Category : Articles

Articles

Berjalan Dalam Supernatural Allah. Mau?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Berjalan Dalam Supernatural Allah. Mau?

“Aku punya teman di Solo, Sianny namanya. Sebetulnya gak terlalu dekat juga. Setahun biasa kontak 2 x. Selamat Natal dan Selamat Ulang Tahun. Itu saja,” demikian Bu Silvy mengawali kisahnya.
“Rumah baru Sianny, itu yang aku dengar dalam batinku saat sedang gosok gigi, pada suatu pagi. Kalau memang ini suara-Mu, Tuhan… aku minta 3 peneguhan.”

Bu Silvy ini sahabat lama di Sekolah Charis. Kami beda angkatan tapi kami dekat. Sudah lama saya mendengar kisah ini, sepotong-sepotong karena masih dalam proses.
Nach begitu ada kesempatan, segera saya menagih janjinya untuk bercerita secara utuh.
Dan menarik sekali!

Dimulai dari suara Tuhan yang didengar di dalam rohnya, Bu Silvy ingin memastikan bahwa ini benar-benar suara Tuhan. Beliau minta 3 peneguhan. Takut salah karena Sianny single, gak menikah. Tuhan itu Allah yang menjawab doa. Tidak usah menunggu lama, 3 tanda digenapi.

Malam itu juga B. Silvy dapat 2 peneguhan.
Yang pertama, ketika nonton video pengajaran P. Benny Solihin, beliau berkata,
“Kalau Anda mendengar suara Tuhan, jangan ditunda-tunda. Melangkah saja, meski kita tidak tahu. Tuhan akan membukakan satu clue, yang harus dijalani. Tapi maju, jangan diam. Demikian seterusnya.”

Yang kedua, ada video di grup keluarganya.
Kisah tentang seorang bapak tua berpenampilan lusuh, yang butuh 6 selimut untuk anak istrinya, karena sudah dekat musim dingin. Tetapi dia hanya punya uang 100 Riyal. Lalu dia mondar mandir di toko yang menjual selimut, bingung… Gak cukup uangnya.
Sang pemilik toko mengamati, lalu bertanya, “Cari apa pak?”
“Saya perlu 6 selimut, tetapi uang saya hanya 100 Riyal.”
“Oh, kebetulan.. Ini sedang ada promo beli 5 free 1, 100 Riyal”

Setelah membayar, pria tua itu berlalu. Teman pemilik toko yang sedari tadi memperhatikan dengan heran, langsung bertanya,
“Gak salah? Kemarin saya beli 1 selimut yang persis sama, seharga 450 Riyal, koq bapak ini 6 selimut hanya 100 Riyal?”
“Kemarin saya berbisnis dengan kamu, harganya memang 450 Riyal, tidak lebih dan tidak kurang. Tetapi hari ini saya berbisnis dengan Tuhan. Dengan cara demikian, saya menjaga harga diri sang Bapak tua. ” jawab sang pemilik toko.

Jleb… bisnis dengan Tuhan, B. Silvy sadar, kalimat ini peneguhan ke dua. Segera ditulis di agenda dan saat akan diletakkan di rak, ada suara kecil berkata,
“Nanti dulu ada yang ketiga…”

Lalu B. Silvy dengerin pelajaran P. Benny Solihin yang lain lagi.
Beliau dulunya miskin sekali, tetapi bisa menikah, punya 2 anak dan dapat beasiswa ke Amerika. Dalam keadaan yang serba terbatas, di sana beliau bekerja sebagai petugas cleaning service, termasuk cuci toilet untuk mendapatkan tambahan uang saku. P. Benny gak punya kenang-kenangan foto saat di Amerika, selain 3 foto yang diberikan oleh temannya yang punya tustel dan rol film pada jaman itu. Diantaranya foto saat membersihkan toilet.

P. Benny bercerita, setiap sedang merasa Tuhan jauh, berbeban berat, beliau melihat foto-foto itu. Dan sadar, Tuhan senantiasa menyertai, hingga kini beliau menjadi tokoh yang terkenal di Indonesia. Tuhan itu setia.
B. Silvy paham, ini peneguhan ke tiga. Allah itu setia, percayalah.


