Category : Articles

Articles

True Story: Terror At Tenerife. Rahasia Luput Dari Kematian & Krisis Kehidupan. (Survival Kit 3)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

True Story: Terror At Tenerife. Rahasia Luput Dari Kematian & Krisis Kehidupan. (Survival Kit 3)

Beberapa minggu terakhir hati saya gelisah. Ada kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dekat, tetapi entah mengapa seolah ada jarak… Tidak ingin berdoa meminta sesuatu pun dari-Nya. Tuhan tahu yang terbaik bahkan lebih daripada yang bisa saya pikirkan.
Saya hanya tahu, ada sesuatu yang lebih daripada sekedar kedekatan (intimacy) yang saya alami sekarang dengan Tuhan. Apa rahasia untuk menyeberangi jarak ini?

Saat menulis artikel Survival Kit Part 2:

Saya seolah didorong untuk menonton berulang kali youtube pengalaman Norman Williams dalam menghadapi saat-saat hidup dan mati, krisis terbesar dalam hidupnya dalam kecelakaan tabrakan pesawat Boeing 747 milik Pan Am dan KLM, di Canary Islands 27 Maret 1977.

Norman Williams berangkat berdua dengan business partnernya tetapi mereka duduk terpisah. Mereka ingin kursi bersebelahan tetap tidak bisa. Pesawat penuh.

Norman Williams berujar, selama ini dia tahu betapa Tuhan mengasihi dia, tetapi baru sadar setelah selamat dari kecelakaan, sedemikian pedulinya Tuhan terhadapnya, sehingga kursi pun sudah diatur-Nya sempurna. Karena penumpang yang duduk baik di depan, belakang, kiri dan kanannya, semua meninggal tanpa bisa dikenali. Kalau dia pindah kursi, dia pasti mati.

Kalau Tuhan sedemikian pedulinya, apakah kita perlu mendikte Tuhan dengan keinginan-keinginan kita?
He knows what’s best for us!

Sungguh kesaksian yang mengejutkan ketika banyak orang yang pada saat-saat kritis, justru mengutuki Tuhan dan mengeluarkan sumpah serapah.

Hingga mendorong Williams mencari artikel tentang Human Behavior di kemudian hari, untuk mencari tahu mengapa mereka bersikap seperti demikian?

Ternyata dalam masa-masa yang sangat tertekan dan krisis, mereka hanya memiliki 90 detik untuk bereaksi. Tidak ada waktu berpikir.
Orang-orang yang sepanjang hidupnya membiasakan diri dengan sumpah serapah, maka kata-kata itu pula yang terprogram dalam pikirannya. Maka sumpah serapah pula yang keluar saat mereka sekarat!
Sungguh mengerikan.

“Bagaimana cara hidupmu, begitu pula matimu. Caramu hidup akan menentukan caramu mati” – Prie G. S.

90 detik yang menentukan masa depan seseorang!
Mengapa Williams selamat?
Karena Williams sejak kecil memprogram pikirannya dengan firman Tuhan.
Dalam keadaan krisis, dia berseru kepada Tuhan. Apa yang terjadi?
Tuhan menjawab dan menyelamatkannya secara supernatural.

“Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku,”  kata Tuhan.

Yang tidak kalah mengejutkan, ada 55 orang yang tetap duduk di kursinya dengan sabuk pengaman tetap terpasang.
Mereka begitu dicengkeram ketakutan, membeku sehingga terpaku diam tidak bisa bergerak. Hingga api menyambar dan membuat mereka meleleh.

Sementara Tuhan berjanji,
Thou wilt keep him in perfect peace, 
whose mind is stayed on thee: because he trusteth in thee. – Yang hatinya teguh (pikiran-Nya tetap melekat kepada Tuhan), Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Williams bercerita, ada seorang wanita berusia lima puluh tahunan, berbadan besar, dari Longview, Washington. Dia mendengar Tuhan menyuruhnya pindah ke lorong (aisle), tiba-tiba ada benda metal runtuh menimpa tempat sebelumnya dia berdiri.
Segera setelah itu, Tuhan menyuruhnya kembali ke kursinya. Api besar menyambar melalui lorong.

Terbukti orang yang hidupnya dekat dengan Tuhan, dia tetap memiliki damai sejahtera yang melebihi pikiran manusia.
Apa pun situasinya.
Sehingga baik Williams mau pun wanita tadi, tetap mendapatkan arahan dari Tuhan dan mentaatinya sehingga mereka selamat. Dalam situasi yang benar-benar impossible, mustahil secara nalar manusia.

