“Bu, apalagi yang harus saya lakukan? Suami saya tidak juga berubah. Masalah ekonomi juga bertubi-tubi menyerang. Anak memberontak. Buku dari Bu Yenny sudah saya baca. Link video sudah saya tonton. Saya sudah berdoa, baca firman dan berpuasa. Kurang apalagi bu?”, tanya seorang ibu.
Pertanyaan senada dari ibu lain yang sedang pusing dikejar-kejar hutang. Semua sudah dilakukan, tapi pertolongan Tuhan belum juga tiba. Justru debt collector yang wira-wiri datang, kadang nongkrong seharian di depan rumahnya. . Stress. Galau.
Saya pun ikut pusing. Mereka sudah baca artikel Term & Condition belum ya?
Yang saya tahu, hubungan dengan Tuhan itu bukan formula dan matematika…. Asal mengerjakan A, B, C, D, E … Lalu boom, muncul solusi.
Barry Bennett mengatakan orang mencari formula atau sibuk mencari jawaban dari orang lain, karena dia tidak bisa mendengar Tuhan. Bukannya Tuhan tidak berbicara, tetapi suara-suara lain diluar Tuhan terlalu keras dan bising, sehinggga suara lembut Tuhan di dalam nuraninya, tidak terdengar. Kalau pun terdengar, karena pikirannya terlalu dominan, tidak yakin itu solusi dari Tuhan. Solusi dari Tuhan kerap tidak masuk logika, dan menuntut kepercayaan penuh kita untuk mentaatinya.
Saya tidak berani mengatakan vulgar begitu. Bisa dianggap sombong dan kasar. Sok rohani! Saya juga masih tahap belajar dan masih awal pula. Satu hal yang saya perhatikan, semakin saya fokus dengan Tuhan, semakin banyak demonstrasi kebaikan Tuhan terjadi dalam hidup saya. Sampai saya berpikir, betapa beruntungnya saya…. Dan saya tahu, itu karena anugerah-Nya semata. Tuhan yang begitu mengasihi saya dan keluarga sehingga mengirimkan orang-orang baik dan berbagai kejadian supernatural agar tercipta melimpahi kehidupan kami.
“Tuhan, tolong …. Apa sebabnya? Saya mesti menjawab apa nich?”, saya bertanya dalam hati.
Dan Tuhan adalah Allah menjawab doa!
Muncul post di web Charis Indonesia: Banyak orang berkata, Tuhan belum menjawab doa mereka. Jelas dikatakan, hanya mereka yang mencari Dia dengan segenap hatinya yang menjalin hubungan dengan-Nya. Tidak berarti setiap orang yang berseru kepada Tuhan, akan mendapatkan apa yang mereka inginkan. Kadang-kadang mereka hanya menginginkan bantuan, sekedar cukup untuk keluar dari kekacauan yang mereka alami, sehingga mereka dapat kembali lagi menjalani kehidupan mereka yang memberontak terhadap Tuhan. Bukan begitu cara kerjanya. Hanya mereka yang mencari Tuhan dengan segenap hatinya, yang akan menemukan Dia.
Saya mengerti sekarang. Hubungan, Bukan Formula. Mencari-Nya dengan segenap hati, passwordnya.
“Banyak orang yang karena sudah tahu teorinya, ‘merasa’ sudah melakukannya. Padahal itu baru sekedar pengetahuan di kepala,” ujar Greg Mohr.
Saya pun melalui tahap itu. Merasa sudah mekakukan karena tahu di kepala. Sampai akhirnya sadar, benar-benar melakukan dan menghidupinya. Terbukti saya memperoleh hasilnya.
Kadang sepatah kata, “Tuhan Tolong…” , diungkapkan dengan segenap hati justru menyentuh hati Tuhan. Bahkan air mata tanpa sepatah kata pun mewakili doa kita.
Itulah sebabnya berdoa dalam roh sangat penting. Dengan akal budi, kita kerap tidak tau mesti ngomong apa? Mau minta, minta apa juga bingung…. Tetapi Roh Kudus yang ada di dalam kita bisa mengungkapkan apa yang menjadi beban sesungguhnya di hati kita, menyampaikannya kepada Allah. Dan kita akan mengalami REST, Istirahat dan Kelegaan.
