Category : Articles

Articles

Bisakah Tuhan Dipercaya?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Bisakah Tuhan Dipercaya?

“Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”
Bilangan 23:19 TB

Begitu banyak yang membaca kata-kata ini dan kemudian merasa memiliki hak untuk menilainya, mempertanyakannya, dan meragukannya berdasarkan pengalaman mereka. Pengalaman telah menjadi “dewa” bagi banyak orang.

Adam dan Hawa mendengar firman Tuhan tetapi memilih untuk mempercayai kebohongan ular! Masalahnya, banyak orang yang meragukan integritas dan kebaikan Tuhan.
Setelah memilih membiarkan keraguan dinikmati, endingnya kita memilih mengikuti si ular.
( Hawa jatuh ke dalam dosa karena percaya tipuan si ular).

“Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibir-Ku tidak akan Kuubah.”
Mazmur 89:35 TB

Sampai Firman dibangun teguh di dalam hati kita, sebelumnya kita akan terus bergumul dengan ‘kecerdasan’ manusia yang menganggap science melebihi segalanya, logika, dan anak panah keraguan yang ada di sekitar kita.
Firman Tuhan harus menjadi otoritas terakhir kita, terlepas dari apa pun pengalaman kita.
Pengalaman kita seringkali tidak akan berubah sampai hati kita “betul-betul diyakinkan sepenuhnya” bahwa Firman Tuhan itu Kebenaran sejati dan merupakan Otoritas Tertinggi, yang melampaui apa saja.

“Janji Tuhan adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.
Mazmur 12:7 TB

Banyak orang yang percaya pada apa yang mereka lihat, dan tidak lebih.
Sementara iman adalah bukti dari ‘melihat’ hal-hal yang tidak terlihat (Ibr. 11:1).
Imanlah pernyataan bahwa kita mempercayai Tuhan itu benar, terlepas dari fakta yang hanya bersifat sementara.

Tuhan bisa mengubah fakta, tetapi fakta tidak bisa mengubah Tuhan.

Kerap kita berpikir, harus ada awan hitam sebelum hujan turun. Itu yang biasa terjadi. Tetapi Tuhan bisa mengirim hujan meski pun matahari tengah terik.
Jaman saya kecil, dijuluki ‘hujan kera sedang bercermin’.
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

“Bahwasanya Aku, Tuhan, tidak berubah.”
Maleakhi 3:6 TB

“Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-Ku tidak akan berlalu.”
Lukas 21:33 TB

Jika kita tidak menerima jawaban doa seperti yang kita pikirkan, masalahnya bukan di pihak Tuhan.
Masalahnya di pihak kita.
Kesimpulannya sederhana, itu karena kita Tidak Mempercayai Firman-Nya dengan sepenuh hati.

Bisakah Tuhan Dipercaya? Tentu saja!
Firman Tuhan Ya & Amin!

And the very words I have spoken to you are spirit and life. John 6:63

Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Yohanes 6:63 TB

Sumber: Barry Bennett

??YennyIndra??
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
?? MPOIN PLUS & PIPAKU??
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

HATI DAN KEKUATAN KEYAKINAN

Gospel Truth’s Cakes*
Yenny Indra

HATI DAN KEKUATAN KEYAKINAN

Yesus berbicara kepada ayah dari anak laki-laki yang dirasuki oleh roh jahat dalam Markus 9:23 (TB), Jawab Yesus:
“Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!”

Setelah Yesus mengutuk pohon ara, Dia berkata dalam Markus 11:23 (TB),
“Sesungguhnya barangsiapa berkata kepada gunung ini: Beranjaklah dan tercampaklah ke dalam laut! Asal tidak bimbang hatinya, tetapi percaya, bahwa apa yang dikatakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya.”

Pernyataan yang sangat luar biasa!
Kita menemukan hati dan kekuatan kepercayaan di dalam seluruh Alkitab.