Keesokan harinya, B. Silvy telpon Sianny. Diceritakanlah apa yang terjadi. Sianny bilang, dia ingin rumah baru, tetapi rumah lamanya mesti laku dulu, baru ada dana.
B. Silvy mengajak berdoa dan mendorong Sianny untuk segera mencari rumah yang diinginkannya.

Beberapa hari cari-cari rumah, belum ada yang cocok.
“Sian, ada ga rumah atau daerah yang kamu betul-betul inginkan?”
“Ada. Kita pernah lihat sama-sama 4 tahun lalu.”
“Klo kamu beneran ingin, coba cari tahu di sana…”

Ternyata ada yang cocok, langsung harus DP 5 juta. Dana ada.
Hari itu tanggal 5, bulan 5, bayar 5 juta, deal jam 5 sore, dibayar pk. 20.05, kemudian Sianny baru sadar usianya 55 th.
Wow… 7 angka 5. Tujuh itu angka sempurna Tuhan!
Ini semua Tuhan, perkenanan Tuhan, jalan Tuhan.
Harus dilunasi dalam waktu 3 bulan, B. Silvy yang menutup dananya. Lalu mulailah rumah itu dibangun.

Sianny punya 2 sahabat akrab: Sinta dan Pdt. Lina. Mereka ingin berkenalan dengan malaikat penolong Sianny. Jadilah mereka berempat jadi sahabat akrab. ‘The Gang of Four’
Bersama-sama dari peletakan batu pertama, hingga rumah selesai. Minimalis, asri, cantik sekali. Sianny pun mendedikasikan rumah itu jadi rumah singgah bagi teman-teman B. Silvy yang perlu tempat tinggal saat berkunjung ke Kota Solo. Semua untuk kemuliaan-Nya!
Jadilah sekarang B. Silvy punya pelayanan ke Solo yang unik. Bawa orang yang berbeda, namun selalu ada campur tangan Allah di sana…. Merinding dengernya. Allah begitu nyata dan personal. Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.


Sianny kepikiran, bagaimana bisa mengembalikan uang B. Silvy. Dengan lembut B. Silvy menghibur,
“Jangan takut. Klo ini benar dari Tuhan, dari pembangunan rumah baru hingga rumah lama terjual, itu satu paket.”

Banner salah satu agent property pun, dipasang di rumah lama Sianny. Mereka sepakat berdoa, yang menawar sampai jadi, 1 orang saja. Mengingat Sianny tidak berpengalaman jual rumah, berurusan dengan notaris dsb. Takut salah & tertipu.
Tetangga beda 2 rumah, menanyakan harganya.
“3M,” jawab Sianny.
“Kemahalan… Pasaran cuma 2M, klo oke besok ke notaris” tawarnya. Berhari-hari saling pendekatan akhirnya deal 2.25M.

Dahsyatnya, doa terjawab. Hanya 1 penawar hingga jadi. Uang pembelian rumah dikembalikan ke B.Silvy. Plus The Gang of Four ditraktir liburan ke Jatim Park oleh Sianny.
Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.


B. Silvy mengajak temannya suami istri ke Solo. Di rest area, tidak biasanya B. Silvy mampir ke factory outlet. Matanya terpaku pada blouse berwarna pink muda lembut, brokat, bergambar Bunga Sakura.
Lalu diajaknya si istri melihatnya.
“Rasanya baju ini cocok sekali untuk Iva (putri bungsunya)”.
“Ci, tahu gak hari ini Iva ulang tahun….”
Padahal B. Silvy ga tahu…. Tuhan sungguh penuh perhatian. Baju berbunga sakura dihadiahkan untuk kado ultah Iva.
Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.


Entah ide darimana B. Silvy ingat Sari, teman yang suka bikin konsumsi di persekutuan doanya. Lalu ditelponnya, diajaknya ke Solo. Karena Sari memang orang Solo.

“Mau…”, ternyata Sari ingin larung abu kakaknya yang meninggal saat pandemi, jadi dia ga sempat lihat. Nanti ada temannya yang mau mengantar ke Delingan, tempat kremasinya.

Dalam perjalanan ke Tawangmangu, B. Silvy melihat tulisan Delingan. Padahal selama ini berkali-kali ke Tawangmangu gak pernah melihatnya.
“Sar, ini lho Delingan… Beneran ini tempatnya? Ambil sekarang saja.”
“Saya gak enak Ci, bawa abu di mobil Cici…”
“Gapapa… Saya gak percaya yang begituan.”

