Category : Articles

Articles

Masalah Saya Banyak, Ngapain Bantu Orang Lain…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masalah Saya Banyak, Ngapain Bantu Orang Lain…

Bertahun-tahun yang lalu, saya ikut kelas Mother Wise. Setelah memdengarkan prinsip-prinsip pengajarannya, kami dibagi-bagi dalam kelompok kecil.
Sekitar 5-7 orang dalam tiap kelompok. Masing-masing diberi waktu untuk sharing permasalahannya dan yang lain menanggapi.

Seorang teman sebut saja Ani, baik sekali dengan saya. Kebetulan rumahnya tidak terlalu jauh dari apartemen tempat saya tinggal.
Ani menolak hadir lagi.

“Yenny, masalahku itu sudah ruwet. Datang Mother Wise, ingin belajar menjadi ibu dan istri yang baik bagaimana caranya? Aku butuh solusi untuk masalahku,” curhat Ani sambil menghela nafas panjang,
“Lha koq di grup disuru dengerin lagi curhat teman-teman yang tidak kalah beratnya. Aku sudah gak sanggup…. Sudah gak ada tempat lagi buat menampung curhat teman-teman.”

Oh…. Saat itu saya tidak tahu cara bijak menanggapinya. Pewahyuan saya belum sampai ke sana.


Saat ini kami sedang belajar “How To Diciple”, guru saya Greg Mohr membagikan kesaksian hidup yang sangat memberkati.

Brian, putra sulung Greg Mohr, adalah anak yang berkemauan keras. Greg kesulitan mengatasinya.
Greg selalu berkomentar, jika saja Dr. James Dobson bertemu dengan Brian, beliau harus menambah setidaknya 3 bab baru dalam bukunya.
Dr. James Dobson adalah pakar dalam bidang pendidikan anak.

Kebanyakan orang, ketika merasa masih ada yang dirasa kurang sempurna dalam hidup dan keluarganya, tidak berani melayani Tuhan. Kuatir dianggap tidak bisa menjadi teladan dan menjadi batu sandungan.
Padahal sesungguhnya, hidup setiap kita masih dalam proses. Kita tumbuh bersama dengan orang-orang yang kita layani.
Justru orang-orang yang dilayani bisa merasakan bahwa kita manusia biasa, yang tidak lepas dari permasalahan, yang kurang lebih serupa dengan yang mereka alami.
Mereka bisa belajar dari pergumulan kita juga.
Apalagi sampai mati pun kita tidak akan pernah sempurna karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan.

Greg selain mengajar di Charis, memuridkan beberapa orang. Dia memberikan dirinya untuk menjadikan mereka para pemimpin yang handal.
Meluangkan waktu, mendidik, menyemangati dan membawa mereka saat Greg melayani. Dengan cara demikian, mereka bisa meneladani dan merasakan transfer spirit Greg dalam memberikan hidupnya bagi pelayanannya.
Diantara mereka yang dimuridkan, ada seorang pemuda bernama Donald.

Donald yang usianya 15 tahun lebih tua dari Brian, tergerak untuk memberikan diri memuridkan Brian.
Donald mendekati Brian, mengajaknya berburu, mengajaknya makan malam, meluangkan waktu untuk menemaninya dan membagikan hidup serta nilai-nilai yang dipegangnya kepada Brian.
Dalam waktu 3 bulan, Allah mengubah Brian menjadi pemuda yang luar biasa.

Pemuda yang selama 6-7 tahun ‘hilang’, sekarang menjadi pemimpin dalam keluarga Greg Mohr, mengajar di Sekolah Bisnis Charis, juga menjadi suami serta ayah yang luar biasa bagi keluarganya.

Wow…. Sungguh menginspirasi!

Salah satu yang membuat saya jatuh cinta pada Sekolah Charis, karena guru-gurunya mengajar bukan sekedar teori tetapi mereka membagikan hidup, pengalaman: baik kegagalan, kesuksesan serta bagaimana proses serta cara mereka mengatasinya.
Relate dengan kehidupan kita sehari-hari.


Dr. Caroline Leaf memberikan saran yang sama dalam bukunya:
Jika punya masalah, bantulah orang lain menyelesaikan masalahnya. Dengan cara yang tak terduga, masalah kita akan menemukan solusinya secara alami.

