Bagaimana kita tahu bahwa kita telah mendengar dari Tuhan?
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, Yohanes 10:27 TB
Mendengar Tuhan adalah kunci iman, kemenangan, kedamaian, ketekunan, dan kemakmuran di setiap bidang kehidupan Anda.
“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” Yohanes 15:7?-?8 TB
Tinggal di dalam Dia dapat digambarkan sebagai meditasi terus-menerus dalam Firman-Nya dan Firman itu dihidupkan ke dalam roh Anda. Ketika Firman-Nya dihidupkan ke dalam roh Anda, itu disebut “pendengaran,” atau, pengetahuan pewahyuan.
Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus. Roma 10:17 TB
Ketika Anda benar-benar mendengar dari Tuhan di dalam roh Anda, iman akan menjadi hidup. Apa pun keadaannya, kita akan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan, memiliki visi, kedamaian, dan ketekunan. Mungkin ada rintangan yang dulunya tampak mustahil untuk diatasi, tetapi firman yang telah menjadi pewahyuan dari Tuhan, membuatnya tampak kecil. Tidak ada yang bisa menghentikan kita. Pewahyuan itu telah membangkitkan iman yang tak terkalahkan.
Kita harus datang ke tempat dimana Firman Tuhan begitu nyata bagi kita dimana Tuhan berbicara langsung kepada roh kita. Ketika menghadapi suatu kebutuhan, kita pergi kepada Bapa melalui Firman-Nya. Kita tidak terjebak pada apa yang diterima oleh panca indra, melainkan teguh berpegang pada janji Tuhan. Janji-Nya tidak bisa gagal. Deklarasikan Kebenaran-Nya. Percaya pada janji-janji-Nya. Nyatakan kemenangan-Nya. Dan terimalah penyediaan-Nya.
Get to know The God who lives in you! – Arthur Meintjes.
Kenalilah Tuhan yang tinggal di dalam Anda! -Arthur Meintjes.
Barry Bennett –
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Tahukah kita bahwa Firman Allah (pernyataan, janji, dan berkat perjanjian-Nya) “hidup dan aktif” dan menunggu untuk diberi tugas atau perintah untuk dikerjakannya?
Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. Yesaya 55:11 TB
Tuhan telah berbicara tentang kita, atas kita dan untuk kita. Kata-katanya kekal dan hidup. Berkuasa untuk mencipta dari yang tidak ada menjadi ada. Firman itu seperti tentara atau pelayan yang menunggu untuk diperintah.
“Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka. Amsal 4:20?-?22 TB
Ketika kita menemukan firman-Nya, memercayainya dan kemudian mengucapkannya, kita sedang mengaktifkan kuasa abadi dari firman itu. Sampai kita mengucapkan kata-kata-Nya, kata-kata itu tetap hidup tetapi tidak ditugaskan. Mereka tidak dapat mencapai tujuan mereka dalam hidup kita tanpa hati kita yang percaya menyatakan kata-kata itu.
“Tetapi apakah katanya? Ini: ”Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu.” (yaitu, firman iman yang kami beritakan). Itulah firman iman, yang kami beritakan. Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan. Roma 10:8?-?9 TB
Percaya dan mengakui firman Tuhan tentang Yesus mengaktifkan keselamatan dan kelahiran baru. Ada ratusan janji (kata-kata) yang menunggu dideklarasikan dengan penuh iman agar dapat mulai bekerja dalam kehidupan kita.
Yesus mengajarkan kepada kita tentang kekuatan kata-kata ketika Ia berbicara tentang memberikan perintah kepada seorang hamba (Lukas 17:6-10). Kata-kata sang tuan mengarahkan pada tindakan si hamba dan itu tidak boleh dilihat sebagai hal yang tidak biasa. Jadi kata-kata kita, diselaraskan dengan Firman Tuhan, harus senantiasa mengarahkan keadaan di sekitar kita.
Berikan tugas atau perintah kepada firman Tuhan.
