Author Archives: Yenny Indra

Yenny Indra Visit Website
Traveller, Family Growth Inspirator, Seruput Kopi Cantik YennyIndra, Co Founder of PIPAKU & MPOIN FB: Pipaku Mpoin www.mpoin.com FB: Yenny Indra www.yennyindra.com Email: yennyindra09@gmail.com
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Why Charis? – Alasan Kami Sekolah di Charis Bible College

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Why Charis? – Alasan Kami Sekolah di Charis Bible College

“Ce Yenny, saya ingin ajak teman saya sekolah Charis, tapi saya gak bisa menjelaskan alasannya,” ujar Elisah,
“Yang saya tahu hidup saya berubah. Mengalami terobosan, berkemenangan dan hidup jauh lebih berkualitas. Damai sejahtera dan sukacita yang tidak bisa dibeli dengan apa pun, saya alami.

Pengajaran Charis itu gamblang, sederhana dan mudah diterapkan. Yang dulunya gak ngerti, sekarang saya paham.”

“Nanti saya kirim artikelnya biar jelas. Kebetulan bagi yang mendaftar Sekolah Charis sd 30 November 2023, ada free Registration Fee alias uang pendaftaran, plus discount 10% lho…”, jawab saya.

Jadilah artikel ini.
Percayalah saya gak terima komisi apa pun….
Artikel ini semata-mata karena saya diberkati dan hidup saya berubah menjadi jauh lebih berkualitas, maka saya ingin teman-teman mengalaminya juga.

Kata Andrew Wommack, saat di surga akan banyak orang yang berterimakasih karenanya.
Mereka mengalami kehidupan di bumi seperti di surga.

Wow… saya mau tuh… membawa persembahan ini kepada Tuhan, jiwa-jiwa yang dimenangkan…

****
Selama ini saya merenungkan, apa sich yang membuat hidup murid-murid Charis menjadi berbeda?
Bukankah banyak tempat di luar sana yang mengajarkan firman dan hal-hal yang baik pula?

Why Charis?
CLING……
Sekarang saya tahu jawabannya!

Yeremia 10:23 (TB) Aku tahu, ya TUHAN, bahwa manusia tidak berkuasa untuk menentukan jalannya, dan orang yang berjalan tidak berkuasa untuk menetapkan langkahnya.

Banyak sekali orang yang mengaku percaya kepada Tuhan dan beribadah Kepada-Nya.
Ada yang rutin, ada pula yang masih kadang-kadang saja -On & Off – berdoa dan beribadah.
Saat ada masalah, berdoa sungguh-sungguh. Tetapi begitu masalah selesai, lupa berdoa & beribadah.

Lalu muncul pertanyaan, masuk akal kalau yang ibadah serta doanya masih on & off, hidupnya tidak berubah.
Mengapa yang berdoa dan beribadah dengan tekun pun, hidupnya tidak berubah?
Sama ruwetnya, sama galaunya dengan orang yang tidak mengenal Tuhan…

Nach ini dia rahasianya:

Convert VS Bertobat.
Convert artinya orang yang semula atheis, gak kenal Tuhan, sekarang berubah menjadi kenal Tuhan. Tetapi yang berubah hanya statusnya saja.
Dulu gak beribadah, sekarang beribadah.
Tetapi kehidupannya, cara pikirnya dsb. tetap seperti dulu.
Ibaratnya, hanya sekedar ganti baju atau ganti status saja.

Tanpa pembaharuan pikiran yang diselaraskan dengan firman Tuhan, hidup manusia tidak akan berubah.

Berbeda dengan orang yang sungguh-sungguh bertobat, dia berbalik arah dan pola pikirnya berubah dari pola pikir dunia, menjadi pola pikirnya Allah. Hidupnya sekarang berpusat pada Allah.
Caranya?
Dengan belajar dan menghidupi firman-Nya.
Umat-Ku binasa karena kurang pengetahuan, akibatnya tidak mengenal Allah. (Hosea 4:6)

Nach di Charis kami diajar secara konsisten untuk belajar firman Tuhan. Para guru membimbing kami agar kami bisa secara mandiri menggali kebenaran Firman Tuhan.
Sehingga tidak lagi bergantung kepada manusia.

Bahkan jika minta didoakan sesuatu, ditanya terlebih dahulu,
“Tuhan bicara apa denganmu?”
Karena guru-guru atau manusia lain hanya bisa meneguhkan apa yang telah disampaikan Tuhan kepada kita sebelumnya.
Tuhan akan mengarahkan langsung kepada kita, untuk masalah kita. Tidak mungkin arahan untuk kita disampaikan melalui si A, si B atau si C.

“Bu Yenny, saya gak bisa mendengar suara Tuhan….”

Tidak mungkin!
Tuhan sudah menegaskan domba-domba-Ku (murid-murid) mendengarkan suara-Ku. (Yoh 10:27)
Kalau kita tidak bisa mendengar suara-Nya, berarti ada yang salah.
Benarkah kita murid Tuhan?
Atau kita terlalu fokus dengan suara-suara lainnya, dunia di sekitar kita terlalu bising, sehingga saat Tuhan berbicara, tidak terdengar.

****

Apa yang kita fokuskan membesar.
Suasana Charis, mendorong kami untuk fokus pada firman Tuhan. Bahkan saat kami ngobrol, olahraga dll yang dibicarakan itu firman, pengalaman teman-teman ketika menghidupi firman serta mendiskusikannya.
Dengan lingkungan yang demikian, membawa kami fokus pada Tuhan dan firman-Nya.
Ini sangat membantu kami bertumbuh serupa dengan Allah.