Janji-Nya:
Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Terbukti!

Sungguh ajaib bagaimana Williams bisa selamat.  Dia memandang orang-orang yang disamping kiri kanannya, keadaan sangat panas, daging teman sebangkunya meleleh begitu saja.  Mereka menjadi kerangka seketika. Baju Williams terbakar pun tidak.

Kembali janji Tuhan,
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

Tidak hanya janji-Nya terbukti, yang lebih mengagumkan, apa yang Tuhan katakan, betul-betul terjadi seperti yang tertulis dalam firman-Nya…
Williams tidak terbakar meski melewati api. Karena Firman Tuhan mengatakan demikian!

Penekanan ini menyadarkan saya, betapa sering saya mengurangi apa yang Tuhan katakan, karena tidak percaya. Mana mungkin melewati api dan tidak terbakar?

GOD MEANT WHAT HE SAID AND HE SAID WHAT HE MEANT!
ALLAH BERSUNGGUH-SUNGGUH DENGAN APA YANG DIA KATAKAN DAN DIA BERKATA SESUAI APA YANG DIA MAKSUDKAN!

“This is hard for us to comprehend. We spend an entire lifetime learning physical limitations and adapting to them. But there are no limits to the power of God’s word. God created everything in this physical universe by His words, and that creation will respond to  anything He says.

  • Ini sulit untuk dipahami.  Kita menghabiskan seumur hidup kita, mempelajari keterbatasan fisik kita sebagai manusia, dan beradaptasi dengannya.  Tapi tidak ada batasan bagi kekuatan firman Tuhan. Tuhan menciptakan segala sesuatu di alam semesta, secara fisik dengan perkataan-Nya, dan CIPTAAN ITU AKAN MENANGGAPI APA YANG DIA KATAKAN.“, Ps. Nathalie menulis di Cool Menteng.

Tuhan memakai berbagai cara, dari youtube, artikel dan post di WA group untuk menjawab kegalauan saya. Memberikan pemahaman: Firman LEBIH TINGGI & LEBIH NYATA daripada fakta. Yang rohani akan MENCIPTAKAN yang jasmani.

Tuhan, sungguh Engkau Allah yang menjawab doa!
I love you, My Lord!

If God’s Word says it: believe it, accept it, absorb it, apply it in your everyday living, because if God said something, He meant it. He never changes His mind – Norman Williams.

Jika Firman Tuhan mengatakannya: percayalah, terima, serap, terapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena jika Tuhan mengatakan sesuatu, Dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan-Nya.  Dia tidak pernah berubah pikiran – Norman Williams.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Serangan Dalam Proses Menanti Penggenapan Janji Tuhan. ( Survival Kit Part 2)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serangan Dalam Proses Menanti Penggenapan Janji Tuhan. ( Survival Kit Part 2)

Tidak semua masalah bisa diselesaikan secara instan. Sebagian butuh proses. Dan kerapkali, terdapat jarak pula antara perkembangan setiap harinya dengan apa yang kita imani.
Kemarin kita sudah deklarasi bahwa bersama Tuhan kita pasti menang, bukan?

Tetapi ternyata perkembangan day to day-nya seolah menuju ke arah yang berlawanan.
Familiar?

Dan sikap, pikiran serta apa yang keluar dari mulut kita, menentukan apakah kita akan menang atau kalah?

Saya teringat tulisan apik yang dikutip P.Iwan:
Tuhan berkata,
Jangan memandang kepada besarnya kebutuhanmu,
Tetapi pandanglah kebesaran Tuhan.
Jika kamu terus memangarahkan matamu kepada keadaanmu,
Iblis akan menggunakan keadaanmu untuk mengalahkan kamu dan mempersalahkan firman Tuhan.

Firman yang tertulis dan hidup itu kemenanganmu.
Kemenanganmu terletak kepada kesetiaanmu memandang kebesaran Allah dan kemampuan-Nya.

Tuhan telah berjanji untuk membimbingmu,
Langkah demi langkah.
Tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah.
Dan setiap langkah merupakan suatu mujijat!

