Category : Articles

Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Apakah Kita Berjalan Di Dalam Roh?

Gospel Truth’s Cakes
YennyIndra

Apakah Kita Berjalan Di Dalam Roh?

Dengan begitu banyaknya kepercayaan, ajaran dan doktrin yang berbeda di dalam gereja, bagaimana kita dapat mengetahui mana yang benar?
Saya tidak dapat menjelaskannya dalam renungan singkat, tetapi saya ingin memberi Anda satu petunjuk untuk memahami, jika Anda mendengar kebenaran rohani.

Sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah….
Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita….
Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani. 1 Korintus 2:10-14 (TB)

Kita bisa hidup di alam natural, atau di alam rohani. Di alam rohani, hal-hal tentang Tuhan diungkapkan kepada kita. Kita akan mempelajari apa yang telah diberikan kepada kita di dalam Kristus. Kita pun akan semakin kagum pada anugerah, kemurahan dan kasih-Nya. Kita mendapatkan lebih banyak pemahaman tentang identitas, otoritas dan tujuan kita di dalam Kristus. Roh akan mengungkapkan kepada kita hal-hal yang telah diberikan secara gratis, free oleh Tuhan.

Orang Kristen yang berpikiran natural tidak akan mendekati Tuhan dengan cara ini.
Manusia alami biasanya akan menolak atau meminimalkan pengetahuan tentang kebaikan Tuhan dan sebaliknya melihat Tuhan sebagai Tuhan yang mengambil dan menyulitkan hidup kita untuk kemuliaan-Nya. Dalam pikiran manusia duniawi, Tuhan bisa menjadi baik, tetapi Dia juga bisa menguji kita dengan penyakit dan tragedi. Manusia alami tertarik pada ayat-ayat tentang penderitaan, kehilangan, dan kesulitan. Dia tidak mengerti bahwa satu-satunya penderitaan yang tersisa bagi orang Kristen adalah penderitaan penganiayaan, dan seringkali justru orang Kristen “mengalaminya” karena dianiaya orang-orang yang berbicara tentang kebaikan Tuhan.

Orang yang hidup dalam roh, tertarik pada hal-hal dari Tuhan. Ada kerinduan untuk mengenal Tuhan lebih dalam dan lebih dalam lagi. Merenungkan firman dan kebaikan Tuhan, menjadi kesukaannya. Menjadi serupa dengan-Nya menjadi goal kehidupannya.

Tidak nyaman ketika mendengar hal-hal dunia, lebih memilih mendengarkan kebenaran sejati Tuhan. Karena dari sanalah kemenangan atas kehidupannya tercipta. Yang rohani lebih nyata daripada fakta.
Fakta senantiasa berubah tetapi kebenaran tetap sama, baik dahulu, sekarang sampai selamanya.

Tetapi seperti dahulu, dia, yang diperanakkan menurut daging, menganiaya yang diperanakkan menurut Roh, demikian juga sekarang ini. Galatia 4:29 (TB)

Jika kita hidup dalam Roh, kita melihat lebih banyak lagi kelimpahan dan anugerah-Nya. Hidup kita wajib menjadi demonstrasi dari anugerah itu sendiri. Kita telah menerima Roh Allah agar kita dapat mengetahui semua yang telah Dia berikan kepada kita dengan cuma-cuma alias gratis!

If we walk in the Spirit daily, surrendered to His power, we have the right to expect anything we need to hear from God. — Charles Stanley

Jika kita berjalan dalam Roh setiap hari, menyerah pada kuasa-Nya, kita berhak mengharapkan apa pun yang perlu kita dengar dari Tuhan. — Charles Stanley.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Apa Program Sesungguhnya Di Hati Kita? Itu Yang Muncul Di Saat Krisis!

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Apa Program Sesungguhnya Di Hati Kita? Itu Yang Muncul Di Saat Krisis!

Ani sahabat saya di Amerika, mengambil Part-Time Job menemani orang-orang tua kaya, menjelang meninggal dunia. Mereka orang-orang kaya yang tinggal di Beverly Hills, perumahan orang-orang kaya dan para artis Hollywood.