Ditelponlah petugas di Delingan. Ternyata untuk mengambil, persyaratannya banyak. Surat kematian dari RT, RW dan berbagai syarat lainnya. Sari gak punya semuanya, kan Sari dari Bandung, sedang kakak yang meninggal di Solo.
Sementara pembicaraan berlangsung, Pdt. Lina duduk di depan mendengarkannya.
Lalu Pdt. Lina minta bicara dengan petugas, begitu tahu Sari itu didampingi Pdt. Lina, langsung abu bisa diserahkan.

Koq ya kebetulan sekali ada 2 orang, pria dan wanita, yang naik motor ke tempat pelarungan, jadi abu bisa dilarung hari itu juga. Nach ada Pdt. Lina pula, bisa didoakan sebelum dilarung.
Semua lengkap dan tepat Tuhan sediakan pada waktunya.

Dalam perjalanan pulang Sari berkata, “Ci tahu gak, pendeta favorit cici saya yang meninggal adalah Bu Lina.”
Wow…. Speechless.
Allah sungguh luar biasa, dahsyat namun personal.
Providensia Dei, Penyelenggaraan Allah terjadi.

“Ingat gak Andrew Wommack bilang, klo hidup kita gak supernatural, berarti ada yang salah, karena Allah kita supernatural,” kata B. Silvy.
Setuju!!!!
Bagaimana dengan Anda?

You need a fresh encounter with God every single day” – Rick McFarland.

“Anda membutuhkan perjumpaan baru dengan Tuhan setiap hari” – Rick McFarland

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Hidup Anda Dibentuk oleh Ketakutan?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Hidup Anda Dibentuk oleh Ketakutan?

Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut.
Ibrani 2:15 TB

Seberapa banyak hidup kita telah dibentuk oleh rasa takut? Takut pada kematian, penyakit, tragedi, penolakan, dan kegagalan adalah kekuatan besar yang dapat mendominasi pikiran kita dan mencuri pula impian kita. Ketakutan lainnya seperti takut berbicara di depan umum, takut tertular penyakit, takut pada ketinggian, takut terbang, takut tidur dalam kegelapan atau takut tidak memiliki cukup uang, semua itu dapat terus membentuk hidup kita. Banyak diantara kita yang mungkin bahkan tidak menyadari, betapa kita telah membiarkan rasa takut membentuk dan membatasi kehidupan kita.

Ketakutan merupakan reaksi awal Adam dan Hawa terhadap rasa bersalah yang mereka rasakan, setelah berbuat dosa. Ketakutan adalah kekuatan dominan dari jiwa manusia yang sudah jatuh dalam dosa.
Ketakutan merupakan produk yang paling efektif dijual oleh dunia. Berita berhasil mengeksploitasi rasa takut. Industri hiburan memperbesar ketakutan manusia dengan menyajikannya melalui berbagai film dan pertunjukannya. Banyak keputusan kita dalam hidup, kemungkinan besar mempertimbangkan ketakutan yang telah ditaburkan ke dalam diri kita, bahkan jika kita adalah orang Kristen. Siksaan ketakutan adalah diktator yang mengerikan!

Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.
1 Yohanes 4:18 TB

Ketika kita meluangkan waktu untuk merenungkan kekuatan ketakutan, kita mulai memahami, mengapa kita sering kehilangan yang terbaik dari Tuhan dalam kehidupan kita. Apakah mungkin hidup bebas dari rasa takut? Dapatkah kita benar-benar mengalami kehidupan yang berkelimpahan, dipenuhi sukacita dan kedamaian di dunia yang jatuh dalam dosa? Saya percaya bahwa jawabannya adalah YA. Kasih-Nya telah tercurah di hati kita dan berpotensi untuk membebaskan kita dari rasa takut yang ada di dalam. Dia tidak memberi kita roh ketakutan tetapi roh yang memberikan kekuatan, kasih, dan pikiran yang sehat.