Yess….
Ternyata orang sekelas Andrew Wommack pun mengalaminya.
Pelayanan Andrew memerlukan biaya yang sangat besar. Ada kalanya krisis menimpa.
Andrew tidak mau fokus pada masalah, tetapi berpegang pada janji Tuhan. Sehingga ada staf yang menganggap Andrew mengingkari kenyataan alias denial……dan tidak tahu seberapa urgent situasi yang mereka hadapi.

“Saya tahu persis seberapa parah situasinya. Tetapi Tuhan sudah memberikan pilihan di depan kita, pilih Berkat atau Kutuk? Saya memilih berkat dan percaya pada kemampuan-Nya. Terbukti Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya,” jelas Andrew.

Pernah suatu ketika dalam rapat, team keuangan menunjukkan fakta berupa laporan resmi bahwa pelayanan ini bangkrut. Lalu Andrew mengajak semua yang hadir berdoa bersama karena Andrew yakin, Tuhan yang mengarahkan mengerjakan pelayanan ini. Tuhan yang akan menyediakan apa pun yang dibutuhkan. Tepat mereka selesai berdoa, ada telpon masuk mengabarkan bahwa seseorang mengirimkan donasi sebesar $60.000.
Yeaaaayyyy…..
Mereka pun selamat!
Tuhan tidak pernah terlambat dan selalu bisa diandalkan.

Saya memperoleh contoh hidup!
Saya pun meneladaninya.

Pada 27 Maret 1977, Norman Williams, mengalami kecelakaan di Kepulauan Canary di mana dua pesawat Boeing 747 besar, Pan Am dan KLM, bertabrakan di landasan pacu dan terbakar. Kisah mengerikan ini dibukukan dengan judul: “Terror At Tenerife” ditulis oleh Norman Williams bersama George Otis.

593 orang tewas. Hanya sekitar 70 orang lolos, namun sekitar 10 orang mati di darat, sisanya banyak yang kehilangan penglihatan terkena serpihan metal yang meleleh dan tidak sedikit yang gila karena shocked berat.

Sungguh ajaib bagaimana Williams bisa selamat, tetap utuh dan waras. Dia memandang orang-orang yang duduk di samping kiri kanannya, dalam keadaan sangat panas, daging teman sebangkunya meleleh begitu saja.  Mereka menjadi kerangka seketika. Dan api tidak membakar Williams. Bahkan bajunya utuh!

Orang-orang berteriak ketakutan.  Hal-hal yang tersembunyi jauh di dalam hati mereka keluar dalam situasi krisis.
Tetapi apa yang keluar dari mulut Williams berbeda – dia mencari Tuhan.  Dia telah berdoa sepakat dengan ibunya sebelum berangkat dalam perjalanan ini, bahwa dia akan aman dan selamat.

Hal pertama yang keluar dari mulutnya adalah keyakinannya bahwa Tuhan akan melindunginya. 

Lemparan bola api besar melayang tepat ke arahnya, tapi dia tidak terbakar.  Kemudian roda pendaratan, terbang melesat ke arahnya.  Ditangkapnya benda itu dan dibuangnya.  Ledakan keras tepat di atas kepalanya, dan pesawat, setinggi sepuluh kaki (3meter) pada saat itu, robek.  Dia melompat, ‘diangkat oleh malaikat Tuhan’, menembus lubang itu, meskipun dia berumur lima puluh tahun dan kelebihan berat badan. Tuhan secara supernatural membuatnya bisa naik ke atas badan pesawat yang terbakar.

Tiba di atas, masalah muncul lagi, dia berdiri di atas sayap sekitar 15 kaki (4.5meter) dari tanah, rasa takut tiba-tiba mencengkeramnya dan ketika dia mendarat, kakinya patah. Dalam keadaan demikian, Norman berhasil merangkak menjauh dari reruntuhan dan dijemput oleh petugas darurat. Ajaib!

Norman Williams tidak punya waktu untuk duduk dan bertanya, “Sekarang mari kita lihat, apa yang harus saya lakukan dalam situasi ini?”
Iman yang sudah tertanam di hatinya, otomatis keluar dan menyelamatkannya.
Itulah gunanya membangun fondasi rohani yang kuat di masa-masa yang baik.

Kisah ini membuktikan penggenapan janji Tuhan dalam Mazmur 91:
“Walau seribu orang rebah di sisiku dan sepuluh ribu di sebelah kananku, tetapi itu tidak akan menimpa aku.”
Yeeeeaaaaaayyyyy……

Saat keadaan berat, mata kita kerap ‘Bluuur’ memandang masalah terlalu dekat.
Mundur beberapa langkah, angkat kepala dan pandanglah Allah kita yang setia!