Kembali terbukti Hukum Tabur Tuai…

Saya terhibur…
Pernah terbersit, buat apa repot-repot menulis Seruput Kopi Cantik? Butuh effort, konsisten, tenaga dan waktu…
Secara materi tidak ada keuntungan apa-apa, justru banyak dana yang dikeluarkan untuk berbagi.

Tetapi ingat:
Apa pun benih yang kita tabur, tidak akan pernah sia-sia…
Bahkan segelas air putih yang kita berikan, Tuhan perhitungkan…

Terbukti dari Seruput Kopi Cantik saya mengenal teman-teman yang luar biasa, yang tidak mungkin saya kenal tanpa menulis Seruput Kopi Cantik, dan saya justru yang merasa diberkati.
Banyak hal saya belajar dari para pembaca…

Saya membagikan apa yang saya pelajari di sekolah mau pun dari pengalaman kehidupan, dan saya menerima kembali berlimpah-limpah.
Teman, sahabat, perhatian, kasih, kebaikan dan banyak lagi…

Dan yang paling membuat terharu, jika ada teman-teman yang hidupnya menjadi lebih baik karena membaca Seruput Kopi Cantik atau mengenal saya. Itulah tujuan Tuhan menciptakan saya di dunia ini.

Tidak ada kebahagiaan yang melebihi kesadaran bahwa kita benar-benar berada di tengah-tengah kehendak Tuhan, mengerjakan visi-Nya.

Hhhmmmm…. Menyenangkan bukan?
Kita diberkati untuk menjadi berkat bagi sesama. Sesuai Visi grup yang dibentuk oleh sahabat saya, Sis Elma Roux.

Mari kita berlomba-lomba berbuat baik, menjadi berkat bagi sesama. Kebaikanmu tidak pernah sia-sia.

When you focus on being a blessing, God makes sure that you are always blessed in abundance.” — Joel Osteen

“Ketika Anda fokus menjadi berkat bagi orang lain, Tuhan memastikan, Anda selalu diberkati dalam kelimpahan.” — Joel Osteen.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Inner Healing.

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Inner Healing.

Bertahun-tahun yang lalu saya juga mempelajarinya. Sibuk mencari-cari, apa kesalahan-kesalahan saya, orangtua, bahkan nenek moyang.
Makin dicari-cari, makin frustrasi saya….
Lelah… Kehabisan tenaga….

Pemberesan satu persatu. Diakui, minta ampun lalu didoakan. Rasanya lega sich…
Tapi ada lagi dan ada lagi. Koq ga habis-habisnya…
Lalu dilanjutkan pula, mengenakan perlengkapan senjata Allah, dari ujung kepala sampai ujung kaki.
Dilakukan tiap hari… Takut diserang musuh kalau tidak melakukannya.

Apa yang kita fokuskan membesar… Justru fokus pada apa yang salah.

23 Januari lalu, dalam acara Healing, P. Irwan, direktur Charis menegaskan, mencari-cari apa yang salah di dalam diri kita, itu Tidak Alkitabiah. Perhatikan, Tuhan Yesus saat menyembuhkan orang-orang yang sakit, tidak pernah sekali pun mempersoalkan dosa atau kesalahan mereka.

Yesus hanya berpesan, “Jangan berbuat dosa lagi.”

Sekarang berfokus padaYesus, firman dan kemampuan-Nya. Apa yang kita fokuskan membesar… Jadilah Yesus makin besar, dan masalah pun tidak nampak lagi.


Semua dosa kita baik dahulu, sekarang mau pun yang akan datang, sudah dibayar lunas oleh Yesus di atas Kayu Salib.
Ketika kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, dengan cara mengaku dengan mulut kita bahwa Yesus itu Tuhan dan percaya dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati, (Roma 10:9) maka kita diselamatkan dan lahir baru.

Dosa Tidak mempengaruhi posisi kita di hadapan Allah.
Posisi kita tetap benar karena kita mengenakan kebenaran diri Kristus yang ada di dalam kita.

“Kalau begitu enakan berbuat dosa dong Bu Yenny? Kan tidak mempengaruhi posisi saya di hadapan Tuhan?”