Mendapatkan pewahyuan sejati akan kasih Tuhan merupakan satu-satunya hal yang dapat melonggarkan cengkeraman rasa takut dalam kehidupan kita. Perlu sekali merenungkan kasih-Nya siang dan malam hingga pikiran dan hati kita diperbarui dan diubahkan menjadi identitas sejati kita di dalam Kristus. Kasih-Nya akan membebaskan Anda. Semakin Anda mengenal kasih-Nya, semakin Anda mengenali semua ketakutan yang telah mengikat Anda selama ini, dan Anda akan mendapatkan kebebasan sekali dan untuk selamanya.

Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
Mazmur 34:5 TB

“Have You Been Shaped by Fear?” – Barry Bennett.


Kita dibesarkan oleh dunia yang menganggap rasa takut itu sesuatu yang wajar.
Sejak kecil kita terbiasa ditakut-takuti supaya menurut, cepat menghabiskan makanan saat disuapi, atau biar cepat tidur.
Strategi iblis, bisanya ya memutarbalikkan fakta – 50% kebenaran + 50% yang diselewengkan akibatnya jauh berbeda – dan menyebarkan ketakutan.

Kalau sudah takut, kita tidak bisa berpikir jernih dan sulit mendengar arahan-Nya, akibatnya salah ambil keputusan.
Senang si musuh…. Bikin tambahan berita yang menakutkan, berpotensi membawa celaka, hingga kesalahan makin melebar ke mana-mana.
Di sisi lain, kita justru dianggap aneh, gak waras ketika punya masalah dan tetap tenang, tanpa galau.

Setelah mengenal Tuhan jadi berbeda.
Prinsip-prinsipnya jadi jelas.
Takut artinya menganggap apa yang kita takutkan lebih hebat dari Tuhan.
Sehingga apa pun yang terjadi, segera membawa masalah kepada Tuhan lalu minta bimbingan-Nya untuk menyelesaikan. Menolak Takut. Anti galau.
Tidak tahu endingnya seperti apa, tetapi terus berpegang pada janji-janji-Nya bahwa masa depanku adalah masa depan yang penuh damai sejahtera.

Gak kepikiran?
Iya sich… Tapi sekarang sudah diberi rahasianya.
Klo kepikiran, ganti dengan memikirkan janji-Nya, perkatakan keras-keras, dengan demikian kita menciptakan kemenangan.
Jika Tuhan ada di pihak kita, siapa dapat melawan kita?

Ternyata takut itu juga suatu pilihan. Situasi dan kondisi boleh sama, yang satu merasa takut, tetapi yang lain bisa tidak takut. Jika beribadah kepada Tuhan merupakan pilihan utama kita, maka saat takut dan kuatir itu muncul, kita tahu ke mana kita harus percaya.

Beri asupan pikiran dan hati kita dengan Firman Tuhan setiap hari, kita memang tidak akan menjadi manusia super, tetapi kita dibentuk menjadi manusia yang siap menghadapi segala sesuatu. Sebab kita tahu bahwa bukan kita yg kuat, tetapi Allah yang kuatlah yang selalu menyertai kita.

Seperti kata Barry Bennett, renungkan Kasih Allah hingga menjadi bagian kepribadian kita. Reaksi otomatis tercipta sesuai kehendak-Nya. Maka kita bisa menikmati damai sejahtera yang sempurna yang dikehendaki Allah.

Siap praktik? Yuk….

Fear not, for I am with you;
    be not dismayed, for I am your God;
I will strengthen you, I will help you,
    I will uphold you with my righteous right hand.

Janganlah takut, sebab Aku menyertai engkau, janganlah bimbang, sebab Aku ini Allahmu; Aku akan meneguhkan, bahkan akan menolong engkau; Aku akan memegang engkau dengan tangan kanan-Ku yang membawa kemenangan

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Artinya Hidup Mendemonstrasikan Kebaikan Allah?

Awalnya saya ikut Tuhan dan beribadah Kepada-Nya, dengan harapan hidup diberkati, bisnis lancar dan bahagia tentunya.
Jadi sikap saya tidak jauh bedanya dengan orang-orang yang pergi ke Gunung Kawi, biar bisnis lancar. Hoki datang.
Cuma yang disembah Allah yang hidup.

Dalam perjalanannya saya baru paham. Ternyata sebelum kenal Tuhan, saya hidup berdasarkan hukum-hukum Kerajaan Dunia, yang bergantung kepada apa yang diterima oleh pancaindra serta logika.

