Category : Articles

Articles

Mengikis Kekurangan Sendiri, Beranikah?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Mengikis Kekurangan Sendiri, Beranikah?

“Ini hanyalah sebuah patung tetapi menjadi inspirasi yang sangat-sangat berharga. Hidupmu adalah hasil dari jumlah pilihanmu sendiri….”, demikan tulisan Prof. Ir. Edy Djuwito.

Wow…
Gambar patung yang tengah menghilangkan bagian-bagian yang tidak berguna di tubuhnya.
Saya merenung.

Cocok sekali dengan apa yang saya pelajari di Sekolah Charis.
Ini bukan kebetulan. Tuhan tengah meneguhkan perintahnya bagi saya dan mungkin kita semua, Ayooo perbaiki diri. Hidup hanya sekali, jadikan hidup yang berarti.


Saat olah raga jalan pagi, B. Henny kerap mengingatkan,
“Ini saatnya kita belajar menerapkan prinsip-prinsip yang sudah kita pelajari di sekolah…”

Dalam hidup, tidak sedikit masalah yang mampir tanpa diundang, mewarnai kehidupan kita. Dan inilah kesempatan untuk belajar mengendalikan diri.
Tersinggung, terluka, diperlakukan tidak adil dsb.

Saya amati, ketika saya belum lulus dalam sebuah situasi, maka situasi yang serupa terus menerus muncul. Beda orang, beda kasus, tetapi serupa.
Sampai saya lulus, barulah ganti soal ujiannya…

Teringat juga bagaimana P. Irwan bercerita, jangan asal bantu orang kasi-kasi uang. Ada murid yang sedang kesulitan keuangan dan konseling pada beliau, setelah diberi pengertian lalu mereka sepakat berdoa. Beberapa minggu kemudian dengan penuh sukacita, murid tersebut bersaksi dia mendapat terobosan yang tidak terduga.
Prinsip-prinsip yang dipelajari di sekolah dipraktikkan dan terbukti hasilnya.

Belajar apa pun itu tidak bisa hanya belajar teori. Ibarat belajar berenang, meski jagoan teorinya tetapi tanpa pernah masuk ke air, gak akan bisa berenang…

Sejujurnya kerapkali saya juga gak ingin mengalami berbagai hal yang kurang menyenangkan, yang membentuk karakter saya…. Tapi apa daya, klo sudah terlanjur, yach mau ga mau mesti praktek prinsip-prinsip firman Tuhan yang dipelajari di sekolah.

Tapi koq ya pas sekali… Pas belajar A, kami mengalami masalah yang butuh untuk menerapkan teori A.
Sampai saat presentasi, diundi… Masing-masing murid dapat topik sesuai bidang kekuatan masing-masing…
Kami sampai terpukau….
Tuhan sungguh dahsyat dan sangat personal. Memahami kebutuhan masing-masing pribadi.


Andrew Wommack mengatakan seharusnya kita sudah mati bagi diri kita sendiri…. The end of yourself.
Nach seharusnya kalau orang sudah mati, ya gak tersinggungan lagi. Klo masih tersinggung, berarti belum mati dong…

Jauh lebih gampang teori, daripada menjalaninya. Butuh kerendahan hati, sepakat dengan Tuhan, tidak membiarkan ego kita berkuasa.
Awalnya, saya berpikir, saya mau menjaga hati saya murni, karena orang yang suci hatinya, akan melihat Allah.
Ketika ada hal-hal yang mengganggu, segera dibereskan. Pokoknya dari pihak saya, ga ada ganjalan…
Ternyata tidak semua orang dapat menerima kejujuran dan keterbukaan.
Orang lebih suka diperlakukan penuh basa basi dan diberi pujian palsu.

Meski Dr. Dean Radtke menyarankan, bersikap jujur, jangan menyindir, sampaikan apa adanya berdua. Dengan demikian kita bisa mendorongnya untuk memperbaiki diri dan maju.
Demikian juga dengan kita, beranikah kita menerima kritik, koreksi atau apa pun namanya, agar kita menjadi pribadi yang lebih baik?