Nanti dulu…. ingat:
Setiap dosa ada konsekuensinya.
Hukum Kerajaan Allah: tabur dan tuai.
Mencuri, narkoba ya berpotensi masuk penjara.
Jika kata-kata kita sembarangan, pasangan & anak bisa kabur.

Dan iblis memanfaatkan setiap celah yang terbuka, karena dosa yang dilakukan, untuk menghancurkan kita.

Saat seseorang terjerumus dalam dosa, makin lama dia makin menjauh dari Tuhan, hatinya menjadi keras. Suatu ketika tanpa disadarinya, dia sudah meninggalkan keselamatannya.
Oh… Mengerikan sekali…

Hidup dalam dosa tentu tidak ada damai sejahtera dan sukacita. Dihantui perasaan berdosa dan tertuduh.
Mana enak sich hidup seperti itu???


Setiap kita masih dalam proses agar semakin serupa dgn Kristus. Tidak orang yang menangkap pewahyuan ini dalam sekali kesempatan. Awalnya kita masih sering terjatuh kembali kepada kedagingan.
Tetapi jangan merasa bersalah, tertuduh lalu menjauh dari Tuhan, sebaliknya datang kepada Roh Kudus, roh penolong kita.
Dgn jujur sampaikan ketidakmampuan kita, lalu minta pertolongan-Nya untuk mengatasi tantangan yang kita hadapi.

Tuhan itu Allah yang menjawab doa. Dia yang memampukan kita untuk mengatasi apa yang kita tidak bisa.

Semakin kita banyak menyimpan firman Tuhan dalam hati, sesuai Roma 12:2, menyelaraskan pikiran dengan firman-Nya, semakin hari kita semakin menyerupai Kristus.
Berjalan dari satu kemuliaan kepada kemuliaan lainnya.
Inilah sorga di dunia…


Seorang teman, sebut saja X, bersaksi bahwa sejak SMP dia kecanduan pornografi. Berulang kali dia melakukan pemberesan, didoakan oleh pendeta-pendeta terkenal, tetapi terulang dan terulang lagi.
Dia tidak mampu melepaskan kecanduannya.

Semakin mencari-cari kesalahan di dalam dirinya, makin merasa tertuduh, malu, tidak layak dan lari menjauh dari Tuhan. Terjerat lagi dalam kecanduannya. Makin parah pula..

Greg Mohr mengajarkan, semua kecanduan sumbernya bukanlah kecanduan itu.
Baik itu rokok, alkohol, pornografi, narkoba dll. Kecanduan apa saja.
Kecanduan itu hanya symptoms atau gejala, yang perlu dibereskan adalah akarnya. Penyebab kecanduannya.

X bersaksi, ketika dia belajar tentang Kasih Bapa dan memahami Life Foundations yang diajarkan di Sekolah Charis, dia sembuh dari kecanduannya.
Sama sekali tidak ada keinginannya untuk nonton pornografi lagi.

Kesadaran dan pemahaman akan Kasih Bapa bahwa setiap kita diterima dan diampuni dosanya, tanpa syarat, itu sungguh memerdekakan.

2 Korintus 5:17 (TB) mengatakan, Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

Kita yang lahir baru itu benar-benar ciptaan yang baru!
EXCHANGED LIFE!

Kehidupan Kristen bukanlah sekedar kehidupan lama yang diperbaiki, tetapi kehidupan yang dipertukarkan.
Kita menukar kepercayaan terhadap diri sendiri, menyerahkan hidup kita, lalu membiarkan Kristus hidup di dalam dan melalui kita.

Melegakan bukan?
Itulah sebabnya di Charis, Life Foundations diulang-ulang dan dijabarkan kembali penerapannya di berbagai pelajaran lainnya.

Demikian juga Dicipleship Evangelism yang kerap disebut DE, pelajaran gratis dari sekolah, untuk siapa saja yang ingin belajar dan hidupnya dimerdekakan, mengajarkan tentang Kasih Bapa dan fondasi kekristenan.
Tunggu launchingnya. Sekarang sedang dipersiapkan.

Jika fondasinya benar dan kokoh, badai topan menerpa pun tidak akan roboh.

Ingin hidup merdeka dan berkemenangan?
Mari kita bertumbuh dengan sehat di dalam Tuhan.

