Articles

Pujian & Iman Melepaskan Kesembuhan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Pujian & Iman Melepaskan Kesembuhan

Saya terus menerima email dari orang-orang di seluruh dunia, yang berjuang untuk menerima kesembuhan. Gejala-gejalanya berbeda dan keadaannya unik, tetapi pertanyaannya selalu sama:
“Saya telah melakukan semua yang saya tahu untuk dilakukan, apa yang harus saya lakukan sekarang.”

Kadang-kadang kita telah berjuang dalam pertarungan untuk sembuh, begitu lama sehingga kita menjadi lelah. Kita mengumpulkan begitu banyak pengetahuan tentang kesembuhan, memahami kehendak Tuhan dan janji-janji-Nya, dan kita juga sudah mendeklarasikan janji-Nya, memerintahkan penyakit pergi dan berdoa sampai sepertinya tidak ada lagi yang perlu dikatakan.

Jawaban saya yang biasa adalah jawaban saya untuk semuanya.
Kita perlu mendengarkan Tuhan. Mendengarkan Tuhan adalah satu-satunya sumber iman, kebijaksanaan, sukacita dan damai sejahtera. Yesus tidak bisa hidup dan melayani selain dengan cara mendengarkan Tuhan dan kita juga tidak bisa.

Tetapi banyak yang merasa mereka tidak dapat mendengar dari Tuhan. Sebenarnya, mereka bisa, tapi mereka tidak mengerti.

Apa yang kita lakukan dalam situasi seperti itu?

Saya percaya, jika kita mundur selangkah dari masalah, apapun itu, mengarahkan hati kita pada-Nya, dan mulai memuji-Nya, kita akan dapat menjernihkan hati, pikiran dan berbagai perasaan yang mengurung kita, seperti kepahitan, kemarahan, putus asa dan upaya untuk sembuh.

Sembuhkanlah aku, ya TUHAN, maka aku akan sembuh; selamatkanlah aku, maka aku akan selamat, sebab Engkaulah kepujianku!
Yeremia 17:14 (TB)

Jika membaca ayat itu beberapa kali, kita akan menyadari bahwa sesungguhnya kesembuhan dan keselamatan terjadi, mengikuti pujian.
Dengan perkataan lain, berbunyi,
“Karena Engkau adalah pujianku, aku akan disembuhkan dan aku akan diselamatkan (dibebaskan, disembuhkan).”

Apa yang kita puji akan menjadi kenyataan bagi kita.

Terkadang kita hanya perlu fokus pada kebaikan Tuhan selama beberapa hari atau beberapa minggu dan meninggalkan pertempuran untuk memperoleh kesembuhan di satu sisi. Puji saja Dia.
Dalam pujian kita akan mengosongkan hati kita dari ketakutan, kecemasan dan kita akan dapat mendengarkan suara Tuhan. Lalu kesembuhan kita akan datang.

Saat kita memuji Dia, penyembuhan mengalir.

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!

Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,

Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.
Mazmur 103:1-5 (TB)

  • Barry Bennett –

Deklarasi Firman dan janji-janji-Nya bukanlah formula atau sekedar mantra. Kita harus memiliki iman di dalam Tuhan.

Bagaimana cara memiliki iman?
Memiliki kepercayaan dalam diri seseorang, artinya kita harus membangun hubungan kita dengan dia, dalam hal ini dengan Tuhan, sampai pada titik di mana kita sangat mengenal dia sehingga kita benar-benar mempercayai Dia.

Masih ingat kisah wanita yang pendarahan 12 tahun?
Yesus merasa ada kuasa yang keluar dari dalam diri-Nya, karena wanita itu menjamah jumbai jubah-Nya.

Apa yang membuat Yesus tertarik? Iman wanita itu.
Wanita itu sembuh bukan karena dia sudah 12 tahun sakit, terlalu lama itu… Kasihan. No!

Bukan juga karena dia sudah kehabisan uang sehingga perlu ditolong. No!

Tetapi karena Iman. Karena percaya.
Itulah kerap kita mendengar Yesus berkata, “Terjadilah menurut imanmu…”

Iman syarat untuk menerima kesembuhan.

Darimana kita tahu, apakah kita beriman atau tidak?
Dengarkan kata-kata yang keluar dari mulut kita. Apakah selaras dengan janji-janji-Nya atau sebaliknya.

Apa yang terucap dari mulut itulah gambaran sesungguhnya dari apa yang tersimpan dalam hati kita.

Siap terima kesembuhan? Mari kita praktikkan.

Faith is to believe what you do not see; The Rewards of this Faith is to See What You Believe – Saint Augustine.

Iman memercayai apa yang tidak kita lihat; Hadiah dari Keyakinan ini, Melihat Apa yang kita Percayai – Santo Agustine.

YennyIndra
TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

gospeltruth’scakes

yennyindra

InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan

mengenalTuhan #FirmanTuhan

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Related Posts
HIDUPMU di TANGANMU
Hal-Hal Kecil
PERLUKAH KITA KUATIR?