Category : Articles

Articles

Apakah Kita Telanjang Di Hadapan Allah?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah Kita Telanjang Di Hadapan Allah?

Adam dan Hawa saat di Taman Eden, mereka telanjang tetapi tidak malu. Karena manusia diciptakan Tuhan untuk telanjang, terbuka, apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi dan itu yang membuat manusia merasa nyaman.
Ketelanjangan menimbulkan kerentanan, rapuh, lemah…. Ini menunjukkan kepercayaan dan ketergantungan Adam dan Hawa terhadap Allah.

Ketika manusia jatuh ke dalam dosa, rasa malu muncul. Mereka perlu menyembunyikan sesuatu dan mulailah muncul rasa takut, yang sebelumnya tidak pernah ada.
Dosa senantiasa menyembunyikan sesuatu. Takut ditolak, merasa kurang dan tidak pernah cukup.

Pada waktu menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi, kita lahir baru. Menjadi ciptaan yang baru 2 Korintus 5:17. Manusia lama, nature kita yang lama sudah mati, diganti dengan naturenya Allah. Itulah sebabnya kita dapat berhenti berbuat dosa. Hati kita tidak sejahtera ketika melakukan hal-hal yang berdosa.

Manusia lama yang belum lahir baru, meski pun ingin berhenti berbuat dosa, tidak mampu. Berhenti sebentar lalu jatuh lagi ke dalam dosa. Karena rohnya masih roh yang lama, naturenya (sifat bawaan lahirnya) memang berdosa. Mereka berusaha berbuat baik atau menjadi baik, dengan kekuatannya sendiri. Itu mustahil.

Itulah sebabnya, ada yang bertanya, koq bisa orang yang setiap minggu ke gereja, bahkan ada pula yang terlibat pelayanan, tetapi jatuh dalam dosa berulang kali. Menipu, makan duit teman, berzinah dsb.
Pertanyaannya:
Sudah lahir baru belum?

Dari hasil riset, 60% orang-orang yang ke gereja belum lahir baru dan belum mengalami pembaharuan budi sesuai Roma 12:2. Terutama di Amerika.
Bagaimana dengan di Indonesia?
Wallahualam.

Kebanyakan mereka sekedar Convert, alias berubah status, dulunya di KTP agama lain, sekarang tertulis agamanya Kristen.
Bukan bertobat!
Bertobat artinya berbalik arah, jika dulunya hidup menurut hukum dunia, sekarang hidup menurut hukum kerajaan Allah. Tidak berhenti disitu saja, tetapi mengalami perubahan mindset dan cara memandang segala sesuatu. Sekarang melihat dengan kacamata Allah.
Dalam segala sesuatu, pertimbangannya, apakah pikiran, perasaan dan tindakannya menyenangkan hati Tuhan?

Allah Tritunggal berdiam di dalam roh yang sudah lahir baru. Allah itu murni, mulia, agung, maka kemurnian, kemuliaan serta keagungan Allah pun terpancar melalui roh kita.
Nature Allah menjadi nature kita di dalam roh.

Hubungan kita, baik dengan Allah mau pun sesama, kembali seperti saat Adam belum jatuh ke dalam dosa. Kita rindu untuk kembali kepada nature kita yang baru, nature alami sebagai ciptaan baru: bersikap terbuka, jujur apa adanya.

Masalahnya, jiwa (pikiran, emosi & kehendak) dan tubuh kita masih tetap yang lama.
Pada awalnya, jika sebagai ciptaan baru berbuat dosa, nurani kita berontak, tetapi jika terus menerus dibungkam, lama kelamaan nurani menjadi tumpul. Sehingga hidupnya tidak berbeda dengan orang-orang dunia, meski sesungguhnya dia sudah lahir baru.

Tugas kita setelah lahir baru adalah memperbaharui pikiran kita agar selaras dengan kebenaran Firman Tuhan. Semakin selaras jiwa kita dengan firman-Nya, semakin peka mendengar suara-Nya dan semakin Supernatural hidup kita.

Semakin banyak firman tertanam dalam hati kita, semakin kita mengenal dan memahami kasih Allah.
Dan…. Di dalam kasih tidak ada ketakutan. 1 Yoh 4:18.
Kasih Allah menerima kita tanpa syarat, unconditional love.
Saat berdosa, kita bisa segera datang, bertobat, maka dosa kita yang merah seperti kirmizi akan diubah menjadi seputih salju.

Setiap kita pernah berbuat salah dan akan berbuat salah sekali waktu. Itu manusiawi. Kita masih dalam proses menjadi makin dewasa rohani dan sedang menuju kesempurnaan, serupa dengan Yesus. Ini proses yang terus kita bangun hingga pulang ke rumah Bapa.

Tetapi jangan sampai satu kesalahan yang mungkin saja tidak sengaja, atau kita sengaja karena kurangnya berhikmat, ketika itu terjadi, kita bersikukuh enggan bertobat.
Justru mendirikan benteng, memberikan alasan, lalu menutupinya dengan kebohongan lainnya. Akhirnya akan bergulir seperti bola saju yang kian besar dan tidak mampu lagi diatasi. Akibatnya sangat menghancurkan.