Amsal memberitahukan, bagaimana batasan keyakinan ditetapkan:

“Jagalah hatimu dengan segala ketekunan, karena dari situlah muncul masalah (batasan – dalam bahasa Ibrani) kehidupan.” Amsal 4:23 (NKJV)

Hati memainkan peran yang sangat penting, menentukan bagaimana kita mempercayai dan menjalani hidup yang berkelimpahan. Sungguh menimbulkan rasa frustasi, ketika kita mengetahui janji hidup berkelimpahan, namun tidak mengalaminya.

Milikilah Kehidupan Tuhan!, ini rahasianya!

Orang-orang percaya memiliki janji sehingga dapat mengambil bagian dalam Zoe Life of God yang berkelimpahan di sini dan SEKARANG!

Ini bukanlah tujuan di masa depan.
Ini realitas kita saat ini, bahwa pada saat ini, secara rohani posisi kita duduk bersama Kristus di tempat surgawi dalam posisi menang. Lihatlah apa yang Yesus katakan tentang itu.

“Karena inilah kehendak Bapa-Ku dan tujuan-Nya, bahwa setiap orang yang melihat Anak dan percaya dan bersatu, serta percaya dan bersandar pada-Nya, MEMILIKI hidup yang kekal….” Yohanes 6:40 (AMP)

“Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan menghancurkan. Aku datang agar mereka dapat memiliki dan menikmati KEHIDUPAN, (Zoe) dan memilikinya secara BERKELIMPAHAN (sepenuhnya, sampai meluap). ” Yohanes 10:10 (AMP)

Kita harus memiliki definisi yang jelas tentang apa arti Zoe Life of God!

Kehidupan Zoe adalah kehidupan yang dimiliki dan dialami oleh Bapa, Putra, dan Roh Kudus untuk selama-lamanya (kekal) — kehidupan yang dipenuhi kasih tanpa syarat, penerimaan, kesatuan, transparansi, kemurahan hati, kepemilikan, nilai, penghargaan, dan kemakmuran berkelimpahan!

Ini merupakan kehidupan yang berpusat pada orang lain. Tidak ada keegoisan, mementingkan diri sendiri, berpusat pada diri sendiri, memiliki agenda atau motif tersembunyi, dan tidak ada keserakahan!

Kehidupan Zoe membangkitkan kebebasan dan kekuatan. Tidak ada lagi perasaan bersalah, penghukuman, rasa malu, penolakan, ketakutan mau pun kecurigaan! Tidak ada kecurangan, kerusakan, kerugian, kekurangan mau pun kemiskinan!

Kehidupan “Zoe” Inilah kehidupan untuk Orang Percaya

Dalam 1 Yohanes 5: 9-13, Yohanes meyakinkan kita bahwa kita memiliki kehidupan Tuhan, jadi tidak ada yang bisa menipu kita lagi. Oleh karena itu, jelaslah bahwa kita sudah memiliki kehidupan Tuhan sendiri — di sini dan saat ini!

Terpisah dan Menjauhkan Diri dari Kehidupan Tuhan!

Dalam Efesus 4: 17-18, Paulus memperingatkan orang-orang percaya untuk tidak berjalan atau hidup mengikuti cara hidup berdosa orang yang bukan Yahudi. Tetapi saya percaya dia juga mendorong mereka, untuk tidak menjalani kualitas hidup yang lebih rendah sebagai orang bukan Yahudi belaka, atau hidup seperti orang tidak percaya.

“… Untuk selanjutnya janganlah berjalan seperti orang bukan Yahudi lainnya, dalam kesia-siaan pikiran mereka, Memiliki pemahaman yang gelap, terpisah dari kehidupan Allah melalui ketidaktahuan yang ada dalam diri mereka, karena butanya hati mereka.”

Terasing berarti terpisah atau bercerai. The Amplified Bible berbicara tentang terasing dan memisahkan diri dari kehidupan Tuhan!

“Pemahaman moral mereka dibutakan dan alasan mereka dikaburkan. [Mereka] terasing (terpisah, menjauhkan diri) dari kehidupan Tuhan [tanpa mengambil bagian di dalamnya; ini] disebabkan ketidaktahuan (dikarenakan tidak memiliki pengetahuan dan persepsi, sengaja membutakan diri atau mengabaikan) yang tertanam dalam diri mereka, karena kekerasan HATI mereka [disebabkan sifat moral mereka yang tidak peka]. ” Efesus 4:18 (AMPC)

Sangatlah mungkin bagi orang percaya, yang memiliki memiliki Zoe Life of God, namun mengasingkan diri atau menjauhkan diri sehingga tidak dapat mengalami dan menikmati kelimpahannya, disebabkan apa yang diyakini di dalam hatinya!