Therefore I exhort you, brothers and sisters, by the mercies of God, to present your bodies as a sacrifice – alive, holy, and pleasing to God – which is your reasonable service. Do not be conformed to this present world, but be transformed by the renewing of your mind, so that you may test and approve what is the will of God – what is good and well-pleasing and perfect.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saya Menemukan Rahasianya….!!!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saya Menemukan Rahasianya….!!!

YEAAAAAYYYY…….

Masih ingat artikel saya yang berjudul “There Is No Formula To Relationship ….”?
Hubungan dengan Tuhan, itu bukan formula.

Saya bertanya-tanya dalam hati, bisakah pembaca Seruput Kopi Cantik menerimanya?
Dan Allah kita adalah Allah yang menjawab doa!

Andrew Wommack membukakan rahasia besar ini:

Saya mendorong Anda, inilah hal terbesar yang bisa Anda lakukan, agar Anda dapat membangun hubungan pribadi dengan Tuhan, mengalami pertumbuhan rohani serta memperbesar kapasitas Anda untuk menerima apa yang Tuhan sediakan, adalah dengan menanamkan benih Firman Tuhan ke dalam hatimu. Ketika Anda melakukannya dengan setia, maka secara ajaib, miraculously, kata Andrew, apa yang menjadi kebutuhanmu akan tercipta dan tersedia.

Sama seperti kami menanam biji pepaya, ya sudah… Ditaburkan di tanah, lalu didiamkan. Disiram tukang kebun.
Bagaimana bertumbuhnya dan bagaimana cara pohon pepaya berbuah, tidak paham juga. Pokoknya tumbuh, makin besar, berbuah lebat dan manis.

Dengan cara yang sama, saat kita menanam benih firman Tuhan, kita tidak tahu bagaimana caranya, pokoknya berbuah, firman-Nya digenapi.
Terbukti terjadi dalam hidup teman-teman di Charis dan dalam hidup saya juga.

Bukti BUKAN janji….
Itulah sebabnya kami semangat sekali untuk sekolah.


Kita menanam atau menuliskan firman dalam hati dengan cara mendengar atau membaca lalu memperkatakannya.

Koq bisa?
Firman itu Roh dan Hidup. Firman itu Allah sendiri.
Allah mencipta langit, bumi, cakrawala, binatang dll dengan perkataan-Nya. Bahkan bumi pun ditopang oleh firman-Nya.
Apa sich yang mustahil bagi-Nya?

Tuhan berkomunikasi dengan kita, bahasa yang digunakannya adalah firman.
Semakin kita punya banyak stok firman, ibarat berbicara dalam bahasa Inggris…
Semakin banyak vocabulary-nya, perberdaharaan kata yang kita kuasai, komunikasi makin lancar. Tidak salah paham, salah mengartikan, yang mengakibatkan kita salah bertindak.
Nach kalau Tuhan berbicara, kita bertindak tepat sasaran, tentunya kesuksesan dan keberhasilan terjadi secara alami bukan?

Make sense?


Ah, koq terus-terusan tentang benih dan panen?
Memang itulah prinsip kehidupan. Apa yang kita tabur, itulah yang kita tuai.
Masalahnya, banyak yang mau panen- hanya mencari berkat Tuhan-, tanpa bersedia menabur benih, dan memeliharanya dengan konsisten.

Setia atau konsisten itu yang tidak mudah di jaman yang serba instan seperti sekarang ini.
Banyak orang yang baru saja menanam benih tadi pagi, sore hari sudah dikorek-korek lagi, untuk dicari buahnya.
Tentu tidak ada!

Semakin dikorek-korek, maka benih tidak punya kesempatan untuk bertumbuh. Justru mati.
Perlu waktu.
Tanam dan percaya serta beriman, suatu ketika berbuah lebat.
Tergantung benih apa kan?

Kalau cabe, cepat tumbuh dan berbuah. Tapi berbuah beberapa kali lalu mati.
Kalau biji mangga, lama tumbuh dan berbuahnya, tetapi setiap musim mangga, panennya banyak hingga berpuluh-puluh tahun kemudian.

Belajar dari petani, menanam benih itu butuh waktu, perlu konsisten menyiram dan merawatnya. Tetapi petani tidak kuatir, dia tahu akan tiba masanya untuk panen. Itulah siklus kehidupan.
Segala sesuatu yang dipaksa untuk masak sebelum waktunya, hasilnya tidak maksimal.

