Category : Articles

Articles

Mau Hidup Berkemenangan Di Tengah Pandemi Covid? Ini Rahasianya!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mau Hidup Berkemenangan Di Tengah Pandemi Covid? Ini Rahasianya!

Pulang ke Surabaya, wajib test antigen, PCR sebelum bertemu anak-anak. Oh .. ? hidup normal masa kini.
Bertemu pula dengan teman-teman yang sedemikian phobia dengan covid, hingga sudah setahun tidak berani keluar rumah. Menjaga kebersihan dengan super ketat.

Akhir-akhir ini beberapa teman dan orang yang saya kenal, meninggal dan beberapa yang lain bertumbangan. Membuat Covid kelihatan begitu nyata. Meneror dari jarak dekat.

Teringat post dr. Paulus Rahardjo di fb 3 Juli 2020:
Masih ada yang tertarik rekor? 1624 kasus positif dalam sehari (2 Juli 2020). Tidak terasa karena bukan kita!
Tulisan yang menusuk.

Sempat timbul pertanyaan dalam hati kecil saya:
Betulkah prinsip saya, karena Tuhan tinggal di dalam roh saya dan selama saya mengutamakan Dia, mengijinkan Dia menjadi Tuhan atas hidup saya, maka kami akan diluputkan dari segala malapetaka, termasuk covid?

Saya masih hidup normal dengan menjaga protokol kesehatan. Dan bahagia! Menjaga jarak dengan berita-berita negatif yang membombardir, memilih fokus pada Tuhan dan firman-Nya.

Tuhan Maha-baik. Saat saya bertanya, Dia pun menjawab. Chat Mega dari Samarinda, teman saat mengikuti seminar EQ P. Anthony Dio Martin, masuk. 

“Pagi Bu Yenny.. Saya Mega mengucapkan terimakasih atas semua tulisan Bu Yenny selama 2020. Menguatkan iman saya dan membuat semakin dekat dengan Tuhan,”
tulis Mega,
“Yg saya rasakan selama pandemi, seperti yang Bu Yenny tuliskan: *Tuhan mengasihi.*
Itu semua yang saya tanamkan di dalam pikiran saya.
Pikiran negatif dan segala ketakutan dengan banyaknya berita berita negatif juga menyerang saya. Kemudian yang menakutkan, banyak kenalan- kenalan, teman mama atau papa yg meninggal karena covid-19.
Tetapi yg selalu saya ingat semua tulisan Bu Yenny:  *cukup mempercayai firman Tuhan. Yang baik selalu datang dari Tuhan.*

Hari hari saya lewati dengan mempercayai firman-Nya. Semua terasa ringan.
Tetap jaga 3M. Liburan tetap jalan sambil percaya. Kami berbagi kebahagiaan bersama karyawan seperti biasa.
Karyawan yang membutuhkan, kami berikan bantuan. Tadi malam kami buka 15 kamar untuk kepala toko, supervisor, karyawan agar mereka bisa merasakan Tahun Baru 2020 bersama pasangan dan anak anak mereka
Tidak ada ketakutan sedikit pun..

Ini semua karena saya rajin membaca setiap tulisan yang Bu Yenny bagikan
Itu yang saya taruh di pikiran saya:
*Dengan mempercayai firman Tuhan.*
*Cukup percaya saja???*
Tuhan baik, kirim Bu Yenny bagi kita semua??? saya bersyukur Bu Yenny sangat berarti bagi saya?.”

Wow… Saya terpukau.
Mega tentunya tidak menyangka, kali ini chatnya justru dipakai Tuhan untuk meneguhkan saya, bahwa Allah itu setia. Allah senantiasa bisa diandalkan. Hati saya semakin mantap dengan prinsip yang saya pegang.

Kadang timbul godaan, iblis berujar,
“Tuh temanmu si A rajin beribadah, cinta Tuhan, buktinya kena Covid juga.”

Saya menjawab,
“Bukan tugas saya mengurusi orang lain, iblis.  Yang saya tahu, Allahku setia. Tugasku percaya, titik. Selebihnya, Tuhan yang pegang kendali. Kalau Tuhan di pihakku, kamu kalah iblis!”
Itu yang terjadi dalam hidup saya selama ini. Tuhan menuntun, mengarahkan dan saya mentaati, hasilnya happy ending. Berkemenangan.