Rupanya saat di Taman Eden, awalnya Adam diciptakan dengan cara hidup yang bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Tuhan yang mendownload segala pengetahuan yang dibutuhkan. Apa pun yang diperlukan, Tuhan SUDAH menyediakannya. Adam bercakap-cakap setiap hari sambil berjalan-jalan di hari yang sejuk. Kongkow dengan akrab.

Di Eden tidak butuh rumah sakit, suster, peralatan medis dan dokter, karena tidak ada penyakit. Tidak butuh polisi, pengadilan dll. Tidak ada dosa, kecurangan, penipuan. Yang ada hanya sukacita, damai sejahtera, kesehatan Ilahi dan segala yang baik. Semua sudah tercukupi. Adam & Hawa fokus kepada Allah, pikirannya kudus, maka pakaiannya adalah kemuliaan Allah.

Sampai Adam & Hawa jatuh ke dalam dosa, percaya tipuan si iblis, – ingin seperti Allah dan tidak percaya bahwa mereka sesungguhnya sudah serupa dan segambar dengan Allah-, dengan makan buah pengetahuan baik dan jahat.
Sejak saat itu roh manusia putus hubungan dengan Roh Allah dan mereka terpaksa hidup mengandalkan pancaindra dan logika yang terbatas.
Mereka sadar akan ketelanjangannya, merasa malu, tertolak, tertuduh alias sadar dirinya berdosa. Dulu mereka sadar Allah.

Mulailah manusia menggali dan berusaha mencari ilmu pengetahuan berdasarkan pengertian mereka yang terbatas, menciptakan berbagai ilmu pengetahuan, untuk meringankan berbagai akibat dosa, – kematian, penyakit, kekurangan, dsb – dalam kehidupan mereka.

Itulah sebabnya ilmu pengetahuan terus berubah. Hasil dari pancaindra dan logika manusia, semua serba terbatas.
Jaman saya kecil, makan telur setiap hari itu wajib, supaya cerdas dan sehat. Sekarang max 3 kali seminggu, karena menyebabkan cholesterol.
Dulu berjemur itu jam 7 pagi, sekarang jam 10 pagi, dengan berbagai alasan yang berbeda.
Bukti kepandaian manusia terbatas. Tapi terlanjur manusia menganggap science dan dokter bak dewa.

Nach setelah menjadikan Tuhan sebagai Allah kita, lahir baru, roh kita nyambung lagi dengan Roh Allah seperti saat Adam di Taman Eden, – ternyata sekarang pindah kerajaan. Dulu hidup menurut Kerajaan Dunia sekarang pindah ke Kerajaan Allah.
Undang-undang dan cara mainnya berbeda.

Kita bisa mendengar suara Tuhan. Allah ingin hidup kita seperti Adam di Taman Eden. Setiap hari dipimpin oleh Allah, bercakap-cakap dengan-Nya dan Allah yang mendownload hikmat, pengertian dan pengertahuan yng kita butuhkan untuk hidup berkemenangan di dunia ini.

Tantangan hidup kita saat ini, bagaimana mengubah pola pikir dunia menjadi pola pikir kerajaan Allah. Terlanjur sejak lahir pikiran kita sudah diprogram dengan nilai-nilai dunia. Selama ini menganggap nilai-nilai dunia itu yang nyata, bisa diterima oleh logika pikiran kita. Sementara nilai-nilai kerajaan Allah, janji Tuhan itu too good to be true, – terlalu baik untuk jadi kenyataan.

Kita hidup di 2 dunia, secara fisik hidup di dunia, tetapi seyogyanya kita hidup dengan prinsip-prinsip Kerajaan Allah. Sumber berkat kita yang sejati adalah Tuhan.
Pikiran kita akan protes,
“Bisnis gak jalan dengan prinsip itu. Memberi suap itu sudah lazim supaya dapat proyek.”

Tuhan menjawab,
“Klo 1 pintu tertutup, Aku bisa membuka pintu yang lain yang lebih berkelimpahan. Pintu lain tertutup? Aku bisa membuka jendela, bahkan membuka atap, supaya Aku bisa mencurahkan berkat-Ku tanpa halangan…. Fokuskan harapanmu kepada-Ku.”
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?
Bersama Allah, kita hidup melampaui batas-batas natural ke tempat di mana semua hal itu mungkin.