Hmmm … Sekarang saya paham. Bagaimana dengan Anda?
The LORD can see everything that happens on the earth. He is strong. And he helps those who love him completely.
Sebab mata Tuhan menjelajah ke seluruh bumi untuk menunjukkan kekuatan-Nya kepada mereka yang hatinya hanya percaya kepada-Nya.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN
Youtube Daniel Mananta dalam acara “Daniel Tetangga Kamu” bersama dengan Agnez Mo masuk dalam chat hp saya. Saya pun menontonnya. Wow bagus…. Mereka membicarakan hal rohani yang dalam maknanya.
Salah satu yang membuat saya terpukau, saat Agnez bilang, “Kita seharusnya mensyukuri dan puas dengan apa yang kita miliki, tetapi kita juga mestinya puas dan bersyukur dengan apa yang Tidak atau belum kita miliki.”
Ungkapan ini menempelak saya. Daniel pun berkomentar, “Betul sekali. Kita terbiasa diajar bersyukur memiliki rumah, dengan membandingkan orang lain yang di luar sana, tidak memiliki rumah. Akibatnya, tanpa sadar kita merasa lebih baik. Kastanya lebih tinggi daripada yang tidak punya rumah.”
Ini diskusi yang dalam. Kita terbiasa merasa lebih baik saat membandingkan diri dengan orang lain yang berada di bawah kita, tetapi sebaliknya, menjadi minder saat membandingkan diri dengan orang yang memiliki lebih dari kita.
Padahal seharusnya, masing-masing “Run Your Own Race”. Setiap kita punya jalur pertandingannya masing-masing, dengan lintasan dan tantangannya sendiri-sendiri. Kalau ingin menang, seperti dalam lomba lari jarak pendek, kita harus fokus dan mencapai garis finish kita sendiri. Lawan kita adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Jangan membandingkan diri dengan orang lain. Jangan juga berdebat dengan penonton yang ada di samping lintasan.
Saya pun merenung. Apa yang bisa membuat kita puas dan bersyukur untuk apa yang Tidak atau Belum kita miliki?
Kalau kita fokus di jalur kita masing-masing, kita bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan dan bisa juga mensyukuri apa yang Belum Tuhan berikan. Kalau Tuhan belum memberikan, mungkin karena kita belum mampu mengelolanya. Karena itu, saat ini Tuhan sedang mempersiapkan kita. Memproses dan mendewasakan. Ketika kita sudah mampu, pasti Tuhan akan mempercayakannya kepada kita.
Ketika menggali lebih dalam lagi, saya sadar… Kuncinya adalah seberapa jauh kita mengenal Allah dan bagaimana persepsi kita terhadap-Nya? Jika kita yakin akan kasih-Nya, bahwa Tuhan mencintai kita bahkan melebihi kita dapat mencintai diri sendiri, tentu mudah untuk mempercayakan hidup kita kepada-Nya.
“Tuhan pastilah beri yang terbaik… Gak mungkin terlambat. Waktunya pas, pasti diberi…”, demikian kata hati yang beriman.
Bagaimana jika betul-betul tidak diberi? Kita hanya mampu melihat sejauh mata memandang, tetapi Tuhan mampu melihat jauh hingga ke masa depan. Sebagai Bapa yang baik, jika itu berbahaya atau merugikan kita nantinya, tentu dia tidak memberikannya. Dia akan memberikan yang kita inginkan dalam bentuk yang mungkin saja tidak persis sama dengan bayangan kita, tetapi sesungguhnya Tuhan menjawab kebutuhan kita.
Saat flashback, saya pernah berdoa supaya Tuhan buka jalan untuk bisnis A. Tetapi tidak terjawab. Sesungguhnya saya tidak mengerti di bidang A, tetapi menginginkannya, karena teman yang bisnis A, kelihatannya begitu menguntungkan dan menjanjikan. Sebaliknya, Tuhan membukakan jalan untuk bisnis tangki air, yang menjadi salah satu bisnis utama kami. Tuhan menjawab, tetapi bentuknya berbeda.