Kami cinta sekali pada buah pepaya di kebun kami. Meski buahnya tidak besar, karena memang jenisnya pepaya manila, tetapi manisnya…. Alamak! Luar biasa…

Berbeda dengan pepaya yang dibeli di supermarket. Kebanyakan dipetik saat belum betul-betul matang. Bahkan sekarang banyak yang diberi cairan agar bisa segera matang. Tentu kualitasnya berbeda dengan pepaya di kebun kami yang masak di pohon.

Demikian juga dengan kehidupan kita. Jika ingin kehidupan yang manis dan bebas stres, ikuti cara Tuhan ibarat pepaya, ikuti siklus alam, biarkan benih bertumbuh subur dan buahnya matang di pohon, maka hasilnya pasti excellent.

Setuju?
Praktik yuk…

When you speak words of life, love and faith you are speaking God’s language, and He watches over His Word to perform it.

Ketika Anda mengucapkan kata-kata kehidupan, kata-kata penuh kasih dan iman, Anda berbicara dalam bahasanya Tuhan, maka Dia mengawasi Firman-Nya untuk melaksanakannya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Tuhan Mengingatkan Pada Gideon…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tuhan Mengingatkan Pada Gideon…

Kadang-kadang masalah datang tanpa diundang. Secara naluriah langsung saja berpikir apa yang saya bisa lakukan, bagaimana mengatasinya?
Lalu dilanjut dengan siapa orang-orang yang ada kemungkinan bisa menolong….
Familiar dengan kecenderungan seperti ini?

Dulu saya akan bergegas telpon ke kanan dan ke kiri.
Menghubungi orang-orang yang ‘saya pikir’ bisa memberikan solusi.
Tetapi sekarang berbeda…

Saya mendengar kabar yang kurang menyenangkan saat sedang dalam perjalanan bersama P. Indra dengan mobil.
Alih-alih mengingat orang-orang hebat yang saya kenal, langsung dalam pikiran saya diingatkan tentang Gideon.

Tuhan sengaja melarang Gideon membawa pasukan yang besar, terus dikurangi hingga tersisa 300 orang.
Mungkin ini cara Tuhan menyingkirkan yang tidak perlu agar ketika kemenangan diraih, saya tahu persis, ini karya Tuhan, bukannya saya yang hebat.

Kesaksian teman-teman bagaimana Tuhan berkarya dalam hidupnya, mengubah persepsi saya dalam memandang masalah-masalah kehidupan. Cara Tuhan diluar nalar..
Bahkan ketika menerima jawaban doa, membuat terpukau!
Rasanya semua berjalan natural, tidak ada yang spektakuler tetapi ternyata terealisasi bahkan lebih dahsyat daripada yang bisa dipikirkan.

Koq bisa?
Andrew mengajarkan ketika kita menanam benih firman Tuhan, maka kita akan bertumbuh secara rohani. Semakin kita dewasa rohani, kemampuan kita untuk menerima dan mengelola makin besar.

Ketika murid siap, guru itu pun muncul, kata pepatah kuno.
Saat kita siap, segala sesuatu secara ajaib akan tersedia untuk kita karena kita bekerja sama dengan hukum-hukum-Nya, penyediaan pun tercipta.

Teringat akan quotes Bruce Wilkinson:

Doa adalah sebuah revolusi yang tidak kelihatan. Semua tampak tenang dan tidak terlihat, tetapi tiba – tiba menyerang!

Semakin banyak firman yang tersimpan dalam hati, pelajaran-pelajaran yang didapat selama 5 tahun terakhir, membawa saya mengenal-Nya lebih dalam.
Tuhanku selalu bisa diandalkan.
Aku biji mata-Nya…
Apa sich yang engga buat saya..?
Hhmmm… So sweet!


Saya tengah belajar buku Amsal yang ditulis Andrew Wommack, mengulas ayat demi ayat dengan apiknya.

Saya terpesona dengan kesaksian Andrew
yang bercerita, dia baru bertemu staf IT-nya. Beliau tidak paham IT tetapi Andrew fokus mencari Tuhan dan kebenaran-Nya, lalu dia melangkah menggenapi rencana Allah dalam hidupnya.