Seperti lukisan patung yang tengah mengikis bagian-bagian buruk yang menyelimuti tubuhnya….
Lihatlah… Dari awalnya tubuhnya gendut, sekarang dibentuk menjadi tubuh yang langsing dan atletis.

Mari kita sama-sama menjawabnya sendiri… Karena seberapa tinggi kita bisa naik, tergantung seberapa jauh kita bersedia dibentuk. Dan Tuhan memberi kita free will alias kehendak bebas untuk memilihnya.

Selamat memilih!

We repeat what we don’t REPAIR – Christine Langley Obaugh

Kita senantiasa mengulangi apa yang tidak kita PERBAIKI – Christine Langley Obaugh

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Pujian & Iman Melepaskan Kesembuhan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pujian & Iman Melepaskan Kesembuhan

Saya terus menerima email dari orang-orang di seluruh dunia, yang berjuang untuk menerima kesembuhan. Gejala-gejalanya berbeda dan keadaannya unik, tetapi pertanyaannya selalu sama:
“Saya telah melakukan semua yang saya tahu untuk dilakukan, apa yang harus saya lakukan sekarang.”

Kadang-kadang kita telah berjuang dalam pertarungan untuk sembuh, begitu lama sehingga kita menjadi lelah. Kita mengumpulkan begitu banyak pengetahuan tentang kesembuhan, memahami kehendak Tuhan dan janji-janji-Nya, dan kita juga sudah mendeklarasikan janji-Nya, memerintahkan penyakit pergi dan berdoa sampai sepertinya tidak ada lagi yang perlu dikatakan.

Jawaban saya yang biasa adalah jawaban saya untuk semuanya.
Kita perlu mendengarkan Tuhan. Mendengarkan Tuhan adalah satu-satunya sumber iman, kebijaksanaan, sukacita dan damai sejahtera. Yesus tidak bisa hidup dan melayani selain dengan cara mendengarkan Tuhan dan kita juga tidak bisa.

Tetapi banyak yang merasa mereka tidak dapat mendengar dari Tuhan. Sebenarnya, mereka bisa, tapi mereka tidak mengerti.

Apa yang kita lakukan dalam situasi seperti itu?

Saya percaya, jika kita mundur selangkah dari masalah, apapun itu, mengarahkan hati kita pada-Nya, dan mulai memuji-Nya, kita akan dapat menjernihkan hati, pikiran dan berbagai perasaan yang mengurung kita, seperti kepahitan, kemarahan, putus asa dan upaya untuk sembuh.

Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!
Yeremia 17:14 (TB)

Jika membaca ayat itu beberapa kali, kita akan menyadari bahwa sesungguhnya kesembuhan dan keselamatan terjadi, mengikuti pujian.
Dengan perkataan lain, berbunyi,
“Karena Engkau adalah pujianku, aku akan disembuhkan dan aku akan diselamatkan (dibebaskan, disembuhkan).”

Apa yang kita puji akan menjadi kenyataan bagi kita.

Terkadang kita hanya perlu fokus pada kebaikan Tuhan selama beberapa hari atau beberapa minggu dan meninggalkan pertempuran untuk memperoleh kesembuhan di satu sisi. Puji saja Dia.
Dalam pujian kita akan mengosongkan hati kita dari ketakutan, kecemasan dan kita akan dapat mendengarkan suara Tuhan. Lalu kesembuhan kita akan datang.

Saat kita memuji Dia, penyembuhan mengalir.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.
Mazmur 103:1-5 (TB)

  • Barry Bennett –

Deklarasi Firman dan janji-janji-Nya bukanlah formula atau sekedar mantra. Kita harus memiliki iman di dalam Tuhan.

Bagaimana cara memiliki iman?
Memiliki kepercayaan dalam diri seseorang, artinya kita harus membangun hubungan kita dengan dia, dalam hal ini dengan Tuhan, sampai pada titik di mana kita sangat mengenal dia sehingga kita benar-benar mempercayai Dia.