Saya menolak merasa takut, karena rasa takut menjadi pijakan iblis untuk menyerang kita.
Selain itu, Andrew Wommack mendefinisikan,
*Fear is believing something or someone other than God. Ketakutan adalah mempercayai sesuatu atau seseorang, selain  Tuhan.*
Di sini iman kita diuji. Benarkah kita sungguh-sungguh mempercayai-Nya?

Penasaran, saya scroll chat Mega sebelumnya, 28 Juni 2020.
“Pagi Bu Yenny ..Saya mau mengucapkan terimakasih semua artikel yg Bu Yenny tulis, walaupun ga komentar,
saya baca ?
Bu Yenny telah menguatkan saya pada saat awal corona. Ini sudah berjalan 3 bulan
Saya merasa damai, karena mengandalkan Tuhan. Bu Yenny ajarkan kami untuk berbagi di masa kesesakan.
Di masa corona, bisnis sama sekali tidak turun, bahkan naik 4 persen di banding tahun lalu. Terimakasih Bu Yenny dr awal corona sangat menginspirasi saya
Sehingga saya kuat dan dapat menolong suami saya ???.”

Chat 26 Agustus 2020,
“Puji Tuhan Bu Yenny
Saya bersama suami terus melangkah.
Tanpa terasa toko kami sudah 4 cabang, mempekerjakan 140 karyawan.
Melewati pandemi tanpa PHK. ???
Berkat semua artikel-artikel Bu Yenny yang sangat menguatkan hidup saya ?
Tiap hari selalu saya sempatkan baca artikel bu Yenny.
Tanpa disadari,
Bu Yenny sudah membuat hidup saya diberkati.
Terimakasih banyak yaaa
Saya tidak takut lagi.
Just do it ???Tuhan memberkati Bu Yenny, Pak Indra and fam
Happy Holiday yaa
Holidaynya so much fun
Yg baca aja senang ???”, mengomentari liburan kami bersama P. Anton Thedy TX Travel dan Bu Rita ke Tanjung Lesung saat itu.

*Apa yang dialami Mega, menjadi bukti nyata, hidup itu pilihan. Terserah kita mau hidup mengikuti Hukum Dunia atau Hukum Kerajaan Allah?*

Ketika 10 tulah terjadi di Mesir, – dari hujan es, serangan lalat pikat, air di seluruh negeri berubah menjadi darah, hingga semua anak sulung orang Mesir dan ternaknya, mati,- namun Musa dan bangsanya tetap aman damai di Gosyen. Padahal Gosyen itu merupakan bagian dari Mesir juga. *Tuhan meluputkan mereka. Tuhan mengadakan perbedaan.*

“Mama itu apa-apa cuma bilang percaya saja sama Tuhan, tapi aku itu butuh jawaban praktis yang masuk logika,” kata Christian, putra saya dalam beberapa kesempatan.

Banyak hal dalam hidup, yang saat ditanya, saya betul-betul tidak tahu jawabannya. Saya cuma modal percaya pada Tuhan, menyerahkan permasalahan kepada-Nya serta baca firman. Karena *firman itu surat cintanya Tuhan dan sekaligus Allah itu sendiri.*

Tetapi dalam perjalanannya, Tuhan akan membukakan satu persatu, selangkah demi selangkah, hingga bertemu solusinya. Dan setiap langkah itu merupakan suatu mujijat.
Saya tidak perlu tahu semua rencana perjalanannya, justru nanti stres dan bingung. Otak saya yang sebesar genggaman tangan, tidak paham rencana Tuhan yang Maha-dahsyat. Asalkan mengikuti-Nya terus menerus, saya akan tiba di tujuan.

Jika selama berpuluh-puluh tahun resep ini sudah terbukti, saya yakin resep yang sama akan menjadi jawaban pula untuk menyelesaikan tantangan masa kini hingga masa depan.

Bagaimana pendapat Anda?

Instead of praying for the new year to be a better one, pray to be a better person in the new year-David Jeremiah.