Kerajaan Allah sudah ada di dalam kita. Allah dengan segala kekayaan-Nya, berdiam di dalam roh kita.
Tugas kita sekarang, bercermin pada Firman Tuhan agar tahu kekayaan apa saja yang kita miliki di dalam kita dan bagaimana cara memanifestasikannya di alam natural.

Buku panduannya ada di dalam firman Tuhan. Lengkap dan komplit.

Itulah sebabnya mengapa kita sama-sama anak Allah koq berkatnya berbeda-beda.
Karena kita hanya bisa menikmati kelimpahan Allah sejauh pewahyuan pengetahuan kita akan firman dan pengenalan kita akan Allah.
Aksesnya dibuka sama rata dan sama rasa bagi semua orang.
Tergantung masing-masing kita dalam menggali dan meraihnya.
Tuhan itu Allah yang adil.

Tugas kita di dunia ini menjadi saksi Kerajaan Allah, istilah kerennya, menjadi Terang dan Garam dunia.
Caranya, dengan melihat serta mengalaminya sendiri, barulah kita bisa mendemonstrasikannya. Kita butuh pewahyuan Allah agar dapat mengubah fokus kita pada dunia, diganti berfokus pada Kerajaan Allah.

Masih ingat pergumulan saya yang ditulis dengan judul:
Sudahkah Anda Tahu Arti Menjadi Terang & Garam Dunia? Ini Rahasianya!

Ketika saya sungguh-sungguh berani berdiri teguh di atas janji Firman Tuhan, solusi permasalahan saya sungguh-sungguh spektakuler. Seukuran Allah dan bukan manusia.

”Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”, sungguh-sungguh terjadi.
Suami, anak, staf dan konsultan pun sadar, ini Allah.
Hanya Dia yang bisa melakukannya.

Demonstrasi kebaikan Tuhan pun tercipta dan iman kami semua naik satu anak tangga.
Allah sungguh-sungguh bisa diandalkan. Terbukti!

Siap praktik? Yuk….

“There are four principles we need to maintain : First, read the Word of God. Second, consume the Word of God until it consumes you. Third believe the Word of God. Fourth, act on the Word of God.” – Smith Wigglesworth.

“Ada empat prinsip yang perlu kita jaga: Pertama, baca Firman Tuhan. Kedua, konsumsi Firman Tuhan sampai habis. Ketiga percaya Firman Tuhan. Keempat, bertindak sesuai Firman Tuhan.” – Smith Wigglesworth.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apa yang Anda percayai?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apa yang Anda percayai?

Kita semua mempercayai banyak hal. Keyakinan kita berasal dari keluarga, budaya, sistem pendidikan kita, hiburan, berita, agama, dan banyak lagi. Apa yang kita percayai, menentukan jalan hidup kita. Bahkan orang Kristen yang telah lahir baru dan dipenuhi dengan Roh Allah, namun bergumul dengan kepercayaan yang membentuk mereka sebelum mereka mengenal Tuhan.

Dalam masyarakat saat ini, kebenaran dimaknai dengan menjadi apa pun sesuai keinginan beberapa orang. Mereka memutuskan bahwa kebenaran semuanya “relatif”, – hanya tinggal sedikit kebenaran yang solid yang tersisa -, muncullah “kebenaran baru” yang tidak benar.

Tanpa adanya kebenaran yang spesifik dan tidak berubah-ubah, – akibatnya masyarakat mengalami kekacauan, kerusakan moral, dan bagi banyak orang – menyebabkan keputusasaan. Hal ini pula yang menjelaskan penyebab terjadinya lonjakan tingkat depresi, kekerasan, dan bunuh diri, yang kita lihat hari-hari ini.

Celakalah mereka yang menyebutkan kejahatan itu baik dan kebaikan itu jahat, yang mengubah kegelapan menjadi terang dan terang menjadi kegelapan.
Yesaya 5:20 TB

Konsekuensi karena menolak kebenaran Tuhan dan menerima kebohongan budaya saat ini, bisa sangat parah.
Ketika 2 + 2 dapat menyamai apa pun yang Anda inginkan, tidak ada lagi fondasi untuk kesuksesan, kedamaian, dan kemakmuran.