Tuhan itu Tidak Pernah Ingkar Janji.
Ketika Tuhan dan Firman-Nya diutamakan, berbagai masalah kehidupan menemukan solusinya secara natural.
Baik masalah ekonomi, hubungan/Relatioship, sakit penyakit, rumah tangga dsb.

Setiap ada teman-teman yang curhat, biasanya masalah kelas berat, saya tawarkan kirim buku, lalu minta dia membacanya.
Atau kirim link video…
Tidak sedikit setelah mendapat pencerahan lalu bertanya tentang sekolah dan akhirnya join Charis.

Kesaksian demi kesaksian diceritakan… Masalah-masalah yang seperti ‘benang bundet’, istilah Orang Jawa, – artinya seperti benang ruwet yang sudah tidak mungkin dilepaskan simpul-simpulnya- pada akhirnya mendapatkan solusinya.
Cara Tuhan itu unik dan supernatural. Yang gak terpikirkan bisa terjadi…
Dia Allah, apa yang sulit bagi-Nya?

It’s all about God, not me…
Ini semua tentang Allah, bukan saya.

****

Kacamata Dunia VS Kacamata Allah.
Menurut saya, ini yang paling membuat hidup murid-murid Charis berubah menjadi lebih baik, kami digiring hidup dengan mengenakan Kacamata Allah.

Maksudnya?

Di luar sana, orang beriman rata-rata beribadah dan berdoa pada waktu tertentu, lalu diluar jam itu, hidup menurut caranya sendiri.
Nach di Charis, kami diajar, dibimbing dan melihat teladan guru-guru di mana hidup mereka 24/7, artinya 24 jam sehari dan 7 hari seminggu, hidupnya betul-betul dipusatkan pada Allah. Di mobil, lift, di mana saja…. semaksimal mungkin sambil berdoa dalam roh dan merenungkan firman Tuhan.
Tuhan menjadi prioritas dan pusat kehidupan kami.

Hasilnya, ide-ide tak terduga muncul, dipertemukan dengan orang-orang baik, pintu-pintu kesempatan dibukakan, yang menurut dokter mustahil sembuh, terbukti sembuh.
Mendengar suara Tuhan menjadi sesuatu yang alami.
Istilah saya, ngertiiii saja apa maunya Tuhan.
Hidup jadi enteeeeeng….

Ketika kami para murid-murid makin intensif mempraktikkannya, ternyata hidup kami benar-benar berubah. Masalah hidup tetap ada, tetapi cara kami menyikapi berbeda. Respon kami berubah.

Semakin taat kepada perintah-perintah-Nya, semakin mengalir mengikuti kehendak Allah, semua aspek dalam hidup, satu persatu berada pada tempat seharusnya. Sedemikian alami… begitu melegakan.

Dalam bisnis, selalu ada persaingan, saling sikut dll, itu sudah biasa. Menjengkelkan bukan?
Dulu hati dipenuhi kemarahan atau keinginan membalas.
Sekarang tidak lagi.

Ibaratnya begini, taman saya di lantai 1. Ketika saya melihat taman dari lantai 1, kelihatan pohon-pohon yang tinggi menutupi pandangan. Belum lagi ayam-ayam serama berlarian ke sana ke mari. Berisik sekali…
Inilah gambaran jika menggunakan kacamata dunia.
Melihat dari bawah.
Semua mengandalkan kemampuan diri sendiri, dan cara dunia yang tricky.

Tetapi begitu naik ke lantai 2, apa yang dilihat berbeda.
Saya bisa melihat dari perspektif yang berbeda.
Melihat dari atas, dari ketinggian.
Jalan-jalan di kejauhan, terlihat jelas.
Pandangan tidak terhalang. Pohon-pohon nampak kecil. Ayam-ayam nyaris tidak kelihatan.
Nach inilah gambaran jika kita mengenakan kacamata Allah. Melihat dari perspektif Allah.

“Buat apa stress? Aku yang membereskan,” kata Allah, “tugasmu menempel kepada-Ku dan taat.”

Ada kompetitor? Tidak perlu khawatir. Sumber berkat kita dari Tuhan. Si musuh tidak akan bisa mengambil berkat yang disediakan Tuhan bagi anak-anak-Nya.
Biarkan Tuhan yang berperang bagi kita.
Serahkanlah kekuatiranmu kepada-Nya dan ikuti arahan-Nya, apa yang harus kita lakukan.
Dia Allah, Sang Boss kita…. Pemimpin perangnya.

Demikian juga dengan masalah-masalah lainnya,
Sakit? Allah yang menciptakan kita, pasti bisa membetulkan organ kita yang rusak.
Perkatakan firman kehidupan dan percayalah kepada-Nya. Itu benih yang ditabur, dan buah selalu selaras dengan benihnya.
Ikuti tuntunan Tuhan langkah demi langkah dan setiap langkah merupakan suatu mukjizat.

*****
Dikasihi Allah, Identitas kita di dalam Tuhan & kekayaan serta perlengkapannya.
Kami belajar, kasih Allah tak bersyarat dan identitas kita di dalam Tuhan. Otoritas kita untuk melawan si musuh. Dan berbagai perlengkapan lainnya yang semula tidak dipahami.
Segala dosa, kesalahan, kegagalan baik masa lalu, sekarang, mau pun di masa depan sudah diampuni Allah.