Janji-Nya YA & AMIN.
Hati saya pun penuh semangat untuk menerima mujijat-Nya.

Kalau Norman Williams & Andrew Womnack ditolong Tuhan, saya juga.

Bagaimana dengan Anda?

Great faith is the product of great fights. Great triumphs can only come out of great trials – Smith Wigglesworth.

Iman yg besar adalah hasil dari pergumulan yang besar. Kemenangan yang besar hanya bisa dihasilkan dari ujian yang besar – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

*”Mengenali Keterbatasan Setan.”*

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

*”Mengenali Keterbatasan Setan.”*

Jangan memberikan tempat bagi iblis atau setan dalam hidup kita.  Begitu banyak orang yang membuang-buang waktu terpaku pada musuh ketika sesungguhnya, sebagian besar waktunya, mungkin saja tidak sedang berada di dekat kita. Setan tidak berada di berbagai tempat. 

(Note: Setan tidak Omni-present seperti Tuhan, yang berada di mana-mana, dalam waktu yang bersamaan. Setan tidak begitu. Setan hanya bisa berada di satu tempat, pada satu waktu, seperti manusia).

Mari kita berfokus sebagai Pemenang dan menempatkan musuh dalam perspektif yang tepat.

Setan tidak bisa menghentikan kasih Tuhan.
“Ya, Aku mengasihi engkau dengan kasih yang kekal, sebab itu Aku melanjutkan kasih setia-Ku kepadamu.”
Yeremia 31:3 (TB).

Setan tidak bisa menghentikan iman kita.
“Dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat.”
Efesus 6:16 (TB).

Setan tidak bisa menghentikan kasih karunia Tuhan.
“Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.”
Mikha 7:8 (TB).

Setan tidak lebih pintar dari kita.
“Supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya.”
2 Korintus 2:11 (TB).

Setan tidak bisa menghentikan kekuatan Tuhan di dalam kita.
“Kamu berasal dari Allah, anak-anakku, dan kamu telah mengalahkan nabi-nabi palsu itu; sebab Roh yang ada di dalam kamu, lebih besar dari pada roh yang ada di dalam dunia.”
1 Yohanes 4:4 (TB).

Setan tidak bisa menghentikan otoritas Tuhan di dalam kita.
“Karena itu tunduklah kepada Allah, dan lawanlah Iblis, maka ia akan lari dari padamu!.”
Yakobus 4:7 (TB).

Semua orang percaya yang lahir baru, telah ditempatkan di dalam Kristus jauh di atas semua kerajaan dan kuasa kegelapan. 
Seperti seorang polisi Anda memiliki seragam (identitas), lencana (otoritas) dan senjata (kekuasaan). 
Gunakan semunya itu!

[Repost ; “Recognize Satan’s limitations”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Ketika Hal Buruk Terjadi Pada Orang Baik

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Ketika Hal Buruk Terjadi Pada Orang Baik….

Bak petir menggelegar, saat saya membaca kabar guru saya terkena masalah berat.
Ketinggalan berita pula, sudah berhari-hari baru tahu.
Oh….
Dituduh terlibat dalam pengambilan keputusan, yang pada akhirnya menimbulkan kerugian.
Dan sang guru ditahan bersama rekan-rekannya, untuk mempertanggungjawabkannya.
Dari penjelasan yang saya terima, beliau hadir dalam rapat sebagai peserta.
Kejadiannya hampir sepuluh tahun yang lalu.

Otak pun berputar, mungkinkah?

Saya mengenal beliau sekitar 6 tahun lalu. Ada kisah lucu yang diceritakan beliau, yang tidak pernah saya lupakan.

“Karena kantor saya dan kantor istri saya tidak terlalu jauh, kebetulan sopir kantor yang biasa menjemput istri saya tidak masuk, maka istri ingin ikut mobil saya,” guru saya bercerita,
“Oke boleh ikut, tapi turunnya di kantor saya. Karena ini mobil kantor dan bensinnya dibayar oleh kantor. Dari kantor saya ke kantormu, naik taxi ya….”

Diiieeeennnkkkk….
Itulah guru saya yang sangat disiplin menjaga integritas.
Kalau P. Indra begitu, saya bisa mengomel protes berjam-jam rasanya.