Jadilah padaku menurut perkataanmu. (Lukas 1:38)
Mengapa hidup banyak orang biasa-biasa saja? Bahkan tidak sedikit yang justru lebih gak oke dibandingkan orang-orang dunia? Bukankah mereka kristen dan punya Janji-janji-Nya yang luar biasa?
Alasannya sederhana. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa firman itu benih. Agar dapat berbuah, benih perlu ditanam, dirawat hingga bertumbuh dan ketika tiba masanya, dia berbuah secara natural. Sesederhana itu.
Banyak orang memperlakukan firman sebagai pengetahuan dan terkagum-kagum saat ada orang lain yang menerima buah, mujizat dan manifestasi Janji-janji-Nya. Menganggap bahwa itu karena hebatnya orang yang menerimanya.
Salah besar! Setiap kita seharusnya menerima manifestasi Janji-janji-Nya… Itu normalnya orang kristen. Sama seperti saya menanam bibit mangga d kebun saya, asalkan dirawat dengan baik, saya gak petlu tumpang tangan, berdoa puasa atau setiap deklarasi firman Tuhan, pada waktunya, mangga saya pasti berbuah. Demikian juga jika kita menanam firman Tuhan dalam hati, mempercayainya, berpikir, merasa, dan berbicara selaras dengan firman-Nya, maka manifestasi Janji-janji-Nya itu sudah pasti.
Peningkatan, kesembuhan, kesehatan Ilahi adalah ide Tuhan. Itu adalah sifat dari semua orang yang memiliki kehidupan, orang-orang yang menanam benih firman Tuhan di dalam hatinya. Perbedaan antara mereka yang melihat peningkatan dan mereka yang tidak, adalah sikap yang mereka gunakan dalam menyikapi kehidupan. Pujian, iman, dan visi akan meningkatkan hubungan, pekerjaan atau pelayanan, kesehatan, dan sumber daya Anda.
Teman-teman suka berfoto di depan ruang kaca di rumah kami, yang bertuliskan:” Seruput Kopi Cantik YennyIndra”. Nach ada quotes baru di samping luarnya, terlihat dari jalan raya, dikelilingi bunga ungu nan cantik menawan: “Life is God’s Novel – Hidup adalah novelnya Tuhan Let Him write it – Biarkan Dia yang menulisnya.”
Quotes ini mengingatkan saya, agar senantiasa mengijinkan Allah benar-benar menjadi Tuhan saya. Biarkan Dia menjadi Boss yang sesungguhnya, sementara saya yang mengikuti-Nya. Kerap kita tergoda, untuk mengatur kehidupan kita sendiri, mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan sendiri, apa yang menurut kita baik, lalu sekedar minta Tuhan memberkatinya.
Lhah yang Allah itu siapa? Kita atau Tuhan?
Kata Joyce Meyer, begitu seringnya kita jatuh terjerembab dengan muka membentur tanah, karena kita tidak cukup rendah hati, menjadikan Allah benar-benar Tuhan kita.
“Awesome Bu Yenny, seyogianya kita lebih konsentrasi membuang/menanggalkan yg tidak perlu. Saat ini cukup banyak orang yg terjebak stress, satu keadaan dimana he or she became both exhausted and depressed, atau disebut “burned out”, ujar sahabat saya P. Hadi Pandunata, mengomentari artikel Rahasia. Michelangelo, “We tend to say yes to more commitments than we can possibly keep; kiranya kita bisa rendah hati mengakui keterbatasan kita secara fisik, emosi maupun kemampuan lain; sehingga kualitas menjadi lebih penting dari kuantitas.”
Rendah hati artinya sepakat dengan perkataan Allah, baik tentang siapa diri kita, mau pun tentang cara menyelesaikan masalah-masalah kita. Nach kalau tidak bertanya, darimana kita tahu? Makes sense?