You’ve gone into my future to prepare the way,
and in kindness you follow behind me
to spare me from the harm of my past.
With your hand of love upon my life,
you impart a blessing to me. (Psalm 139:5 TPT)

Engkau (Tuhan) telah pergi ke masa depanku untuk mempersiapkan jalan,
dan kebaikan-Mu mengikuti di belakangku untuk menyelamatkan aku dari bahaya masa laluku.
Dengan tangan kasih-Mu atas hidupku,
Engkau memberkatiku. (Maz 139:5 TPT)

Tidak lagi fokus pada dosa, sebaliknya fokus kepada Allah dan kasih-Nya. Ini sungguh amat melegakan.
Tuhan sudah menjanjikan masa depan yang penuh harapan.
Tuhan tidak akan pernah membiarkan mau pun meninggalkan kita. Tuhan tidak pernah mempermalukan orang-orang yang menaruh harap kepada-Nya.

*****
Sebelum Sekolah Charis, kerap berusaha ‘membantu’ Tuhan, agar doa terjawab, sekarang saya betul-betul bertobat. Kapok!
Lebih baik sabar menunggu waktu Tuhan karena waktu Tuhan yang terbaik.

Teringat jika kepompong yang belum waktunya lahir menjadi kupu-kupu tetapi ‘dibantu’ alias ‘dipaksa’ alias ‘dipercepat’ supaya lahir, justru membuat kupu-kupu menjadi cacat.

Allah hidup dalam alam supernatural, jadi jika kita benar-benar mengikuti-Nya, kita juga akan hidup dalam alam supernatural.
Jika hidup kita tidak supernatural, berarti kita hanya dangkal mengenal-Nya. Tuhan menghendaki kita berjalan bersama-Nya di alam supernatural yang tak terbatas.
Charis mendidik, membimbing serta menolong murid-murid untuk merealisasikannya.

Mari kita terus belajar dan maju bersama-sama, menggenapi tujuan Tuhan dalam hidup kita.
Jiayou!

The greatness of a man is not how much wealth he acquires, but in his integrity and ability to affect those around him positively – Bob Marley

Kehebatan seseorang bukan terletak pada seberapa banyak kekayaan yang diperolehnya, namun pada integritasnya dan kemampuannya memberikan pengaruh positif pada orang disekitarnya – Bob Marley

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Memberi: Jumlah atau Motivasinya Yang Penting?

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Memberi: Jumlah atau Motivasinya Yang Penting?

Apa pun kepercayaan seseorang, memberi itu sesuatu yang baik. Tetapi saya baru belajar, ternyata *motivasi pemberian kita jaaauuuuhhh lebih penting daripada pemberian itu sendiri.*
Wow..

“Anita tidak layak sakit ce… Dia orang yang baaaiiik luar biasa. Hatinya lembut, selalu ingin berbagi dengan orang lain. Setiap bulan dia membagikan makanan ke panti asuhan, panti jompo bahkan satpam dan tukang sapu di kompleks rumahnya. Rutin lho… Bukan hanya sekali-sekali, ” ujar sahabat saya sambil mengusap air matanya,
“Anita lebih mengutamakan orang lain daripada dirinya sendiri. Koq bisa Tuhan ijinkan Anita sakit? Padahal orang-orang yang jahat justru sehat-sehat saja.”

Orang berbuat baik, itu motivasinya apa dulu? Kalau dia berbuat baik supaya dia diterima Tuhan, misalnya, itu menjadi beban yang tidak pernah cukup. Dia melakukan 6, rasanya masih kurang baik, 7, kurang baik juga, gak ada habisnya. Karena pemahaman Anita salah. Justru orang ‘jahat’ yang hidupnya gak karuan, gak pernah didera rasa bersalah. Jadi hidupnya justru sehat-sehat saja.

Motivasi dan pemahaman yang salah, dijadikan pijakan iblis agar dapat meneror manusia dengan berbagai perasaan bersalah. Teror semacam inilah yang bikin stres dan berujung dengan mengalami berbagai penyakit.

Pertama, penyakit bukan dari Tuhan. Tetapi dari si musuh, iblis. Pemikiran yang salah itu yang memicu penyakit.

Seperti orang berpikir dalam dirinya, demikianlah ia, kata Raja Sulaiman/Salomo.

Pikiran kita menentukan kondisi kita. Dan pikiran itu hasil keputusan kita sendiri. Karena itu, perlu membangun mindset yang benar agar hidup sehat dan makmur sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kedua, motivasi kita dalam memberi, lebih penting daripada pemberiannya.
Ada orang-orang yang memberi karena dikejar perasaan bersalah, takut kalau tidak memberi nanti tidak diberkati. Jadi seperti orang memberi sesajen saja.

Ada juga yang seperti judi, Tuhan berjanji melipatgandakan apa yang kita berikan menjadi 30, 60, 100 kali lipat, maka memberi dengan tujuan dilipatgandakan. Ini jelas motivasi yang salah.

Motivasi yang benar, kita memberi karena kita SUDAH diberkati, sebagai ucapan syukur. BUKAN SUPAYA diberkati. Meski hukumnya memang tabur tuai tetapi bukan itu yang menjadi fokus dan motivasi alasan kita memberi.
Terlebih berkat memberi daripada menerima.
Memberi dan berbagi itu membuat kita bahagia karena kita memang diciptakan agar diberkati agar menjadi berkat bagi orang lain.
Blessed to be a blessing for others.

Ingat, antara waktu menabur dan menuai ada jeda. Nach kalau yang ditanam biji mangga atau durian, bisa bertahun-tahun, baru bisa berbuah. Jangan sampai kecewa, ketika panen tak kunjung tiba.
Sikap hati kita, tabur saja segala hal baik yang bisa kita lakukan, soal panen, biarkan Tuhan dan alam yang mengatur. Janji Tuhan Ya dan Amin.
Kalau pun saat kita hidup tidak sempat menikmati tuaiannya, mungkin anak cucu kita yang menuainya.