Keyakinan yang salah menghalangi kelimpahan yang seharusnya diterimanya.
Sayangnya, kondisi demikian banyak dialami orang saat ini.

Penting bagi orang-orang percaya untuk belajar menjaga hati mereka, dan berdiri teguh di dalam kebenaran Injil.

Kondisi hidup kita saat ini adalah akibat langsung dari apa yang telah kita yakini di dalam hati kita, baik di masa lalu, mau pun apa yang kita yakini di dalam hati kita saat ini. Dan keyakinan kita saat ini, akan menentukan kualitas hidup kita di masa depan.

Jika kita tidak suka dengan kondisi hidup kita saat ini, masih ada kesempatan….
Ubahlah apa yang kita dengar,
Iman timbul karena pendengaran.
(Ibrani 11:1 TB)

Yang kita dengar akan disimpan dalam hati.
Apa yang tersimpan dalam hati, – keyakinan yang tersimpan dalam perbendaharaan hati kita -, akan meluap menjadi perkataan. (Lukas 6:45)
Dan dengan perkataan itulah yang akan menciptakan masa depan kita.

Jika yang kita dengar, kebenaran firman Tuhan, tentu iman yang tumbuh kuat, firman itu pula yang meluap dari mulut kita, maka Zoe life of God pun tercipta dalam hidup kita.

“Our heart is our belief system. What we believe about God, about the Bible, about ourselves, is ultimately what determines the course of our life.” – Arthur Meintjes

Hati kita adalah sistem kepercayaan kita. Apa yang kita yakini tentang Tuhan, tentang Alkitab, tentang diri kita sendiri, pada akhirnya menentukan jalan hidup kita.” – Arthur Meintjes

Sumber: Arthur Meintjes

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Dari Yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat.

Gospel Truth’s Cakes

Yenny Indra

Dari Yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat.

“Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Ibrani 11:3 TB

Dalam ayat ini kita menemukan kebenaran dahsyatnya kuasa Firman Tuhan. Penciptaan datang dari substansi dunia rohani yang tidak terlihat, ke substansi dunia jasmani yang terlihat. Apa yang ada di dalam hati (berupa visi/penglihatan) dari Tuhan, muncul sebagai kata-kata dan tercipta menjadi yang terlihat.

Kemudian Allah menciptakan manusia (pria dan wanita) menurut gambar-Nya dan memberi manusia kapasitas yang sama untuk berbicara dan kata-kata yang keluar, mencipta dari dunia Roh yang tidak terlihat, ke dunia yang terlihat dan menjadi nyata.

“As He is so are we in this world – sama seperti Dia, kita ada di dunia ini” ( 1 Yohanes 4: 17)

“ ……. Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat.” Matius 12:34?-?35 TB

Apa yang disimpan di dalam hati, baik atau jahat, dapat diucapkan dan dimunculkan! Ini adalah kebenaran luar biasa yang menjelaskan begitu banyak, mengapa ada yang diberkati, berkelimpahan dan penuh damai sejahtera serta sukacita, sementara yang lain tidak.
Apa yang nyata dan terlihat di dunia ini sejak penciptaan, berawal dari dalam hati yang tidak terlihat. Setelah dikandung, kata-kata diucapkan, dan kekuatan kata-kata “menciptakan” visi.

“Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Amsal 18:21 TB

Ketika kita memiliki hati dan visi Tuhan untuk hidup kita, maka kita dapat menghasilkan sesuatu. Hal-hal dimulai sebagai visi, diucapkan sebagai kata-kata, dan terbentuk dalam hidup kita.

“Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: ”Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata”, maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata. 2 Korintus 4:13 TB

Ketika kita “melihat” dalam Roh, baik kesembuhan, penyediaan, berkat, pemulihan, dan hal baik lainnya, kata-kata yang dipenuhi iman, memberikan substansi pada penglihatan itu. Semakin yakin pada visinya, semakin kuat kata-katanya! Beginilah cara Tuhan bekerja, dan inilah potensi yang bersemayam di hati setiap orang percaya.

“ . . . Allah, yang menghidupkan orang mati dan menyebut hal-hal yang tidak ada seolah-olah ada” (Rm. 4:17)

“Sebab Dia berfirman, maka semuanya jadi; Dia memberi perintah, maka semuanya ada. Mazmur 33:9 TB

Bagaimana cara praktis penerapannya?

Orang yang berpikir secara rohani mengharapkan yang terbaik. Fokus mereka adalah pada persekutuan mereka dengan Bapa dan janji-janji-Nya. Dia sibuk menyimpan firman sebanyak-banyaknya di dalam hatinya, karena sadar, firman itu Allah sendiri. Roh dan hidup serta berkuasa.

Orang yang hidup dalam roh, melihat Tuhan sebagai sumbernya. Mereka memilih damai dan sukacita-Nya sebagai dasar hidupnya. Memilih mengasihi, memberi, dan memaafkan. Hidup dari atas dan bukan dari bawah. Memilih mentaati firman meski faktanya berbeda.
Dia mempercayai Allah di atas segala-galanya.

Yang keluar dari mulutnya adalah Firman, perkataan Allah yang hidup. Dia sepakat dengan apa yang Tuhan katakan, melampaui apa yang dilihat secara kasat mata atau hal-hal yang didengar secara audible.
Hidupnya dijalani dengan iman.
Orang benar hidup oleh Iman.

Dengan cara demikian, dia membuka jalan serta mengijinkan janji-janji Tuhan tercipta dan terealisasi dalam hidupnya.
Orang-orang di sekelilingnya, melihat hidupnya supernatural dan mendemonstrasikan kebaikan-kebaikan Tuhan.
Sehingga mereka pun ingin mengenal Allahnya. Inilah salah satu arti menjadi Terang dunia. Memberikan keteladanan bagaimana caranya menghidupi kebenaran firman-Nya secara nyata.

Hhmmm dahsyat bukan?
Mau? Praktik yuk…

The best way to defeat the darkness isn’t to criticize it but rather to be the light that darkness cannot overcome – Barry Bennett

Cara terbaik untuk mengalahkan kegelapan bukanlah dengan mengkritiknya, melainkan menjadi cahaya, yang tidak mampu diatasi oleh kegelapan -Barry Bennett

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Menjalani Hidup Yang Bermakna.

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Menjalani Hidup Yang Bermakna.

“Cast thy bread upon the waters: for thou shalt find it after many days. Give a portion to seven, and also to eight; for thou knowest not what evil shall be upon the earth”. – King Solomon

Lemparkan rotimu ke atas air: karena engkau akan menemukannya setelah beberapa hari. Berikan sebagian kepada tujuh, dan juga kepada delapan; karena kamu tidak tahu kejahatan apa yang akan terjadi di bumi – Raja Salomo.

Wow….
Ini kebijaksanaan dari Raja Salomo ribuan tahun yang lalu.

Roti itu menggambarkan uang yang dipakai untuk membiayai hidup kita, sedangkan Benih menggambarkan uang yang ditabur bagi orang lain.
Uang yang untuk diri kita sendiri, oleh Raja Salomo diajarkan, jangan ‘dimakan’ atau dikonsumsi serta dihabiskan semua. Tetapi lemparkan rotimu ke, air, investasikan uang yang menjadi bagianmu, maka uang itu setelah sekian lama akan kembali dengan jumlah lebih banyak.

Ini nasihat dari raja sekaligus manusia yang paling bijak, yang pernah hidup di muka bumi.