Masih ingat kisah wanita yang pendarahan 12 tahun?
Yesus merasa ada kuasa yang keluar dari dalam diri-Nya, karena wanita itu menjamah jumbai jubah-Nya.

Apa yang membuat Yesus tertarik? Iman wanita itu.
Wanita itu sembuh bukan karena dia sudah 12 tahun sakit, terlalu lama itu… Kasihan. No!

Bukan juga karena dia sudah kehabisan uang sehingga perlu ditolong. No!

Tetapi karena Iman. Karena percaya.
Itulah kerap kita mendengar Yesus berkata, “Terjadilah menurut imanmu…”

Iman syarat untuk menerima kesembuhan.

Darimana kita tahu, apakah kita beriman atau tidak?
Dengarkan kata-kata yang keluar dari mulut kita. Apakah selaras dengan janji-janji-Nya atau sebaliknya.

Apa yang terucap dari mulut itulah gambaran sesungguhnya dari apa yang tersimpan dalam hati kita.

Siap terima kesembuhan? Mari kita praktikkan.

Faith is to believe what you do not see; The Rewards of this Faith is to See What You Believe – Saint Augustine.

Iman memercayai apa yang tidak kita lihat; Hadiah dari Keyakinan ini, Melihat Apa yang kita Percayai – Santo Agustine.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Jejak – Jejak Ilahi

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Jejak – Jejak Ilahi

“Seandainya orangtuaku memperlakukan aku lebih baik, tentu aku sudah jadi orang sukses seperti anak tetangga sebelah.”

“Seandainya suamiku memberiku kesempatan yang lebih luas, dan tidak terus menerus merendahkanku, tentu aku bisa jadi marketing yang top.”

“Kalau saja istriku lebih mendukungku, tentu aku sudah menjadi pengusaha yang mapan. Karena dia terus mengritikku akhirnya aku jadi begini….”

Kebiasaan untuk berpikir seandainya… Kalau saja… Lalu endingnya menyalahkan orang lain, menjadi alasan dan benteng-benteng untuk membenarkan diri dan enggan maju.

Kembali Tuhan mengingatkan kisah tentang Yusuf.
Apa sich salahnya Yusuf? Dengan polos menceritakan mimpinya kepada orangtua dan saudara-saudaranya bahwa mereka semua pada suatu hari akan menyembahnya.

Hal lainnya yang membuat saudara-saudaranya membenci Yusuf, karena ayahnya memberinya jubah yang maha indah, hanya untuk dirinya. Semestinya ini bukan salah Yusuf sich.
Mereka iri hati.

Yusuf dijual menjadi budak oleh saudara-saudaranya, difitnah, dan endingnya di penjara. Kita semua familiar dengan kisah ini.

“Dari jauh Yusuf telah dilihat oleh saudara-saudaranya. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya. Sekarang, marilah kita bunuh dia dan kita lemparkan ke dalam salah satu sumur ini, lalu kita katakan: seekor binatang buas telah menerkamnya. Dan kita akan lihat nanti, bagaimana jadinya mimpinya itu!”

Saudara-saudara Yusuf ingin membunuh Mimpi Yusuf. Tetapi kita semua tahu, Yusuf menjadi orang nomor 2 yang paling berkuasa di Mesir, negara adidaya saat itu.

Pelajarannya:
Rancangan Tuhan Tidak Dapat Digagalkan oleh Manusia!
Bukankah fakta ini sangat membesarkan hati?

Mari kita belajar dari Yusuf, bagaimana Yusuf menjaga agar mimpinya terealisasi.

Apa pun yang terjadi dan dimana pun dia berada, di rumah Potifar atau di penjara, Yusuf tetap teguh memegang visi Tuhan: dia akan menjadi pemimpin besar.

Meski orang-orang di sekelilingnya, melihat dan memperlakukan Yusuf sebagai budak, bahkan dilanjut sebagai budak yang menjadi narapidana, tetapi Yusuf tetap sepakat dengan Tuhan, memandang dirinya sebagai seorang pemimpin besar.