Padahal solusinya so simple.
Mengakui kesalahan kita dan bertobat.
Itulah sebabnya Daud yang sudah berzinah bahkan membunuh Uria, tentaranya yang setia, masih diberi julukan “Orang Yang Hatinya Berkenan Kepada Allah.”

Daud berdosa, namun dia segera bertobat. Mengakui dengan jujur kesalahannya dan kembali kepada Tuhan.
As simple as that….

Give your burdens to the lord, and he will take care of you. He will not permit the godly to slip and fall.
Psalms 55:22

Serahkan bebanmu, kekuatiranmu, kesalahanmu, masalahmu, keinginanmu, kepada Tuhan, dan dia akan menjagamu. Tidak dibiarkannya orang saleh tergelincir dan jatuh. Mazmur 55:22

Dengan meneladani apa yang Daud lakukan, damai sejahtera Allah yang melampaui segala akal, memelihara hati dan pikiran kita.
Inilah yang dirindukan oleh orang-orang dunia.


Dunia menawarkan cara cepat untuk menjadi kaya secara materi. Kerap kita merasa, wow…. Koq bisa orang yang curang diberkati sedemikian rupa.
Tetapi tidak lama kita melihat, berbagai kasus menimpa, dan dalam sekejap semuanya hilang.

Tidak hanya itu, tipu daya kekayaan dunia, secara samar kemudian menyeret anak-anak Tuhan yang tidak sungguh-sungguh berdiri diatas kebenaran firman-Nya, hidupnya tidak berbeda dengan kehidupan orang dunia.
Setiap pelanggaran selalu ada konsekuensi. Itu hukum alam. Hukum sebab – akibat, tabur – tuai.

Dalam Mazmur 73, Asaf kecewa. Tidak ada gunanya mempertahankan hati yang bersih.
Orang fasik kelihatan beruntung, tidak menderita apa pun. Bahkan menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.
Familiar bukan, kita kerap melihat hal yang sama terjadi di sekeliling kita.

“Sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka. Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur. Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!” kata Asaf,
“Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.”

Tidak ada yang melebihi orang yang menjaga hatinya suci, tulus, murni dan bersih, karena dia akan melihat Allah. Mat 5:18.
Tidak ada kebahagiaan dan kemakmuran sejati diluar Tuhan. Berkat Tuhan itu lengkap bagi roh, jiwa dan tubuh kita.
Mau?
Praktik yuk….

Keep your heart pure. A pure heart is necessary to see God in each other. If you see God in each other, there is love for each other, then there is peace – Mother Teresa.

Jagalah kemurnian hatimu. Hati yang murni diperlukan untuk melihat Tuhan dalam diri sesama. Jika kita melihat Tuhan dalam diri satu dengan yang lainnya, di sana kasih bagi sesama, maka di sana ada kedamaian pula – Bunda Teresa.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

“Love From A Distance? Kadang Perlu!”

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

“Love From A Distance? Kadang Perlu!*

“Masih ingat gak Bu Yenny waktu kita ketemu di acara pertama Aspirasi dulu. Ketika saya memuji salah satu buku karya teman Aspirasi juga, Bu Yenny bertanya ke saya, di mana bagusnya buku itu….. Waktu itu saya juga membaca buku Bu Yenny, tapi tidak memberi komentar. Bukan berarti buku Bu Yenny tidak bagus lho. Kebiasaan saya, tidak asal komentar tanpa makna (tidak suka berpura-pura),” chat dari P. Eka Wartana,
“Nah, belakangan ini, dari tulisan-tulisan Bu Yenny saya melihat kualitas tulisan yang sangat bagus. Saya sangat kagum dengan tulisan-tulisan Bu Yenny yang menarik. Bener deh, keren banget cara penulisannya. Keep your excellent way of writing Bu Yenny!”

“Thank you, ini berharga sekali. Saya sedang belajar, Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah. Terimakasih untuk support P. Eka… Saya sangat menghargainya.”

P. Eka Wartana, salah satu guru saya yang luar biasa. Beliau penulis buku “Berpikir Tanpa Mikir” yang telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa. Dan buku ini terpilih dipamerkan dalam pameran buku di Jerman dan Inggris.
Meski demikian, P. Eka tetap membumi dan bersahabat dengan siapa saja, termasuk saya.
Sssttt…. Banyak tokoh terkenal yang hanya mau bergaul dengan orang terkenal level tertentu, P. Eka tidak.
Bahkan masih bersedia mengikuti Seruput Kopi Cantik…
Awesome… Sungguh tersanjung. Terima kasih, P. Eka!


Tuhan mendorong saya mengikuti pelajaran relationship Ricky Burge, guru di Charis. Tentang keterbukaan, keberanian berkata jujur serta menerima pula kejujuran yang kerap dianggap ‘kritikan’. Lalu chatt dari P. Eka masuk, membahas hal yang sama. Saya tahu ini bukan kebetulan. Tuhan ingin saya belajar tentang hal ini dan membagikannya pada Anda.