Daripada berdoa supaya tahun yang baru menjadi yang lebih baik, berdoalah untuk menjadi seseorang yang lebih baik di tahun yang baru-David Jeremiah.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Di Mana Tempat Yang Aman?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Di Mana Tempat Yang Aman?

“Terimakasih, bu Yenny.
Kita bersyukur tiada henti, saat selalu sehat. Tiap hari mendengar berita kematian teman, tetangga, sejawat. Tiap hari mendengar raungan ambulans.
Semoga kita selalu sehat dan selamat. Kita saling mendoakan ya,  Bu Yenny…”, ujar sahabat saya yang berprofesi sebagai notaris, sekaligus punya hobi jalan-jalan yang sama, P. Pria Takari.

Adik ipar saya curhat, kakak dan istrinya di 2 kota yang berlainan terpapar Covid. Padahal usianya yang sepasang sudah kepala 7 dan yang sepasang lagi mendekati kepala 7.
Galau… Kuatir…

Muncul berita di detik.com, 10 orang tertular Covid di sebuah hotel di Singapura, saat mereka tengah isolasi mandiri, memenuhi persyaratan sebelum masuk Singapura. Mereka memilih hotel bintang 5 terkenal. Kemungkinan tertular dari handuk.
Mengerikan….
Padahal persepsi kita, singapura standar kesehatannya selalu lebih baik daripada Indonesia.
Ternyata tidak juga! Nach lho….

Lalu di mana tempat yang aman?
Ingatan pun melayang pada kenangan lama.
Saya mengalami kerusuhan Kota Solo 1998. Penjarahan, kebakaran di mana-mana.

Setelah kerusuhan, orang-orang Solo yang berduit memilih pindah ke luar negeri. Yang kelas menengah sebagian pindah ke Bali. Yang biasa-biasa ya … Apa boleh buat, tetap di Solo.

Yg di luar negeri, banyak yang ga tahan, pulang ke Solo lagi. Faktor bahasa, teman dan tidak biasa bekerja sendiri. Berat. Enakan di Solo.

Yang di Bali, tidak lama kemudian terjadi bom bali 1 dan 2. Ternyata Bali pun tidak aman.

Dari berbagai peristiwa yang terjadi saat kerusuhan, kami belajar, bahwa tempat yang aman hanya ada di dalam Tuhan. Banyak yang diluputkan dari kerusuhan, termasuk saya. Kami melihat mujijat pertolongan Tuhan.
Tidak berarti yang dijarah kurang beriman. Ada teman yang dijarah tetapi dengan cara yang ajaib, Tuhan memulihkannya kurang dari setahun, padahal habis kerusuhan itu orang bilang bisnis mati.
Cara Tuhan melebihi pemikiran manusia.

Serupa dengan masalah Covid, semua serba tidak pasti dan misteri.
Belajar dari pengalaman yang lalu, saya yakin Tuhan yang meluputkan saya saat kerusuhan, akan meluputkan juga dari serangan Covid saat ini. Saya punya ‘menara peringatan’ dan ‘panji keselamatan’ yang terukir berbagai pertolongan Tuhan di masa lalu. Hitung berkat-berkat-Nya. Kalau dulu saya ditolong, sekarang juga.

Lalu apa yang bisa saya lakukan?
Password saya tetap sama:
Karena Yusuf disertai Tuhan, potifar- bossnya diberkati.
Terlebih lagi jika ada istri, ibu, anak, kakak, adik, pemilik perusahaan yang disertai Tuhan, maka seluruh aspek hidup saya akan dipelihara dan diberkati Tuhan.

Saya gak mampu memikirkan dan mendoakan keluarga, saudara, karyawan, teman saya satu persatu. Apalagi menjagai mereka. Tetapi Tuhan bisa.
Cara yang paling sederhana, saya membayar harga sungguh-sungguh melekat kepada Tuhan, lalu menyerahkan keluarga, saudara, karyawan, teman dan hal-hal yang saya tidak mampu kepada Allah.

When you flow with The Lord, you will find, everything will fall into place. – Ketika kita mengalir mengikuti Tuhan, kita akan menemukan, segala sesuatu akan berada pada tempat yang seharusnya.