Nach agar bisa menuai, tidak asal bagi-bagi benih ke mana-mana. Jika benih jatuh ke tanah yang berbatu, ya …mubazir.
Benih yang ditanam perlu juga disiram, dirawat dan disiangi agar bebas benalu dan hama.

Setelah menanam benih Firman Tuhan, pastikan pula perhatian kita tidak fokus pada nilai-nilai dunia, ibarat jatuh ke tanah berbatu. Tidak bertumbuh dan berbuah. Renungkan janji-janji-Nya dan hidupi.

*****

Ada pula orang yang korupsi di perusahaan, lalu menyumbang dalam jumlah besar untuk pembangunan rumah ibadah.
Dieeeenk…..!!!
Dia berharap dengan sumbangannya, hati nuraninya yang dikejar rasa bersalah bisa ditenteramkan. Dosanya bisa di discount.
Nyogok Tuhan, tujuannya

Banyak orang menilai dari kulitnya saja. Perbuatannya kelihatannya baik, tetapi asal dana dan tujuannya yang menentukan. Tuhan menilainya bukan dari apa yang dilakukan, melainkan motivasi dalam melakukannya, jauh lebih penting.
Hhmmm… Make sense!

Ketiga, memberi dari apa yang ada pada kita, bukan yang belum kita miliki.

Andrew Wommack menyoroti, akhir-akhir ini banyak orang yang memberikan persembahan dengan menggesek kartu kreditnya. Niatnya baik, ingin memberkati orang lain, tetapi caranya kurang bijak.
Uang dari kartu kredit adalah uang yang BELUM dimiliki seseorang, alias hutang, seharusnya persembahan tidak demikian.
Orang itu ingin ‘beriman’ memberi dalam jumlah besar.
Andrew menegaskan, itu salah.
Keinginan itu baik, tetapi itu berlawanan dengan kebenaran yang diajarkan Tuhan. Persembahan yang berkenan kepada Tuhan, berasal dari uang yang memang milik kita.

Penting diingat, yang baik itu belum tentu benar.
Berpeganglah pada kebenaran dari Tuhan.
Persembahan seyogyanya diberikan dari uang atau harta yang SUDAH kita miliki.

Keempat, Berilah dengan sukacita bukan dengan berat hati.

Karena perpuluhan itu miliknya Tuhan, kerap asal sudah dibayar, hati plong. Padahal kadang dilakukan dengan motivasi takut kena kutuk kalau tidak dibayar, atau merasa berdosa merampok milik Tuhan.
Lebih baik memberi sedikit dengan sikap hati yang benar dan dengan penuh sukacita, itu lebih berkenan kepada Allah.

Alasan dan sikap saat mempersembahkan, jauh lebih penting daripada nilai yang dipersembahkan

Tuhan menghendaki kita mempersembahkannya dengan hati yang penuh sukacita, kasih serta ucapan syukur.
Bagi orangtua, lebih membahagiakan ketika sang anak membawakan bunga di kebun tetapi diberikan dengan antusias, ceria dan penuh kasih.
Daripada diberi kado mahal tetapi dengan wajah yang cemberut, berat hati dan penuh beban.
Bukankah persembahan itu mewakili kasih di hati si pemberi?

Persembahan apa pun, yang terbaik dipersembahkan dari kelimpahan hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Memberi sesuai tuntunan dan kehendak-Nya, untuk kemuliaan-Nya.

Pengajaran ini membuat saya lebih bijak dan dewasa rohani.
Bagaimana dengan Anda?

GIVING IS BETTER THAN RECEIVING. When God blesses you financially, don’t raise your standard of living. Raise your standard of giving. – Mark Batterson.

MEMBERI LEBIH BAIK DARIPADA MENERIMA. Ketika Tuhan memberkati Anda secara finansial, jangan menaikkan standar hidup Anda. Tingkatkan standar pemberian Anda. – Mark Batterson.

YennyIndra
TANGKI AIR & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Tempat Yang Disebut “Di Sana” – Andrew Wommack.

 

Mau belajar langsung dengan Andrew Wommack- Founder & President Director Charis Bible College, dari Colorado, USA ?
Dalam acara Live Streaming “Indonesia Grace & Faith”* *(Diterjemahkan Bhs Indonesia)
Hari Ini, Rabu 1 November 2023 
PK. 19.00 WIB

Catat & KLIK LINK:

Join yuk….

********

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Tempat Yang Disebut “Di Sana” – Andrew Wommack.

Alkitab berkata dalam Yakobus 5:17 (TB) Elia adalah manusia biasa sama seperti kita.
Meski dia dipakai Tuhan dengan luar biasa.

Dalam Alkitab diceritakan bagaimana saat Elia sangat sedih sehingga ia meminta Tuhan untuk membunuhnya (1 Raja-raja 19: 4).
Elia tidak sempurna;

Elisa memanggil api dari surga tiga kali;
Dia orang pertama yang pernah membangkitkan seseorang dari kematian; menjadi kebangkitan terbesar dalam sejarah sampai saat itu;
Kata-kata nubuatannya dimulai dan diakhiri dengan kekeringan tiga tahun;
lalu melipatgandakan makanan secara ajaib;
dan merupakan salah satu dari dua orang yang tidak pernah mati — dan diangkat hidup-hidup ke surga.
Banyak hal yang bisa kita pelajari dari pria hebat ini, baik dari sisi positif mau pun negatif.