King Solomon menasihati pula, investasikan di tujuh atau delapan bidang yang berbeda, karena kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Anthony Robbins mengajarkan, 10% uang ditabung untuk kebutuhan mendadak. Tabungan atau deposito, super aman tapi bunga kecil sekali.
10% lagi diinvestasikan di medium – risk. Investasi berresiko menengah. Bunga lebih baik, tapi ada resiko bisa naik turun. Mungkin investasi semacam bond pemerintah. Kupon (bunga) lebih tinggi daripada deposito, tetapi gak mungkin habis total.
Harga saat jatuh tempo kembali ke 100, berarti balik ke harga asal. Tapi di sepanjang perjalanan, harga bisa naik turun.
Investasi jangka panjang.
Bunga disimpan di rekening terpisah, dan di investasikan lagi di tempat yang aman seperti deposito atau tabungan.
10% lagi di investasikan di high risk. Tentunya high return pula. Klo untung, cepat-cepat diambil dan diselamatkan.
High risk bisa hilang pula modalnya. Jadi tergantung mental masing-masing, seberapa besar berani investasi di sana.
Klo saya pilih yang aman saja….

King Solomon menyarankan investasi di 7 atau 8 ‘kendaraan’ yang berbeda.
Bisa di mata uang asing, saham, bisnis, emas dll.

Yang menarik, sejak jaman dahulu kala, kemampuan mengelola keuangan sudah dianjurkan. Dunia serba tidak pasti.


Ketika membaca buku-buku bisnis, ada 2 pandangan yang berbeda.
Ada yang menyarankan seperti pepatah terkenal, jangan menaruh telur di satu keranjang, Raja Salomo menyarankan hal yg sama.
Tetapi ada yang berpendapat, taruh semua investasimu di suatu tempat dan dijaga betul-betul.
Kadang karena dipecah terlalu banyak, tidak bisa fokus mengawasinya.

Mana yang betul dan mana yang salah?
Saya yakin tidak ada ada yang benar-benar betul dan benar-benar salah. Tergantung karakter masing-masing.

Setelah kerusuhan Mei’98, P. Indra memutuskan untuk membuka usaha yang sama tetapi di berbagai kota. Pertimbangannya, jika terjadi sesuatu, resiko bisa dibagi.
Terjadi sesuatu di satu tempat, di tempat lain aman.
Satu daerah sepi, daerah lain ramai.


Sama halnya, jika baca buku-buku pendidikan barat, cenderung disarankan berkarya sesuai bakat masing-masing.
Di sana kita bisa berkarya tanpa merasa sedang bekerja.
Karena mengerjakan sesuatu yang kita sukai dan di sanalah letak kekuatan kita, tentu saja kita jadi lebih kreatif.

Steve Jobs, rela meninggalkan kuliahnya karena bidang itu tidak disukainya, dan mengejar mengembangkan bakatnya. Karena keberanian dan kenekadan Steve Jobs, kita punya berbagai font cantik di komputer kita. Selain itu tentu produk-produk apple seperti Iphone, Ipad, Ipod dsb.

Tetapi tidak semua orang bisa sukses seperti Steve Jobs. Banyak yang mengejar berkarier sesuai bakatnya, tetapi tidak bisa menjualnya sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Saat membaca buku “Living Sacrifice” – Dr. Dato Sri Tahir, konglomerat pemilik Bank Mayapada, beliau menyarankan bekerja di bidang yang mampu mencukupi kebutuhan seseorang dan keluarganya.
Nach setelah mapan, lakukan apa yang kamu suka, sesuai bakatmu tetapi tidak lagi terbeban dengan kebutuhan hidup lagi. Kita bisa mengerjakannya dengan penuh sukacita, berbagi dengan tulus.
Saya termasuk penganut alternatif ke dua, mengikuti Dr. Dato Sri Tahir. Lebih nyaman mengerjakan hobi dan talenta tanpa terbeban kebutuhan, hasilnya lebih maksimal.

Dan saya ingin mengajak rekan-rekan sebaya saya, di mana anak-anak sudah dewasa, yuk… mengikuti saran Bob Bufford, menjalani phase ke dua kehidupan.
Apa maksudnya?

Bob Bufford menulis buku “Finishing Well”, diceritakan bahwa manusia punya 2 fase kehidupan.
Phase pertama, kita bekerja untuk mencukupi kehidupan keluarga kita.
Phase ke dua, saat kehidupan sudah mapan, biasanya ketika memasuki usia pensiun menurut dunia, kita justru memanfaatkan paruh ke dua kehidupan ini, untuk berkarya bagi masyarakat. Menjadi berkat bagi sesama, membangun warisan abadi bagi generasi mendatang.