“Ada 2 macam orang menjelang kepergian mereka. Yang pertama, orang-orang yang sudah selesai dengan dirinya sendiri. Mereka dengan tenang dan pasrah menanti kepulangannya. Let Go Let God. Tidak rewel dan anggun sekali.
Sebaliknya ada orang-orang yang hidupnya memendam banyak kepahitan dan kemarahan. Mereka sungguh sulit untuk dilayani. Ada seorang professor yang notabene sangat berpendidikan tetapi kerap mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas. Bahkan ada yang konon menurut dokter mengalami dimentia.”, Ani menjelaskan,
“Tetapi sungguh berbeda dengan dimentia yang dialami oma dan mamiku. Mereka hanya sekedar lupa ini dan itu, tetapi sikapnya tetap sopan. Seorang pasien yang dimentia yang aku layani, beneran luar biasa. Penuh kecurigaan, menuduh saya mencuri dsb. Curiga kepada semua orang, penuh ketakutan seolah ada orang yang terus membuntuti dan menerornya. Telpon dan chat terus menerus saat aku di rumah. Bahkan ada kalanya, saat marah, tidak bersedia membukakan pintu. Aku sudah tidak tahan lagi, tetapi mesti bertahan hingga anak oma ini yang sedang liburan ke Eropa pulang. Sebetulnya kasihan, dia sendiri….”

Melalui pekerjaan ini, tidak jarang Ani bisa mengingatkan mereka untuk kembali membangun hubungan pribadi dengan Tuhan di masa-masa akhir hidupnya. Sesungguhnya, apa pun pekerjaan kita, senantiasa terbuka kesempatan untuk membawa seseorang kembali kepada Tuhan. Apalagi di Amerika, banyak orang yang merasa sudah kenal Tuhan hanya karena ada tulisan ‘In God we trust’ – ‘Pada Tuhan kami percaya’, pada uang kertas mereka. Dikira mengenal Tuhan itu otomatis.

Perbedaan antara seseorang mengenal Tuhan secara pribadi atau tidak, pada akhir masa hidup seseorang, ternyata sangat berbeda. Yang mengenal secara pribadi, dengan yakin ke mana perginya dan Siapa yang menjemputnya. Tenang, damai dan pasti.

*****
Pengalaman Norman Williams dalam menghadapi saat-saat hidup dan mati, krisis terbesar dalam hidupnya dalam kecelakaan tabrakan pesawat Boeing 747 milik Pan Am dan KLM, di Canary Islands 27 Maret 1977.

Norman Williams berangkat berdua dengan business partnernya tetapi mereka duduk terpisah. Mereka ingin kursi bersebelahan tetap tidak bisa. Pesawat penuh.

Norman Williams berujar, selama ini dia tahu betapa Tuhan mengasihi dia, tetapi baru sadar setelah selamat dari kecelakaan, sedemikian pedulinya Tuhan terhadapnya, sehingga kursi pun sudah diatur-Nya sempurna. Karena penumpang yang duduk baik di depan, belakang, kiri dan kanannya, semua meninggal tanpa bisa dikenali. Kalau dia pindah kursi, dia pasti mati.

Kalau Tuhan sedemikian pedulinya, apakah kita perlu mendikte Tuhan dengan keinginan-keinginan kita?
He knows what’s best for us!

Sungguh kesaksian yang mengejutkan ketika banyak orang yang pada saat-saat kritis, justru mengutuki Tuhan dan mengeluarkan sumpah serapah.

Hingga mendorong Williams mencari artikel tentang Human Behavior di kemudian hari, untuk mencari tahu mengapa mereka bersikap seperti demikian?

Ternyata dalam masa-masa yang sangat tertekan dan krisis, mereka hanya memiliki 90 detik untuk bereaksi. Tidak ada waktu berpikir.
Orang-orang yang sepanjang hidupnya membiasakan diri dengan sumpah serapah, maka kata-kata itu pula yang terprogram dalam pikirannya. Maka sumpah serapah pula yang keluar saat mereka sekarat!
Sungguh mengerikan.