Tuhan adalah gembalaku….. Kata Raja Daud. Nach gembala itu yang mengarahkan domba-dombanya. Domba itu hanya nurut saja. Lalu saat kita mengikuti cara-Nya, maka “Takkan kekurangan aku…”, kata Raja Daud. Takkan kekurangan itu, tercipta ketika kita mengikuti jalan-jalan-Nya…
Rendah hati juga berarti bersedia berubah, belajar dan sungguh-sungguh mentaati perintah-Nya. Ketika sadar, akibat perbuatan kita, mengakibatkan hal-hal yang tidak baik terjadi, ya… Mau tidak mau kita mesti berubah. Jangan ngotot menggunakan cara lama yang sudah terbukti salah. Gengsi itu penghalang terbesar. Tidak mau kalah. Menganggap diri kita yang paling benar.
Apa sich tujuan sekolah pemuridan di Charis? Sekolah untuk melihat di bagian mana hidup kita yang belum selaras dengan firman Tuhan! Semakin lama sekolah, bukannya semakin jagoan, tapi justru semakin banyak hal-hal lama yang dulunya selalu bikin kita terjebak dalam berbagai masalah, sekarang satu demi satu dibenahi.
“Kami akan mengajar dan membimbing kalian menemukan Tuhan dan membangun hubungan pribadi dengan-Nya,” demikian Wendell Par, guru kami menjelaskan tentang Sekolah Charis.
Ada teman yang berkomentar, “Sebetulnya yang diajarkan saya sudah tahu…”
Saya juga. Wong sudah puluhan kali lunas baca firman. Masalahnya, dulu cara pandang saya salah dan tidak dipraktikkan. Baca dan hanya sampai di kepala. Tidak direnungkan sampai ke hati. Setelah sekolah, belajar meluruskan pikiran sesuai dengan cara pandang Allah, lalu mesti dihidupi. Yang salah diperbaiki. Yang paling sulit, belajar mengampuni…. Terpaksalah mesti diusahakan. Klo gak, ujian yang sama muncul kembali, sampai kita lulus.
Hasilnya, ketika lulus, damai sejahtera yang melampaui segala akal menguasai pikiran kita. Tekanan darah normal. Tidur nyenyak. Masalah tidak lagi memengaruhi kedamaian hati… Ini yang paling luar biasa…
Gak ngotot lagi, mesti menang, mesti pakai caraku.. Belajar sabar, menantikan waktu Tuhan. Kalau Tuhan diam, artinya saya belum siap. Belajar, membangun diri, melekat kepada-Nya… Butuh iman dan kepercayaan besar untuk menanti dengan tetap teguh berdiri di atas Janji-janji-Nya, sementara secara kasat mata, keadaan tidak berubah dan seolah mustahil.
Kebetulan demi kebetulan terjadi… Jalan-jalan yang nampak alamiah dibukakan. Kalau kita tidak benar-benar fokus kepada-Nya, bisa miss, tidak sadar bahwa ini Tuhan yang buka jalan. Itulah sebabnya banyak orang tidak sadar dan akibatnya, tidak bersyukur.
Sekolah Charis itu gak ada gelar. Koq mau? Lha yang bikin bahagia & sukses bukan gelar…. Tetapi kehidupan yang selaras dengan Allah. Nach di sini kami mendapatkannya…
Teman-teman yang curhat dengan masalah bak benang ruwet, saya suru sekolah. Lha habis dengerin curhatnya saja, rasanya butuh minum paracetamol (obat pusing). Beneran gak ngerti solusinya. Yang ga mau sekolah, saya kirimi buku.
Setelah sekolah atau baca buku yang saya kirimkan, tidak sedikit yang say thank you, bersaksi hidupnya berubah. Setidaknya hati damai dan bisa tidur nyenyak. Pikiran jernih dan gak emosian dulu. Setelah itu, yang beneran taat, satu persatu masalah menemukan jalan keluarnya. Terobosan ekonomi tercipta. Yang sakit membaik dan tidak sedikit yang sembuh secara supernatural. Hubungan yang rusak, berangsur-angsur dipulihkan. Dan gak terpikirkan ada solusi seperti itu. Allah kan Maha-kreatif….