Alkitab memberi sedikit gambaran tentang latar belakang Elia. BUKAN silsilah atau pendidikannya yang membawanya ke posisi yang berpengaruh dan berkuasa.
Elia bukan siapa-siapa sampai dia menerima Sepatah Kata Dari Tuhan: Revelation, Pewahyuan atau Rhema. Pewahyuan yang diberikan Tuhan kepadanya, yang menempatkannya pada posisi kepemimpinan.

Berita baiknya, sama seperti setiap kita yang sudah lahir baru, dibaptis dalam Roh Kudus, memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan,- kita juga memiliki juga pewahyuan dari Allah. *Sama seperti pewahyuan Elia dari Allah yang menempatkannya dalam posisi berpengaruh. Siapa pun yang memiliki pewahyuan Allah, memiliki potensi untuk memengaruhi orang lain juga. Satu-satunya yang membedakan kita dengan Elia adalah Elia tahu apa yang dimilikinya dan berani untuk berbicara.*

Banyak diantara kita yang merasa terintimidasi oleh orang-orang yang tidak percaya. Kita tidak berani mengatakan kebenaran yang diterima dari Tuhan. Bagaimana jika Elia tidak mengatakan nubuat itu kepada Raja Ahab? Kekeringan mungkin saja terjadi, tetapi Elia tidak akan bisa menggunakannya untuk memengaruhi bangsanya. Orang-orang akan menganggap kekeringan sebagai kejadian alami.
Elia dengan berani menyuarakannya, sebelum ada bukti bahwa apa yang dia katakan akan terjadi. Dibutuhkan iman dan keberanian yang besar.
Ketika kekeringan datang seperti yang dinubuatkannya, Elia menjadi orang yang paling dicari di negeri ini.

1 Raja-raja 18:10 (TB) Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada bangsa atau kerajaan, yang tidak didatangi suruhan tuanku Ahab untuk mencari engkau. Dan apabila orang berkata: Ia tidak ada, maka ia menyuruh kerajaan atau bangsa itu bersumpah, bahwa engkau tidak ditemukan di sana.

Jika kita menyuarakan kebenaran yang ditunjukkan Tuhan kepada kita, sama seperti Elia, kebenaran yang kita ucapkan pada akhirnya akan menang.

Elia tidak memiliki semua jawaban atau pun tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, ketika ia bernubuat kepada Raja Ahab (1 Raja-raja 17: 1). Ahab telah melarang ibadah kepada Allah yang benar, meresmikan ibadah Baal. Dia membunuh para nabi Tuhan, dan Elia menempatkan dirinya dalam bahaya dengan menaati Tuhan.

Setelah Elia menyampaikan nubuatan Tuhan, barulah Tuhan berbicara kepadanya tentang bagaimana Dia akan melindungi dan mendukungnya.
Tuntunan datang setelah kita melangkah dengan iman.

1 Raja-raja 17:2-4 (TB) Kemudian datanglah firman TUHAN kepadanya:
“Pergilah dari sini, berjalanlah ke timur dan bersembunyilah di tepi sungai Kerit di sebelah timur sungai Yordan.
Engkau dapat minum dari sungai itu, dan burung-burung gagak telah Kuperintahkan untuk memberi makan engkau di sana.”

Salah satu pelajaran luar biasa yang dapat kita pelajari di sini, Tuhan tidak segera mengungkapkan rencana lengkap-Nya. Diungkapkan kehendak-Nya kepada kita selangkah demi selangkah. Setelah kita mematuhi langkah pertama, Dia menunjukkan kepada kita langkah selanjutnya.

Untuk apa Tuhan harus menunjukkan kepada kita langkah ke dua atau ke sepuluh, jika langkah pertama saja tidak dipatuhi? Itu hanya akan membuat kita lebih perhitungan. Jadi, jangan mencoba mencari tahu langkah selanjutnya sampai kita bertindak berdasarkan apa yang kita tahu harus dilakukan sekarang. Sungguh kebenaran yang berkuasa.

Ketika Tuhan memerintahkan Elia untuk pergi ke Sungai Kerit. Dia sudah memerintahkan para gagak untuk membawa roti dan daging Elia di tempat tersedia “DI SANA” setiap pagi dan sore. Ini ajaib! Sungguh suatu penyediaan luar biasa selama masa yang mengerikan!

Namun perhatikan ini: Tuhan tidak mengirim persediaan Elia ke tempat dia berada. Seorang gelandang tidak melempar bola ke tempat penerima berada, tetapi ke tempat penerima itu pergi. Mukjizat Elia bukanlah di mana dia berada tetapi di mana Tuhan mengirimnya.
Itu kebenaran yang luar biasa!

Setiap kita memiliki tempat yang disebut “DI SANA,” di mana berkat-berkat Tuhan sedang menunggu. Tuhan tidak pernah gagal untuk menyediakan, tetapi orang sering gagal untuk menerima karena tidak semuanya pergi ke tempat “DI SANA”  Jika Elia tidak pergi ke tempatnya yang disebut “DI SANA”, ketidaktaatannya tidak akan menghentikan kesetiaan Allah; Namun, dia tidak akan menerima penyediaan tersebut; “DI SANA” yang tersedia di Sungai Kerit hancur sudah.

Inilah tepatnya yang terjadi pada banyak dari kita. Tuhan telah meletakkan sesuatu di hati kita untuk dikatakan atau dilakukan. Tetapi, jika kita tidak mematuhinya, kita tidak berada “DI SANA”. Kita tidak melihat penyediaan Allah, karenanya tidak taat supaya berada di sana.