Bagi saya, prinsip ini  jauh lebih mudah dan bisa dilakukan. Melekat kepada Tuhan, dan hanya tergantung saya sendiri: mau bayar harga atau tidak. Tidak perlu memaksa atau membujuk orang lain melakukannya. Dan segala sesuatu menjadi lancar, dan damai sejahtera serta sukacita melingkupi hati.
Itu sesuatu yang luar biasa bukan?

Tidak berarti semuanya lalu semulus jalan toll, tetapi menyadari bahwa Allah yang sudah berjanji tidak akan membiarkan mau pun meninggalkan saya, berada di sisi saya, itu sebuah jaminan yang amat berharga.
Saya bisa menjalani segala kesulitan dan menaklukannya, bersama-Nya.

Allah yang mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, menghardik badai maka angin badai pun tenang serta tunduk, dan kehendak-Nya selalu yang terbaik. 
Syaratnya hanyalah bersedia menyerahkan hidup saya dan keluarga ke dalam tangan-Nya, lalu mentaati arahan-Nya, maka Dia akan melakukan-Nya.
Saya pun memilih bergantung kepada-Nya. Dunia memang tidak pasti dan penuh dengan misteri, namun Allahku pasti dan senantiasa bisa diandalkan.

Bagaimana pendapat Anda?

When you go through the waters, I will be with you; and through the rivers, they will not go over you: when you go through the fire, you will not be burned; and the flame will have no power over you.

Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Iman Natal.”

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

“Iman Natal.”
(Bekal untuk menjalani tahun 2021)

“Dan tiba-tiba tampaklah bersama-sama dengan malaikat itu sejumlah besar bala tentara sorga yang memuji Allah, katanya:
“Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”
Lukas 2:13-14 (TB)

Bagaimana para malaikat memberitakan ‘kabar baik’ dan perdamaian di bumi?

Dunia masih tinggal didalam kegelapan dan di bawah kuasa dosa serta iblis. Masih ada peperangan, kelaparan, bencana dan penderitaan.

Orang Yahudi masih tersesat di bawah Hukum Taurat, dan orang bukan Yahudi masih hidup tanpa Tuhan dan tanpa harapan pula.

Allah datang menjadi seorang bayi. Dia harus dilahirkan sebagai bayi, tak berdaya, tanpa pertahanan serta tempat bergantung. Dialah Anak Manusia. Dihadapkan pada bahaya dunia, dicari oleh iblis dan ditandai untuk dibunuh.

Ketika para malaikat bernyanyi, Herodes belum mengirimkan pasukannya untuk mencari dan membunuh Dia. Keluarga Yusuf belum melarikan diri ke Mesir, melewati perjalanan yang panjang penuh dengan bahaya. Dia masih belum bertumbuh dalam kebijaksanaan mau pun perawakannya. Dia juga belum menjadi tukang kayu.

Dia masih belum dipenuhi dengan Roh Kudus. Dia belum mengalahkan godaan iblis. Dia belum menjalani kehidupan tanpa dosa. Dia belum menyembuhkan seseorang atau mengusir satu iblis pun. Dia belum ditolak oleh orang-orang di kampung halamannya sendiri.

Dia belum menderita di Taman dengan keringat berlumuran darah. Dia masih belum dikhianati oleh Yudas dan menjalani pengadilan ilegal, dipukuli bahkan diejek. Dia masih belum disalibkan. Dia belum menjadi dosa dan dijadikan kutuk. Dia belum menderita oleh bilur-bilur yang menyembuhkan kita. Dia belum ditinggalkan Allah (Bapa), mati, dan turun ke dalam kedalaman bumi. Dia belum menaklukkan kematian, bangkit kembali dan duduk di sebelah kanan Allah, menjadi pemenang.

Saat para malaikat bernyanyi, belum ada yang terjadi. Seorang bayi telah lahir. Tetapi mereka menyatakan firman Tuhan sendiri:
“Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

Bagaimana caranya?

“Tuhan, …… menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada.”
Roma 4:17(TB)

Tuhan memiliki iman di dalam Firman-Nya. Firman itu menjadi manusia, dan iman Tuhan menyatakan akhir dari awal: “Damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya.”