Pagi ini ada telpon dari luar pulau. Bercerita bagaimana hidupnya sekarang tenang, damai, dan penuh sukacita. “Saya gak peduli lagi, terserah strategi para senior yang berusaha menghalangi jalan saya, yang penting saya jaga hati tulus dan terus konsisten membangun relationship dengan Tuhan. Jalan-jalan Tuhan bukakan, Bu Yenny. Bahkan kejadian yang awalnya saya pikir menghalangi kemajuan saya, ketika saya serahkan kepada Tuhan, justru diubah-Nya menjadi peluang maju bagi saya…. “
Speechless. Tuhan yang tahu jalan terbaik di masa depan. Mana yang ada lubangnya, mana yang harus berbelok supaya terhindar dari malapetaka dsb. Maka saya pun memilih: “Life is God’s Novel – Hidup adalah novelnya Tuhan Let Him write it – Biarkan Dia yang menulisnya.”
Bagaimana dengan Anda?
Don’t let fear rule your life! TRUST IN GOD! Trust means choosing to act on God’s Word instead of fear – Arthur Meintjes
Jangan biarkan rasa takut mengengendalikan hidup Anda! PERCAYALAH KEPADA TUHAN! Percaya berarti memilih bertindak berdasarkan Firman Tuhan, bukan berdasarkan pada ketakutan –Arthur Meintjes
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN
Mengapa begitu banyak orang-orang yang kehidupannya bak roller coaster, hari ini naik, lalu turun di hari berikutnya? Mengapa beberapa orang percaya bak magnet, seolah menarik masalah, perselisihan, hubungan yang rusak, kegagalan, bahkan penyakit kronis? Inikah kehidupan berkelimpahan yang Yesus janjikan kepada mereka yang mengasihi Dia?
Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya. Efesus 4:24 TB
Kami memiliki dua sumber, di mana kita dapat menariknya masuk ke dalam kehidupan kita. “Manusia baru” mengacu pada roh manusia yang sudah diciptakan kembali, alias lahir baru. Kita dapat membiarkan manusia roh kita yang sudah lahir baru, untuk mengatasi kebiasaan manusia lama kita.
Yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan. Efesus 4:22 TB
Perilaku “manusia lama” mengacu pada nafsu kedagingan dan pikiran yang tidak diperbaharui. Banyak orang Kristen, yang tidak pernah belajar bagaimana caranya hidup sebagai manusia baru. Mereka terus menerus hidup dengan gaya hidup dan kebiasaan yang lama. Jiwa mereka tidak makmur, karena belum menyelaraskan jiwa mereka dengan hidup dalam roh sebaggai “manusia baru”. Orang percaya duniawi, istilahnya, (1 Kor. 3:1) terus menerus hidup dari jiwa, bukan dari roh. Dia berpikir, berbicara, dan bertindak seperti manusia jiwani, membiarkan daging dan pikiran yang belum diperbaharui mendikte reaksinya terhadap dunia di sekitarnya.
Karena Tuhan adalah saksiku, yang aku layani dengan rohku … (Roma 1:9 KJV)
Paulus melayani Tuhan dengan penuh semangat. Dia hidup dari rohnya yang sudah lahir baru. Dia melihat dunia melalui mata rohani dan belajar untuk menaklukkan kedagingan dan menawan pikirannya. Pauluslah yang menulis tentang buah Roh. Inilah hidup berkelimpahan yang tersedia bagi mereka yang menjalani hidup mereka dalam roh yang sudah lahir baru, bukan dari kedagingan dan pikiran mereka yang belum diperbaharui.
Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri…. Galatia 5:22?-?23 TB
Hidup dari roh yang sudah lahir baru tidaklah sulit. Anugerah-Nya cukup. Memutuskan sepakat dengan doa Paulus… Bahwa Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kita oleh Roh-Nya di dalam batin kita. Efesus 3:16 TB
Melalui pikiran, bisa saja Anda terus menerus memutar ulang kegagalan Anda secara konstan, atau justru memutar ulang kemenangan-kemenangan yang akan Anda raih di masa depan. Pilihan yang pertama melumpuhkan Anda, sedangkan pilihan yang ke dua membuka pintu berkat & mujizat.
Pilihan di tangan kita sendiri!
Jika sebuah semangka saja menyimpan potensi yang tak terhingga, yang tersimpan di dalam bijinya, terbayang ga, kemungkinan apa saja yang bisa kita capai dari benih firman Tuhan yang tertanam di dalam diri kita?
Jika Tuhan melakukannya untuk semangka, Dia akan melakukannya untuk kita juga. Kreativitas, perkenanan, potensi, kuasa, karena perbekalan-Nya yang melimpah tersimpan di dalam benih itu. Itulah Anugerah Tuhan!
Kesuksesan, keberhasilan, menjadi outstanding, itu sudah ada di dalam diri setiap orang yang sudah lahir baru. Kita tinggal memanifestasikannya dengan hidup melekat kepada Tuhan, berjalan sesuai cara-Nya, dengan fokus kepada-Nya.
Benih itu bisa menjadi sesuatu yang natural, tetapi bisa menjadi sesuatu yang rohani. Yg menyebabkan benih itu menjadi rohani kalau kita mengingat semua hal baik yang Allah telah perbuat bagi kita dan sungguh-sungguh mengakui, semua berkat itu datang dari Allah.
Berhenti hidup bak rollercoaster dan mari hidup sesuai jalan-jalan-Nya!
You will keep in perfect peace all who trust in you, all whose thoughts are fixed on you! Trust in the lord always, for the lord god is the eternal Rock.
Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya. Percayalah kepada Tuhan selama-lamanya, sebab Tuhan Allah adalah gunung batu yang kekal.
Barry Bennett –
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK PEDULI KESEHATAN
Grup Dikasihi Untuk Mengasihi, P. Jimmy Leo & Rest Area Km 72A.
Lho… Apa hubungannya coba? Kreatifnya Tuhan, menjadi erat hubungannya.
Grup Dikasihi Untuk Mengasihi (DUM) adalah grup orang-orang Indonesia yang tersebar di seluruh dunia. Yang terbanyak dari Eropa. Bermula dari mengenal Sis Elma Roux dari Swiss, jadilah saya menjadi member di sana. P. Jimmy Leo, Direktur Utama Rest Area Km 72A, juga member di DUM. Jadilah Hari Minggu 11 Desember 2022, kopdar di rumah kami. Teman-teman yang selama ini hanya saling mengenal di grup, sekarang bertemu muka. Seru tentunya… Sharing dan tidak lupa, foto-foto. Dan P. Jimmy bak James Bond, satu-satunya pria..
Sesungguhnya, saya sudah mengenal P. Jimmy di CEO Busines Forum, – dengan ketuanya P. Jahja B. Sunaryo – , sejak 7 tahun lalu. Karena Seruput Kopi Cantik, jadilah kami akrab. Like attracts like, kata pepatah tua.
Sejak awal mengenalnya ada sesuatu yang unik dari P. Jimmy, hatinya yang rindu untuk mengentaskan saudara-saudara kita yang berkekurangan. Lintas agama, tanpa batasan apa pun. Tanpa syarat. Beliau sharing visi dari ustad, pendeta, romo, biksu dll. Dan mengajak siapa saja yang berkenan mengerjakan visi ini bersama-sama.
“Awalnya sebagian orang berpikir, saya akan minta donasi”, P. Jimmy bercerita, “Sama sekali tidak. Rest Area Km 72 A punya dana. Yang dibutuhkan partner, pemimpin, yang bersedia mengerjakan visi ini bersama-sama.”