Setiap kepercayaan membutuhkan landasan, dimana diatas ya otoritas didirikan.
Mengapa Anda percaya apa yang Anda yakini?
Apakah otoritas yang menjunjung tinggi kepercayaan itu?
Apakah ini sekedar pendapat Anda? Pendapat orang lain? Apakah ada yang namanya kebenaran mutlak yang mendasarinya?

Sungguh baik untuk membangun hatimu sendiri di dalam Kebenaran. Inilah satu-satunya sumber iman dan kedamaian. Pertimbangkan hal berikut dan tanyakan pada diri Anda sendiri, apakah Anda sedang membangun hidup Anda di atas Kebenaran.

Dasar firman-Mu adalah kebenaran.
Mazmur 119:160 TB

Semua firman Allah adalah murni. Ia adalah perisai bagi orang-orang yang berlindung pada-Nya.
Amsal 30:5 TB

“Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.”
Yohanes 17:17 TB

Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Mazmur 12:7 TB

Sebab Kristus adalah ”ya” bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh Dia kita mengatakan ”Amin” untuk memuliakan Allah.
2 Korintus 1:20 TB

….. tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda?
Matius 22:31 TB

Apakah Anda mempercayai Firman-Nya? Apakah itu dasar dari semua keyakinan Anda? Firman Tuhan adalah otoritas terakhir untuk memastikan apa yang benar. Kehidupan yang berkelimpahan hanya dapat terjadi dalam lingkungan yang dipenuhi oleh kebenaran Tuhan.


Apa pun yang kita butuhkan dalam hidup ini telah tersedia lengkap dan sempurna di dalam roh kita. Itulah anugerah.
Roh Allah dengan segala kekayaan-Nya berada di dalam roh orang yang sudah lahir baru.
Tetapi kekayaan itu tidak termanifestasi secara otomatis.

Tugas kita setelah lahir baru adalah bercermin dalam firman Tuhan untuk menemukan jati diri kita sesuai firman Tuhan dan menemukan harta karun yang telah tersimpan di dalam roh kita. Lalu kita memanifestasikannya sesuai dengan panduan di dalam firman-Nya!

Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku. Dan kamu akan menerima kebenaran dan kebenaran itulah yang akan memerdekakan kamu.

Kelimpahan yang bisa kita terima berbanding lurus dengan pengetahuan kita akan kebenaran Firman Tuhan, serta pengenalan kita akan Allah.

Hal lain yang kerap dilupakan orang, bahwa penghalang kita tidak bisa menerima manifestasi kelimpahan Tuhan, karena kita berada pada lingkungan yang salah.

Lho koq bisa?
Di Nasaret, karena mereka tidak percaya, tidak banyak mukjizat diadakan Yesus di situ.
Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya.” (Mat 13:54-58)

Artinya, ketika kita bergaul dengan lingkungan yang salah, bisa saja menyebabkan kita gagal memperoleh terobosan keuangan, kesembuhan dan berbagai keuntungan lainnya.

Mari kita uji kembali dasar kepercayaan kita, apakah kita sudah mempercayai kebenaran yang sesungguhnya?
Sudahkah kita mengenal Tuhan dengan benar?
Apakah kita berada di lingkungan yang benar?

Jika semua jawabannya YA, tinggal tunggu waktu kelimpahan tercipta dalam hidup kita.

God’s Words are an Unbreakable Contract.

Firman Tuhan adalah Kontrak yang Tidak Dapat Dibatalkan.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Sifat Dari Pemberian

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Sifat Dari Pemberian.

Apa yang membuat pemberian kita hidup dan menjadi berkat? Hanya hati kita yang dapat menentukan apakah pemberian kita adalah kewajiban, pengorbanan, atau menjadi benih berkat. Kebutuhan gereja kita tidak menentukan sifat pemberian kita. Kebutuhan orang-orang di sekitar kita tidak akan menghidupkan pemberian kita. Kemungkinan timbul rasa bersalah yang mungkin dirasakan ketika kita tidak memberi, tidak beriman atau tidak melepaskan berkat. Satu-satunya cara memberi yang menyentuh baik di alam natural mau pun spiritual adalah memberi dengan memotivasi kasih.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal…
Yohanes 3:16 TB
Pemberian yang memiliki potensi rohani, dimotivasi oleh kasih. Benih alami mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya. Benih uang juga mengandung sifat dan kehidupan dari sumbernya juga. Hati si pemberilah yang menentukan sifat dan masa depan baik benih uang, mau pun tindakan memberi, memberkati atau melayani.