[Repost ; “The Faith of Christmas”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Refleksi Akhir Tahun 2020 & Persiapan Menyambut 2021

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Refleksi Akhir Tahun 2020 & Persiapan Menyambut 2021

Saat menoleh ke belakang, sungguh Tahun 2020 adalah tahun yang penuh kejutan. Virus Covid yang tiba-tiba hadir, memporak-porandakan berbagai rencana dan kehidupan banyak orang.
Beberapa teman pulang ke surga secara mendadak dan ketakutan merebak di mana-mana. Bersyukur pengenalan terhadap Tuhan sudah makin mantap, sehingga kami bebas dari ketakutan. Rasa aman karena sadar akan penyertaan Tuhan: Dia tidak pernah meninggalkan mau pun membiarkan kami. Thanks God!

Kami sempat gamang, bagaimana harus berbisnis di tahun 2020 dengan adanya PSBB? Rencana liburan ke Eropa di bulan Maret batal.
Sungguh membingungkan! Belum pernah terjadi di sepanjang sejarah.

Pada penutup tahun 2020, saya mengucap syukur kepada Tuhan, tahun yang tidak mudah namun saya tetap melihat penyertaan Tuhan yang setia.

Teringat nyanyian Raja Daud:
TUHAN menetapkan langkah-langkah orang yang hidupnya berkenan kepada-Nya;
apabila ia jatuh, tidaklah sampai tergeletak, sebab TUHAN menopang tangannya.
Dahulu aku muda, sekarang telah menjadi tua, tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;
tiap hari ia menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya menjadi berkat.

Memang Tahun 2020 tidak mudah tetapi Tuhan menopang tangan kami, sehingga bisa melewatinya dengan baik.
Apakah karena kami baik dan melakukan sesuatu?
Tidak!
Semua karena anugerah-Nya, yang diberikan gratis pada semua orang.

Kalau memang untuk semua orang, mengapa ada yang survive dan ada yang tidak?
Dunia dijalankan berdasarkan hukum.
Ada hukum Kerajaan Surga dan ada hukum Dunia.
Ada hukum gravitasi, hukum archimedes dll.
Hukum itulah yang mengatur kehidupan manusia.

Hukum gravitasi menjaga agar mobil tidak melayang-layang ke udara. Tetapi jika ada orang yang sengaja melompat dari gedung yang tinggi, karena salah memanfaatkan hukum gravitasi, dia pasti jatuh ke bawah pula.

Bukan karena Tuhan tidak adil. Itu pilihan manusia dalam menggunakan hukum-hukum yang sudah ditetapkan-Nya, berlaku untuk semua orang, sama rata & sama rasa.

Ada yang protes, “orang yang tidak beribadah kepada Tuhan koq justru diberkati? Saya yang beribadah dengan rajin, justru tidak diberkati?”

Orang itu tidak beribadah, tetapi menyelaraskan diri dengan hukum alam atau hukum yang ditetapkan Tuhan. Sedangkan yang protes, rajin beribadah tetapi hidupnya berlawanan dengan hukum Tuhan.

Manusialah yang harus menyesuaikan diri dengan hukum alam yang ada. Demikian puka dengan hukum dunia dan hukum kerajaan surga.
Allah itu adil, memberikan kepada setiap orang kebebasan, kita hendak hidup berdasarkan hukum yang mana?
Masing-masing ada aturan, konsekuensi serta hasilnya masing-masing.

Ibarat kita main bulutangkis, aturannya tentu berbeda dengan permainan tenis, apalagi golf.
Nach kita sendiri yang harus memilih.

Salah satu keputusan terbaik saya beberapa tahun terakhir ini, adalah memilih Sekolah  di Charis.
Dengan sekolah, saya ditempa untuk fokus dan mendekatkan diri kepada Tuhan dengan mindset- cara pikir dan pola pandang yang benar. Mendapatkan teladan nyata, bagaimana guru-guru dan teman-teman yang menghidupi sepenuhnya Hukum Kerajaan Allah. Ternyata hidup jadi jauh lebih sederhana dan penuh damai sejahtera.