Baru paham kemudian, ternyata itu bawaan sejak kecil karena P. Jimmy melihat orangtuanya di Padang yang menjadi tempat jujugan orang-orang yang butuh bantuan. Papanya kerap mengajak P. Jimmy kecil, masih SD, untuk berbagi dan menolong. Tanpa disadari, itu menjadi ‘DNA’ nya.
Setiap ada kesempatan berjumpa, P. Jimmy selalu menceritakan perkembangan apa yang dilakukannya. Dan saya terpukau.
“Bu Yenny, Rest Area Km 72A sekarang memberi makan ratusan orang,” P. Jimmy menjelaskan dengan ceria, “Orang-orang yang dulunya mengamen, tidak punya pekerjaan, sekarang mereka bisa bekerja di Rest Area Km 72A. Dan hidup mereka berubah bu….”
Kakak sis Elma yang sudah pensiun, juga membantu di sana. Kepeduliannya pada orang-orang yang saat pandemi kehilangan pekerjaan, sangat menyentuh. Diberinya mereka pekerjaan, untuk berkebun. Yang bisa masak, difasilitasi untuk berjualan di Rest Area Km 72A.
Kebun di Rest Area bertumbuh sangat subur. Kangkung, bayam, terong, pare, jagung, kacang panjang semua tersedia di sana. Hal ini mendorong terciptanya nilai tambah, dengan tidak menjualnya dalam bentuk sayuran segar semata, tetapi diolah di Central Kitchen, dapur sentral, yang telah disiapkan di Rest Area 72A. Nilai tambah ini, membantu Rest Area 72A dalam menjalankan Visi: Social Movement to Glorify God dan Misi: Farm To Table.
Wuih… keren banget ya…
Nach ada kisah unik nich…. Dimulai dari seorang oma yang ingin makan mangga yang manis. Lalu P. Jimmy membawakan mangga manis yang diinginkan si oma. Dan beberapa hari kemudian, P. Jimmy dipertemukan Tuhan dengan P. Dadan, petani mangga dari Desa Belawa, Cirebon. Mangga si oma seolah menjadi pemicu idenya, sejak itu P. Dadan berjualan di Rest Area Km 72A. Tidak kurang dari 80-100 kg mangga tersedia setiap minggunya.
Pada saat pandemi, P. Dadan mengusulkan agar tanah di belakang Rest Area Km 72A ditanami tanaman buah, yang bibitnya sudah disediakan oleh P. Dadan. Kebun yang dirintis luar biasa suburnya, memberikan hasil yang berkelimpahan. Demikian juga sayuran yang dipanen dari kebun, langsung dipanen dan dimasak di Rest Area km 72A. Para pengunjung pun mengkonsumsi makanan yang betul-betul segar. Fresh from the oven, istilah kerennya. Visi besar dan mulia ini, menarik Prof. Budi Haryono dan Chef Hendro untuk bergabung dalam merealisasikan Visi Tuhan ini.
Rest Area Km 72A, tertata rapi, bersih, cantik dan modern. (Lihat foto). Dengan berbagai brand terkenal, didukung pula dengan tokoh-tokoh terkenal dan chef internasional, yang dikelola secara profesional, tentu mengangkat kualitas dan nilai jual para pedagang makanan ini.
“Terbayang juga enggak awalnya, B. Yenny… Tetapi Tuhan kirim orang-orang hebat di sana, karena ini memang visi-Nya. Saya hanya mengalir dan terpukau melihat cara Tuhan bekerja,” ujar P. Jimmy, “Bahkan baru-baru ini ada penawaran lahan 80 hektar yang dapat dikembangkan melalui gerakan sosial movement ini, yang letaknya tidak jauh dari Rest Area Km 72A. Kita tidak perlu takut mengerjakan visi Tuhan. Kadang kita hanya perlu mengambil langkah pertama mentaati Tuhan, selebihnya Tuhan sendiri yang memperlengkapinya…”
Ciri khas P. Jimmy adalah keterbukaannya dalam menceritakan tentang bisnisnya. Terbuka dan betul-betul blak-blakan mengungkapkan strateginya.