Menerima pendapat yang jujur tidak mudah. Tetapi saya sadar, ini satu-satunya jalan untuk maju. Saya harus tahu, di mana kelemahan saya dan apa kriteria bagus tulisan penulis yang dipuji P. Eka Wartana. Dengan demikian saya tahu apa yang harus diperbaiki, ditingkatkan dan dikejar.
Dari input th 2015, hingga kini setelah 7 tahun, tiap hari menulis, barulah tulisan saya mendapat apresiasi dari P. Eka. Tokoh yang berbobot dan jujur.
Yeaaayyyy….. Puji Tuhan! Senang tentu saja.
Pelajarannya, jam terbang tidak menipu!

Kejujuran sering menyakitkan tetapi itu tetap terbaik, dibandingkan kebohongan meski pun maksudnya untuk kebaikan, karena akan berakhir dengan petaka. Sebuah kebohongan tidak akan cocok dengan apa pun, kecuali dengan kebohongan lainnya, ” tulis P. Chris Manusama, lalu ditutup dengan quotes Baltasar Gracian, “Satu kebohongan menghancurkan seluruh reputasi dalam integritas.”


Suatu ketika, saya menyampaikan pendapat jujur pada seorang kerabat, tentang caranya berbisnis dan mengelola keuangan. Nilai-nilai yang saya pelajari dari papa, saya utarakan apa adanya dan dia tersinggung. Hubungan menjadi tidak harmonis lagi.
Saya memilih mengasihinya dari jauh. Love from a distance. Saya yakin, suatu hari kebenaran yang saya sampaikan, akan diterimanya. Klo bukan saya yang mengatakan kebenaran, lalu siapa lagi?

Secara naluri saya ‘tahu’, jika tidak cocok, ya lebih baik gak usah dekat-dekat, daripada saling menyakiti. Tapi saya tidak yakin keputusan saya benar.

Dalam Question & Answer, Mark, sang host, menceritakan pengalamannya ketika menegur saudarinya, apa yang dilakukannya tidak benar dan tidak sesuai dengan firman Tuhan. Saudarinya marah. Akibatnya, mereka tidak lagi berhubungan lagi selama bertahun-tahun.
Hingga suatu saat, saudari Mark bertobat. Hidupnya berbalik kepada Tuhan, dan menyadari, apa yang dikatakan Mark benar dan semua demi kebaikannya. Hubungan mereka pun dipulihkan.

“Hati-hati dengan pujian, karena cara setan membuai kita ya… melalui pujian. Pujian yang tidak sesungguhnya, membuat kita merasa seperti pujian itu, padahal faktanya tidak. Kita lupa, siapa jati diri kita yang sesungguhnya,” Ricky menjelaskan, “Tampilkan diri apa adanya, maka kita merasa aman. Kerap kita terjebak, dengan teman A menggunakan topeng ini, sedangkan dengan teman B, mengenakan topeng yang lain. Menampilkan berbagai peran berbeda. Setiap manusia butuh intimacy, kedekatan dan penerimaan. Dengan cara mengenakan topeng, seseorang berusaha agar dapat diterima dalam komunitas tsb.

Apalagi dalam berpacaran, tampilkan diri apa adanya. Jangan sampai saat menikah, lalu terkaget-kaget,
“Siapa kamu?” ujar Ricky Burge, “Koq aku merasa begitu asing, tidak mengenalmu. Kamu bukanlah orang yang saya nikahi…”
Dieeeennnkkk…..

Kisah sarkastik yang diceritakan Ricky lucu, namun tidak jarang sungguh-sungguh terjadi. Beda sekali yang ditampilkan saat pacaran dengan faktanya. Seperti membeli kucing dalam karung. Jangan sampai membuat orang lain salah persepsi bahwa kita A, sementara sebetulnya B. Kejujuran dan keterbukaan sangat penting, apalagi pernikahan itu masalah seumur hidup.

Bersikap jujur, artinya dapat dipercaya, tulus, setia, dan adil. Kejujuran salah satu atribut terpenting dalam hidup, yang memberikan ketenangan pikiran di mana kita tidak perlu terganggu oleh kebohongan yang kita katakan, orang pun akan selalu mempercayai dan menghormati kita.

Sungguh melegakan hati saya, ketika Ricky Burge menegaskan, untuk berjalan bersama dibutuhkan titik awal, start berupa nilai-nilai yang sama.
Jika tidak ada ‘something in common’, bagaimana mereka bisa berjalan bersama? Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka tidak SEPAKAT?”, demikian ungkapan sang bijak.

Memaksa bergaul, berjalan bersama, ketika standar nilai-nilai keduanya berseberangan, justru akan menimbulkan kerusakan – kerusakan yang jauh lebih parah.
Sikap Love from A Distance, seperti Mark itu perlu, hingga suatu ketika terjadi Breakthrough, barulah pemulihan bisa terjadi.

Tuhan itu Allah yang Maha-baik. Saat kita ragu, bertanyalah!
Dia senantiasa menjawab!

“Honesty is the fastest way to prevent a mistake from turning into a failure.” – James Altucher

“Kejujuran adalah cara tercepat untuk mencegah kesalahan berubah menjadi kegagalan.” – James Altucher

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Masih Adakah Malaikat Allah? Yess!!!

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Masih Adakah Malaikat Allah? Yess!!!