Kalau saja kita tidak yakin akan kasih-Nya, kita akan berusaha memastikan bahwa kita bisa mendapatkan apa yang kita dambakan dengan cara dan usaha kita sendiri. Inilah yang akan menyebabkan strugle, beban, stres di kemudian hari.
Tuhanlah pusat kehidupan kita. Ketika kita menjadikan Tuhan sebagai pusatnya, maka segala sesuatu akan berjalan selaras dan pada tempat yang seharusnya.
Iman adalah bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan memberikan sebuah perkataan, saat kita mentaatinya, barulah Tuhan menunjukkan langkah berikutnya.
Kunci yang membuat kita mendapatkan segala sesuatu yang didambakan manusia di dunia ini adalah kerendahan hati.
Apa definisi rendah hati? Sepakat kepada apa yang Tuhan katakan dan bergantung sepenuhnya kepada-Nya.
Apa benefit rendah hati? Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan, artinya termasuk kesehatan, perlindungan, damai sejahtera dan bebas dari ketakutan.
Pada saat ini, ketika banyak orang phobia terhadap Covid, hidup bebas dari ketakutan adalah sebuah kemewahan. Intinya, semua yang diinginkan manusia ada di sana.
Pertanyaannya: Sungguhkah kita mempercayai-Nya? Sudahkah kita rendah hati?
Always trust the Lord completely. Do not think that your own wisdom is enough. Remember the Lord in everything that you do. If you do, he will show you the right way to go.
Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN
Mengatakan Tuhan sedang menguji kita, sama halnya melukiskan gambaran tentang Tuhan yang menderita skizofrenia.
Di satu sisi, Dia menginginkan agar kita memiliki hidup yang berkelimpahan, penuh dengan segala anugerah, yang jauh lebih berlimpah daripada yang dapat kita minta atau pikirkan, bahkan ditekan, diguncang dengan terus berlanjut, kepada akses menuju semua janji Tuhan di mana kita dapat terluput dari kerusakan dunia.
Sementara pada saat yang sama, beberapa orang masih percaya, Tuhan “mengijinkan”, mengirimkan penyakit, tragedi atau apapun ke dalam hidup kita untuk menguji apa yang sesungguhnya sudah diselesaikan oleh Yesus dengan lengkap di kayu salib. Tidak masuk akal sama sekali.
Sampai orang percaya yang telah lahir baru melihat dirinya sendiri, sama seperti Tuhan melihatnya, maka sebelum itu terjadi, mereka akan selalu hidup dari sisi salib yang salah.
Kita harus memahami bahwa kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Kolose 2:10 (TB). memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, Efesus 2:6 (TB). ia adalah ciptaan baru: 2 Korintus 5:17 (TB). menjadi satu roh dengan Dia. 1 Korintus 6:17 (TB). dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan. 1 Korintus 6:11 (TB). dimuliakan-Nya. Roma 8:30 (TB).
Itu harus menjadi titik awal pemuridan setiap orang percaya. Pekerjaan itu telah selesai dan telah diselesaikan di dalam Dia. Yang tersisa hanyalah pembaharuan pikiran pada kebenaran ini, serta ekspresi kebenaran-kebenaran inilah yang ada di dalam hidup kita.
Dalam kisah tentang dua orang, dua rumah, dua fondasi dan satu badai, (Matius 7:24-27) Tuhan tidak mengirimkan badai. Dia mengirimkan Firman, dan pelaku Firman diampuni dari konsekuensi yang diderita oleh orang percaya yang malas. Terlalu banyak orang Kristen berpikir bahwa badai itu dari Tuhan untuk mengajari mereka sesuatu. TIDAK. Firman dan Roh berasal dari Tuhan untuk mempersiapkan kita mengatasi badai kehidupan.
Banyak orang Kristen berjuang untuk apa yang telah Tuhan berikan. Mereka yang memahami arti menjadi ciptaan baru, dapat beristirahat dalam pekerjaan yang telah diselesaikan Yesus dan menjalani hidup mereka dari tempat kemenangan. Ekspresi Yesus melalui kita bersifat progresif dan akan bertumbuh dewasa, tetapi kita bukanlah pekerjaan yang berkembang secara rohani. Kita bukanlah “pekerjaan yang sedang dalam proses” melainkan hidup Anda adalah “kemajuan dari pekerjaan yang sudah selesai”.