Saya mendengar banyak orang mengatakan bahwa Tuhan memberi tahu mereka untuk belajar di Charis Bible College. Tetapi mereka tidak bisa melihat bagaimana itu bisa terjadi. Mereka ingin melihat penyediaan Tuhan sebelum mereka pergi “DI SANA”.
Cara kerjanya bukan seperti itu.
Sebagian dari kita tidak melihat penyediaan Allah karena kita tidak melakukan apa yang Dia perintahkan untuk dilakukan. Tidak berarti Tuhan menghukum kita. Jika Elia tidak pergi ke tempat “DI SANA”, maka dia akan kehilangan persediaannya. Tuhan memiliki penyediaan-Nya untuk kita juga, tetapi berada “DI SANA”.
Tempat yang disebut “DI SANA” berubah. Tuhan mengubah tempat dan metode penyediaan-Nya bagi Elia:

1 Raja-raja 17:8-9 (TB) Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia:
“Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan.”

Kita tidak bisa hanya mencari Tuhan satu kali, mendengar suara-Nya, melangkah dengan iman, dan kemudian berhenti mendengarkan-Nya.
Tuhan membawa kita kepada kehendak-Nya yang sempurna selangkah demi selangkah.
Elia bergerak ketika Tuhan menyuruhnya bergerak.
Ini membawa Elia ke kota Sarfat di mana dia meminta seorang janda untuk memberinya makanan terakhir. Sepertinya Elia mengambil dari wanita ini, tapi sesungguhnya justru memberi padanya. Alih-alih ini menjadi makanan terakhirnya sebelum meninggal, Tuhan melipatgandakan perbekalan wanita ini, yang membuat dia, putranya, dan Elia hidup selama sekitar tiga tahun (1 Raja-raja 17: 15-16).
Mukjizat yang menakjubkan!

Itu bukan semua yang diterima sang janda. Kesetiaannya dalam memberi, menyebabkan putranya dibangkitkan dari kematian (1 Raja-raja 17: 17-23). Dia mempraktekkan imannya setiap hari. Menggunakan sedikit minyak dan makanan terakhir untuk Elia, lalu menemukan, selalu tersedia cukup untuk membuat kue bagi dirinya dan putranya.
Imannya dibangun secara luar biasa, saya yakin, ini yang menyebabkan mujizat putranya terjadi.

Ingin menerima penyediaan Tuhan? Mari kita pergi ke SANA, tempat yang Tuhan kehendaki dengan mentaatinya!

Andrew Wommack mengupasnya dengan sederhana, jelas dan mudah untuk diteladani, sehingga kita pun mudah meraihnya.

Karena itu jangan lupa Join LIVE STREAMING “INDONESIA GRACE & FAITH”* malam ini pk. 19.00
(Diterjemahkan Bhs Indonesia)
Klik LINK di atas ya….

See you….

If you don’t trust in the Lord, you can’t accomplish the things He’s planned for you. – Andrew Wommack.

Jika Anda tidak percaya kepada Tuhan, Anda tidak dapat mencapai hal-hal yang Dia rencanakan bagi Anda. -Andrew Wommack.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Relationship, Self Motivation

Serba-Serbi Sosmed…

Seruput Kopi Cantik
Yenny Indra

Serba-Serbi Sosmed…

Banyak pakar yang mengupas betapa berbahayanya sosmed. Mereka menyarankan puasa sosmed agar bisa berkonsentrasi membangun hubungan dengan Tuhan. Karena begitu besarnya godaan untuk melihat, menonton, menikmati hal-hal lain selain hal-hal yang baik.

Sosmed itu bak pisau, bisa baik atau tidak, tergantung di tangan siapa?

Saya justru tengah merenungkan, betapa dahsyatnya kehidupan kita di masa kini. Saya bisa menonton youtube Andrew Wommack dan guru-guru lainnya yang berada di Colorado, US.
Bahkan menikmati Live-Streaming, real time…

Begitu banyak pelajaran-pelajaran dari tokoh-tokoh hebat masa kini yang bisa kita pilih dan nikmati. Sedemikian banyaknya, hingga harus selektif, mana yang hendak kita pelajari dan yang tidak?

Ada beberapa teman, yang meski pun sudah lama percaya Tuhan, anehnya tidak memperoleh hasil yang diharapkan. Singkatnya, dia tidak bisa menuai buahnya.
Ketika di check & recheck karena terlalu banyak yang dipelajari, didengar dan semuanya diterima, sehingga prinsipnya justru kacau balau, akhirnya tidak memperoleh apa-apa.

Secara pribadi, saya lebih suka pegang prinsip-prinsip dan kebenaran yang saya pelajari di Charis.
Why?
Terbukti hasilnya!
Saya sembuh dari Hipertiroid dan lepas obat. Hidup saya berubah dan jauh lebih damai, sukacita dan penuh makna. Hidup yang berarti.
Apakah ini satu-satunya yang paling oke?
Mungkin tidak juga. Tetapi saya gak bisa mempelajari dan mempraktikkan semuanya…. waktu saya terbatas.
Dan saya tidak sejagoan itu, bisa menjadi segalanya.

Teringat kata-kata Andrew Wommack dalam bukunya: “A Better Way To Pray – Cara Berdoa Yang lebih Baik”.
Jika doa Anda tidak mendapatkan hasil yang diharapkan, mungkin ada cara berdoa yang lebih baik.