Masih ingat P. Hendri Mac Gyver?
Ada cerita baru yang unik. Seperti biasa, P. Hendri idenya banyak. Kali ini dia ingin bikin mesin yang belum ada di Indonesia…. Maklum ‘Mac Gyver’ …

Suatu hari P. Hendri mengajak Bu Rosita, istrinya berburu alat tertentu, yang hanya ada di Cibitung. Bukan peralatan yang siap pakai, tetapi ada tukang yang bisa membuatnya.

Ternyata tidak semudah yang dibayangkannya, rumah si tukang betul-betul di pelosok, hingga mereka tidak mengenali lagi, mereka ada di mana?
Betul-betul desa… Seolah bukan di Jabodetabek lagi.

Saat pulang, hari sudah mulai gelap. Sempat tersesat, Google maps tidak terlalu jelas, ternyata salah arah…
Hujan deras turun, tidak ada lampu jalanan.
Di sana sini air tergenang.
Ketika hendak putar balik, melewati genangan air, lalu terdengar Gludaaak….
P. Hendri turun melihatnya…. Basah kuyup.
Alamaaaakkk….
Ban kiri mobil terperosok masuk ke selokan yang tertutup air.

Panik, galau dan perasaan kacau balau menyelimuti hati mereka berdua.
Daerah sepi, tanpa lampu, tidak ada rumah penduduk….
Siapa yang bisa menolong?
Sambil terus berdoa dalam hati, “Tuhan, tolong….”
Hanya itu yang bisa diucapkan.
Segala upaya diusahakan, mobil bergeming. Kokoh. Tidak bergerak sedikit pun.

Lama… P. Hendri berusaha dengan segala cara, menarik mobilnya keluar. Ada sich tali di mobilnya, tapi butuh mobil lain untuk menariknya.
P. Hendri suka siap sedia, maka selalu menyimpan tali yang ada alatnya untuk menarik mobil lain sedang kesulitan, mogok dsb. Tapi kali ini justru mobil P. Hendri yang butuh bantuan.
Air hujan sangat sangat deras, seolah diguyurkan dari langit…
P. Hendri kelelahan…. Tak tahu apalagi yang harus dilakukannya…

Sinar lampu menyorot dari kejauhan…. Makin lama, makin mendekat…. Harapan menyeruak dalam dada.
Sebuah mobil pick up barang kecil lewat. Segera P. Hendri minta tolong.
P. Haji yang berusia setengah tua, yang mengendarainya, bersedia menolong.
Dua orang pria sepuh bekerjasama, mengerahkan upaya mereka sebisanya.

“Saya beneran galau… Mobil kami fortuner, besar dan berat. Sementara pick up Pak Haji itu seperti mobil Zebra yang kecil. Betul saja… Meski sudah berusaha menarik mobil kami sampai suara pick up meraung, tetap tidak bergerak,” B. Rosita bercerita,
“Tahu gak Yenny, ajaibnya sebuah doa… Tiba-tiba entah darimana, ada motor dengan pengendaranya yang berbadan besar lewat. Tanpa kami minta tolong dan tanpa berkata sepatah kata pun, langsung dia parkir motornya di tengah jalan di tengah guyuran air hujan yang deras, berlari menuju mobil kami, lalu diangkatnya sisi mobil yang terperosok ke selokan.
Dengan bantuan pria muda tadi, mobil Pak Haji mampu menarik mobil kami keluar dari selokan.

Setelah mengangkat mobil, tanpa berkata apa pun, pria muda itu bergegas setengah berlari menuju motornya. Sampai Ko Henri berlari-lari mengejar mengucapkan terimakasih dan memberikan love gift. Anak muda itu betul-betul tulus menolong tanpa mengharapkan apa pun… Bahkan menengok pun tidak. Sudah mengangkat mobil, langsung lari…. Mungkin karena hujan memang deras sekali.

Demikian pula dengan Pak Haji, begitu selesai menarik mobil kami, segera bersiap pergi. Hingga P. Hendri mesti berlari-lari, mengejar sang pemuda lalu segera berbalik mengejar Pak Haji, mengucapkan terimakasih dengan love giftnya. Awalnya P. Haji menolaknya, hingga Ko Hendri ‘memaksa’ agar bersedia menerimanya. Mereka begitu tulusnya menolong kami…

Ajaibnya, mobil kami yang terperosok itu tidak ada cacat sedikit pun, karena persis terduduk diatas bumper besi depan, seperti sengaja diletakkan pas di atas lubang tsb.
Yang cacat justru besi bumper tsb karena bekas benturan sewaktu terperosok
Luar biasa….

Tuhan betul-betul mengirimkan malaikat-malaikat-Nya. Bayangkan kalau tidak ada mereka, Ko Hendri sudah berusia 70 tahun, kami terjebak di tengah hujan lebat di tempat antah berantah. Bisa apa coba? Tetapi Tuhan senantiasa menyertai dan tidak pernah terlambat!”

Terimakasih Pak Haji dan Terima kasih Mas pengendara motor…

Wow…. Sungguh terpukau mendengarnya….


Karena berberapa bulan tidak bertemu B. Rosita, meski kami bertetangga, cerita pun berlanjut.

Suatu hari P. Hendri dan B. Rosita ke Ace Hardware di QBIG, Tangerang.
Ketika sedang memilih berbagai barang, B. Rosita ingin ke toilet.
Nach di toilet ada tempat tissue, B. Rosita meletakkan HPnya di atas tempat tissue. Samsung Flip Z terbaru seharga 15 jutaan waktu beli.
Saat keluar, dilihatnya seorang gadis muda cantik yang masuk ke toilet setelahnya.