Terbukti, di rumah Potifar, semuanya dikerjakan Yusuf dengan sangat baik sehingga Potifar tidak perlu mengerjakan apa pun juga, selain makanannya sendiri.
Demikian pula saat di penjara, semuanya diatur oleh Yusuf dengan sangat baiknya sehingga semua tahanan dipercayakan oleh kepala penjara kepada Yusuf.
Sedemikian bisa dipercaya dan berintegritasnya Yusuf, sehingga kepala penjara pun yakin, Yusuf tidak akan lari atau melakukan hal-hal yang merugikannya.
Ini latihan Yusuf bagaimana dia bisa memanage apa yang ada di tangannya dengan excellent.

Ketika kesempatan tiba, saat promosi datang, Yusuf sudah siap.
Yusuf membawa diri dengan bijak.
Bercukur, mandi dan berganti pakaian.
Berpenampilan sebagai pemimpin.
Tidak ada sedikitpun sikap maupun ‘bau’ budak atau narapidana pada diri Yusuf.

Dia mampu mengartikan mimpi, menjelaskan solusi dengan runut, ditambah pula wibawa Allah yang terpancar karena kedekatan Yusuf dengan Allahnya…
Dalam sekejap semua berubah.
Yusuf menghadap raja, statusnya sebagai narapidana, dan pulang sebagai orang nomor 2 yang paling berkuasa di Mesir.


Sadarkah kita, Tuhan juga memberi ‘mimpi’ dan nubuatkannya bagi kita?

Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (Apa pun sumber berkat kita diberkati Tuhan)
Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. (kapan saja dan di mana saja, berkat mengikuti kita).

Tuhan akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu.

Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaan-Nya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu pada masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi pinjaman kepada banyak bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.

Tuhan akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun.
Luar biasa sekali bukan?

Rancangan Tuhan Tidak Dapat Digagalkan oleh Manusia!, demikian pula rancangan-Nya bagi kita.
Kecuali kita sendiri yang mematikan mimpi itu, dengan cara bersikap sebagai korban (victim), mengasihani diri sendiri dan tidak meresponi dengan iman rancangan Tuhan dalam kehidupan kita.
Kita perlu taat dan bekerjasama dengan Tuhan, seperti Yusuf berdiri teguh memegang visi Tuhan, hingga tujuan Tuhan tercapai.

Menarik sekali saat saya berbincang-bincang dengan sahabat saya, Monica tentang kehidupan.

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana, doa Musa.

Tuhan ingin agar dalam setiap perkataan, tindakan, sikap bahkan salam yang kita berikan semuanya berdampak Ilahi. Setiap orang yang bertemu, berhubungan dengan kita, mendapat berkat dan melihat Allah hidup dan terpancar melalui kita.

Masa hidup kita di dunia tidak lama. Pastikan setiap detiknya, benar-benar dimanfaatkan untuk kemuliaan Tuhan. Itulah yang disebut meninggalkan Jejak Ilahi.

Bahkan dalam menyelesaikan setiap tantangan yang kita hadapi, selalu tinggalkan Jejak Ilahi, dengan cara meresponi masalah dengan cara Tuhan.
Dengan demikian orang-orang di sekeliling kita, bisa mendapatkan keteladanan, begini lho caranya anak-anak Tuhan menyelesaikan masalahnya.
Cara Ilahi, dengan mengandalkan Tuhan.
Ketika kemenangan diperoleh, Nama Tuhan yang dipermuliakan.
Hhmmm saya pun belajar.

Bagaimana dengan Anda?

God may not leave visible footprints, but His invisible ones on our hearts can never be washed away – BWJ

Tuhan mungkin tidak meninggalkan jejak yang terlihat, tetapi jejak-Nya yang tidak terlihat di hati kita tidak akan pernah bisa terhapus – BWJ

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Apakah meditasi Alkitabiah itu?