Dan itu yang saya alami. Saya belajar dari Andrew Wommack melalui Sekolah Charis, cara berdoa dan pemahaman dengan cara pandang yang benar tentang Tuhan dan firman-Nya, terbukti saya menuai buahnya.
Saya lebih suka bukti daripada janji!

*****
Dengan adanya sosmed, saya memutuskan follow baik FB, Instagram mau pun subscribe tokoh-tokoh yang pengajarannya sejalur dengan pengajaran di sekolah.
Apa yang terjadi?
Setiap kali yang muncul di HP saya adalah foto, firman, video pendek yang terus mengingatkan akan hal-hal baik tentang Tuhan.
Bahkan tidak jarang, Tuhan memakai beberapa tokoh dari negara yang berjauhan, secara tidak sengaja, membicarakan hal yang sama, saling menopang dan menjadi peneguhan dari firman yang saya dapatkan dari Tuhan ketika berdoa dan saat teduh.
Wow……
Tuhan bisa memakai segala cara untuk berkomunikasi dengan kita.

******
Nach satu lagi yang membuat saya terpukau, melalui sosmed, saya bisa membaca dan mendengarkan pengajaran dari tokoh-tokoh hebat, para pahlawan iman di masa lalu, yang sudah almarhum.

Teringat pelajaran saat masih SD, apa gunanya belajar sejarah?
Agar kita bisa belajar pengalaman orang lain, mengambil manfaatnya dan tidak perlu mengulangi kesalahan yang mereka lakukan.
Waktu dalam masa hidup kita, tidak akan cukup, jika harusdq mencoba sendiri segala kegagalan atau pengalaman, agar memperoleh hikmat dalam menghidupi prinsip tertentu.
Karena itu dengan belajar, kita menghemat banyak waktu dan bisa menjalani kehidupan yang jauh lebih baik dengan menimba dari pengalaman orang lain.

Sebuah quotes/ kutipan, itu merupakan kesimpulan singkat dari pengalaman panjang seseorang. Dengan mengingat kutipan itu, menjadi peta jalan bagi kita yang membacanya agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih bijak.

Bayangkan … melalui sosmed, saya bisa belajar dari Smith Wigglesworth, sang pahlawan iman yang berulang kali membangkitkan orang mati.
Kathryn Kuhlman, yang setiap acaranya, puluhan orang mengalami mujizat kesembuhan dari berbagai penyakit berat. John Osteen, Dr. Lester Sumrall dan masih banyak deretan nama besar yang bisa kita pelajari di sosmed dengan gratis.

Tanpa disadari, dengan membaca dan mendengarkan sumber-sumber yang sangat baik ini, kita sudah ‘bergaul’, bersahabat dan menangkap pula pewahyuan-pewahyuan, revelation yang mereka terima dari Tuhan….
Kita mengalami percepatan dan meraih lompatan iman karenanya.
Sungguh luar biasa….

Dengan siapa kita bergaul, akan menentukan masa depan kita endingnya ke mana, kualitasnya seperti apa dan pada akhirnya, akan menentukan pula apakah hidup kita akan berdampak atau sekedar menjadi seseorang yang pernah ada di dunia ini, namun lewat begitu saja tanpa arti?

*****
Semakin lama kita berjalan bersama Tuhan, semakin banyak pengalaman kita bersama Tuhan.
Semakin banyak pengalaman kita bersama Tuhan, semakin mudah kita mempercayai-Nya.
Semakin kita mempercayai Tuhan, semakin mudah kita beriman, tidak lagi khawatir serta mengalami hidup di bumi seperti di surga, sesuai janji-Nya.
Hal-hal yang tak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan yang tak pernah terpikirkan pun, menjadi sesuatu yang senantiasa mengejar kita. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti, di sepanjang umur kehidupan kita, sesuai janji-Nya, tercipta!

Anugerah ini, Tuhan sudah sediakan bagi semua orang. Namun tidak terjadi secara otomatis.
Wajib ada respon iman dari pihak kita untuk menerima dan bertindak menghidupinya.
Perlu usaha bersedia belajar dan mempraktikkannya.

Penyertaan Tuhan itu kasat mata.
Sudahkah kita mengalaminya?
Mari kejar Tuhan dan kebenaran-Nya, maka semuanya, apa pun yang kita butuhkan, akan ditambahkan ke dalam kehidupan kita!

Don’t be a parrot in life. Be an Eagle. A parrot talk to much but can’t fly high. But an eagle is silent & had the power to touch the sky – Denzel Washington.

Jangan menjadi burung beo dalam hidup. Jadilah Rajawali. Burung beo banyak bicara tapi tidak bisa terbang tinggi. Namun seekor Rajawali diam & mempunyai kekuatan untuk menyentuh langit – Denzel Washington.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
MPOIN PLUS & PIPAKU
PRODUK TERBAIK-
PEDULI KESEHATAN

#SeruputKopiCantik
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
Articles, Christianity, Relationship, Self Motivation

Hanya Satu Hal yang Diperlukan…

Gospel Truth’s Cakes
Yenny Indra

Hanya Satu Hal yang Diperlukan…

Ketika mengajarkan kesembuhan, saya sering diberitahu bahwa para pengajar tentang kesembuhan, membuat hal tersebut terlalu sulit.
Banyak diantara mereka yang meletakkan seluruh beban iman pada orang yang sakit.
Saya tidak percaya itu yang seharusnya terjadi.

Kita cenderung melakukan pendekatan penyembuhan dari berbagai sudut pandang, namun dalam kasus saya, hanya ada satu tujuan. Saya tidak tahu pendekatan mana yang akan “menjadikan firman itu hidup” dalam diri Anda.