Belanja berbagai barang, tentu membutuhkan waktu cukup lama. Setidaknya 2 jam lebih sudah berlalu.
Tiba waktu untuk membayar belanjaan.
B. Rosita baru sadar, koq HPnya tidak ada.
Blank….
Gak ingat sama sekali ada di mana.
Dicoba untuk ditelpon, masih berdering. Berarti tidak dicuri orang.
Akhirnya, putus asa. P. Hendri mengajak B. Rosita pulang.
Mereka sudah masuk mobil, mulai jalan keluar… Tiba-tiba B. Rosita teringat, siapa tahu tertinggal di toilet.

“Sudah percuma. Kalau pun tertinggal, pasti sudah diambil orang. HP itu kesukaan pencuri. Apalagi ini HP mahal,” kata P. Hendri.

B. Rosita bersikukuh cek toilet.
Ketika sampai di toilet, ada sepasang suami sedang mengganti diaper bayinya di washtafel.

Segera B. Rosita masuk ke toilet, dan HP-nya masih berada di tempat semula, hanya sedikit bergeser mungkin karena disetel pada suara dering plus getar.

Sungguh suatu mujizat jika HP mahal yang tidak ada pemiliknya, di toilet umum, sejak tadi keluar masuk orang ke sana dan tidak hilang.
Selama B. Rosita menelepon, tentunya pasangan suami istri itu pun mendengar suara telepon B. Rosita yang berbunyi keras.

“Seolah Tuhan buat mata orang-orang ‘buta’ tidak melihat, dan telinga mereka dibuat ‘tuli’ sehingga dering telepon saya yang disetel maximum, tidak menarik perhatian mereka. Allah sungguh baik, senantiasa melindungi. Benar-benar tidak ada yang mustahil bagi Allah. HP murah saja biasa ketinggalan, hilang. Ini HP mahal, aman sentosa. Jika bukan Tuhan yang melindungi, semua sia-sia…., ” B. Rosita mengungkapkan syukurnya.

Kesaksian akan kebaikan Tuhan senantiasa menyejukkan hati.
Membuat hati merasa aman.
Tuhan senantiasa menyertai dan ada perbedaan bagi orang-orang yang hatinya sungguh-sungguh berpaut kepada-Nya.

Without faith, nothing is possible. With it, nothing is impossible.- Mary MacLeod Bethune.

Tanpa iman, tidak ada yang mungkin. Dengan Iman, tidak ada yang tidak mungkin.- Mary MacLeod Bethune.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Menjadi Orang Percaya Yang Hidup Seimbang Yuk…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Menjadi Orang Percaya Yang Hidup Seimbang Yuk…

Masih ada teman-teman kristen yang hidupnya tidak seimbang. Seorang teman begitu fokusnya pada kehidupan rohaninya, sehingga tidak mengurus kehidupan jiwa dan tubuhnya. Bisnis tidak dikelolanya dengan baik. Berulang kali terjepit, lalu Tuhan memberinya mujizat.
Repotnya, justru mujizat ini dianggapnya bahwa dia rohani sekali, berada di jalur yang benar sehingga mujizat terjadi.

Ini mindset yang salah!
Mujizat dilakukan Tuhan, KARENA TERPAKSA, demi menolong anak-anak-Nya yang belum bisa menghidupi Hukum Kerajaan Allah.
Yang Tuhan inginkan, agar anak-anak Tuhan hidup di dalam berkat. Apa pun yang kita butuhkan tersedia, karena kita menghidupi prinsip-prinsip Hukum Kerajaan Allah
.
Berbisnis dan hidup sesuai jalur yang benar.

Apa bedanya berbisnis dengan menjadikan Tuhan, Pemimpin yang sejati- dengan yang tidak?
Jika kita berusaha dengan upaya 10, maka secara natural kita menerima 12, karena ada laba 2. Ini terjadi jika kita berbisnis dengan mengandalkan kekuatan sendiri.
Ketika kita mengandalkan Tuhan, bekerjasama dengan-Nya, maka usaha kita 10, jika kita menghidupi hukum-hukum-Nya dilipatgandakan Tuhan 30, 60 atau 100x lipat.
Nach perbandingannya, dengan usaha sendiri, yang didapat 12, bekerjasama dengan Tuhan, jika dilipatgandakan 30x saja = 10 x 30 = 300.
Dahsyat bukan?

Perhatikan, 300 ini dicapai jika kita menjalankan bisnis sesuai prinsip firman Tuhan atau Hukum Kerajaan Allah.
Tetap bekerja dan mengikuti aturan bisnis lho!

Di alam natural, kita paham, klo mau panen mangga ya harus menanam dulu biji atau cangkokkan pohon mangga.
Tidak bisa gak menanam apa pun, lalu sekedar berdoa, minta panen mangga.
Tapi ketika berhubungan dengan Tuhan, sebagian orang bersikap demikian. Mindsetnya, klo sama Tuhan, sesama orang kristen, semua wajib gratis.