Hukum Dunia mengajarkan harus paling top, paling hebat, paling gemerlap, untuk  mencapai kesuksesan.
Harus promosi diri supaya dikenal. Mendekati orang-orang top dan kaya, supaya bisa mendaoatkan proyek-proyek besar.

Hukum Kerajaan Allah mengajarkan prioritaskan Tuhan, maka semuanya akan dicukupkan. Bahkan lebih daripada yang kita butuhkan, meski tidak gebyar-gebyar. Penuh damai sejahtera dan ketentraman.

When you flow with The Lord, you will find, all things fall into place. Ketika kita mengalir bersama Tuhan, kita akan menemukan, segala sesuatu berada pada tempat yang seharusnya., ujar orang bijak.

Saya masih belajar pada tahap awal. Tetapi saya sudah melihat hasilnya. Terbukti tahun 2020 bisa kami lewati dengan baik. Semua Tuhan cukupkan dan Dia menopang kami dengan tangan kanan-Nya yang membawa kemenangan.

Sejak kecil saya termasuk yang biasa-biasa saja dan hingga kini, juga. Tetapi Tuhan yang ada di dalam saya sungguh luar biasa. Setiap kali menghitung berkat-berkat dan mengingat pertolongan demi pertolongan-Nya, saya terpukau….
Siapakah aku ini Tuhan? Jadi biji mata-Mu…, mengutip nyanyian Raja Daud.

Lalu apa rahasianya?
Semakin kita menyelaraskan diri dengan Hukum Kerajaan Allah, semakin banyak anugerah Tuhan mengalir dalam kehidupan kita.

Berkat dan anugerah Tuhan itu gratis dan diberikan kepada semua manusia, sama rata dan sama rasa. Ibarat aliran listrik yang mengalir, semua orang bisa mengaksesnya.

Tinggal kita sendiri yang memilih, apakah kita menjadikan diri kita ini, karet atau tembaga?

Masih ingat pelajaran fisika?
Karet itu tidak bisa mengalirkan listrik. Justru menghambatnya. Listriknya tersedia, tapi tidak bisa mengalir. Akibatnya anugerah Tuhan juga terhambat.
Sebaliknya, tembaga itu penghantar listrik yang baik.
Ketika kita menjadikan diri kita itu tembaga yang baik dan berkualitas, otomatis anugerah Tuhan mengalir dengan sangat lancar.

Mari kita selaraskan hidup kita dengan hukum Kerajaan Allah, agar hidup kita damai, dipenuhi dengan sukacita dan apa pun yang kita butuhkan, Tuhan mencukupkan.
Tahun 2021 masih berupa misteri, serba tidak pasti. Tetapi kita bisa berpegang, bergantung pada Allah kita yang pasti dan selalu bisa diandalkan!
Siap?

Only God can be our stability in an unstable world and our certainty in uncertain times -Roy Lessin.

Hanya Tuhan yang bisa membuat kita stabil di dalam dunia yang tidak stabil ini dan menjadi kepastian pada waktu-waktu yang serba tidak pasti -Roy Lessin.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pelajaran Dari Kehilangan Orang-Orang Yang Kita Cintai…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Pelajaran Dari Kehilangan Orang-Orang Yang Kita Cintai…

Kehilangan orang yang dikasihi, senantiasa menyisakan perasaan menyesal. Meski papa dan adik saya sudah meninggal bertahun-tahun lalu, kadang muncul pikiran,
“Seandainya saja….”

Adik seorang sahabat yang baru saja meninggal, didera perasaan bersalah dan menyesalinya. Semakin dipikir, semakin menyesal dan merasa betapa banyak waktunya yang dihabiskan untuk hal-hal yang tidak penting namun menyibukkannya setiap hari, sehingga kehilangan kesempatan untuk memperhatikan sang kakak. Meski pun sesungguhnya, sang kakak kerap bercerita, betapa si adik sangat menyayanginya. Kerap mengirimkan masakan bahkan merawatnya saat sakit.