“Bagaimana cara hidupmu, begitu pula matimu. Caramu hidup akan menentukan caramu mati” – Prie G. S.

90 detik yang menentukan masa depan seseorang!
Mengapa Williams selamat?
Karena Williams sejak kecil memprogram pikirannya dengan firman Tuhan.
Dalam keadaan krisis, dia berseru kepada Tuhan. Apa yang terjadi?
Tuhan menjawab dan menyelamatkannya secara supernatural.

“Bila ia berseru kepada-Ku, Aku akan menjawab, Aku akan menyertai dia dalam kesesakan, Aku akan meluputkannya dan memuliakannya. Dengan panjang umur akan Kukenyangkan dia, dan akan Kuperlihatkan kepadanya keselamatan dari pada-Ku,” kata Tuhan.

Yang tidak kalah mengejutkan, ada 55 orang yang tetap duduk di kursinya dengan sabuk pengaman tetap terpasang.
Mereka begitu dicengkeram ketakutan, membeku sehingga terpaku diam tidak bisa bergerak. Api menyambar dan membuat mereka meleleh.

Sementara Tuhan berjanji,
Thou wilt keep him in perfect peace,
whose mind is stayed on thee: because he trusteth in thee. – Yang hatinya teguh (pikiran-Nya tetap melekat kepada Tuhan), Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.

Williams bercerita, ada seorang wanita berusia lima puluh tahunan, berbadan besar, dari Longview, Washington. Dia mendengar Tuhan menyuruhnya pindah ke lorong (aisle), tiba-tiba ada benda metal runtuh menimpa tempat sebelumnya dia berdiri. Segera setelah itu, Tuhan menyuruhnya kembali ke kursinya. Api besar menyambar melalui lorong.

Terbukti orang yang hidupnya dekat dengan Tuhan, dia tetap memiliki damai sejahtera yang melebihi pikiran manusia.
Apa pun situasinya.
Sehingga baik Williams mau pun wanita tadi, tetap mendapatkan arahan dari Tuhan dan mentaatinya sehingga mereka selamat. Dalam situasi yang benar-benar impossible, mustahil secara nalar manusia.

Janji-Nya: Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu. Terbukti!

Sungguh ajaib bagaimana Williams bisa selamat. Dia memandang orang-orang yang disamping kiri kanannya, keadaan sangat panas, daging teman sebangkunya meleleh begitu saja. Mereka menjadi kerangka, tengkorak seketika. Baju Williams terbakar pun tidak.

Kembali janji Tuhan,
Apabila engkau menyeberang melalui air, Aku akan menyertai engkau, atau melalui sungai-sungai, engkau tidak akan dihanyutkan; apabila engkau berjalan melalui api, engkau tidak akan dihanguskan, dan nyala api tidak akan membakar engkau.

Tidak hanya janji-Nya terbukti, yang lebih mengagumkan, apa yang Tuhan katakan, betul-betul terjadi seperti yang tertulis dalam firman-Nya…
Williams tidak terbakar meski melewati api. Karena Firman Tuhan mengatakan demikian!
Wow…..

*******
Dalam kehidupan sehari-hari, umumnya setiap orang mengenakan topeng, Image dia ingin dikenal sebagai siapa?
Mengambil posisi sesuai citra, image, yang hendak dibangun demi kepentingannya, mulusnya bisnis, politik, jabatan, pertemanan, perannya dalam masyarakat dsb.
Intinya, setiap orang itu mengenakan Topeng! Tidak ada yang menunjukkan warna aslinya sepenuhnya!

Dunia sudah jatuh dalam dosa. Bawaan dosa itu egois, mau menang sendiri, bergantung pada kekuatan sendiri, merasa hebat, ingin seperti allah dsb.

Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri, kemauan berbagi pada sesama dll, bisa menjadi karakter kita, ketika kita menjadi ciptaan baru karena menjadikan Allah sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadi. Itu karakter Allah, yang menjadi karakter kita karena kita rela menjadi bejana yang taat, yang mengalirkan Allah melalui kehidupan kita. Bergantung sepenuhnya kepada Allah, bukan dengan kekuatan kita sendiri.
It’s all about God, not us!