Ada orang-orang kristen yang hanya fokus pada yang rohani, bisnis Tidak Dijalankan sesuai aturan yang berlaku dalam dunia bisnis mau pun Firman Tuhan. Tidak heran bisnisnya gagal atau stagnan.
Contoh:
Jatuh tempo hutang, harus bayar. Amsal 12:22
Jaga nama baik. Amsal 22:1
Berdagang dengan cara jujur dan benar. Amsal 11:1 & 20:10
Sebelum melakukan sesuatu, dipertimbangkan. Lukas 14:28

Yang belum baca, bisa KLIK:
https://yennyindra.com/2022/08/apa-yang-paling-berharga-dalam-hidupmu/

Manusia terdiri dari roh, jiwa dan tubuh.
Artinya, tidak hanya yang rohani yang dibangun tetapi jiwa dan tubuh juga.
Jiwa artinya kita harus terus menambah pengetahuan. Bahkan untuk pemahaman yang rohani pun ketika sekolah di Charis, banyak pewahyuan baru dibukakan. Ternyata belajar sendiri saja tidak cukup.
Level 3 di Charis, kami belajar leadership, bagaimana menerapkan firman Tuhan dalam kehidupan yang nyata. Di market place. Semua perlu dipelajari… Tidak secara otomatis kita kuasai hanya dengan berdoa semata.

Lalu trend dunia berubah. Cara berbisnis, beriklan, bersosialisasi, berubah. Jaman internet dan sosmed. Kita harus belajar juga bagaimana memanfaatkannya untuk berbisnis, pelayanan dan hal-hal lainnya secara positif.
Belajar pula bagaimana membangun hubungan dll.

Melibatkan Tuhan juga? Iya dong…. Wajib.
Sadarkah kita, ketika membaca Alkitab disertai Roh Kudus, maka pewahyuannya up to date untuk abad ke 20?
Tuhan membimbing, agar kita belajar pada orang yang tepat, pelajaran yang tepat pula serta menyediakan orang-orang yang tepat untuk menolong kita.
Tuhan yang meluruskan jalan kita.

“Tanpa Tuhan, manusia tidak bisa membedakan yang baik dan yang jahat,” ujar P. Irwan, dirut Charis.

Ada jalan yang disangka lurus tetapi ujungnya menuju maut. Siapa yang tahu mana jalan yang beneran lurus? Tuhan. Dia Allah yang dapat melihat jauh ke masa depan.

Tubuh juga mesti dipelihara. Kita perlu merawat tubuh dengan baik.
Tidak sedikit teman-teman yang mendapat kesembuhan, tetapi karena tetap meneruskan gaya hidup yang lama, akhirnya sakit lagi.

“Harta kehidupan ada 6 macam,kita tidak boleh hanya fokus pada salah satu harta yang kita miliki.
Bangun harta rohani terlebih dahulu,sebelum membangun Harta lainnya.

Harta ada 6 macam
Harta Rohani : bagaimana hubungan dengan Tuhan dan menerapkan ajaranNya dalam kehidupan kita.
Harta Jiwani : menambah pengetahuan atau segala kebutuhan jiwa untuk menambah kopentensi.
Harta Tubuh : menjaga tubuh kita tetap sehat.
Harta Keluarga : memberikan waktu untuk membangun bersama keluarga.
Harta Duniawi : kebutuhan akan materi untuk hidup seperti uang dan aset-aset material, wajib dikelola dengan bijak.
Harta Hubungan : membangun relationship dengan sesama,” demikian Siuling sahabat saya menjelaskan.

Gak bisa hanya fokus yang rohani, tetapi yang jiwa dan tubuh juga harus dipelihara bersama dengan Tuhan. Biarkan Tuhan yang menjadi Boss dari semuanya.


Anugerah alias Grace juga wajib seimbang.
Grace dan Faith mesti seimbang.
Ada Anugerah yang gratis dari Tuhan, tetapi harus direspon dengan Faith. Iman.
Tidak terjadi secara otomatis.
Dalam setiap aspek kehidupan juga demikian. Ada bagian Tuhan dan ada bagian manusia.

Saya suka sekali dengan pelajaran praktis, yang pernah saya dengar bertahun-tahun yang lalu.
Ketika Anda menikah, saat itu juga mulailah cari tahu berapa biaya persalinan dan sekolah Taman Kanak-Kanak (TK), lalu hitunglah plus inflasi pertahun dan mulailah menabung.
Sehingga saat istrimu hendak melahirkan atau anakmu akan masuk TK, tidak perlu gedor-gedor pintu surga, meminta mujizat.
Tabungannya sudah cukup, sehingga hidup jauh lebih nyaman.

Hidup kita itu konon Alkitab yang terbuka.
Jika kita bisa mengatur kehidupan dengan baik, itulah demonstrasi kebaikan Tuhan melalui kehidupan kita. Jadilah bijak!


“Ternyata Tante Siuling gak Tuhan-Tuhan-an saja, tetapi mengelola bisnis dengan disiplin,” ujar seorang pemuda memuji Siuling, sahabat saya.