Iman timbul dari pendengaran, namun bukan hanya pendengaran fisik. Melainkan merupakan firman dari Tuhan yang dihidupkan di dalam hati orang yang sakit.

Dalam Kisah Para Rasul 14, diceritakan tentang seorang pria di Listra, yang cacat sejak lahir, sedang duduk di tempat Paulus berhenti untuk berkhotbah. Dia tidak mengejar Tuhan, bahkan belum pernah mendengar Injil, dan kebetulan saja berada di tempat dan waktu yang tepat. Dikatakan… *”Orang ini mendengar Paulus berbicara. Paulus, yang memperhatikan dia dengan seksama dan melihat bahwa ia mempunyai iman untuk disembuhkan, berkata dengan suara nyaring, “Berdiri tegak!” Dan dia melompat dan berjalan.” (Kisah 14:9-10)*

Tidak ada beban yang dibebankan pada pria ini. Faktanya, tidak ada bukti dia diselamatkan. Paulus adalah pengkhotbah Injil pertama yang berada di wilayah tersebut. Meskipun demikian, mendengar Injil Kerajaan membuat iman menjadi hidup dalam hatinya. Hanya itu yang diperlukan. Satu-satunya hal yang diperlukan untuk kesembuhan secara mujizat adalah “mendengarkan” firman yang diberitakan oleh Paulus.

Mendengar harus terjadi di dalam hati, karena dengan hati seseorang percaya dan menerima keselamatan (termasuk kesembuhan) (Rm. 10:10).
Mendengar atau Pendengaran adalah satu-satunya hal yang diperlukan agar iman menjadi hidup dan visi penyembuhan dapat lahir.

Para guru tidak mencoba menjadikannya rumit, namun mencoba menyajikan setiap aspek kebenaran yang ada, dengan harapan ada satu kata firman dihidupkan, dan iman diaktifkan. Hanya itu yang diperlukan.
Apa pun yang kurang dari iman sejati hanyalah merupakan pemahaman dan persetujuan mental. Bagus, tetapi tidak cukup.

Lukas 5:15 (TB) Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka.

Yang lebih luar biasa lagi, semua orang yang mendengarkan Dia, mereka disembuhkan. Tanpa Yesus mempersoalkan masa lalu, dosa atau persyaratan lainnya.
Cukup Mendengar & Sembuh!

Sumber: Barry Bennett

*****
Setelah 6 tahun sekolah di Charis untuk 3 level, mendengar suara Tuhan jauh lebih mudah dan natural. Kehidupan kami berubah, menjadi lebih damai, sukacita dan hidup jadi enteng…
Banyak kebetulan-kebetulan baik terjadi…

( Jangan khawatir sekolah hingga 6 th, ini hanya untuk angkatan pertama. Sekarang setiap level cukup 1 tahun. Sekolah Charis cukup 2 tahun dan bagi yang ingin lanjut memperdalam leadership/ sekolah kepemimpinan, bisa ambil level 3)

Why?
Kami dididik untuk terhubung dengan Tuhan melalui Roh Kudus dan Firman-Nya setiap saat. Kesadaran ini yang membuat kami terbiasa melibatkan Tuhan dalam keseharian kehidupan kami.

Semakin terbiasa dikelilingi oleh firman, berdoa dalam roh, bergaul dengan teman-teman yang mengejar Tuhan serta kebenaran-Nya, makin mudah dan peka kita mendengar suara Tuhan. Hidup mengikuti cara Tuhan -God’s Way- makin lancar.

Ketika mendengar suara-Nya, semakin kita taat, semakin mudah lagi untuk terus mendengar suara-Nya. Semakin familiar. Segala sesuatu berada di tempat seharusnya .

Di mana tempat kelimpahan kita?
Tepat di tengah-tengah kehendak Tuhan.

Namun ketika mendengar suara-Nya, lalu menolaknya atau kita mencari berbagai alasan yang seolah masuk akal agar tidak taat, kepekaan kita berkurang.

Tuhan tidak pernah memaksa dan memberi kita Free Will & Free Choice – Kehendak & Pilihan Bebas, namun setiap ketidaktaatan tentu ada konsekuensinya, hati kita menjadi keras. Yang diberi makan justru Unbelief- ketidakpercayaan.

Hidup adalah pilihan.
When you flow with The Lord, everything fall into place.

Saat kita mengalir bersama Tuhan, segala sesuatu akan berada di tempat seharusnya.

Mau mengalami terobosan ekonomi dan kesembuhan?
Ingin memahami Rahasia Kerajaan Allah?

Mari belajar langsung dengan Andrew Wommack dalam Acara tahunan yang Langka:

Live Streaming “Grace & Faith” – Andrew Wommack dari Colorado, USA. (Diterjemahkan Bhs Indonesia)
1 November 2023 ( Hari Rabu)
PK. 19.00 WIB
Catat tanggalnya & KLIK LINK:

Join yuk….

When you accept Jesus, you determine how much of His life you’re going to let flow through you. – Ps. Robert Morris.

Ketika menerima Yesus, Anda yang menentukan seberapa banyak bagian hidup-Nya yang akan Anda biarkan mengalir melalui Anda. – Ps. Robert Morris.

YennyIndra
TANGKI AIR *ANTI VIRUS* & PIPA PVC
*MPOIN PLUS & PIPAKU*
PRODUK TERBAIK
PEDULI KESEHATAN

#gospeltruth’scakes
#yennyindra
#InspirasiTuhan #MotivasiKebaikan
#mengenalTuhan #FirmanTuhan

Read More
1 96 97 98 99 100 404