Banyak orang Kristen memberi dengan patuh dengan pikiran mereka yang dipenuhi dengan pengajaran tentang memberi dan menerima, tetapi jika hati mereka tidak dimotivasi oleh kasih, pemberian itu mungkin hanya sekedar mengalir saja. Kasih selalu memberi, tapi tidak semua pemberian itu lahir dari kasih.

Pemberian disertai kasih adalah memberi dengan iman. Memberi dengan iman, disertai pemahaman bahwa benih kasih, entah itu benih melayani atau pun benih pemberian, akan membawa pelipatgandaan ke dalam kehidupan baik mereka yang menerima maupun mereka yang memberi. Kasih memberi dan melepaskan anugerah.

Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kita, supaya kita senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan…… Ia yang menyediakan benih bagi penabur, dan roti untuk dimakan, Ia juga yang akan menyediakan benih bagi kita dan melipatgandakannya dan menumbuhkan buah-buah kebenaran kita;
2 Korintus 9:7?-?10 TB

Uang dan sumber daya kita bisa menjadi ekspresi kasih, atau justru menjadi fokus ketakutan, stres, dan kepahitan yang kita rasakan. Mereka yang berada dalam ketakutan, stres dan kepahitan, biasanya menolak pesan memberi dan menerima. Sedangkan mereka yang hidup oleh kasih, dengan senang hati masuk ke dalam Kerajaan pertumbuhan.

“The Nature of Giving” – Barry Bennett.


Tuhan lebih melihat hati, motivasi kita di dalam melakukan sesuatu, daripada apa yang kita lakukan.
Banyak perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan, membuat kita terpukau….
Ternyata motivasi dibaliknya, untuk kepentingan tersembunyi dari si pemberi.
Si pemberi mendapatkan pujian, promosi, untuk peran serta jabatan-jabatan yang lebih tinggi. Dianggap sebagai ‘malaikat’, dengan bukti pelayanannya, ‘dijual’ hingga ke berbagai negara. Sarana untuk mengumpulkan dana dari donatur.

“Cari donatur itu gampang….,” ujar seorang teman yang pergaulannya luas, sedang menjanjikan dana bagi project yang sedang digagas.
Pertanyaannya:
Kepentingan siapa yang sedang diperjuangkan?
Tujuannya apa? Dasarnya apa?

Teringat pengalaman bertahun-tahun lalu, ada sebuah panti asuhan yang dikelola asal-asalan, bahkan kejam. Kekerasan kerap terjadi. Dengan adanya anak-anak asuh, sang pengelola menggunakannya sebagai sarana untuk mengumpulkan dana. Kepentingan anak-anak asuh, tidak diperhatikannya. Tidak peduli hari sekolah, anak-anak dibawa berkeliling untuk mencari dana.

Tuhan menekankan, pemberian yang berkenan adalah pemberian yang didasari kasih.
Tanpa kasih, apa pun yang dilakukan menjadi sia-sia.
Pemberian yang didasari kasih itulah yang disebut Pemberian Iman, yang berkenan kepada Allah dan bertumbuh, berbuah serta berlipatganda.

Jaga motivasi hati kita jujur dan tulus senantiasa, karena Tuhan berjanji, orang yang suci hatinya akan melihat Allah.
Bukankah tidak ada kebahagiaan yang melampauinya?
Ini bukan keputusan sekali seumur hidup namun keputusan setiap hari.

Tanyakan kepada diri kita sendiri, apa motivasi kita dalam melayani atau memberi?
Siapa yang dipermuliakan: Tuhan Yesus atau kita?
Mari kita jaga hati kita tulus dihadapan-Nya.

It’s not about you; It’s about being a vessel for Jesus Christ to move through.

Ini bukan tentang Anda; Ini tentang menjadi wadah bagi Yesus Kristus untuk bergerak.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 166 167 168 169 170 314