Kita bukanlah Ayub kecil, yang penakut, bodoh dan tidak memiliki ikatan perjanjian. Kita telah diberkati dengan semua berkat-berkat!
“Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga.” Efesus 1:3 (TB).
[Repost ; “The Finished Work”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
“Bagaimana mungkin Bu Yenny, hanya dengan mendekatkan diri kepada Tuhan, solusi masalah bisa terealisasi,” protes seorang teman.
Teman ini membaca quotes Joel Osteen yang saya kutip: Don’t worry about how God will work things out, you just focus get closer to Him, and He will handle the rest. Jangan khawatir bagaimana Allah menyelesaikannya, Anda hanya perlu fokus lebih dekat kepada-Nya, dan Dia akan menangani sisanya.
Bagaimana saya harus menjelaskannya? Tuhan beberapa waktu lalu memberi saya pewahyuan-Nya, bahwa Jika Firman Tuhan mengatakannya: percayalah, terima, serap, terapkan dalam kehidupan sehari-hari, karena jika Tuhan mengatakan sesuatu, Dia bersungguh-sungguh dengan apa yang dikatakan-Nya. Dia tidak pernah berubah pikiran – Norman Williams.
Saya pun belajar menghidupinya. Terbukti berbagai hal yang secara nalar ‘mustahil’ terjadi berulangkali dalam hidup saya. Bahkan semakin saya fokus, hidup jadi jauh lebih ringan karena Tuhan mengatur dengan cara-Nya yang luar biasa. Saya hanya bisa terpukau penuh kekaguman.
Dalam kebingungan saya harus menjawab pertanyaan teman ini, Tuhan mengirimkan jawaban yang bisa dijelaskan dan diterima logika kebanyakan orang, melalui sahabat saya, P. Sjahsjam Susilo, yang kerap saya juluki filsuf genius.
Mari kita simak cuplikan tulisannya:
Tanpa disengaja saya dipertemukan dengan sebuah hipotesis yang menarik dari buku-buku dan dokumentasi wawancara terhadap Rupert Sheldrake, PhD, ilmuwan Inggris kelahiran tahun 1942, peneliti dibidang Parapsikologi, Biokimia dan Biologi Sel yang mengemukakan konsep Morphic Resonance.
Rupert Sheldrake menyatakan bahwa Morphic Resonance (Resonansi/Gelombang Kumpulan Struktur/Bentuk/Sistem) adalah sebuah proses dimana berbagai hal/entitas berinteraksi saling menyesuaikan dirinya masing-masing.
Resonansi Kumpulan Stuktur ini bekerja berdasarkan prinsip kesamaan/kemiripan, prinsip yang sama seperti halnya resonansi pada umumnya; (Morphic Resonance is the way that things tune into each other. It works on the basis of similarity, the same principle as ordinary resonance; sumber: Sott.net).
Kemudian dalam cuplikan lanjutannya ia juga menyatakan bahwa Morphic Resonance adalah semacam keterkaitan antara organisme yang memiliki kemiripan (dalam struktur, resonansi), yang melampaui batasan ruang dan waktu.
Morphic Resonance melakukan resonansinya dari masa yang telah berlalu dan terhubung bagaikan kumpulan memori, yang menghubungkan semua anggota dari jenisnya (resonansinya) tersebut; (It is the kind of interconnection between all similar organisms across space and time. It works from the past and connects like a kind of collective memory, and it interconnects all the members of a species; sumber: Sott.net).
Contoh sederhananya adalah jika ada satu orang saja yang melakukan aktivitas A; misalnya menjalankan ide baru tentang resto di atas pohon, maka di tempat lain yang nun jauh di sana bahkan, ada orang lain yang melakukan aktivitas yang mirip (jika tidak ingin dikatakan sama) dengan aktivitas A tadi, yaitu membangun cafe di atas pohon.
Padahal satu sama lain tidak saling mengenal, pun tidak saling mengetahui, maupun ada orang lain yang melaporkan ke masing-masing pihak.
Ini juga dapat terjadi pada sisi kepioniran. Misalnya pada pemecahan rekor lari marathon.