Siuling pribadi yang on-time, teratur, mampu memanage keuangan, bisnis serta segala sesuatu dengan baik. Di samping itu dia juga tekun mengejar kebenaran Tuhan dan menghidupinya.
Orang-orang di sekelilingnya, bisa merasakan wibawa Allah yang menyertainya. Respek dan didengar. Berbisnis dengan baik. Menjadi teladan yang nyata. Menjawab kebutuhan dan menjadi solusi bagi orang-orang yang dilayaninya.
Bukankah setiap orang hendaknya demikian?

Karena punya pabrik, beberapa kenalan baru mendekati ingin jadi distributor.
Awal saat berkenalan, menceritakan bisnisnya sedemikian memukau. Jalur distribusinya oke sekali, pegang produk-produk terkenal pula.

“Oh, teman ini ingin buka divisi baru rupanya… Divisi tangki air dan pipa pvc,” pikir saya.

Menjadi distributor tentu perlu menyediakan modal tersendiri, staf khusus, gudang dan armada. Barang-barang produk kami volumenya cukup besar, butuh tempat yang cukup. Namun saat sungguh-sungguh negosiasi, ketahuanlah bahwa maunya jadi distributor tetapi kemampuannya hanya sekedar makelar. Semua persyaratan sebagai distributor belum ada dan belum siap mengadakannya. Yang lebih repot lagi, setiap pembicaraan dikemas dengan bahasa yang super-rohani dan kristiani.

Karena sama-sama Kristen, ada teman yang saat berhutang, justru minta pembayaran diperpanjang. Klo bisa mintanya harga cash, tapi tempo sepanjang-panjangnya.
Gak paham logikanya bagaimana?

Sebagian anak-anak Tuhan tidak paham hal ini, sedangkan orang-orang dunia justru sudah mengerti. Ini sesuatu yang sudah sewajarnya di dunia bisnis.

Sebab anak-anak dunia ini lebih cerdik terhadap sesamanya dari pada anak-anak terang. Lukas 16:8 TB


Dalam pelayanan, saya berprinsip itulah kesempatan saya sedikit mengembalikan kebaikan Tuhan. Dia sangat-sangat baik. Sebagai ucapan syukur. Semua gratis. Free.
Persembahan saya untuk Tuhan.
Tetapi saat berbisnis, mari kita berbisnis dengan cara yang benar juga. Ini sawah ladang di mana melaluinya, Tuhan mencurahkan berkat-Nya sehingga saya punya dana extra, benih yang bisa ditabur untuk pelayanan.
Jangan dicampur aduk.
Bisnis ya bisnis. Pakai aturan bisnis.
Pelayanan ya pelayanan. Pakai aturan pelayanan.

Mari kita hidup sebagai orang kristen yang seimbang dan memiliki batasan alias boundaries yang jelas.

“Boundaries define us. They define what is me and what is not me. A boundary shows me where i end and someone else begins, leading me to a sense of ownership. Knowing what I am to own and take responsibility for gives me freedom. – Dr. Henry Cloud.

Batasan (boundaries) mendefinisikan kita. Batasan itu mendefinisikan apa yang memang saya (hak dan kewajiban saya) dan mana yang bukan saya. Sebuah batasan menunjukkan kepada saya di mana saya berakhir dan orang lain memulai, membawa saya kepada rasa memiliki. Mengetahui dengan pasti, apa yang harus saya miliki dan apa tanggung jawab yang mengikutinya, sehingga memberi saya kebebasan. – Dr. Henry Cloud.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah Sepatu Anda Melekat Ke Bumi?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apakah Sepatu Anda Melekat Ke Bumi?

Bukannya langit yang terlalu tinggi, tetapi sepatu yang melekat ke bumi – Prasetya M. Brata.

Mak Jleb…

Ada seorang teman yang sudah almarhum kerap saya godain. Dari lahir hingga kuliah, lalu menikah, hingga meninggal dunia tidak pernah tinggal di luar Surabaya. Beneran terjadi demikian.
Ada juga teman di Solo yang serupa. Bahkan dengan bangga berujar, tidak ada tempat di dunia yang lebih enak daripada Solo. Bahkan di Amerika pun gak seenak Solo, katanya.

Salah satu hal yang paling saya syukuri dalam hidup ini, hidup saya penuh warna. Tidak membosankan….
Mengalami tinggal di berbagai kota dengan berbagai serba-serbinya.
Kebumen, Semarang, Jogja, Solo, Surabaya, Jakarta.
Setiap kota, baik besar mau pun kecil, punya ciri khas masing-masing dan keunikan yang berbeda.
Hhhm… Tentu saja kulinernya penuh variasi pula… Jadi ingat sohib saya, Imam, yg paalllliiiing hobi makan…

Belum lagi pengalaman dengan P. Indra melanglang buana ke berbagai negara di dunia… Untungnya P. Indra pribadi yang berani. Berulang kali kami mengunjungi negara yang baru pertama kali didatangi, turun airport, sewa mobil dan explore negara tersebut bermodalkan GPS.
Seru… Kesasar, mesti menyesuaikan diri, berpikir bak main puzzle dan yang paling saya sukai, punya pengalaman mengandalkan Tuhan 100%. Lha gak ada yang dikenal di negara itu, jadi beneran hanya bergantung kepada Tuhan.
Kecopetan pernah, hp ketinggalan beberapa kali… Tuhan beneran nyata, bisa kembali padahal di negara itu terkenal copetnya ganas.
Ban meletus pernah juga. Terjebak di padang gurun. Allah nyata dan hadir dengan pertolongan-Nya yang secara pikiran manusia itu mustahil.