Perasaan menyesal kerap membebani orang yang kehilangan orang yang dikasihinya. Selalu merasa kurang, karena kita mengasihi mereka.
Bersyukur papa pernah mengungkapkan rasa syukurnya, memiliki saya sebagai putrinya. Ungkapan kasih itu menjadi penghiburan setiap kali saya merasa kangen dengan papa.

Dan akhir-akhir ini, banyak teman-teman yang berpulang tanpa terduga.
Beberapa teman japri curhat beban hatinya. Sungguh Tuhan baik. Sebelum semua ini terjadi, Tuhan membimbing saya menuliskan artikel Healing part 1 sd 5. Sehingga saya tinggal kirim link pada mereka dengan pesan: jangan membiarkan perasaan bersalah dan penyesalan menguasai hati karena itu strategi iblis untuk menimpakan penyakit dan menghancurkan anak-anak Tuhan.

Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk menepis  penyesalan?

Yang sudah berlalu, tidak bisa kita ubah.
Karena saya mengasihi papa dan adik saya yang sudah meninggal, saya bertanya pada diri sendiri:
“Seandainya mereka masih hidup, apa yang mereka inginkan?”
Mereka tentu ingin memastikan anak istrinya hidup bahagia.
“Apa yang bisa saya lakukan untuk merealisasikannya?”, saya bertanya kepada diri sendiri.
Itu yang saya lakukan semaksimal mungkin yang saya mampu.
“Adakah orang-orang yang kepada mereka, orang yang kita kasihi berhutang budi? Adakah  sesuatu yang bisa saya lakukan untuk menunjukkan rasa terimakasih kepada mereka?”
Itu yang saya lakukan. Mungkin perhatian, ucapan pada hari raya tertentu, atau perhatian lainnya.
Itu cara yang saya lakukan untuk mereka yang sudah di surga.

Berkenankah mereka?
Saya tidak tahu. Setidaknya itu sesuatu yang baik.
Ungkapan: Jangan pernah lupa kebaikan yang pernah kita terima, tuliskan di atas batu agar tidak pernah hilang, saya pegang erat-erat.

Pelajaran lainnya, waktu bersama itu misteri. Berapa lama, kita tidak pernah tahu.
Saya belajar untuk tidak bertengkar, marah, tersinggung untuk hal-hal yang sepele.

Tidak penting siapa yang menang dan siapa yang kalah. Terutama dengan pasangan. Karena toh ibarat pertandingan bulutangkis, kami team double, berada di team yang sama dan sisi yang sama pula, yang harus berjuang bersama mengalahkan lawan alias tantangan hidup.

Selama bisa, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk membangun kebersamaan, mengungkapkan kasih dan menikmati waktu kebersamaan. Quality Time not just quantity.
Ini saya harus belajar keras. Kebiasaan selama ini suka melanglang buana ke mana-mana bersama P. Indra.

Pelajaran ke tiga, pada akhirnya ‘Urip iku mung mampir ngombe’, ungkapan terkenal Orang Jawa, hidup itu hanya sekedar mampir minum.
Jadi ingatlah, yang selama-lamanya justru yang rohani. Hidup kekal di surga atau justru di neraka.
Kalau selama ini kita berjuang mati-matian untuk yang sementara, yang cuma ‘mampir ngombe’, terlebih lagi kita seyogyanya memperjuangkan yang kekal, selama-lamanya.

Gak usah stres berat-berat untuk yang cuma sementara. “This Too Shall Pass”, kata orang bijak. “Ini juga akan berlalu”, jadi gak perlu dipikir terlalu dalam.
Gak mampu?
Ada Tuhan yang mampu dan siap menolong.

Yang jauh lebih krusial, pastikan kita sungguh-sungguh mengenal-Nya dan hidup seturut kehendak-Nya sehingga kita sudah merasakan surga di bumi dan saat ‘pulang’ pun sudah terjamin: kita tahu persis jalan menuju surga.

Setuju?

It doesn’t matter what has happened, better things are coming. God’s plan produces hope in me – James MacDonald.

Tidak peduli apa yang telah terjadi, hal-hal yang lebih baik akan datang. Rencana Tuhan menghasilkan pengharapan di dalamku – James MacDonald.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 250 251 252 253 254 308