Saya selalu percaya, hidup manusia tidak bisa terbagi-bagi. Kalau seseorang rapi di kantor, berarti di rumah pun dia rapi.
Kalau seseorang berintegritas dalam hal A, dia akan berintegritas juga dalam hal B.
Dari buahnya, seseorang bisa menilai pohonnya.
Gak mungkin kan buahnya tomat koq pohonnya mangga?
Dari hal-hal kecil, kita bisa menilai karakter seseorang.
Itu prinsip saya.

Selama 6 tahun saya mengenal beliau dan istrinya, tidak pernah sekali pun memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan bagi dirinya sendiri.
Banyak teman baru, yang membujuk saya untuk beli ini itu. Beliau tidak.
Kehidupan mereka bersahaja, dihormati dan dicintai banyak orang.
Teman-temannya dari berbagai kalangan…
Banyak orang-orang top juga yang sangat mencintai mereka.
Jika memang mereka tidak jujur dan suka merugikan orang lain, tentunya hal itu tidak akan terjadi bukan?
Cengli, pikir saya.

Hal buruk bisa terjadi pada orang baik.
“Mengapa Tuhan ijinkan?”, Pertanyaan orang pada umumnya.

Bukan Tuhan yang mengijinkan, tapi iblis, setan atau si jahat itulah yang berusaha menjegal orang-orang baik.
Mereka tidak suka karena orang baik menjadi teladan dan mempengaruhi banyak orang agar hidupnya mendekat kepada Tuhan dan hidup mereka jadi lebih baik serta berkenan kepada Allah.

Pencuri (setan/iblis/si jahat) datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan. Tetapi Tuhan datang untuk memberi hidup (kelimpahan, kesehatan, kebaikan), agar mereka mempunyainya di dalam kelimpahan.

“Lalu bagaimana solusinya?”, saya bertanya kepada Tuhan dalam hati.
“Serahkan kepada Tuhan,” jawab suara kecil dalam hati,
“Allah turut bekerja dalam segala perkara, untuk mendatangkan kebaikan bagi orang-orang yang mengasihi Dia, yaitu mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.”

Terlintas dalam ingatan, ungkapan Joel Osteen.
Iblis berusaha memasang batu sandungan, agar anak-anak Tuhan jatuh tersandung. Tetapi ketika kita bergantung sepenuhnya kepada Allah dan mempercayainya, Tuhan akan mengubah batu sandungan itu menjadi stepping stone alias batu pijakan yang akan membawa kita naik ke tempat yang tinggi, yang tidak dapat diraih jika tidak ada batu tadi.

Tiba-tiba hati menjadi lega.
Hidup memang tidak mudah. Masalah bisa tiba-tiba datang tanpa permisi tetapi jika Allah berada di pihakku, siapa yang dapat melawanku?
Thank You, My Lord!
I trust You!

We can’t control or tame the storms that we are in, but we can choose to FIX our eyes on the One who can silence it.

Kita tidak dapat mengendalikan atau menjinakkan badai yang kita hadapi, tetapi kita dapat memilih untuk MEMFOKUSKAN pandangan kita pada Dia yang dapat membungkamnya.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Don’t Panic! (Survival Kit Part 1)

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Don’t Panic! (Survival Kit Part 1)

Pandemi berkepanjangan membuat hidup tidak jelas bukan?
Saya pun mengalaminya!
Banyak masalah yang baru pertama kalinya saya alami, tentu saja gamang, apa yang harus dilakukan untuk mengatasinya?

Kalau masalah yang berulang, kita sudah tahu, kira-kira endingnya begini. Jadi yang terbaik dilakukan adalah A, B, C… Mudah!

Nyaris setiap hari saya post tulisan yang membangkitkan iman dan semangat. Setiap menuliskan atau menterjemahkan tulisan-tulisan para guru Charis, saya pun belajar.
Berbagai kesaksian dan pengalaman ditolong Tuhan, ‘segunung’ tingginya.
Tetapi entah mengapa ada jarak antara apa yang saya ketahui secara mental di pikiran, dengan apa yang ada di dalam hati!

Orang lain tidak tahu, tetapi saya tahu. Ada kegelisahan dan ‘kepikiran’ istilah Orang Jawa, berputar-putar di kepala.
Ini tidak benar. Tetapi tidak juga pergi. Meski sudah baca firman, berdoa dan deklarasi.
Bahkan menghantui dalam mimpi.
Pernah mengalaminya?