“Dulu sekali saat berbisnis, saya menganggap orang lain dengan bisnis yang sama, sebagai kompetitor. Sekarang tidak lagi. Bahkan rest area yang berdekatan, jika butuh bantuan, akan saya bantu,” ujar P. Jimmy, “Itulah tujuan Tuhan bagi hidup saya. Berkat itu dari Tuhan koq… Meski orang lain hijack orang kepercayaan kita, apakah berarti bisnis kita mati? Gak juga kan? Belum tentu di sana dia akan berhasil, yang membuat berhasil karena ada anugerah Tuhan yang menyertai kita.”
“Satu hal yang saya perhatikan, memang itu visi Tuhan bagi P. Jimmy, maka provisionnya tersedia. Tuhan kirimkan orang-orang, fasilitas dan segala yang P.Jimmy butuhkan dengan mudahnya.”
“Yang paling dibutuhkan adalah membangun pemimpin-pemimpin masa depan. Bagi saya ini proyek percontohan, yang sangat mungkin untuk di duplikasi di mana saja. Ada anak Papua yang sedang kami bina di sini. Harapan saya, beberapa tahun lagi, dia kembali ke Papua, mengentaskan lingkungannya di sana..,” P. Jimmy melanjutkan.
“Saya paham P. Jimmy… Ini yang dijelaskan oleh guru saya, David Brigg. Bukan sekedar memberi ikan atau pancing, tetapi membangun bisnis ‘perikanannya’ agar masyarakat setempat dientaskan, dan terus beranak pinak, perubahan yang bukan dari luar, melainkan dari mereka sendiri,” sahut saya, “Jangan lupa kepemimpinannya dibentuk, karakternya dibangun dan ditraining, bagaimana cara membangun tim. Hal itu diajarkan supaya mereka tidak burn out karena salah menempatkan posisi dan menentukan kriteria job masing-masing. Kami di level 3 Sekolah Charis belajar leadership dan ini dibahas detil oleh Dr. Dean Radtke. Powerful sekali!”
“Saya banyak mendapat insight dari tulisan-tulisan B. Yenny. 80% nya ya dari tulisan B. Yenny yang saya aplikasikan secara nyata, sementara yang 20% dari latar belakang dan berbagai pengalaman masa lalu.”
“Wow… Sekarang gantian saya yang mesti belajar dari praktisinya… “ P. Jimmy, I am very proud of you!
Hhmmm… Rest Area 72A juga di support dengan air bersih yang disimpan dalam Tangki Air MPOIN yang Anti Virus, dan baru saja memperoleh penghargaan dari Pemerintah Indonesia, sehingga kualitasnya sungguh-sungguh terjamin. Ikutan bangga menjadi bagian dari keluarga Rest Area Km 72A….
Saya pun merenung. Tuhan mengajarkan kita semua satu tubuh, yang saling melengkapi dan saling membutuhkan. Setiap kita punya bagian masing-masing, yang unik dan tak tergantikan. Kita perlu saling mendukung dan bekerja sama untuk merealisasikan Visi Tuhan yang besar, agar hidup masyarakat menjadi lebih baik, makmur, sejahtera karena mereka mengenal kita, wadah Allah yang tulus, setia dan taat. Mereka pun melihat Allah melalui kehidupan kita. Itulah esensi menjadi Terang & Garam dunia. It’s all about God, not us. Yuk kita laksanakan bersama-sama… Setuju?
“The Vision of God Is People. When You Have His Vision, You Can Do Nothing Else But Succeed.” – Bob Yandian
“Visi Tuhan Adalah Manusia. Ketika Anda Memiliki Visi-Nya, Anda Tidak Dapat Melakukan Hal Lain Selain Menjadi Sukses.”- Bob Yandian
YennyIndra TANGKI AIR ANTI VIRUS & PIPA PVC MPOIN PLUS & PIPAKU PRODUK TERBAIK- PEDULI KESEHATAN