Andrew berdoa untuk hal-hal teknis yang harus dihadapi dalam organisasinya. Andrew tidak mengerti IT, aspek hukum dll tetapi Tuhan menyediakan yang diperlukannya. Salah seorang staf IT-nya, meninggalkan program doktor dari MIT, universitas Top di US, setelah menerima firman karena pelayanan Andrew. Staf ini dan team yang mengatur bagian IT sehingga bisa menghemat $800.000 setahun setara 12 Milyar rupiah.
Tuhan memperlengkapi apa pun yang diperlukan.
Wow…

Demikian pula Tuhan akan menolong kita dalam menghadapi setiap tantangan yang ada.
Syaratnya, kita fokus pada Tuhan serta firman-Nya, mencari Kerajaan Allah terlebih dahulu dan terus berdoa dalam roh seperti Andrew.

Allah itu Roh dan saat berkomunikasi, Roh kudus berbicara kepada roh kita.
Ketika kita berbahasa roh, maka Roh Kudus menimba hikmat dan pengertian, apa yang Allah kehendaki. Lalu ditransfer ke dalam pikiran kita supaya pikiran kita mengerti, sehingga dapat ditindaklanjuti.

Kemudian kita melakukan bagian kita, sambil terus peka melihat, jalan mana yang Tuhan bukakan… melangkah sesuai arahannya.

“The battle is the Lord’s, we rest in His promise & minta hikmat utk Tuhan show you the way,” kata Nana dengan arifnya.

Peperangan ini, Tuhan yang akan berperang dan kita cukup rest, – beristirahat, percaya serta menanti realisasi janji-janji-Nya. Biarkan hikmat Tuhan yang mengarahkan kita langkah demi langkah, dan setiap langkah merupakan suatu mujizat.

Setuju?

May we rest in God’s strength and provision instead of letting the pressures of the world steal our confidence in Christ – Roxanne Robbins

Semoga kita dapat beristirahat di dalam kekuatan dan penyediaan Tuhan alih-alih membiarkan tekanan dunia mencuri kepercayaan kita kepada Kristus – Roxanne Robbins

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

Klik:
https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sudahkah Hidup Kita Berdampak?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Sudahkah Hidup Kita Berdampak?

Seorang anak berjalan di antara ratusan bintang laut yang terdampar di pantai, lalu dia memungutnya satu per satu dan melemparkan kembali ke dalam laut.
Seorang pria melihatnya, bertanya,
“Ada ribuan bintang laut. Kamu tidak bisa menyelamatkan semuanya. “Apa gunanya?”

“Setidaknya saya menolong yang satu ini…”

Kerap kita berhenti melakukan suatu kebaikan karena melihat begitu banyak yang membutuhkan pertolongan. Sementara kita tidak mampu.
Tetapi sesungguhnya, kita bisa melakukan hal-hal kecil yang kita bisa.
Tuhan memang tidak menuntut kita untuk menolong semua orang.

Budget sosial saya terbatas. Dan dana yang ada itu milik Tuhan. Saya hanyalah pengelola milik-Nya. Jadi saya sekarang bertindak bijak, menyalurkan ke tempat-tempat yang benar-benar dikelola dengan bijak dan dampaknya nyata.

Pondok Hayat, contohnya. Yayasan yang membantu ibu-ibu yang hamil diluar nikah, supaya tidak menggugurkan kandungannya. Setelah lahir, jika sang ibu ingin membesarkannya, monggo.
Kalau tidak mau, dibesarkan di Pondok Hayat.

Monica sangat mengasihi dan bangga dengan ‘anak-anaknya’.
Dibimbing dan disekolahkan dengan sangat baik, bahkan sekarang bekerja sama dengan MB-Gen, beberapa anak sedang mempersiapkan diri untuk sekolah ke Taiwan.
Demikian pula Sekolah Pelita Permai yang dipimpin oleh Ibu Liana. Sekolah gratis untuk anak-anak yang tidak mampu. Anak-anak bahkan orangtuanya mendapat bimbingan dan perlakuan yang sangat baik.

Kedua yayasan ini mereka berdua foundernya: Monica Stephanus dan B. Liana Christanti.
Dikelola dengan sangat baik dan buahnya nyata.

Seperti juga di Pondok Hayat, beberapa anak Pelita Permai juga dipersiapkan agar bisa menimba ilmu ke Taiwan.

