengucap syukur dan dan diserahkan kepada Allah, cukup untuk memberi makan 5000 orang bahkan masih ada sisa 12 keranjang.

Berkelimpahan = Cukup + Extra

Untuk apa extranya?
Untuk dijadikan benih dengan diberikan kepada orang lain.
Terlebih berkat memberi daripada menerima.
Kunci berkat adalah dengan menabur benih, yang akan berbuah 30, 60 bahkan 100 kali lipat.

Jangan mengeluh!
Mari mengucap syukur, yang sedikit diberkati dan Allah akan mengerjakan bagian-Nya: mencukupkan dan memberi extra.
Sepakat?

The more you praise and celebrate your life, the more there is in life to celebrate – Oprah Winfrey

Semakin Anda memuji dan merayakan hidup Anda, semakin banyak yang ada dalam hidup untuk dirayakan – Oprah Winfrey

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS
PRODUK PEDULI
KESEHATAN TERBAIK
www.mpoin.com

Read More
Relationship, Seruput Kopi Cantik

Masa Tua, Yang Jiang & Magdalena Sukartono.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masa Tua, Yang Jiang & Magdalena Sukartono.

Berbagai tulisan muncul di sosmed, betapa kelamnya kehidupan masa tua. Para lansia yang kecewa telah memberikan segalanya bagi anak-anaknya, tetapi ternyata mereka ‘kurang memperhatikan’ saat mereka tua.
Ada anak-anak yang sukses membanggakan, namun tinggal nun jauh di sana.
Kesepian mendengarkan jam berdetak menanti kematian yang akan menjelang.
Bahkan ada yang merasa menjadi ‘anjing penjaga rumah’ …
Sungguh mengerikan!

Ditengah ramainya artikel semacam ini, seorang teman post tentang novelis bernama Yang Jiang yang menulis hikmat yang indah pada usia 103 tahun. Beliau meninggal di usia 105 tahun pada bulan Mei 2016.
Inilah tulisannya:

Sejak tangisan pertama waktu lahir ke dunia hingga rambut berubah putih, beban perjalanan hidup kita dipenuhi aneka pengalaman duka & suka,  pahit & manis, naik & turun. Selanjutnya, bagaimana kita bisa berbahagia di usia senja bergantung pada kondisi fisik & mental kita

Kebanggaan & kekecewaan hidup sudah ada di belakang kita. Dan sekarang kita melanjutkan hidup keseharian dengan segala rutinitasnya…

Jika kita pernah memimpikan kemewahan hidup dunia, kini kita menyadari bahwa kehidupan terindah & paling berbahagia adalah memiliki pikiran yang tenang & hati yang tentram

Tak perlu bingung menunggu kunjungan anak cucu. Mereka memiliki kehidupan pribadi yg harus diurus. Mereka seperti gasing yang tak berhenti berputar. Terjepit antara orang tua & anak2. Yang tua seperti matahari senja, yang muda bak matahari pagi. Dan tentu saja yg muda lebih mendapatkan banyak perhatian. Itu sudah hukum alam. Itulah siklus perjuangan hidup anak manusia yang tak seorangpun bisa menyangkalnya. Ingatlah bahwa anak2 kita selalu lebih sibuk daripada kita

Dalam hidup entah sebagai suami & istri, atau orangtua & anak. Entah harmonis & intim atau tidak. Masing2 unik & memiliki hidupnya sendiri. Karena itu kita harus belajar mengatasi kesepian dengan menemukan cara menghibur & menyemangati diri sendiri ketika merasa sendirian

Read More
1 3 4 5 6