Belajar dari kisah yang diceritakan Ani, mau pun Norman Williams, ada waktunya di mana setiap manusia harus menunjukkan siapa dirinya yang sesungguhnya. Tanpa Topeng dan betul-betul kelihatan aslinya. Apalagi dalam krisis seperti yang dialami Norman Williams, hanya ada 90 detik yang diucapkan tanpa kesadaran penuh, yang akan menentukan hidup dan mati.

Apa yang keluar dari mulut kita?
Kehidupan atau kematian?
Berkat atau Kutuk?
Semua itu tergantung apa yang kita programkan ke dalam pikiran sadar, mau pun tidak sadar dan dalam hati kita….
Firman Tuhan & iman atau hal-hal duniawi?
Pilihan ada di tangan kita!

“Orang yang baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharaan hatinya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan barang yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Karena yang diucapkan mulutnya, meluap dari hatinya.”

Pertanyaannya:
Sudahkah kita menjadi bejana yang taat mengalirkan-Nya melalui hidup kita?
Yuk kita berkomitmen menghidupinya.

Be who God wants you to be, not what others want to see.

Jadilah pribadi yang Tuhan inginkan, bukan menjadi pribadi seperti yang ingin dilihat oleh orang lain.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship

Hubungan Pribadi BUKAN Formula….

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hubungan Pribadi BUKAN Formula….

Berkat Tuhan ada dalam hidup kita! Kita dikelilingi nikmat-Nya bagaikan perisai. Senjata apa pun yang ditempa melawan kita tidak akan berhasil.

Kebenaranmu berasal dari Dia! Kita memiliki Nama-Nya, Roh-Nya, darah-Nya, perjanjian-Nya, janji-janji-Nya, karunia-karunia-Nya, Firman-Nya, kasih-Nya, otoritas-Nya, iman-Nya, dan kunci kerajaan-Nya.
Kita adalah seorang pemenang!

Inilah jati diri kita yang sejati di dalam Kristus! IN CHRIST!
Kekayaan, kemakmuran, kesembuhan, kesehatan Ilahi, hikmat bahkan kuasa yang membangkitkan Yesus dari kematian, semua sudah ada dan sempurna di dalam roh kita dan dimeteraikan oleh Roh Kudus.
Kita berhak menerima SEMUA janji-janji-Nya. Kita adalah ahli waris!

Aku katakan ”di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya – Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.
Efesus 1:11?, ?13?-?14 TB

*****
Hubungan pribadi, – Personal Relationship – dengan Tuhan sesuatu yang Prioritas dan Tak Tergantikan!

Banyak orang menjadi frustrasi ketika mereka mendeklarasikan firman dan janji Tuhan namun tidak melihat hasil. Bukankah firman Tuhan membawa kuasa-Nya? Mengapa Yesus membuat hasil yang begitu dahsyat dan sering kali kita tidak?

Yesus mengusir roh-roh itu dan menyembuhkan orang-orang yang menderita sakit. Matius 8:16 TB

Perwira itu menjawab kepada-Nya: ”Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Matius 8:8 TB

Kita sering tergoda untuk mereduksi perkara-perkara Allah menjadi sekedar Rumusan (Pola) dan mengharapkan hasil namun kehilangan kunci utamanya: Yesus berbicara dan memerintahkan dari hikmat persekutuan-Nya dengan Bapa.

“Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Yohanes 14:10 TB

“Bapa yang diam di dalam Aku . . .” Yesus memiliki persekutuan sehari-hari dengan Bapa yang melahirkan FIRMAN yang DIA UCAPKAN.

Yesus tidak sekedar mengutip sebuah janji di Alkitab karena putus asa, tetapi Dia menyampaikan apa yang Bapa perintahkan untuk Dia sampaikan. Di sinilah kita sering melewatkannya.

Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: ”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Yohanes 5:19 TB

Jika pelayanan Yesus bergantung pada “melihat” dan mendengar Bapa, saya tidak percaya kita mampu melewatkan hal tersebut. Perkataan kita pun seharusnya berasal dari persekutuan kita dengan-Nya.

“Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Yohanes 15:7 TB

Persekutuan kita dengan Tuhan,- hubungan pribadi kita dengan-Nya -, adalah kunci iman dan otoritas.
Dalam persekutuan itulah firman-Nya menjadi hidup dalam hati kita. Dari tempat persekutuan, kita dapat mengucapkan kata-kata kehidupan dan penyembuhan. Tidak ada jalan pintas.

Yuk kita bangun persekutuan pribadi yang benar-benar erat dan berkualitas dengan-Nya. Arahkan pikiran senantiasa kepada-Nya sehingga setiap perkataan, sikap dan keputusan kita berasal dari-Nya.

Siap?

“God loves us the same as He loves Jesus. God’s love is the key tat opens the door to everything that God is” – Andrew Wommack.

“Tuhan mengasihi kita sama seperti Dia mengasihi Yesus. Kasih Tuhan adalah kunci yang membuka pintu kepada segala hal tentang Tuhan” – Andrew Wommack.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Dua Sisi Penyelesaian Masalah: Rohani & Natural!

 

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Dua Sisi Penyelesaian Masalah: Rohani & Natural!

Seorang teman minta didoakan karena kredit macetnya di bank. Begitu stressnya hingga dia tidak mau menerima lagi kabar terbaru. Justru dia sibuk mengentertain ketakutan-ketakutannya, makin stres, makin kacau dan sakit.
Lalu kecewa dan marah kepada Tuhan.
Dia berharap, setelah didoakan semua masalahnya lenyap dan tidak perlu menghadapinya lagi.

Sebuah buku mengajarkan, saat takut, kita harus berani Face The Problem – tegar dan berani menghadapi masalahnya.
Cari tahu kemungkinan terburuknya itu apa?
Saat sudah tahu dan bisa menerima kemungkinan terburuknya, maka ketakutan itu tidak terlalu menakutkan lagi. Pada kenyataannya, hasil penelitian membuktikan, 90% ketakutan kita tidak pernah terjadi.

Dan masalah itu harus dibenahi. Jika dibiarkan, akan menjadi semakin parah. Bunga bank akan terus bertambah, tidak peduli hari minggu atau hari libur. Dan sangsi yang mengikutinya itu juga pasti.

Dengan berdoa dan menyerahkan permasalahan kepada Tuhan sesuai perintah-Nya: “Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” Saat pasrah, kita tahu Tuhan punya cara yang tak terpikirkan untuk menolong kita. Tetap percaya & bergantung kepada-Nya.

Contoh kasus seorang teman, di mana Tuhan memakai Pak FX menolongnya dengan cara yang melampaui apa yang bisa dipikirkannya; merupakan contoh nyata bagaimana ditengah situasi yang tidak menguntungkan, dengan pertolongan Tuhan bisa dicapai solusi yang terbaik.

*****
Seorang teman di sebuah grup WA japri.
P. John, namanya, bercerita, dia tengah mengalami kesulitan keuangan akibat proyek-proyeknya stop karena pandemi. Akibatnya, cicilan di bank ikut macet. Beliau minta diperkenalkan dengan P. Fx. Gayung bersambut, kerinduan hati P. Fx didengar Tuhan. Teman-teman yang stres karena hutang macet berdatangan minta pertolongannya.

Dua tahun berlalu….
“Malam Bu..Puji Tuhan..masalah Pak John sudah selesai,” demikian P. Fx memberikan laporan.

Disertai forward ucapan terimakasih dari P. John:
Selamat malam P. Fx.
“Aku mengucapkan terimakasih yg sebesar-besarnya atas bantuannya selama berproses dengan kredit macet di bank.
Tuhan sudah memakai P. Fx untuk menolong kami.
Masukan-masukan P. Fx ketika kami mendapat tekanan dari bank, sangat menolong & menguatkan, sehingga aku tetap bisa bekerja dengan tenang.
Besok kami serah terima rumah dengan pihak pembeli.
Kami sudah pindah & dapat kontrakan yang memadai untuk tinggal.
Kelebihan dana yang ada, sudah kami carikan tambahan untuk melunasi pinjaman di tempat lain.
Terima kasih P. Fx.
Kiranya Tuhan memberkati bapak dan keluarga.”