Tidak ada istilah Pensiun dalam hidup. Selama masih bernafas, artinya masih ada tugas dari Tuhan, yang harus kita kerjakan.
Ketika meninggal dunia, orang-orang di sekeliling kita dalam sekejap akan melupakan kita.
Apa yang membuat kita tetap ‘hidup’?
Dampak yang kita buat dalam kehidupan orang lain.

Selama nama kita masih disebut orang lain, sesungguhnya kita masih tetap hidup, meski secara fisik kita sudah meninggal dunia.

Paruh ke dua saat yang sangat tepat untuk melakukannya karena kita bisa mengerjakannya tanpa dibebani oleh kebutuhan hidup sehari-hari lagi.
Justru ketika seseorang pensiun, bermalas-malasan, hidup hanya untuk diri sendiri, pada suatu titik, akan merasakan betapa hampanya hidup ini. Kita tidak membangun sesuatu yang kekal, yang bisa kita bawa sebagai persembahan saat bertemu dengan Tuhan di surga kelak.

Setuju? Yuk….

I have fought a good fight, I have finished my course, I have kept the faith: His lord said to him, ‘Well done, good and faithful servant; you have been faithful over a few things, I will make you ruler over many things. Enter into the joy of your lord.’

Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Siapa Yang Diuntungkan? Tuhan Dapat Apa?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Siapa Yang Diuntungkan? Tuhan Dapat Apa?

P. Iwan, demikian saya menyebut Drg. Iwan, beserta istrinya Drg. Henny, teman di sekolah Charis, di gereja, sekaligus teman main dan berolahraga.
Banyak sekali pelajaran yang sudah diberikan beliau, tetapi ada satu kalimat yang betul-betul terpateri di kepala saya:
Siapa Yang Diuntungkan? Tuhan dapat apa?, ungkapan retorik ini disampaikan saat graduation & promotion di Charis.

Saya sudah lupa, pelajaran lengkapnya… Maafkan P. Iwan… , tetapi kalimat retoriknya kerap menjadi rem yang pakem saat saya hendak mengambil keputusan.

Keputusan yang saya pilih ini, motivasinya apa?
Siapa yang diuntungkan?
Tujuannya apa?
Apakah Tuhan dipermuliakan melalui keputusan ini?

Menjaga hati jujur, motivasi tulus dan betul-betul memikirkan kepentingan orang lain, sejujurnya beneran gak mudah.
Saya bukan malaikat. Masih harus belajar.
Pertanyaan retorik ini kerap menyengat, ketika memutuskan masalah di zona abu-abu.

“Ini uang milik Tuhan, harus digunakan dengan hati-hati. Jangan sampai disalahgunakan atau diboroskan,” tegas B. Henny berulang-ulang.

Itulah sebabnya Andrew Wommack kerap menegaskan, Bagi Tuhan, lebih penting motivasi kita dalam melakukan sesuatu, daripada apa yang kita lakukan.. Manusia melihat yang kasat mata tetapi Tuhan melihat hati. Manusia bisa beralasan yang ‘kelihatannya’ masuk akal, Tuhan melihat maksud hatinya.


Sejak dulu, saya malas repot. Apalagi yang ruwet-ruwet.
Namun di paruh kedua usia saya, mau tidak mau saya belajar mau direpoti, jika saya ingin membangun warisan yang abadi bagi sesama.
Belajar terjun menolong orang lain, peduli dan terlibat dalam berbagai hal. Dan itu tidak mudah. Hal baru yang harus dipelajari.
Dunia pelayanan yang selama ini saya lihat dari kejauhan, setelah mendekat, banyak hal-hal tak terduga yang saya saksikan. Kadang bikin terkaget-kaget…

Hal-hal baik yang dilakukan, ternyata kadang – tidak selalu sich – , ada motivasi tersembunyi disebaliknya.
Sulit membedakannya. Apalagi dibungkus dengan berbagai visi & misi yang begitu mulia. Alasan-alasan yang nampaknya begitu manis dan luhur, ternyata faktanya berbeda.
Bungkus semua mempesona, kan gak ada kado yang bungkusnya jelek. Senantiasa memukau… Hingga waktu yang menguji dan membuktikan, apa isi kadonya.