“Sekolah Gratis Pelita Permai tengah mengumpulkan dana, supaya bisa memiliki gedung sendiri.
Setelah dipertimbangkan akan membeli lahan dan bangunan yg terletak :
di jln. Raya kuwukan 2. (Depan alam galaxi), Surabaya.
Dengan spesifikasi sbb :
Luas Tanah 992m2
Luas Bangunan ± 1000m2, 1,5 lantai.
Jumlah kelas 13 + Kantor 1 dan Toilet ± 5
Sertifikat SHM. Harga sudah jadi 5 M. Dana yg sudah ada 3M. Kekurangan di harapkan dapat kami cicil ( masih dalam proses negosiasi), ” demikian B. Liana menjelaskan.

Yang terbeban ingin membantu bisa menghubungi B. Liana di: +62 811-345-457 atau ke Sekolah Pelita Permai, Surabaya.


Dulu saya cenderung asal saja… Memberi kan baik. Sampai saya belajar, ini dana milik Tuhan, yang kelak harus saya pertanggungjawabkan.

Apalagi setelah belajar dari David Brigg, jangan hanya memberi ikan.
Memberi kail pun masih kurang. Bimbing mereka membangun industri perikanan, supaya tidak hanya orang itu yang ditolong serta diberkati, tetapi meluas pada keluarga, komunitas dan seluruh lingkungannya.

Memberi ikan untuk situasi darurat bagus, tetapi tidak mandeg di sana. Perlu tindak lanjut yang berdampak luas dan langgeng.

Itulah gunanya sekolah…. Memperluas wawasan dan meningkatkan cara berpikir. Maka kualitas hidup naik dan hidup bermanfaat hingga lintas generasi.

Andrew Wommack mengajarkan, kita hanyalah pengelola. Ke tempat di mana kita menyalurkannya, urapan dari tempat itu mengalir ke dalam kehidupan kita.
Artinya, sebagai investor yang baik, kita tentu memilih investasi yang memberikan dampak terbesar dan terbaik bagi kemuliaan Tuhan.

Ke tempat  di mana kita menyalurkannya, urapan dari tempat itu, akan mengalir ke dalam kehidupan kita.

Sumber berkat kita adalah Tuhan, bukan pekerjaan atau bisnis kita.
Berkat tidak hanya uang atau aset, tetapi kesehatan, sukacita, damai sejahtera, talenta, kemampuan dan kreatifitas bahkan nafas hidup kita.
Banyak yang berpikir kekayaan, kemakmuran itu berupa uang dan harta.
Kemakmuran yang sejati adalah perkenanan dari Tuhan.
Uang dan harta bisa hilang dalam sekejap, tetapi jika kita disertai & diperkenan oleh Sang Sumber Berkat, uang dan harta akan datang dengan sendirinya. Bahkan mengejar-ngejar kita.

“Kebajikan dan kemurahan belaka mengikuti aku, sepanjang umur hidupku. Dan aku akan tinggal dalam rumah Tuhan selama-lamanya”, nyanyian Raja Daud.

Memahami hal ini, membuat kita tidak terlalu sakit hati saat dicurangi.
Bisnis ini milik Tuhan, kalau ada yang curang, berarti orang itu mencuri milik Tuhan.
Biarkan Tuhan yang berperang dan kita beristirahat dalam janji-janji-Nya. Rest in The Lord.

Jangan sampai hal-hal yang tidak menyenangkan, membuat kita enggan mentaati Tuhan atau kecewa.
Dunia sudah jatuh dalam dosa dan dibawah kuasa si iblis. Tanpa membuka celah pun, iblis senantiasa berusaha menyerang kita. Apalagi kalau sengaja membuka celah…
Iblis segera masuk untuk mencuri, membunuh dan membinasakan….

Apa pun yang terjadi, tetaplah berbuat baik dan lakukan apa yang kita mampu, Tuhan akan memperhitungkan semuanya.

Lemparkanlah rotimu ke air, maka kamu akan memperolehnya kembali, lama setelah itu…

Siap melaksanakan?

“Not all of us can do great things. But we can do small things with great love.” ? Mother Teresa.

“Tidak semua dari kita bisa melakukan hal-hal hebat. Tetapi kita bisa melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar.”  Bunda Teresa.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 197 198 199 200 201 314