Wow….

*******
Ternyata saya pun mendapat chat langsung dari P. John:
“Aku mau mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada B. Yenny. Tuhan sudah memakai B.Yenny, melalui tulisan ibu untuk menolong kami.
2 tahun lalu aku WA ibu minta di kenalkan dengan P. Fx sehubungan dengan kredit macetku di beberapa bank.
Sekarang aku mau melaporkan, kredit macetku sudah bisa diselesaikan dengan pihak bank.
Rumah kami terjual dengan harga yang bagus, kami bisa menyelesaikan pinjaman di bank, dan masih ada sisa untuk melunasi pinjaman di bank lain dan untuk sewa rumah.
Terima kasih B.Yenny. Tetaplah berkarya melalui tulisan-tulisan ibu.”

Mak nyes…..

P. John bercerita, rumah barunya selesai direnovasi th 2018, dengan biaya dari keuntungan proyek-proyeknya. Hadiah perayaan ulang tahun pernikahan yang ke 25.
Maret th 2020, pandemi. Proyek-proyek besar banyak yang berhenti kekurangan dana. Tagihan pun macet. Terjadilah kredit macet di beberapa aset mereka. Sementara bunga bank terus berjalan. Ancaman lelang datang setiap 3 hari, dan tekanan pihak bank datang silih berganti.

Sementara P. John dituntut tenang, agar perusahaan bisa tetap berjalan. Di sinilah peran P. Fx sangat berarti. Bagi orang awam, sungguh menakutkan dan tidak tahu jalan keluarnya. Tetapi P. Fx paham, hingga bisa membimbing langkah-langkah yang harus diambil oleh P. John, agar tidak memperburuk situasi. Saat tahu kondisinya dengan jelas, P. John bisa bekerja dengan lebih tenang.

Pergumulan yang berat, hingga akhirnya seluruh keluarga sepakat untuk menjual rumah idaman tersebut.
Harga properti hancur-hancuran. Yang datang dan pergi hanya agent-agent properti, yang menawar setara harga lelang. Jauh dibawah harga pasar.

Hingga suatu ketika, nekad dipasanglah banner dijual di depan rumahnya. Tetangga dan kenalan tentu ingin tahu, mengapa dijual? Apa gak sayang?
Mereka sudah siap mental.
Tuhan baik. Dan selalu baik.
Di tengah situasi pandemi, rumah itu diperebutkan oleh 2 calon buyer dan terjual dengan harga yang bagus.
Selangkah demi selangkah penyelesaian masalah kian terang.
P. John dan keluarga yakin, masa depan yang penuh harapan menanti di depan karena mereka menjalaninya bersama dengan Tuhan.

******
Dari kisah yang pernah saya tuliskan beberapa waktu lalu, masalah P. John sungguh berat. Jika dibiarkankan, bunga bank makin menggunung. Salah bertindak, salah strategi, bisa kehilangan segala-galanya, masih minus pula.

P. John berdoa dengan keluarganya, dengan cara yang tak terduga dipertemukan dengan Pak FX yang baik dan benar-benar tulus menolongnya. Padahal orang bilang, jaman sekarang konon semua orang berpikir: “apa untungnya buat saya”
Pak FX itu ‘malaikat’ yang dikirim Tuhan bagi P. John.
Namun penting dicatat, penyelesaian masalah pun tidak terjadi dalam waktu semalam. Dibutuhkan waktu 2 tahun hingga selesai.

Yang ingin saya sampaikan dalam penyelesaian masalah, ada dua sisi mata uang:
? Sisi Rohani
? Sisi Natural.