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Apakah meditasi Alkitabiah itu?

Kita semua pernah mendengar ungkapan, “Kita dibentuk oleh apa yang kita makan”, dengan cara serupa kita mengatakan “Kita dibentuk oleh apa yang kita pikirkan”.

Sebab seperti orang yang membuat perhitungan dalam dirinya sendiri demikianlah ia.
Amsal 23:7 TB

Kita menjadi diri kita hari ini, dibentuk oleh hal-hal yang kita ijinkan untuk dipikirkan dan direnungkan di dalam hati kita. Apa yang kita fokuskan hari ini, akan membangun hari esok.

Hidup seseorang ditentukan oleh pikiran yang mendominasi pikirannya.
Tuhan tetaplah sama, tidak peduli apa yang kita pikirkan!

Tetapi jika seseorang tidak memperbaharui pemikirannya dengan kebenaran firman Tuhan, dan menyelaraskan diri dengan Firman-Nya, maka dia secara bertahap akan mengalami hal-hal buruk sebagai konsekuensinya, akibat memikirkan hal-hal yang salah.
Seseorang tidak akan mengalami Tuhan, melampaui pemikiran dan pemahamannya akan Tuhan dan firman-Nya.

Apakah meditasi Alkitabiah itu?

Arti kata meditasi atau merenungkan: terlibat di dalam kontemplasi, kebulatan pikiran dan perhatian, memfokuskan pikiran seseorang pada sesuatu untuk direnungkan. Merencanakan atau memproyeksikannya di dalam pikiran.

Disadari atau tidak, setiap hari, kita semua menghabiskan banyak waktu untuk bermeditasi! Terlalu sering kita bermeditasi, memikirkan dan merenungkan keadaan negatif, kekurangan yang dirasakan, frustrasi, kekhawatiran dan kata-kata negatif orang lain.
Jika saja kita bersedia meluangkan lebih banyak waktu untuk merenungkan sifat Allah, berkat-berkat perjanjian, janji-janji Allah dan Firman-Nya, semua itu akan membawa kehidupan serta kedamaian bagi kita!

Jadi akhirnya, saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu.
Filipi 4:8 TB

Apa yang kita pikirkan hari ini?
Apa yang tertanam di dalam ruang di hati dan pikiran kita?
Semua itu akan menciptakan masa depanmu.
Pada hari ini pilihlah untuk melihat kemungkinan, bukannya masalah.
Jangan melihat kekurangan, tetapi lihatlah benih kelimpahan. Jangan melihat penyakit, lihatlah masa mudamu diperbaharui seperti burung rajawali.
Jangan biarkan kepahitan dan perselisihan bercokol di dalam hatimu.
Lihat bagaimana diri kita mengasihi, memberi dan memaafkan.
Lihatlah hari yang menyenangkan dan nikmatilah!
Hidup adalah pilihan!

You can have HEAVEN ON EARTH!

Anda dapat memiliki & menikmati SURGA DI BUMI!

Sumber: Barry Bennett & Andrew Wommack

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles

Saat Terjerat Dalam Ketakutan….

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Saat Terjerat Dalam Ketakutan….

Apa yang membuat kita mudah terjebak dalam kegalauan, stress dan putus asa?
Karena lupa ingatan!
Lho?????

Yes, kita kerap lupa akan kebaikan, kesetiaan dan pemeliharaan Tuhan selama ini, sehingga begitu mudahnya terjatuh dalam ketakutan.
Padahal kalau saja mita bersedia menoleh ke belakang dan menghitung banyaknya berkat, penyertaan dan bagaimana Tuhan telah meluputkan kita dari berbagai masalah pada masa lalu, maka dengan tegas kita dapat berseru:
“Tuhan ada di pihakku, siapa dapat melawan aku?”

Sssttt…..!
Ini pun peringatan saya bagi diri saya sendiri.