Namun semua menjadi jelas dan gamblang saat kalimat retorika P. Iwan ditanyakan:
Siapa Yang Diuntungkan?
Tuhan dapat apa? Jangan sampai Tuhan dirugikan!
Apa tujuan atau motivasi sesungguhnya di balik semua ini?

Banyak keputusan yang akhirnya saya ubah, ketika saya bertanya pada diri sendiri:
Seandainya saya di posisi mereka, keputusan apa yang akan saya ambil?
Seandainya dia anak saya, apa yang akan saya lakukan?

Amat sangat berbeda keputusan yang akan kita ambil, ketika menggunakan ‘kacamata kepentingan saya’ versus ‘kacamata kepentingan orang itu.’
Belajar berjalan di sepatu orang lain.
Begitu banyak yang mengaku mengasihi Tuhan dengan sederet jabatan hebat, tetapi memandang masalah HANYA dari kepentingan dirinya sendiri saja.
Banyak pula yang menggunakan nama Tuhan, endingnya hanya untuk kepentingan pribadi atau kelompoknya saja.

Di antara semua itu, tetap ada yang tetap menjaga integritas dengan setia.
Monica dengan lantang berkata, “Kami betul-betul menjaga tangan kami bersih…itu kunci sehingga kami dipercaya selama ini”, ketika saya mengungkapkan kekaguman saya pada cara mereka mengelola keuangan, seperti milik sendiri.
Meski ada pinjaman yang tersedia, mereka menolak menggunakannya karena uang yang terkumpul, masih cukup untuk mencicil pembayaran gedung Sekolah Pelita Permai.
Wow… Saya terpukau!


“Kamu itu koq kelihatan lugu dan jujur sekali ya…” ujar P. Hendro, dosen Bahasa Inggris saat kuliah dulu, mulai meledek salah seorang mahasiswanya, “Lugu itu Bahasa Belandanya Primitif….” lanjutnya sambil terbahak-bahak…

Senang dipuji jujur, tapi endingnya primitif. Alias kuno, tidak modern dan kesannya cenderung bodoh, gampang ditipu…

Bersikap baik, jujur, dan memikirkan kepentingan orang lain itu beneran gak mudah. Kerap dibodohi orang.
Tidak jarang dimanfaatkan, kadang2 mengelus dada…

“Koq ya bisa…Koq ya tega tho… Aku lho sudah berbuat baik segitunya sama kamu…”

Kecenderungan kita, berharap kalau sudah berbuat baik pada seseorang, maka orang itu berbuat baik juga dengan kita.
Kita sudah memikirkan kepentingannya, mbok ya gantian kamu mikirin kepentinganku.

Tapi ternyata dunia gak seperti itu…
Kalau dunia seperti itu, sudah tidak ada lagi perang dan pertengkaran mungkin ya…
Harus belajar Cerdik Seperti Ular Tetapi Tulus Seperti Merpati.

Kharisma memang bisa membawa seseorang naik, tetapi karakterlah yang bisa mempertahankan seseorang di sana. Karakter pula yang membuat bisnis dan persahabatan langgeng.
Becik Ketitik, Olo Ketoro,
kebenaran & motivasi sesungguhnya oneday terbuka, entah baik atau buruk.

Dari berbagai peristiwa semacam ini, kita bisa menilai karakter seseorang. Kenalan, teman dan sahabat bisa ditampi dan diposisikan sesuai tempat masing-masing.
Pertemanan memiliki level yang berbeda-beda. Itu Berhikmat!

Ibarat ada yang cukup ditemui di teras murah, ada pula yang di ruang tamu, dan ada yang hingga ke ruang keluarga. Bahkan yang lebih dekat lagi, dipercaya menginap di kamar tamu. Salah menempatkan teman, yang seharusnya cukup hingga level teras, dibawa masuk ruang keluarga, apalagi menginap, tentu menimbulkan masalah besar.