Sisi Rohani, P. John berserah kepada Tuhan, berdoa dan menggali firman-Nya. Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, maka dia makin peka akan tuntunan Tuhan. Saat Tuhan mengarahkan, dia paham.
Ketika harus bertindak sesuatu, dia peka dan taat.
Tuhan bisa membukakan jalan, mempertemukannya dengan orang yang tepat, pada saat yang tepat dan dengan cara yang pas pula.
Tentunya penyelesaian masalahnya akan jauh lebih cepat karena God’s Way, – cara Tuhan -, terlaksana dengan baik.

Sisi Natural, P. John tetap harus bekerja, mencari tahu solusi permasalahannya, berdiskusi dengan Pak FX, mengadakan pendekatan dengan pihak bank, berusaha mencari agent-agent yang bisa menjualkan rumahnya dengan harga bagus, berani menghadapi tekanan dan ancaman dsb.
Artinya, hal-hal natural tetap dikerjakan agar bisa mendapatkan solusi terbaik sesuai tuntunan Tuhan. Menjalani kehidupan selangkah demi selangkah bersama dengan Tuhan, mengerjakan yang rohani dan natural.

Ketika masalah selesai, dan look back, menoleh ke belakang, kita melihat bagaimana penyertaan Tuhan dan betapa melalui peristiwa ini, Tuhan mendewasakan P. John, P. FX bahkan saya yang hanya “nggathukke” – mempertemukan – P. John & P. Fx, ikutan belajar serta terpukau….
Betapa dahsyatnya Engkau Tuhan!
Speechless….. Amazing….

God is good, all the time…
All the time, God is good….

*”If you want God to do the supernatural in your finances, you must let The Holy Spirit determine your risk tolerance.” – Billy Epperhart.*

*”Jika Anda ingin Tuhan melakukan hal supernatural dalam keuangan Anda, Anda harus membiarkan Roh-Nya menentukan seberapa toleransi risiko yang Anda ambil.” -Billy Epperhart.*

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan

 

Read More
Articles, Christianity, Relationship

Kata-Kata Yang Menjerat VS Memberi Kehidupan

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Kata-Kata Yang Menjerat VS Memberi Kehidupan

Lalu engkau terjerat dan terjebak oleh perkataan mulutmu sendiri. Amsal 6:2 (IMB)

Amsal 18:7 (IMB) Mulut orang bodoh adalah kehancuran baginya dan bibirnya adalah jerat bagi jiwanya.

Beberapa penyesalan terbesar saya (Barry Bennett) berkaitan dengan hal-hal yang saya katakan. Komentar yang tidak dipikirkan dengan matang, momen yang membuat frustrasi, atau upaya untuk melucu; kata-kata yang saya berharap bisa ditarik kembali.

Kata-kata sesuatu yang sangat kuat. Mungkin saya sangat menikmati menulis karena saya mempunyai waktu untuk mempertimbangkan apa yang telah saya tulis, sebelum membagikannya kepada orang lain.
Ada beberapa hal saya tulis dan akhirnya dibiarkan ‘di rak’ selama beberapa waktu sebelum membacanya kembali. Biasanya saya melakukan perubahan sebelum membagikan tulisan tersebut. *Waktu memberi kesempatan untuk merenung, menenangkan diri, atau mempertimbangkan sudut pandang atau informasi lain.*
[Selaras dengan artikel saya kemarin tentang JEDA].

Namun, kita jarang melakukan hal ini ketika berbicara. Kita cenderung mengungkapkan perasaan pertama kita.
[Apalagi saya (yennyindra) extrovert, cenderung terbuka, blak-blakan & apa adanya….. Guuubbbrrraakkk…..]

Sedikit berpikir dan mengambil jeda sejenak merenungkannya, akan mempengaruhi apa yang kita katakan.

Pernahkah kita memperhatikan saat Yesus ditanyai sebuah pertanyaan dan Dia menjawab dengan jawaban yang membuatnya seolah-olah Dia tidak mendengarkan? Namun Dia memang demikian. Dia mendengarkan Roh. Jawabannya berasal dari Roh Allah dan bukan sekedar pemikiran acak pertama-Nya. Dia menyampaikan apa yang ingin didengar si penanya, bukan apa yang ingin dikatakan oleh daging.