Ketika sekian lama rekor tidak terpecahkan, lantas ada muncul rekor baru, maka biasanya tidak lama kemudian akan bermunculan rekor-rekor baru lainnya.
Lantas apa hubungannya antara pembahasan Mission Impossible di atas dengan Morphic Resonance ini?
Saya berupaya untuk menyampaikan bahwa jika ada orang di belahan negara manapun yang menembus hal yang tadinya dianggap sulit dan mustahil maka tidak lama lagi hal yang dianggap mustahil tersebut kemudian dapat menjadi hal yang lumrah, biasa, karena banyak dicapai oleh orang-orang lain di belahan negara manapun lainnya.
Ini juga berlaku bagi seseorang yang pernah mencapai suatu pencapaian yang tadinya dianggap mustahil, potensi dirinya untuk berhasil lagi pada pencapaian-pencapaian berikutnya masih sangat besar dan terbuka.
Karena telah ada rekaman mental atas keberhasilan tersebut yang akan memancing hal yang mirip untuk terjadi.
Tapi pada kenyataannya sering ditemui hal tersebut tidak semudah yang diucapkan, itu bagaimana?
Bisa diasumsikan bahwa orang yang menyatakan bahwa hal yang ingin dicapainya adalah hal yang mustahil maka ia berada pada area resonansi yang memang tidak bisa mencapai/mewujudkan hal tersebut.
Sebaliknya, jika ada orang yang mampu menembus hal yang dianggap mustahil tadi maka bisa diasumsikan bahwa orang ini berada pada area resonansi yang mampu menembus hal-hal yang mustahil tersebut.
Area resonansi ini disebut sebagai Morphic Field.
Sheldrake menyatakan bahwa Morphic Field (gaya morphic) ini ada dan nyata seperti halnya Gravitational Field (gaya gravitasi) dan Magnetic Field ( gaya magnet).
Dan di area manapun di bumi ini terdapat begitu banyak Field, tinggal bagaimana seseorang masuk (tune in) pada Field-field tersebut.
Dalam bukunya yang berjudul “Secrets of the Lost Mode of Prayer: The Hidden Power of Beauty, Blessings, Wisdom, and Hurt”, Gregg Braden menelusuri kekuatan doa dari sisi sains/ilmu pengetahuan.
Ia merasa menemukan sebuah pencerahan ketika menyaksikan temannya di Mexico berdoa hujan (saat itu Mexico dilanda kekeringan yang panjang).
Dalam cuplikan dialog mereka, teman Gregg Braden berkata “I am not praying for rain, but I pray rain” (saya tidak berdoa memohon hujan namun saya berdoa hujan).
Awalnya Braden tidak memahami apa maksud dari pernyataan temannya tersebut.
Namun setelah ia menyaksikan sendiri apa yang temannya lakukan dalam beberapa menit, serta mendengarkan penjelasan setelahnya, maka ia langsung paham.
Temannya menjelaskan bahwa ia membayangkan, merasakan, fokus dengan intens, seolah hujan turun dengan deras membasahi tubuhnya, “melihat” air hujan di sekeliling, “merasakan” dingin dan segarnya air membasahi wajah dan seluruh tubuhnya. Kemudian mengulanginya lagi beberapa kali.
Situasi ini dapat direnungkan dan dipraktikkan melalui percobaan garpu tala, garpu khusus dengan dua gigi menyerupai huruf Y yang digunakan untuk mengatur (tuning) nada standar pada alat musik (gitar, piano).
Garpu tala nada Do (C) ketika digetarkan dan kemudian didekatkan ke dawai-dawai Do Re Mi Fa Sol La Si yang ada, hanya akan menggetarkan nada Do juga pada dawai alat musik tersebut.
Saya pun merenung… Kesimpulan sederhananya begini: Dengan cara yang serupa, ketika seseorang sudah menganggap sesuatu itu mustahil, maka tidak akan ada getaran yang menyentuh di belahan dunia lainnya atau di alam roh. Semua jalan tertutup.
Tetapi ketika seseorang percaya, penuh harapan, bahwa pasti ada jalan keluarnya maka dia melepaskan getaran atau frekuensi tertentu, yang akan menarik solusi yang dibutuhkannya muncul. Seperti garpu tala Do hanya akan menggetarkan nada Do juga pada dawai alat musik tersebut.