Karena itu, jika dipercaya orang, hargai & jaga baik-baik kepercayaan itu. Jangan mengecewakan. Mudah memulainya, tetapi sulit mempertahankannya, apalagi memperbaikinya saat sudah cacat.
Nama baik diwariskan ke anak cucu. Meluruskan dan melancarkan masa depan.

“Bu Yenny, saya jadi orang ga mau memanfaatkan orang lain. Podo-podo (bhs jawa artinya: sama-sama). Tahu diri. Itulah sebabnya, saya berteman dengan siapa pun jadi awet. Langgeng…,” ujar Bu Mira berulang kali.
Setuju!
“Jikalau kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu?”, pesan Tuhan.
Endingnya, apakah kita mendemonstrasikan karakter Allah yang baik, peduli, bisa dipercaya dan setia?
Dunia tidak bisa melihat Allah, mereka melihat kita, duta-Nya!

Tulisan Mother Teresa ini layak direnungkan.

People are often unreasonable, illogical, and self-centered.
Forgive them anyway.

If you are kind,
people may accuse you of selfish ulterior motives.
Be kind anyway.

If you are successful,
you will win some false friends and some true enemies.
Succeed anyway.

If you are honest and frank,
people may cheat you.
Be honest and frank anyway.

What you spend years building,
someone could destroy overnight.
Build anyway.

If you find serenity and happiness,
they may be jealous.
Be happy anyway.

The good you do today,
people will often forget tomorrow.
Do good anyway.

Give the world the best you have,
and it may never be enough.
Give the best you’ve got anyway.

You see,
in the final analysis it is between you and God;
it was never between you and them anyway.

Orang sering bersikap tidak masuk akal, tidak logis, dan egois.
Maafkan mereka.

Jika Anda baik hati,
mungkin orang menuduh Anda memiliki motif tersembunyi yang egois.
Tetaplah berbuat baik.

Jika Anda sukses,
Anda akan mendapatkan beberapa teman yang salah, tidak tulus, bahkan memperoleh beberapa musuh sejati.
Bagaimanapun juga, sukseslah.

Jika Anda jujur dan berterus terang,
orang mungkin menipu Anda.
Tetaplah jujur dan berterus terang.

Apa yang Anda habiskan bertahun-tahun untuk membangun sesuatu, orang lain bisa saja menghancurkannya dalam semalam.
Tetaplah membangun.

Jika Anda menemukan ketenangan dan kebahagiaan,
mereka mungkin cemburu.
Tetaplah berbahagia.

Kebaikan yang Anda lakukan hari ini,
kerap orang lain melupakannya esok.
Tetap lakukanlah yang baik.

Berikan kepada dunia, yang terbaik yang Anda miliki,
dan mungkin tidak akan pernah cukup.
Tetap berikan yang terbaik, yang Anda miliki.

Pada akhirnya Anda mendapati,
kesimpulan akhirnya, semua adalah tentang Anda dan Tuhan; sama sekali tak ada kaitan, antara Anda dengan mereka.

Hhhmmm…Hikmat Mother Teresa menyadarkan, ini tentang saya dengan Tuhan.
Saya pun merenung. Berusaha mencerna kedalaman pemahaman ini.

Biarlah setiap orang mengerjakan apa yang menjadi bagian masing-masing. Run your own race!
Apa yang ditabur, itu yang dituai…
Dan pekerjaan itulah yang dipertanggungjawabkan setiap kita di hadapan Allah.

Ketika hati kita jujur, motivasi kita tulus, cincai…. mungkin menurut dunia itu bodoh, tetapi Tuhan sudah berjanji:
Orang Yang Murni Hatinya akan Melihat Allah.
Melihat Allah, sangatlah berharga, tidak dapat dibandingkan dengan apa pun…
“Aku mau Tuhan, ajari aku…” bisikku lirih.
Anda Mau?

Live In God’s Peace – Greg Mohr.

Hidup dalam Damai Tuhan (karena yakin sudah bersikap tulus, jujur dan melakukan yang terbaik bagi Tuhan) – Greg Mohr.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

https://mpoin.com/

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 157 158 159 160 161 314