Saya kerap berkata, “Pertolongan Tuhan itu caranya beneran gak masuk akal… Sungguh memukau dan pengalaman-pengalaman ini mengajarkan saya untuk tetap berharap meski secara kasat mata gak ada jalan.”

“Bu Yenny, kalau Tuhan masuk akal, nanti banyak yang mengakali Tuhan….,” komentar P. Adam. Wkwkwk…

Hahaha….. Iya betul, P. Adam. Manusia itu paling pintar mengakali. Ada aturan, langsung dicari jalan untuk mengakalinya. Klo bisa dicari celah, yang tidak benar-benar melanggar, tetapi menguntungkannya. Abu-abu, salah gak tapi benar juga gak.
Sampai lumrah ungkapan, ‘Maling lebih pintar dari polisinya.’
Ada saja akal cerdiknya…
Program secanggih apa pun, hacker bisa mengakali. Bahkan Amerika yang negara adidaya saja kecolongan.

Kami yakin, karena berani pindah kota maka jalan untuk maju kian terbuka.
Ketika Tuhan membukakan pintu kesempatan, kami tidak takut melangkah…. Tangkap!

Quotes Bpk. Haji Prasetya M. Brata, beliau baru pulang menunaikan ibadah Haji bulan lalu, bersama Bu Hajah Uti Brata:
Bukannya langit yang terlalu tinggi, tetapi sepatu yang melekat ke bumi.

Bukannya Tuhan tidak memberikan kesempatan atau menjawab doa, namun kerapkali kita yang ‘memaksa’ Tuhan, menjawab doa sesuai keinginan kita.
Cara Allah tidak demikian…. Kita yang mesti mengikuti Dia, menyesuaikan dengan cara-Nya langkah demi langkah.
Ke mana Tuhan menuntun, ya… Kita melangkah.

“Tapi saya gak bisa melihat apa yang ada di depan, Bu Yenny…”

“Idem. Saya juga gak tau apa yang ada di masa depan. Tetapi Allah tahu. Tuhan membimbing kita langkah demi langkah, tidak sekaligus, tetapi langkah demi langkah. Dan setiap langkah merupakan suatu mujizat. Itulah artinya berjalan dalam iman. Kita mungkin tidak tahu akan ke mana? Tetapi yang penting kita tahu, berjalan bersama siapa? Allah!”


Marga de Quelyu, seorang motivator mengungkapkan, “Orang yang tidak melangkah maju, dan tetap berada pada tempat yang sama, adalah orang yang sudah mati sebelum mati secara fisik. Belum mati beneran. Orang seperti ini , adalah orang yang menyia-nyiakan seluruh anugerah kehidupan yang secara ajaib dikaruniai oleh Sang Pencipta.”

Setiap kita lahir dengan membawa visi, tujuan dari Tuhan yang harus kita laksanakan. Peran kita tak tergantikan, kata Wolfgang Von Goethe, filsuf Germany yang terkenal.

Namun jika kita enggan dan menolaknya, tentu dengan cara-Nya yang ajaib, Allah mampu memilih orang lain untuk menuntaskan tugas kita, dengan cara yang berbeda.
Ketika Raja Saul tidak taat, Tuhan memilih Raja Daud.

Uniknya, Tuhan tidak membutuhkan kepintaran, kemampuan dan hebatnya kita. Dia hanya menginginkan kesediaan kita.
Lalu ijinkan Allah yang berkarya melalui kita.
Sehingga kita tidak bisa menyombongkan diri, bahwa ini pencapaian kita, melainkan sadar sesadar-sadarnya, ini karya Allah yang dahsyat!

Kerap muncul ketakutan, bagaimana jika kita dibawa ke tempat yang tidak kita sukai?

Yang paling ditakutkan oleh orang-orang Amerika, jika mereka menyerahkan hidup kepada Tuhan adalah dikirim ke Afrika. Negara yang sekian tahun lalu, primitif dan terbelakang.
Demikian Henry T Blackaby bercerita dalam bukunya.

Seorang teman Henry, betul-betul dikirim Tuhan ke Afrika.
Oh….
Beberapa tahun kemudian, teman ini berlibur pulang ke New York City.
Ternyata teman ini merasa tidak kerasan dengan kehidupan New York yang serba terburu-buru, macet dan bising. Stress dan melelahkan.
Justru dia dan keluarga ingin segera kembali ke Afrika. Mereka merindukan waktu dan gaya hidup Afrika yang santai dan tidak terburu-buru.
Ternyata, apa yang dirancang oleh Tuhan adalah yang terbaik, yang paling disukai dan paling pas untuk mereka.

Pelajarannya, jangan pernah takut mentaati Allah. Apa pun pilihan Allah, itu yang terbaik dan yang paling kita sukai meski mungkin saja pada awalnya kita tidak menganggap demikian. Allah lebih mengenal diri kita daripada kita sendiri.
Percayalah!

Siap praktik?

You created your own limit. Learn to break them.

Anda yang membuat batasan Anda sendiri. Belajarlah untuk menghancurkannya.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 162 163 164 165 166 314