Pagi ini subuh bangun, berdoa dan baca firman.
“Tuhan, saya tahu ini tidak benar. Mengapa saya mesti gelisah? Tolong Tuhan agar saya bisa memahami hati-Mu, kasih-Mu dan mengatasinya.”

Teringat anjuran Greg Mohr, ketika hati terasa berat, berdoalah dalam roh.
Saya pun taat.

Post artikel seperti biasa. Muncul chat dari Bu Hermini.
“Betul bu, kadang saya beberapa kali mengalami tidak _connect_ dengan Tuhan. Kuncinya kita harus terus *” terhubung”* dengan firman Tuhan ya bu…”
Lalu Bu Hermini mengomentari buku “Roh, Jiwa dan Tubuh” yang saya kirimkan dan menanyakan judul buku Andrew Wommack, _“Survival Kit”_
Saya pun browsing, dan ternyata yang dimaksud, buku berjudul *“Harnessing Your Emotions”*.

Sebetulnya saya sudah membaca buku tsb. Tapi membaca saat sedang butuh, dengan sekedar baca, kesannya sungguh berbeda. Kali ini langsung tepat sasaran.
Tuhan mengirimkan jawaban bagi masalah saya melalui buku itu.

Mengapa saya merasa ada jarak antara kepala dan hati, padahal saya ‘merasa’ beriman?
Ternyata saya panik!

Tuhan mengajarkan,
Let Not Your Heart Be Troubled!
Jangan Biarkan Hatimu Bermasalah (Panik)!

“Lebih mudah Anda mengontrol emosimu sejak awal dan tidak membiarkannya  melebar ke mana-mana tanpa terkendali; menjadi ketakutan, ketidakpercayaan dan panik, karena dari pengalaman, 80-90% kemungkinannya, Anda tidak akan dapat membalikkan situasinya lagi” Andrew Wommack mengarahkan,
“Hal pertama yang harus Anda lakukan dalam situasi krisis, Jangan Panik! Percaya dan mulailah beroperasi dalam iman!”*

Emosi itu bak kuda, yang bisa diatur tetapi bisa juga liar, jika kita tahu cara mengendalikannya, kita bisa menungganginya dan menjadikannya alat transportasi yang bermanfaat.
Tetapi jika kita membiarkannya menjadi tidak terkendali, kuda itu bisa membuat sang penunggang dilempar, jatuh dan patah kakinya.

Andrew mendoakan Hannah Terradez yang berusia 3.5 tahun dan menderita penyakit autoimun dan allegi langka yang mematikan, _Eosinophilic Enterophathy._ Penyakit langka, di mana eosinofil dapat menyusup ke berbagai lapisan dinding usus.
Hannah sudah berulangkali didoakan tetapi tidak sembuh. Hingga suatu ketika didoakan Andrew Wommack dan sembuh.

Apa rahasianya?
Andrew menjelaskan, banyak orang saat melihat situasi Hannah yang sangat tidak menjanjikan, bahkan sangat buruk, antara hidup dan mati, meski mereka berdoa tetapi hati mereka panik.
Bukan doa yang dilandasi oleh iman.
Bagi Tuhan, tidak ada sakit berat dan sakit ringan.
Andrew berdoa dengan fokus pada kemampuan Tuhan, penuh iman percaya bahwa Tuhan ingin semua orang sehat, maka Hannah pun sembuh secara supernatural.

Iman timbul karena pendengaran.
Apa yang kita pilih untuk didengarkan, menentukan ke mana arah kehidupan kita.
Saat saya mendengarkan penjelasan Andrew, iman pun timbul.
Saat iman hadir, panik sirna dengan sendirinya.

Teman-teman di luar, bahkan P. Indra, tidak tahu apa yang terjadi di dalam hati saya.
Namun saya tahu persis.
Saya berubah!
Situasi yang dihadapi masih sama tetapi damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, memerintah dalam pikiran serta hati saya.
Jika Allah Sang Pencipta alam semesta di pihakku, siapa yang dapat melawan aku?

Bagaimana dengan Anda?
Belajar sama-sama yuk…
 
No matter what you are facing, remember: The LORD your God is the one who goes with  you to fight for you against your enemies to give you victory!

Tidak peduli apa yang Anda hadapi, ingatlah: TUHAN, Allahmu, yang  menyertaimu, berperang untukmu melawan musuhmu, untuk memberimu kemenangan!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 249 250 251 252 253 314