Ketika Raja Daud galau, takut, dan merasa lemah, apa yang dilakukannya?
Dia bernyanyi dan bermazmur:

Seperti tikaman maut ke dalam tulangku lawanku mencela aku, sambil berkata kepadaku sepanjang hari: ”Di mana Allahmu?”
Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan mengapa engkau gelisah di dalam diriku?
Berharaplah kepada Allah!
Sebab aku bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!

Daud begitu dicekam oleh ketakutan dan ancaman musuh, lalu dia menguatkan hatinya. Dia menegur dirinya sendiri:
Berharaplah kepada Allah!
Dan Daud MEMILIH bersyukur serta memuji Dia sebagai penolongnya yang selalu bisa dipercaya.


Salah satu hal penting dalam hidup adalah mendirikan menara peringatan dan rutin mengunjunginya.

Apa itu menara peringatan?
Momen-momen khusus bersama dengan Tuhan dan pertolongan-pertolongan Tuhan dalam kehidupan kita di masa yang lalu.

Bagi saya pribadi:

  • Kami memulai bisnis dari nol dan Tuhan memberkatinya hingga kini.
  • Saat mobil kami selip di padang Western Australia, dan terjebak semalaman di sana, dengan cara ajaib Tuhan kirimkan pertolongannya.
  • Tuhan kirimkan ‘malaikat-Nya’ sehingga Iphone Christian yang sudah dicuri orang di Barcelona bisa kembali. Dan banyak lagi….

Setiap peristiwa dijadikan ‘batu’ untuk membangun menara peringatan akan kebaikan-Nya.
Semakin rutin kita mengunjunginya, semakin sadar, betapa kita memiliki Allah yang baik dan senantiasa bisa diandalkan!
Hati pun bersukacita, penuh semangat untuk menyongsong kehidupan.
Bersama Tuhan aku akan melakukan hal-hal yang besar!

Ingatan adalah bagian penting kehidupan. Bagaimana kita bisa menggunakan imajinasi secara positif, yang selaras dengan firman, kebenaran serta janji-janji-Nya.

Apa yang membuat kita stres?
Membiarkan imajinasi selaras dengan berita-berita dunia yang menyebarkan berita buruk dari dunia. Lalu di entertain, direnungkan, melebar kepada kemungkinan-kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
Membiarkan gambaran-gambaran buruk dunia memenuhi pikiran kita.

Apa yang kita lihat di dalam imajinasi, menentukan arah hidup dan endingnya ke mana.

“Tapi itu mungkin terjadi, Bu Yenny….”

“Setuju tapi bagi orang yang tidak mengenal Tuhan.
Kita ini anak-anak Allah. Tuhan berjanji, ada perbedaan bagi orang-orang yang beribadah kepada-Nya.
Janji Allah senantiasa Ya dan Amin.
Kalau tidak mengalami seperti yang dijanjikan-Nya, kesalahan BUKAN di pihak Allah, tetapi di pihak kita.
check dan re-check.

Jangan ijinkan pikiran merajalela dan mengembara ke mana-mana, karena iblis dengan senang hati mengarahkannya kepada hal-hal yang negatif. Pikiran kita adalah tanggung jawab kita untuk mendisiplinkannya. Banyak orang tidak menyadari dan tidak tahu hal ini. Tidak heran hidupnya dipenuhi oleh kekalahan.

Kita bisa memilih fokus kepada Allah, pada apa yang dilakukan-Nya dan janji-janji-Nya. Dengan membayangkannya dan membiarkannya menyelimuti pikiran serta hati kita, maka kedamaian, sukacita dan kuasa-Nya akan memenuhi kehidupan kita.
Dan terjadilah menurut imanmu!

Ingat kembali kemenangan-kemenangan kita dan bersyukurlah. Kalau dulu saya ditolong Tuhan, sekarang juga!
Ingatan yang benar dan sesuai kehendak-Nya membuat kita bersemangat menyongsong masa depan..
Setuju?

A grateful heart is a magnet for miracles!

Hati yang bersyukur adalah magnet yang menarik berbagai mujizat!

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

SeruputKopiCantik

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 149 150 151 152 153 314