Amsal 10:19-21 (IMB) Di dalam banyak perkataan pasti ada pelanggaran, namun siapa menahan bibirnya ialah yang bijaksana.
Lidah orang benar bagaikan perak pilihan, tetapi hati orang fasik tidak ada nilainya.
Perkataan orang benar memberi makan banyak orang, tetapi orang bodoh mati karena kurang bijaksana.

Kita bisa memilih bibir orang benar dan lidah perak pilihan. Mari kita belajar berbicara dari Roh dan bukan dari daging.

Mungkin bijak jika kita mengikuti pepatah lama: menghitung sampai sepuluh sebelum kita berbicara. Atau bahkan hingga lima puluh  Belajarlah menjadi pemberi kehidupan dengan kata-kata kita.

*****
Kata-kata yang memberi Kehidupan!

*Hidup dan mati dikuasai lidah, siapa suka menggemakannya, akan memakan buahnya. Amsal 18:21 TB, sehingga kesempatan untuk mengucapkan kata-kata yang memberi kehidupan harus menjadi sesuatu yang kita fokuskan setiap hari. Tujuan hidup kita untuk membawa Kehidupan bagi dunia.

Sungguh suatu berkat dari Tuhan bahwa kita dapat menggunakan kekuatan kata-kata untuk membantu orang lain dan membawa terang ke dalam kegelapan dunia ini!

Dalam setiap interaksi dengan orang lain, ada peluang untuk mengeluh, mengkritik, bergosip, dan menimbulkan keraguan, atau ada peluang untuk memberkati, menyembuhkan, memaafkan, dan memberi semangat.
Apa yang keluar dari mulut kita adalah buah dari apa yang ada di dalam hati kita.

“…. Karena yang diucapkan mulut meluap dari hati. Orang yang baik mengeluarkan hal-hal yang baik dari perbendaharaannya yang baik dan orang yang jahat mengeluarkan hal-hal yang jahat dari perbendaharaannya yang jahat. Matius 12:34?-?35 TB

Cara kita menggunakan kekuatan kata-kata mengungkapkan kondisi rohani kita sendiri. Mereka yang sadar akan kasih, belas kasihan, dan anugerah Tuhan akan menggunakan kata-kata untuk memberkati dan membantu orang lain. Mereka yang tersakiti dan tersinggung sering kali menggunakan kata-kata untuk menuduh dan mengritik. Ada yang memilih berbicara tentang kehidupan dan ada pula yang memilih berbicara tentang kematian. Sangat menyedihkan ketika orang Kristen menggunakan kata-kata untuk menjatuhkan orang lain.

The words of a wise man’s mouth are gracious and win him favor, but the lips of a fool consume him; Ecclesiastes 10:12-13 Amplified Bible (AMP)

Perkataan mulut orang berhikmat memang menarik, tetapi bibir orang bebal akan menelannya; (Pkh. 10:12 AMP)

Mengucapkan kata-kata kasih, pengampunan, dan dorongan sering kali memerlukan keputusan yang sadar, merupakan buah roh pengendalian diri, dan kita bisa menanggalkan manusia lama dan mengenakan manusia baru (Ef. 4:22-24).
Sungguh merupakan suatu kehormatan bagi kita, dapat menanamkan firman Tuhan di dalam hati dan mampu menggunakan buahnya untuk membawa kehidupan ke dalam situasi yang rumit!

Janganlah ada perkataan kotor keluar dari mulutmu, tetapi pakailah perkataan yang baik untuk membangun, di mana perlu, supaya mereka yang mendengarnya, beroleh kasih karunia. Efesus 4:29 TB

Sebagai anak-anak Tuhan, hendaknya kita selalu mengucapkan firman kehidupan dan berkat.
Siap? Yuk…..

Some people don’t let The Bible get in the way of what they believe” – Andrew Wommack.

Beberapa orang tidak membiarkan Alkitab menghalangi apa yang mereka percayai” – Andrew Wommack.

Sumber: Barry Bennett.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

 

Read More
1 100 101 102 103 104 314