Atau teman Braden yang berdoa hujan. Dengan iman dia fokus dan mengimajinasikan hujan maka hujan pun turunlah.
Roh Allah bersemayam dalam roh anak-anak-Nya. Bukankah lebih lagi saat kita berpikir, bertindak dan berkata-kata sesuai dengan firman-Nya, –padahal firman itu roh dan hidup-, tentu dengan kuasa-Nya yang Mahadahsyat akan mencipta sesuai firman yang terucap.
Betapa pikiran dan cara Tuhan terlalu ajaib untuk ditelaah satu persatu oleh pikiran kita yang hanya sebesar kacang, kata Greg Mohr. Saya hanya berpegang bahwa Janji Tuhan selalu Ya & Amin, bisa diandalkan!
Bagaimana dengan Anda?
For with God nothing shall be impossible.
Karena bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Begitu kita memahami arti ciptaan baru, pintu pewahyuan terbuka, tidak seperti sebelumnya. Kita tidak lagi melihat diri kita sendiri sebagai pribadi yang sedang diuji oleh Tuhan untuk membuktikan nilai kita. Kita sekarang memahami, Yesuslah yang diuji dalam segala hal atas nama kita (mewakili kita) dan Dia lulus ujian! Sedemikian rupa sehingga Dia membeli kita untuk menjadi milik-Nya dan memilih untuk tinggal di dalam kita.
Mengapa Tuhan perlu menguji kita? Haruskah kita juga pergi ke kayu salib untuk menebus diri kita sendiri? Tuhan tidak menguji atau menggoda kita (kata Yunani yang sama). Tuhan menguji Yesus dan Dia menggantikan kita. Ketika percaya, kita diberi sifat-Nya, kebenaran-Nya dan posisi-Nya di dalam Tuhan!
Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. 2 Korintus 5:17 (TB).
Sebab, jika oleh dosa satu orang, maut telah berkuasa oleh satu orang itu, maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran, akan hidup dan berkuasa oleh karena satu orang itu, yaitu Yesus Kristus. Roma 5:17 (TB).
dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, Efesus 2:6 (TB).
Lalu apa lagi?
dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia. Dialah kepala semua pemerintah dan penguasa. Kolose 2:10 (TB).
Mengatakan kita diuji atau dicobai, sama artinya dengan mengatakan bahwa kita tidak lengkap. Yang mana yang tidak lengkap? Pilihannya hanya ada: kita lengkap di dalam Dia atau tidak sama sekali. Apakah kita berada pada posisi duduk bersama-Nya dalam kemenangan, atau tidak sama sekali. Apakah Dia tinggal di dalam kita, atau tidak sama sekali.
Apa yang telah Tuhan lakukan untuk kita adalah, menganugerahi kita dengan segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang saleh (2 Petrus 1:2-4). Kita telah diperlengkapi sepenuhnya untuk hidup berkelimpahan dan meraih kemenangan. Itulah “kabar baik!”
Kita memiliki Nama-Nya, Roh-Nya, darah-Nya, perjanjian-Nya, janji-janji-Nya, Firman-Nya, karunia-karunia Roh-Nya, iman-Nya, kebenaran-Nya, otoritas-Nya, perlengkapan senjata-Nya, dan kunci-kunci Kerajaan-Nya. Mengapa begitu banyak orang lari ke Ayub dan menghindari Yesus? Ini pemikiran yang mengejutkan!
Kita adalah “ciptaan baru”. Rangkullah itu. Pelajari itu. Mintalah supaya Tuhan mengungkapkannya kepada kita. Paulus berdoa dengan cara ini untuk orang percaya. “dan meminta kepada Allah Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Bapa yang mulia itu, supaya Ia memberikan kepadamu Roh hikmat dan wahyu untuk mengenal Dia dengan benar. Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus, dan betapa hebat kuasa-Nya bagi kita yang percaya, sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,” Efesus 1:17-19 (TB).
[Repost ; “New Creation”, – Barry Bennett, diterjemahkan oleh Yenny Indra].
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN